| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0019374065805000 | Rp 53,037,304,317 | - | |
| 0014098453806000 | Rp 54,853,108,472 | - | |
| 0313946709532000 | Rp 51,182,169,184 | Tidak Melampirkan : NIB Pemberi dukungan Tiang pancang, Sertifikat Distributor/Surat Penunjukan Distributor dari pabrik apabila surat dukungan dari distributor/aplikator Composite Wrapping | |
| 0011141454018000 | Rp 58,010,130,437 | Tidak menyampaikan jaminan penawaran | |
| 0752728139303000 | - | - | |
| 0028216265805000 | - | - | |
| 0022000228123000 | - | - | |
| 0032226516951000 | - | - | |
PT Poros Network Nusantara | 0029794427014000 | - | - |
| 0438564890943000 | - | - | |
PT Mallindo Persada Makmur | 0016421745941000 | - | - |
| 0755128766805000 | - | - | |
CV Kiel Jaya Bersama | 09*6**4****23**0 | - | - |
| 0661587030424000 | - | - | |
| 0028688471026000 | - | - | |
| 0015113012942000 | - | - | |
| 0022078208615000 | - | - | |
CV Wenny Sakti | 00*1**3****21**0 | - | - |
| 0531885598805000 | - | - | |
CV Tona Jaya Abadi | 03*6**0****11**0 | - | - |
PT Iman Karunia Karya | 05*5**5****43**0 | - | - |
PT Gunung Baja Permata | 09*1**9****35**0 | - | - |
| 0017423468105000 | - | - | |
| 0019715663805000 | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | |
Cemerlang Air Cond | 00*1**2****01**0 | - | - |
Ahli Dunia | 09*1**1****04**0 | - | - |
| 0012094959722000 | - | - | |
CV Azqha Aldebaran | 06*5**4****43**0 | - | - |
| 0033386723952000 | - | - | |
Pendawa Lima Utama | 0012394391322000 | - | - |
| 0022633416124000 | - | - |
Maksud danTujuan :
a. Maksud
Berdasarkan pada Rencana lnduk Pelabuhan Matui, maka rencananya akan
dibangun/dikembangkan Fasilitas-fasilitas sisi Laut Pelabuhan maka perlu
diwujudkan sistem transportasi laut yang terintegrasi.
b. Tujuan
Pelabuhan Matui, akan dibangun atau dikembangkan Fasilitas-fasilitas Pelabuhan
Berdasarkan pada Rencana lnduk Pelabuhan Matui, bila perairan Pelabuhan Matui
dapat dikembangkan akan semakin terpacu dan pertumbuhan pengembangan
Wilayah di Kabupaten Halmahera Barat akan semakin meningkat, maka perlu
diwujudkan sistem transportasi laut yang terintegrasi untuk kelancaran pelayanan
kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut..
2. Latar Belakang
Berdasarkan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Fasilitas Pokok Pelabuhan
Matui pada tahun 2021 yang lakukan oleh PT. Mitra Reka Nusa Engineering Consultants.
Pekerjaan DED dimaksud untuk mengetahui perencanaan pembangunan/rehabilitasi
kondisi pelabuhan di lokasi kajian dalam rangka melakukan desain konstruksi dermaga
dan fasilitas pelabuhan lainnya secara ekonomis sesuai persyaratan teknis dalam suatu
tata letak yang menunjang operasional pelayaran .
1. Untuk mendapatkan informasi mengenai lokasi pelabuhan, fasilitas eksisting,
daerah hinterland dan rencana pengembangan;
2. Mengidentifikasi kerusakan dan permasalahan pada fasilitas pelabuhan eksisting;
3. Membuat desain teknis untuk pembangunan pelabuhan dan fasilitas lainnya serta
dokumen tender yang dibutuhkan dalam pelaksanaan konstruksi;
4. Mendapatkan gambaran kondisi eksisting dan kesesuaian dengan masterplan
dan RIP Pelabuhan Matui dalam pengembangan pelabuhan sehingga
terbentuklah pelabuhan yang tepat guna sesuai dengan fungsi dan perannya;
5. Merencanakan dan melakukan perbaikan pelabuhan yang diperlukan dalam
merehab pelabuhan sehingga terbentuk pelabuhan yang tepat guna sesuai
dengan fungsi dan perannya.
6. Pelabuhan Matui telah beroperasi melakukan kegiatan bongkar muat barang
setelah diresmikan oleh Yth. Bapak Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada
tanggal 3 Maret 2017.
Perwujudan sistem transportasi sesuai dengan kondisi eksisting dan kebutuhan akan
fasilitas standar Pelabuhan Matui ditujukan untuk meningkatkan kinerja Pelabuhan yang
ada melalui penambahan fasilitas, tetapi juga ditujukan untuk melakukan pengembangan
dan perluasan pelayanan Pelabuhan yakni dengan jalan Pembangunan Lapangan Parkir
dan Gedung Lainnya untuk peningkatan kinerja operasional pelabuhan dalam memberikan
pelayanan yang maksimal kepada pengguna jasa.
3. Justifikasi
➢ Lokasi Pembangunan dan Perkuatan Fasilitas Pelabuhan Matui terletak pada
koordinat geografis 1º03’25.80” LU, 127º 28’09.38” BT yaitu di Desa Matui
Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara;
➢ Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Matui, sangat diperlukan guna mendorong
peningkatan kualitas kinerja pegawai dalam melakukan rutinitas pelayanan terhadap
pengguna jasa transportasi laut.
1. Gambaran Umum Wilayah
a. Letak dan Geografi Wilayah Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Barat secara geografis terletak diantara 1o 48’ LU - 0o 48’
LU dan 127o16’00” BT - 127o 16’ 01’ BT. Luas Kabupaten Halmahera Barat
tercatat seluas 14.823,16 km2 dengan luas daratan 2.361,56 km2 dan luas
lautan 12.461,60 km2. Karena letaknya di sekitar garis khatulistiwa, Kabupaten
Halmahera Barat beriklim tropis dengan suhu rata-rata 28,05oC dan kelembaban
73-82%, serta curah hujan 1500 mm/tahun. Kabupaten Halmahera Barat
mempunyai ketinggian 0-700 m dpl (diatas permukaan laut), dengan batas
wilayah sebagai berikut :
- Sebelah utara : Kec. Loloda Utara (Kab. Halmahera Utara) dan
Samudera Pasifik.
- Sebelah selatan : Kota Tidore Kepulauan dan Ka. Halmahera Timur
- Sebelah timur : Kabupaten Halmahera Utara
- Sebelah barat : Kota Ternate dan Laut Maluku.
b. Administratif Wilayah Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Barat merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara
yang merupakan salah satu kabupaten yang dimekarkan dari Kabupaten
Maluku Utara yang semula merupakan Kabupaten Induk berdasarkan
Undang -undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten
Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera
Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Sula Kepulauan dan Kota
Tidore Kepulauan pada tanggal 25 Februari2003. Kabupaten Halmahera Barat
dengan Ibukota Jailolo semula terdiri dari 5 (lima) kecamatan tapi pada tahun
2005 dimekarkan menjadi 9 (sembilan) kecamatan, yaitu: Ibu, Ibu Selatan, Ibu
Utara, Jailolo, Jailolo Selatan, Jailolo Timur, Sahu, Sahu Timur dan Loloda.
Secara keseluruhan wilayah Kabupaten Halmahera Barat membawahi 133
desa. Di mana luas desa dan jumlah desa sangat bervariasi antar satu
kecamatan dengan kecamatan yang lain. Kecamatan yang mempunyai wilayah
paling luas adalah Kecamatan Ibu yaitu 39,96% dari luas Wilayah
Kabupaten Halmahera Barat, dan kecamatan yang mempunyai wilayah
paling kecil adalah Kecamatan Jailolo yaitu 4,80% dari luas Wilayah
Kabupaten Halmahera Barat.
Sumber : BAPPEDA Kabupaten Halmahera Barat
Gambar 1. Persentase Luas Wilayah Menurut Kec. di Kab. Halbar, 2014
Gambar 2. Peta Administrasi Kabupaten Halmahera Barat
c. Profil Perekonomian Kabupaten Halmahera Barat
Kabupaten Halmahera Barat pertumbuhan ekonomi rata-rata meningkat per
tahun dan tingkat pendapatan masyarakat dengan tolak ukur Product
Domestic Regional Bruto (PDRB) , dengan masyarakat bermata-pencaharian
sebagian besar sebagai petani-nelayan.
Tabel 1. Penduduk dan PDRB Kab. Halmahera Barat
Pendudu PDRBHargaBerlaku PDRBHarga
NO TAHUN
k (jutaRp) Konstan(jutaRp)
(jiwa)
1 2010 100.424 942,543.5 942,543.5
2 2011 102.845 1,
9
0 59,957.0
9
99 9,334.9
3 2012 103.128
2
1, 185,471.0 1,
4
0 58,316.7
3 1
4 2013 106.791 1,311,255.1 1,119,119.9
5 2014 108.769
1
1, 463,987.7
8
1, 179,568.5
8 8
Sumber : Kab. Hamahera Barat Dalam Angka Tahun 2010-2014.
Pertumbuhan ekonomi di kabupaten ini salah satunya didukung oleh sektor
pertanian tanaman pangan dengan jenis tanaman pangan yang sangat cocok
dengan keadaan geografis wilayah adalah tanaman padi sawah, padi ladang,
jagung, kacang tanah, kacang hijau, kedelai, dan ubi kayu serta ubi jalar. Jenis
tanaman pangan yang menjadi unggulan untuk dikembangkan adalah tanaman
padi dan jagung yang direncanakan untuk dijadikan komoditi unggulan sebagai
daerah lumbung pangan. Luas lahan padi gogo sekitar 160 hektar luas yang
menghasilkan gabah saat dipanen seberat 332 ton. Untuk jenis buahbuahan
beberapa tanaman yang dianggap cocok untuk dikembangkan diantarannya
buah langsat, rambutan, durian, nangka, jeruk siam, pisang, salak, dan mangga
serta alpukat. Selain itu pula beberapa jenis sayuran yang dibudidayakan yaitu
kacang panjang, buncis, sawi, bayam, kangkung, labu, ketimum, cabai, yang
dikembangkan di daerah Jailolo Selatan, Sahu, dan Ibu. Dengan luas lahan
pertanian yang tersedia yaitu seluas 106.663 Ha dimana luas lahan yang sudah
diolah sebesar 15.827 Ha dan yang belum diolah seluas 90.836 Ha. Komoditas
pertanian yang diunggulkan oleh daerah ini yaitu padi, jagung, kacang tanah,
dan buah-buahan seperti langsat, durian, dan jeruk serta rambutan. Di
Kabupaten Halmahera Barat tersedia lahan seluas 16.302 Ha yang dijadikan
sebagai lahan perkebunan untuk dikembangkan sebagai unggulan sub sektor
perkebunan dengan jenis tanaman keras/jangka panjang, telah dikelola
diantarannya tanaman kelapa, pala, cengkeh, coklat dan kopi. Untuk hasil
perkebunan sendiri diperdagangkan ke Surabaya, Makassar, dan Manado.
Hasil perkebunannya berupa kelapa, cengkeh, kakao, pala, kapuk, dan kayu
manis. Perkebunan menjadi tempat bergantung sekitar 23.000 petani
memainkan peran yang berarti bagi perekonomian Halmahera Barat. Pada sub
sektor peternakan jenis ternak yang sangat cocok untuk dikembangbiakan yaitu
sapi potong, kambing, dan jenis unggas seperti ayam buras, ayam pedaging,
ayam petelur, itik, dan burung puyuh. Daerah yang dikenal sebagai penghasil
sapi potong terbesar di Maluku Utara ini telah memperoleh bantuan Pemerintah
untuk pengembangbiakan jenis sapi unggulan untuk memenuhi kebutuhan
daging sapi sebagai konsumsi masyararakat baik di daerah Maluku Utara
maupun daerah lain di Indonesia. Kabupaten Halmahera Barat juga memilliki
potensi di bidang kehutanan, dengan luas lahan hutan yang dimiliki yaitu seluas
+241.132,00 Ha dimana luas ini dibagi dalam beberapa jenis hutan yaitu :
1. Hutan lindung 74.011.00 Ha;
2. Hutan Rakyat 1.659,50 Ha;
3. Hutan Produksi (HTP,HP,HPK) 65.435,00 Ha;
4. Hutan Tanaman Industri (HTI) 10.000,00 Ha;
5. Areal Penggunaan Lain 90.026,50 Ha.
Dari jenis hutan diatas, luas areal hutan yang telah dikelola sebagai Hutan
Produksi yaitu seluas 1.800,00 Ha. Pengelolaan hasil hutan pada luas areal
hutan tersebut sampai dengan tahun 2005 baru terdapat 1 buah Perusahaan
Swasta Nasional yang mengelola Hutan Produksi yaitu PT. TAIWI, namun
dalam waktu dekat akan berinvestasi pula 1 Perusahaan yang bergerak di
bidang yang sama dalam pengelolaan hasil hutan. Jenis komoditi hutan yang
menjadi andalan yaitu jenis kayu cempaka, agathis dan lain -lain. Sementara
jenis hasil hutan non Kayu yaitu rotan dan damar. Jenis Komoditi unggulan di
sektor Perikanan yang diminati di kabupaten ini yaitu jenis ikan cakalang.
Dengan ketersediaan Potensi Lestari
33.547,75 ton/tahun dan Standing Stock 67.082,125 ton/tahun. Pengembangan
hasil tangkapan ikan untuk wilayah ini juga diarahkan untuk penangkapan ikan
jenis pelagis besar (cakalang, tuna, tongkol) dan ikan pelagis kecil serta ikan-
ikan demersal dan non ikan. Selain perkebunan dan pertanian lahan kering,
sektor industri pengolahan juga menjadi salah satu penggerak perekonomian
di Kabupaten Halmahera Barat. Kecamatan Jailolo merupakan pusat industri
pengolahan dengan andalan utama komoditas ekspor berbahan baku kayu.
Ada terdapat dua jenis kegiatan industri yang berkembang yaitu Industri
Pengolahan Kayu Lapis yang dikelola olah PT.Tunggal Agathis Indah Wood
Industries (TAIWI) yang terletak di Desa Sidangoli Kecamatan Jailolo Selatan
serta Industri Rumah Tangga berupa pandai besi di Kecamatan Sahu dan
kerajinan rotan di Kecamatan Jailolo Selatan. Kayu bagi wilayah tersebut
merupakan komoditas unggulan untuk memasukkan devisa. Tentunya prioritas
utama mencukupi lebih dulu kebutuhan industri pengolahan di wilayahnya
masing-masing. Perut bumi Halmahera Barat juga menyimpan kekayaan bahan
galian logam dan non logam. Menurut data Dinas Pertambangan dan Energi
Provinsi Maluku Utara di Kecamatan Loloda terdapat kandungan emas,
mangan, tembaga, pasir besi, batu bara, dan perlit. Belum ada data berapa
besar kandungan kekayaan yang terdapat di kecamatan ini. Ekspor wilayah ini
cukup menggembirakan. Produk- produk lokal yang di ekspor terdiri dari kayu
bulat, kayu lapis, kayu olahan, ikan beku, ikan karang hidup, lobster, dan nikel.
Komoditas tersebut dikirim ke Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang,
Hongkong, Korea, Taiwan, dan Cina. Untuk negara Eropa diwakili Belanda dan
Belgia, sedangkan Timur Tengah ke negara Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab
Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Aljazair. Sektor pariwisata adalah salah satu
potensi unggulan yang dikembangkan dengan jenis wisata yang ditawarkan
yaitu jenis wisata alam, budaya dan sejarah.
Dari wisata alam ada beberapa jenis potensi diantaranya:
1. Panorama Alam, Puncak Gunung Gamkonora Kecamatan Ibu;
2. Sumber Air Panas di Kecamatan Jailolo;
3. Air Terjun Goal dan Telaga Rano di Kecamatan Sahu;
4. Air Terjun Tetala di Kecamatan Loloda.
Wisata Bahari yang ditawarkan yaitu :
1. Panorama Pantai Idam Dehe di Kecamatan Jailolo;
2. Pulau Tahafo dan Pulau Dodengo di Kecamatan Ibu.
Wisata Flora dan Fauna yang ditawarkan yaitu: Burung Bidadari, burung Maleo,
Nuri dan Kaka Tua terdapat di Kecamatan Jailolo. Selain itu yang tidak kalah
menariknya adalah Wisata Budaya dimana dapat dijumpai beberapa ragam
budaya di Halmahera Barat dengan Rumah Adat, Tari-Tarian Daerah Misalnya
Tari Kabata, Tari Moro-Moro, Tari Tuala Hulo yang terdapat di kecamatan
Jailolo. Ada juga rumah adat yang terdapat di Kecamatan Sahu dan juga
suguhan Tarian Legu dan Salai.
d. Data Sektor Unggulan Potensi Wilayah Kab. Halmahera Barat
Potensi wilayah Halmahera Barat meliputi berbagai bidang antara lain
pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan dan pariwisata.
1. Kekayaan Alam Hayati
Kabupaten Halmahera Barat adalah salah satu kabupaten dengan
kekayaan alam hayati yang cukup besar kandungannya. Keadaan alam
yang sangat menguntungkan untuk mengembangkan produksi padi dan
palawija, peternakan, perikanan dan produksi kayu .
- Padi dan Palawija.
Produksi padi dan palawija yang terdiri dari padi sawah, padi lading,
jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai, pada
tahun 2009 sebesar 24.828,1 Ton meningkat pada tahun 2012
menjadi 43.897,0 Ton. Peningkatan terbesar terjadi pada padi sawah,
yang pada tahun 2009 sebesar 428 Ton menjadi sebesar 2.646 Ton,
- Peternakan.
Ternak yang tercatat adalah Sapi, Kambing dan babi, dan
populasi ternak menurut jenis tahun 2009 hingga 2012 adalah
sebagai berikut.
Tabel 2. Populasi Ternak di Halmahera Barat
JenisTernak 2009 2010 2011 2012
(ekor) (ekor) (ekor) (ekor)
SapiKam 8.719 9.588 9.935 11.582
bingBabi 10.924 12.325 14.300 15.512
24.791 29.205 27.551 28.860
Sumber:BPS-Halmaheradalamangka
- Perikanan.
Yang tercatat untuk perikanan adalah ; perikanan laut, perikanan darat
dari air payau dan kolam serta rumput laut.
Produksi perikanan tahun 2009 hingga 2012 dapat dilihat sebagai
berikut.
Tabel 3. Produksi Perikanan di Halmahera Barat (Ton)
Jeni 2009 2010 2011 2012
Perikasn anLaut 5.137,05 11.078 363.345 12.621
Sumber:BPS-Halmaheradalamangka
- Produksi Kayu.
Pada tahun 2007 Potensi produksi di dominasi oleh kayu bulat olahan,
yang kemudian pada tahun 2009 di dominasi oleh rotan.
Produksi Kayu tahun 2007 hingga tahun 2010 terlihat sebagai berikut
:
Jenis 2007 2008 2009 2010
Kayubulatcampuran 6.567,84 31.860,57 6.496,22 -
Kayuolahan 90.380,94 75.666,36 10.097,96 1.055,05
Rotan 80.160,00 25.333,00 152.192,00 -
Tabel 4.Produksi Kayu berdasarkan Jenis di Halmahera Barat (m3)
2. Bahan Galian
Kabupaten Halmahera Barat mempunyai kandungan bahan galian non
logam cukup besar, yang sebagaian belum di kelola. Hingga tahun 2010,
besarnya cadangan kandungan adalah sebagai berikut :
Tabel 5. Bahan Galian sesuai lokasi di Halmahera Barat
Bahangalian Lokasi Cadangan Status
Andesit Jailolo Jailolo dan 17.306.380,570m3 Belum dikelola
Kaolin Jailolo selatan 5.800.000 m3 Dieksplorasi
Jailolo dan Jailolo Belum
BatuApung selatan Jailolo,Ibu 20.475.000 m3 dikelola
Selatan Dieksploras
Sirtu
Jailolo selatan
235.000 m3
i Belum
dikelola
Gips 6.000.000 m3
2. Kondisi Eksisting Pelabuhan Matui
Pelabuhan Matui secara administrasi berada pada Desa Matui, Kecamatan
Jailolo, Kabupaten Halmahera, Barat Provinsi Maluku Utara, Kecamatan Jailolo
sendiri berada pada koordinat 1° 0’57,39” LU dan 127° 29’30,90” BT.
Berdasarkan sertipikat Badan Pertanahan Nasional No 27.02.01.25.4.0001
menyatakan hak pakai atas nama pemegang hak adalah Kementerian Perhubungan
dengan luas 4.569 m2. lahan darat pelabuhan Matui merupakan hasil urugan
sehingga lahan sebelah barat, utara, timur berbatasan dengan laut teluk jailolo
sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan lahan milik masyarakat.
Kegiatan bongkar muat peti kemas dilakukan pada awal tahun 2020
tepatnya tanggal 11 Januari 2020 menggunakan kapal TOL Laut Logistik Nusantara
3 dengan bobot 3.900 DWT / 3.040 GT (Loa 80 m, lebar 15, draught 5,8 m). adapun
jenis kontainer yang digunakan tipe 20 ft dengan panjang 6 meter, lebar 2,5 m dan
tinggi 2,5 m dan kapasitas muat sebesar 24 ton. Pada kondisi eksisting kegiatan
bongkar muat peti kemas belum dapat dilakukan secara optimal hal ini dikarenakan
keterbatasan lahan penumpukan peti kemas dan peralatan bongkar muat barang.
peralatan bongkar muat barang yang digunakan berupa truk trailer container 1 unit
dan mobil forklift 10 ton 2 unit berdasarkan peralatan tersebut untuk mengangkut
atau menaikkan 1 kontainer dari truk trailer menggunakan 2 mobil forklift hal ini
membuat waktu bongkar muat 1 kontainer membutuhkan waktu sampai dengan 120
detik sehingga produktifitas peralatan yang ada hanya dapat melakukan bongkar
muat 15 kontainer dalam 1 jam. rata-rata bongkar muat yang dapat dilakukan oleh 1
unit mobil forklift 25 ton adalah 25 detik 1 kontainer atau 50 detik untuk menaikkan
dan menurunkan kontainer. lama nya kegiatan bongkar muat berimbas pada voyage
kapal dan akan meningkatkan kapasitas pemakaian dermaga (Berth Occupancy
Ratio).
Selain kegiatan bongkar muat peti kemas yang telah dijelaskan pada
halaman sebelumnya, Pelabuhan Matui juga melayani kegiatan bongkar muat
general cargo. adapun jenis kargo yang bongkar adalah semen dan beras yang di
angkut menggunakan kapal kargo salah satunya adalah KM. Menang Jaya 2.867
Gross Ton. kegiatan bongkar muat barang kargo menggunakan crane dari kapal dan
langsung di muat menuju truk engkel kapasitas 7 ton yang berada di dermaga.
angkutan kargo semen saat ini disimpan di gudang milik pelabuhan sedangkan untuk
gudang yang dimiliki oleh Pemda dipergunakan untuk menyimpan bahan pokok
kebutuhan masyarakat. sampai saat ini tidak ada barang yang menumpuk di
lapangan penumpukan disamping keterbatasan lahan pelabuhan Matui yang akan
mengganggu aktivitas kendaraan apabila terjadi penumpukan di lapangan
Jumlah kapal, penumpang dan barang yang bongkar muat di pelabuhan Jailolo
seperti pada tabel berikut :
Tabel 6. Data Kunjungan Kapal di Pelabuhan Matui
Jumlah Kapal
No Tahun
Call GT
1. 2015 - -
2. 2016 - -
3. 2017 - -
4. 2018 67 18.072
5 2019 120 30.372
6 2020 43 23.299
Sumber:Kanto rUnit Penyelenggara Pelabuhan Jailolo.
Tabel 7. Data Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Jailolo (Ton/M3)
Jumlah Muatan
Total Barang
No Tahun
Bongkar Muat (Cargo)
1. 2015 - - -
2. 2016 - - -
3. 2017 - - -
4. 2018 5.400 1.200 6.600
5 2019 15.132 4.512 19.644
6 2020 8.937 1.355 10.292
Sumber:KantorUnitPenyelenggaraPelabuhanJailolo,2021
Tabel 8. Arus Bongkar Muat Barang Peti Kemas Pelabuhan Matui
Jumlah Muatan
Total Barang
No Tahun
Bongkar Muat (Cargo)
1. 2015 - - -
2. 2016 - - -
3. 2017 - - -
4. 2018 - - -
5 2019 - - -
6 2020 393 459 852
Sumber:KantorUnitPenyelenggaraPelabuhanJailolo,2021
3. Hinterland Pelabuhan
Di Kabupaten Halmahera Barat terdapat 2 pelabuhan dengan status
pengumpan lokal serta terdapat 18 pelabuhan di Kabupaten/Kota sekitarnya,
namun. yang diperkirakan berpengaruh terhadap operasional pelabuhan Matui dan
Jailolo hanya terdiri dari 5 pelabuhan saja hal ini dikarenakan pelabuhan tersebut
memiliki irisian pada skala pelayanan pelabuhan yang dilihat berdasarkan jarak
minimum hirarki pelabuhan (Pengumpan Regional 30 mil dan Pengumpul 50 mil)
dengan adanya irisan tersebut mengindikasikan adanya overlapping Hinterland
pelabuhan Matui dan Jailolo dengan pelabuhan yang ada di sekitar nya sehingga
perlu diidentifikasi berdasarkan pola pergerakan aliran barang dan penumpang.
Berdasarkan hasil analisis, asal tujuan pergerakan barang yang melalui
pelabuhan matui terdiri dari beberapa wilayah di Kabupaten Halmahera Barat bagian
utara seperti Kecamatan Ibu Utara, Ibu dan Loloda, kecamatan tersebut
mengirimkan barang berupa kayu, kopra dan hasil bumi lain nya yang akan di
distribusikan ke Surabaya. sedangkan muatan barang yang berasal dari Surabaya
menuju Kecamatan Ibu Utara, Ibu dan Loloda adalah semen, terigu, beras dan
bahan kebutuhan pokok lain nya. pengguna jasa angkutan barang di pelabuhan
matui memberikan keterangan bahwa barang yang dikirim melalui pelabuhan Matui
memiliki keunggulan karena dikirim melalui peti kemas sehingga pengguna jasa
tidak hawatir barang yang dikirim akan rusak dan harga sewa peti kemas lebih murah
jika di bandingkan dengan pengiriman melalui kapal kargo.
Selain dari Kabupaten Halmahera Barat, juga terdapat pengiriman barang
yang berasal dari Kabupaten Halmahera utara dan Kabupaten Kota Tidore
Kepulauan. barang yang berasal dari Kabupaten Halmahera Utara tepatnya di
kecamatan Kao teluk Desa Bobainego berupa cumi dan kayu yang masing-masing
pengiriman bisa mencapai 2 sampai 3 kontainer dengan berat rata-rata satu
kontainer 10 Ton. Wilayah lain yang mengirimkan barang melalui pelabuhan matui
berasal dari Kabupaten Kota Tidore Kepulauan tepatnya di kecamatan Oba
Utara berupa kayu dan kopra yang dalam pengiriman nya dapat mencapai 29
kontainer untuk kopra dan 5 Kontainer untuk kayu. preferensi pengguna jasa
pelabuhan di luar Kabupaten Halmahera Barat yang mengirimkan barang nya
melalui pelabuhan matui adalah tidak adanya pelabuhan terdekat yang melayani
kegiatan bongkar muat peti kemas.
Gambar 3. Hinterland Pelabuhan Matui
4. Fasilitas Eksisting
Kondisi Fasilitas eksisting pelabuhan Matui dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 9. Fasilitas Pelabuhan Matui
No Fasilitas Pelabuhan Satuan Eksisting Keterangan
1 Dermaga m2 70 x 8 -
2 Causeway m2 45 x 10 -
3 Areal Darat m2 3.087 -
4 Kantor Pelabuhan m2 167 -
5 Term Penumpang m2 175 -
6 Gudang Lini 1 m2 262 -
7 m2 671 Milik Pemda
Gudang Lini 2
8 m2 711 Milik Pemda
Pos Jaga m2 16 -
9 Rumah Genset m2 38 -
10 Jalan Akses Pelabuhan m2 187,3 x 7,8 -
5. Kegiatan APBN TA. 2024
Berkenaan dengan hal tersebut diatas, Pada Tahun Anggaran APBN 2024 akan
diusulkan untuk kegiatan Pekerjaan Lanjutan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan
Laut Matui
6. Rencana Induk Pelabuhan
Pada Tahun Anggaran 2020 telah di laksanakan kegiatan Penyusunan Rencana
Induk Pelabuhan Matui.
7. Manfaat Kegiatan
Manfaat dari kegiatan ini adalah menjawab kebutuhan sumber daya pokok,
membantu perekonomian dan dapat memberikan pelayanan optimal pada pengguna
trasportasi laut.
8. Dasar Hukum Tugas Fungsi/ Kebijakan
a) Undang-undang No. 17 Tahun 2003, tentang Keuangan Negara;
b) Undang – Undang No. 1 tahun 2003, tentang Pembentukan Kabupaten
Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara,
Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Kepulauan Sula dan Kota Tidore
Kepulauan;
c) Undang – Undang No. 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
d) Undang – Undang No. 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang;
e) Peraturan Presiden RI Nomor : 54 Tahun 2010 tentang tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah;
f) Peraturan Menteri Perhubungan No. KM. 49 Tahun 2005, tentang Sistem
Transportasi Nasional (SISTRANAS);
g) Keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 53 Tahun 2002, tentang Tatanan
Kepelabuhanan Nasional.
• Pasal 20 ayat (2) huruf a Tentang Fasilitas Pelabuhan yang terdiri dari
Fasilitas Pokok dan Fasilitas Penunjang;
• Pasal 20 ayat (3) huruf g Tentang Fasilitas Pokok Sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) huruf a meliputi: huruf g Tentang Perkantoran untuk Kegiatan
Perkantoran Pemerintahan dan Pelayanan Jasa;
• Pasal 20 ayat (4) huruf a Fasilitas Penunjang Sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf a meliputi : huruf a tentang kawasan perkantoran untuk
Menunjang Kelancaran Pelayanan Jasa Pelabuhan;
• Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut UK.11/15/15/DJPL – 06
tanggal 12 April 2006, tentang Cetak Biru (Blue Print) Pembangunan
Transportasi Laut Tahun 2005 – 2024
A. ALASAN KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN (WHY)
Kegiatan ini adalah untuk membatu perekonomian daerah, dan mampu memberikan
pelayanan yang oktimal lebih kusus pada kapal barang bongkar muat. Dengan ada
Pekerjaan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Matui, di harapkan akan mampu
mengoktimalkan kinerja pelabuhan laut matui. Dan mampu menangani kebutuhan
didaerah tersebut, lebih kusus kab. Halmahera Barat.
Adapun kegiatan pada APBN TA. 2024 ini adalah :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
2. PEKERJAAN SMK3
3. PEKERJAAN FASILITAS LAUT
a. Pekerjaan Pembangunan Dermaga II Peti Kemas (50 m x 20 m) Lanjutan
4. PEKERJAAN FASILITAS DARAT
a. Pekerjaan Timbunan Area Darat
5. PEKERJAAN FINISING
B. DIMANA PEKERJAAN DILAKSANAKAN (WHERE)
Lokasi Pekerjaan Pembangunan Fasilitas pokok sisi darat Pelabuhan Matui
terletak pada koordinat geografis 1º03’25.80” LU, 127º 28’09.38” BT yaitu di
Desa Matui Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku
Utara
Gambar 5.Lokasi Pelabuhan
C. PELAKSANA KEGIATAN (WHO)
1. Pelaksana Kegiatan
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jailolo
2. Penanggung Jawab Kegiatan
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Jailolo selaku Kuasa
Pengguna Anggaran TA.APBN 2024.
D. KAPAN PEKERJAAN DILAKSANAKAN (WHEN)
Waktu pelaksanaan kegiatan Lanjutan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Matui,
dilaksanakan selama (300) hari kalender.
Tabel. Jadwal Pelaksanaan
PELAKSANAAN
2023
2024 2025
No Tahapan Pekerjaan
Nov. Jul
Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep okt Nov Des Jan Feb Apr Mei Jun Agu Sep okt Nov Des
1. Persiapan/Pelelangan
- Fisik
- Supervisi
2. Pelaksanaan
- Konstruksi
- Supervisi
3. Pemeliharaan
- PHO
- FHO
E. BAGAIMANA KEGIATAN DILAKSANAKAN (HOW)
Kegiatan Pekerjaan Lanjutan Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Matui TA. APBN
2024 akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Perpres Nomor 54 Tahun 2010
tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (sebagaimana telah diubah dengan
Perpres Nomor 70 Tahun 2012), dan perubahan ke 2 (dua) dengan Perpres 16 Tahun
2018 antara lain :
a. Kegiatan Persiapandan Pelelangan
Tahap pertama yang akan dilakukan KPA/PPK untuk melaksanakan pekerjaan
adalah melakukan persiapan yang berguna untuk merencanakan pekerjaan
sehingga sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Selanjutnya
KPA/PPK akan melakukan pelelangan untuk memilih kontraktor pelaksana dan
konsultan pengawas. Untuk pemilihan pelaksana kegiatan (kontraktor pelaksana)
akan dilakukan pelelangan metode pasca kualifikasi sedangkan untuk konsultan
supervisi dengan pelelangan metode prakualifikasi. Penanggung jawab kegiatan
adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
b. Pelaksanaan Kegiatan
Setelah kegiatan pelelangan dilaksanakan dan kontrak pelaksanaan / supervise
ditanda tangani oleh pihak-pihak terkait, KPA selanjutnya akan melakukan koordinasi
dengan PPK, Kontraktor dan Konsultan Supervisi untuk membahas rencana
pelaksanaan pembangunan. Koordinasi akan dilakukan sepanjang waktu
pelaksanaan kegiatan untuk menjamin mutu hasil pekerjaan, waktu pelaksanaan
pekerjaan dan prosedur telah sesuai dengan dokumen kontrak dan atau ketentuan
lainnya.
c. Masa Pemeliharaan
Untuk menjamin mutu dan hasil kegiatan sesuai dengan spesifikasi teknis, maka
setelah dilakukan pekerjaan serah terima pertama (PHO) dilakukan pekerjaan
pemeliharaan. Apabila hasil pekerjaan dalam masa pemeliharaan tersebut belum
sesuai dengan spesifikasi teknis atau mengalami kerusakan maka sepenuhnya
masih menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana untuk memperbaiki kegiatan
tersebut.
F. Tahapan Kegiatan Pembangunan.
Anggaran kegiatan Pembangunan yang telah dilaksanakan di Pelabuhan Matui
sebelumnya dilakukan secara bertahap dengan tahapan sebagai berikut ;
Tahun
No Anggaran LingkupKegiatan Pekerjaan
Keterangan
Kegiatan
a. Pekerjaan areal darat 50 x 50 M2
b.Pekerjaan Causeway 45,8 x 6 M2
1 APBN 2008
c. Pekerjaan Trestle 7 x 6 M dan Pelebaran
16,5 M3
d. Pekerjaan Dermaga Thp I 12 x 8 M2
2 APBN 2009 a . Pembangunan Dermaga Thp II (58 x 8) M2
3 APBN 2010
a. Pembangunan Talud dan Urugan 220 x 6 M2
b. Pekerjaan Pengerasan dan Fleksibel area Pel
1229 M2
c. Pembangunan Kantor Pelabuhan 112,5 M2
d. Pembangunan Gedung Terminal 112,5 M2
e. Pembangunan Pos Jaga 9 M2
f. Pembangunan Gedung Rumah Genset 30 M2
g. Pembangunan Gudang 150 M2
h. Pembangunan Menara Air 2000 Ltr
i. Pekerjaan Saluran Keliling 89,23 M2
j. Pemasangan Paving Blok 220,74 M2
4 APBN 2019 a k. . P P e e m ke a r s j a a n a g n a P n e l r a s m ia p p u a n P , enerangan Pel. 21 titik
b. Pekerjaan Pasanga Batu Talud
l. Pekerjaan Pagar BRC 186 M2
c. Pekerjaan Rehap Lampu dermaga
PEKERJAAN PERSIAPAN
5 APBN 2023
PEKERJAAN SMK3
PEKERJAAN FASILITAS LAUT
a. Rehabilitasi dan Pelebaran Dermaga I (70 x
12 m)
b. Pembangunan Trestel Dermaga II
peti kemas (55 x 10m)
Pembangunan Dermaga I Pengembangan
(52 x 12 m)
PEKERJAAN FASILITAS DARAT
a. Pembangunan Mushollah
b. Pembangunan Toilet (30 m2)
c. Pembangunan Kantin
d. Pekerjaan Lapangan Parkir
e. Pekerjaan Timbunan Area Darat
PEKERJAAN FINISING