| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0720248475124000 | Rp 325,050,000 | - | |
CV Baratama Cipta Marsada | 06*5**9****25**0 | Rp 277,500,000 | Tidak mencantumkan Bukti kepemilikan Peralatan dan Daftar Personel Manajerial |
| 0316398411128000 | Rp 263,934,000 | Tidak menghadiri undangan klarifikasi teknis | |
| 0316172832124000 | Rp 280,500,000 | Tidak menghadiri undangan klarifikasi | |
CV Maju Andalan Abadi | 09*3**3****24**0 | - | - |
| 0633428511128000 | - | - | |
| 0315016923124000 | - | - | |
| 0312620784124000 | - | - | |
| 0839138377128000 | - | - | |
| 0315193961128000 | - | - | |
| 0920416039122000 | - | - | |
| 0021995600124000 | - | - | |
| 0737823963127000 | - | - |
METODE PELAKSANAN PEKERJAAN
Sebelum pekerjaan dimulai segala sesuatu yang ada kaitannya dengan pengendalian dipersiapkan dan
dituangkan dalam bentuk daftar-daftar dan check list pengendalian yang mengacu pada jadwal pelaksanaan
pekerjaan inti.
Untuk pelaksanaan pekerjaan, dibuat metode kerja yang rinciannya dilengkapi dengan shop drawing dan
disetujui oleh Direksi/Pengawas lapangan yang mudah dibaca dan dimengerti oleh setiap petugas yang terlibat
dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dengan sarana-sarana ini sasaran kerja dan mutu proyek dapat dicapai
seperti yang diharapkan.
Dengan hasil pembentukan satu team work yang baik, maka sistematis kerja akan berjalan dengan lancar
yang memuaskan. Tenaga kerja untuk menangani pekerjaan ini merupakan tenaga yang terlatih, berpengalaman
pada bidangnya dan terbina dengan baik. Untuk tenaga pembantu jumlah tenaga yang digunakan disesuaikan
dengan kebutuhannya. Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek ini banyak pekerjaan lain yang
kegiatannya akan saling berkaitan dengan pekerjaan inti oleh sebab itu diperlukan adanya koordinasi dan terpadu
yaitu dengan membuat network planning untuk menghindari terjadinya hambatan yang tidak diinginkan. Dengan
koordinasi yang baik, masing-masing pekerjaan dapat diselesaikan dengan prosedur yang telah ditetapkan
I. PENDAHULUAN
Proyek ini merupakan pekerjaan yang dibiayai dari sumber pendanaan : DAU Kabupaten Dairi Tahun
Anggaran 2023.
II. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup Pekerjaan yang dimaksud dalam uraian ini adalah pekerjaan yang meliputi Bidang Usaha Bangunan
Sipil dan Sub Kualifikasi Jasa Pelaksana untuk Konstruksi Perpipaan Air Minum. Penyediamelakukan
layanan jasa konstruksi yang meliputi mempekerjakan tenaga kerja sesuai dengan ketrampilan yang
dibutuhkan, menyediakan material dan peralatan yang dibutuhkan. Untuk kemudahan pekerjaan
dilaksanakan berdasarkan gambar bestek, daftar kuantitas dan harga (Bill of quantity).
III. PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. UKURAN DUGA PAIL
1. Penempatan ukuran-ukuran duga/peil dan titik-titik pokok lainnya harus ditentukan oleh Direksi
Teknik atau yang mewakilinya di lapangan.
2. Ukuran duga/peil 0.00 akan ditentukan sesuai dengan keadaan lapangan.
3. Titik-titik duga tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan Direksi di lapangan dan dipasang dengan
profil-profil atau bowplank dari kayu yang cukup kuat.
4. Pemasangan patok-patok atau titik-titik duga yang telah terpasang, jika direksi
menilai/mempertimbangkan merasa perlu dirubah/diperbaiki/dipindahkan/direvisi, pemborong
harus melakukannya dengan petunjuk dan arahan dari Direksi teknik di lapangan.
5. Apabila ada patok-patok yang rusak harus segera diganti dengan bahan yang baru.
B. BERLAKUNYA SYARAT-SYARAT UMUM
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini selain dari syarat-syarat dan ketentuan umum, mengikat pula
ketentuan-ketentuan yang terdapat pada gambar kerja dan pekerjaan yang tertuang dalam daftar
kuantitas dan harga dari pekerjaan ini.
C. LINGKUP (SKOPE) PEKERJAAN
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
II. PEKERJAAN INTAKE DAN BAK PENAMPUNG
II.A. PEKERJAAN INTAKE (BENDUNGAN)
II.B. PEKERJAAN BAK PENGUMPUL (DI SUMBER AIR)
III. PEKERJAAN PIPA TRANSMISI
IV. PEKERJAAN PIPA DISTRIBUSI
V. PEKERJAAN SAMBUNGAN RUMAH DAN WATER METER
D. URAIAN PEKERJAAN
D.1. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Papan proyek
Papan merek proyek dipasang pada tempat yang dapat dilihat oleh siapa saja yang melintas
dari lokasi pekerjaan.
2. Biaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Biaya kesehatan dan keselamatan kerja digunakan untuk mengadakan perlengkapan yang
dibutuhkan untuk kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan pekerjaan seperti topi
pelindung, pelindung pernafasan dan mulut, sarung tangan, sepatu keselamatan dan rompi
keselamatan
3. Biaya penyediaan air kerja
Untuk pekerjaan yang membutuhkan air, disediakan air kerja yang tidak mengandung minyak,
asam, alkali, garam, bahan-bahan organik atau bahan-bahan lain yang dapat merusak
bangunan.
4. Photo-photo Dokumentasi
Selama masa pelaksanaan pekerjaan Penyediaakan membuat foto-foto dokumentasi dari
pelaksanaan pekerjaan bertahap yakni :
- Tahap - I : Pada saat pekerjaan akan dimulai, atau prestasi 0%.
- Tahap - II : Pada saat pekerjaan sedang dilaksanakan
- Tahap - III : Pada saat prestasi mencapai 100 % (pekerjaan selesai dilaksanakan)
D.2. PEKERJAAN INTAKE DAN BAK PENGUMPUL
D.2.I. PEKERJAAN INTAKE (BENDUNGAN)
Pekerjaan intake (bendungan) ini meliputi pekerjaan:
1. Pembersihan lokasi pekerjaan
Lokasi pekerjaan terlebih dahulu dibersihkan agar memudahkan pengukuran,
pemasangan bowplank dan pelaksaan pekerjaan konstruksi.
2. Pengalihan air
Air dialihkan alirannya agar tidak mengganggu pelaksaan pekerjaan konstruksi.
3. Bowplank
Setelah lokasi pekerjaan dibersihkan, dipasang bowplank sebagai acuan dalam
pelaksanaan konstruksi.
4. Penggalian tanah biasa
Setelah bowplak dipasang maka dipasang patok-patok untuk memulai penggalian
tanah untuk pondasi. Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan
lebar sesuai dengan gambar rencana/bestek atau petunjuk direksi/pengawas
lapangan. Pekerjaan galian dilaksanakan secara open cut, dilakukan oleh tukang gali
dengan kemiringan 1 : 0,5 atau sesuai dengan gambar kerja. Material hasil galian
sebagian ditempatkan/distok di samping galian untuk timbunan kembali, jarak
penempatan hasil galian untuk timbunan harus aman, tidak akan terjadi longsor dan
masuk ke dalam lubang galian. Hasil galian yang berlebih, atau yang tidak dapat
dipakai diratakan di sekitar lokasi pekerjaan.
5. Pengurugan dengan pasir urug
Sebelum pemasangan bat belah terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan
sesuai dengan gambar kerja.
6. Urugan kembali tanah bekas galian
Setelah pasangan batu belah selesaikan dikerjakan dilakukan urugan tanah bekas
galian untuk menutup lubang galian yang tak terpasang batu belah. Sisanya diratakan
di sekitar lokasi kerja. Urugan tanah dipadatkan.
7. Pemasangan batu padas camp. 1:4
Di atas pasir urug yang dipadatkan di dalam galian pondasi dipasang batu padas 1 :
4 untuk pondasi. Batu belah yang digunakan harus batu yang sudah tua dengan
ukuran 15 – 20 cm. Pasir yang digunakan adalah pasir dengan butiran-butiran tajam
dan keras, tidak dapat dihancurkan dengan jari dan kadar lumpur tidak boleh lebih dari
5% (lima persen). Ukuran dan dimensi batu pasangan pondasi disesuaikan dengan
gambar kerja/bestek atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
8. Pemasangan Streiner/saringan
Streiner/saringan dipasang pada pasangan batu belah yang ketinggiannya sesuai
dengan gambar kerja atau petunjuk pengawas/direksi teknis.
9. Sloof (Bekesting, Pembesian, .Beton Cor K-250)
Setelah pondasi terpasang dengan baik, di atasnya dipasang sloof yang ukurannya
sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan sloof meliputi pemasangan begisting,
perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan/diperlukan dalam gambar atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup
kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting
dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar rencana
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar,
agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi
dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung dari
air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar kerja.
Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan
petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa
pasangan besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang
sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada
lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam
media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar
menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area cor.
10. Kolom (Bekesting, Pembesian, .Beton Cor K-250)
Pekerjaan kolom yang ukurannya disesuaikan dengan gambar kerja meliputi
pekerjaan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting kolom disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran kolom yang telah
dituangkan dalam gambar kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan. Begisting
dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup kokoh dan
dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama pengecoran.
Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting dilakukan tanpa
merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar rencana atau
petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan oleh
tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar dan
disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan
pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat
beton. Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol
agar sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung dari
air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar kerja.
Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai dengan
gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi terpasang
dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar
kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada
lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam
media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar
menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area cor.
11. Ring balok
Pekerjaan ring balok yang ukurannya disesuaikan dengan gambar kerja meliputi
pekerjaan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting ring balok disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran kolom yang telah
dituangkan dalam gambar kerja atau petunjuk direksi/pengawas lapangan. Begisting
dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup kokoh dan
dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama pengecoran.
Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting dilakukan tanpa
merusak beton.
Besi beton dirakit (dipotong dan dibengkokkan) sesuai dengan gambar rencana atau
petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan oleh
tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek dengan benar dan
disesuaikan dengan gambar kerja agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan
pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat
beton. Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol
agar sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung dari
air hujan. Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan
gambar kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton
sesuai dengan gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan
besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada
lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam
media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar
menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area cor.
12. Plesteran camp 1:2
Sebelum melakukan plesteran dinding tukang membasahi permukaan yang akan
diplester sampai basah dan merata. Pekerja memasang tarikan benang vertikal dan
horisontal untuk caplakan kepalaan. Tukang membuat kepalaan vertikal jarak 1 m’ dan
dibiarkan sampai kepalaan mengeras min ± 1 hari. Selanjutnya diplester di antara
kepalaan, lalu dirataka.
13. Acian
Perawatan plester kasar dengan penyiraman selama minimal 3 hari sebelum diaci.
Acian bidang yang diaci satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian. Acian
diratakan dan padatkan menggunakan raskam baja sampai benar-benar rata dan
halus.
D.2.2. PEKERJAAN BAK PENGUMPUL (DI SUMBER AIR)
Pekerjaan intake (bendungan) ini meliputi pekerjaan:
1. PEKERJAAN STRUKTUR, terdiri dari:
a) Pekerjaan Pondasi
Pekerjaan pondasi meliputi pembersihan lokasi pekerjaan, pemasangan bowplank,
galian tanah untuk pondasi, penghamparan pasir urug yang dipadatkan di lobang
galian pondasi, pemasangan batu belah dan urugan kembali tanah bekas galian.
b) Pekerjaan Sloof
Setelah pondasi terpasang dengan baik, di atasnya dipasang sloof yang ukurannya
sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan sloof meliputi pemasangan begisting,
perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan/diperlukan dalam gambar atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup
kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting
dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar
rencana atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi
dilaksanakan oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran
pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar
kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang
memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi
dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke
dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat
dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area
cor.
Dalam hal ini, pembuatan begisting, perakitan besi dan pengecoran beton
dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lantai beton.
c) Pekerjaan Lantai
Setelah pondasi terpasang dengan baik, bersamaan dengan pekerjaan sloof
dilakukan pekerjaan lantai beton cor yang ukurannya sesuai dengan gambar kerja.
Pekerjaan lantai beton cor meliputi penghamparan pasir urug dan dipadatkan,
perakitan besi dan pengecor beton.
Sebelum pekerjaan lantai beton cor dilakukan terlebih dahulu dihampar pasir urug
dan dipadatkan yang ketebalannya disesuai dengan gambar kerja.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar kerja
atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi dilaksanakan
oleh tukang besi yang ahli bersamaan dengan perakitan besi sloof. Diameter besi
dan jarak antar besi dicek dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang
mengakibatkan pembongkaran pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan
diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan. Pengawas lapangan dan tukang memeriksa pasangan besi
terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi dimensi ukuran yang sesuai
dengan gambar kerja.
Setelah besi terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan pada lokasi
pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab ketidaksempurnaan
hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang dicampur di
lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan memakai alat
angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke dalam media cor
atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton diratakan dan
dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat dan tersebar
menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area cor.
Dalam hal ini, pembuatan begisting, perakitan besi dan pengecoran beton
dilakukan bersamaan dengan pekerjaan sloof.
d) Pekerjaan dinding
Setelah sloof dan lantai selesai dikerjakan baik, dilakukan pekerjaan dinding beton
cor yang ukurannya sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan dinding beton cor
meliputi pemasangan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan/diperlukan dalam gambar atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup
kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting
dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar
rencana atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi
dilaksanakan oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran
pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar
kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang
memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi
dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke
dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat
dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area
cor.
e) Pekerjaan plat penutup bak
Setelah dinding selesai dikerjakan baik, dilakukan pekerjaan plat penutup bak
beton cor yang ukurannya sesuai dengan gambar kerja. Pekerjaan plat penutup
bak beton cor meliputi pemasangan begisting, perakitan besi dan pengecor beton.
Begisting disesuaikan dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang telah
ditetapkan/diperlukan dalam gambar atau petunjuk direksi/pengawas lapangan.
Begisting dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan sehingga cukup
kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap dalam kedudukan selama
pengecoran. Begisting dipasang harus rapat/tidak bocor. Pembukaan begisting
dilakukan tanpa merusak beton.
Besi beton dirakit (Pemotongan dan pembengkokan) sesuai dengan gambar
rencana atau petunjuk Direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan perakitan besi
dilaksanakan oleh tukang besi yang ahli. Diameter besi dan jarak antar besi dicek
dengan benar, agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pembongkaran
pasangan besi. Besi dirangkai atau dirakit dan diikat dengan kawat beton.
Setiap rakitan bentuk tulangan besi dan ukuran besi diperiksa dan dikontrol agar
sesuai dengan gambar kerja serta spesifikasi teknis. Besi-besi yang telah dirakit
ditempatkan pada lokasi besi yang telah disediakan terlebih dahulu dan terlindung
dari air hujan.
Pemasangan besi beton yang sudah dirangkai dilakukan sesuai dengan gambar
kerja. Tukang besi memasang besi dan mengikat besi dengan kawat beton sesuai
dengan petunjuk kerja dalam gambar kerja. Pengawas lapangan dan tukang
memeriksa pasangan besi terpasang dengan baik dan kokoh dan memenuhi
dimensi ukuran yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah besi dan begisting terpasang dengan sempurna, dilakukan pembersihan
pada lokasi pengecoran untuk menghilangkan kotoran-kotoran penyebab
ketidaksempurnaan hasil pengecoran. Tukang membuat adukan beton segar yang
dicampur di lapangan sesuai dengan prosedur pencampuran, diangkut dengan
memakai alat angkut baik kereta sorong atau lainnya dan kemudian dituang ke
dalam media cor atau area pengecoran. Pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan dengan alat atau manual sehingga beton cor dapat padat
dan tersebar menyeluruh ke semua rongga atau sudut di dalam cetakan atau area
cor.
f) Pekerjaan acian semen
Perawatan bagian yang akan diaci dilakukan penyiraman selama minimal 3 hari
sebelum diaci. Acian dilakukan sekaligus pada satu kali pengacian. Acian diratakan
dan dipadatkan menggunakan raskam baja sampai benar-benar rata dan halus.
g) Pekerjaan pengecatan tembok baru
Sebelum pengecatan dengan cat tembok terlebih dahulu permukaan bidang cat
dicek apakah sudah rata. Jika permukaan sudah rata, laksanakan pengecatan
dasar dengan alat bantu pada bidang yang luas dan kuas untuk bidang yang sempit
(sulit). Jika cat dasar tersebut sudah kering, laksanakan pengecatan finishing
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi). Apabila sudah rata, cat-cat yang
mengotori bahan-bahan/pekerjaan lain yang seharusnya tidak terkena cat
dibersihkan. Setelah semua pekerjaan selesai dilaksanan dilakukan pembersihan
lokasi pekerjaan.
h) Pekerjaan tutup manhole uk. 90cm x 90 cm
Tutup manhole dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50 x 5 mm sebagai bingkai
yang diangkerkan ke lubang manhole sebagai tempat untuk memasang tutup, besi
plat bunga tebal 4 mm untuk tutup. Bahan-bahan dipotong/dirakit sesuai dengan
gambar. Sambungan antar besi dilas dengan las listrik. Untuk tempat gembok
dibentuk dari besi beton. Untuk memasang tutup dilaskan engsel sebagai penyatu
dengan bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya dipasang
pada bingkai tutup
2. PEKERJAAN PELENGKAP
a) Pek. Inlet
Inlet merupakan pipa penghubung pompa hisap dengan bak penampungan.
Pemasangan pipa berupa perletakan pipa dan penyambungan dilakukan
sesuai dengan gambar kerja.
b) Pek. Outlet
Outlet merupakan pipa yang menghubungkan bak penampungan dengan pipa
distribusi. Untuk mengalirkan dan untuk memutuskan aliran air dipasang gate valve
3” di dalam bak pengaman. Pemasangan gate valve dibuat sedemikian rupa
sehingga posisinya stabil.
Pipa penghubung gate valve dengan bak penampungan digunakan pipa GI
Medium Ø 3". Diujung pipa di dalam bak penampungan dipasang streiner/saringan.
Untuk menyatukan pipa GIP dan Gate valve pada ujung pipa gip dipasang flange.
Pipa penghubung gate valve dengan pipa distribusi digunakan pipa PVC Ø 3".
Untuk menyatukan pipa PVC dan Gate valve pada ujung pipa PVC dipasang
flange.
Untuk membuat bak pengaman gate valve terlebih dahulu digali tanah sesuai
dengan gambar kerja. Setelah galian selesai dipasang pasir urug yang dipadatkan
dengan ketebalan 5 cm. Di atasnya dipasang batu padas campuran 1 : 4 lebar 20
cm dan tinggi 15 cm. Setelah batu padas terpasang dengan baik, di atasnya
dipasang batu bata. Pasangan batu bata kemudian diplester dan diaci dengan baik
dan rata.
Sebelum pemasangan lantai beton cor pada bagian yang dibatasi batu bata
dihampar pasir urug dan dipadatkan dengan ketebalan 5 cm. Selanjutnya betor cor
dituang dan diratakan dengan ketebalan 5 cm.
Tutup bak pengaman gate valve dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50 x 5 mm
sebagai bingkai yang diangkerkan ke lubang pinggiran batu bata sebagai tempat
untuk memasang tutup. Besi plat bunga tebal 4 mm dibentuk untuk tutup. Bahan-
bahan dipotong/dirakit sesuai dengan gambar. Sambungan antar besi dilas dengan
las listrik. Untuk tempat gembok dibentuk dari besi beton. Untuk memasang tutup
dilaskan engsel sebagai penyatu dengan bingkai besi siku 50 x 50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya dipasang
pada bingkai tutup.
c) Pek.Pipa Overflow
Pipa overlow merupakan pipa yang dipasang untuk mengontrol volume air air di
dalam bak penampung bila air melebihi volume maksimum. Pipa overlow dipasang
sedemikian rupa dan terhubung dengan bak kontrol yang mengalirkan air lebih ke
saluran drainase.
d) Pek. Washout
Washout merupakan pipa yang dipasang untuk membuang air dari bak
penampungan bila sewaktu-waktu bak akan dibersihkan. Untuk mengalirkan dan
untuk memutuskan aliran air dipasang gate valve 3” di dalam bak pengaman.
Pemasangan gate valve dibuat sedemikian rupa sehingga posisinya stabil.
Pipa penghubung gate valve dengan bak penampungan digunakan pipa GI
Medium Ø 3". Untuk menyatukan pipa GIP dan gate valve pada ujung pipa gip
dipasang flange.
Pipa penghubung gate valve dengan pipa buangan ke saluran drainase digunakan
pipa PVC Ø 3". Untuk menyatukan pipa PVC dan Gate valve pada ujung pipa PVC
dipasang flange.
Untuk membuat bak pengaman gate valve terlebih dahulu digali tanah sesuai
dengan gambar kerja. Setelah galian selesai dipasang pasir urug yang dipadatkan
dengan ketebalan 5 cm. Di atasnya dipasang batu padas campuran 1 : 4 lebar 20
cm dan tinggi 15 cm. Setelah batu padas terpasang dengan baik, di atasnya
dipasang batu bata. Pasangan batu bata kemudian diplester dan diaci dengan baik
dan rata.
Sebelum pemasangan lantai beton cor pada bagian yang dibatasi batu bata
dihampar pasir urug dan dipadatkan dengan ketebalan 5 cm. Selanjutnya betor cor
dituang dan diratakan dengan ketebalan 5 cm.
Tutup bak pengaman gate valve dibentuk dengan rangka besi siku 50 x 50 x 5 mm
sebagai bingkai yang diangkerkan ke lubang pinggiran batu bata sebagai tempat
untuk memasang tutup. Besi plat bunga tebal 4 mm dibentuk untuk tutup. Bahan-
bahan dipotong/dirakit sesuai dengan gambar. Sambungan antar besi dilas
dengan las listrik. Untuk tempat gembok dibentuk dari besi beton. Untuk
memasang tutup dilaskan engsel sebagai penyatu dengan bingkai besi siku 50 x
50 x 5 mm.
Setelah tutup selesai dilas/dibentuk kemudian dicat. Dan selanjutnya dipasang
pada bingkai tutup.
D.3. PEKERJAAN PIPA TRANSMISI
1. Pembersihan jalur pipa
Jalur pipa terlebih dahulu dibersihkan agar memudahkan melakukan galian untuk penanaman
pipa.
2. Galian Tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam
gambar kerja, kecuali di daerah tertentu seperti misalnya tempat sambungan /elbow (fitting) bila
diperlukan harus digali lebih lebar. Dalam pelaksanaan galian pipa akan dilakukan galian secara
manual yaitu menggunakan tenaga manusia.
3. Pengurugan pasir urug
Sebelum pemasangan pipa terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan sesuai dengan
gambar kerja. Setelah urugan pasir dipadatkan pipa dipasang. Kemudian ditutup kembali
dengan urgan pasir yang tebalnya disesuaikan dengan gambar kerja.
4. Pemasangan pipa PVC Ø 2½" dan perlengkapannya.
Setelah galian tanah dan urugan pasir dipadatkan pada bagian dasar galian selesai dikerjakan,
maka pipa dipasang. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC Ø 2½”. Pipa diletakkan di atas
lubang galian dengan disangga oleh balok kayu untuk dilakukan penyambungan. Setelah
menyambung baru diturunkan dalam lubang galian. Arah sambungan harus diperhatikan agar
tidak kebalikan dengan arah aliran air yang akan dialiri. Cara menurunkan pipa ke dalam galian
dengan memakai tackle dan alat bantu lainya, diturunkan dengan hati-hati dan dijaga agar pipa
atau perlengkapan lainnya tidak rusak. Setelah diturunkan ke dalam lubang galian, maka
ditimbun dengan urugan pasir dengan ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Selanjutnya
ditimbun dengan tanah bekas galian (urugan tanah) dan dipadatkan. Timbunan ditinggikan
sekitar 20 cm dari permukaan tanah untuk menjaga apabila terjadi penurunan tanah, maka akan
tetap rapi.
5. Pengurugan kembali tanah bekas galian
Setelah urugan pasir di atas pipa selesaikan dikerjakan dilakukan urugan tanah bekas galian di
atasnya. Urugan tanah dipadatkan.
D.4. PEKERJAAN PIPA DISTRIBUSI
1. Pembersihan jalur pipa
Jalur pipa terlebih dahulu dibersihkan agar memudahkan melakukan galian untuk penanaman
pipa.
2. Galian Tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan dalam
gambar kerja, kecuali di daerah tertentu seperti misalnya tempat sambungan /elbow (fitting) bila
diperlukan harus digali lebih lebar. Dalam pelaksanaan galian pipa akan dilakukan galian secara
manual yaitu menggunakan tenaga manusia.
3. Pengurugan pasir urug
Sebelum pemasangan pipa terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan sesuai dengan
gambar kerja. Setelah urugan pasir dipadatkan pipa dipasang. Kemudian ditutup kembali
dengan urgan pasir yang tebalnya disesuaikan dengan gambar kerja. Sebelum pemasangan
pipa terlebih dahulu pasir urug dihampar dan dipadatkan sesuai dengan gambar kerja. Setelah
urugan pasir dipadatkan pipa dipasang. Kemudian ditutup kembali dengan urgan pasir yang
tebalnya disesuaikan dengan gambar kerja.
4. Pemasangan Pipa PVC 1" dan perlengkapannya
Setelah galian tanah dan urugan pasir dipadatkan pada bagian dasar galian selesai dikerjakan,
maka pipa dipasang. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC Ø 1” yang letaknya disesuaikn
dengan gambar kerja. Pipa diletakkan di atas lubang galian dengan disangga oleh balok kayu
untuk dilakukan penyambungan. Setelah menyambung baru diturunkan dalam lubang galian.
Arah sambungan harus diperhatikan agar tidak kebalikan dengan arah aliran air yang akan
dialiri. Cara menurunkan pipa ke dalam galian dengan memakai tackle dan alat bantu lainya,
diturunkan dengan hati-hati dan dijaga agar pipa atau perlengkapan lainnya tidak rusak.
Setelah diturunkan ke dalam lubang galian, maka ditimbun dengan urugan pasir dengan
ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Selanjutnya ditimbun dengan tanah bekas galian
(urugan tanah) dan dipadatkan. Timbunan ditinggikan sekitar 20 cm dari permukaan tanah untuk
menjaga apabila terjadi penurunan tanah, maka akan tetap rapi.
5. Pemasangan Pipa PVC 1½" dan perlengkapannya
Setelah galian tanah dan urugan pasir dipadatkan pada bagian dasar galian selesai dikerjakan,
maka pipa dipasang. Pipa yang digunakan adalah pipa PVC Ø 1½” yang letaknya disesuaikan
dengan gambar kerja. Pipa diletakkan di atas lubang galian dengan disangga oleh balok kayu
untuk dilakukan penyambungan. Setelah menyambung baru diturunkan dalam lubang galian.
Arah sambungan harus diperhatikan agar tidak kebalikan dengan arah aliran air yang akan
dialiri. Cara menurunkan pipa ke dalam galian dengan memakai tackle dan alat bantu lainya,
diturunkan dengan hati-hati dan dijaga agar pipa atau perlengkapan lainnya tidak rusak.
Setelah diturunkan ke dalam lubang galian, maka ditimbun dengan urugan pasir dengan
ketebalan sesuai dengan gambar kerja. Selanjutnya ditimbun dengan tanah bekas galian
(urugan tanah) dan dipadatkan. Timbunan ditinggikan sekitar 20 cm dari permukaan tanah untuk
menjaga apabila terjadi penurunan tanah, maka akan tetap rapi.
6. Pengurugan kembali tanah bekas galian
Setelah urugan pasir di atas pipa selesaikan dikerjakan dilakukan urugan tanah bekas galian
di atasnya. Urugan tanah dipadatkan.
D.5. PEKERJAAN SAMBUNGAN RUMAH DAN WATER METER
1) Pekerjaan Galian Tanah
Penggalian tanah untuk jalur pipa dan coran lantai water meter sesuai dengan gambar kerja,
Dalam pelaksanaan galian dilakukan galian secara manual yaitu menggunakan tenaga
manusia.
2) Pekerjaan Pemasangan Pipa 1/2" untuk sambungan rumah termasuk perlengkapannya
Untuk sambungan pipa distribusi dan water meter dipasang pipa 1/2"
3) Pekerjaan Pemasangan Kran 1/2"
Kran air dipasang pada ujung pipa 1/2" untuk sambungan rumah.
4) Pekerjaan Urugan kembali tanah bekas galian
Setelah pipa dan coran lantai water meter selesaikan dipasang dilakukan urugan tanah bekas
galian. Urugan tanah dipadatkan.
5) Pekerjaan Pemasangan water meter lengkap
Pekerjaan pemasangan water meter meliputi galian tanah, pengurugan pasir urug di dalam
galian, pengecoran lantai tempat water meter dan pemasangan water meter.
Sidikalang, Oktober 2023
Dibuat :
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
L.L.T. Alfred Ndruru, ST
NIP. 19720810 200604 1 003