PEMERINTAH KOTA DENPASAR
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA DENPASAR
Jl. Gatot Subroto VI No. J 22, Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Satuan/OPD : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar
Pemeliharaan Drainase Sistem III
Pekerjaan :
Lokasi : Kota Denpasar
TA. Perubahan : 2025
TAHUN ANGGARAN PERUBAHAN
2025
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMELIHARAAN DRAINASE SISTEM III
Adapun paket yang akan dilaksanakan adalah Pekerjaan Pemeliharaan Drainase Sistem
III yang berlokasi di Kota Denpasar. Pekerjaan ini berupa pemavingan jalan. Pekerjaan jalan
paving adalah proses melapisi permukaan jalan dengan blok-blok paving, yang umumnya terbuat
dari beton, untuk menciptakan permukaan yang rata, stabil, dan tahan lama. Paving block ini
disusun sedemikian rupa sehingga saling mengunci (interlocking) dan membentuk permukaan
yang kokoh. Pekerjaan ini meliputi beberapa tahapan, mulai dari persiapan lahan, pemasangan
lapisan pondasi, pemasangan pasir alas, pemasangan paving block, hingga pemadatan dan
pengisian celah antar paving.
Berikutadalahrinciantahapanpekerjaanjalanpaving:
1. PersiapanLahan:
Pembersihan lahan dari sampah ,tanaman liar, dan material lain yang tidak
diperlukan.
Penyiapan tanah dasar (subgrade) dengan meratakan dan memadatkan
tanah. Kepadatan tanah harus sesuai standar untuk memastikan kekuatan landasan
paving.
Pembuatan lapisan pondasi (subbase) sesuai dengan spesifikasi teknis, termasuk
kemiringan yang dibutuhkan untuk drainase.
2. Pemasangan Kanstein Segilima
Pembersihan lahan dari sampah ,tanaman liar, dan material lain yang tidak
diperlukan.
Letakkan kanstein satu persatu di atas pondasi beton/ tanah sesuai jalur yang telah
ditentukan
Gunakan benang sebagai panduan kelurusan setiap 5-10m dan waterpass untuk
memeriksa ketinggiandan kelurusan setiap kanstein
Isi celah antar kanstein dengan mortar agar penguncian kanstein lebih kuat dan
rapi
Bersihkan sisa adukan mortar dari permukaan kanstein sebelum mengering
3. Pemasangan Lapisan Pasir Alas:
Gelaran pasir alas dengan ketebalan 5cm diatas lapisan pondasi yang telah
dipadatkan.
Perataan pasir alas dengan menggunakan jidar kayu, dengan memperhatikan
kemiringan yang telah ditentukan.
4. Pemasangan Paving Block:
Pemasangan paving block dilakukan secara hati-hati, mengikuti pola yang telah
ditentukan, dan dimulai dari satu titik atau garis.
Paving block dipasang dengan menggunakan benang pembantu sebagai acuandan
dipukul dengan palu kayu agar terpasang dengan rapat.
Pemasangan paving block harus dilakukan secara diagonal dari pinggir dan setiap
celah antar paving harus diisi dengan pasir.
5. Pemasangan Kanstein Kursi
Bersihkan lahan yang akan dipasang kanstein kursi
Letakkan kanstein pada tempat yang telah ditentukan
Gunakan benang sebagai panduan kelurusan setiap 3-5m dan waterpass untuk
memeriksa ketinggiandan kelurusan setiap kanstein
Isi celah antar kanstein dengan mortar agar penguncian kanstein lebih kuat dan
rapi
Bersihkan sisa adukan mortar dari permukaan kanstein sebelum mengering
6. Pemadatan:
Setelah paving block terpasang, dilakukan pemadatan menggunakan alat pemadat
(vibrator plate compactor) untuk memastikan paving block terpasang kokoh dan
celah antar paving terisi pasir.
Pemadatan dilakukan sebanyak dua putaran dengan arah yang berbeda untuk hasil
yang lebih baik.
7. Pengisian Celah:
Setelah pemadatan, celah antar paving diisi dengan pasir halus (pasir pengisi)
hingga penuh.
Pasir pengis idisapu dan diratakan untuk menutup celah secara sempurna.
Penting untuk diperhatikan:
Paving block harus dipasang diatas tanah yang rata dengan pondasi yang kuat untuk
mencegah pergeseran atau kerusakan paving.
Drainase yang baik sangat penting untuk mencegah genangan air yang dapat merusak
paving.
Pekerjaan paving block harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berpengalaman untuk
mendapatkan hasil yang maksimal dan tahan lama.
Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat dan memperhatikan detail-detail penting,
pekerjaan jalan paving dapat menghasilkan permukaan jalan yang kuat, indah, dan nyaman untuk
digunakan.