| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0716415385122000 | Rp 371,250,000 | - | |
CV Baratama Cipta Marsada | 06*5**9****25**0 | Rp 300,000,000 | Tidak mencantumkan Daftar Peralatan dan bukti pendukungnya , Daftar Personil dan bukti pendukungnya, Rencana Keselamatan Konstruksi (RK3) dan persyaratan teknis lainnya yang tertuang dalam Dokumen Pemilihan |
| 0033229345113000 | Rp 299,962,500 | Tidak hadir pada saat diundang Klarifikasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga | |
| 0923229108128000 | Rp 374,025,000 | Tidak mencantumkan/melampirkan Daftar Peralatan dan bukti pendukungnya , Daftar Personil dan bukti pendukungnya, Rencana Keselamatan Konstruksi (RK3) dan persyaratan teknis lainnya yang tertuang dalam Dokumen Pemilihan | |
| 0633428511128000 | - | - | |
| 0315016923124000 | - | - | |
| 0858906928128000 | - | - | |
| 0920416039122000 | - | - | |
| 0312620784124000 | - | - | |
| 0021995600124000 | - | - | |
| 0737823963127000 | - | - | |
CV Maju Andalan Abadi | 09*3**3****24**0 | - | - |
METODE PELAKSANAN PEKERJAAN
Sebelum pekerjaan dimulai segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pengendalian dipersiapkan dan
dituangkan dalam bentuk daftar-daftar dan check list pengendalian yang mengacu pada jadwal pelaksanaan
pekerjaan inti.
Untuk pelaksanaan pekerjaan, dibuat metode kerja yang rinciannya dilengkapi dengan shop drawing dan
disetujui oleh Direksi/Pengawas lapangan yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat
dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dengan sarana-sarana ini sasaran kerja dan mutu proyek dapat dicapai
seperti yang diharapkan.
Dengan hasil pembentukan satu team work yang baik, maka sistematis kerja akan berjalan dengan lancar
yang memuaskan. Tenaga kerja untuk menangani pekerjaan ini merupakan tenaga yang terlatih, berpengalaman
pada bidangnya dan terbina dengan baik. Untuk tenaga pembantu jumlah tenaga yang digunakan disesuaikan
dengan kebutuhannya. Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek ini banyak pekerjaan lain yang
kegiatannya akan saling berkaitan dengan pekerjaan inti oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi dan terpadu
yaitu dengan membuat network planning untuk menghindari terjadinya hambatan yang tidak diinginkan. Dengan
koordinasi yang baik, masing-masing pekerjaan dapat diselesaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan
I. PENDAHULUAN
Proyek ini merupakan pekerjaan yang dibiayai dari sumber pendanaan : DAK Tahun Anggaran 2022.
II. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup Pekerjaan yang dimaksud dalam uraian ini adalah pekerjaan yang meliputi Bidang Usaha Bangunan
Sipil dan Sub Kualifikasi Jasa Pelaksana untuk Konstruksi Perpipaan Air Minum. Penyedia jasa konstruksi
melakukan layanan jasa konstruksi yang meliputi mempekerjakan tenaga kerja sesuai dengan ketrampilan
yang dibutuhkan, menyediakan material dan peralatan yang dibutuhkan. Untuk kemudahan pekerjaan
dilaksanakan berdasarkan gambar bestek, daftar kuantitas dan harga (Bill of quantity).
III. PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. UKURAN DUGA PAIL
1. Penempatan ukuran-ukuran duga/peil dan titik-titik pokok lainnya harus ditentukan oleh Direksi
Teknik atau yang mewakilinya di lapangan.
2. Ukuran duga/peil 0.00 akan ditentukan sesuai dengan keadaan lapangan.
3. Titik-titik duga tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan Direksi di lapangan dan dipasang dengan
profil-profil atau bowplank dari kayu yang cukup kuat.
4. Pemasangan patok-patok atau titik-titik duga yang telah terpasang, jika direksi
menilai/mempertimbangkan merasa perlu dirubah/diperbaiki/dipindahkan/direvisi, pemborong
harus melakukannya dengan petunjuk dan arahan dari Direksi teknik di lapangan.
5. Apabila ada patok-patok yang rusak harus segera diganti dengan bahan yang baru.
B. BERLAKUNYA SYARAT-SYARAT UMUM
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini selain dari syarat-syarat dan ketentuan umum, mengikat pula
ketentuan-ketentuan yang terdapat pada gambar kerja dan pekerjaan yang tertuang dalam daftar
kuantitas dan harga dari pekerjaan ini.
C. LINGKUP (SKOPE) PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
II. PEKERJAAN INTAKE DAN BAK PENAMPUNG
II.A. PEKERJAAN INTAKE
II.B. PEKERJAAN BAK PENAMPUNG
II.B.1. PEKERJAAN STRUKTUR
II.B.2. PEKERJAAN PELENGKAP
III. PEKERJAAN PIPA DISTRIBUSI
IV. PEKERJAAN SAMBUNGAN RUMAH DAN WATER METER
D. URAIAN PEKERJAAN
D.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Papan proyek
Papan merek proyek dipasang pada tempat yang dapat dilihat oleh siapa saja yang melintas
dari lokasi pekerjaan.
2. Biaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Biaya kesehatan dan keselamatan kerja digunakan untuk mengadakan perlengkapan yang
dibutuhkan untuk kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan pekerjaan seperti topi
pelindung, pelindung pernafasan dan mulut, sarung tangan, sepatu keselamatan dan rompi
keselamatan
3. Biaya penyediaan air kerja
Untuk pekerjaan yang membutuhkan air, disediakan air kerja yang tidak mengandung minyak,
asam, alkali, garam, bahan-bahan organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
bangunan.
4. Photo-photo Dokumentasi
Selama masa pelaksanaan pekerjaan Penyedia jasa konstruksi akan membuat foto-foto
dokumentasi dari pelaksanaan pekerjaan bertahap yakni :
- Tahap - I : Pada saat pekerjaan akan dimulai, atau prestasi 0%.
- Tahap - II : Pada saat pekerjaan sedang dilaksanakan
- Tahap - III : Pada saat prestasi mencapai 100 % (pekerjaan selesai dilaksanakan)
D.2. PEKERJAAN INTAKE DAN BAK PENAMPUNG
D.2.I. PEKERJAAN INTAKE
Pekerjaan intake meliputi pekerjaan galian dan urugan tanah, urugan pasir, pemasangan
pipa PVC Ø 3" termasuk perlengkapannya, pekerjaan rumah pompa dan pekerjaan
instalasi listrik.
a) Pekerjaan galian tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan
dalam gambar kerja, kecuali di daerah tertentu seperti misalnya tempat sambungan
/elbow (fitting) bila diperlukan harus digali lebih lebar. Dalam pelaksanaan galian pipa
akan dilakukan galian secara manual yaitu menggunakan tenaga manusia.
b) Pekerjaan Urugan pasir
Sebelum pemasangan pipa terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan
sesuai dengan gambar kerja. Setelah urugan pasir dipadatkan pipa dipasang.
Kemudian ditutup kembali dengan urgan pasir yang tebalnya disesuaikan dengan
gambar kerja.
c) Pekerjaan pemasangan pipa PVC Ø 3" termasuk perlengkapannya
Setelah galian tanah dan urugan pasir dipadatkan pada bagian dasar galian selesai
dikerjakan, maka pipa dipasang. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC Ø 3”. Pipa
diletakkan di atas lubang galian dengan disangga oleh balok kayu untuk dilakukan
penyambungan. Setelah menyambung baru diturunkan dalam lubang galian. Arah
sambungan harus diperhatikan agar tidak kebalikan dengan arah aliran air yang akan
dialiri. Cara menurunkan pipa ke dalam galian dengan memakai tackle dan alat bantu
lainya, diturunkan dengan hati-hati dan dijaga agar pipa atau perlengkapan lainnya
tidak rusak. Setelah diturunkan ke dalam lubang galian, maka ditimbun dengan urugan
pasir dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Selanjutnya ditimbun dengan
tanah bekas galian (urugan tanah) dan dipadatkan. Timbunan ditinggikan sekitar 20
cm dari permukaan tanah untuk menjaga apabila terjadi penurunan tanah, maka akan
tetap rapi.
d) Pekerjaan urugan kembali tanah bekas galian
Setelah urugan pasir di atas pipa selesaikan dikerjakan dilakukan urugan tanah bekas
galian di atasnya. Urugan tanah dipadatkan.
e) Pekerjaan rumah pompa
Pekerjaan rumah pompa meliputi:
a. Pekerjaan galian tanah
Setelah ditentukan ukuran duga/peil maka dipasang patok-patok untuk memulai
penggalian tanah untuk pondasi. Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai
kedalaman dan lebar sesuai dengan gambar rencana/bestek atau petunjuk
direksi/pengawas lapangan.
Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dilakukan oleh tukang gali
dengan kemiringan 1 : 0,5 atau sesuai dengan gambar kerja. Material hasil galian
sebagian ditempatkan/distok di samping galian untuk timbunan kembali, jarak
penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor
dan masuk ke dalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak
dapat dipakai diratakan di sekitar lokasi pekerjaan.
b. Pekerjaan urugan pasir
Setelah galian tanah selesai dikerjakan dan sebelum pasangan pondasi
dikerjakan dilakukan pengurugan pasir. Di atas galian tanah dihampar pasir urug
kemudian dipadatkan dengan ketebalan sesuai gambar kerja.
Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol ketebalan
dari pasir tersebut. Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan
rata. Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-benar padat dan ketebalan
sesuai dengan gambar kerja.
c. Pekerjaan pasangan batu padas 1 : 4
Di atas pasir urug yang dipadatkan di dalam galian pondasi dipasang batu padas
1 : 4 untuk pondasi. Batu belah yang digunakan harus batu yang sudah tua dengan
ukuran 15 – 20 cm. Pasir yang digunakan adalah pasir dengan butiran-butiran
tajam dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari dan kadar lumpur tidak boleh
lebih dari 5% (lima persen). Ukuran dan dimensi batu pasangan pondasi
disesuaikan dengan gambar kerja/bestek atau petunjuk direksi/pengawas
lapangan.
d. Pekerjaan sloof
Setelah pondasi terpasang dengan baik, di atasnya dipasang sloof yang
ukurannya sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan sloof meliputi pemasangan
begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan/diperlukan dalam gambar atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga
cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan
selama pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan
begisting dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar
rencana atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi
dilaksanakan oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran
pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar
kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang
memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi
dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian
dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan
beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor
dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam
cetakan atau area cor.
Dalam hal ini, pembuatan begisting, perakitan besi dan pengecoran beton
dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lantai beton.
e. Pekerjaan lantai beton cor
Setelah pondasi terpasang dengan baik, bersamaan dengan pekerjaan sloof
dilakukan pekerjaan lantai beton cor yang ukurannya sesuai dengan gambar kerja.
Pekerjaan lantai beton cor meliputi penghamparan pasir urug dan dipadatkan,
perakitan besi, pengecor beton, plesteran lantai dan acian semen lantai.
Sebelum pekerjaan lantai beton cor dilakukan terlebih dahulu dihampar pasir urug
dan dipadatkan yang ketebalannya disesuai dengan gambar kerja.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar kerja
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli bersamaan dengan perakitan besi sloof. Diameter besi
dan jarak antar besi dicek dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang
mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan
diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi
terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
Setelah besi terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidaksempurnaan
hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang dicampur di
lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat
angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor
atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar
menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area cor.
Dalam hal ini, pembuatan begisting, perakitan besi dan pengecoran beton
dilakukan bersamaan dengan pekerjaan sloof.
Setelah dinding bata terpasang, diplester dan diaci dilakukan plesteran lantai.
Plesteran dipasang dengan baik dan rata. Untuk finishing dilakukan acian semen.
f. Pekerjaan kolom
Pekerjaan kolom yang ukurannya disesuaikan dengan gambar kerja meliputi
pekerjaan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting kolom disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran kolom yang telah
dituangkan dalam gambar kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga
cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan
selama pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan
begisting dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar
dan disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak terjadi kesalahan yang
mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan
diikat dengan kawat beton. Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi
diperiksa dan dikontrol agar sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis.
Besi-besi yang telah dirakit ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan
terlebih dahulu dan terlindung dari air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar
kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi
terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian
dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan
beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor
dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam
cetakan atau area cor.
g. Pekerjaan dinding bata
Sebelum dipasang, batu bata terlebih dahulu disediakan bak yang diisi air untuk
merendam batu bata yang akan dipasang (± 10 menit ). Pada saat pemasangan
bata tarikan benang dipasang tiap ± 7 lapis bata. Benang dipasang dengan
pemasangan kaso 5/7 di dua ujung lokasi secara tegak lurus. Tinggi pasangan
bata maximum yang diperbolehkan sesuai dengan gambar dan rencana dan
syarat-syarat pekerjaan. Tebal adukan pengikat tidak kurang dari 10 mm dan
adukan harus padat sedemikian rupa sehingga membentuk sambungan yang
lurus. Kemudian pekerja/tukang memasang batu bata hingga menyusun seperti
gambar kerja dan direkat dengan adukan beton. Tukang memastikan susunan
pasangan batu bata sejajar, kokoh dan rapi.
h. Pekerjaan ring balok
Pekerjaan ring balok yang ukurannya disesuaikan dengan gambar kerja meliputi
pekerjaan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting ring balok disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran kolom yang
telah dituangkan dalam gambar kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga
cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan
selama pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan
begisting dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar
dan disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak terjadi kesalahan yang
mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan
diikat dengan kawat beton. Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi
diperiksa dan dikontrol agar sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis.
Besi-besi yang telah dirakit ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan
terlebih dahulu dan terlindung dari air hujan. Pemasangan besi beton yang sudah
dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar kerja. Tukang besi memasang besi
dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan gambar kerja. Pengawas
lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan
kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian
dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan
beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor
dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam
cetakan atau area cor.
i. Pekerjaan plesteran
Sebelum melakukan plesteran dinding tukang membasahi permukaan pasangan
batu sampai basah dan merata. Pekerja memasang tarikan benang vertikal dan
horisontal untuk caplakan kepalaan. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1
m’ dan dibiarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari. Selanjutnya diplester
di antara kepalaan, lalu diratakan dan dipadatkan dengan jidar aluminium
maksimum 3 m’.
j. Pekerjaan acian semen
Perawatan plester kasar dengan penyiraman selama minimal 3 hari sebelum diaci.
Acian dinding plesteran satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian. Ratakan
dan padatkan acian menggunakan raskam baja sampai benar-benar rata dan
halus.
k. Pekerjaan plat atap
Pekerjaan plat atap yang ukurannya disesuaikan dengan gambar kerja meliputi
pekerjaan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting plat atap disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran kolom yang
telah dituangkan dalam gambar kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga
cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan
selama pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan
begisting dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar
dan disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak terjadi kesalahan yang
mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan
diikat dengan kawat beton. Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi
diperiksa dan dikontrol agar sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis.
Besi-besi yang telah dirakit ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan
terlebih dahulu dan terlindung dari air hujan. Pemasangan besi beton yang sudah
dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar kerja. Tukang besi memasang besi
dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan gambar kerja. Pengawas
lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan
kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar
yang dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut
dengan memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian
dituang ke dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan
beton diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor
dapat padat dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam
cetakan atau area cor.
l. Pekerjaan pengecatan tembok baru
Sebelum pengecatan dengan cat tembok terlebih dahulu permukaan bidang cat
dicek apakah sudah rata. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan
dasar dengan alat bantu pada bidang yang luas dan kuas untuk bidang yang
sempit (sulit). Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan
finishing (jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi). Apabila sudah rata,
cat-cat yang mengotori bahan-bahan/pekerjaan lain yang seharusnya tidak
terkena cat dibersihkan. Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanan dilakukan
pembersihan lokasi pekerjaan.
m. Pekerjaan pintu besi
Pintu besi dibentuk dengan rangkai besi siku 50 x 50 x 5 mm sebagai bingkai yang
diangkerkan ke dinding sebagai tempat untuk menggantungkan pintu, besi siku
25 x 25 x 2,5 mm untuk penahan pintu, besi hollow 30 x 60 x 2,3 mm untuk bingkai
pintu, besi plat tebal 3 mm sebagai pengisi/panel pintu dan besi strip 30 mm x 3
m' untuk lobang sirkulasi udara pada pintu. Bahan-bahan pintu dipotong/dirakit
sesuai dengan gambar. Sambungan antar besi dilas dengan las listrik. Untuk
tempat gembok dibentuk dari besi beton. Untuk menggantung pintu dilaskan
engsel sebagai penyatu dengan bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah pintu selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya dipasang
pada bingkai pintu.
n. Pekerjaan membeli dan memasang pompa air
Untuk menarik/menghisap air dari sumber digunakan pompa hisap. Pompa hisap
dipasang pada rumah pompa sedemikian rupa sehingga terpasang dengan baik
dan kuat.
f) Pekerjaan instalasi listrik
Pekerjaan instalasi listrik meliputi membeli dan memasang tiang listrik (galian dan
urugan tanah, pemasangan pasir urug dan pemasangan batu padas 1 : 4), memasang
meteran listrik dan instalasi, memasangan MCB box, memasangan stop kontak,
memasangan saklar tunggal dan memasangan lampu XL 23 watt.
Sebelum tiang listrik dipasang terlebih dahulu digali tanah ukuran panjang = 60 cm,
lebar = 60 cm dan dalam 115 cm. Kemudian dihampar pasir urug dan dipadat setebal
5 cm. Kemudian dipasang batu padas dengan campuran 1 : 4 sambil dipasang tiang
listrik yang sebagian tertanam pada pasangan batu padas tersebut. Setelah pasangan
batu padas dan tiang listrik selesai terpasang bagian atas yang kelihatan diplester dan
diaci dengan acian semen.
Setelah pasangan mengering dan tiang listrik sudah terpasang dengan kuat, kabel
penghubung antara kabel jaringan PLN dan tiang listrik dipasang dan disatukan
dengan meteran listrik.Di dalam ruang pompa dipasang MCB sebagai penghubung
meteran listrik dengan instalasi listik di dalam ruang. Di dalam ruangan dipasang stop
kontak, saklar tunggal dan lampu XL 23 Watt.
D.2.II. PEKERJAAN BAK PENAMPUNG
D.2.II.a. PEKERJAAN STRUKTUR
a) Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan pondasi meliputi pekerjaan pembersihan lapangan,
pemasangan bowplank, galian tanah untuk pondasi, pasir urug, pasangan
pondasi batu padas 1: 4 dan urugan kembali tanah bekas galian.
Pembersihan lapangan dilakukan agar lokasi pekerjaan bersih untuk
memulai pekerjaan. Kemudian dilakukan tindakan pematangan lahan agar
siap untuk dikerjakan. Kemudian ditentukan ukuran duga/peil sebagai
panduan untuk ukuran pekerjaan.
Setelah ditentukan ukuran duga/peil maka dipasang patok-patok bowplank
untuk memulai penggalian tanah untuk pondasi. Galian tanah untuk
pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai dengan gambar
rencana/bestek atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dilakukan oleh tukang gali
dengan kemiringan 1 : 0,5 atau sesuai dengan gambar kerja. Material hasil
galian sebagian ditempatkan/distok di samping galian untuk timbunan
kembali, jarak penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak
akan terjadi longsor dan masuk ke dalam lubang galian. Hasil galian yang
berlebih, atau yang tidak dapat dipakai diratakan di sekitar lokasi
pekerjaan.
Setelah galian tanah selesai dikerjakan dan sebelum pasangan pondasi
dikerjakan dilakukan pengurugan pasir. Di atas galian tanah dihampar
pasir urug kemudian dipadatkan dengan ketebalan sesuai gambar kerja.
Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut. Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-
benar padat dan rata. Tukang memeriksa urugan pasir urug agar benar-
benar padat dan ketebalan sesuai dengan gambar kerja.
Di atas pasir urug yang dipadatkan di dalam galian pondasi dipasang batu
padas 1 : 4 untuk pondasi. Batu belah yang digunakan harus batu yang
sudah tua dengan ukuran 15 – 20 cm. Pasir yang digunakan adalah pasir
dengan butiran-butiran tajam dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan
jari dan kadar lumpur tidak boleh lebih dari 5% (lima persen). Ukuran dan
dimensi batu pasangan pondasi disesuaikan dengan gambar kerja/bestek
atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
b) Pekerjaan Sloof, Pekerjaan Lantai, Pekerjaan kolom, Pekerjaan dinding,
Pekerjaan ring balok dan Pekerjaan plat penutup bak.
Pekerjaan Sloof, Pekerjaan Lantai, Pekerjaan kolom, Pekerjaan dinding,
Pekerjaan ring balok dan Pekerjaan plat penutup bak yang ukurannya
disesuaikan dengan gambar kerja meliputi pekerjaan begisting, perakitan
besi dan pengecor beton.
Begisting Pekerjaan Sloof, Pekerjaan Lantai, Pekerjaan kolom, Pekerjaan
dinding, Pekerjaan ring balok dan Pekerjaan plat penutup bak disesuaikan
dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah dituangkan dalam gambar
kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan. Begisting dipasang
sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup kokoh dan
dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan
begisting dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar
rencana atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan
besi dilaksanakan oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar
besi dicek dengan benar dan disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak
terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi.
Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton. Setiap rakitan
bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar sesuai
dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan
terlindung dari air hujan. Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai
dilakukan sesuai dengan gambar kerja. Tukang besi memasang besi dan
mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan gambar kerja.
Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi terpasang
dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan
pembersihan pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-
kotoran penyebab ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang
membuat adukan beton segar yang dicampur di lapangan sesuai dengan
prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat angkut baik kereta
sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor atau area
pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan
tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau
area cor.
c) Pekerjaan acian semen
Setelah pengecoran selesai dan beton sudah kering/matang dilakukan
pengacian di semua permukaan beton dengan semen secara baik dan
merata. Acian dilakukan satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
Acian diratakan dan dipadatkan menggunakan raskam baja sampai benar-
benar rata dan halus.
d) Pekerjaan pengecatan tembok baru
Permukaan bagian luar (dinding dan plat) dicat dengan cat tembok.
Sebelum pengecatan dengan cat tembok terlebih dahulu permukaan
bidang cat dicek apakah sudah rata. Jika permukaan sudah rata,
laksanakan pengecatan dasar dengan alat bantu pada bidang yang luas
dan kuas untuk bidang yang sempit (sulit). Jika cat dasar tersebut sudah
kering, laksanakan pengecatan finishing. Apabila sudah rata, cat-cat yang
mengotori bahan-bahan/pekerjaan lain yang seharusnya tidak terkena cat
dibersihkan. Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanan dilakukan
pembersihan lokasi pekerjaan.
e) Pekerjaan tutup manhole
Tutup manhole dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50 x 5 mm sebagai
bingkai yang diangkerkan ke lubang manhole sebagai tempat untuk
memasang tutup, besi plat bunga tebal 4 mm untuk tutup. Bahan-bahan
dipotong/dirakit sesuai dengan gambar. Sambungan antar besi dilas
dengan las listrik. Untuk tempat gembok dibentuk dari besi beton. Untuk
memasang tutup dilaskan engsel sebagai penyatu dengan bingkai besi
siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya
dipasang pada bingkai tutup.
D.2.II.b. PEKERJAAN PELENGKAP
a) Pekerjaan Inlet
Inlet merupakan pipa penghubung pompa hisap dengan bak
penampungan.
Pemasangan pipa berupa perletakan pipa dan penyambungan
dilakukan sesuai dengan gambar kerja.
b) Pekerjaan Outlet
Outlet merupakan pipa yang menghubungkan bak penampungan dengan
pipa distribusi. Untuk mengalirkan dan untuk memutuskan aliran air
dipasang gate valve 3” di dalam bak pengaman. Pemasangan gate valve
dibuat sedemikian rupa sehingga posisinya stabil.
Pipa penghubung gate valve dengan bak penampungan digunakan pipa
GI Medium Ø 3". Diujung pipa di dalam bak penampungan dipasang
streiner/saringan. Untuk menyatukan pipa GIP dan Gate valve pada ujung
pipa gip dipasang flange.
Pipa penghubung gate valve dengan pipa distribusi digunakan pipa PVC
Ø 3". Untuk menyatukan pipa PVC dan Gate valve pada ujung pipa PVC
dipasang flange.
Untuk membuat bak pengaman gate valve terlebih dahulu digali tanah
sesuai dengan gambar kerja. Setelah galian selesai dipasang pasir urug
yang dipadatkan dengan ketebalan 5 cm. Di atasnya dipasang batu padas
campuran 1 : 4 lebar 20 cm dan tinggi 15 cm. Setelah batu padas terpasang
dengan baik, di atasnya dipasang batu bata. Pasangan batu bata
kemudian diplester dan diaci dengan baik dan rata.
Sebelum pemasangan lantai beton cor pada bagian yang dibatasi batu
bata dihampar pasir urug dan dipadatkan dengan ketebalan 5 cm.
Selanjutnya betor cor dituang dan diratakan dengan ketebalan 5 cm.
Tutup bak pengaman gate valve dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50
x 5 mm sebagai bingkai yang diangkerkan ke lubang pinggiran batu bata
sebagai tempat untuk memasang tutup. Besi plat bunga tebal 4 mm
dibentuk untuk tutup. Bahan-bahan dipotong/dirakit sesuai dengan
gambar. Sambungan antar besi dilas dengan las listrik. Untuk tempat
gembok dibentuk dari besi beton. Untuk memasang tutup dilaskan engsel
sebagai penyatu dengan bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya
dipasang pada bingkai tutup.
c) Pekerjaan Pipa Overlow
Pipa overlow merupakan pipa yang dipasang untuk mengontrol volume air
air di dalam bak penampung bila air melebihi volume maksimum. Pipa
overlow dipasang sedemikian rupa dan terhubung dengan bak kontrol yang
mengalirkan air lebih ke saluran drainase.
d) Pekerjaan Washout
Washout merupakan pipa yang dipasang untuk membuang air dari bak
penampungan bila sewaktu-waktu bak akan dibersihkan. Untuk
mengalirkan dan untuk memutuskan aliran air dipasang gate valve 3” di
dalam bak pengaman. Pemasangan gate valve dibuat sedemikian rupa
sehingga posisinya stabil.
Pipa penghubung gate valve dengan bak penampungan digunakan pipa
GI Medium Ø 3". Untuk menyatukan pipa GIP dan gate valve pada ujung
pipa gip dipasang flange.
Pipa penghubung gate valve dengan pipa buangan ke saluran drainase
digunakan pipa PVC Ø 3". Untuk menyatukan pipa PVC dan Gate valve
pada ujung pipa PVC dipasang flange.
Untuk membuat bak pengaman gate valve terlebih dahulu digali tanah
sesuai dengan gambar kerja. Setelah galian selesai dipasang pasir urug
yang dipadatkan dengan ketebalan 5 cm. Di atasnya dipasang batu padas
campuran 1 : 4 lebar 20 cm dan tinggi 15 cm. Setelah batu padas terpasang
dengan baik, di atasnya dipasang batu bata. Pasangan batu bata
kemudian diplester dan diaci dengan baik dan rata.
Sebelum pemasangan lantai beton cor pada bagian yang dibatasi batu
bata dihampar pasir urug dan dipadatkan dengan ketebalan 5 cm.
Selanjutnya betor cor dituang dan diratakan dengan ketebalan 5 cm.
Tutup bak pengaman gate valve dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50
x 5 mm sebagai bingkai yang diangkerkan ke lubang pinggiran batu bata
sebagai tempat untuk memasang tutup. Besi plat bunga tebal 4 mm
dibentuk untuk tutup. Bahan-bahan dipotong/dirakit sesuai dengan
gambar. Sambungan antar besi dilas dengan las listrik. Untuk tempat
gembok dibentuk dari besi beton. Untuk memasang tutup dilaskan engsel
sebagai penyatu dengan bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya
dipasang pada bingkai tutup.
e) Pek. Bak Kontrol
Bak kontrol merupakan bak pertemuan pipa washout dengan pipa overlow
dan pipa buangan ke saluran drainase. Pipa buangan ke saluran drainase
digunakan pipa PVC Ø 3".
Untuk membuat bak kontrol terlebih dahulu digali tanah sesuai dengan
gambar kerja. Di dalam galian dituang beton cor dan diratakan dengan
tebal 10 cm.
Setelah beton cor mengering, di atasnya dipasang batu bata. Pasangan
batu bata kemudian diplester dan diaci dengan baik dan rata.
Tutup bak kontrol dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50 x 5 mm
sebagai bingkai yang diangkerkan ke lubang pinggiran batu bata sebagai
tempat untuk memasang tutup. Besi plat bunga tebal 4 mm dibentuk untuk
tutup. Bahan-bahan dipotong/dirakit sesuai dengan gambar. Sambungan
antar besi dilas dengan las listrik. Untuk tempat gembok dibentuk dari besi
beton. Untuk memasang tutup dilaskan engsel sebagai penyatu dengan
bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm. Setelah tutup selesai dilas/dibentuk
kemudian dicat dan dipasang pada bingkai tutup.
D.3. PEKERJAAN PIPA DISTRIBUSI
1) Pekerjaan Galian Tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam gambar
kerja, kecuali di daerah tertentu seperti misalnya tempat sambungan/elbow (fitting) bila
diperlukan harus digali lebih lebar. Dalam pelaksanaan galian pipa akan dilakukan galian secara
manual yaitu menggunakan tenaga manusia.
2) Pekerjaan Pasir Urug
Sebelum pemasangan pipa terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan sesuai dengan
gambar kerja. Setelah urugan pasir dipadatkan pipa diturunkan ke atas pasir urug.
Setelah pipa diturunkan, maka ditimbun dengan urugan pasir dengan ketebalan sesuai dengan
gambar kerja
3) Pekerjaan Pemasangan pipa distribusi PVC Ø 3", PVC Ø 2" dan PVC Ø 1½" termasuk
perlengkapannya
Setelah galian tanah dan urugan pasir dipadatkan pada bagian dasar galian selesai dikerjakan,
maka pipa dipasang. Pipa diletakkan di atas lubang galian dengan disangga oleh balok kayu
untuk dilakukan penyambungan. Setelah menyambung baru diturunkan dalam lubang galian.
Arah sambungan harus diperhatikan agar tidak kebalikan dengan arah aliran air yang akan
dialiri. Cara menurunkan pipa ke dalam galian dengan memakai tackle dan alat bantu lainya,
diturunkan dengan hati-hati dan dijaga agar pipa atau perlengkapan lainnya tidak rusak..
4) Pekerjaan Urugan kembali tanah bekas galian
Setelah urugan pasir di atas pipa selesaikan dikerjakan selanjutnya ditimbun dengan tanah
bekas galian (urugan tanah) dan dipadatkan. Timbunan ditinggikan sekitar 20 cm dari
permukaan tanah untuk menjaga apabila terjadi penurunan tanah, maka akan tetap rapi.
D.4. PEKERJAAN SAMBUNGAN RUMAH DAN WATER METER
1) Pekerjaan Galian Tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa dan coran lantai water meter sesuai dengan gambar kerja,
Dalam pelaksanaan galian dilakukan galian secara manual yaitu menggunakan tenaga
manusia.
2) Pekerjaan Urugan kembali tanah bekas galian
Setelah pipa dan coran lantai water meter selesaikan dipasang dilakukan urugan tanah bekas
galian. Urugan tanah dipadatkan.
3) Pekerjaan Pasir Urug
Sebelum coran lantai water meter dilakukan pasir urug dihampar dan dipadatkan di dalam
lubang galian dan dipadatkan sesuai dengan gambar kerja.
4) Pekerjaan Cor lantai water meter
Untuk landasan water meter dilakukan pengecoran dudukn yang ukuran dan bentuknya sesuai
dengan gambar kerja,
5) Pekerjaan Pemasangan water meter lengkap
Setelah pengecoran selesai dilakukan, water meter dipasang di atasnya.
6) Pekerjaan Pemasangan Pipa 1/2" untuk sambungan rumah termasuk perlengkapannya
Untuk sambungan pipa distribusi dan water meter dipasang pipa 1/2"
7) Pekerjaan Pemasangan Kran 1/2"
Kran air dipasang pada ujung pipa 1/2" untuk sambungan rumah.
Sidikalang, Oktober 2022
Dibuat :
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
L.L.T. Alfred Ndruru, ST
NIP. 19720810 200604 1 003