I. Latar Belakang
TNI Angkatan Darat diamanati Negara melalui UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI
( Pasal 7 ayat (2) b. 9 (terkait amanah pengelolaan peran dan Tugas pokok TNI dengan
oprasi selain perang antara lain membantu tugas pemerintahan di daerah) melalui
program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung. Undang – undang
tersebut terinspirasi dari semangat reformasi internal TNI untuk merubah diri
menyesuaikan perubahan politik negara dan tuntutan yang berkembang di masyarakat
untuk kembali ke jati dirinya sebagai alat negara penjaga kedaulatan dan pengayom
masyarakat yang lebih terkenal dengan istilah “PARADIGMA BARU” yang memuat 4
semangat dan tekad yaitu :
1. Merubah posisi dan metode tidak selalu harus di depan;
2. Merubah dari konsep menduduki menjadi mempengaruhi;
3. Merubah dari cara mempengaruhi secara langsung menjadi tidak langsung;
4. Senantiasa melakukan role sharing (kebersamaan dalam pengambilan
keputusan penting kenegaraan dan pemerintahan) dengan komponen bangsa
lainnya.
Panglima TNI merumuskan secara konsepsional lebih tegas Jati diri TNI melalui
Perpang Nomor Perpang/45/VI/2010 Tanggal 15 Juni 2010 tentang Doktrin TNI Tri
Darma Ekakarma BAB I 10.b.1).d). “Tentara Profesional, yaitu tentara yang
terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak
berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya serta mengikuti kebijakan politik
negara yang menganut Prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia,
ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi”.
Hal ini merupakan penajaman dari pemikiran pendahulunya Jenderal Besar Sudirman
yang amat visioner tetapi terabaikan oleh beberapa generasi sehingga beberapa decade
sempat terjebak sebagai alat kekuasaan oleh salah satu kekuatan politik yaitu
“Pelihara TNI, Pelihara Angkatan Perang kita, jangan sampai dikuasai oleh
partai politik manapun juga ”.
Melalui program multi sektoral seperti Karya Bhakti Mandiri/TMMD potensi –
potensi yang ada dapat disinergikan menjadi kekuatan riil sebagai pengembangan
beberapa bidang / sektor sesuai out putnya yaitu :
1. Bidang Ekonomi khususnya sektor produksi dan distribusi
Salah satu out put Karya Bhakti Mandiri/TMMD adalah terbangunnya jalan
block beton (Peningkatan kualitas jalan block beton) akan memudahkan
akses keluar masuknya / lalu lintas barang, jasa dan faktor produksi (akses
cepat, mudah dan murah), para pelaku ekonomi baik sektor produksi
maupun distribusi tertarik dengan situasi dan kondisi yang responsif
terhadap dunia usaha. Terbentuklah peluang usaha dan peluang kerja.
2. Bidang Politik khususnya sektor pemerintahan
Sinergitas 3 kekuatan dalam program dan gerakan pembangunan pedesaan
membantu efektifitas dan efisiensi manajemen percepatan pembangunan
pedesaan, kinerja pemerintah yang efektif dan efisien, bertambahnya ruang
partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan sebagai wujud
komitmen terhadap pengembangan kehiduopan demokrasi dapat
menambah kepercayaan masyarakat. Karya Bhakti Mandiri/TMMD yang
mengusung prinsip dan pendekatan antara lain berbasis masyarakat,
tanggap kebutuhan dan partisipatif merupakan usaha pendemokrasian
penyelenggaraan pembangunan.
3. Bidang Sosial sektor Kebudayaan
Tradisi gotong – royong di masyarakat sudah banyak tergerus gaya hidup
modern yang individualistik, Karya Bhakti Mandiri/TMMD memediasi
anggota masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut melalui
kebersamaan dalam pembangunan sarana dan prasarana umum
(infrastruktur transportasi, poskamling dan mushola).
II. Maksud dan Tujuan
A. Maksud
Belum ditemukannya methode dan prosedur yang efektif dan efisien dalam
usaha percepatan pembangunan pedesaan, dan di sisi lain semangat dan energy
masyarakat untuk mengabdikan diri pada pembangunan desa sangat besar,
keswadayaan perlu stimulasi yang terarah, terkoordinir secara formal dan informal agar
menjadi gerakan yang terencana, terukur, terkendali dan berkesinambungan dengan
mengedepankan pengembangan keberdayaan dan keberlanjutan, sementara semenjak
reformasi energy dan perhatian TNI setelah meninggalkan gelanggang politik praktis
membutuhkan penyaluran positif konstruktif, PARADIGAM BARU TNI membangkitkan
semangat perluasan jangkauan peran dan tugas kewilayahan, perluasan bidang
pengabdian kepada masyarakat dan Negara, potensi ini memungkinkan untuk
disinergikan.
Maka bertemulah pada satu titik kesepahaman antara program dan gerakan
yang dijiwai semangat nasionalisme dan demokrasi yang berbasis sosial kultural
masyarakat desa. Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa maksud
Kegiatan Karya Bhakti Mandiri/TMMD dan TNI Manunggal Membangun Desa
(TMMD) Sengkuyung adalah mensinergikan sumberdaya dan potensi yang
dimiliki TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk menstimulasi gerakan
masyarakat membangun desa yang berkelanjutan yang berbasis sosial kultural
melalui intervensi program.
B. Tujuan
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai melalui Kegiatan Karya Bhakti
Mandiri/TMMD Tahun 2025 yaitu:
1. Optimalisasi efektifitas dan efisiensi manajemen pembangunan pedesaan;
2. Untuk mewadahi kemanunggalam TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat;
3. Sebagai terobosan bagi percepatan pembangunan pedesaan;
4. Peningkatan sarana dan prasaran dasar, fasilitas umum dan fasilitas sosial
lainnya;
5. Meningkatkan wawasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara serta kesadaran bela negara.