URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Program : PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
KABUPATEN/KOTA
Kegiatan : Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
Sub Kegiatan : Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan Lainnya
Pekerjaan : Pekerjaan Pemeliharaan Lapang Tenis PCI
Satuan Kerja : Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Cilegon
Tahun : 2024
I. PENDAHULUAN
Setiap sarana prasarana olahraga milik Pemerintah dan fasilitas penunjangnya harus diwujudkan
dengan sebaik-baiknya, sehingga Pembinaan dan Pengembangan Olahraga dapat menghasilkan atlet-
atlet yang berpretasi.
Untuk meningkatkan kualitas Pembinaan dan Pengembangan Olahraga termasuk cabang olahraga Tenis
Lapangan, sangat dibutuhkan tersedianya sarana prasarana olahraga yang layak. Kondisi fisik Lapangan
Tenis PCI terdapat beberapa bagian fasilitas yang mengalami kerusakan dan juga bebarapa fasilitas
belum terkondisi sehingga kurang mendukung pelaksanaan kegiatan. Beberapa bagian fasilitas
dimaksud, yang perlu diperbaiki antara lain yaitu : pengecatan lapangan tenis dan pengecatan kawat
besi sekitar Lapangan Tenis PCI.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
A. MAKSUD
1. Spesifikasi Teknis ini merupakan petunjuk umum bagi penyedia jasa yang akan
melaksanakan pekerjaan.
2. Dengan Spesifikasi Teknis ini diharapkan penyedia jasa dapat melaksanakan tanggung
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memenuhi syarat sesuai dengan
Spesifikasi Teknis ini.
3. Maksud dan tujuan pekerjaan ini adalah agar Pemeliharaan Barang Milik Daerah
Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dibangun dengan standar dan spesifikasi yang
sudah ditentukan.
4. Diharapkan penyedia jasa / kontraktor pelaksana dapat memberikan performa terbaik
mengingat pembangunan ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah
ditetapkan.
B. TUJUAN
1. Kegiatan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah
dilaksanakan agar dapat difungsikan dengan baik sesuai dengan fungsi dan kegunaan yang
telah diperuntukan.
2. Dengan adanya Pemeliharaan Lapangan Tenis PCI ini diharapkan dapat memaksimalkan
lagi fungsi sarana dan prasarana olahraga, serta meningkatkan prestasi atlet-atlet dan
kenyamanan bagi para penggunanya.
III. LINGKUP PEKERJAAN
A. UMUM
Pekerjaam : Pekerjaan Pemeliharaan Lapangan Tenis PCI
Lokasi : Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Cilegon
Sumber Dana : APBD Pemerintah Kota Cilegon
Tahun : 2024
Pekerjaan ini terdiri dari :
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Pengecatan Lantai Epoxy
3. Pekerjaan Pengecatan Besi dan Kawat
4. Pekerajan Lain-Lain
IV. BIAYA
Pagu Anggaran : Rp. 164.502.000,00.-
HPS : Rp. 164.500.500,00.-
V. WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan paket Pekerjaan Pemeliharaan Lapangan Tenis PCI adalah 21 (dua puluh satu)
hari kalender hari kalender, terhitung dari surat pesanan atau kontrak kerja di tanda tangani.
VI. METODE PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan Persiapan adalah saat pelaksanaan pekerjaan akan dimulai, dimana harus
dilakukan beberapa tahapan pelaksanaan pekerjaan persiapan yang meliputi :
1. Pembuatan Papan Nama Proyek, Pihak penyedia jasa wajib memasang Papan Nama Proyek
sebelum Pelaksanaan pekerjaan dimulai terhtung sejak ditetapkannya SPMK.
2. Penyediaan Listrik/Penerangan dan air kerja untuk seluruh kegiatan yang dibutuhkan
termasuk fasilitas Penerangan pada waktu malam hari selama berlangsungnya proyek
pekerjaan.
3. Penyediaan Bahan Laporan, Administrasi dan foto Visual Proyek.
4. Pembuatan Papan informasi dan rambu peringatan
5. Dokumentasi Proyek dari awal kegiatan hingga akhir pekerjaan, Proses pengambilan
dokumentasi dilakukan pada sudut yang sama dimulai dari kondisi 0%, 50% dan 100%.
6. Penyiapan penunjang dan keselamatan Kerja (K3)
7. Penyiapan asuransi Ketenagakerjaan sesuai dengan kontrak
8. Pembuatan Shop Drawing dan Asbuilt Drawing
B. PEKERJAAN PENGECATAN LANTAI EPOXY
1. MELIPUTI
a) Pekerjaan Buffing atau Grinding Permukaan Lantai Beton
b) Pekerjaan Pembersihan Permukaan Lantai dengan Vakum Industri
c) Pengecatan 1 M² Epoxy Lantai Tebal 500 Micron
2. BAHAN MATERIAL
a) Cleanol F /Pre Treatment
b) First Layer Pollycor PFP 261
c) Second Layer PollyFloor PFM 232
d) Epoxy Finish Coat PollyFloor 213
e) Thinner Epoxy
3. SYARAT PELAKSANAAN
a) Mengosongkan Area Lantai
Agar tidak menghambat proses coating epoxy, maka area sekitar lantai yang akan
digunakan harus dikosongkan terlebih dahulu. Baik dari manusia maupun barang-
barang yang akan menghambat proses pelapisan lantai tersebut.
b) Proses Grinding
Proses grinding merupakan proses yang dilakukan untuk membuka pori-pori lantai.
Pada proses ini, lantai akan terbebas dari berbagai noda yang telah mengeras baik
noda bekas minyak, debu, ataupun jenis noda lainnya yang telah lama mengendap
pada lantai tersebut. Proses ini wajib dilakukan agar cat lantai epoxy mampu
menyerap dengan sempurna hingga ke pori-pori lantai tanpa terhalang oleh jenis
kotoran apapun.
c) Mengaplikasikan Primer Epoxy
Proses aplikasi primer epoxy merupakan proses pertama dalam pelapisan (coating)
epoxy lantai. Setelah proses grinding selesai, maka proses ini segera dilakukan dengan
cara melapisi lantai dengan primer epoxy secara merata ke seluruh bagian
permukaan lantai. Tunggu hingga mengering.
d) Mengaplikasikan Plamir Epoxy
Setelah lapisan primer epoxy mengering, kegiatan selanjutnya adalah mengecat lantai
dengan menggunakan plamir epoxy secara merata ke seluruh bagian permukaan
lantai. Alat yang digunakan untuk mengaplikasikannya adalah kape atau raskam.
Setelah proses mengecat plamir epoxy ini selesai, tunggu hingga catnya mengering
dalam waktu beberapa jam.
e) Proses Sortir Plamir
Proses ini merupakan proses yang dilakukan untuk memeriksa hasil proses pelapisan
plamir epoxy pada tahap sebelumnya. Jika hasil plamirnya tidak merata, maka pada
proses ini pelapisan plamir dapat disempurnakan. Karena hasil plamir yang tidak
merata dapat mempengaruhi hasil akhir coating epoxy seperti warna cat yang terlihat
tidak merata.
f) Mengaplikasikan Cat Epoxy Dasar
Proses selanjutnya adalah mengaplikasikan cat epoxy warna sebagai base coat
(lapisan dasar) pada lantai. Setelah proses ini selesai, maka perlu menunggu beberapa
jam hingga lapisan dasarnya mengering. Jika sudah kering, kegiatan selanjutnya
adalan mengamplas seluruh permukaan lantai.
g) Proses Finishing
Proses finishing merupakan langkah akhir pada proses coating epoxy. Tahap ini juga
disebut sebagai Top Coat. Prosesnya sendiri sama seperti pada proses mengecat epoxy
dasar, namun pada tahap finishing ini pengecatan dilakukan secara berulang hingga
mendapatkan ketebalan sesuai yang telah ditentukan.
C. PEKERJAAN PENGECATAN BESI DAN KAWAT
1. MELIPUTI
a) Pengerokan Karat pada Permukaan Baja Cara Manual
b) Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Secara Manual 4 Lapis
c) Pengecatan Permukaan Baja Galvanis Secara Manual Sistem 1 Lapis Cat Mutakhir
d) Pembuatan Steger/Perancah dari Bambu
2. BAHAN MATERIAL
a) Cat Jotun
b) Thinner B
c) Kuwas Putih 3" ETERNA
3. SYARAT PELAKSANAAN
a) Persiapkan Area Pengecatan
Selain menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengecatan,
area untuk mengecat pun harus dipersiapkan dan diperhatikan.
Apabila akan mengecat permukaan yang mudah untuk dipindahkan, pilih area
outdoor untuk memudahkan prosesnya. Namun jika permukaan besi lain
seperti pagar ataupun alat-alat berat, pastikan untuk melindungi dan menutupi
area permukaan lantai atau tanah dengan kain atau bahan pelindung yang lain.
Pastikan untuk memperhatikan kondisi suhu dan kelembapan saat melakukan
pengecatan. Hindari suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas dan jangan
mengecat pada permukaan yang basah atau lembap.
b) Membersihkan Permukaan Besi
Penting untuk membersihkan permukaan besi dari debu, kotoran, minyak,
karat dan bahan lainnya yang dapat menghalangi proses penyerapan cat.
Untuk besi yang sudah timbul karat bisa dilakukan pembersihan dengan
menggunakan sikat kawat, cairan pembersih atau mesin sandblasting.
Pastikan juga permukaan besi tidak terdapat celah atau goresan setelah
dibersihkan. Apabila ditemukan celah, aplikasikan bahan pengisi celah
sebelum dilakukan pengecatan.
c) Mengaplikasikan Lapisan Primer
Langkah selanjutnya adalah dengan melapisi permukaan besi dengan primer.
Primer adalah lapisan pertama dalam proses pengecatan yang berfungsi untuk
meningkatkan adhesi antara besi dan cat juga melindungi besi dari korosi.
Dalam memilih cat primer juga perlu diperhatikan. Pastikan cat primer yang
digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan dilokasi subtratnya akan
ditempatkan agar tahan korosi, tahan panas dan perubahan cuaca.
d) Mengaplikasikan Coating dan Finishing
Teknik terakhir yang dilakukan dalam proses pengecatan adalah dengan
mengaplikasikan cat utama. Penggunaan cat utama harus disesuaikan dengan
primer dan juga kondisi lokasi dimana besi akan dpasang.
Dalam mengaplikasikan coating harus dilakukan dengan hati-hati agar merata.
Karena apabila terlalu tipis dapat mengakibatkan permukaan berlubang
sedangkan terlalu tebal akan menimbulkan retak dan gelembung.
Setelah proses coating selesai dan cat kering, bisa diaplikasikan lapisan penutup
yang akan membuat tampilan besi lebih menarik. Penggunaan lapisan penutup
bersifat opsional, bisa dilakukan atau tidak.
e) Penutup
Dalam melakukan pengecatan besi perlu diperhatikan teknik dalam mengaplikasikan
nya. Mulai dari memastikan bidang permukaan yang akan dicat hingga pengecatan
lapisan akhir. Dengan mengaplikasikan teknik yang tepat, maka besi akan lebih awet
dan terawat.
D. PERAPIHAN
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan perapihan meliputi:
Perapihan dan pembersihan sisa-sisa pekerjaan konstruksi di seluruh area proyek.
Perbaikan dan penyempurnaan area yang memiliki ketidaksesuaian atau cacat pada
pekerjaan sebelumnya.
Pengaturan ulang material atau elemen bangunan agar terlihat rapi, bersih, dan
sesuai desain.
Pengecekan kualitas akhir secara menyeluruh sebelum serah terima proyek.
2. Spesifikasi Bahan Material
a) Material Pembersih:
-
Menggunakan cairan pembersih ramah lingkungan dan sesuai untuk
berbagai permukaan, seperti cairan pembersih keramik, kaca, dan bahan lain
yang aman bagi permukaan.
-
Alat bantu seperti kain lap microfiber, spons, sapu, dan alat vakum debu untuk
menjaga kebersihan setiap area.
b) Material Finishing:
-
Dempul atau plamir tembok untuk memperbaiki retakan atau
ketidaksempurnaan pada dinding atau plafon.
-
Cat yang sama dengan pekerjaan awal untuk touch-up atau pengecatan ulang
area yang memerlukan perbaikan.
c) Alat Bantu:
-
Peralatan seperti sikat kawat, amplas, kuas, dan roller cat untuk keperluan
perapihan dan finishing.
-
Alat pengukur atau waterpass untuk memastikan area yang diperbaiki berada
pada posisi yang rata dan sesuai.
3. Syarat-Syarat Pelaksanaan
a) Pengawasan Kualitas : Setiap langkah perapihan harus diawasi oleh pengawas proyek
untuk memastikan pekerjaan dilakukan dengan baik dan memenuhi standar.
b) Keamanan Kerja : Tenaga kerja wajib menggunakan APD seperti masker, sarung
tangan, dan pelindung mata selama proses perapihan untuk menghindari cedera
akibat bahan atau debu.
c) Penyimpanan Material : Material yang sudah tidak digunakan harus dibuang sesuai
prosedur, sementara material yang masih akan digunakan harus disimpan di tempat
yang rapi dan aman.
4. Metode Pelaksanaan
a) Persiapan Area Kerja :
-
Identifikasi area yang memerlukan perapihan, perbaikan, atau pembersihan
khusus.
-
Amankan area kerja agar tidak terganggu oleh aktivitas lain.
b) Pembersihan dan Pengangkatan Sisa Material :
-
Bersihkan seluruh area proyek dari sisa-sisa material seperti semen, pasir, debu,
atau cat yang tumpah.
-
Pastikan seluruh permukaan yang terbuka bebas dari kotoran atau debu
menggunakan alat vakum atau lap microfiber.
c) Perbaikan Permukaan dan Touch-Up Cat :
-
Perbaiki retakan kecil atau lubang dengan dempul, kemudian amplas hingga
halus.
-
Lakukan touch-up cat pada area yang memerlukan perbaikan, dan pastikan
warna sesuai dengan warna asli.
d) Penyempurnaan Elemen Interior dan Eksterior :
-
Pastikan elemen interior dan eksterior (seperti gagang pintu, kusen, dan
jendela) dalam kondisi rapi dan berfungsi normal.
-
Perbaiki atau sesuaikan elemen-elemen yang posisinya kurang tepat, seperti
pintu yang kurang rata atau handle yang longgar.
e) Pemeriksaan Akhir dan Pembersihan Final :
-
Lakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan semua area dalam
kondisi rapi, bersih, dan memenuhi standar proyek.
-
Lakukan pembersihan akhir pada semua permukaan dan lantai.
5. Hasil yang Diharapkan
a) Tampilan Akhir : Seluruh area proyek bersih, rapi, bebas dari cacat atau kerusakan,
dan tampilan sesuai dengan desain yang diinginkan.
b) Kualitas Finishing : Setiap detail finishing memenuhi standar, dengan tidak ada area
yang terlihat cacat atau memerlukan perbaikan tambahan.
c) Fungsi Optimal : Semua elemen bangunan berfungsi dengan baik, bebas dari kendala,
dan mudah dioperasikan.
d) Kepuasan Pengguna : Pengguna merasa nyaman dan puas dengan hasil akhir proyek
yang rapi, sesuai spesifikasi, dan bebas dari sisa material.
E. PENUTUP
Demikian uraian singkat pekerjaan ini dibuat sebagai deskripsi teknis dan acuan atas Pekerjaan
Pemeliharaan Lapangan Tenis PCI Tahun Anggaran 2024 untuk digunakan sebagaimana mestinya.
Cilegon, 08 November 2024
Pembina Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)
Sakri, S.Sos.
Pembina Tk. I / IV b
NIP. 19790828 200501 1 009