PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
Jalan Jelarai Raya Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara 77212
Telepon (0552) 21020, Laman [email protected]
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PERENCANAAN TEKNIS PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
DI KABUPATEN BULUNGAN 11
Perencanaan Teknis ini dilaksanakan oleh Badan Usaha yang ditunjuk oleh Pemilik Proyek
untuk melaksanakan perencanaan. Dalam melakukan penyusunan dokumen perencanaan
pekerjaan konstruksi, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya
masing-masing seperti Teknik Sipil, Arsitektur, Mekanikal Elektrikal, dan lain-lain sehingga
sebuah bangunan dapat dibangun dengan baik dalam waktu cepat dan efisien. Adapun uraian
singkat kegiatan perencanaan adalah sebagai berikut :
1. Lingkup Kegiatan
a. Lingkup Kegiatan
1) Persiapan
a) Tujuan
Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan dan mereview
data-data lokasi pekerjaan dan situasinya serta informasi lainnya secara
umum dari segi geografis, tata guna lahan, sosial ekonomi.
b) Lingkup
(1) Menyiapkan peta dasar yang berupa peta topografi dan peta-peta
pendukung lainnya (peta tata guna tanah, hidrologi, dan sebagainya)
yang dipakai untuk menentukan rencana trase-jalan/drainase
(2) Mengumpulkan dan mereview data lalu lintas (apabila ada).
(3) Mempelajari dan menganalisa data curah hujan pada daerah rencana
trase drainase melalui station-station pengamatan cuaca yang telah
ada ataupun pada Jawatan Meteorologi setempat, termasuk data
banjir, erosi dan lain sebagainya.
(4) Menganalisa secara visual keadaan tanah dasar pada daerah
rencana trase jalan.
(5) Mengumpulkan informasi lokasi sumber material (quarry) dan
kemungkinan pemanfaatan material setempat.
(6) Mengumpulkan data harga satuan material, upah buruh, biaya
pembebasan lahan dan sebagainya yang berkaitan dengan rencana
pekerjaan.
(7) Membuat foto-foto dokumentasi mengenai kondisi lapangan yang
bersangkutan dan khusus untuk kepentingan lansekap jalan.
(8) Memperhatikan usulan lainnya dari Pejabat Pembuat Komitmen.
(9) Menyusun jadwal pelaksanaan di lapangan.
(10) Mengumpulkan data-data sekunder lainnya yang diperlukan dan
dianggap penting.
(11) Membuat laporan lengkap dan memberi saran yang diperlukan untuk
pelaksanaan survei dan pekerjaan konstruksi, dengan
memperbandingkan altematif trase jalan/drainase yang diambil.
c) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dalam persiapan meliputi :
(1) Rencana pendahuluan dari alternatif desain (yaitu : profil atau lembar
rencana, bagian-bagian yang umum, materi pekerjaan utama yang
dikenali dan dialokasikan).
(2) Perkiraan biaya konstruksi pendahuluan untuk alternatif desain
2) Survey Lapangan
a) Survey Pendahuluan
(1) Tujuan
Tujuan survey pendahuluan adalah untuk mengumpulkan data-data
awal berdasarkan aspek-aspek yang diperlukan yang akan digunakan
sebagai dasar / referensi survey detail / survey berikutnya dan harus
dilakukan oleh seorang tenaga ahli.
(2) Lingkup Pekerjaan
Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
(a) Survey Pendahuluan Desain Geometrik
Kegiatan yang dilakukan pada Survey Pendahuluan Desain
Geometrik adalah :
- Mengidentifikasi/memperkirakan secara tepat penerapan desain
geometrik (alinyemen horisontal dan vertikal) berdasarkan
pengalaman dan keahlian yang harus dikuasai sepenuhnya oleh
Ahli Teknik Jalan yang melaksanakan pekerjaan ini dengan
melakukan pengukuran-pengukuran secara sederhana dan
benar (jarak, azimut dan kemiringan dengan helling meter) dan
membuat sketsa desain alinyemen horizontal maupun vertikal
secara khusus untuk lokasi-lokasi yang dianggap sulit, untuk
memastikan trase yang dipilih akan dapat memenuhi
persyaratan geometrik yang dibuktikan dengan sketsa horizontal
dan penampang memanjang rencana trase jalan.
- Di dalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal dan
vertikal harus sudah diperhitungkan dengan cermat sesuai
dengan kebutuhan perencanaan untuk lokasi-lokasi galian dan
timbunan.
- Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu
mengambil keputusan dalam pemilihan trase jalan dengan
anggota tim yang saling terkait dalam pekerjaan ini.
- Di lapangan harus diberi/dibuat tanda-tanda berupa patok dan
tanda banjir, dengan diberi tanda bendera sepanjang daerah
rencana dengan interval 50 m untuk memudahkan tim
pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting untuk pelaporan
dan panduan dalam melakukan survey detail selanjutnya.
- Dari hasil survey recon ini, secara kasar harus sudah bisa
dihitung perkirakan volume pekerjaan yang akan timbul serta
bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara sederhana dan
diharapkan dapat mendekati desain final.
(b) Survey Pendahuluan Topografi
Kegiatan yang dilakukan pada Survey Pendahuluan Topografi
adalah :
- Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan
patok di awal dan akhir proyek.
- Mengamati kondisi topografi.
- Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan pengukuran
khusus.
- Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
(c) Survey Pendahuluan Drainase
Kegiatan yang dilakukan pada Survey Pendahuluan Drainase
adalah :
- Mengumpulkan data curah hujan.
- Menganalisa luas daerah tangkapan (catchment area).
- Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan sehubungan
dengan bentuk dan kemiringan yang akan mempengaruhi pola
aliran.
- Mengamati tata guna lahan.
- Menginventarisasi bangunan drainase existing.
- Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
- Membuat rencana kerja untuk survey detail.
- Mengamati karakter aliran sungai / morfologi yang mungkin
berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang
diperlukan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan
berikutnya.
(d) Keluaran survey pendahuluan meliputi :
- Laporan seluruh hasil survey pendahuluan berkaitan dengan
konsep desain yang akan diterapkan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berdasarkan seluruh hasil
survey pendahuluan.
- Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu survey detail
yang didalamnya memuat beberapa survey detail yang harus
dilakukan termasuk batasan koridor pengambilan data.
b) Survey Topografi
(1) Tujuan
Tujuan pengukuran Topografi dalam pekerjaan ini adalah
mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah
sepanjang rencana trace jalan/drainase di dalam koridor yang
ditetapkan untuk penyiapan peta topografi yang akan digunakan untuk
perencanaan jalan/drainase
(2) Lingkup Pekerjaan
(a) Perintisan untuk pengukuran
- Pekerjaan perintisan berupa merintis atau membuka sebagian
daerah yang akan diukur sehingga pengukuran dapat berjalan
dengan lancar.
- Peralatan yang dipakai untuk perintisan adalah gergaji mesin
atau sejenisnya dan peralatan konvensional (parang, kampak,
dan sebagainya).
- Perintisan diusahakan mengikuti koridor yang telah diplot di atas
peta topografi atau atas petunjuk Pejabat Pembuat Komitmen.
(b) Pekerjaan pengukuran
- Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan
sepanjang rencana as jalan/drainase (mengikuti koridor rintisan)
dengan mengadakan pengukuran-pengukuran tambahan pada
daerah persilangan dengan sungai dan jalan/drainase lain
sehingga memungkinkan informasi dan gambaran tentang
situasi rencana jalan/drainase dengan lengkap dan sesuai
dengan standar yang digunakan.
- Awal pengukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal
dan aman, dibuat titik tetap (BM) yang diambil dari titik triangulasi
atau lokal.
- Awal dan akhir kegiatan hendaknya diikatkan pada titik-titik tetap
(BM).
(3) Persyaratan
(a) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur
Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
digunakan harus diperiksa dan dikoreksi. Hasil pemeriksaan dan
koreksi alat ukur harus dicatat dan dilampirkan dalam laporan.
(b) Ketelitian dalam pengukuran
Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
- Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”n, (n adalah
jumlah titik poligon dari pengamatan matahari pertama ke
pengamatan matahari selanjutnya atau dari pengukuran Global
Position System (GPS) geodetic yang mempunyai presisi tinggi
pertama ke pengukuran GPS berikutnya).
- Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.
(c) Perhitungan
- Perhitungan Koordinat
Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi. Koreksi
sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi harus
diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang
lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar), dan
harus dilakukan di lokasi pekerjaan.
- Perhitungan Sifat Datar
Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal
(ketelitian 0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan
pada setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan beda
tingginya.
- Perhitungan Ketinggian Detail
Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur
yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung
secara tachimetris.
Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistem
komputerisasi.
(d) Penggambaran
- Penggambaran poligon harus dibuat dengan skala 1 : 1.000
- Garis-garis grid dibuat setiap 10 cm.
- Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga
absis (x) dan ordinat (y)-nya.
- Pada setiap lembar gambar dan/atau setiap 1 meter panjang
gambar harus dicantumkan petunjuk arah utara.
- Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil perhitungan
dan tidak boleh dilakukan secara grafis.
- Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan diberi
tanda khusus.
(e) Titik kontrol horisontal diukur dengan menggunakan metode
penentuan posisi Global Positioning System (GPS) secara
diferensial. GPS atau nama lengkapnya NAVSTAR GPS
merupakan singkatan dari Navigation Satellite Timing and ranging
Global Positioning System. Metode yang digunakan adalah metode
diferensial dengan menggunakan lebih dari satu receiver GPS
dimana minimal satu titik digunakan sebagai titik referensi (base
station) dan yang lainnya ditempatkan pada titik yang akan diukur.
Titik referensi yang digunakan adalah titik referensi Bakosurtanal
ataupun Badan Pertanahan Nasional. Untuk merapatkan titik
kontrol horizontal dapat dilakukan pengukuran menggunakan
metode poligon dengan menggunakan alat total station.
(f) Sistem koordinat proyeksi yang digunakan adalah sebagai sistem
koordinat proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM).
(g) Pengukuran dengan menggunakan GPS dilakukan setiap interval
5000 m (setiap 5 km).
(h) Pengukuran titik kontrol horisontal harus menggunakan jenis Total
Station (TS) dengan ketelitian 10n untuk sudut serta 10D untuk
jarak.
(i) Pengukuran untuk titik kontrol vertical harus menggunakan
peralatan waterpass jenis auto level dengan ketelitian 2 mm.
Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian
(contour) 1 meter.
(4) Keluaran
Keluaran survey topografi meliputi :
(a) Laporan survey topografi meliputi :
- Data pengukuran dan hitungan pengukuran topografi yang telah
diterima.
- Data koordinat dan elevasi Bench Mark.
- Foto dokumentasi proses pengukuran dan Bench Mark.
(b) Peta topografi (peta transies) dengan skala yang disesuaikan
dengan jenis perencanaan yang akan dilakukan.
c) Survey Drainase
(1) Tujuan
Tujuan survey drainase yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini
adalah untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter / perilaku
aliran air pada bangunan air yang ada, guna keperluan analisis
hidrologi, penentuan debit banjir rencana (elevasi muka air banjir),
perencanaan teknis drainase dan bangunan pengaman terhadap
gerusan, river training (pengarah arus) yang diperlukan.
(2) Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan survey drainase ini meliputi :
(a) Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr)
paling sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan
(catchment area) atau pada daerah yang berpengaruh terhadap
lokasi pekerjaan. Data tersebut bisa diperoleh dari Badan
Meteorologi dan Geofisika dan/atau instansi terkait di kota
terdekat dari lokasi perencanaan.
(b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti
gorong-gorong, jembatan, selokan yang meliputi : lokasi, dimensi,
kondisi, tinggi muka air banjir.
(c) Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan
rencana, debit dan tinggi muka air banjir rencana dengan periode
ulang 10 tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor, 5
tahunan untuk jalan lokal/lingkungan dengan metode yang sesuai.
(d) Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk
memberikan masukan dalam proses perencanaan yang aman.
(e) Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang
diperlukan.
(3) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari Survey Drainase adalah berupa laporan
drainase yang yang didalamnya memuat :
(a) Data identifikasi semua aliran air yang ada dan lintasan-lintasa
drainase.
(b) Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-peta topografi.
(c) Informasi histori banjir yang tersedia (tingkatan dan tanggal
kejadian).
(d) Lokasi-lokasi drainase yang ada meliputi permasalahan banjir.
(e) Acuan banjir/sumber informasi drainase.
(f) Kapasitas aliran air dan debit aliran air permukaan yang akan
diterima oleh drainase yang akan direncanakan.
(g) Data curah hujan yang digunakan dalam desain drainase.
(h) Dimensi saluran dan gorong-gorong.
(i) Potensi erosi baik erosi tebing maupun erosi dasar sungai/saluran
baik erosi umum maupun lokal.
3) Pengendalian Survey Pendahuluan dan Survey Detail
Pengendalian survey bertujuan sebagai kendali mutu pengambilan data,
kendali mutu tersebut diantaranya :
a) Setiap akan kegiatan survey baik pendahuluan maupun survey detail,
pelaksana kegiatan wajib mengajukan jadwal kegiatan yang kemudian
ditindaklanjuti dengan surat izin melakukan survey baik pendahuluan maupun
detail yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
b) Proses survey baik pendahuluan maupun survey detail wajib diawasi dimulai
dari persiapan peralatan sampai pada proses survey oleh petugas yang
ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
c) Data hasil pengambilan pada survey detail wajib diperiksa kebenarannya
sebelum dilakukan proses desain. Proses desain dapat dilakukan apabila
data hasil survey detail sudah dapat diterima oleh Pejabat Pembuat
Komitmen.
d) Adanya berita acara pemeriksaan baik terhadap survey pendahuluan
maupun survey detail yang dikeluarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen.
4) Proses Desain
a) Tujuan
Persiapan desain ini bertujuan :
(1) Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.
(2) Menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai
panduan survey pendahuluan.
(3) Menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri dari gambar
desain, spesifikasi teknis, engineering estimate.
b) Lingkup Pekerjaan
Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
(1) Menetapkan awal dan akhir rencana proyek pada peta.
(2) Melakukan perencanaan jalan.
c) Persyaratan
Proses perencanaan harus mengacu pada standar dan pedoman
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta referensi
peraturan atau buku-buku yang sesuai dengan bidang perencanaan.
d) Penggambaran
Penggambaran desain jalan/drainase harus mengacu pada standar dan
pedoman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta
referensi peraturan atau buku-buku yang sesuai dengan bidang
perencanaan.
e) Pengendalian Proses Perencanaan
Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan agar desain yang
dihasilkan memenuhi persyaratan secara teknis, proses pengendalian
dilakukan terhadap :
(1) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus mendapatkan
persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen.
(2) Konsep desain berdasarkan data survey pendahuluan dan survey
detail yang merupakan review terhadap desain awal harus diperiksa
dan diasistensikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen.
(3) Pemeriksaan dan asistensi perencanaan secara bertahap wajib
dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen.
Tanjung Selor, 2025
Pejabat Penandatangan Kontrak
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Bulungan
SANTI SARDI, ST., M.AP
NIP. 19810412 201001 2 010