| 0314658519015000 | Rp 14,330,056,600 | |
| 0700042815618000 | - | |
PT Lintas Samudera Globalindo | 05*3**5****17**0 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pembangunan sub sektor perhubungan laut ditujukan antara lain untuk menjamin
tersedianya jasa angkutan laut dalam kapasitas dan kualitas yang memadai guna
mendukung pembangunan, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta
sebagai perwujudan wawasan nusantara.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan pangan di dalam negeri, yang mana
salah satunya adalah kebutuhan akan daging, maka sudah sepatutnya pemerintah
menyelenggarakan kapal khusus angkutan ternak di dalam negeri. Kapal khusus
angkutan ternak merupakan salah satu sub sistem dari sistem angkutan laut nasional,
diselenggarakan oleh Pemerintah, dengan memberikan subsidi operasi kepada armada
kapal khusus angkutan ternak dari dana APBN, yang disalurkan pada setiap tahun
anggaran melalui DIPA. Program tersebut selaras dengan prioritas percepatan dan
perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Latar belakang timbulnya kapal khusus
angkutan ternak merupakan konsekuensi logis dari :
a. Keadaan geografis Indonesia, dengan segala kaitannya antara lain beragamnya
tingkat kebutuhan dan kemampuan produksi hasil ternak masyarakat yang
disebabkan oleh kondisi geografis tersebut;
b. Kurangnya tingkat distribusi ternak dikarenakan keterbatasan kemampuan
armada angkutan laut nasional dalam negeri (belum tersedia kapal khusus
pengangkut ternak);
c. Tingginya biaya transportasi untuk mengangkut ternak dengan menggunakan
kapal kargo, dengan kata lain prosentase biaya transportasi melebihi prosentase
keuntungan pedagang.
Pengembangan kapal khusus angkutan ternak secara bertahap dan terencana
mencakup wilayah sentra lumbung ternak sapi terbesar di Indonesia ke seluruh
nusantara. Oleh karena itu, kapal khusus angkutan ternak mempunyai peranan penting
dalam pemerataan pembangunan ekonomi dan hasil-hasilnya serta untuk menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa. Selain penyelenggaraan subsidi pengoperasian kapal
khusus angkutan ternak, yang tidak kalah penting adalah perlu adanya monitoring dan
evaluasi terhadap penyelenggaraannya sehingga subsidi pengoperasian kapal khusus
angkutan ternak dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan.