BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
RUANG LINGKU PEKERJAAN
PEMBUATAN RUANG PODCAST DAN LAPIS DINDING RUANG AULA SERTA RUANG
RAPAT GEDUNG KANTOR BADAN PUSAT STATISTIK
PROVINSI SUMATERA UTARA
Tahun Anggaran 2024
BAB – I
PEKERJAAN PENDAHULUAN
1.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1) Pekerjaan pendahuluan dilakukan berdasarkan kebutuhan kegiatan sesuai dengan
pekerjaan pekerjaan yang akan dilaksanakan selanjutnya, meliputi pendahuluan :
• Pengukuran awal,
• Pembersihan Lokasi Awal,
• Pemasangan Bowplank,
2) Segala biaya untuk kegiatan ini menjadi tanggung jawab dari Kontraktor.
3) Tempat tempat atau bagian bagian yang akan dibongkar disesuaikan dengan gambar
rencana.
BAB – II
PEKERJAAN PEMASANGAN PLAFOND
2.1. PEMASANGAN PLAFOND GYPSUM
2.1.1 Adapun persyaratan bahan yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
1) Rangka Plafond Memakai bahan Furing Channel
2) Rangka Plafond Memakai Modul 60 x 120 cm
3) Bahan Penutup Plafond Menggunakan papan Gypsum Board
4) Finishing Permukaan Gypsum Menggunakan Cat air Warna Putih
Semua bentuk dan ukuran harus sesuai dengan gambar rencana dan RAB yang ditentukan
2.1.2. Pelaksanaan Pemasangan
Petunjuk pelaksanaan pemasangan adalah sebagai berikut :
1) Tahab Awal Pemasangan rangka Plafond dengan Material yang sudah memenuhi
persyaratan diatas, dan atas persetujuan direksi lapangan ataupun konsultan
pengawas.
2) Rangka dipasang sedemikian rupa dan harus diukur denganbenar agar posisi Rangka
benar – benar Lurus dan Rata.
3) Setelah Rangka selesai dilanjutkan dengan pemasangan papan Gypsum dan setiap
sambungan di dempul dengan menggunakan dempul khusus untuk gypsum, setelah
terlebih dahulu dipasang kain kasa di setiap sambungan papan gypsum.
2.3. PEKERJAAN PENGECATAN PALFOND
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 1
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
2.3.1. Dilanjutkan degan pekerjaan menggosok bekas dempulan dengan menggunakan kertas
pasir / ampals agar bekas dempulan tadi kelihatan rapid dan rata.
2.3.2. Setelah Pengamplasan selesai dilanjutka dengan finishing terakhir yaitu pengecatan
dengan menggunakan cat tembok warna putih.
2.3.3. Hasil akhir pekerjaan harus diperiksa, pemerikasaan dilakukan oleh direksi atau
pengawas dilapangan.
BAB – III
PEKERJAAN ELEKTRIKAL – MECHANICAL
3.1. PETUNJUK UMUM
1) Semua bahan, kabel, pipa kabel listrik dan instalasinya harus kualitas I.
2) Bahan yang boleh digunakan pada pekerjaan instalasi listrik harus diperhitungkan
dan aman sesuai dengan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) dan SNI 0255 –
1987 – D. Kabel Kw – I setara dengan eterna dan pipa PVC setara dengan clipsal 20
mm Kw I.
3) Dalam hal sumber daya diambil dari pembangkit tenaga listrik, harus aman terhadap
gangguan dan tidak mencemarkan lingkungan atau dari PLN.
4) Untuk bangunan – bangunan / ruang – ruang khusus, umum dan penting dimana
aliran listrik tidak boleh terputus disyaratkan memiliki pembangkit listrik darurat
sebagai cadangan, yang besar dayanya dapat memenuhi kesinambungan pelayanan
(apabila ada ditawarkan dalam penawaran atau apabila ada tertuang dalam daftar
BQ).
5) Semua saklar / stop kontak setara Panasonic dan MB box atau panel box setara
presto serta kabel setara golden leaf, MCB setara merk merlin gerin (MG).
6) Pekerjaan ini sudah termasuk pekerjaan penyambungan arus dari lantai dasar
sampai lantai atas.
7) Bahan lampu setara merek Philips KW-I
8) Panel box induk untuk 12 group berukuran 80 x 60 x 20 cm dan panel box 12 group
berukuran 60 x 40 x 20 cm harus setara merk sun (apabila ada dalam daftar BQ).
9) Jenis kabel listrik yang dipakai harus sesuai dengan BQ. Adapun ukuran kabel yang
digunakan adalah kabel NYA 2,5 mm untuk instalasi titik api dan lampu, kabel NYY
4x10 mm digunakan untuk pengambilan arus dari sumber arus ke panel box, kabel
NYA 6 mm digunakan untuk pembagian arus dan kabel NYY 4x6 mm digunakan
untuk pembagian arus kabel tanam dibawah lantai.
10) Sistem pemasangan instalasi penangkal petir harus hati-hati. Pemasangan kabel BC
16 mm harus ditanam didalam tanah sedalam 10 m. Kabel BC 16 mm dipasang di
rangka atap dengan di bungkus pipa listrik setara clipsal 20 mm, penyambungan pipa
harus di lem pipa (Apabila ada dalam daftar BQ)
11) Sistem pemasangan instalasi ground penangkal petir harus dipasang sedalam + 20 m
didalam tanah hingga dapat nol. (Apabila ada dalam daftar BQ)
3.2. SISTEM INSTALASI LISTRIK
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 2
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
1) Sistem instalasi listrik harus 1 fasa atau 3 fase dan harus disesuaikan dengan
lingkungan, bangunan-bangunan lain, bagian – bagian dari bangunan instalasi lain
sesuai dengan PUIL, sehingga tidak saling membahayakan, mengganggu dan
merugikan serta memudahkan pengamatan dan pemeliharaan
2) Sistem instalasi listrik harus terpisah sesuai dengan masing-masing instalasi group
dan fasa “R”, “S” dan “T”.
3) Sistem instalasi 3 fasa yaitu fasa “R”, fasa“S” dan fasa “T”
4) Pembagian ground (api + lampu) harus disesuaikan dengan kekuatan MCB dalam
satuan ampere.
3.3. PETUNJUK PELAKSANAAN LISTRIK DAN INSTALASI
Petunjuk pelaksanaan pekerjaan listrik dan instalasinya adalah sebagai berikut :
1) Pelaksanaan listrik dan instalasinya minimal dilaksanakan oleh instalateur yang
memiliki SKT dan diakui oleh PLN
2) Kontraktor melalui tenaga ahli atau instalateur harus benar-benar membuat kembali
gambar pelaksanaan elektrikal (shop drawing) yang lebih detail agar lebih terarah
dalam pelaksanaan dan pengoperasiannya. Acuan standar adalah PUIL dan SNI
tentang listrik dan instalasinya
3) Kontraktor melalui tenaga ahli atau instalateur harus membagi group instalasi lampu
melalui sakelar stop kontak peralatan listrik dan stop kontak air conditioner (A)
apabila ada.
4) Berdasarkan pembagian group instalasi, tentukan kapasitas daya MCB seperti
kapasitas 2A, 4A, 6A, 10A, 16A (A= Ampere) agar kabel yang terpasang nantinya
mampu memikul daya listrik sehingga tidak ada kabel yang meleleh nantinya saat
operasional
5) Jenis kabel harus KWI setara golden leaf dan diameter kabel harus diperhatikan.
- Kabel dari meteran ke panel box/MCB box tergantung kapasitas daya yang masuk
untuk di distribusi, kabel minimal NYA/NYY diameter 3 x 4 mm atau 3 x 6 mm.
- Kabel utama jalur MCB untuk sakelar menggunakan kabel NYA/NYM 3x2,5 mm
- Kabel utama jalur MCB untuk stop kontak menggunakan kabel NYA/NYM 3x2,5 mm
- Kabel utama jalur MCB untuk stop kontak AC, menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm
(Apabila ada AC)
- Kabel instalasi titik lampu harus menggunakan kabel NYA/NYM 2x1,5 mm.
- Semua kabel harus di amankan dengan pipa konduit kabel clipsal 20 mm KWI
- Semua persambungan kabel harus di amankan dengan T – dos dan isolatif kabel agar
tidak terjadi korsleting
- Kabel sakelar NYA/NYM untuk sakelar tunggal 2x2,5 mm ganda 3x2,5 m dan triple
4x2,5 mm
6) Berdasarkan gambar kerja siapkan bahan-bahan dan peralatan termasuk aksesories
sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknis serta persetujuan PKK atas bahan-bahan
yang diajukan untuk digunakan
7) Pasang MCB box/panel box lengkap dengan MCB dimana jumlah dan kapasitas
disesuaikan dengan group instalasi sakelar dan stop kontak
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 3
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
8) Jenis kabel yang digunakan seperti uraian 5). Diatas setara golden leaf KWI, sakelar
dan stop kontak harus KWI setara merek philips atau panasonic. Sementara lampu
dan sarangnya setara merek phlips type lampu hemat energi (LHE)
9) Seluruh/semua kabel dan instalasi utama, sakelar dan stop kontak serta lampu harus
dimasukkan dalam pipa konduit dia (5/8 – 6/8) inch setara merek clipsal, kemudian
ditanam pada dinding serta di plester halus sama dengan permukaan dinding secara
keseluruhan.
10) Jenis lampu dan armateur terpasang merupakan general leghting type down light in-
bow (sarang masuk kedalam plafond) dan menghasilkan pencahayaan yang merata
11) Khusus sarang lampu CFL agar diameter sarang diambil yang bisa masuk lampu SL 45
w untuk SL 23 w. Hal ini berguna untuk kondisi tertentu bola lampu terpasang SL 23
w dapat diganti (temporary dengan SL 35 w.
12) Dalam panel box/MCB box, bedakan MCB untuk jalur sakelar dan MB untuk stop
kontak peralatan listrik serta MCB untuk air conditioner (apabila ada). Hal ini berguna
untuk operasional dan maintenance.
13) Semua pembuatan titiklampu, sakelar, stopkontak dan jalur instalasinya serta
sambungan kabel harus terpasang rapi, kuat dan tahan lama.
14) Kontraktor wajib mengadakan uji instalasi dan titik nyala serta titik api yang ada
dihadapan pengawas, PPK/PPTK serta menjelaskan operasional listrik dan instalasi
terpasang lengkap dengan gambar instalasi terpasang (as built drawing listrik dan
instalasinya). Segala biaya yang timbul adalah tangung jawab kontraktor sepenuhnya.
3.4. PENGUJIAN INSTALASI
1) Setelah instalasi, peralatan dan lampu-lampu terpasang dengan baik sesuai dengan
kebutuhan dan gambar kerja serta Bill of Quantity kontraktor wajib melaporkan hasil
pekerjaan ini kepada direksi
2) Jadwal pengujian seluruh instalasi harus ditentukan bersama dengan direksi dan
konsultan pengawas
3) Kontraktor wajib melaksanakan pengujian atas tanggungan kontraktor pelaksana
3.5. KAITANNYA DENGAN PEMBAYARAN
1) Kontraktor harus memberikan jaminan bahwa listrik dan instalasi listrik, tata dapat
terpasangan dengan baik dan dapat difungsikan. (perhatikan daftar BQ)
2) Pembayaran 100% pekerjaan phisik, tidak dapat dilaksanakan sebelum pekerjaan
elektrikal dapat diterima dengan baik oleh direksi/pejabat pembuat komitmen.
BAB – IV
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 4
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
PEKERJAAN PENGECATAN
4.1 URAIAN UMUM
Pekerjaan pengecatan (painting work) sudah mencakup pekerjaan cat dinding dan plafond,
cat menie dan cat kilat cat vernish. Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan baik agar
pelaksanakan pembangunan secara umum dapat memuaskan
4.2 PETUNJUK TEKNIS
1) Dalam pelaksanaan pengecatan, Kontraktor dapat mengacu kepada Standar yang
berlaku umum di Indonesia
2) Pengecatan Logan, lihat SKSNI T – 09 – 1990 F
3) Pengeatan Kayu, lihat SNI 03 – 2407 – 1991
4) Pengecatan dinding dan plafond, lihat SNI 03 – 2410 – 1991
4.3. MERK CAT YANG DIGUNAKAN
4.3.1 Cat tembok dan cat plafond
Cat tembok untuk dinding dan plafond harus menggunakan cat tembok setara merk
Vinilex atau yang setara yang disetujui oleh Direksi Teknik dan harus produksi dalam
negeri
4.3.2. Cat Kilat
Cat kilat yang digunakan harus setara merk kuda terbang atau bee brand atau yang setara
yang disetujui oleh direksi teknik dan harus produksi dalam negri
4.4. PELAKSANAAN PEMAKAIAN PENGECATAN
Prosedur pelaksanaan pekerjaan pengecatan (Painting) untuk penyelesaian (finishing)
adalah sebagai berikut :
1) Cat menie dipakai untuk seluruh bidang – bidang kayu dan pada sambungan yang
mengenai tembok, juga besi – besi perkuatan
2) Cat kilat dipakai untuk listplank, lat kayu atau palfond serta kozen pintu / jendela
3) Cat kilat dipakai untuk daun pintu kayu dan jalusi kayu
4) Seluruh bidang tembok luar / dalam serta plafond asbes dicat dengan cat tembok
(minimum 3x cat), warnna ditentukan oleh Direksi
5) Cat yang digunakan adalah cat yang berkualitas baik, dan produksi dalam negeri,
dimana penentuan warna harus didiskusikan dengan Direksi dan pengawas.
6) Pendempulan / peng – amplasan
(1) Sebelum pekerjaan pengeatan, semua bidang yang dicat harus terlebih dahulu
didempul dan di amplas sampai rata
(2) Pendempulan dilakukan sampai bidang cat benar – benar sudah rata dan layak
dicat
7) Cat Menie
(1) Cat menie yang digunakan adalah cat yang berkualitas baik dan produksi dalam
negeri
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 5
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
(2) Cat menie dipakai pada bidang – bidang kayu dan pada sambungan yang
mengenai tembok
(3) Pengecatan dengan cat menie dilakukan 1x cat
(4) Merk cat menie dapat digunakan setara merk paragon yang disetujui oleh Direksi
Teknik
4.5. WARNA CAT
Penentuan warna cat harus didiskusikan dengan PPK/Direksi untuk mendapatkan
persetujuan.
4.6. CAT DASAR DAN FINISHING
1) Kontraktor harus memperhatikan daftar Bill Of Quantity dimana hal ini juga
merupakan spesifikasi kekuatan bahan yang definitive
2) Secara umum cat menie dilaksanakan 1 ( satu) kali, cat tembok, cat plafond, cat kilat
dilaksanakan dengan 1 (satu) kali cat dasar dan 2 kali cat finishing.
3) Cat dasar untuk cat tembok harus cat Sealer setara Vinilex
4.7. MINYAK CAT / LEM
1) Kontraktor harus menggunakan racol dengan perbandingan yang tertentu sebagai
bahan lem untuk cat dinding terutama cat dinding bagian luar.
2) Penggunaan kapur pada pekerjaan cat tidak diizinkan.
3) Dilarang keras menggunakan cat tembok / plafond secara langsung tanpa bahan cat
tersebut dicampur dengan lem bahan cat yang telah dicat akan menjadi cat kapur
apabila permukaan cata kita pegang, maka cat akan menempel di telapak tangan dan
suatu saat akan mengotori baju / pakaian apabila kita bersandar di bidang cat tembok
tersebut.
4.8. PELAKSANAAN PENGECATAN
1) Pengecatan dilaksanakan dengan peralatan kuas / roll cat.
2) Bahan cat harus yang sudah dicampur secara homogen.
3) Pengecatan harus dilaksanakan oleh tukang cat yang berpengalaman dibidang
pengecatan.
4) Bidang cat khususnya tembok / dinding harus benar-benar kering dan bersih dari abu
agar bahan cat dapat melekat dengan benar pada bidang cat.
5) Bidang cat tembok / dinding yang di dempul harus dibersihkan dengan cara
menyiram dengan air bersih atau dengan alat kompressor.
6) Pengecatan harus dilaksanakan dengan 1 kali cat dasar dan 2 kali cat finishing dengan
baik, rata permukaan dan tidak berbelang-belang.
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 6
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
BAB V
PEMBUATAN PARTISI MULTIPLEK DAN HPL
5.1. Struktur dan lapisan triplek
Pada serat lapisan kayu ini disusun melintang antara lapisan bawah dengan lapisan atas
menggunakan perekat khusus.
Kemudian tumpukan lembaran kayu ini diberi tekanan yang cukup berat dan terbentuklah
lembaran tripleks polywood dengan beberapa ketebalan, mulai tiga milimeter, 4, 6, 8, 9, 12, 15,
18, dan 20 milimeter.
Lapisan paling luar tripleks plywood atau biasa dikenal multipeks ini memiliki struktur lebih kuat
daripada bagian tengahnya. Umumnya tripleks plywood terbuat dari kayu pinus, sengon, atau
sungkai.
Disamping kelebihannya di atas, tripleks plywood terdapat kekurangan juga. Tripleks plywood
tidak tahan terhadap cuaca ekstrim. Sehingga tripleks plywood ini tidak cocok digunakan sebagai
perabot rumah tangga luar ruangan.
Selain itu setelah selesai finishing telah dilakukan pengujian kualitas untuk memastikan hasil
bagus dan memuaskan.
Anda tidak perlu khawatir akan kekurangan tripleks ini karena tidak akan mengurangi kualitas
daripada lemari.
Mari silahkan simak penjelasan berikut ini tentang cara membuat lemari Partisi dari multipleks
beserta cara memotong multiiplek yang baik selengkapnya.
5.2. Alat dan Bahan Membuat Partisi
Berikut ini kami rangkum cara membuat lemari minimalis dari tripleks plywood
sederhana. pertama Anda persiapkan bahan-bahan pembuatan Partisi dari multiiplek plywood
sebagai berikut:
Alat Membuat Partisii:
• Gergaji atau serkel.
• Obeng plus minus.
• Bor listrik.
• Palu
• Siku besi.
• Alat ukur meteran.
• Pinsil kayu sebagai penanda.
Bahan Membuat Partisi
Setelah menyiapkan alat, Anda perlu menggunakan beberapa bahan material sebagai berikut:
• Multipleks setebal 18 milimeter sebanyak 3 lembar.
• Tripleks setebal 6 milimeter sebanyak satu lembar.
• Lem kayu putih.
• Lem kayu kuning,
• HPL/decosit/melamin/sungkai untuk lapisan.
• Sekrup sepanjang lima atau delapan inc.
• Engsel sendok atau engsel kupu-kupu.
• Rel laci.
5.3. Langkah Langkah Membuat Partisi
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 7
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
1. Buatlah sketsa Partisi.
2. Siapkan multipleks setebal 12 mm untuk membuat Rangka partisi. Kemudian potong
panjang.
3. Pasang rangka denganmodul 60 x 120 cm
7. Tutuprangka partisidengan multipleks 9 mm
10. Untuk finishing, pasangkan bahan pelapis HPL dan jangan lupa poles dengan cat agar
kelihatan elegan dan menarik.
5.4. Cara Memotong Multiplek
Mungkin dari beberapa orang banyak belum tau atau belum terbiasa memotong sebuah
triplek. Cara memotong triplek harus dikuasai secara baik dan benar.
Tujuan memotong dengan caraatau teknik yang baik dan benar agar hasilnya rapi lurus sesuai
dengan keinginan.
Ada beberapa cara memotong agar menghasilkan yang baik diantaranya akan kami jelaskan
berikut.
• Pakai Gergaji Khusus
Gergaji yang paling tepat untuk memotong triplek plywood atau multipleks adalah gergaji
mesin seperti
• Handsaw
• Crosscut Saw
• Backsaw
• Keyhole Saw
• Hacksaw
• Jig Saw
• Circular Saw
• Dan lain lain
Mesin tersebut sudah memiliki susunan mata grgaji sesuai dengan sifat triplek yang dilengkapi
konfigurasi kombinasi, dan beberapa jumlah sudut.
Apabila Anda mengunakan gergaji table circle saw, posisikan permukaan tripleks multiply
yang rata di bagian atas bukan pada bagian lain).
Apabila Anda mengunakan gergaji jenis portabel circle saw, permukaan rata tripleks harus
diletakkan di bagian bawah.
• Rapikan Sisi Luar Multipleks
Kondisi luar tripleks tidak terlalu halus karena terjadi gesekan saat proses produksi atau
waktu pengantaran dari produsen.
Maka haluskan dahulu sisi luar tripleks dengan peralatan yang sudah disiapkan agar
mendapatkan garis potong yang baik.
Cara menghaluskan sisi luar tripleks yaitu dengan membelah dan diamplas salah satu bagian
sisi panjang dan lebar tripleks dengan ukuran kurang lebih 10 mm sebelum dipotong.
• Pasang Isolasi Pada Garis Potong
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 8
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
Sebelum tripleks dipotong tempelkan isolasi di sepanjang garis potong. Hal ini berguna dan
membantu mempermudah pada saat memotong agar lapisan vinyl tripleks tidak mudah
terkelupas.
Sehingga hasil potongan akan terlihat rapi tanpa merusak lapisan lainnya. Cara seperti ini
lebih cocok digunakan memotong dalam skala kecil sehingga tidak membuang banyak waktu.
• Landasi dengan Kayu
Selain menggunakan isolasi pada saat pemotongan tripleks, Anda juga bisa menggunakan
landasan kayu sebagai alat bantu memotong.
Sehingga hasil potongan tripleks terlihat rapi. Karena kayu memiliki sifat yang kuat dan stabil
sehingga dapat menahan serat tripleks agar tidak terjadi keretakan.
Caranya cukup mudah, Anda cukup meletakkan kayu solid tepat di bawah lembaran tripleks
sebagai alas dasar untuk proses memotong .
Perlu diletahui bahwa triplek tersusunan serat searah dengan sisi panjangnya. Jadi gerakan
memotong tripleks jangan berlawanan dengan arah serat tripleks, karena bisa menghasilkan
potongan tidak rapi dan kasar.
Selain itu Anda harus memperhatikan luar papan tripleks agar bisa meminimalisir kesalahan
memotong supaya mendapatkan hasil potongan yang hemat.
Buatlah pola terlebih dulu saat sebelum melakukan pemotongan. Ukuran paling besar dan
lebar dahulu selanjutnya buat pola potongan kecil-kecil secara spesifik dan sesuai kebutuhan.
Ada cara pemotongan agar lebih hemat waktu yaitu dengan mengelompokkan triplek yang
memiliki ukuran sama kemudian dipotong secara bersamaan.
BAB VI
PENUTUP
6.1. PETUNJUK AKHIR
Kontraktor harus memperhatikan waterpass pekerjaan, baik vertikal maupun
horizontal kelurusan, kehalusan hasil pengecoran, pasangan batu bata, plesteran. Segala
sesuatunya harus terpasang dan terlaksana dengan baik dan sempurna sampai memberi
kepuasan bagi direksi/pemilik proyek.
1) Resiko kerja penggantian, perbaikan, kehilangan, kecelakaan tenaga kerja dan
pengujian bahan baik sebelum dan sesudah pelaksanaan, menjadi tanggung jawab
kontraktor sepenuhnya.
2) Kontraktor harus melaksanakan semua pekerjaan dengan tahapan pelaksanaan
yang benar, dengan tenaga khusus yang ahli pada masing-masing pekerjaan yang
ada dalam daftar Bill of Quantity.
3) Kontraktor harus memperhatikan schedule pelaksanaan dan menyesuaikannya
dengan jumlah bahan dan tenaga kerja agar pelaksanaan pekerjaan tidak terlambat
nantinya.
Dalam hal ini kontraktor harus membuat time schedule type barchard dan type “s
curve” disesuaikan dengan waktu yang tersedia agar pelaksanaan dapat dikontrol
setiap saat oleh direksi lapangan / pengawas lapangan.
4) Kontraktor harus membuat buku harian dan buku harian ini tetap diisi setiap
harinya dan harus berada dilapangan setiap harinya.
5) Pembuatan laporan harian harus berdasarkan bobot pelaksanaan pekerjaan yang
diselesaikan setiap harinya demikian juga pembuatan laporan mingguan harus
berdasarkan laporan harian dan laporan bulanan harus berdasarkan laporan
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 9
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI SUMATERA UTARA
Pembuatan Ruang Podcast dan Lapis Dinding Ruang Aula serta Ruang Rapat
mingguan. Laporan harian harus saling terkait dengan laporan mingguan dan
laporan bulanan. Semua format laporan harus standard seperti yang dimaksud
PERPRES NO 54 TAHUN 2010 DAN PERPRES NO 70 TAHUN 2012.
6) Seluruh pekerjaan diselesaikan secara baik serta rapi dan disesuaikan dengan
Spesifikasi Teknis. Pekerjaan yang tidak rapi dan kurang baik harus diperbaiki
sampai diperoleh hasil yang memenuhi syarat.
7) Segala jenis pekerjaan yang belum tercantum secara jelas didalam Spesifikasi
Teknis, akan dijelaskan pada Berita Acara Anwijzing.
8) Pemborong wajib melunasi JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
9) Segala sesuatu dalam hal pekerjaan ini, bila ada pekerjaan baik dalam gambar
maupun daam RKS jika ada yang tidak tercantum didalamnya, harus dirundingkan
dengan Direksi karena pekerjaan itu terdapat didalam Rencana Anggaran maka
Pelaksana harus mengerjakan.
6.2. TAHAPAN PROSES ADMINISTRASI
Kontraktor harus memperhatikan tahapan proses administrasi dalam menagih uang ke
proyek. Adapun tahapan tersebut adalah seperti berikut :
1) Penyampaian laporan bulanan lengkap dengan progress kerja dan laporan photo
dokumentasi.
2) Surat permohonan pemeriksaan progress kerja dilapangan oleh kontraktor.
3) Pemeriksaan progress kerja dilapangan bersama pengawas lapangan.
4) Laporan pemeriksaan dan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pelaksanaan real di
lapangan.
5) Surat persetujuan progress kerja untuk pembayaran oleh pemimpin
kegiatan/proyek/KPA/PPK.
6) Surat permohonan pembayaran oleh kontraktor.
7) Laporan hasil pemeriksaan kemajuan keuangan
8) Berita Acara Pembayaran berdasarkan progress yang disetujui.
9) Pembayaran dilengkapi kwitansi pembayaran dan Faktur Pajak.
Demikian rencana kerja dan syarat – syarat ini diperbuat untuk dipedomani oleh
Kontraktor dan Direksi Lapangan serta Konsultan Pengawas di dalam pelaksanaan pekerjaan.
RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT ( RKS) 10