Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari:
1. Ruang Lingkup Pekerjaan
a) Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan data survey mengenai
kondisi fisik jalan terbaru dan terupdate yang selanjutnya dapat diproses
dan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk mendukung pembuat
kebijakan dalam menentukan dan menyusun rencana dan program
kegiatan Peningkatan/Rekonstruksi, dan Pemeliharaan Berkala serta
Pemeliharaan rutin jalan Kota Gorontalo.
b) Lingkup Pekerjaan
1) Persiapan Pelaksanaan Survey
1). Mempersiapkan sumber daya manusia alat dan bahan yang
dibutuhkan;
2). Menyusun rencana kerja pelaksanaan Survei;
3). Melaksanakan Survei Kondisi Jalan beserta sarana penunjangnya;
4). Melaksanakan pengolahan data kondisi jalan;
5). Melaksanakan seluruh prosedur yang terdapat dalam manajemen
mutu pengumpulan data;
6). Metode Survei yang dilaksanakan dalam Survei ini adalah
- Survei Titik Refensi disingkat STR data refence point survey
(DRP).
- Survei inventarisasi jalan dengan metode Visual (RNI).
- Survei kondisi jalan disingkat SKJ road condition survey (RCS).
- Survei Ketidakrataan Permukaan Jalan International Roughness
Index (IRI).
2) Pelaksanaan Pekerjaan
1) Survei Data Titik Referensi (STR)
Survei ini dilakukan untuk menyiapkan informasi/data tentang
simpul- simpul ruas jalan yang ada dengan menggunakan peralatam
Video Kamera yang dilengkapi dengan GPS atau Video Kamera yang
telah dibenamkan GPS didalamnya (Geo Reference) untuk merekam
semua fitur jalan referensi lokal.
Penyedia harus mengambil, mendata, mengoreksi, dan mengkalkulasi
setiap ruas jalan yang ada, dengan berdasarkan hasil geo reference,
seperti:
- Nomor Ruas
- Nama Ruas
- Panjang Ruas dengan titik koordinat secara interval
- Koordinat Awal Ruas
- Koordinat Akhir Ruas
- Status Ruas Jalan
Penyedia diwajibkan melakukan tracking dengan alat GPS pada setiap
ruas jalan yang di survey, data hasil tracking disimpan didalam media
penyimpanan Harddisk Drive (HDD) yang telah ditentukan.
Keseluruhan data yang diambil dimasukkan ke dalam formulir
Survey yang sudah ditentukan oleh KPA atau ke dalam Geo database
2) Survei Inventarisasi Jaringan Jalan disingkat SIJ (Road Network
Inventory,RNI)
Survei ini dilakukan dalam interval Setiap jarak 100 Meter (100 M),
untuk mendapatkan informasi dasar tentang obyek, jenis, atribut dan
lokasi asset. lnformasi ini sangat diperlukan untuk pengambilan
keputusan dalam manajemen asset, dan pelaporan yang diperlukan.
Berbagai elemen dan komponen inventori asset merupakan bagian
penting untuk pelaporan asset, standar pelayanan pengukuran kinerja
asset atau sebagai kegiatan manajement asset. dilakukan dengan
Metode Non-Contact Analisis yaitu Surface Digital Image Video
Kamera yang berintegrasi dengan GPS, sehingga titik-titik Object
maupun awal-akhir object kerusakan Kondisi Jalan secara otomatis
berkoordinat sehingga menghasilkan data
penguatan database Kondisi Jalan yg baik. Atribut data yang
dikumpulkan pada survei inventarisasi jalan sebagai berikut:
Atribut data yang dikumpulkan pada survei inventarisasi jalan sebagai
berikut:
- Tipe Jalan
- Jenis Permukaan
- Lebar perkerasan (m)
- Lebar median (m)
- Lebar bahu (m)
- Lebar saluran samping (m)
- Jenis Terrain
- Alignment Horozontal
- Alignment Vertical
- Tata guna lahan
Penyedia diwajibkan melakukan tracking dengan alat GPS pada setiap
ruas jalan yang di survey, data hasil tracking disimpan didalam media
penyimpanan (Harddisk) yang telah ditentukan. Keseluruhan data
yang diambil dimasukkan ke dalam formulir Survey yang sudah
ditentukan oleh KPA atau ke dalam Geo database.
3) Survey Kondisi Jalan (SKJ) Road Condition Survey (RCS)
1) Survei ini dilakukan untuk mendapatkan informasi kerusakan
yang ada pada setiap Ruas jalan, baik dari jenis kerusakan dan
tingkatan kerusakan yang ada, berikut point-point penting
yang harus dilakukan untuk melakukan survey :
- Dilakukan dengan menggunakan Form RCS perhitungan
Metode SDI per 100 meter.
- Foto Tagging perseratus (100) meter untuk jalan beraspal
dan 200 meter untuk jalan tanah dilengkapi dengan
tracking GPS.
- Selain pengambilan data per interval dilakukan juga per
kerusakan.
2) Survei kondisi perkerasan harus dilakukan dengan
menggunakan:
- Seperangkat alat Video Kamera yang Telah dibenamkan GPS
didalamnya, termasuk pencatatan data dan analisisnya;
atau
- Seperangkat alat pendeteksi kerusakan semi-otomatis,
pencatatan data dan analisisnya dilakukan secara manual.
3) Analisa Survey Kondisi Jalan Terdiri dari;
a. Kondisi Jalan (Beraspal) Deskripsi kondisi jalan (Beraspal)
1. Permukaan Perkerasan
- Textur susunan permukaan jalan
- Kondisi permukaan jalan
- Penurunan permukaan jalan
- Penambalan
2. Retak – retak
- Jenis retakan
- Lebar retakan
- Area retakan
3. Kerusakan Lain
- Jumlah lubang
- Ukuran lubang
- Bekas roda
- Kerusakan tepi jalan
4. Kondisi bahu, saluran dan lainnya
- Kondisi bahu jalan
- Ketinggian bahu jalan
- Kondisi saluran samping
- Kerusakan lereng
b. Kondisi Jalan (Tidak Beraspal) Deskripsi kondisi jalan
(Tidak Beraspal)
1. Kemiringan Permukaan Perkerasan
2. Penurunan Permukaan Jalan
3. Erosi Permukaan Jalan
4. Ukuran Batu/Kerikil
5. Kedalaman
6. Distribusi
7. Jumlah Lubang
8. Ukuran Lubang
9. Bekas Roda
10 Korugasi (Gelombang)
11. Kondisi Bahu Jalan
12. Ketinggian Bahu Jalan
13. Kondisi Saluran Samping
14. Kerusakan Lereng
15. Trotoar
Data-data tersebut dimasukan kedalam formulir Survei Kondisi
Jalan Aspal/Tanah Kerikil.
4) Analisis Perhitungan Surface Distress Index (SDI)
Surface Distress Index (SDI) yang merupakan parameterukur kondisi
fungsional permukaan jalan berdasarkan metode Bina Marga. Nilai SDI
dihitung dari beberapa data yang diperoleh dalam survei. Salah satu
yang menjadi latar belakang dari penelitian ini adalah melakukan
analisis terhadap nilai SDI terkait sumber perolehan data, sistem
pengolahan data serta hasil yang diperoleh. Faktor-faktor yang
menentukan penentuan besaran indeks SDI adalah kondisi retak pada
permukaan jalan (total luas dan lebar retak rata-rata), kerusakan lainnya
yang terjadi (jumlah lubang per 100 m panjang jalan), serta bekas
roda/rutting Perhitungan indeks SDI dilakukan secara akumulasi
berdasarkan kerusakan pada jalan untuk kemudian dapat ditentukan
kondisi jalan yang ditetapkan seperti pada tabel di berikut ini:
KONDISI NILAI SDI
JALAN
BAIK <50
SEDANG 50-100
RUSAK 100-150
RINGAN
RUSAK >150
BERAT
Tabel Kondisi Jalan berdasarkan Indeks SDI
5) International Roughness Index (IRI)
Survei Ketidakrataan Permukaan Jalan atau International Roughness
Index (IRI) adalah pengukuran ketidakrataan permukaan jalan yang
dinyatakan dalam satuan International Roughness Index (IRI). IRI
merupakan standar internasional yang digunakan untuk menilai kualitas
atau kenyamanan permukaan jalan berdasarkan respons kendaraan
terhadap ketidakrataan jalan.
Survei IRI bertujuan untuk mengevaluasi seberapa halus atau kasar
permukaan jalan yang berdampak pada kenyamanan berkendara,
keamanan, serta biaya operasional kendaraan. Nilai IRI biasanya
dinyatakan dalam meterperkilometer (m/km) atau Inchpermile. Alat
ukur yang digunakan seperti Profilometer, Road Surface Profiler, atau
kendaraan khusus berperangkat sensor (Sensor Profilometer pada
aplikasi android/IOS).
Interpretasi Nilai IRI yaitu sebagai berikut :
- IRI <2 m/km : sangat baik (jalan halus)
- IRI 2-4 m/km : baik sampai sedang
- IRI >4 m/km : buruk (jalan bergelombang)
B. Daftar ruas jalan yang harus disurvei adalah sebagai berikut :
Ruas Jalan Kota Gorontalo menurut SK Jalan Nomor 259/22/VIII/2022
Tanggal 01 Agustus 2022