TERMS OF REFERENCE
Workshop on Strategy of International Trade Negotiation
to Support Mineral Downstream Policy
Bogor, 27 - 30 Oktober 2025
I. LATAR BELAKANG
Mineral merupakan sumber daya alam yang penting bagi berbagai bidang,
terutama transisi energi, manufaktur modern, dan aplikasi teknologi tinggi militer, dan
berpotensi secara global menjadi langka karena faktor teknis, geologis, dan keamanan
nasional. Ketersediaan mineral kritis yang berkelanjutan merupakan kunci pencapaian
transisi energi global. Studi International Energy Agency tahun 2023 menyebutkan
bahwa dalam skenario pemenuhan Paris Agreement, pangsa teknologi energi bersih
terhadap total permintaan mineral kritis akan meningkat secara signifikan selama dua
dekade mendatang hingga lebih dari 40% untuk tembaga dan unsur tanah jarang, 60-
70% untuk nikel dan kobalt, dan hampir 90% untuk litium. Sehingga, pada tahun 2040,
kebutuhan mineral untuk transisi ke teknologi bersih akan bertambah sebanyak 4 kali
lipat.
Kebijakan hilirisasi yang digagas Pemerintah Indonesia di sektor pertambangan
mineral menjadi kunci dalam mewujudkan Asta Cita untuk menjadikan Indonesia lebih
mandiri, berdaya saing, dan bernilai tambah tinggi. Kementerian ESDM sebagai salah
satu K/L yang memiliki peranan penting di dalam kebijakan hilirisasi tersebut
dihadapkan dengan tantangan untuk menjaga kepentingan nasional dari dalam dan
luar negeri.
Tantangan dari luar tersebut berupa mempertahankan kepentingan Indonesia
terutama terkait kebijakan hilirisasi dalam bernegosiasi di dalam forum-forum
perundingan perdagangan bebas dalam format Preferential Trade Agreement (PTA),
Free Trade Agreement (FTA), maupun Comprehensive Economy Partnership
Agreement (CEPA), juga dalam perundingan sengketa dagang pada forum World
Trade Organization (WTO). Menavigasi berbagai kewajiban perdagangan
internasional, mengelola sengketa perdagangan, dan menegosiasikan perjanjian yang
menguntungkan kepentingan Indonesia memerlukan pendekatan yang holistik dan
strategis.
Terkait hal tersebut, untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pegawai
yang mengampu isu-isu tersebut di atas; Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik,
dan Kerjasama (Biro KLIK) Kementerian ESDM akan mengadakan kegiatan lanjutan
dari employee capacity building 2024. Kegiatan “Workshop on International Trade
Negotiation Strategy to Support Mineral Downstream Policy” ini akan dilaksanakan
pada tanggal 27 – 30 Oktober2025.
Selain untuk membekali peserta dengan wawasan strategis untuk mendukung
agenda hilirisasi mineral Indonesia sambil tetap mematuhi norma-norma perdagangan
internasional dan mempertimbangkan aspek geopolitik, kegiatan ini juga diharapkan
sebagai salah satu sarana pendukung peningkatan Pendapatan Nasional Bukan
Pajak, dengan terciptanya kesepakatan perjanjian perdagangan/investasi antara
Indonesia dengan negara-negara mitra di sektor energi dan mineral.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah dalam rangka:
1. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan para pegawai di
lingkungan KESDM sebagai salah satu Kementerian teknis yang terlibat di dalam
berbagai perundingan, mengenai isu dan istilah di dalam investasi dan
perdagangan dunia.
2. Menambah dan mengasah kemampuan dalam bernegosiasi dengan negara-
negara mitra Indonesia dalam ruang lingkup perdagangan dan investasi luar
negeri, khususnya dalam isu kebijakan hilirisasi mineral.
3. Meningkatkan rasa percaya diri pegawai yang terlibat langsung di dalam proses
negosiasi forum-forum perundingan perdagangan dan investasi dunia di bawah
lingkungan Kementerian ESDM,
4. Menyiapkan negosiator handal dari Kementerian ESDM guna menjaga
kepentingan nasional Indonesia di ranah perdagangan dan investasi global.
5. Meningkatkan koordinasi antar unit kerja di lingkungan Kementerian ESDM dan
dengan K/L mitra dalam mempersiapkan, mendukung, dan memonitor forum-
forum perundingan perdagangan dan investasi.
III. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
Kegiatan ini akan meliputi:
1. Analisa perdagangan dan kaitannya dengan geopolitik,
2. Kebijakan hilirisasi mineral dan kaitannya dengan pemenuhan aturan WTO,
3. Komitmen investasi perdagangan khususnya yang terkait dengan sektor
pertambangan, dan
4. Strategi perundingan perdagangan internasional untuk mendukung kebijakan
hilirisasi mineral.
IV. NARASUMBER
Expert dari Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Kemendag, Biro Advokasi
Perdagangan (Rovodag) Kemendag, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM,
Kementerian Perindustrian, dan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
V. PESERTA
Unit Pengampu Kerja Sama di lingkungan Kementerian ESDM, antara lain:
1. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi
2. Direktorat Pembinaan Program Mineral dan Batubara
3. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan
4. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral
5. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan
6. Sekretariat Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi
7. Direktorat Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan
8. Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ESDM
9. Sekretariat Badan Geologi
10. Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama
11. Biro Hukum
12. Biro Perencanaan
VI. HOUSEKEEPING
Penyampaian materi dalam kegiatan ini akan menggunakan Bahasa Indonesia.
Peserta wajib mengikuti seluruh sesi kegiatan secara fisik, tidak disediakan platform
partisipasi virtual. Panitia menanggung akomodasi dan transportasi bagi seluruh nara
sumber.
VII. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat (4) hari di Bogor pada hari Senin – Kamis, 27 -
30 Oktober 2025.
Agenda Kegiatan:
Senin, 27 Oktober 2025
Waktu (WIB) Kegiatan/Acara Keterangan
08:00-15:00 Keberangkatan menuju lokasi kegiatan Seluruh Peserta
15:00-17:00 Penyiapan materi dan pemeriksaan ruangan Kepala Biro KLIK,
kegiatan Kementerian ESDM
Selasa, 28 Oktober 2025
Waktu (WIB) Kegiatan/Acara Keterangan
08:30-09:00 Registrasi Peserta Seluruh Peserta
09:00-09:15 Pembukaan Kepala Biro KLIK,
Kementerian ESDM
09:15-10:30 Pemaparan materi 1 sesi 1: Menyelaraskan Dit. Akses Sumber Daya
Kebijakan Hilirisasi, Strategi Perdagangan, Industri dan Promosi
dan Kepentingan Nasional Internasional (ASDIPI),
Kementerian Perindustrian
10:30-10:45 Coffee break
10:45-11:45 Pemaparan materi 1 sesi 2: Analisa Perjanjian BK Perdag Kementerian
Perdagangan Internasional terkait Konteks Perdagangan
Geopolitik Indonesia
ISHOMA
13:30-14:30 Pemaparan materi 2: Aturan-aturan WTO dan BK Perdag Kementerian
Policy Space untuk Kebijakan Hilirisasi Mineral Perdagangan
Rabu, 29 Oktober 2025
Waktu (WIB) Kegiatan/Acara Keterangan
09:00-10:30 Pemaparan materi 3 sesi 1: Manajemen Risiko Rovodag, Kementerian
Hukum dan Sengketa dalam Perdagangan Perdagangan
dan Investasi
10:30-10:45 Coffee break
10:45-11:40 Pemaparan materi 3 sesi 2: Roadmap Dit, Hilirisasi Mineral dan
Hilirisasi Investasi Strategis Sektor Mineral Batubara, Kementerian
Investasi dan
Hilirisasi/BKPM
ISHOMA
13.30-14.30 Pemaparan materi 4: Komitmen Investasi Dit. Kerja Sama Bilateral,
Indonesia dalam berbagai FTA/PTA/CEPA Kementerian Investasi dan
Hilirisasi/BKPM
Kamis, 30 Oktober 2025
Waktu (WIB) Kegiatan/Acara Keterangan
09.00-10:30 Pemaparan materi 5: Strategi Perundingan CSIS
Perdagangan Internasional dalam mendukung
Kebijakan Hilirisasi Mineral
10:30-10:45 Evaluasi kegiatan Seluruh peserta
10:45-11:00 Penutup Kepala Biro Klik KESDM
11:00-11:30 Penyusunan Laporan Seluruh Peserta
VIII. ANGGARAN
Guna mendukung pelaksanaan kegiatan ini hingga tercapai maksud dan tujuannya,
anggaran yang diperlukan bersumber dana PNBP sebesar Rp 156.332.376,00
(seratus lima puluh enam juta tiga ratus tiga puluh dua ribu tiga ratus tujuh puluh enam
rupiah).