URAIAN SINGKAT KEGIATAN
JASA KONSULTANSI PENGAWASAN PEMBANGUNAN LANTAI JEMUR
KEGIATAN PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DAN SELURUH PENDUKUNG
KEMANDIRIAN PANGAN SESUAI KEWENANGAN DAERAH
KABUPATEN/KOTA
TAHUN ANGGARAN 2025
1. LATAR BELAKANG
Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam
pembangunan nasional, terutama bagi Indonesia yang berpenduduk besar.
Perhatian terhadap ketahanan pangan (food security) mutlak diperlukan karena
terkait erat dengan ketahanan sosial (social security), stabilitas ekonomi,
stabilitas politik dan keamanan atau ketahanan nasional (national security).
Perhatian terhadap aspek ketahanan pangan semakin penting pada saat ini
dengan adanya perubahan iklim yang dapat berdampak menurunkan produksi
pangan dunia.
Kerawanan pangan masih menjadi permasalahan di Indonesia, dan
kerawanan pangan sangat berkaitan dengan kemiskinan. Upaya penanganan
kerawanan pangan juga berarti untuk mengatasi kemiskinan, demikian pula
sebaliknya. Sejalan dengan itu penanganan kerawanan pangan harus menjadi
fokus perhatian, karena disamping mengatasi kemiskinan juga sekaligus akan
meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
Dalam membangun ketahanan pangan, salah satu aspek penting adalah
ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup serta adanya system
kelembagaan di masyarakat dalam pengelolaan pangan. Ketersediaan pangan
dibangun melalui peningkatan kemampuan produksi di dalam negeri,
peningkatan pengelolaan cadangan pangan, serta distribusi pangan untuk
mengisi kesenjangan antara daerah dalam aspek produksi dan kebutuhan.
Cadangan pangan dapat dilakukan oleh pemerintah (Bulog) dan masyarakat
(termasuk swasta). Cadangan pangan yang dikelola oleh masyarakat/rumah
tangga sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan/mengatasi
kerawanan pangan di tingkat rumah tangga.
Keberadaan lumbung pangan sebagai kelembagaan cadangan pangan
masyarakat telah banyak berperan dalam mengatasi kerawanan pangan
masyarakat. Namun peran lumbung pangan semakin hilang terpinggirkan
sejalan dengan dinamika pembangunan antara lain keberadaan dan
menguatnya peran Bulog dalam menjaga stabilisasi pangan nasional. Namun
dalam decade terakhir peran Bulog dalam menjaga stabilisasi dan kerawanan
pangan masyarakat semakin menurun sejalan dengan berubahnya menjadi
Perum. Dalam kaitan tersebut keberadaan lumbung pangan kembali menjadi
andalan dalam penanggulangan kerawanan pangan masyarakat.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Kerangka acuan kerja ini merupakan petunjuk bagi konsultan yang memuat
masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan
diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan.
Tujuan pengadaan jasa konsultansi ini diharapkan Konsultan Perencana dapat
melakukan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang
memadai sesuai KAK ini.
3. SASARAN
Tercapainya pekerjaan Pembangunan Lantai Jemur (Jasa Konsultansi
Pengawasan Pembangunan Lantai Jemur) sesuai dengan ketentuan yang
berlaku
4. RUANG LINGKUP
TAHAPAN PERENCANAAN
1. Pengawasan lapangan harian, untuk memastikan pekerjaan sesuai
dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis.
2. Verifikasi bahan dan material yang digunakan di lapangan.
3. Pengukuran dan perhitungan volume pekerjaan untuk keperluan
pembayaran termin.
4. Pembuatan laporan harian dan mingguan kemajuan pekerjaan.
5. Koordinasi dengan pelaksana dan pemberi tugas terkait perkembangan
pekerjaan dan permasalahan teknis.
6. Pengujian mutu pekerjaan, jika diperlukan.
7. Memberikan persetujuan teknis terhadap perubahan desain atau
kondisi lapangan, jika ada.
8. Penyusunan laporan akhir pengawasan setelah proyek selesai.
5. WAKTU PELAKSANAAN
Pekerjaan dilaksanakan dengan masa kerja selama 75 (Tujuh puluh lima) hari
kalender sejak SPK ditandatangani.