| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0719540841952000 | Rp 8,391,608,086 | - | |
| 0943393520823000 | Rp 8,517,000,000 | - | |
| 0901352302952000 | Rp 8,582,690,336 | - | |
| 0022274534822000 | - | - | |
CV Papua Cerdas Mandiri | 09*5**5****52**0 | - | - |
| 0664978715952000 | - | - | |
| 0860951326956000 | Rp 8,945,000,096 | - | |
| 0211395868513000 | - | - | |
| 0395813926403000 | Rp 7,999,944,625 | Domisili alamat sub penyedia Pelaku Usaha Papua yang disampaikan dari Sorong, Provinsi Papua Barat Daya (Pemekaran Provinsi Papua Barat) , sebagaimana ketentuan BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI B. Tata cara penilaian untuk setiap persyaratan kualifikasi: point 7.a ( Domisili Pelaku Usaha Papua wajib berada pada Provinsi lokasi pelaksanaan pekerjaan (Provinsi Papua atau Provinsi Papua Barat ) bahwa Paket pekerjaan Lanjutan Perluasan Gedung Terminal Termasuk Utilitas berlokasi di provinsi Papua Selatan (pemekaran dari provinsi Papua) | |
| 0014759690954000 | - | - | |
| 0809093222822000 | Rp 7,629,112,000 | Tidak menghadiri undangan klarifikasi | |
| 0950614560952000 | Rp 7,629,112,000 | Surat perjanjian sewa tidak menjelaskan jumlah peralatan mesin travo las yang disewa sebagaimana yang diusulkan dalam daftar peralatan sehingga peralatan yang disewa di hitung 1 unit kurang dari yang dipersyaratkan | |
| 0908421415101000 | - | - | |
| 0749371878811000 | - | - | |
| 0029410123734000 | - | - | |
Thufalindo Jaya | 03*4**1****29**0 | - | - |
| 0018262246952000 | - | - | |
| 0032930182822000 | - | - | |
| 0020455580201000 | - | - | |
| 0913668737941000 | - | - | |
| 0738911072822000 | - | - | |
| 0016422396941000 | - | - | |
| 0030689061116000 | - | - | |
| 0766914295952000 | - | - | |
| 0412479651115000 | - | - | |
CV Quebeec Cahaya Mansinam | 09*7**0****56**0 | - | - |
| 0022278386822000 | - | - | |
PT Pelita Putra Pratama | 09*4**7****08**0 | - | - |
Tata Bangun Presisi | 03*5**3****07**0 | - | - |
| 0868222126009000 | - | - | |
CV Rajawali Karya Konstruksi | 05*0**4****52**0 | - | - |
CV Iren Indah | 00*0**0****52**0 | - | - |
| 0415032176952000 | - | - | |
| 0753886001952000 | - | - | |
CV Tri Evan Perkasa | 09*2**7****05**0 | - | - |
| 0021227574002000 | - | - | |
| 0826134546952000 | - | - | |
CV Arlin | 00*4**5****56**0 | - | - |
| 0934276338811000 | - | - | |
| 0861971380952000 | - | - | |
| 0811948520102000 | - | - | |
| 0711071829106000 | - | - | |
| 0961923158629000 | - | - | |
| 0030101117952000 | - | - | |
| 0026506196101000 | - | - | |
| 0661602771952000 | - | - | |
| 0939973889723000 | - | - | |
| 0906846308821000 | - | - | |
CV Jerega Lembah Indah | 04*7**2****52**0 | - | - |
CV Link Amerta | 05*1**9****11**0 | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Pekerjaan :
Lanjutan Perluasan Gedung Terminal Termasuk Utilitas
Tahun Anggaran 2024
Lokasi Pekerjaan :
Distrik Mandobo – Tanah Merah
Kabupaten Boven Digoel
Provinsi Papua Selatan
Ditetapkan di : Tanah Merah
Pada Tanggal : 30 Desember 2023
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
KANTOR UPBU TANAH MERAH
EXSAN BIN HATIM
NIP. 19830127 200712 1 001
KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )
PEKERJAAN LANJUTAN PERLUASAN GEDUNG TERMINAL TERMASUK UTILITAS (1 PAKET)
TAHUN ANGGARAN 2024
A. LATAR BELAKANG
1. UMUM
Ketersediaan prasarana dan sarana transportasi merupakan suatu persyaratan utama dalam
mendukung pengembangan wilayah suatu daerah, terutama bagi daerah yang mempunyai
potensi sumber daya yang besar namun kurang didukung oleh sarana dan prasarana
transportasi yang memadai. Transportasi udara merupakan sarana penting dalam
pencapaian ke berbagai lokasi, terutama wilayah terpencil yang sulit dicapai dengan jalur
darat dan laut.
Keberadaan Bandar Udara diperlukan untuk membuka daerah terisolasi- tertinggal (sesuai
KEPPRES No. 7 Tahun 2004 dan KEPMEN Percepatan Daerah Tertinggal No. 001/KEP/M-
PDT/II/2005). Bandar udara sebagai prasarana penyelenggaraan penerbangan dalam
menunjang aktifitas suatu wilayah perlu ditata secara terpadu guna mewujudkan
penyediaan kebandarudaraan secara nasional yang andal dan berkemampuan tinggi, maka
dalam proses penyusunan penataan bandar udara tetap perlu memperhatikan tata ruang,
pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keamanan dan keselamatan penerbangan
secara nasional. Hal ini sesuai sebagaimana yang diatur dalam UU No, 26 Tahun 2007
Tentang Penataan Ruang, UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, Peraturan
Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 Tentang Kebandarudaraan serta KM Menteri
Perhubungan No. KM 83 Tahun 1998 Tentang Pedoman Proses Perencanaan di Lingkungan
Kementerian Perhubungan.
Bandar Udara Tanah Merah merupakan salah satu Bandar udara yang berada di kawasan
yang sedang berkembang di wilayah Indonesia Timur, tepatnya di Kabupaten Boven Digoel,
Propinsi Papua, dan mempunyai peran strategis dalam mendukung upaya peningkatan
peran angkutan udara dalam kaitan pembangunan daerah khususnya dan pembangunan
nasional pada umumnya. Aksesibilitas di Pulau Papua lebih dominan menggunakan
transportasi udara karena kondisi geografis Pulau Papua berupa pegunungan, lembah dan
hutan.
Aksesbilitas di Pulau Papua lebih dominan menggunakan transportasi udara karena kondisi
geografis Pulau Papua rawa dan hutan. Dari kondisi tersebut maka tentunya transportasi
udara sebagai penghubung wilayah memiliki peran yang sangat strategis dalam membuka
keterisolasian daerah guna menunjang kegiatan sosial, ekonomi serta pertahanan dan
keamanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan angkutan orang dan barang/jasa antar
daerah di Propinsi Papua.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 69 Tahun 2013 bahwa Bandar Udara
Tanah Merah memiliki peran sebagai :
- simpul dalam jaringan transportasi sesuai dengan hierarkinya yaitu bandar udara
dijadikan sebagai titik pertemuan beberapa jaringan dan rute angkutan udara.
- pintu gerbang kegiatan perekonomian yaitu lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara
dijadikan sebagai pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataan
pembangunan, pertumbuhandan stabilitas ekonomi serta keselarasan pembangunan
nasional dan pembangunan daerah.
- tempat kegiatan alih moda transportasi yaitu sebagai tempat perpindahan moda
transportasi udara ke moda transportasi lain atau sebaliknya dalam bentuk interkoneksi
antar moda pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan peningkatan kualitas
pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan.
- pembuka isolasi daerah dan pengembangan daerah perbatasan yaitu keberadaan
bandar udara diharapkan dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis
dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain, penghubung daerah perbatasan dalam
rangka mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- prasarana memperkukuh Wawasan Nusantara dan kedaulatan Negara yaitu titik-titik
lokasi bandar udara di wilayah nusantara saling terhubungkan dalam suatu jaringan dan
rute penerbangan sehingga dapat mempersatukan wilayah untuk kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam hierarkinya, Bandar Udara Tanah Merah merupakan Bandar Udara pengumpan yaitu:
- bandar udara yang mempunyai cakupan pelayanan dan mempengaruhi perkembangan
ekonomi local.
- bandar udara tujuan atau bandar udara penunjang dari bandar udara pengumpul
- bandar udara sebagai salah satu prasarana penunjang pelayanan kegiatan lokal.
2. GAMBARAN UMUM LOKASI
Bandar Udara Tanah Merah terletak di Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua.
Distrik Mandobo adalah sebuah distrik di Kabupaten Boven Digoel, Papua, Indonesia:
Lokasi Bandar Udara Tanah Merah terletak di Kabupaten Boven Digoel, dimana Koordinat
umum Distrik mandobo mempunyai letak geografis 06005’46” Lintang Selatan – 1400 18’ 00’ʼ
Bujur Timur.
Kondisi eksisting Bandar Udara Tanah Merah melayani penerbangan rute terjauh ke Jayapura.
Lokasi Bandar Udara Tanah Merah berada di Distrik Mandobo Kabupaten Boven Digoel
Provinsi Papua dengan data sebagai berikut :
I. Data Umum
1. Nama Bandara : Tanah Merah
2. Alamat : Jl. TMP Tanah Merah
Distrik Mandobo Kab. Boven Digoel,
Papua
3. Kode : TMH/WAKT
4. Koordinat : 06005’46”LS – 140018’00’ʼ BT.
5. Telepon : -
6. Kategori : Domestik Airport
7. E-mail : [email protected]
8. Class : Kelas III
9. Classify : 1C
10. Jarak : 632 (Jayapura)
5642 (Jakarta)
11. Pesawat Terbesar : ATR 72
12. Elevation : 86,4 Ft
13. Operasional : 07.00 – 16.00 WIT
14. TH : 07-25
II. Fasilitas Landing, Take Off Dan Parkiran
1. Run Way
- Run way Tunggal (Single Run Way)
- Panjang : 1450 M
- Lebar : 30 M
- Turning Area : - M
- Stop Way : - M
- Konstruksi : Aspal Hotmix
2. Apron
- Satu Buah
- Panjang : 160 M
- Lebar : 96 M
- Konstruksi : Aspal Hotmix
3. Type /Jenis Pesawat
- Grand Caravand
III. Fasilitas Terminal
1. Bangunan Terminal : Ada
2. Bangunan Operasional : Ada
3. Power House : Ada
4. Bangunan PKP-PK : Ada
5. Bengkel (Workshop) : -
6. Fasilitas NDB : -
B. NAMA PAKET PEKERJAAN DAN ORGANISASI PENGADAAN BARANG/JASA
1. Nama Pekerjaan : Lanjutan Perluasan Gedung Terminal Termasuk Utilitas
2. Uraian singkat pekerjaan : Pekerjaan Perluasan Gedung, Pemasangan Pelengkap
Gedung
3. Lokasi pekerjaan : Kantor UPBU Tanah Merah
4. Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pekerjaan pengadaan
konstruksi:
a. K/L/D/I : Kementerian Perhubungan
b. Satker : Kantor UPBU Tanah Merah
c. PPK : Exsan Bin Hatim
C. METODE PELAKSANAAN TENDER
Metode Pelaksanaan Tender mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya dan aturan turunannya, Peraturan
Presiden Nomor 17 Tahun 2019 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah untuk percepatan
pembangunan kesejahteraan dipropinsi Papua dan Papua Barat,Peraturan Gubernur Papua
Nomor 46 Tahun 2021 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Di Propinsi Papua.
Metode tender 1 file, sistem harga terendah, kontrak gabungan lumpsum dan harga satuan.
D. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN
Jangka waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah selama 8 (delapan) bulan
atau 240 (dua ratus empat puluh) hari kalender, terhitung sejak penandatangan Surat Perjanjian
/ Kontrak, dengan masa pemeliharaan selama 6 (enam) bulan setelah selesai pekerjaan (PHO)
penyerahan pertama pekerjaan.
E. SUMBER DANA
a. Sumber Dana : DIPA Kantor UPBU Kelas III Tanah Merah TA.2023
b. Total Pagu Anggaran : Rp. 9.536.390.000,- (Sembilan milyar lima ratus tiga puluh
enam juta tiga ratus sembilan puluh ribu rupiah).
c. Total HPS : Rp. 9.536.000.000,- (Sembilan milyar lima ratus tiga puluh
enam juta rupiah).
F. METODE PELAKSANAAN
A. Lingkup Kegiatan
Dalam menyelesaikan suatu proyek untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien,
diperlukan sistem manajemen yang baik, maka penerapkan sistem manajemen yang baik,
diperlukan berbagai metode sesuai jenis bangunan yang diselesaikan. Pihak manajemen
menyusun dan mengarahkan metode-metode agar dapat menyelaraskan antara sumber daya
dan penggunaan peralatan untuk mencapai tujuan proyek. Banyak faktor yang mempengaruhi
ketepatan penggunaan peralatan dan pemanfaatan sumber daya di antaranya biaya, waktu,
dan sosial. Untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien, maka manajemen konstruksi
melibatkan tahapan-tahapan metode yang standar digunakan pada setiap bangunan (rumah,
gedung, dll). Lingkup kegiatan Pekerjaan Optimalisasi Kelistrikan Bandara adalah sebagai
berikut :
1) Pekerjaan Persiapan
a. Lapangan area kerja terlebih dahulu harus dibersihkan.
b. Pengukuran Awal
- Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan gambaran kembali lokasi
pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai detail.
- Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang
sebenarnya harus segera dilaporkan kepada perencana/pengawas untuk
dimintakan keputusannya
- Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat
waterpass yang ketepatannya dapat diandalkan.
- Kontraktor harus menyediakan waterpass beserta petugas yang melayaninya
untuk kepentingan pemeriksaan perencanaan/pengawas selama pelaksanaan
proyek
- Segala pekerjaan pengukuran dan persiapan termasuk dalam tanggung jawab
kontraktor
c. Pembuatan Papan Nama Proyek
Kontraktor wajib membuat dan memasang plang informasi proyek lengkap dengan
sumber dana pembiayaan proyek dan besaran nilai kontraknya, sebagai informasi
transparansi yang bisa dibaca dengan jelas oleh Masyarakat Plang proyek harus
ditempatkan dilokasi yang terbuka.
d. Mobilisasi dan Demobolisasi Pekerja
Kontraktor dibiayai untuk mendatangkan pekerja yang sesuai skill dengan pekerjaan yang
akan dilaksanakan, sehingga diharapkan pekerja yang digunakan adalah pekerja yang
memiliki keahlian di bidangnya.
Kontraktor dibiayai untuk mendatangkan pekerja yang sesuai skill dengan pekerjaan yang
akan dilaksanakan, sehingga diharapkan pekerja yang digunakan adalah pekerja yang
memiliki keahlian di bidangnya.
e. Penerapan dan Penyelenggaraan SMKK Konstruksi
- Kontraktor haru menugaskan Petugas atw Ahli K3 Konstruksi selama pelaksanaan
Pekerjaan
- Mengetahui kebijakan k3
- Mengidentifikasi bahaya sebelum memulai pekerjaan
- Melakukan Kajian K3 untuk memberikan arahan kepada para pekerja tentang
keselamatan saat mereka turun kelapangan pekerjaan
- Setelah itu dilakukan pembinaan dan pelatihan
- Promosi k3 untuk mengajak para pekerja mengikuti beberapa pembinaan dan
penelitian.
- Pengecekan peralatan yang harus dilakukan oleh ahlinya.
f. Pagar Sementara Proyek
- Bahan penutup pagar umumnya menggunakan seng gelombang , dengan rangka
kayu
- Ketinggian pagar sementara seseuai ukuran tinggi seng gelombang
- Tiang pagar menggunkan umpak beton
- Pagar harus dilengkapi dengan Pintu gerbang dengan lebar 8 s/d 15 m
g. Pengadaan Material
- Penyedia melakukan Pengaturan Jadwal Kedatangan Material
- Penyimpanan material harus ditempatkan di area atau gudang
- Lokasi Bongkar Muat Material harus ditentukan bersama-sama dengan pengawas
dan direksi lapangan
2) Pekerjaan Struktur
a. Pekerjaan Beton Bertulang Balok Kolom dan Pelat Beton
- Pekerjaan persiapan
o Pembuatan dan pengajuan Request dan shop drawing pekerjaan pasang
beton balok
o Approval material yang akan digunakan.
o Persiapan material, antara lain: Portland cement, pasir, split, air, kaso,
multiplek 12 mm, besi beton, kawat beton, dan paku.
o Persiapan alat kerja, antara lain: waterpass, beton mixer ,meteran, bar
bending, mesin potong besi , unting-unting, benang, vibrator, gerobak
sorong, dan selang air.
- Penguuran
o Surveyor melakukan pengukuran dengan waterpass dan memberi tanda
(marking) untuk posisi titik perletakan balok beton.
- Pekerjaan pembesian
o Pembesian atau perakitan tulangan dikerjakan ditempat lain yang lebih
nyaman.
o Perakitan pembesian harus sesuai dengan gambar kerja.
o Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama, sebelum pemasangan
sengkang,terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama dengan
kapur.
o Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara
tulangan utama dan sengkang diikat oleh kawat dengan system silang.
o Setelah tulangan selesai dirakit, besi tulangan diangkut ke lokasi yang
akan dipasang.
- Pekerjaan Bekisting
o Bekisting dipasang dalam 3 sisi, sisi kanan, sisi kiri dan sisi bawah,
dipasang dengan multiplek 12mm sebagai bahan bekisting + tulangan
kayu kaso 4/6. .
o Ukur bekisting menggunakan meteran agar mendapatkan hasil yang
sesuai, setelah itu kemudian letakkan bekisting pada tempat yang sudah
ditentukan.
o Bekisting diberikan skoor dari kayu reng 3/4 sebagai penguat tekanan saat
coran dituangkan, antar skoor diberi jarak sekitar 30cm dengan skoor
lainnya.
o Pemasangan skoor dapat menggunakan paku sebagai perekatnya,
kemudian paku dipakukan dengan menggunakan palu.
- Pekerjaan pengecoran
o Setelah bekisting terpasang dengan baik, bekisting diolesi minyak
bekisting kemudian letakkan pembesian balok pada posisinya tepat
didalam bekisting.
o Pastikan pembesian telah terletak dengan sempurna pada posisinya
didalam bekisting dengan membuat tahu-tahu beton di bawah dan
digantung kiri kanan bagian dalam bekisting, dengan maksud
mendapatkan selimut beton.
o Pengecoran beton dilakukan menggunakan mutu beton sesuai dengan
spesifikasi teknis.
o Untuk memudahkan pekerjaan disiapkan gerobak sorong sebagai
pengantar adukan ke areal pekerjaan.
o Setelah area siap, lakukan pengecoran beton dengan menuang adukan
beton ke area pengecoran, Penuangan beton dilakukan secara bertahap,
hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya segregasi yaitu pemisahan
agregat yang dapat mengurangi mutu beton. Selama proses pengecoran
berlangsung pemadatan beton menggunakan vibrator. Hal tersebut
dilakukan untuk menghilangkan rongga-rongga
o udara serta untuk mencapai kepadatan maksimal.
- Pekerjaan pembongkaran bekisting balok
o Setelah beton berumur 28 hari (beton konvensional), sementara bekisting
samping (tidak menahan momen) dapat dibuka > 24 jam dimana bentuk
beton sudah stabil.
o Pertama-tama, multiplek dipukul-pukul dengan menggunakan palu agar
lekatan beton pada multiplek dapat terlepas.
o Kendorkan push pull (penyangga bekisting), lalu lepaskan push pull.
o Kendorkan baut-baut/paku-paku yang ada pada bekisting, sehingga
rangkaian/panel bekisting terlepas.
- Pekerjaan perawatan beton balok
o Setelah dilaksanakan pengecoran, maka untuk menjaga agar mutu beton
tetap terjaga dilakukan perawatan beton. Perawatan beton yang
dilakukan adalah dengan menyiram / membasahi beton 2 kali sehari
selama 1 minggu.
b. Pekerjaan Urugan Pasir
- Urugan pasir padat ini dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai keramik atau
pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah.
- Pasir dihampar diarea yang direncanakan dengan ketebalan yang sesuai
- Pasir di basahi dengan air agar benar-benar padat
c. Pekerjaan Pondasi Batu Bata Merah
- Semua bata sebaiknya baru dan bermutu baik, keras, utuh dan dibakar dengan
baik, sama ukurannya, kuat, lurus dan tajam sudut-sudutnya
- Contoh dari bata harus diserahkan kepada Pengawasa untuk mendapat
persetujuan. Tiap-tiap kiriman batu bata ke tempat kerja, harus sama mutunya
dengan contoh. Batu bata yang diantar ke tempat kerja harus dibongkar dari
kendaraan dengan tangan dan dijaga supaya bata-bata tidak menjadi patah.
- Adukan untuk pasangan batu kali terdiri dari PC dan Pasir dengan perbandingan
isi 1 PC : 4 Pasir.
- Adukan yang dipakai untuk pasangan bata menurut perbandingan isi harus terdiri
semen 1 PC : 4 pasir untuk pekerjaan biasa, dan semen 1 PC : 3 Pasir untuk
pasangan kedap air. Pasir harus sama dengan yang dipersyaratkan untuk
pekerjaan beton pada pasal 3.02. Pasir harus mempunyai gradasi dan kakasaran
yang memungkinkan untuk menghasilkan adukan yang baik.
- Pengukuran dimensi awal berdasarkan rencana dan menggunakan alat waterpass
- Tandai hasil pengukuran dengan patok yang diberi cat
- Gali lubang untuk pasangan batu
- Hamparkan pasir urug dibawah sebelum pemasangan batu
- Batu di susu sedemikian rupa sehingga batu tidak mudah retak atau patah dan
berongga
- Cek elevasi pekerjaan setelah semunya selesai
d. Pekerjaan Pemasangan Lantai Keramik
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai keramik
- Approval material yang akan digunakan
- Persiapan lahan kerja
- Persiapan material kerja : keramik tile 60x60 cm, Keramik Homogenius 60x120
cm, semen PC, pasir, semen PC nat, air, dll
- Persiapan alat bantu kerja, antara lain : gerinda, palu karet, meteran, waterpass,
benang, selang dan air
- Lebih dahulu juru ukur/surveyor memilih dan menandai (marking) lokasi untuk
star/awal pemasangan keramik dan level permukaan lantai keramik.
- Lantai dasarnya/permukaan dibersihkan dari kotoran/debu dan disiram terlebih
dahulu sebelum ditebar adukan pasangan keramik.
- Rendam keramik terlebih dahulu dalam air hingga jenuh sebelum dipasang.
- Buat adukan untuk pasang keramik.
- Pasang benang untuk sumbangan mendapat pasangan permukaan keramik yang
rata dan garis siar/nat yang lurus.
- Buat kepalaan adukan dengan jarak 1 - 1.5 m supaya adukan yang ditebar
permukaannya yang rata/flat.
- Tebar adukan secara merata untuk menghindarkan terjadi rongga.
- Pasang keramik kepalaan untuk tanda star awal pemasangan pada adukan yang
sudah ditebar dengan perekat acian. Kemudian dilanjutkan pemasangan keramik
lantai lainnya dengan contoh kepalaan pasangan keramik yang telah dibuat.
- Pada ketika pemasangan, tekan keramik atau pukul dengan palu karet untuk
mendapat permukaan lantai keramik yang rata.
- Cek kerataan permukaan pasangan lantai keramik dengan waterpass.
- Setelah pemasangan lantain keramik selesai, biarkan beberapa ketika untuk
mengeluarkan udara yang ada dalam adukan pasangan lantai keramik. Setelah itu
gres dilanjutkan dengan pekerjaan perapihan/finish garis siar/nat.
- Pekerjaan terakhir yaitu pencucian permukaan lantai keramik dari kotoran.
e. Pekerjaan Pasangan Dinding ½ Bata Merah
- Cek / sortir bata merah agar didapat ukuran yang sama sehingga bilamana
dipasang akan mendapat permukaan yang rata.
- Siapkan tempat kerja dan permukaan yang akan dipasang bata merah.
- Pasanglah petunjuk/alat bantu yang cukup untuk kerataan pasangan bata/
dinding (marking).
- Pasang Profil dengan memakai hollow besi.
- Bersihkan area kerja dari kotoran – kotoran yang ada.
- Bersihkan bata merah dari kotoran dan debu sebelum dipasang agar perekat
dapat bekerja dengan baik.
- Siapkan campuran adukan tinbed/ perekat bata merah dan masukan kedalam bak
adukan / ember plastic.
- Aduk campuran adukan hingga rata dan homogen dengan menggunakan hand
mixer.
- Bila permukaan lantai yang akan dipasang bata merah tidak ada, maka dipakai
adukan mortar terlebih dahulu pada bagian paling dasar agar didapatkan
permukaan yang rata.
- Lakukan pemasangan bata merah secara manual sebagaimana umumnya dengan
tebal speci yang dianjurkan ±3mm dengan roskam gerigi.
- Untuk memastikan kelurusan dari pasangan dinding bata merah tersebut
digunakan hollow alumunium / jidar Uk. 50 / 100 sebagai alat control kerataan.
- Setelah pekerjaan pasangan bata merah selesai dan dipastikan telah mengering
dilanjutkan dengan pekerjaan plesteran/ acian.
f. Pekerjaan Plesteran dan Acian Dinding
- Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 5Psr dan plesteran
transrammenggunakan aduka 1PC : 3Psr.
- Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak luruster
hadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
- Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
- Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulupada permukaan
dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
- Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
- Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan
alatbantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
- Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian
ratakan dengan raskam dan jidar.
- Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
- Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup
umur).
- Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air.
Untukmemperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan
aciansemen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan
menggunakankertas gosok
g. Pekerjaan Pemasangan Plafond (Material PVC ; Gypsum dan Spandrill)
- Sebelum dilaksanakan pekerjaan pasangan lembaran PVC ; Gypsum dan Spandrill
maka pekerjaan lain yang terletak diatas plafond harus sudah terpasang dan
sudah diuji coba.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan pemasangan plafond maka pekerjaan
pemasangan rangka plafond yaitu metal furring harus sudah selesai dipasang
sesuai ruangan / segment plafond yang akan dipasang.
- Approval material PVC plafond yang akan digunakan kepada PPK/direksi
pekerjaan baik merk dan jenisnya.
- Sebelum pemasangan lembar PVC , maka harus diperiksa terlebih dahulu rangka
plafond dipasang untuk memastikan permukaan rangkaplafond rata, lurus dan
tidak bergelombang.
- Ukuran luas plafond dan ketinggian plafond dari peil lantai mengikuti seperti
ditunjukkan dalam gambar kerja dan dari produk yang telah disetujui Direksi
Lapangan.
- Pasang plafon PVC mulai dari pinggir. Jika memang harus dipotong, gunakan
cutter untuk memotongnya dan jika membutuhkan potongan siku sebaiknya
menggunaka penggaris siku sehingga potongan nya sesuai.
- Tempelkan plafon PVC menggunakan sekrup pada bagian pinggir Interlocking nya
pastikan penggunaan sekrup sesuai rentang nya semakin jarang di baut
kemungkinan bahan plafon terlepas bisa terjadi dan tutup kembali bagian baut
dengan bahan plafon selanjutnya.
- Pemeriksaan dilakukan pada setiap bagian plafon yang masih terlihat belum rapi
masih belum rapat Tahap selanjutnya adalah pemasangan lis terakhir sebagai
penutup pada bagian ini bisa di sekrup atau tidak
- Tipe lembaran PVC yang dipasang pada penutup plafond adalah lembaran PVC
dalam bentuk utuh dengan jalur sambungan harus rapat dan membentuk garis
lurus kecuali untuk bagian-bagian tertentu yang memerlukan potongan seperti
bagian modul trap pada sisi dinding.
- Celah pada pertemuan lembaran PVC ditutup dengan List Profil PBV.
- Hasil visual permukaan merupakan satu kesatuan, dan tidak terlihat rangka
sambungan dari luar.
h. Pekerjaan Pemasangan Cover Kolom dengan Stainless steel
- Mutu baja yang digunakan adalah mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM
A-36. Stainless steel harus anti karat (jenis ST 304).]
- Semua kelengkapan atau barang-barang/pekerjaan lain yang perlu demi
kesempurnaan pemasangan, walau tidak secara khusus diperlihatkan dalam
gambar-gambar atau Persyaratan Teknis, harus diadakan.
- Finish stainless steel yang telah terpasang harus benar-benar dan tidak kelihatan
bergelombang.
- Semua bagian harus mempunyai ukuran yang tepat, sehingga dalam pemasangan
tidak memerlukan pengisi.
- Semua pengelasan, kecuali ditunjukkan lain, harus memakai las listrik. Yang
dimaksud dengan pengelasan disini adalah “Electric Arc Welding” AWS E 70 S - X.
Pengelasan harus mengikuti cara-cara mutakhir sesuai dengan standar AWS.
Tenaga yang melakukan pekerjaan ini, harus mempunyai “Sertifikat Keahlian Las”
yang dikeluarkan oleh Lembaga-Lembaga Pemerintah atau Swasta yang diakui.
Seluruh pekerjaan las harus dikerjakan di bengkel (workshop). Penyimpangan dari
persetujuan ini harus seijin Pengawas atau MK.
- Semua bahan yang akan tampak, bila memakai las, harus diratakan dan difinish
sehingga sama dengan permukaan sekitarnya, bila memakai pengikat-pengikat
lain seperti “clip keling” dan lain-lain yang tampak, harus sama dalam “finish” dan
“warna” dengan bahan yang diikatnya.
- Bahan-bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji baik pada pembuatan
maupun pengerjaan di lapangan oleh Pengawas atau MK. Peninjauan dan
pengujian dilaksanakan oleh Kontraktor tanpa adanya tambahan biaya.
i. Pekerjaan Pemasangan Allmunium Panel Composide (ACP)
- Jenis PVDF (Poly Vinyl De Flouride) yang biasa digunakan di eksterior.
- Persetujuan material/bahan ACP harus diajukan kepada Pengawas ataupun
Direksi Lapangan
- Periksa semua ukuran di gambar kerja dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan
sebelum dilakukan penyetelan. Setiap terdapat perbedaan segera diberitahukan
kepada Konsultan Pengawas untuk mendapat perbaikan.
- Shop Drawing harus memperlihatkan lokasi, dimensi, profil panel, panel lay out,
ukuran panel, joint nat, angkur, metoda instalasi dan detail-detail khusus.
- Shop Drawing harus memperlihatkan detail fabrikasi dan instalasi, sealant,
fastening, accessories, type mterial, finishing dan sebagainya untuk
memperlihatkan kesesuaian dengan gambar.
- Pemasangan harus dapat menahan gerakan thermal dan struktur dari komponen
tanpa menimbulkan tekanan, kerusakan pada joint sealant, tidak menimbulkan
stress pada fastener, ketika terkena tekanan angin dan perubahan suhu udara.
- Harus mampu menahan beban angin (positif dan negatif) 120 kg/m2. Batas
defleksi : L/180, beban positif atau negatif.
- Kekuatan rekatan tidak boleh terjadi kerusakan pada rekatan sandwich panel
maupun pada bahan pelapis fnishingnya hingga suhu 57o C dn kelembaban 100%
setelah 1000 jam.
- Pemotongan, penekukan dan pemberian rngka perkuatan (stiffner), hingga
menjadi panel-panel siap dipasang dilaksanakan di pabrik maupun di lapangan.
- Bagian sisi panel ditekuk 25 mm dan joint nat antara panel diisi dengan back up
dan silicone sealant.
- Pemasangan baik rangka maupun claddingnya harus dilakukan oleh satu
Pemborong Spesialis, tidak diijinkan dilaksanakan terpisah-pisah.
- Dipasang dengan menggunakan kerangka baja atau bahan khusus sesuai yang
disyaratkan oleh pabrik pembuat aluminium composite panels cladding.
- Baut-baut pengencang, angkur, bracketsdan lain sebagainy harus terbuat dari
baja galvanized.
- Pemasangan harus dilaksanakan sesuai desain arsitektur, sambungan harus rapi,
tidak melendut atau cacat.
- Antara tembok/kolom/beton dan cladding harus diisi dengan “sealant”.
- Sambungan-sambungan vertikal maupun horosontal, sambungan sudut maupun
silang harus dipasang sempurna.
- Aplikasi sealant menggunakan tekanan udara, sesuaikan tekanan udara untuk
memperoleh pengisian joint yang cukup. Jika joint sudah diisi, ratakan sealant
dengan alat yang direkomendasi oleh pabrik pembuat sealant. Masking Tape
harus segera diangkat sebelum sealant mengering (kira-kira 10–15 menit).
- Silicone sealant harus dibersihkan sebelum mengering, dengan menggunkan kain
lap yang dibasahi dengan cairan pelarut. Jika ada yang tercecer dan sealant sudah
mengeras dapat dirapikan dengan pisau silet yang tajam.
- Ukuran joint yang dipergunakan untuk sealant minimal harus 6 mm dengan
perbandinganlebr dan dalam = 2 : 1 (sebagai contoh untuk lebar 12 mm, dalam 6
mm)
j. Pekerjaan Pemasangan Pipa PVC – AW dan D
- Shop Drawing harus dubuat dan memperlihatkan lokasi, dimensi, jalurpemipaan
dan detail-detail khusus.
- Langkah awal adalah menentukan jalur pipa instalasi air bersih/kotor sesuai
dengan gambar atau perencanaan dalam kontrak.
- Pemasangan instalasi air diawali dengan mentukan instalasi pipa dan titik
outletnya. Agar mengalir lancar, kemiringan pipa minimal 2%, artinya setiap 100
cm terdapat perbedaan ketinggian 2 cm.
- Pilih pipa saluran yang tepat dan sesuai dengan gambar kerja. Jumlah pipa
diameter disesuaikan dengan jumlah toilet atau seperti yang tertera dalam
gambar rencana.
- Dibuat saluran yang lurus tanpa belokan, karena belokan atau sudut membuat
saluran rentan mampat.
- Pemasangan perpipaan didalam/ menembus dinding dilaksanakan sebelum
pekerjaan plesteran atau pelapis dinding.
- Pelaksanaan pengeleman sambungan antar pipa dikerjakan setelah ujung-ujung
yang akan dipasang alat sambung/fitting dibersihkan dari kotoran dan minyak
setelah dikasarkan permukaannya dengan ampelas.
- Setelah bersih, lem dioleskan pada fitting dan bagian yang akan disambung,
kemudian dipasangkan sampai lem mengeras.
k. Pekerjaan Pemasangan Kran Air
- Dimensi dan jenis kran air harus diajukan kepada Pengawas dan Direksi Lapangan
- Pasang Mata Kran pada titik yang telah terhubung dengan pipa air bersih
l. Pekerjaan Pemasangan Closed Duduk
- Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas dan
menyesuaikan spesifikasi kloset.
- Pastikan lubang pembuangan sesuai dengan rough-in kloset yang akan dipasang.
Tandai lubang yang akan dibor. Sesuaikan mat abos dengan baut yang akan
dipakai.
- Masukkan fisher ke dalam lubang yang telah dibor, sampai rata dengan lantai
keramik.
- Pasang stop kran kedalam lubang suplai air pada dinding (gunakan seal tape pada
penyambunganke pipa instalasi kemudian hidupkan air, untuk memastikan tidak
ada kebocoran.
- Letakkan seal gasket (wax ring) diatas lubang pembuangan.
- Letakkan klosed duduk perlahan-lahan diatas lubang pipa pembuangan yang telah
dipasang seal gasket (wax ring). Pastikan seal gasket terpasang dengan baik dan
benar.
- Masukkan baut pengikat lantai kedalam lubang baut pada kaki klosed, kemudian
kencangkan sekrupnya Hindari pengencangan sekrup yang berlebihan.
- Pasang pipa fleksibel ke stop kran yang telah dipasang ke dinding, pastikan sealnya
sudah terpasang dengan benar.
- Pasanglah penutup klosed pada klosed yang telah terpasang gunakan obeng
untuk mengencangkanya.
m. Pekerjaan Pemasangan Urinior
- Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas dan
menyesuaikan spesifikasi urinior.
- Siapkan tenaga, bahan dan peralatan kerja
- Marking lokasi yang akan dipasang Urinoir
- Melakukan pemasangan urinoir pada tembok menggunakan baut ficher atau
ramset dengan baut kuningan atau stainless steel dengan ukuran yang cukup
untuk menahan beban seberat 15 kg tiap baut.
- Setelah urinoir dipasang, letak dan ketinggian pemasangan harus sesuai dengan
gambar rencana. Semua celah-celah yang ada antara dinding dengan urinal
ditutup dengan semen yang berwarna sama dengan urinal. Semua noda-noda
semen dan lain-lainnya dibersihkan dengan sempurna.
- Melakukan pemasangan pembatas urinoir pada tembok menggunakan baut
fischer atau ramset dengan dibaut menggunakan mesin bor listrik.
n. Pekerjaan Pemasangan Wastafel
- Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas dan
menyesuaikan spesifikasi Wastafel.
- Marking tempat yang akan dipasang wastafel.
- Posisikan wastafel pada dinding sesuai gambar rencana, di mana lubang sekrup
wastafel berada tepat pada lubang bor di dinding. Berikutnya pasang sekrup
fischer pada lubang dinding untuk mencengkeram wastafel. Selanjutnya
kencangkan sekrup fischer menggunakan screw driver sehingga posisi wastafel
benar-benar stabil.
- Kemudian memasang alat-alat pelengkap yang menyertai produk wastafel yang
terdiri dari pipa sambungan keran, pipa leher angsa, dan keran air. Pasang pipa
sambungan keran dan keran air dengan menyambungkannya ke pipa saluran air
bersih, begitu pula dengan pipa leher angsa dihubungkan dengan pipa saluran air
kotor dan lubang pembuangan air wastafel.
- Melakukan pemeriksaan sambungan-sambungan pipa pada wastafel tersebut
terlebih dahulu, dengan membuka kran untuk mengetes alirannya. Jika masih ada
bagian-bagian pipa yang bocor lalu mengencangkan kembali pipa tersebut.
o. Pekerjaan Pemasangan Partisi Toilet Cubicle
- Bahan Phenolic Tebal 12 – 30 mm
- Pintu Cubicle lengkap dengan aksesoris; Kaki alumunium, Mohair strip, Head
section alumunium, Alumunium U-Channel Skrup.
- Kontraktor diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada Direksi
lapangan untuk mendapatkan persetujuan Pemberi tugas.
- Toilet Cubicle yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu macam saja.
- Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang
akurat, teliti dan tepat pada posisinya.
- Kondisi lapangan sudah terpasang keramik, saniter, dll
- Pemasangan Panel dan asesorisnya.
- Frekuensi pembersihan dan perawatan serta pemilihan bahan pembersih yang
cocok sangat tergantung pada penggunaan. Pembersihan dapat dilaksanakan
dengan air dan spons atau sikat lembut Apabila pengotoran lebih berat bisa
ditambahkan dengan aceton.
-
p. Pekerjaan Pemasangan Cermin
- Bahan dan Type sesuai dengan Perencanaan
- Ketebalan Cermin dan Bingkai harus mendapat persetujuan awal dari Pengawas
dan Direksi Lapangan
- Penempatan Cermin sesuai dengan Perencanaan
- Cermin dipasangan setelah pekerjaan finishing dinding telah selesai
q. Pekerjaan Instalasi Listrik (lampu, saklar, stop kontak, indor dan outdor)
- Pelaksanaan instalasi indoor
o Instalasi titik penerangan Kabel NYM 2x2,5 mm2+Conduit
o Instalasi Stop Kontak Biasa Kabel NYM 3x2,5 mm2+Conduit
o Masukkan kawat pancingan ke dalam pipa conduit sesuai groupnya
o Tarik kabel dengan bantuan kawat pancingan tersebut
o Tandai kabel kabel sesuai group dengan lakban dan spidol
o Sambungan kabel hanya boleh pada tee doos dan dengan las dop
o Merger kabel yang telah terpasang
- Pelaksanaan instalasi outdoor
o Marking jalur instalasi
o Tandai lokasi tiang lampu
o Gali jalur yang telah di marking
o Gelar kabel NYY sesuai dengan ukuran pada shop drawing sesuai
groupnya
o Timbun dengan pasir
o Urug kembali galian dengan tanah
- Pemasangan saklar dan stop kontak
o Marking jalur conduit pada dinding
o Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
o Pasang conduit dan inbow dos
o Tunggu sampai dinding plester akhir
- Pemasangan Lampu
o Matikan aliran listrik yang menuju lampu, jika kita kurang merasa aman
gunakan tes-pen (kadang ada kebocoran arus pada kabel Grounding =>
tespen menyala lemah => periksa instalasi untuk memastikan)
o Lepaskan lampu yang terpasang, dan simpan ditempat yang aman jika kita
akan menggunakannnya kembali.
o epaskan box lampu downlight dari plafond. Perhatikan baik-baik, jangan
melepas sembarangan. Setiap box memiliki pengait pada sisi sisinya.
o Potong kabel yang terhubung dengan alat pemotong (gunting atau
cutter).
o Hubungkan fitting dengan kabel lama. Lebih baik kita mencoba untk
menyalakannya pada posisi ini, untuk mengecek sambungan listrik yang
terpasang. Jika sudah menyala lanjutkan ke langkah berikutnya.
o Pasangkan fitting lampu yang baru kedalam lubang plafon. Jangan lupa
untuk mengaitkan kembali ke plafond untuk mencegah fiting lampu jatuh
o Pasang reflektor lampu.
o Pasang lampu PLC kedalam box
o Lakukan pengujian menyalakan lampu yang sudah terpasang
r. Pekerjaan Pengecatan Dinding
- Buat requset pekerjaan dan ajukan kepada Konsultan Pengawas.
- Dalam pengecatan dinding meliputi pengecatan dinding exterior (dinding luar)
dan dinding Interior (dinding dalam).
- Kerok cat dinding luar secara manual dengan alat yaitu skrap.
- Bersihkan permukaan dinding dari debu dan kotoran dengan kain lap.
- Lindungi bahan-bahan/pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan
dicat dengan kertas semen, koran dan lakban.
- Gunakan sekrap untuk memperbaiki bagian dinding yang retak dan kurang rata
dengan plamir,tunggu sampai kering.
- Haluskan plamur/sealer yang telah kering dengan amplas.
- Cek apakah permukaan dinding sudah rata.
- Aduk cat sesuai dengan petunjuk dari pabrik.
- Lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang yang luas dan dengan kuas
untuk bidang yang sempit
- Jika cat dasar sudah kering lakukan pengecatan ulang tahap selanjutnya sampai
finish dan hasilnya benar - benar rata.
3) Pekerjaan Utilitas
a. Buat requset pekerjaan, bahan/material, produk harus diajukan kepada Konsultan
Pengawas dan Direksi Lapangan
b. Spesifikasi serta Metode Pelaksanaan harus diajukan kepada pengawas sesuai ketentuan
pabrik/distributor.
c. Pekerjaan ini diantaranya adalah :
1. Pemasangan Conveyor Check-in dan Kedatangan
a. Pengadaan dan pemasangan conveyor belt lengkap dengan semua peralatan
yang dibutuhkan, berjalan lancar, aman sesuai dengan gambar dan memenuhi
spesifikasi yang diminta, dari merk yang ditentukan.
b. Pemborong harus menyediakan 1 (satu) set perkakas (toolkit) untuk keperluan
perawatan dan perbaikan, serta satu unit motor penggerak sebagai cadangan.
c. Pemborong berkewajiban melatih 2 orang operator, agar mengoperasikan
conveyor tersebut.
d. Penyerahan pekerjaan oleh pemborong harus dalam keadaan baik, siap pakai,
beroperasi dengan baik dan lancar.
e. Sebelum pekerjaan diserahkan, pemborong harus mengadakan
percobaan/testing operasional yang disaksikan oleh Direksi untuk menunjukan
bahwa conveyor bekerja dengan baik, lancar dan aman.
f. Pemborong tetap bertanggung jawab atas semua biaya perbaikan penggantian
suku cadang selama dalam masa jaminan (garansi) 6 bulan sejak tanggal
penyerahan.
g. Pekerjaan terdiri dari 2 unit yang terdiri dari conveyor belt tipe linier Kedatangan
dan Keberangkatan dengan kriteria sebagai berikut :
- Melaksaakan pengadaan sistem ban berjalan (Conveyor belt) type linier
dengan Panjang 15 meter dan lebar 1,2 meter yang dijalankan
menggunakan motor tenaga listrik 380 V, 3 Phase 50 Hz (satu set di
terminal keberangkatan sebagai pengumpul, satu set di terminal
kedatangan).
- Melaksanakan pengadaan sistem ban berjalan (conveyor belt) type
linier dengan panjang 5 meter dan lebar 1,2 meter yang dijalankan
menggunakan motor tenaga listrik 380 V, e Phase 50 Hz (ditempatkan
setelah conveyor pengumpul menuju peralatan X-Ray).
- Melaksanakan pengadaan conveyor belt weight scale tipe linier dengan
dimensi Panjang ± 2 (dua) meter dan lebar ± 0,65 meter yang dijalankan
menggunakan tenaga listrik 380 V, 3 phase 50 Hz, dengan Weight Scale
Digital kapasitas 150 Kg lengkap termasuk monitor serta dikalibrasi oleh
Instansi berwenang.
- Melaksanakan pengadaan Roller Conveyor dengan Panjang 4 meter
dan lebar ± 1 (satu) meter, sebagai pengumpul bagasi sebelum diangkut
ke pesawat, ditempatkan pada Terminal Keberangkatan dan
Kedatangan.
- Pengadaan panel control system type Free standing untuk mengatur
pengoperasian weight scale conveyor dan collector conveyor dan
conveyor kedatangan.
- Melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan bantu instalasi berikut
kelengkapan accesoriesnya serta pengaman MCB dipasang pada panel
distribusi.
- Melaksanakan pangadaan Motorized security roller door dan draught
curtain.
- Melaksanakan pengadaan kabel power NYY 4 x 16 mm2/1kV
- Melaksanakan pengadaan kelengkapan electrode tanah yang meliputi
copper/galvanized steel rod 5/8” dan kawat BC 35 mm2
h. Perlengkapan – perlengkapan lain
- Conveyor belt harus dilengkapi dengan peralatan pengatur
kekencangan belt
- Roll penggerak harus dilapisi dengan lapisan gesek (frictio layer).
- Pada ujung gravity dipasang penahan barang.
- Emergency stop button
- On/off push button.
- Lampu-lampu penunjuk (indicator lamp).
i. Semua bahan yang dipakai harus sesuai dengan iklim Indonesia dan terlindungi
terhadap karat.
j. Perlu diatasi adanya getaran yaitu peredam terhadap getaran yang mungkin
timbul.
k. Pemasangan center line dengan conveyor belt/sesuai gambar.
l. Pekerjaan harus baik dan rapih.
m. Sebelum pekerjaan diserahkan pemborong harus menyesiakan satu set
perkakas (toolkit) untuk keperluan penawaran dan perbaikan.
n. Pada ujung gravity roller dipasang penahan barang.
o. Semua bahan yang dipakai sesuai dengan iklim Indonesia dan terlindung dari
karat dan sebelum digunakan harus mendapat persetujuan dari Direksi terlebih
dahulu.
2. Pemasangan Escalator
Spesifikasi Teknis ini menjelaskan tentang uraian dan syarat-syarat dalam hal penyediaan
dan pemasangan seluruh peralatan serta bekerjanya seluruh sistem dan instalasi Excalator
yang terpasang di dalam bangunan Bandara seperti yang tertera pada gambar rencana atau
bagian dari Spesifikasi Teknis ini;
1. Excalator (inclination angle 30°) :
Data Teknis Excalator :
a. Riser / Elevasi : 7 Meter
b. Sudut Kemiringan : 30 derajat
c. Daya : 11 kw
d. Catu Daya masuk : AC220-480V / 50-60Hz
e. Catu Daya motor : 3 Phase Induction Motor
f. Warna Handrail : Hitam
g. Ukuran Anak Tanggal : 1000 mm
h. Clading Excalator : SUS 304 Thickness 1,2mm
2. Standard Safety Features (Excalators):
a. Handrail guard switch
b. Broken drive chain switch c. Skirt switches
c. Emergency stop button & star switch
d. Broken step chain (link) switches car arrival gong f. Step up thrust switch
e. Magnetic brake
f. Over / Under speed switch
g. Over Load relay
h. Comb plate switch k. Hold handrail sign
i. Step demarcatin lines
j. Bagian bawah excalators wajib diberi cover bahan stainless steel tebal minimal 2mm
lengkap dengan rangka yang dipasangkan sedemikian rupa agar dapat menguatkan
pasangan plat/sheet cover stainless steel.
3. Panel Kontrol :
a. Penempatan dan pemasangan panel kontrol harus disesuaikan dengan kondisi ruang
mesin. Letak Panel kontrol harus cukup ventilasi dan dipertimbangkan ruang gerak
untuk keperluan maintenance. Boxes panel terbuat dari plat baja tebal minimal 2mm
dengan rangka penguat dan di Cat anti karat (zinchromate) dan finishing duco, bahan
cat ICI atau Danapaints.
b. Seluruh kabel yang masuk atau keluar panel dilengkapi dengan cable gland, kabel
diletakkan pada rack kabel diklamp (cables ties) dan selain yang disebutkan diatas
juga disediakan remote panel kontrol berupa Supervisory Panel yang digunakan
untuk memonitor seluruh kinerja Excalators yang ditempatkan pada ruang kontrol.
3. Pemasangan FIDS Terminal
- Dalam pemasangan FIDS pada bangunan Terminal harus meliputi semua
komponen yang mendukung pengoperasian FIDS termasuk server penunjang.
Spesifikasi Server FIDS diantaranya sebagai berikut :
· Platform : Intel Xeon Quad Core E5620
· Clock Speed : 2.4 GHz
· Frontside bus : 1066 MHz
· Cache : 4 MB
· Hardisk : 2 x 146 GB Hotplug SAS
· Form Factor : 2U
· Optical Disk : DVD Rom
· Ethernet Port : Dual Port Gigabit NIC 10/100/1000
· Power Supply : Redundant Power Supply
· Memory : 8 GB DDR3 1333 MHz
- Pemasangan instalasi kabel FIDS adalah sebagai berikut :
1. Kabel dan Conduit
a. Semua kabel yang dipasang mendatar harus dipasang di trunking
kabel.
b. Semua kabel yang dipasang di shaft secara vertikal harus dipasang
pada tangga kabel.
c. Konduit harus diklem ke struktur bangunan dengan sadle klem.
d. Semua kabel yang keluar masuk kabel tray harus menggunakan
flexible conduit.
2. Trunking Kabel dan Tangga Kabel
a. Tangga kabel harus dipasang horizontal.
b. Tangga kabel dipasang ke dinding shaft dengan memakai 3 buah
dinabolt berukuran 1/2″ x 2″ pada jarak 75 cm.
c. Kabel tray digantung di lantai bangunan dengan dinabolt berukuran
1/2″ x 2″.
- Pada akhir pemasangan harus dilakukan pengujian, setelah pengujian pelaksana
pekerjaan harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system FIDS bahwa
hasil pengujiannya adalah baik.
4. Pemasangan Public Annaounce System (PAS), Sound System dan TV Terminal
instalasi Flight Information Display System yang terpasang di dalam bangunan Bandara seperti
yang tertera pada gambar rencana atau bagian dari Spesifikasi Teknis ini :
1) Power Amplifier
Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana
dan tegangan output 70 V/100 V dan frekuensi response antara 50 Hz sampai dengan
20 kHz. Distortion kurang dari 1% pada batas frekuensi.
2) Mixer Pre Amplifier
Mixer Pre Amplifier harus memiliki supervised input emergency microphone dengan
hand-held microphone dan RJ45 standard connector dan shielded Cat-5 cable serta
analog microphone input yang akan mempunyai input sensitive variable 200 mV/2V.
3) Ceiling Loud Speaker
Loud speaker harus mempunyai frekuensi antara 80 Hz sampai dengan 18 kHz.
Mempunyai diameter 6 inchi, dengan sensitivitas tidak kurang dari 92 dB max. Loud
speaker dilengkapi dengan matching trafo 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt.
4) Horn Speaker
Horn speaker harus mempunyai frekuensi 480 Hz – 5.5 kHz, dengan sound pressure
level ± 118 dB max. Power input (max) = 15 W. Impedance ± 10 Kohm.
5) Microphone
Paging Microphone type Dynamic Microphone dengan flexible microphone stem,
Patern UniDirectional condenser, selectable gain dan Frekuensi response antara 100
Hz sampai dengan 16 kHz. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to
Talk Switch dan 6-selectable zone.
6) Volume Control/Attentuator
Volume Control/Attenuator mempunyai minimal 5 step pembesaran volume. Input
Range : 0,5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan.
7) Digital Announcer/MessageManager
Berbasis pada micro-processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi
dari perintah panel Fire Alarm setara kualitas CD serta mampu memutar ulang
pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia, memenuhi
standard EVAC.
Contact relay : Emergency active relay, call active relay, fault relay.
Power : DC 24 Volt, 220 Volt + 10% - 50/60 Hz.
8) DVD/CD Player
Frequency Response : 2 Hz – 20 kHz (+1/-3 dB)
Distortion : < 0.1% S/N
Ratio : > 90 dB
Capacity player : DVD/CD, MP3
9) Terminal Box
Terminal Box terbuat dari plat baja tebal 1,2 mm ukuran 400 x 600 x 150 mm untuk
ukuran besar dan 300 x 500 x 150 mm untuk ukuran kecil dengan finishing cat bakar
atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas/Konsultan Manajemen Konstruksi.
10) Pipa Konduit
Semua kabel harus dipasang di dalam pipa konduit PVC High impact dia. 20 mm, baik
yang di atas plafond (horizontal) maupun yang di dinding/tembok/beton (vertikal).
Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow.
Seluruh kotak sambungan, persimpangan, dan lain‑lain harus dipasang tertutup
sehingga tidak akan masuk benda-benda lain ke dalam kotak tersebut. Seluruh saluran
ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.
Untuk instalasi yang menyeberang jalan harus menggunakan jenis konduit galvanis.
11) Kabel
Jenis kabel yang digunakan untuk instalasi fire alarm adalah sebagai berikut :
➢ NYMHY 3 x 1,5 mm2 : dari peralatan utama menuju terminal box untuk masing-masing
zone, dan instalasi volume control.
➢ NYMHY 2 X 1,5 mm2 : untuk instalasi ceiling speaker.
➢ Instalasi pengkabelan lainnya seperti yang ditunjukkan dalam gambar.
Pemasangan Instalasi
1) Instalasi ke semua kabel yang terpasang di bawah plat beton (ceiling speaker dan
attenuator) adalah outbow menggunakan pipa high impact dia. 20 mm. Instalasi ini
klem setiap jarak 60 cm. Klem yang dipakai ke plat beton, menggunakan ramset,
dynabolt. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik.
2) Semua kabel yang melalui shaft (dari peralatan utama ke Terminal Box) adalah outbow,
menggunakan pipa high impact dia. 20 mm. Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau
tangga kabel, dan klem setiap 100 cm.
3) Penyambungan‑penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan
menggunakan Electrical Spring Connector, Durados atau Cable Connection.
4) Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow, menggunakan pipa high
Impact dia. 20 mm.
5) Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat dalam box dan
dilindungi dari cacat dalam box, dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan
estetika ruang. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan
sudut pancaran speakernya.
6) Rack Cabinet terpasang free standing di ruang monitor, sesuai gambar rencana.
7) Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari
sistem pentanahan.
Jumlah/kuantitas sesuai dengan Bill of Quantity dalam Perencanaan
G. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari kegiatan ini adalah pemenuhan dan optimalisasi prasarana bandara terutama gedung
terminal penumpang serta kebutuhan operasional Bandar Udara sehingga tercipta
keamanan,keselamatan, kenyamanan dan pelayanan yang memuaskan.
H. LOKASI KEGIATAN
Lokasi pekerjaan tersebut akan dilaksanakan di Bandar Udara Tanah Merah di Distrik mandobo
Kabupaten Boven Digoel Propinsi Papua.
I. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang lingkup pekerjaan konstruksi meliputi :
a. Menyediakan tenaga kerja yang ahli dan terampil, bahan-bahan, peralatan berikut alat bantu
lainnya;
b. Melakukan pekerjaan konstruksi dengan item pekerjaan sebagai berikut :
1) Pekerjaan Struktur
2) Pekerjaan Arsitektur
3) Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
4) Pekerjaan Pengecatan
5) Pekerjaan Utilitas
6) Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
J. PERSYARATAN TEKNIS PESERTA
1) Peralatan utama yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
JENIS PERALATAN KAP. JUMLAH
NO
3 Unit
1 Dump Truck 3-4 M3
Concrete Mixer > 0.3 M3 1 Unit
2
Concrete Vibrator > 5.5 Hp 1 Unit
3
Generator Set > 5.0 Kva 1 Unit
4
Cutting
1 Unit
5 Bar Cutter
6-12mm
Mesin Travo Las Listrik 1300 Watt 2 Unit
6
a. Personel manajerial yang dibutuhkan dan/atau ditawarkan sesuai dengan yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan, dengan ketentuan:
1) Personel manajerial yang disyaratkan meliputi jabatan:
PENGALAMAN
JABATAN DALAM JUMLAH
NO SKK/SERTIFIKAT KERJA
PROYEK (ORANG)
PROFESIONAL
SKK Manajer Lapangan
Pelaksana Pekerjaan
1 Pelaksana Gedung (Jenjang 6)/ SKT 1 orang 2 Tahun
Pelaksana Bangunan
Gedung
Petugas
Sertifikat K3 Konstruksi /
2 Keselamatan Ahli K3 1 orang 0 Tahun
Konstruksi
Konstruksi
b. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK):
Peserta menyampaikan rencana keselamatan konstruksi sesuai tabel jenis pekerjaan dan
identifikasi bahayanya di bawah ini;
Identifikasi
No. Uraian Pekerjaan
Bahaya
1. Pe kerjaan Instalasi Tersengat Listrik, Terjatuh
c. Pekerjaan yang disub kontrakan : Pekerjaan Pengecatan dalam ( Interior)
b) Persyaratan Kualifikasi.
a. Peserta yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) maka Jumlah anggota KSO dapat
dilakukan dengan batasan paling banyak 3 (tiga) perusahaan dalam 1 (satu) kerjasama
operasi;
b. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan usaha di bidang jasa konstruksi :
Ijin Usaha jasa konstruksi (IUJK) yang masih berlaku atau Nomor Induk Berusaha (NIB
KBLI 2020 - 41019)
c. Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha Kecil, serta disyaratkan
sub bidang klasifikasi/layanan subklasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Gedung
Lainnya (BG009) KBLI 2015 atau Konstruksi Gedung Lainnya (BG009) KBLI 2020 - 41019.
d. Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan (SPT Tahunan) tahun pajak
2022 serta memiliki status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi
Status Wajib Pajak;
Tanah Merah, 30 Desember 2023
PEJABAT PENANDATANGAN KONTRAK
KANTOR UPBU TANAH MERAH
EXSAN BIN HATIM
NIP. 19830127 200712 1 001| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 30 July 2024 | Pembangunan Rumah Susun Polda Papua Tahap II | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 14,943,000,000 |
| 15 March 2022 | Pembangunan Gedung Kantor Uppd/Samsat Keerom | Provinsi Papua | Rp 9,830,000,000 |
| 21 February 2022 | Kontruksi Pemb. Rumsus Yon A Pelopor Di Koya Koso Jayapura T. 38 M 20 Unit Dan Fasum T.A. 2022 | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 7,855,000,000 |
| 31 January 2020 | Pemenuhan Standar Pagar Bandara | Kementerian Perhubungan | Rp 5,782,000,000 |
| 7 July 2022 | Pembangunan Rumah Susun Universitas Panca Budi Medan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,837,929,000 |
| 1 February 2024 | Pembangunan Lapangan Terbang Amo Distrik Amuma Kabupaten Yahukimo | Kementerian Perhubungan | Rp 4,805,000,000 |
| 24 March 2023 | Belanja Modal Pembangunan Gudang Obat | Kab. Asmat | Rp 4,764,049,230 |
| 16 August 2023 | Pembangunan Talud Grosir Ilaga | Kab. Puncak | Rp 4,250,000,000 |
| 22 June 2021 | Pembangunan Bantuan Rumah Khusus Type 36 M2 Di Distrik Agats (12 Unit) | Kab. Asmat | Rp 3,841,151,760 |
| 1 February 2024 | Pemenuhan Pagar Sisi Udara Dengan Wiremesh Arah Runway 07 Dan 25 | Kementerian Perhubungan | Rp 3,825,500,000 |