| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0029144540012000 | Rp 628,815,000 | 93.2 | 94.56 | - | |
| 0030475891211000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0015148877331000 | - | - | - | Skor atau nilai pada unsur pengalaman mengerjakan pekerjaan sejenis dibawah ambang batas | |
| 0723560918101000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0021834023002000 | - | 31 | - | Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli dibawah ambang batas | |
| 0032005415015000 | - | 32.02 | - | Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli dibawah ambang batas | |
| 0965293905741000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0419675616504000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0952601524201000 | - | - | - | Tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
Intan Mulya | 04*2**4****46**0 | - | - | - | - |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0316258540429000 | - | - | - | - | |
| 0021836754016000 | - | - | - | - | |
| 0936437631015000 | - | - | - | - | |
| 0925443384412000 | - | - | - | - | |
| 0840542179609000 | - | - | - | - | |
| 0211518147124000 | - | - | - | - | |
| 0662082320331000 | - | - | - | - | |
| 0856741509822000 | - | - | - | - | |
Aksie Super Powers | 04*5**6****29**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PENGAWASAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI, VOLUME 1 PAKET Transportasi udara mempunyai kedudukan yang cukup strategis dalam konteks peran dan sumbangannya dalam pembangunan nasional. Salah satu komponen penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan pada transportasi udara adalah pengembangan kinerja dan pembangunan bandar udara. Oleh karena itu, sebagai prasarana penyelenggaraan penerbangan, bandar udara perlu ditata secara terpadu guna mewujudkan penyediaan jasa Kebandarudaraan sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Agar penyelenggaraan layanan jasa Kebandarudaraan dapat terwujud dalam satu kesatuan tatanan Kebandarudaraan secara nasional yang Handal dan berkemampuan tinggi, maka dalam proses penyusunan penataan bandar udara tetap perlu memperhatikan tata ruang, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keamanan dan keselamatan penerbangan secara nasional. Hal ini sesuai sebagaimana diatur dalam UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dan yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan dan Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara serta Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 48 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Bandar Udara Umum, Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 31 Tahun 2006 tentang Pedoman Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan serta Peraturan Menteri Perhubungan PM 69 Tahun 2013 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Dalam proses penyusunan penataan bandar udara perlu memperhatikan tata ruang, pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keamanan dan keselamatan penerbangan secara nasional. Oleh karena penataan fasilitas bandar udara merupakan pekerjaan yang kompleks dan perlu mempertemukan kepentingan berbagai bidang (multifaset), maka proses perencanaan fasilitas bandar udara benar - benar membutuhkan keahlian yang mampu menghasilkan produk perencanaan sesuai dengan kriteria - kriteria teknis di bidang Kebandarudaraan yang berlaku secara internasional yang dibakukan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) dan merujuk kepada standar peraturan perundangan yang berlaku.