Akuisisi Data Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry Dan Magnetik Daerah Timor

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10071397000
Date: 13 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral
Work Unit: Pusat Survey Geologi
Procurement Type: Jasa Lainnya
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 40,408,500,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 38,994,300,000
Winner (Pemenang): PT Rubotori Petrotech Indonesia
NPWP: 03*2**2****14**0
RUP Code: 60272492
Work Location: Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Rote Ndao - Kupang (Kab.)
Participants: 13
Applicants
PT Rubotori Petrotech Indonesia
03*2**2****14**0Rp 37,794,825,120
0010000503051000Rp 37,901,949,000
0011307089441000-
0610219800411000-
0011308210441000-
0023419039086000-
PT Oseanland Survei Indonesia
09*0**0****35**0-
Boni Selaras Abadi
09*9**5****13**0-
0810835702063000-
0957847114063000-
0021449053081000-
0010694743093000-
0033037854022000-
Attachment
RINGKASAN  KERANGKA  ACUAN KERJA AKUISISI DATA SURVEI UMUM MIGAS          
                                                                          
  FULL TENSOR/AIRBORNE GRAVITY-GRADIOMETRY DAN MAGNETIK  TIMOR            
                                                                          
                                                                          
A.2 Gambaran Umum                                                         
                                                                          
     Pada tahun 2024, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah
berhasil mengidentifikasi 128 cekungan sedimen yang berpotensi memiliki keterdapatan
                                                                          
kandungan minyak dan gas bumi. Dari sekian banyak cekungan yang teridentifikasi tersebut, lebih
                                                                          
dari 70 cekungan belum diidentifikasi potensi cekungan sedimennya. Kendala utama pelaksanaan
kegiatan penyelidikan di cekungan ini adalah belum tersedianya data – data geologi dan geofisika
                                                                          
yang cukup untuk menjamin keberhasilan pengindentifikasian potensi cekungan sedimen.
     Sesuai dengan salah satu tugas fungsi Badan Geologi dalam upaya mengatasi menurunnya
                                                                          
cadangan dan produksi migas nasional antara lain adalah dengan melakukan survei umum migas
                                                                          
salahsatunya akuisisi data Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry dan Magnetik serta
menyediakan informasi sistem petroleum beserta potensinya bagi kepentingan umum dan daya
                                                                          
tarik investasi. Oleh karena itu pada sejak tahun 2023, Badan Geologi berupaya untuk melakukan
pengumpulan data dan informasi potensi cekungan sedimen melalui akuisisi data permukaan dan
                                                                          
bawah permukaan.                                                          
     Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry dan Magnetik semakin banyak dilakukan di
                                                                          
berbagai tempat di seluruh dunia. Di Indonesia hal tersebut juga sudah mulai dilakukan terutama
                                                                          
di daerah frontier yang dianggap memiliki prospek khususnya hidrokarbon. Presentasi ini
dimaksudkan untuk memberi gambaran mengenai prinsip dasar dari metode yg relatif baru di
                                                                          
Indonesia. Pengukuran dan pemrosesan data gravitasi yang menghasilkan besaran gradien, baik
secara horizontal maupun vertikal sebenarnya bukan hal yang baru. Namun selama ini pengukuran
                                                                          
gradien masih terbatas pada satu arah, yaitu gradien vertikal dengan cara mengukur percepatan
                                                                          
gravitasi di satu titik pengamatan pada minimal dua ketinggian yang berbeda. Gradien horizontal
diperoleh dari selisih hasil pengukuran pada dua atau lebih titik pengamatan yang pada dasarnya
                                                                          
sudah merupakan fungsi spasial. Besaran gradien diharapkan dapat memperjelas batas-batas benda
anomali dan memudahkan interpretasi data gravitasi. Secara matematik, gradien gravitasi pada
                                                                          
berbagai arah (komponen) dapat dilakukan melalui proses pemfilteran baik dalam domain spasial
                                                                          
maupun dalam domain frekuensi spasial. Namun proses tersebut berakibat pada penguatan
(amplifikasi) anomali gravitasi frekuensi tinggi, termasuk noise sehingga menimbulkan kesulitan
dalam interpretasi hasilnya. Rencana lokasi kegiatan akuisisi data Full Tensor/Airborne Gravity
                                                                          
Gradiometry dan Magnetik pada tahun 2025 dapat dilihat pada gambar berikut:
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
Gambar 1 Peta Lokasi Rencana Akuisisi Data Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry dan
        Magnetik daerah Timor                                             
                                                                          
  Penentuan lokasi area akuisisi data Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry dan Magnetik,
                                                                          
mempertimbangkan aspek – aspek berikut:                                   
                                                                          
  1. Keterdapatan rembesan hidrokarbon                                    
  2. Sumur produksi pada area dengan kondisi geologi regional yang serupa 
                                                                          
  3. Komponen petroleum system yang terbukti ada dan bekerja pada area penyelidikan
  4. Sudah ada penyelidikan keprospekan pada sebagian area penyelidikan   
                                                                          
  5. Rekomendasi dari Tim Kepmen KESDM                                    
                                                                          
                                                                          
C. MAKSUD DAN TUJUAN                                                      
                                                                          
     Maksud dari kegiatan akuisisi data Full Tensor/Airborne Gravity Gradiometry dan
Magnetik Timor ini adalah melakukan penambahan data geofisika di daerah Timor ini karena
                                                                          
kurangnya data bawah permukaan di daerah ini.                             
     Tujuan dari kegiatan ini adalah mendapatkan data dan informasi cekungan sedimen
                                                                          
meliputi data geofisika, serta memberikan informasi potensi dari cekungan sedimen tersebut.
Informasi tersebut akan diintegrasikan dengan data yang ada dan digunakan untuk mengkaji
konsep bawah permukaan sebagai acuan kegiatan eksplorasi di cekungan prospek dan cekungan
                                                                          
yang belum dieksplorasi.