| 0940377302951000 | Rp 1,141,565,736 | |
Koteka Bangun Pertiwi | 06*4**9****51**0 | Rp 1,168,105,375 |
CV Mutia Karya | 07*5**0****22**0 | - |
| 0861971380952000 | - | |
CV Dhani Karya Consulindo | 09*2**0****51**0 | - |
| 0738437334951000 | - | |
| 0748277357727000 | - | |
CV Rufay Agronindo | 05*3**2****06**0 | - |
CV Ganesha Arlio | 00*7**8****52**0 | - |
| 0918754003941000 | - | |
| 0021384284951000 | - | |
| 0030101117952000 | - | |
| 0924593007821000 | - | |
| 0028746378121000 | - | |
| 0028131530952000 | - | |
| 0032903676101000 | - | |
| 0762333094811000 | - | |
| 0439363805807000 | - | |
| 0928194505952000 | - | |
CV Zulfar Pratama Jaya | 01*9**4****16**0 | - |
CV Alfatih Papua Jaya | 09*4**4****51**0 | - |
| 0943658591816000 | - | |
| 0716751789802000 | - | |
| 0657532800951000 | - | |
CV Papua Cerdas Mandiri | 09*5**5****52**0 | - |
CV Memayu Hayuning Bawana | 06*7**2****11**0 | - |
| 0313065815117000 | - | |
| 0929122752955000 | - | |
| 0026584268952000 | - | |
| 0721116002101000 | - | |
| 0619578727804000 | - | |
| 0014182174955000 | - | |
| 0024444648331000 | - | |
| 0022301253612000 | - | |
| 0024552820833000 | - | |
| 0855029674952000 | - | |
| 0014151468925000 | - | |
| 0438130494808000 | - |
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN :
REHAB BERAT RUMAH OPERASIONAL TYPE 160 M2
LOKASI :
TEMINABUAN, SORONG SELATAN
Provinsi Papua Barat Daya
TAHUN ANGGARAN 2024
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 3
1.1. Uraian Singkat ................................................................................... 3
1.2. Prosedur Awal Persiapan Pelaksanaan Proyek ................................. 3
1.3. Lingkup Pekerjaan ............................................................................ 5
BAB II INSTALASI PROYEK................................................................ 6
2.1. Umum ................................................................................................ 6
2.2. Instalasi Base Camp.......................................................................... 6
2.3. Instalasi Pendukung .......................................................................... 8
BAB III METODE PELAKSANAAN..................................................... 9
3.1. Pekerjaan Umum ............................................................................... 9
3.2. Pekerjaan Tanah ............................................................................... 12
3.3. Pekerjaan Beton ............................................................................... 14
3.5. Pekerjaan Finishing ......................................................................... 18
Metode pelaksanaan pekerjaan 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Uraian Singkat
1.1.1. Gambaran Umum Proyek
Nama Pekerjaan : Rehab Berat Rumah Operasional Type 160 M2
Lokasi Proyek : Teminabuan, Sorong Selatan
Nama OPD : Kantor UPP Kelas III Teminabuan
Masa Pelaksanaan : 150 hari kalender
Sumber Dana : APBN
Lokasi
Pekerjan
SD Yapis Teminabuan
Gereja Maranata
Kampung A
Te
minabuan
Lokasi Pekerjaan
Bandar
Udara
SD YPK Maranata
Arah
Polsek Teminabuan Kota
Arah Pasar
Kajase
nauban
im
eT Rumah Operasional
nahubaleP
harA
Kompleks Kampung B
LAY OUT FULL
Skala 1 : 700
Gambar 1.1 Peta Lokasi Proyek
1.1.2. Hari Kerja Efektif
Hari kerja efektif 26 hari per bulan
Jam kerja dimulai jam 08.00 WIT sampai dengan 17.00 WIT. Untuk
pekerjaan yang tidak dapat ditunda besok diadakan kerja lembur dengan
sepengetahuan dan ijin direksi.
Metode pelaksanaan pekerjaan 3
1.2. Prosedur Awal Persiapan Pelaksanaan Proyek
Hal-hal yang akan dipersiapkan oleh Kontraktor pada pekerjaan Rehab
Berat Rumah Operasional Type 160 M2 Teminabuan Sorong Selatan
adalah:
1. Memeriksa dokumen kontrak
2. Mempelajari gambar dan dokumen RKS
3. Menyusunan metode pelaksanaan dan sistem yang akan digunakan pada :
a. Pekerjaan Umum (Persiapan)
b. Pekerjaan Tanah
c. Pekerjaan Struktur
4. Jadwal pelaksanaan ( Scheduling)
5. Jadwal pengadaan tenaga kerja
6. Jadwal pengadaan bahan dan material
7. Jadwal pengadaan alat berat
8. Penyusunan laporan-laporan, yang terdiri dari :
a. Laporan Harian
b. Laporan Mingguan
c. Laporan Bulanan
d. Dokumentasi pekerjaan
e. Membuat as built drawing atau gambar yang sesuai pekerjaan di
lapangan
f. Membuat Back-up data sesuai dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Tabel 1.1 Bagan Pelaporan Proyek
Laporan Harian Laporan Mingguan Laporan Bulanan
Jenis pekerjaan Rekap Rekap laporan
laporan harian mingguan
Volume
Prestasi kerja Prestasi kerja
Tenaga kerja
Biaya Biaya
Alat yang
digunakan
Kondisi cuaca
Metode pelaksanaan pekerjaan 4
BAB II
INSTALASI PROYEK
2.1. Umum
Pekerjaan persiapan seperti instalasi proyek diadakan setelah dilakukan
peninjauan terhadap keadaan lapangan. Peninjauan lapangan dilakukan untuk
mengetahui tata letak pekerjaan agar produktivitas dilapangan mencapai
kebutuhan kapasitas dan kualitas dengan rencana yang paling ekonomis.
Untuk itu, Kontraktor Pelaksana harus merencanakan tata letak Base Camp
dilapangan seefisien dan seefektif mungkin dengan memperhatikan kondisi
lapangan yang ada dan disesuaikan dengan desain lay out yang akan
dikerjakan.
Pembuatan jalan masuk dan jalan keluar proyek terkadang
menimbulkan masalah karena akan sering dilalui oleh kendaraankendaraan
bermuatan berat. Sehingga dalam hal ini Kontraktor Pelaksana harus
melakukan penelitian kondisi jalan dan lainnya yang akan dilalui oleh alat-
alat berat proyek dengan mempertimbangkan kekuatan struktur dari sarana
transformasi tersebut. Mengingat alat-alat berat proyek harus dipindahkan
dari gudang ke lokasi proyek, maka perlu adanya mobilisasi serta
pengendalian dan pengaturan lalu lintas.
2.2.Instalasi Basecamp
Gambar 2.1 Base Camp
2.2.1. Direksi Keet
Metode pelaksanaan pekerjaan 5
Direksi Keet digunakan sebagai tempat bekerja bagi para staf baik staf
dari kontraktor, pengawas, maupun pemilik proyek di lapangan. Tidak
dibangun secara permanen dan berukuran disesuaikan untuk kebutuhan
pertemuan dengan berbagai fasilitas berupa meja rapat, meja kerja, kursi
lipat, white board, lemari penyimpanan alat K3, jas hujan/payung, dan
genset.
2.2.2. Barak Pekerja/Bedeng
Barak pekerja/bedeng merupakan tempat tinggal sementara pekerja
apabila pekerja berasal dari luar kota atau sebagai alternatif dalam
mencegah keterlambatan pekerja menuju lokasi proyek. Terbuat dari papan
kayu, seng bergelombang, dan kayu balok sebagai rangka.
2.2.3. Gudang Penyimpanan
Gudang penyimpanan dibangun bertujuan untuk tempat penyimpanan
material dan alat agar terlindung dari pengaruh cuaca. Dibangun dekat pintu
masuk untuk kemudahan bongkar muat barang.
2.2.4. Papan Nama Proyek
Papan nama proyek berisikan nama proyek, identitas kontraktor dan
pengawas, waktu pelaksanaan proyek, serta sumber dan jumlah biaya
proyek.
PAKET : Rehab Berat Rumah Operasioanl Type 160 M2
NO. KONTRAK :
TANGGAL :
JANGKA WAKTU : 150 HARI KALENDER
SUMBER DANA : APBN
TAHUN ANGGARAN : 2024
LOKASI : TEMINABUAN, SORONG SELATAN
KONTRAKTOR
:
PELAKSANA
KONSULTAN
:
PENGAWAS
Metode pelaksanaan pekerjaan 6
2.2.6. Sanitasi/MCK
Sanitasi/MCK dibuat secukupnya dengan menggunakan kayu balok
sebagai rangka, multiplek sebagai dinding, dan seng bergelombang sebagai
atap. Setiap unit diberikan 1 ember, 1 gayung, dan 1 unit kloset jongkok.
2.3. Instalasi Pendukung
2.3.1. Lampu Proyek
Terdapat dua macam lampu proyek yaitu lampu kerja dan lampu
pengamanan. Lampu kerja berguna untuk menerangi aktivitas pekerjaan di
malam hari dan ditempatkan pada lokasi pekerjaan dan base camp.
Sedangkan lampu pengamanan ditempatkan pada titik-titik yang dianggap
perlu sebagai pengamanan proyek.
2.3.2. Listrik
Instalasi listrik dilakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan listrik di
base camp ataupun untuk pengoperasian alat-alat yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pekerjaan. Sumber listrik dari genset.
2.3.3. Air Bersih
Air bersih digunakan baik untuk keperluan proyek maupun pasokan air
untuk sanitasi/MCK dan air minum, diperoleh dari sumur yang dibuat di
proyek.
2.3.4. Fasilitas Komunikasi
Dilakukan instalasi fasilitas komunikasi dengan tujuan segala
komunikasi di base camp dapat terpenuhi serta perangkat HT untuk
keperluan lapangan.
Metode pelaksanaan pekerjaan 7
BAB III
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
3.1. Pekerjaan Umum
3.1.1. Pekerjaan Persiapan
A. Rapat Persiapan
Mengadakan rapat persiapan pelaksanaan sebelum melaksanakan
pekerjaan di lapangan guna terciptanya kerjasama yang baik antara semua
pihak yang berkaitan dalam proyek. Pembahasan dalam rapat persiapan ini
meliputi:
1. Penyusunan struktur organisasi tim inti proyek.
2. Tata cara pengaturan kerja dan manajemen K3 agar pelaksanaannya
efisien dan aman di lapangan.
3. Jadwal pengadaan material, peralatan kerja, dan tenaga kerja.
4. Sosialisasi ke aparat daerah setempat dan warga sekitar mengenai
rencana kerja proyek.
5. Meninjau kembali penjadwalan pekerjaan yang sesuai dengan volume,
waktu, dan mutu.
6. Lokasi sumber bahan material, estimasi kuantitas bahan, dan rencana
pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan.
B. Sosialisasi
Sosialisasi dilakukan bertujuan untuk perijinan dan publikasi akan
adanya proyek jalan. Sosialisasi ini ditujukkan kepada aparat daerah sekitar
proyek seperti kecamatan, masing-masing kepala kampung dengan tujuan
agar membantu meneruskan informasi kepada warga dan diharapkan dapat
bekerja sama selama kegiatan proyek berlangsung.
Selain itu sosialisasi juga dilakukan ke pihak-pihak terkait lainnya
seperti kepolisian setempat untuk pengaturan ijin lalu lintas,
Metode pelaksanaan pekerjaan 8
C. Survey Lokasi Proyek
Survey lokasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kondisi pasti
di lapangan yang akan digunakan sebagai acuan dalam penentuan batas-
batas bangunan, pemilihan metode kerja, pengaturan tata letak lapangan,
dan jenis serta sistem mobilisasi alat berat.
3.1.2. Pekerjaan Pengukuran
Sebelum proyek dilaksanakan, haruslah didahului pekerjaan stake out.
Hasil pekerjaan ini akan digunakan untuk keperluan shop drawing dan
perhitungan kuantitas aktual volume pekerjaan.
A. Metode Kerja
Pekerjaan dilakukan dikampung sailent
Pengukuran koordinat dari titik BM eksisting untuk proses stake out
dan menentukan patok BM proyek. Pekerjaan ini dilakukan dengan
Metode Poligon terbuka.
B. Waktu yang Dibutuhkan
Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan pengukuran ini adalah
10 hari kalender.
C. Alat yang Digunakan
1 unit Total Station (TS)
1 unit tripod/kaki tiga
1 unit prisma dan unting-unting
4 unit rambu ukur yang memiliki nivo
1 pasang roll meter danmeteran baja
1 unit Waterpass
1 buah palu
Patok kayu, paku, dan benang
Lembar untuk mencatat hasil pengukuran
D. Tenaga Kerja yang Dibutuhkan
1 surveyor
2 asisten surveyor
3 pekerja
Metode pelaksanaan pekerjaan 9
3.1.3. Mobilisasi
Kegiatan ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya yang akan
digunakan di lapangan dalam mendukung kelancaran pekerjaan proyek.
Sumber daya ini meliputi alat, bahan/material dan tenaga kerja.
A. Mobilisasi Alat
Mobilisasi alat berat untuk ditempatkan ke lokasi proyek sesuai
kebutuhan pekerjaan dan penjadwalan alat berat. Mobilisasi alat berat
menggunakan truk trailer dari tempat penyewaan menuju lokasi proyek
dengan mempertimbangkan rute jalan yang dapat diakses.
B. Mobilisasi Bahan/Material
Mobilisasi bahan/material dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan
jadwal pengadaan bahan. Kegiatan ini berlangsung selama pekerjaan
proyek. Pendatangan material dilakukan minimal 1 hari sebelum material
digunakan agar dapat melakukan pengecekan mutu dan kualitas material
tersebut.
C. Mobilisasi Tenaga Kerja
Tenaga kerja meliputi tenaga kerja ahli dan pekerja (tukang). Mobilisasi
tenaga kerja dilakukan sesuai dengan jadwal proyek dan terkait dengan
jumlah dan kompetensi.
3.2. Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan pendahuluan merupakan persiapan awal yang wajib dilakukan
dalam melaksanakan suatu proyek. Pada tahap ini, segala izin yang
dibutuhkan untuk proses pembangunan telah diurus serta segala sesuatu
yang menyangkut kelancaran pekerjaan pelaksanaan harus telah disiapkan
di lokasi sebelum melaksanakan pekerjaan. Penyusunan jadwal terinci,
mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, hingga kelengkapan administrasi
lapangan harus sudah disiapkan sebelum memulai pekerjaan.
Kontraktor juga harus mempertimbangkan situasi lapangan sebagai
berikut:
1. Volume pekerjaan yang merujuk pada batasan minimal yang wajib
terpenuhi. Hal ini agar proyek tidak menyimpang dari perencanaan.
Metode pelaksanaan pekerjaan 10
2. Kontraktor meneliti situasi lapangan seperti kontur tanah, sifat dan
luasan proyek hingga hal-hal yang bersangkutan agar tidak berpengaruh
pada estimasi biaya dan waktu.
Agar tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek, kontraktor juga
wajib melakukan pengukuran yang sesuai dengan target dan estimasi waktu
serta biaya proyek.
Pada tahap ini, kontraktor bertanggung jawab atas ketepatan ukuran dan
mutu bangunan yang sesuai dengan syarat dan rencana kerja. Akan tetapi,
jika terjadi ketidakcocokan, kontraktor tidak diperkenankan untuk
melakukan tindakan pembetulan sebelum mendapatkan persetujuan dari
manajemen konstruksi.
Selanjutnya, pada tahap ini perlu diambil langkah pembersihan yang mana
kontraktor wajib membersihkan lokasi proyek dari hal-hal yang dapat
menghambat proses pembangunan. Contohnya, lokasi harus bersih dari
pepohonan sampai ke akarnya agar tidak merusak struktur tanah pada
bangunan.
3.3. Pekerjaan Tanah dan Pasir
Tahap ini meliputi penggalian fondasi, hingga penimbunan galian serta
pemadatan setiap lapisan mencapai titik peil yang telah direncanakan. Dalam
tahap ini, terdapat beberapa ketentuan yang wajib di penuhi kontraktor seperti:
1. Memastikan posisi galian dan ukuran seperti tertera dalam gambar serta
mendapatkan persetujuan dewan pengawas lapangan.
2. Penggalian tanah fondasi dimulai setelah pemasangan bouwplank dan patok-
patok disetujui direksi / pengawas lapangan. Fondasi yang dibangun
menggunakan batu gunung yang bermutu tinggi serta mengandung lumpur dan
pada bagian entrance menggunakan dengan batu bata.
3. Dasar galian harus mencapai tanah keras dan bersih dari akar-akar kayu,
kotoran-kotoran serta bagian-bagian tanah yang longgar (tidak padat)
4. Dilakukan pengurugan yang meliputi urugan pasir, urugan tanah dan urugan
kembali bekas tanah galian sesuai dengan gambar proyek.
Metode pelaksanaan pekerjaan 11
3.4. Pekerjaan Pemasangan
Tahap ini meliputi pemasangan beton mulai dari beton yang bertulang hingga
beton yang tidak bertulang. Kualitas beton sangat tergantung pada bahan-
bahan yang digunakan, yaitu:
1. Portland Cement
Bangunan yang baik menggunakan semen yang memenuhi standar
berdasarkan Asosiasi Semen Indonesia. Dan juga, semen yang digunakan
harus benar-benar fresh atau belum mengeras. Dalam menjaga mutu semen
agar tidak cepat mengeras, kontraktor wajib memenuhi syarat penyimpanan
semen tersebut.
Bangunan yang baik menggunakan semen yang memenuhi standar
berdasarkan Asosiasi Semen Indonesia. Dan juga, semen yang digunakan
harus benar-benar fresh atau belum mengeras. Dalam menjaga mutu semen
agar tidak cepat mengeras, kontraktor wajib memenuhi syarat penyimpanan
semen tersebut.
2. Air Tawar
Air yang dipilih sebagai bahan campuran kedua beton adalah air tawar yang
memenuhi syarat dari PBI 1971 yaitu tidak mengandung minyak, asam alkali,
dan bahan kimia lainnya yang merusak mutu beton.
3. Kerikil
Kerikil disebut juga dengan batu pecah. Dalam penggunaannya sebagai bahan
campuran beton, kerikil yang dipilih juga harus memenuhi syarat PBI 1971
yaitu memiliki gradasi yang baik, syarat kekerasan yang tinggi, tidak
terkandung lumpur > 1%, dan tidak berpori.
4. Pasir
Tidak berbeda dengan bahan lainnya, pasir juga harus memenuhi syarat mutu
dari PBI 1971 diantaranya adalah dapat berupa pasir buatan dari pecahan batu
atau pasir alam, memiliki gradasi yang baik, terdiri dari butir-butir tajam, tidak
berpori, serta tidak mengandung lumpur > 5%.
5. Besi Beton
Besi beton lebih dikenal sebagai baja tulangan. Besi beton yang baik juga
harus memenuhi syarat PBI 1971 diantaranya adalah bersih dari lapisan
minyak / karat / bebas cacat.
Metode pelaksanaan pekerjaan 12
6. Kayu
Dalam pembuatan beton, kayu yang memenuhi syarat untuk digunakan adalah
kayu yang bentuk dan sifatnya tidak mengurangi mutu bangunan dan
memenuhi syarat dan ketentuan PPKI NI-5.
Setelah pemasangan beton, dilanjutkan dengan pekerjaan kuda-kuda atap yang
meliputi kuda-kuda, gording, atap penutup hingga seluruh detail sesuai
rancangan proyek. Perlu diketahui, bahan atap yang baik digunakan adalah
yang bertaraf Standar Nasional Indonesia (SNI) seperti atap genteng berbahan
metal roof serta nok metal roof. Selain itu, atap harus ditopang dengan
kerangka berbahan kayu kelas 11 berkualitas baik.
3.5. Pekerjaan Lantai
Pemasangan lantai ditujukan berdasarkan petunjuk dari manajemen konstruksi
serta rancangan proyek. Jika lantai dilengkapi dengan keramik, maka
kontraktor harus mengikuti petunjuk dari manajemen konstruksi. Pada
dasarnya, pemasangan lantai keramik harus mengikuti aturan bahwa lantai
keramik harus bersih, tidak retak ataupun bergelombang. Apabila pemasangan
keramik tidak rapi atau tidak sesuai dengan rancangan proyek, maka wajib
dibongkar dan dipasang ulang
3.6. Pekerjaan Beton.
a. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini mencakup pengadaan material, pencampuran antara
semen portland, agregat halus, agregat kasar dan air pembentuk massa
padat. Mutu beton yang digunakan pada pekerjaan ini adalah mutu K-250.
Beton yang dipasok sebagai campuran siap pakai (Mesin Mollen). Syarat-
syarat umum dari kontrak dan ketentuan-ketentuan dari spesifikasi.
Persiapan :
- Material : Pasir pasang, Semen, Air bersih, batu pecah 2/3 atau batu
pecah 1/2
- Gambar konstruksi
Metode pelaksanaan pekerjaan 13
- Peralatan kerja : Mesin molen, kotak takaran, kotak tempat adukan,
cangkul, sekop, ember, penampung air, gerobak dorong, cetok, alat
perata adonan dan peralatan lain yang diperlukan
- Persiapan tenaga kerja : Tenaga/pekerja, tukang batu, kepala tukang
batu, mandor
Pelaksanaan :
- Penyelesaian pekerjaan ini dengan menggunakan material semen,
pasir, krikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan
menggunakan concrete mixer, Beton di cordalam bekisting yang telah
disiapkan. Untuk menjaga mutu beton maka dilakukan curingagar kuat
tekan beton di dapatkan sesuai dengan rencana.
Bahan :
- Bahan pokok untuk mutu perkerasan beton semen harus sesuai dengan
gambar rencana dan atau Dokumen Pengadaan.
Agregat
- Ageregat halus harus memenuhi AASHTO, Agregat halus harus terjadi
dari bahan yang bersih, butiran yang dilapisi oleh apapun dengan mutu
yang seragam, dan harus :
- Mempunyai ukuran yang lebih kecil dari ayakan ASTM No.4
(4,75mm)
- Sekurang-kurangnya terdiri dari 50% (terhadap berat) pasir alam
- Jika dua jenis agregat halus atau lebih di campur, maka setiap sumber
harus memenuhi ketentuan-ketentuanyang disetujui pengawas / staff
teknis.
Tabel. Sifat sifat agregat kasar
Sifat Ketentuan Metode pengajuan
Kehilangan akibat abrasi los Tidak melampuhi 40% SNI 2417 : 2008
angles untuk 500 putaran
Berat isi lepas Minimum 1.200 kg/m SNI 03-4804-1998
Berat jenis Minimum 2,1 SNI 19970 :2008
Penyerapan oleh air Ampas besi : maks 6% SNI 1970 :2008
Lainnya : maks 2,5 %
Bentuk partikel pipih dan Masing masing maks 25% ASTM D-4791
Metode pelaksanaan pekerjaan 14
lonjong dengan rasio 3:1
Bidang pecah (2 atau lebih) Minimum 80% ASTM D-5821
Semen
Semen adalah bahan ikat hidrolis yang digunakan dalam pekerjaan struktur
beton dan pasangan beton; Agar daya ikat semen tidak mengalami
penurunan, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Semen harus terlindung dari hujan dan udara lembab;
- Penumpukan zak semen diusahakan minimum 25 cm dari dinding
gudang, dan disusun diatas balok-balok kayu minimum 20 cm diatas
lantai;
- Tumpukan semen dibatasi maksimum 12 zak. Hal ini dimaksudkan
untuk menghindari pengerasan semen akibat berat diatas tumpukan
semen tersebut;
- Penumpukan diatur berurutan sesuai urutan datangnya;
- Pemeriksaan terhadap kualitas semen di lapangan dilakukan dengan
cara meremas butiran semen memakai tangan, jika semen telah
menggumpal atau mengeras tidak boleh dipakai;
- Pengawas berhak menolak dan atau menghentikan pekerjaan apabila
dalam pelaksanaan pekerjaan Penyedia Jasa menggunakan semen
yang tidak memenuhi persyaratan;
- Semen yang dipakai harus Porland Cement dari segala merk yang ada
di perdagangan dan yang dalam segala hal memenuhi persyaratan
beton tersebut di atas;
Air
Penyedia Jasa harus menyampaikan kepada Pengawas tentang air kerja
yang akan dipergunakan untuk mendapatkan persetujuan;
- Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung
minyak, asam, alkali, garam, bahan-bahan organik atau bahan-bahan
lain yang merusak beton dan atau baja tulangan. Dalam hal ini
sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum;
- Apabila terdapat keraguan mengenai air, Penyedia Jasa diharuskan
mengirimkan contoh air ke lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang
Metode pelaksanaan pekerjaan 15
diakui atau yang direkomendasi oleh Pengawas dan staff teknis untuk
diselidiki sampai seberapa banyak air itu mengandung zat-zat yang
dapat merusak beton dan atau baja tulangan. Dalam hal yang
demikian pekerjaan beton harus dihentikan sampai di dapat
keputusan yang pasti mengenai air yang dapat dipakai untuk
konstruksi beton dan penghentian pekerjaan ini tidak membebaskan
rekanan dari waktu pelaksanaan seluruh pekerjaan yang telah
ditetapkan;
- Jumlah air yang dipakai untuk membuat adukan beton ditentukan
dengan ukuran isi atau ukuran berat setepat-tepatnya;
Pekerjaan Campuran Beton
Bahan Pokok Campuran
Persetujuan untuk proporsi bahan pokok campuran harus di dasarkan
pada hasil percobaan campuran (Mesin Molen) yang dibuat oleh penyedia
jasa. Agregat kasar dan halus harus sesuai dengan spesifikasi ini. Untuk
menentukan rasio ageregat kasar dan agregat halus, proporsi agregat halus
harus di pertahankan seminimum mungkin. Akan tetap, sekurang-kurang
40% agregat dalam campuran beton terhadap berat haruslah agregat halus
yang di definisikan sebagai agregat yang lolos ayakan 4,75 mm., Agregat
gabungan tidak boleh mengandung bahan yang lebih halus dari 0,075 mm
sebesar 2 % kecuali bahan pozolan. Penyedia jasa boleh memilih agregat
kasar sampai ukuran maksimum 38 mm, asalkan : campuran tidak
mengalami segregasi; kelecakan yang memadai untuk instalasi yang
digunakan dapat dicapai dan kerataan permukaan yang di isyaratkan tetap
dapat di pertahankan. Menurut pendapatnya, staf teknis dapat meminta
penyedia jasa untuk mengubah ukuran agregat kasar yang telah dipilih
oleh penyedia jasa. Tidakan-tindakan tambahan,termasuk
penurunanukuran maksimum agregat,dapat dilakukan untuk
mengendalikan segregasi dari beton dalam acuan gelincir ( slip form )
yang berasal oleh truck terakhir. Ketika proporsi takaran yang sesuai telah
di putuskan dan disetujui, proporsi-proporsi tersebut hanya dapat diubah
dengan persetujuan staff teknis.
Metode pelaksanaan pekerjaan 16
1. Pekerjaan Bekisting
Untuk mendapatkan hasil cetakan yang baik sesuai gambar bestek, maka
dibuat bekisting dari kayu papan.permukaan papan haarus dibersihkan dan
dihaluskan terlebih dahulu untuk mendapatkan permukaan beton yang
baik.kayu bekisting dipotong sesuai ukuran yang telah ditentukan dengan
menggunakan gergaji kayu, kemudian kayu-kayu bekisting yang telah di
potong direkatkan dengan menggunakan paku sesuai dengan bentuk bangunan
yang akan di beton/sesuai dengan bestek yang ada.
3.7. Pekerjaan Penutup
Pekerjaan penutup ini meliputi pekerjaan pembersihan dan pemeliharaan.
Pada masa pekerjaan pembersihan, kontraktor wajib membersihkan seluruh
bagian dari proyek yang meliputi lantai, dinding, atap, pintu, jendela, plafon
dan lainnya hingga bangunan siap untuk dihuni. Sedangkan pada masa
pemeliharaan, kontraktor berkewajiban mengganti material-material yang
rusak ataupun tidak berfungsi sebagai mana target proyek
3.8. Demobilisasi
Demobilisasi dilakukan saat proyek selesai dilaksanakan. Demobilisasi
ini mencakup pengembalian alat-alat berat, peralatan, dan tenaga kerja.
Teminabuan, 30 Mei 2024
Disusun Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen
Kantor UUP Kelas III Teminabuan
ANDI ALAUDDIN RAMLI, SH
NIP. 19800828 200712 1 002
Metode pelaksanaan pekerjaan 17| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 13 September 2025 | Pembangunan Asrama Smp/Sma Distrik Kuri | Kab. Teluk Bintuni | Rp 7,242,480,000 |
| 10 August 2023 | Pembangunan Breakwater Pantai Kampung Urbinasopen | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 4,750,000,000 |
| 30 August 2025 | Pembangunan Usb 3 Rkb Sma Persiapan Kuri Sarbe | Kab. Teluk Bintuni | Rp 1,804,606,000 |
| 13 August 2025 | Belanja Modal Bangunan Kesehatan - Gudang Farmasi (Blud) | Kab. Sorong | Rp 1,425,000,000 |
| 13 November 2024 | Pematangan Lahan Lanjutan Rumah Susun Asn Pemprov Papua Barat Daya | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 997,838,000 |
| 28 October 2025 | Rehabilitasi Dan Pengadaan Kantor Sementara Polda Pbd(segmen 1) | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 976,970,000 |
| 29 October 2025 | Rehabilitasi Dan Pengadaan Kantor Sementara Polda Pbd(segmen 2) | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 967,890,000 |
| 29 October 2025 | Rehabilitasi Dan Pengadaan Kantor Sementara Polda Pbd(segmen 3) | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 906,680,000 |
| 20 November 2025 | Pembangunan Kantin Polda Pbd | Provinsi Papua Barat Daya | Rp 738,830,000 |
| 24 July 2025 | Rehab Sekolah Di Kawasan Transmigrasi Klamono - Segun | Kementerian Transmigrasi | Rp 600,000,000 |