KERANGKA ACUAN KERJA FISIK
SKPD : DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN DHARMASRAYA
PROGRAM : PROGRAM PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI (KEHATI)
KEGIATAN : PROGRAM PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN
HAYATI KABUPATEN/KOTA
PEKERJAAN : BELANJA BARANG UNTUK DIJUAL/DISERAHKAN
KEPADA MASYARAKAT PENGHIJAUAN RTH
SILAGO
LOKASI : KECAMATAN PULAU PUNJUNG
TAHUN ANGGARAN 2024
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
KERANGKA ACUAN KERJA FISIK
PEKERJAAN
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
1. LATAR : Adanya kebutuhan menciptakan lingkungan yang sejuk, asri,
BELAKANG indah sebagai sebagai taman kota.
2. MAKSUD DAN : Maksud :
TUJUAN
Memperbaiki kerusakan – kerusakan pada RTH Silago dan
menciptakan lingkungan yang sejuk, asri, indah sebagai sebagai
taman kota
Tujuan :
Menciptakan lingkungan yang sejuk, asri, indah sebagai sebagai
taman kota.
3. TARGET/ : Memperbaiki kerusakan – kerusakan pada RTH Silago dan
SASARAN menciptakan lingkungan yang sejuk, asri, indah sebagai sebagai
taman kota.
4. RUANG : a. Ruang Lingkup :
LINGKUP,
Penghijauan RTH Silago.
LOKASI,
PEKERJAAN, b. Lokasi Pekerjaan :
FASILITAS
Pulau Punjung – Kabupaten Dharmasraya
PENUNJUNG
c. Fasilitas Penunjang :
-
5. ANGGARAN PAGU : Rp. 228.000.000,- (dua ratus dua puluh delapan juta
rupiah)
HPS : Rp. 227.978.477,- (dua ratus dua puluh tujuh juta
sembilan ratus tujuh puluh delapan ribu empat ratus
tujuh puluh tujuh rupiah)
6. JANGKA : 60 (enam puluh) hari kalender, terhitung sejak penanda
WAKTU tanganan Kontrak, dengan masa pemeliharaan 180 (seratus
PELAKSANAAN delapan puluh) hari kalender setelah selesai pekerjaan
PEKERJAAN Provisional Hand Over (PHO)/penyerahan pertama pekerjaan.
7. PERSYARATAN : Memiliki Surat lzin dan persyaratan sebagai berikut :
KUALIFIKASI 1. Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB);
2. Memiliki :
Kode Sub Klasifikasi PB010 sesuai dengan Permen
PUPR Nomor 6 Tahun 2021 atau SP015 sesuai Permen
PUPR Nomor 19 Tahun 2014
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
3. Memilki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang masih
berlaku;
4. Memiliki Akta Perusahaan;
5. Memiliki Surat Keterangan Terdaftar di Kemenkumham;
6. Memiliki status valid wajib pajak;
7. Memiliki pengalaman Konstruksi 4 (Empat) Tahun
Terakhir;
8. Kualifikasi Usaha Kecil
8. SPESIFIKASI Tenaga Manajerial yang diperlukan :
JABATAN
KERJA
Sertifikat
Pengalaman
No Jabatan Keahlian
Minimal
Minimal
A. PERSONIL MANAJERIAL
Sertifikat
1. Pelaksana 1 tahun
Kompetensi
Kerja (SKK)
Level 4/5/6
Pelaksana
Taman
Bangunan dan
Fasilitas Umum;
atau
Sertifikat
Kompetensi
Kerja (SKK)
Level 5
Pelaksana
Lapangan
Pekerjaan
Gedung
2. Petugas 0 tahun SKK Level 3
Keselamatan dan Petugas K3
Kesehatan Kerja Konstruksi
(K3) Konstruksi
Bila kemudian hari, menurut pendapat Tim Teknis atau
Penerima Jasa, Pelaksana kurang mampu atau tidak cakap
memimpin pekerjaan, maka akan diberitahukan kepada
Kontraktor secara tertulis untuk mengganti Pelaksana dalam
jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan Surat
Pemberitahuan, Pelaksana harus sudah menunjukkan
Pelaksana baru.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
9. KELUARAN Penghijauan RTH Silago dan diperbaikinya kerusakan –
PRODUK YANG kerusakan yang ada sesuai perencanaan yang telah disusun.
DIHASILKAN
10. SPESIFIKASI (Uraian Terlampir)
TEKNIS
PEKERJAAN
KONSTRUKSI
I. TINJUAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI : KECIL
No Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya
Perbaikan Saluran Drainase
1 Terjepit, tertimpa material
Pas. Buis beton diameter 60 cm
II. PERALATAN YANG DIPERLUKAN
NO Alat / Type Kapasitas Jumlah Minimal
Minimum
1. Gerobak sorong - 3 Buah
2. Mesin potong rumput - 1 Unit
III. PEKERJAAN DI WAKTU MALAM HARI
Kontraktor harus meminta izin tertulis kepada Penerima Jasa dalam hal untuk
melaksanakan pekerjaan atau bagian pekerjaan dimalam hari dengan menerima
saran dan pertimbangan dari Ahli/Petugas K3 Konstruksi.
IV. PENGAWASAN
A. Pengawasan setiap hari terhadap Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh
Konsultan Pengawas di mana setiap saat Konsultan Pengawas harus dapat
dengan mudah mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan,
bahan dan peralatan. Kontraktor harus mengadakan fasilitas-fasilitas yang
diperlukan.
B. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengawasan
Konsultan Pengawas dikarenakan tidak pernah dilaporkan sebelumnya ke
Konsultan Pengawas maka menjadi tanggungjawab Kontraktor. Pekerjaan
tersebut jika diperlukan harus segera dibuka/dibongkar sebagian atau
seluruhnya.
C. Jika Kontraktor perlu melaksanakan pekerjaan diluar jam kerja sehingga
diperlukan pengawasan pekerjaan oleh Konsultan Pengawas, maka segala
biaya untuk itu menjadi beban Kontraktor.
D. Wewenang dalam memberikan keputusan petugas-petugas Konsultan
Pengawas adalah terbatas pada soal-soal yang jelas tercantum/dimasukan di
dalam gambar dan Rencana Kerja dan Syarat serta Risalah Penjelasan.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
Penyimpangan dari padanya haruslah seizin tertulis tertulis Pemilik
Kegiatan.
V. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi pengadaan secara memadai untuk tenaga ahli, alat-alat
bantu dan bahan material sesuai jenis pekerjaan. Pekerjaan terdiri dari:
I. PENERAPAN SMKK
II. PEKERJAAN PENDAHULUAN
III. PEKERJAAN ARSITEKTUR
IV. PEKERJAAN PEMASANGAN ALAT OLAHRAGA OUTDOOR
V. PEKERJAAN LANSEKAP
VI. PEKERJAAN PENGECATAN
VII. PEKERJAAN M.E.P
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
VI. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
a. Lingkup Pekerjaan
Terciptanya lingkungan proyek yang menerapkan SMKK sesuai dengan
aturan dan ketentuan yang berlaku.
a. Syarat Bahan/Alat
(a). Obat, APD, dan APK : sesuai standar SNI.
(b). Tidak memakai bahan atau peralatan yang membahayakan keselamatan
tanpa pengawasan ahli.
b. Syarat Pelaksanaan
(a). Penggunaan peralatan dan bahan yang memiliki risiko bahaya tinggi,
harus mendapat persetujuan tertulis dari pengawas dan didampingi oleh
ahli terkait.
(b). Operator alat berat harus memiliki sertifikat/surat izin tertulis untuk alat
yang akan dioperasikan
(c). Menerapkan protokol kesehatan sebagaimana uraian Syarat-Syarat
Umum di atas
(d). Memakai APD dan APK saat berada di lokasi pekerjaan
(e). Mengikuti Job Safety Analysis atau Metode Pekerjaan yang telah disetujui
secara tertulis sebelum pekerjaan dimulai.
c. Metode Pekerjaan
(a). Penerapan SMKK mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021
tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
d. Pengukuran dan Pembayaran
(a). Dasar pembayaran item ini adalah lumpsum dan merupakan barang
habis pakai.
VII. PEKERJAAN PERSIAPAN
II.A Pekerjaan Papan Nama Proyek
a. Lingkup Pekerjaan
Membuat papan informasi yang terbuat dari material vinyl sebagai media
dan rangka kayu sebagai kedudukan. Papan nama proyek ini menjadi
informasi umum yang mudah terlihat sehingga diketahui dengan jelas
pekerjaan yang sedang berlangsung.
b. Syarat Bahan/Alat
(a). Rangka penopang papan nama proyek : Kayu balok 4/6 cm
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
(b). Media : vinyl banner
(c). Berwarna
c. Syarat Pelaksanaan
(a). Penempatan papan nama proyek/ plank proyek harus ditempatkan di
tempat yang terbuka dan mudah dilihat.
(b). Papan nama proyek/ plank proyek harus tetap terpasang hingga
proyek selesai dan tetap menjadi tanggung jawab Kontraktor
sepanjang proyek berlangsung.
(c). Ukuran plank proyek minimal 80x120 cm.
d. Metode Pekerjaan
(a). Memotong kayu balok berdasarkan kebutuhan rangka. Ketinggian
tiang adalah 2,5 m dari permukaan tanah. Untuk rangka pengokoh
dan skor dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
(b). Memotong kayu balok untuk kedudukan media vinyl dengan ukuran
80x120 cm
(c). Memprint/plot desain plank proyek yang telah ditentukan ke media
vinyl/banner (berwarna)
(d). Merekatkan vinyl banner yang telah di print/plot ke media rangka
yang telah dibuat sebelumnya. Perekatannya bisa menggunakan
paku rebana, steples tipe U, ikat tali, maupun metode lainnya
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah per unit item.
II.B Pekerjaan Pendahuluan/ Pembersihan
a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan pembersihan ini meliputi seluruh pekerjaan yang
berhubungan dengan pemotongan rumput, menyapu, membuang material
tidak terpakai/sampah dari lokasi pekerjaan, membersihkan pinggiran
kolam, mengeluarkan sampah sampah dan rerumputan dari kolam,
membersihkan saluran drainase dari endapan/sedimen, meracun
semak/gulma (jika diperlukan), mengelap permukaan, mengikis/mengerok
(diluar pekerjaan lingkup pengecatan), dan mencuci dinding atau
permukaan tembok sekitaran taman yang termasuk ke dalam lingkup
pekerjaan.
b. Syarat Bahan/Alat
Alat pertukangan dan alat pembersihan.
c. Syarat Pelaksanaan
Material tidak terpakai/sampah yang telah ada atau akibat dari
pembersihan harus dibuang ke luar lokasi pekerjaan.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
d. Metode Pekerjaan
(a). Mengosongkan areal kerja/mengalihkan sirkulasi lalu lalang
pengunjung yang tidak terkait dengan rencana pekerjaan.
(b). Membersihkan.
(c). Mengumpulkan material tidak terpakai/sampah ke satu titik atau
beberapa titik sebelum dibuang ke luar lokasi pekerjaan
(d). Mengangkut material bongkaran ke dalam mobil pengangkut untuk
dibuang di lokasi pekerjaan atau di lokasi yang disebutkan oleh
Pemilik/Pemberi Kerja.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah per m2 (meter persegi). Areal yang
dibersihkan meliputi sesuai gambar kerja dan dalam lingkup kawasan
yang disebutkan oleh Konsultan Pengawas atau Penerima Jasa.
II.C Pekerjaan Pembersihan Kolam
a. Lingkup Pekerjaan
Membersihkan kolam, mengeluarkan sampah sampah dan rerumputan dari
kolam termasuk membersihkan pinggiran kolam dari lumut atau kotoran
lumpur. Lingkup pekerjaan ini sebatas areal kolam dengan kedalam
pengerukan minimal 1 meter dari permukaan kolam.
b. Syarat Bahan/Alat
Alat pertukangan dan alat pembersihan.
c. Syarat Pelaksanaan
Pembersihan kolam dengan cara dilakukan pengerukan secara manual,
semi mekanis, ataupun dapat menggunakan alat berat yang dalam
pelaksanaan metodenya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.
Material lumpur, material tidak terpakai lainnya, sampah yang telah ada
atau akibat dari pembersihan harus dibuang ke luar lokasi pekerjaan.
Untuk material lumpur dalam hal dibuang di lokasi pekerjaan maka harus
mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
d. Metode Pekerjaan
(a). Mengosongkan areal kerja/mengalihkan sirkulasi lalu lalang
pengunjung yang tidak terkait dengan rencana pekerjaan.
(b). Membersihkan dengan cara mengeruk dan mengeluarkan lumpur,
sampah, atau material tidak terpakai lainnya yang ada di dalam
kolam ke luar kolam.
(c). Mengumpulkan material tidak terpakai/sampah/lumpur ke satu titik
atau beberapa titik sebelum dibuang ke luar lokasi pekerjaan
(d). Mengangkut material bongkaran ke dalam mobil pengangkut untuk
dibuang di lokasi pekerjaan atau di lokasi yang disebutkan oleh
Pemilik/Pemberi Kerja.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah per m3 (meter persegi). Areal yang
dibersihkan meliputi sesuai gambar kerja dan dalam lingkup kawasan
atau yang disebutkan oleh Konsultan Pengawas atau Penerima Jasa.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
II.D Pekerjaan Pengikisan/Pengerokan Cat Dinding Tembok Lama
a. Lingkup Pekerjaan
Mengikis/mengerok permukaan tembok/besi/kayu dengan tujuan
menghilangkan lapisan cat sebelumnya yang telah rusak atau
membersihkannya dari kotoran/debu yang menempel.
b. Syarat Bahan/Alat
Menggunakan sikat kawat atau scaper pengerok cat.
c. Syarat Pelaksanaan
Bagian yang dikikis harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
Konsultan Pengawas atau sesuai gambar kerja.
d. Metode Pekerjaan
(a). Menentukan areal yang akan dikikis/dikerok.
(b). Mengikis/mengerok permukaan yang akan di cat.
(c). Mengampelas permukaan yang telah dikikis/dikerok
(d). Membersihkan permukaan yang telah dikikis/dikerok dari debu akibat
pekerjaan pengikisan/pengerokan itu sendiri.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah per m2 (meter persegi).
VIII. PEKERJAAN ARSITEKTUR
III.A Pas. Rangka Kedudukan ACP; Besi Hollow
a. Lingkup Pekerjaan
Pemasangan rangka besi hollow untuk kedudukan pemasangan ACP.
Pekerjaan ini termasuk didalamnya pekerjaan pengelasan, dompul,
pengampelasan, dan pengecatan. Perkuatan lainnya dalam hal
penempatan rangka ini menjadi bagian dari pekerjaan ini.
b. Syarat Bahan/Alat
Besi hollow 40.40.1,6 mm finishing cat
c. Syarat Pelaksanaan
1). Perangkaian besi menjadi rangka dilakukan perekatan dengan
cara di las.
2). Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan
bantu pemasangan untuk mempermudah sera mempercepat
pemasangan.
d. Metode Pengerjaan
(a). Siapkan material besi hollow, material untuk pengelasan, dan
peralatan yang digunakan untuk pengerjaan.
(b). Memastikan ukuran dimensi besi hollow dan ketebalannya yang
sesuai dengan rencana kerja.
(c). Memotong besi hollow sesuai dengan gambar kerja.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
(d). Lakukan pengelasan secara merata di daerah sambungan.
(e). Lakukan pengampelasan pada daerah sambungan yang telah di
las.
(f). Beri lapisan dompul sebelum dilakukan pengecatan.
(g). Car permukaan rangka besi hollow secara merata.
(h). Cek kembali kerapihan sambungan dan lakukan perbaikan untuk
sambungan yang kurang kuat dan kurang rapi.
(i). Bersihkan material sisa pengerjaan.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan m2 (meter persegi).
III.B Pas. ACP tebal 4 mm; Flat
a. Lingkup Pekerjaan
Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan bahan-bahan,
tenaga, peralatan dan pemasangan ACP seperti yang ditunjukkan
dalam gambar rencana. Pemasangan spigot atau stiffener menjadi
bagian tidak terpisahkan dari pekerjaan ini.
b. Syarat Bahan/Alat
1). Bahan : ACP flat PVDF
2). Tebal: 4 mm.
3). Aluskin 0.5 mm
4). Rangka: sesuaikan dengan desain. Sebagaimana disetujui oleh
Pemberi Tugas /Konsultan Pengawas
5). Gunakan sealent yang sealent netral untuk bagian pemasangan
eksterior.
c. Syarat Pelaksanaan
1). Pemasangan ACP dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus
dalam pekerjaan ini dengan menunjukkan surat keterangan
referensi pekeriaan-pekerjaan yang pernah dikerjakan kepada
Konsultan Pengawas untuk mendapat persetujuan tertulis.
2). Aluminum Composite Panel yang digunakan untuk seluruh
proyek harus dari satu macam saja.
3). Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan
bantu pemasangan untuk mempermudah sera mempercepat
pemasangan dengan hasil pemasangan yang akurat, teliti dan
tepat pada posisinya.
d. Metode Pengerjaan
(a). Meneliti ukuran dan dimensi material yang digunakan
(b). Memastikan rangka kedudukan ACP sudah terpasang dengan
baik. Pasang ACP sesuai dengan gambar kerja. Kemudian
pasang/rangkai rangka sesuai modul yang ditentukan.
(c). Memotong lembaran ACP sesuai dengan gambar kerja.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
(d). Pasang modul ACP yang sudah dipotong sesuai ukuran. Tarik
benang untuk menjadi acuan pemasangan ACP untuk menjaga
kerataan pemasangan.
(e). Beri perkuatan menggunakan paku rivet. Kedudukan dapat
menggunakan stiffener atau spigot.
(f). Beri sealant pada celah/nat pertemuan antar modul ACP.
Pemberian sealant ini didahului dengan memberi lakban kertas
di permukaan ACP yang menjadi celah/nat antar modul ACP
agar permukaan ACP yang tidak merupakan pertemuan antar
modul ACP tetap bersih dan tidak terkena sealant.
(g). Bersihkan ACP dari kotoran dan rapikan pemasangan.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan m2 (meter persegi).
III.C Pas. Pintu UPVC
a. Lingkup Pekerjaan
Pemasangan pintu WC/KM.
b. Syarat Bahan/Alat
1). Pintu UPVC.
2). Sudah termasuk handle, kunci, engsel, dan kuzen.
c. Syarat Pelaksanaan
1). Pintu dipasang dengan rapi, tegak lurus, dan tidak macet atau
tersendat
d. Metode Pengerjaan
(a). Mengecek kelangkapan pintu UPVC
(b). Sesuaikan ukuran pintu dengan rencana kerja.
(c). Pasang pintu UPVC dengan perkuatan cor dibagian sisi samping
kuzen atau perkuatan lainnya yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
(d). Cek kerapihan pemasangan dan cek keberfungsian pintu.
(e). Bersihkan dari material sisa pengerjaan.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan buah (bh) atau unit set lengkap.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
IV.1 PEKERJAAN PEMASANGAN ALAT OLAHRAGA OUTDOOR
a. Lingkup Pekerjaan
Yang dimaksud dengan “Pabrikasi” dan “Non Pabrikasi” disini adalah :
Pabrikasi, adalah alat – alat olahraga outdoor yang dimaksud
diproduksi oleh perusahaan yang telah memiliki TUV Sertifikat
International Keamanan Produk dan ISO 9001 Sertifikat International
Managemen Mutu.
Non Pabrikasi, adalah alat – alat olahraga outdoor yang dimaksud
dapat dibuat oleh tukang besi/ pengrajin besi lokal dengan tetap
mengacu kepada standar yang telah ditentukan dalam spesifikasi ini
dan gambar kerja
Menyediakan dan memasang peralatan olahraga yang telah
dipersyaratkan dalam kontrak agar bisa digunakan oleh masyarakat
dengan nyaman dan aman
b. Syarat Bahan/Alat
Alat-alat olahraga outdoor yang dikategorikan pabrikasi adalah :
Gerofit Hip Twister + Angkur
Gerofit Elliptical Cross Trainer + Angkur
Gerofit Push and Pull Chair + Angkur
Alat yang disebutkan di atas harus telah memiliki TUV Sertifikat
International Keamanan Produk dan ISO 9001 Sertifikat International
Managemen Mutu terkait alat alat tersebut.
NAMA ALAT SPESIFIKASI KETERANGAN
Elliptical Cross Size minimal : 151 cm x 63 cm x 165 cm Ex :
Trainer + Angkur
Bahan Besi : Cold Rolled Steel Pipe Kode Seri AFO-
01A
Diameter Besi Utama : 11,4 cm &
Ketebalan : 3,5 mm
Anti Karat : Spraying Zinc Technology
Cat : Dupon Powder Coating ( 2x ) +
Zinc Rich Premier
Push Chair and Size minimal : 206 cm x 68 cm x 195 cm Ex :
Pull Chair +
Bahan Besi : Cold Rolled Steel Pipe Kode Seri AFO-23
Angkur
Diameter Besi Utama : 11,4 cm &
Ketebalan : 3,5 mm
Anti Karat : Spraying Zinc Technology
Cat : Dupon Powder Coating ( 2x ) +
Zinc Rich Premier
Hip Twister + Size : 180 cm x 160 cm x 135 cm Ex :
Angkur
Bahan Besi : Cold Rolled Steel Pipe Kode seri AFO-06
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
Diameter Besi Utama : 11,4 cm &
Ketebalan : 3,5 mm
Tipe :
Anti Karat : Spraying Zinc Technology
Trio Waist Twister
Cat : Dupon Powder Coating ( 2x ) +
Zinc Rich Premier
Elliptical Cross Trainer Puss and Pull Chair
Hip Twister
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
Alat-alat olahraga outdoor yang dikategorikan non-pabrikasi adalah :
Pull Up
NAMA SPESIFIKASI KETERANGAN
ALAT
Pull Up Tinggi antara muka tanah dan bar : Warna cat :
Tiang utama = hijau
Bagian 1 = 2,5 m
tua
Bagian 2 = 2,0 m
Besi bar = putih
Bagian 3 = 1,5 m
Lebar antara tiang utama = 1,0 m
Atau berdasarkan
Besi tiang utama = 3”, tebal 3 mm
perubahan warna
Besi bar = 1 s.d 1 ¼ “, tebal 2 mm permintaan Penerima
(diameter disesuaikan peruntukkan) Jasa
Cat = semprot 3x lapis
Alat – alat yang termasuk kategori ini dapat berupa alat yang
merupakan buatan tukang besi lokal/setempat dengan tetap mengacu
kepada spesifikasi yang syaratkan dalam gambar kerja dan
spesifikasi teknis ini. Pekerjaan ini sudah termasuk angkur dan
pemasangannya.
c. Syarat Pelaksanaan
(a). Alat – alat olahraga outdoor kategori Pabrikasi adalah
merupakan produksi dari perusahaan yang telah memiliki TUV
Sertifikat International Keamanan Produk dan ISO 9001 Sertifikat
International Managemen Mutu.
(b). Alat – alat olahraga outdoor kategori Non-Pabrikasi adalah dapat
merupakan hasil buatan tukang besi lokal/ setempat dengan
tetap mengacu kepada perencanaan teknis yang telah
ditetapkan dalam kontrak kerja.
(c). Pengawas berwenang menolak alat yang disediakan jika tidak
sesuai dengan persyaratan teknis dan bahan yang diminta oleh
Pemilik berdasarkan spesifikasi yang telah disepakati dalam
SPK kontrak.
(d). Alat dapat diterima jika dapat beroperasi dengan baik dan lancar.
a. Metode Pengerjaan
(a). Mobilisasi alat ke lokasi pekerjaan
(b). Pemasangan alat di titik yang telah direncanakan baru bisa
dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas.
(c). Pasang angkur dan perangkat pendukung alat lainnya.
(d). Cek kerapihan pemasangan dan cek keberfungsian alat.
(e). Lakukan perkuatan pada bagian bagian yang belum sepenuhnya
terpasang dengan kuat.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan unit.
IV.2 PASANGAN PONDASI BATU KALI
a. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan meliputi kegiatan pasangan pondasi batu kali.
b. Syarat Bahan/Alat
(a). Batu kali maks 20 cm
c. Syarat Pelaksanaan
(a). Menyusun pasangAn batu kali/batu pecah dengan car
meletakkan batu ukuran besar di posisi paling bawah.
(b). Ukuran pasangan mengikuti gambar kerja .
d. Metode Pekerjaan
(a). Mengurug pasir terlebih dahulu sebagai dasar perletakan.
(b). Memilah batu berdasarkan besaran/ukuran batu..
(c). Membuat adukan mortar sebagai bahan perekat pasangan batu
(d). Menempatkan batu paling besar di urutan paling bawah
(e). Mengisi celah batu dengan adukan mortar serta dipadatkan.
(f). Melanjutkan pasangn batu dengan kriteria besaran yang telah
dipilah tadi.
(g). Lakukan pekerjaan e) dan f) berulang kali sehingga memenuhi
kebutuhan pasangan yang ditentukan sesuai gambar kerja
(h). Cek kembali pasnagan batu kali dan isi bagian pasangan yang
belum terisi celah diantara batu dengan sempurna.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan m3 (meter kubik).
IV.3 PASANGAN PONDASI BATU KALI
a. Lingkup Pekerjaan
Cor beton untuk lingkup pekerjaan sebagai berikut:
(a). Pekerjaan cor kembali lantai/jalan setapak
(b). Pekerjaan cor lantai tempat kedudukan alat olahraga outdoor
b. Syarat Bahan/Alat
(a). Mutu beton f’c = 15 MPa
c. Syarat Pelaksanaan
Site Mix :
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
(a). Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat – syarat SNI.
Beton dalam paket pekerjaan ini harus mempunyai kekuatan
minimal yang disyaratkan.
(b). Adukan beton yang dibuat setempat (site mixing) harus
memenuhi syarat-syarat:
e.1. Membuat mix design
e.2. Semen diukur menurut volume
e.3. Agregat diukur menurut volume.
e.4. Pasir diukur menurut volume
e.5. Adukan beton tercampur dengan sempurna dan merata
d. Metode Pelaksanaan
Site Mix :
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian –
bagian utama dari pekerjaan, Kontraktor harus memberitahukan
Konsultan Pengawas dan mendapatkan persetujuan tertulis. Jika tidak
ada persetujuan tertulis, maka Kontraktor dapat diperintahkan untuk
menyingkirkan / membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan
tertulis, atas biaya Kontraktor sendiri. Pengadukan dari tiap molen harus
terus menerus dan tidak kurang dari dua menit sesudah seluruh bahan
termasuk air berada didalam molen/concrete mixer, selama itu molen
harus terus berputar pada kecepatan yang akan menghasilkan adukan
dengan kekentalan merata pada akhirwaktu pengadukan. Beton atau
lapisan aduk yang telah mengeras tidak diizin tertuliskan terkumpul
pada permukaan dalam molen. Dilarang mencampur kembali dengan
menambah air kedalam adukan beton yang sebagian telah mengeras.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan m3 (meter kubik).
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
V. PEKERJAAN LANSEKAP
Pekerjaan Vegetasi (Penanaman)
A. TECOMARIA
a. Lingkup Pekerjaan
1. Melakukan Penanaman Tanaman Tecomaria
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Tecomaria tinggi minimal 0,4 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam mengikuti gambar rencana kerja.
3. Lubang tanam dengan ukuran 30cm x 30cm x 50cm, (masukan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
B. TANAMAN KALIANDRA LUSIANA
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Kaliandra Lusiana
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Kaliandra Lusiana tinggi minimal 0,4 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam mengikuti gambar rencana kerja.
3. Lubang tanam dengan ukuran 30cm x 30cm x 50cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
C. TANAMAN PUCUK MERAH
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Pucuk Merah
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Pucuk Merah tinggi minimal 0,4 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam mengikuti gambar rencana kerja.
3. Lubang tanam dengan ukuran 30cm x 30cm x 50cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
D. TANAMAN MELATI MINI
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Melati Mini
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Melati Mini tinggi minimal 0,2 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam ± 20 cm (dapat dilakukan penyesuaian).
3. Lubang tanam dengan ukuran 20cm x 20cm x 28cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
E. TANAMAN ASOKA (MERAH/KUNING)
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Asoka
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Asoka tinggi minimal 0,3 m warna merah atau kuning
(disesuaikan dengan letak tanam sesuai gambar kerja)
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam ± 25 cm (dapat dilakukan penyesuaian).
3. Lubang tanam dengan ukuran 20cm x 20cm x 28cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
F. TANAMAN BROKOLI KUNING
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Brokoli Kuning
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Brokoli Kuning tinggi minimal 0,2 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam ± 20 cm (dapat dilakukan penyesuaian).
3. Lubang tanam dengan ukuran 20cm x 20cm x 28cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
1. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
2. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
3. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
4. Melakukan penanaman dan penyiraman
5. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
G. TANAMAN BUNGA KERTAS (BOUGENVILLE)
a. Lingkup Pekerjaan
Melakukan Penanaman Tanaman Bunga Kertas (Bougenville)
b. Syarat Bahan dan Alat
1. Tanaman Bunga Kertas (Bougenville) tinggi minimal 0,25 m
2. Anti Rayap
3. Pupuk Organik
c. Syarat Pelaksanaan
1. Penanaman dilakukan di pagi hari.
2. Jarak tanam ± 50 cm (dapat dilakukan penyesuaian).
3. Lubang tanam dengan ukuran 20cm x 20cm x 28cm, (masukkan anti
rayap kedalam lubang).
4. Kondisi tempat lobang tanam harus bersih dari gulma dan
rerumputan/semak.
d. Metode
6. Melakukan penyeleksian bibit sebelum melakukan penanaman.
7. Mempersiapkan lahan/lokasi tanam
8. Memberikan pupuk sebagai pemicu pertumbuhan akar tanaman.
9. Melakukan penanaman dan penyiraman
10. Penyiraman dilakukan yakni pagi sebelum pukul 10:00 atau sore hari
setelah pukul 16:00
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang
terpasang/tertanam dengan satuan buah/batang.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
VI. PEKERJAAN PENGECATAN
V.1 Pekerjaan Pengecatan
a. Lingkup Pekerjaan
(a). Meliputi pekerja, peralatan dan bahan-bahan yang berhubungan
dengan pekerjaan pengecatan sesuai dengan RKS serta Gambar
Kerja.
(b). Dinding yang tidak dilapisi dengan bahan pelapis apapun,
penyelesaiannya dengan menggunakan cat tembok.
(c). Jika sesuatu bagian atau permukaan tidak disebutkan dalam
spesifikasi ini pelapis catnya sama dengan pelapis yang dipakai untuk
area dinding plafond dengan material yang sejenis dan atau
menyerupai, atau sesuai petunjuk dari Konsultan Pengawas.
(d). Pekerjaan ini meliputi pemeliharaan setelah pekerjaan pengecatan
selesai. Barang atau bagian pekerjaan lain yang rusak atau kotor
diakibatkan oleh pekerjaan pengecatan menjadi tanggung jawab
Kontraktor untuk membersihkannya maupun penggantian kerusakan
jika diperlukan.
b. Persyaratan Bahan/Alat
(a). Bahan cat, berkualitas baik yaitu warna sesuai dengan petunjuk
Konsultan Pengawas atau Pemilik Proyek
(b). Sifat umum tahan terhadap pengaruh cuaca, mengurangi pori-pori, daya
tutup tinggi
(c). Aplikasi dengan rol atau kuas (untuk bidang kecil). Pengencer :
gunakan air bersih setara air minum. Jumlah : 0 - 5 %
(d). Cat yang digunakan berada dalam kaleng yang masih disegel dalam
kemasan, tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan tertulis
Pemilik Proyek dan Konsultan Pengawas / Konsultan Pengawas.
(e). Pengiriman cat, harus disertakan sertifikat dari agen / distributor yang
dinyatakan bahwa cat yang dikirim dijamin keasliannya. Kontraktor
bertanggungjawab, bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan
sesuai dengan RKS.
Warna
(a). Selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan pengecatan,
Kontraktor harus mengajukan daftar bahan pengecatan kepada
Konsultan Pengawas / Konsultan Pengawas.
(a). Konsultan Pengawas/ Pemberi Kerja menentukan warna pilihannya,
Kontraktor menyiapkan bahan dan bidang pengecatan untuk dijadikan
contoh, atas biaya Kontraktor.
c. Persyaratan Pelaksanaan
(a). Sebelum pekerjaan pengecatan dilaksanakan, pekerjaan objek yang
akan dicat telah selesai dikerjakan.
(b). Selanjutnya diadakan persiapan sebagai berikut:
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
1. Dinding atau bagian yang akan dicat selesai dan telah disetujui
secara tertulis oleh Konsultan Pengawas / Konsultan Pengawas
untuk dimulai Pelaksanaannya.
2. Bagian yang retak-retak, pecah atau kotoran-kotoran yang
menempel harus dibersihkan.
3. Menunggu keringnya dinding atau bagian yang akan dicat karena
masih basah dan lembab.
4. Menyiapkan dan mengadakan pengecatan untuk contoh warna.
(c). Kontraktor harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga terdapat
urutan-urutan yang tepat mulai dari pekerjaan dasar sampai dengan
pengecatan akhir.
(d). Semua pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk dari pabrik
pembuat cat tersebut.
(e). Motif dan warna cat ditentukan kemudian.
d. Metode Pengerjaan
(a). Tembok yang akan dicat harus mempunyai cukup waktu untuk
mengering. Setelah permukaan tembok kering, maka persiapan
dilakukan dengan membersihkan permukaan tembok tersebut terhadap
pengkristalan / pengapuran (efflorescene) yang biasanya terdapat pada
tembok baru, dengan amplas kemudian dengan lap sampai benar-benar
bersih.
(b). Selanjutnya dilapis tipis dengan plamir.
(c). Pada bagian-bagian dinding yang bisa bereaksi dengan alkali dan
rembesan air harus diberi lapisan wall sealer.
(d). Setelah kering permukaan tersebut diamplas lagi sampai halus.
(e). Kemudian dicat dengan lapisan pertama (cat dasar) yang terdiri dari
1(satu) lapis Plamir/Alkali Resistance sealer yang dilanjutkan dengan 2
(dua) lapis cat penutup.
(f). Bagian-bagian yang masih kurang baik, diberi plamur lagi dan diamplas
halus setelah kering.
(g). Cat Tembok Luar Seperti halnya cat dalam luar sama Pelaksanaannya
dengan cat tembok dalam butir
(h). Pekerjaan pengecatan dilakukan dengan "Roller" atau semprot pada
bagian yang sulit dijangkau
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah berdasarkan item yang terpasang
dengan satuan m2 (meter persegi).
VII. PEKERJAAN SANITASI
V.1 Pekerjaan Sanitasi
a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan ini adalah yang berhubungan dengan kegiatan sanitasi
baik jalur instalasi air bersih, instalasi air kotor/bekas, termasuk juga
saniter.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
b. Persyaratan Bahan/Alat
(a). Bahan material dipasang dalam kondisi baik dan tidak rusak
(b). Detail spesifikasi material adalah sebagaimana yang disebutkan dalam
outline spesifikasi pada RKS ini.
c. Persyaratan Pelaksanaan
(a). Pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor/bekas : aksesoris
pendukung yang tidak disebutkan pada RAB adalah termasuk bagian
dari metode penyelesaian pekerjaan instalasi itu sendiri, sehingga
menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana;
(b). Pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor/bekas : pipa dipasang di
dalam tembok dan di dalam tanah dan ditutup kembali. Akibat yang
ditimbulkan dari pengerjaan ini baik berupa pembongkaran dan
penutupannya kembali (jika tidak disebutkan dalam RAB) maka adalah
menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana;
(c). Pekerjaan pemasangan pompa air : bongkar pompa lama adalah
bagian dari pekerjaan ini termasuk membuat kembali kedudukan
pompa baru (jika diperlukan), dan termasuk pula melakukan perkuatan
dan perbaikan kerangkeng pengaman pompa.
d. Metode Pengerjaan
(a). Menyediakan material bahan yang sesuai dengan rencana kerja dan
spesfikasi yang ditentukan.
(b). Menentukan titik pengerjaan sesuai gambar kerja.
(c). Pasang saniter dengan memberi perkuatan perkuatan yang diperlukan.
(d). Lakukan pengujian keberfungsian alat saniter setelah dipasang.
(e). Lakukan finishing pekerjaan
(f). Bersihkan dari material sisa dan tidak terpakai.
e. Pengukuran dan Pembayaran
Dasar pembayaran item ini adalah setelah item terpasang dan berfungsi
dengan baik.
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
Spesifikasi Material (Outline Specification)
NO URAIAN SPESIFIKASI MERK
1. APD Helm warna kuning : untuk pekerja -
Helm warna merah : untuk Petugas K3
Konstruksi
2. Besi hollow Galvanis 40.40.1,6 mm -
3. ACP PVDF tebal 4mm, aluskin 0.5mm Maco/Seven
4. Alat Olahraga Pabrikasi :
Outdoor
Hip Twister
Gerofit
Elliptical Cross Trainer
Gerofit
Push and Pull Chair
Gerofit
Non – Pabrikasi :
Pull Up
-
5. Cat dinding tembok, Tahan cuaca, cat untuk outdoor Jotun Jotashield
Cat lantai
kedudukan alat
olahraga outdoor
6. Cat plafon Indoor Matex, Envi
7. Cat minyak - Dulux Catylac,
Nippon Paint
Platone
8. Kabel instalasi titik LED 13 Watt Philips
lampu
9. Pompa air Pompa otomatis + aksesoris Shimizu PC 375 bit
10. Tangki air Tank Kempu 1.000 liter -
11. Radar pelampung - Onda
otomatis
12. Kran air Besi -
13. Kabel (utk pompa NYM 3x2.5 mm2 (daya ke pompa) Eterna, Supreme
air) NYM 2x1.5 mm2 (kabel radar
otomatis)
PENGHIJAUAN RTH SILAGO
Keranngka Acuan Kerja ( KAK ) Fisik KABUPATEN DHARMASRAYA
14. Pipa HDPE (untuk Diameter ¾” -
instalasi air bersih)
15. Pipa PVC (untuk Diameter ¾” tipe AW Wavin abu abu
instalasi air bersih)
16. Pipa PVC (untuk Diameter 4” tipe AW -
instalasi air kotor)
17. Kloset Tipe kloset jongkok porselen American Standar
18. Keramik Polished (warna/motif mengikuti -
keramik eksisting atau mendekati atau
ditentukan kemudian oleh Penerima
Jasa)
19. Buis beton Diameter 60 cm -
PENUTUP
Selama proses pekerjaan Kontraktor Pekerjaan harus memperhatikan
keselamatan umum dengan cara meminimalisir sumber-sumber bahaya.
Kerugian akibat kecelakaan yang mungkin timbul dari kelalaian Kontraktor
Pekerjaan adalah atas beban dan tanggung jawab Kontraktor Pelaksana.
Kriteria pemenuhan kinerja dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah
pelaksanaan pekerjaan telah sesuai spesifikasi dan kondisi yang ditetapkan
dalam KAK ini.
Pulau Punjung, 09 September 2024
Dibuat oleh:
Pengguna Anggaran (PA)/
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Lingkungan Hidup Kab. Dharmasraya,
BUDI WALUYO, S. PKP
NIP. 19661030 198703 1 003