| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0968350025514000 | Rp 472,825,764 | - | |
| 0023160252514000 | Rp 479,892,837 | - | |
| 0802117606514000 | Rp 493,950,000 | - | |
| 0314664889516000 | Rp 493,950,000 | Tidak menyampaikan Sertifikat Septick Tank, Brosur Septick Tank tidak menyebutkan Spesifikasi yang disyaratkan | |
| 0726986797514000 | Rp 515,781,189 | Tidak dievaluasi | |
| 0018897439514000 | Rp 531,164,189 | Tidak dievaluasi | |
CV Berkah Santosa | 08*8**5****14**0 | Rp 520,870,280 | Tidak dievaluasi |
| 0759269012514000 | Rp 483,500,923 | Pengalaman Personil Pelaksana tahun 2022 tidak sesuai yang disyaratkan | |
| 0016490427514000 | Rp 494,092,797 | Tidak dievaluasi | |
| 0932457401532000 | - | - | |
| 0438221400514000 | Rp 512,333,761 | Tidak dievaluasi | |
| 0754889533516000 | Rp 480,332,931 | Personil yang diajukan sama dengan kegiatan lain dan akan digunakan untuk kegiatan tersebut | |
| 0722611787514000 | - | - | |
| 0412111494604000 | - | - | |
CV Pengkoh Raja Logam | 08*3**0****16**0 | - | - |
| 0021125794531000 | - | - | |
| 0900567207645000 | - | - | |
| 0019105493514000 | - | - | |
PT Aannemer Stoera Corp | 04*9**8****07**0 | - | - |
CV Bintang Kembar Mulia | 09*1**6****14**0 | - | - |
| 0027705326514000 | - | - | |
| 0842351215514000 | - | - | |
| 0314504960514000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
1. PERSIAPAN PENDAHULUAN
Pekerjaan ini dimaksud adalah semua kegiatan yang dilakukan dalam upaya
mempersiapkan pelaksanaan Kegiatan agar dapat berjalan dengan lancar.
1.1 Persiapan Awal
Pengukuran awal dan Pasang Bouplank (Outzeting) : Penyedia bersama
Direksi/Pengawas lapangan melakukan pengukuran awal di lapangan sekaligus
melakukan penelitian Gambar Rencana dalam SPK dengan situasi yang ada di
lokasi pekerjaan. Hasil dari pengukuran ini selanjutnya dituangkan dalam Berita
Acara Ouitzeting.
1.2 Mobilisasi
1. Mobilisasi meliputi pekerjaan yang diperlukan oleh Penyedia untuk
mendatangkan material, peralatan maupun tenaga kerja untuk pekerjaan.
2. Mempersiapkan jalan masuk lokasi kegiatan dan melakukan perbaikan
apabila pada akhir kegiatan jalan mengalami kerusakan.
1.3 Papan nama kegiatan
1. Papan nama kegiatan dengan ukuran min. 80 x 120 cm di tempat lokasi
kegiatan yang mudah dilihat umum.
2. Pemasangan papan nama pekerjaan dilakukan pada saat dimulainya
pelaksanaan pekerjaan.
3. Bentuk papan nama pekerjaan, ukuran, isi dan warnanya ditentukan
kemudian, yang dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Direksi/Pengawas.
4. Penyedia Jasa diwajibkan memasang papan nama program dengan ukuran
80 x 120 di tempat Kantor Desa setempat sebagaimana petunjuk tertuang
dalam lampiran kontrak.
5. Kegiatan ini tidak termasuk pembuatan bilik bagi penerima manfaat, bagi
penerima manfaat yang menghendaki pekerjaan kloset diluar
bangunan/rumah wajib menyediakan bilik secara swadaya.
1.4 Laporan, Dokumentasi dan As Built Drawing
Tahapan ini meliputi Laporan Kemajuan Fisik Harian, Mingguan dan Bulanan
Kegiatan serta foto-foto dokumentasi yang menggambarkan proses pelaksanaan
kegiatan minimal pada kondisi (0%, 50% dan 100%) dan dokumentasi pendukung
lainnya. Termasuk didalamnya laporan pelaksanaan program K3 yang telah
diidentifikasi saat permulaan pekerjaan.
2. PEKERJAAN PASANGAN
2.1 Galian tanah
Galian tanah harus dilaksanakan sesuai Gambar Rencana Kerja dan Syarat-syarat
atau sesuai petunjuk pengawas. Galian tanah dilakukan setelah pekerjaan pasang
patok/profil (Bouwplank) selesai dilaksanakan dan disetujui Direksi. Ukuran
kedalaman dan lebar galian menurut yang tertera dalam gambar bestek dan atau
menurut yang ditentukan Direksi/Pengawas Lapangan. Kesalahan penggalian
yang terjadi yang menurut pertimbangan Direksi dapat mengurangi kualitas
konstruksi harus dilakukan perbaikan menyangkut stabilitas tanah dasar yang
diperlukan. Untuk kondisi tanah yang labil perlu dibuatkan penopang agar tidak
menganggu pelaksanaan penggalian dan juga pompa air dengan kapasitas yang
memadahi apabila terdapat air tanah/ rembesan yang besar.
2.2 Urugan dan Pemadatan Tanah
Pekerjaan urugan tanah yang dimaksud meliputi urugan kembali tanah bekas
galian dan urugan tanah peninggian lokasi disertai pemadatan. Tanah bahan
urugan adalah Tanah dari lokasi sekitar yang menurut ketentuan dan
pertimbangan Direksi memenuhi syarat sebagai material urugan. Pelaksanaan
urugan dilakukan lapis demi lapis, tiap lapis dengan ketebalan maksimum 30 cm
selanjutnya dipadatkan hingga mencapai nilai kepadatan min. 80% atau dengan
nilai tertentu menurut pertimbangan Direksi menurut kebutuhan yang dapat
dipertanggung jawabkan. Pemadatan tanah urugan untuk semua jenis pekerjaan
dilakukan dengan alat pemadat mekanis (Stamper/Timblis).
Urugan pasir dilakukan setelah permukaan tanah dibawahnya rata (waterpass),
ketebalan 10 cm untuk bawah pondasi dan 5 cm untuk bawah lantai, atau dengan
ketebalan lain sebagaimana yang diperintahkan Direksi/Pengawas. Pasir urug
yang digunakan harus bersih dari kotoran organik, kandungan lumpur maksimum
10%.
2.3 Pasangan Batu Bata
a. Pasangan batu bata digunakan untuk pekerjaan Rolaag dudukan kloset,
pekerjaan peresapan dan pekerjaan lainnya sesuai yang tercantum dalam
bestek, termasuk dalam spesifikasi ini.
b. Pekerjaan pasangan batu bata dilakukan lapis demi lapis agar didapat hasil
yang rapi dan rata.
c. Spesi terpasang pada batu bata dijojoh agar tidak terdapat rongga.
2.4 Plesteran
a. Plesteran digunakan untuk pekerjaan penutup pasangan batu bata dan
pekerjaan lainnya sesuai yang tercantum dalam bestek, termasuk dalam
spesifikasi ini.
b. Pekerjaan plesteran dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan batu bata
selesai dikerjakan dengan baik.
c. Sebelum plesteran dimulai permukaan pasangan bata harus disiram air
secukupnya untuk menjaga kelembaban.
d. Hasil plesteran rata dan tidak bergelombang.
e. Spesi plesteran digosok rata dan setelah kering baru dilakukan pekerjaan
acian semen..
2.5 Pekerjaan Beton
a. Beton Cor
1) Semua bahan yang akan digunakan untuk pekerjaan beton disiapkan di
lokasi dalam keadaan sesuai mutu yang ditentukan dan dalam volume
yang cukup;
2) Agregat halus (Pasir), Agregat kasar (Kerikil 2/3) dan PC diaduk kering
kemudian diberi air dengan perbandingan yang telah ditentukan sambil
diaduk terus hingga tercampur rata;
3) Setelah dinilai cukup memenuhi syarat beton cor siap untuk dituang
dalam cetakan;
4) Ketentuan ini berlaku untuk Beton tumbuk maupun untuk Beton Struktur.
b. Penulangan
1) Besi untuk tulangan Beton yang akan digunakan dengan Diameter yang
telah ditentukan sesuai struktur bangunan menurut Bestek;
2) Ketepatan ukuran didasarkan pada yang tertera dalam Gambar Bestek,
tidak dibenarkan menggunakan besi kurus yang ada di pasaran.
Penyimpanan dari ukuran ini harus mendapat persetujuan
perencana/direksi;
3) Pemotongan/Pembengkokan tulangan dilakukan dalam keadaan dingin
(suhu atmosfir) dan ukuran sesuai dengan gambar Bestek;
4) Pemasangan pada begesting dalam jumlah yang cukup sesuai Gambar,
diikat dengan kawat bendrat sedemikian sehingga tidak berubah
kedudukan pada saat dilakukan pengecoran, antara permukaan
begesting dengan tulangan diberi penahan Beton.
c. Penuangan Adukan Beton
1) Penuangan Adukan Beton dapat dilakukan bila seluruh tulangan sudah
terpasang dengan baik sesuai Bestek dan disetujui oleh
Direksi/Pengawas Lapangan.
2) Semua kotoran yang ada pada begesting harus dibersihkan.
3) Penuangan dilakukan terus menerus (tidak terputus) agar diperoleh beton
yang seragam.
4) Selama penuangan dan pemadatan harus dijaga agar posisi cetakan dan
tulangan tidak berubah.
5) Setelah selesai pengecoran dan pemadatan, dilakukan perataan
permukaan dan perawatan dengan maskud agar kelembaban beton dapat
terjaga.
3. PEKERJAAN PEMASANGAN SEPTIC TANK DAN PERESAPAN
3.1 Pekerjaan Pemasangan Septic tank
a. Lokasi penanaman/pemasangan septic tank harus dipilih yang benar-benar
tepat. Meskipun septic tank ini diklaim tidak akan mencemari lingkungan
sehingga bisa diletakkan berdampingan dengan sumur, tetapi tidak ada
salahnya diberikan jarak tertentu. Disarankan pasang septic tank sejauh
minimal 10 m dari posisi sumur/sumber air.
b. Setelah lubang galian selesai dibuat. Dasar galian diurug dengan pasir urug
tebal 5 cm setelah permukaan tanah dibawahnya rata (waterpass), kemudian
lantai kerja menggunakan beton rabat tebal 5 cm. Selanjutnya letakkan septic
tank ke dalam lubang, dan atur posisinya sedemikian rupa agar benar dan
tepat. Pastikan posisinya rata sesuai ketinggian muka air. Setelah itu, pasang
pipa-pipa sambungan untuk inlet dan outlet yang melengkapi produk septic
tank tersebut.
c. Langkah berikutnya adalah mengisi septic tank dengan air hingga memenuhi
seperempat bagian volumenya. Air bisa dimasukkan melalui semua manhole
ke masing-masing bagian biotank secara bersama-sama dan seimbang.
Kemudian timbun lubang pemasangan septic tank menggunakan tanah di
sekelilingnya sampai ketinggian tanah mencapai 1/4 dari tinggi septic tank.
d. Pekerjaan tahap ini sama seperti langkah di atas, tetapi pengisian air
dilakukan sampai memenuhi setengah total volume tangki. Berikutnya lubang
di sekitar septic tank tersebut pun diurug memakai tanah sampai
ketinggiannya mencapai 1/2 dari tinggi total. Setelah itu, pengisian air ke
dalam septic tank dilakukan sekali lagi hingga melewati bagian outlet. Barulah
kemudian dilanjutkan dengan menimbun galian sampai setinggi leher
manhole.
e. Di tahap terakhir ini, pasang pipa realese ¾ inch untuk saluran ventilasi.
Tujuannya yaitu sebagai lubang sirkulasi udara sehingga saluran yang
melengkapi septic tank tidak tersumbat serta bakteri-bakteri yang hidup di
dalamnya pun dapat berkembang biak dengan baik. Septic tank dilengkapi
dengan penutup atas sesuai dengan gambar kerja.
3.2 Pekerjaan Pembuatan Peresapan
a. Persiapan awal berupa penyiapan lahan dan bahan. Lokasi pembuatan
peresapan harus dipilih yang benar-benar tepat dan tidak jauh dari septic
tank.
b. Dimensi peresapan harus dilaksanakan sesuai Gambar Rencana Kerja dan
syarat-syarat atau sesuai petunjuk Direksi/pengawas.
c. Setelah lubang galian selesai dibuat, sisi-sisi galian dibuat pasangan bata
dengan pengikat balok dan kolom beton. Dasar galian diberi ijuk tebal 5 cm
kemudian diurug dengan pasir pasang tebal 10 cm, lapisan kedua diberi batu
pecah 3/5 hitam ketebalan 20 cm, lapisan ketiga batu belah putih 10/15
ketebalan 40 cm dan ditutup dengan ijuk dan kemudian ditutup dengan Plat
beton manhole atau sesuai Gambar Rencana Kerja dan syarat-syarat atau
sesuai petunjuk Direksi/Pengawas Lapangan.
3.3 Pekerjaan Pemasangan Pipa
a. Pipa Pembuangan dari kloset ke septic tank menggunakan pipa PVC (SNI)
Klas B dia. 4” (Inlet).
b. Pipa Pembuangan dari septic tank ke resapan menggunakan pipa PVC (SNI)
Klas B dia. 4” (Outlet).
c. Kemiringan pemasangan pipa inlet dan outlet ± 2% dari pangkal menuju ujung
pipa.
d. Sebelum pemasangan pipa pembuangan, dasar galian harus mempunyai
kemiringan atau sesuai gambar rencana.
e. Pemasangan sambungan harus rapat dan kuat.
f. Pengujian dilakukan terhadap kebocoran dan kelancaran saluran.
g. Sambungan pada pipa saluran yang akan diuji tidak diperkenankan diurug,
dibiarkan terbuka sampai pengujian selesai dilaksanakan.
h. Pengujian saluran dilakukan setelah mendapat persetujuan PPK, Direksi /
Pengawas Lapangan.