| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0210209136051000 | - | - | |
| 0018173179013000 | - | - | |
| 0022000228123000 | - | 1. Berdasarkan hasil pengecekan melalui layanan daring (online) milik penerbit dokumen yang tersedia (Barcode) terhadap dokumen SBU kode Subklasifikasi IN012 - KBLI 43215 (Nomor registrasi LPJK F.2146.22975.2024.0249335.IN.012.15) yang disampaikan peserta, didapatkan hasil ketidaksesuaian dengan dokumen yang disampaikan, dan 2.Tidak memiliki Kemampuan Dasar (KD) dengan nilai KD sama dengan 3 x NPt (Nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun terakhir) untuk kualifikasi Usaha Besar, pengalaman pekerjaan pada sub bidang klasifikasi/layanan SBU yang disyaratkan dan lingkup pekerjaan : Gardu Listrik Transportasi | |
PT Digdaya Karya Abadi | 03*3**9****26**0 | - | - |
| 0020467510051000 | - | - | |
| 0017046673323000 | - | - | |
| 0018528232214000 | - | - | |
| 0758705339612000 | - | - | |
| 0012150827812000 | - | - | |
| 0023715675003000 | - | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - | - |
| 0747702611622000 | - | - | |
| 0711323220514000 | - | - | |
PT Kharisma Putra Adipratama | 07*8**2****42**0 | - | - |
Oetomo Hikmat Konstruksi | 08*1**4****03**0 | - | - |
Elsicom Engineering | 00*3**0****28**0 | - | - |
| 0017298720013000 | - | - | |
| 0030797070805000 | - | - | |
PT Posi Posi Persada | 09*9**1****42**0 | - | - |
| 0026091769609000 | - | - | |
| 0013094198037000 | - | - | |
| 0313605941531000 | - | - | |
| 0016535015542000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEMBANGUNAN GARDU TRAKSI DELANGGU
Pekerjaan Elektrifikasi jalur KA segmen Yogyakarta - Solo dibangun menggunakan
Detail Engineering Desain (DED) Elektrifikasi Jalur KA Lintas Yogyakarta – Solo tahun
2012. Ruang lingkup hasil studi DED tersebut meliputi pembangunan jaringan LAA
segmen Yogyakarta - Solo dan pembangunan Gardu Traksi 11 unit. Pada saat
pembangunan Elektrifikasi Jalur KA segmen Yogyakarta – Solo tahun 2019 hanya
dibangun sejumlah 8 Gardu Traksi Kereta Api yaitu Gardu Lempuyangan, Gardu
Maguwo, Gardu Brambanan, Gardu Srowot, Gardu Klaten, Gardu Ceper, Gardu Gawok
dan Gardu Purwosari. Pelayanan dari 8 gardu yang telah dibangun, terdapat indikasi
bahwa pelayanan elektrifikasi yang kurang maksimal. Adapun temuan tersebut
dikarenakan jarak pelayanan elektrifikasi antara Gardu Listrik Ceper ke Gardu Listrik
Gawok berjarak ± 11,8 km. Jarak tersebut berpotensi mengakibatkan penurunan
tegangan pada supply listrik untuk KRL. Potensi penurunan tegangan terjadi ketika Gardu
PLN Ceper mengalami off/gangguan maka supply Gardu Listrik Stasiun Klaten s.d Gardu
Listrik Stasiun Gawok yang berjarak ± 21 km mengakibatkan penurunan tegangan yang
berdampak ke penurunan tegangan pada supply listrik untuk KRL. Selain itu, jika Gardu
PLN Gawok mengalami off/gangguan maka supply Gardu Listrik Stasiun Ceper s.d Gardu
Listrik Stasiun Purwosari yang berjarak ± 19 km mengalami penurunan tegangan yang
berdampak ke penurunan tegangan pada supply listrik KRL.
Penurunan supply tegangan menyebabkan hal-hal sebagai berikut:
a. Terhambatnya perjalanan KRL di segmen Yogyakarta – Solo – Palur sehingga
dapat menurunkan tingkat mobilitas pengguna transportasi KRL;
b. Penurunan pada kehandalan sarana KRL;
c. Menurunkan pelayanan ketepatan waktu perjalanan KRL.
Untuk mengantisipasi penurunan tegangan tersebut diperlukan pembangunan
gardu tambahan di Stasiun Delanggu. Lokasi pembangunan Gardu Delanggu berada
diantara Gardu Ceper dan Gardu Gawok dengan jarak 5,5 km dari Gardu Delanggu ke
Gardu Gawok dan dengan jarak 6,3 km dari Delanggu ke Ceper. Lokasi pembangunan
tersebut dapat dilihat pada gambar 2. Penambahan gardu juga dapat mengantisipasi
penurunan tegangan ketika ada penambahan jumlah perjalanan KRL untuk memenuhi
pelayanan.
Dikarenakan DED Elektrifikasi Jalur KA Lintas Yogyakarta – Solo dibuat pada
tahun 2012, secara teknis umur DED tersebut sudah tidak bisa digunakan. Dengan
kendala tersebut, Direktorat Prasarana Perkeretaapian melakukan reviu DED Elektrifikasi
khususnya untuk Gardu Delanggu pada tahun 2023 dan dalam pelaksanaannya selesai
pada awal tahun 2024.
Untuk mempertahankan tingkat mobilitas pengguna transportasi KRL, menjaga
kehandalan sarana KRL, dan meningkatkan pelayanan perjalanan KA, maka
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Balai Teknik
Perkeretaapian Kelas I Semarang akan melaksanakan pekerjaan Pembangunan Gardu
Traksi Delanggu.
Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan pelayanan pengguna jasa kereta
api khususnya penumpang KRL.
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:
1. Terciptanya dukungan operasional KRL segmen Yogyakarta – Solo Balapan –
Palur;
2. Terciptanya peningkatan pelayanan penumpang KRL segmen Yogyakarta – Solo
Balapan – Palur sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum;
3. Terciptanya keselamatan perjalanan kereta api bagi pengguna jasa KRL.