PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNG MAS
DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA
Alamat : Jl. Letjen S. Parman No. 17 Telp. (0537) 3032807 Kuala Kurun
SPESIFIKASI TEKNIS
PROGRAM :
PROGRAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN
KEGIATAN :
PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
SUB KEGIATAN :
PEMBANGUNAN RUMAH DINAS KEPALA SEKOLAH/GURU/PENJAGA SEKOLAH
PEKERJAAN :
PEMBANGUNAN RUMAH DINAS GURU SMPN 3 RUNGAN (DAU 2025)
LOKASI :
SMPN3RUNGAN
LEMBAGA :
DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAH RAGA
KABUPATEN GUNUNG MAS
NILAI HPS :
Rp. 240.000.000,- (DUA RATUS EMPAT PULUH JUTA RUPIAH)
TAHUN
2025
SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN
PEMBANGUNANRUMAHDINASGURU SMPN3RUNGAN (DAU 2025)
1. SASARAN KEGIATAN
Sasaran akhir kegiatan ini adalah tercapainya pelaksanaan kegiatan Pembangunan Rumah Dinas
Kepala Sekolah/Guru/Penjaga Sekolah secara tepat mutu, tepat waktu, tertib administrasi dan
keuangan.
Kegiatan ini adalah untuk menyediakan infrastruktur tempat tinggal yang layak dan sehat bagi guru,
penjaga sekolah dan kepala sekolah yang mengajar dan mengabdi di Kabupaten Gunung Mas serta
Peningkatan Sarana dan Prasarana yang dapat membantu guru, penjaga sekolah dan kepala
sekolah dalam hal pekerjaannya. Kemudian juga dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan
dokumen kontrak, Penyelesaian pekerjaan konstruksi yang tepat waktu serta Pelaksanaan
pekerjaan konstruksi yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan dalam RKS dan
KontrakPekerjaan.
2. NAMA ORGANISASI PENGGUNA JASA DAN KEGIATAN
Pengguna jasa adalah Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Gunung
Mas berdasarkan DPA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas tahun
2025 untuk Kegiatan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan
KepemudaandanOlahRagaKabupatenGunungMas.
3. PEMBIAYAAN
Dana Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dialokasikan untuk pekerjaan fisik Pembangunan Rumah
Dinas Guru SMPN 3 Rungan (DAU 2025) Kabupaten Gunung Mas sebesar Rp. 240.000.000,-
(Dua Ratus Empat Puluh Juta Rupiah) termasuk PPN yang berasal dari DPA Dinas Pendidikan,
KepemudaandanOlahRagaKabupatenGunungMastahun2025
4. NAMAPENGGUNA ANGGARAN (PA) G UNIT ORGANISASI :
Pengguna Anggaran (PA) merangkap : APRIANTO, ST., M.Si
Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) : NIP. 19790401 200501 1 014
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaaan dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan : SILPANUS, S.Hut
(PPTK) : NIP.197304132005011012
Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas
5. RUANG LINGKUP KEGIATAN KONSTRUKSI
A. LINGKUP KEGIATAN KONSTRUKSI
Lingkup Pekerjaan PembangunanRumahDinasGuruSMPN3Rungandapat dilihat pada tabel di
bawah ini :
I. SASARAN DAN LINGKUP PEKERJAAN
Sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah Terbangunnya Rumah
Dinas Guru SMPN 3 Rungan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten
Gunung Mas yang berlokasi di SMPN 3 Rungan. Dalam melaksanakan pekerjaan ini penyedia
jasa akan menyediakan : tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu yang
diperlukan untuk terlaksananya pekerjaan.
Inti dari pelaksanaan pekerjaan ini mencakup :
Pekerjaan Pendahuluan
o
Pekerjaan Tanah
o
Pekerjaan Pondasi, Beton Bertulang
o
Pekerjaan Dinding dan Plesteran
o
Pekerjaan Atap Dan Plafond
o
Pekerjaan Lantai
o
Pekerjaan Kusen, Pintu dan Jendela dan Penggantung
o
Pekerjaan Pengecatan
o
Pekerjaan Elektrikal
o
Pekerjaan Sanitasi
o
Pekerjaan Lain-lain
o
II. SPESIFIKASI BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI :
Pasal1
Pekerjaan Pendahuluan
Lingkup pekerjaan
1.1.Meliputi pekerjaan
1.1.1. Pembersihan awal dan akhir
1.1.2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
1.1.3. Papan Nama Kegiatan
1.1.4. Sistem Manajemen Keselamatan Konstuksi (SMKK)
1.2. Persyaratan bahan
1.2.1. Bahan bouwplank dipaku tiang kayu lanan 5/7 dan papan lanan ukuran 2/20 cm
kayu kls III
1.2.2. Untuk papan nama proyek digunakan tiang dari kayu lanan dan Spanduk Putih
Ukuran0,8mx1,5m.
1.2.3. Helm Pelindung, Sarung Tangan Kain, Sepatu Safety dan Rompi Keselamatan
Standard SNI
1.2.4. Peralatan P3K standar kesehatan
1.3. Pedoman Pelaksanaan
1.3.1. Pembersihan awal dan akhir
Pekerjaan pembersihan semua tanaman tumbuh termasuk pemerataan tanah dan
pembongkaran akar-akar pohon yang terkena bangunan dan halaman di sekeliling
bangunan, termasuk tanah/pembuatan terasering jika diperlukan. Hasil
pembersihan tersebut di atas dibuang ke luar lokasi pekerjaan. Pembersihan akhir
pekerjaan setelah benar-benar selesai pekerjaan.
1.3.2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank
Tiang Bouwplank harus terpasang kuat, Papan diketam halus dan lurus pada sisi
atasnya dan dipasang waterpass (timbang air) dengan sudut-sudutnya harus siku
1.3.3. Pembuatan Papan Nama Proyek
Membuat papan nama proyek dari papan dengan ukuran 0,8 x 1,5 m. didirikan
tegak di atas kayu ukuran 5/7 cm setinggi 240 cm. Diletakkan pada tempat yang
mudahdilihatumum.
Papan nama proyek memuat :
Nama Program :
Nama Kegiatan :
Nama Pekerjaan :
Lokasi Pekerjaan :
Jumlah Biaya (Kontrak) :
Konsultan Perencana :
Konsultan Pengawas :
Pelaksana (Kontraktor) :
Waktu Pelaksanaan :
Berakhir tanggal :
1.3.4. Sistem Manajemen Keselamatan Konstuksi
Dilaksanakan pada awal pekerjaan dengan mendatangkan APD Standar untuk
perlindungan keselamatan pekerja.
Penyedia Jasa memberikan instuksi/pedoman keamanan dan penggunaan alat
pelindung diri dalam bekerja kepada para tenaga kerja, sehingga tenaga kerja
mengetahui cara melaksanakan pekerjaan yang aman dan benar dalam masing-
masingpekerjaan yangdilaksanakan
Pasal2
PekerjaanTanah
2.1. Lingkuppekerjaan
Meliputi pekerjaan
2.1.1. Galian tanah untuk pondasi
2.1.2. Urugan Kembali
2.1.3. Urugan Tanah bawah lantai
2.2. Persyaratan bahan
Pasir mengunakan jenis pasir Lokal / Padang (Pasir Darat). Untuk timbunan bekas galian
pondasi, digunakan tanah pasir urug. Tanah timbunan dan pasir urugan harus bersih dari
kotoran-kotoran dan akar-akar kayu, serta sampah lainnya.
2.3. Pedoman Pelaksanaan
2.3.1. Galian pondasi baru boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan
penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui Direksi. Bentuk
galian dilaksanakan sesuai dengan ukuran yang tertera dalam gambar.
2.3.2. Untuk Timbunan bekas galian pondasi, digunakan tanah bekas galian pondasi.
2.3.3. Pengurugan tanah pada bawah lantai diurug dengan ketebalan 20 cm untuk
dalam ruangan dan untuk teras. Tiap lapisan dipadatkan dengan menumbuk
urugan tersebut sampai rata dan padat menggunakan alat tumbuk yang baik.
Pasal3
Pekerjaan Pondasi, Beton Bertulang
3.1. Lingkuppekerjaan
Meliputi pekerjaan
3.1.1. Pek. Pondasi Footplat
3.1.2. Pek. Kolom Pedestal 18/18 cm
3.1.3. Pek. Pondasi Rollag 1 Batako Menerus
3.1.4. Pekerjaan Sloof 15/30
3.1.5. Pek. Ringbalk 10/15
3.1.6. Pek. Kolom Praktis, Dinding Gewel 11/11 Cm
3.2. Persyaratan bahan
3.2.1. Pasir mengunakan jenis pasir Lokal / Padang (Pasir Darat).
3.2.2. Besi Beton menggunakan besi dengan yang sudah memenuhi standar SNI ;
3.2.3. Besi yang digunakan untuk tulangan besi dengan kualitas asli ukuran Ø 10 mm
danØ6 mmuntukbeugel;
3.2.4. Batako dibuat dari campuran semen dan pasir dan bahan lainnya, yang dicetak
sesuaiukuranstandardantelahkering.
3.2.5. Mengecor yaitu semen, pasir, air dan batu split. Batu split harus dibersihkan
terlebih dahulu dari kotor dan bebas dari campuran yang bisa mengurangi
kekuatannya seperti minyak, dedaunan, plastik, dll.
3.2.6. Semen menggunakan merek semen Semen Conch;
3.2.7. Batu Cor menggunakan Batu Split ukuran 1- 2 cm;
3.2.8. Papan bekisting boleh memakai bahan papan yang murah harganya tetapi tidak
mengalami kerusakan yang bisa mengubah bentuk dari cetakan atau bisa
membuat campuran yaitu air, semen pasir, atau kerikil keluar dari dalam bentuk
cetakan pondasi.
3.3. Pedoman Pelaksanaan
3.3.1. Sebelum pemasangan pondasi foot plat terlebih dahulu jalur pondasi dibuat
lantaikerjatebal5cmlapisanbawahpondasi.
3.3.2. Pondasi foot plat dibuat dengan tulangan besi 10 mm dengan jarak 10 cm,
dibuat menyesuaikan ukuran yang terdapat pada gambar, foot plat uk.
∅
60x60x20cm.
3.3.3. Pek. Kolom 18/18 cm dirakit bersamaan dengan pondasi footplat sehingga
sudah terpasang saat pengecoran footplat, tetapi tidak dicor. Setelah pondasi
kering dibuat bekesting dan dilakukan pengecoran.
3.3.4. Pembentukan Kolom Pedestal 18/18 cm, pemasangan dan penggunaan ukuran
besi pada tulangan pokok 10 mm, sengkang ukuran 6 mm dengan jarak
15 cm
∅ ∅
3.3.5. Pekerjaan pondasi rollag menggunakan pasangan 1 batako posisi batako
adukan dengan campuran1Pc:4Ps.
3.3.6. Persiapan pembuatan Sloof 15/30 dilaksanakan setelah pekerjaan
pembuatan Pondasi poot plat selesai dilaksanakan ,untuk pekerjaan sloof
terlebih dahulu dibuat bekisting dari papan dengan ukuran 15/30 cm.
Pembuatan bekisiting dengan papan 2/20 dan kayu sebagai penahan yang
dipasang pada bagian atas papan sekaligus sebagai penentu lebar dari sloof
yang dibuat.
3.3.7. Pembentukan Sloof 15/30, pemasangan dan penggunaan ukuran besi pada
tulangan tulangan pokok 10 mm sengkang ukuran 6 mm dengan jarak
15 cm.
∅ ∅
3.3.8. Persiapan pembuatan ring balk 10/15 dilaksanakan setelah pekerjaan
Pemasangan dinding selesai dilakukan sebagai pengunci dinding. Untuk
pekerjaan Ring balk terlebih dahulu dibuat bekisting dari papan dengan ukuran
10/15 kurang dari ukuran ring balk agar pada saat finishing plesteran dan acian
ukuran Ring balk sesuai dengan rencana. Pembuatan bekisiting dengan papan
2/20 dan kayu sebagai penahan yang dipasang pada bagian atas papan
sekaligus sebagai penentu lebar dari ring balk yang dibuat.
3.3.9. Pemasangan Ringbalk ukuran 10/15 cm dirakit dengan besi polos pokok Ø10
mm, sengkang Ø 6 mm jarak sengkang 15 cm menggunakan kawat beton dan
dilakukanpasanganbekestingdancorbeton
3.3.10. Pek. Kolom Praktis 11/11, Dinding Gewel 11/11 Cm dilaksanakan setelah
pekerjaan pembuatan Sloof selesai dilaksanakan, untuk pekerjaan Pek. Kolom
praktis terlebih dahulu besi di rakit dan diikat menggunakan kawat beton
dengan stek yang sudah dibuat pada balok. kemudian dibuat bekisting sesuai
dimensi yang sudah ditentukan dari bahan papan/triplek dengan ukuran 11/11
cm.
3.3.11. Pembentukan kolom praktis 11/11, pemasangan dan penggunaan ukuran besi
pada tulangan tulangan pokok 10 mm sengkang ukuran 6 mm dengan jarak
15 cm.
∅ ∅
3.3.12. Pencampuran antara semen , pasir dan kerikil harus merata sesuai dengan
petunjuk komposisi campuran pada RAB sebelum diaduk dengan air.
3.3.13. Pembentukan, pemasangan dan penggunaan ukuran besi pada tulangan
harus sesuai dengan ukuran dan bentuk yang terdapat pada gambar dan
RAB.
3.3.14. Pemasangan bentuk tulangan harus sekokoh mungkin sebelum dilakukan
pengecoran
Pasal4
Pekerjaan Dinding Dan Plesteran
4.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan
4.1.1. Pas. Dinding Batako
4.1.2. Pek. Plesteran
4.1.3. Pek. Acian
4.2. Persyaratan bahan
4.2.1.Bataco
Bentuk standard Bataco adalah prisma empat persegi panjang, bersudut siku-siku
dan tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan adanya retak-retak yang
merugikan. Bataco dibuat dari campuran semen dan pasir dan bahan lainnya, yang
dicetaksesuaiukuranstandardantelahkering.
4.2.2.P a s i r
Harus terdiri dari butir-butir tajam dan keras, butir-butir harus bersifat kekal, artinya
tidap pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan hujan.
KadarLumpurtidakbolehmelebihi5%berat.
4.2.3.Semen dan Air
- Semen Menggunakan Semen Conch.
- Air yang digunakan harus tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau
baja tulangan.
4.3. Pedoman Pelaksanaan
4.3.1. Pas. Dinding Batako
- Pekerjaan dinding yaitu menggunakan : Untuk dinding adukan 1 Pc : 4 Ps
- Persyaratan adukan
- Adukan pasangan harus dibuat secara hati-hati, diaduk di dalam bak kayu
yang memenuhi syarat. Mencampur semen dengan pasir harus dalam
keadaan kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang
plastis. Adukan yang telah mengering akibat tidak digunakan sebelumnya,
tidak boleh dicampur lagi dengan adukan yang baru.
- Pengukuran harus dilakukan secara teliti dan sesuai gambar, dengan syarat :
- Semua pasangan dinding harus rata (horizontal), dan pengukuran dilakukan
dengan benang.
- Pengukuran pasangan benang antara satu kali menaikkan benang tidak boleh
melebihi 20 cm, dari pasangan bataco yang telah selesai.
- Lapisan bataco yang satu dengan lapisan bataco di atasnya harus berbeda
setengah panjang bataco. Bataco setengah tidak dibenarkan digunakan
ditengah pasanganbataco,kecuali pasanganpadasudut.
- Pengakhiran sambungan pada satu hari kerja harus dibuat bertangga
menurun dan tidak tegak bergigi untuk menghindari retak di kemudian hari
4.3.2. Pek. Plesteran
4.3.2.1. Pekerjaan Plesteran Dinding dan Luar Pondasi Camp. 1 Pc : 4 Ps
4.3.2.2. Sebelum plesteran dilakukan, maka :
- Dinding dibersihkan dari semua kotoran
- Dinding dibasahi dengan air
- Permukaan beton yang akan diplester dibuat kasar agar bahan
plesterandapatmerekatdenganbaik.
4.3.2.3. Adukan plesteran pasangan dinding bataco dipakai campuran 1 Pc : 4 Ps.
4.3.2.4. Ketebalan plesteran pada semua bidang permukaan harus sama tebalnya
dan tidak diperbolehkan plesteran yang terlalu tipis dan terlalu tebal.
Ketebalan yang diperbolehkan berkisar 1,50 cm. Untuk mencapai tebal
plesteran yang rata sebaiknya diadakan pemeriksaan secara silang
dengan menggunakan mistar kayu panjang yang digerakkan secara
horizontaldanvertical.
4.3.2.5. Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak harus diusahakan
memperbaikinya secara keseluruhan. Bidang-bidang yang harus
diperbaiki hendaknya dibongkar secara teratur (dibuat bongkaran
berbentuk segi empat) dan plesteran harus rata dengan sekitarnya).
4.3.3. Pek. Acian
4.3.3.1. Pekerjaan ini dimulai setelah pekerjaan plesteran sudah selesai
dilaksanakandan harussesuaidenganpetunjukdireksi.
4.3.3.2. Pekerjaan ini sedapat mungkin dilakukan dengan rata dan rapi sehingga
permukaan yang halus
Pasal5
Pekerjaan Atap Dan Plafond
5.1. Lingkuppekerjaan
Meliputi pekerjaan
5.1.1. Pek. Rangka Kuda-kuda 5/10 Kayu Kelas III
5.1.2. Pek. Nok, Gording, Murplat, Suai 5/10 Kayu Kelas III
5.1.3. Pek. Rangka Atap Kasau 5/7 dan Reng 3/5 Kayu Kelas III
5.1.4. Pek.Penutup Atap Spandek Warna Biru
5.1.5. Pek. Bubungan Atap
5.1.6. Pek. Lisplank 2/20 Kayu Kelas II Benuas
5.1.7. Pek. Rangka Plafond Kayu Kls III
5.1.8. Pek. Penutup Plafond Kalciboard 3,5 mm
5.1.9. Pek. Lis Plafond Kayu Profil
5.2. Persyaratan bahan
5.2.1. Rangka Kuda – Kuda Menggunakan Kayu Kls III (Meranti)
5.2.2. Nok, Gording, Murplat dan Suai Menggunakan Kayu Kls III. (Meranti)
5.2.3. Kasau dan Reng menggunakan bahan baru. Kasau Ukuran 5/7 cm dan Reng 3/5 cm
kayuKelasIII.(Meranti)
5.2.4. Penutup Atap Spandek tebal 0,3 mm Warna Biru dipasang menggunakan paku anti
karat/bautroofing
5.2.5. Bubungan Atap menggunakan Bubungan sejenis dengan atap Genteng dan
dilengkapidenganPengunci.
5.2.6. Listplank menggunakan Papan Kayu Kelas II (Benuas) dan dilengkapi dengan
Pengunci
5.2.7. Rangka plafond mengunakan Balok Kayu Kls III (Meranti)
5.2.8. Bahan penutup plafond adalah papan board merk Nusaboarddenganukuran
: Panjang = 2.40 m Lebar =1.20 m Tebal = 3,5 m
5.2.9. Plafond calsiboard dipasang dengan sekrup khususpapanboard
5.2.10. List plafon Menggunakan list profil kayu datar dengan lebar 4 cm
5.3.PedomanPelaksanaan
5.3.1. Sebelum pelaksanaan dimulai, kontraktor wajib meneliti gambar kerja,
melakukan pengukuran lapangan dan memperhatikan persyaratan pelaksanaan
pekerjaan rangka atap dan penutup atap.
5.3.2. Pemasangan kuda-kuda dan reng harus rapi dan presisi
5.3.3. Pembuatan dan pemasangan kuda-kuda dan bahan lain terkait, harus
dilaksanakan sesuai dengan gambar Kerja yang telah dihitung sesuai dengan
standar perhitungan mengacu pada standar peraturan yang berkompeten.
5.3.4. Semua detail harus dipasang sesuai dengan gambar kerja.
5.3.5. Pihak kontraktor harus menyiapkan semua struktur balok penopang dengan
kondisi rata air (waterpas level) untuk dudukan kuda-kuda sesuai dengan desain
sistemrangka atap.
5.3.6. Pihak kontraktor harus menjamin kekuatan dan ketahanan semua struktur
yang dipakai untuk tumpuan kuda-kuda. Berkenaan dengan hal itu, pihak
konsultan ataupun tenaga ahli berhak meminta informasi mengenai reaksi-reaksi
perletakankuda-kuda
5.3.7. Pek. Rangka Plafond :
- Pek. Rangka plafond dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk bagian
bawah yang rata.
- Pemasangan rangka plafond disesuaikan dengan bentuk plafond yang
sesuaidengangambarkerja.
- Pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak cembung,
kaku, dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain misal: permukaan merupakan
bidang miring/ tegak sesuai yang ditujukan dalam gambar.
5.3.8. Pek. Penutup Plafond Kalciboard 3,5 mm :
- Bahan penutup plafond adalah calsiboard dengan mutu bahan seperti yang
dipersyaratkan dengan pola pemasangan sesuai yang ditujukan dalam
gambarkerja.
- Plafond calsiboard dipasang dengan sekrup khusus dan setiap
pemasanganmasing-masingsekrupsejajarminimal300mm
- Hasil pemasangan penutup plafond dan list plafon harus rata tidak melendut
dan diharapkanpertemuanantaralangit-langitdiharapkan agarratadanlurus.
5.3.9. Pek. Lis Plafond Kayu Profil
- Pemasangan penutup plafond dilengkapi dengan list plafond kayu profil
dilaksanakan pada pertemuan antara plafond dan dinding sesuai gambar,
dipasang rapat dan lurus setiap sudut harus dipasang siku-siku dipaku dengan
baik dan rapat
Pasal6
Pekerjaan Lantai
6.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan
6.1.1. Pek. Cor Beton Lantai 5 Cm
6.1.2. Pek. Keramik Lantai 40x40
6.1.3. Pek. Keramik Lantai WC 20x20
6.1.4. Pek. Acian lantai ( selasar)
6.2. Persyaratan bahan
6.2.1. P a s i r
- Harus terdiri dari butir-butir tajam dan keras, butir-butir harus bersifat kekal,
artinya tidap pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan
hujan. Kadar Lumpur tidak boleh melebihi 5% berat.
6.2.2. Semen dan Air
- Semen Menggunakan Semen Conch atau semen Gresik.
- Air yang digunakan harus tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja
tulangan.
6.2.3. Mengecor yaitu semen, pasir, air dan batu split. Batu split ukuran 1-2 cm harus
dibersihkan terlebih dahulu dari kotor dan bebas dari campuran yang bisa
mengurangi kekuatannya seperti minyak, dedaunan, plastik, dll.
6.2.4. Keramik Lantai uk. 40x40 putih merk arwana / Setara
6.2.5. Keramik Lantai WC 20x20 merk arwana / Setara
6.3. Pedoman Pelaksanaan
6.3.1. Pek. Cor Beton Lantai 5 Cm
6.3.1.1. Dasarlantai
- Dilapisi pasir yang dipadatkan
6.3.1.2. Adukan
- Adukan untuk cor beton tumbuk 1 Pc : 2Ps : 6 Kr.
6.3.1.3. Pemasangan
- Pekerjaan beton tumbuk harus benar-benar dikerjakan dengan baik.
- Permukaan lantai harus datar dan diwaterpass.
- Adukan perekat untuk lantai harus betul-betul padat/penuh agar tidak
terdapat rongga-rongga yang dapat melemahkan konstruksi.
- Pekerjaan yang telah selesai tidak boleh ada retak, noda dan cacat-
cacat lainnya. Apabila terjadi cacat pada lantai, maka bagian cacat
tersebut harus dibongkar sampai berbentuk bujur sangkar dan
pasanganbaruharusratadengansekitarnya.
- Permukaan lantai harus datar dan diwaterpass
6.3.2. Keramik Lantai 40x40 cm (Dalam) dan Keramik WC 20x20 cm
6.3.2.1. Pekerjaan Pasang Keramik Lantai :
- Pekerjaan keramik boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya
selesai.
- Adukan untuk pasangan keramik pada lantai, harus terdiri dari
campuran 1 pc : 2 ps dan sejumlah bahan tambahan, kecuali
ditentukan lainolehDireksi.
- Tebal adukan untuk semua pasangan tidak kurang dari 2,5 cm,
kecualiditentukanlainolehDireksi.
- Keramik harus kokoh menempel pada alasnya dan tidak boleh
berongga. Pemeriksaan harus dilakukan untuk menjaga bidang
keramik yang terpasang tetap lurus dan rata. Keramik yang salah
letaknya, cacat, atau pecah harus dibongkar dan diganti.
- Keramik mulai dipasang dari salah satu sisi agar pola simetris yang
dikehendaki dapat terbentuk dengan baik.
- Sambungan atau celah-celah antar keramik harus lurus, rata,
seragam, dan saling tegak lurus. Lebar celah tidak boleh lebih dari 1,6
mm, kecuali bila ditentukan lain. Adukan harus rapi dan tidak keluar
dari celahsambungan.
- Pemotongan keramik harus dengan keahlian dan dilakukan hanya
pada satu sisi. Pada pemasangan khusus seperti pada sudut-sudut
pertemuan, pengakhiran, dan bentuk-bentuk yang lainnya, harus
dikerjakanserapidansesempurnamungkin
- Siar antar keramik dicor dengan semen pengisi yang berwarna sama
dengan warna keramiknya atas persetujuan pengawas lapangan.
Pengecoran dilakukan sedemikian rupa sehingga mengisi penuh garis-
garis siar. Setelah semen pengisi cukup mengeras, bekas- bekas
pengecoran segera dibersihkan dengan kain lunak yang baru dan
bersih.
- Setelah pemasangan selesai, permukaan keramik harus benar-
benar bersih dan tidak ada cacat. Permukaan keramik harus diberi
perlindungan, misalnya dengan sabun antikarat atau cara lain yang
diperbolehkantanpamerusakpermukaankeramik
6.3.3. Pek. Acian Lantai (Selasar)
- Pekerjaan ini dimulai setelah pekerjaan cor lantai sudah selesai
dilaksanakandan harussesuaidenganpetunjukdireksi.
- Pekerjaan ini sedapat mungkin dilakukan dengan rata dan rapi sehingga
permukaanyanghalus.
Pasal7
Pekerjaan Kusen, Pintu Dan Jendela Dan Penggantung
7.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan :
1. Pek. Kusen Pintu, Jendela dan Ventilasi 5/10 Kayu Kelas II Benuas
2. Pek. Pasang Daun Pintu Kayu Kls III Meranti
3. Pek. Kusen + Pintu Kamar Mandi PVC + Aksesoris lengkap
4. Pek. Pasang Jendela Kayu klas III Meranti
5. Pek. Kaca Bening 5 mm
6. Pas. Engsel Pintu 5' @ 3 bh Per Pintu
7. Pas. Engsel Jendela 3' @ 2 bh Per Jendela
8. Pek. Pasang kunci Tanam Pintu
9. Pas. Hak Angin Jendela @ 2 bh Per Jendela
10. Pas. Handel jendela @ 1 bh Per Jendela
11. Pas. Grandel slot jendela @1bh Per Jendela
7.2. Persyaratan bahan
7.2.1. Bahan untuk Kusen pintu, jendela dan Ventilasi menggunakan balok 5/10 kayu kls
II (Benuas, Pelepek) dengan bentuk dan ukuran yang sesuai tertera pada gambar
kerja.
7.2.2. Bahan untuk pembuatan Daun Pintu dan Jendela menggunakan Papan dan Balok
kayu kls III (Meranti) dengan bentuk dan ukuran yang sesuai tertera pada gambar
kerja.
7.2.3. Kusen + PintuWC menggunakan Pintu bahan PVC (Lengkap Aksesoris)
7.2.4. Kaca Bening Tebal 5 mm
7.2.5. Aksesoris Pintu dan Jendela Menggunakan Merk Kodai, Union, Dekkson, Belluci,
Paloma, Solid.
7.3. Pedoman Pelaksanaan
7.3.1. Pekerjaan pemasangan kusen dan daun pintu dan Jendela
7.3.1.1. Sebelum pelaksanaan dimulai, kontraktor wajib meneliti gambar kerja,
melakukan pengukuran lapangan, dan memperhatikan persyaratan
pelaksanaan pekerjaan Daun Pintu dan Daun Jendela.
7.3.1.2. Tipe pintu dan jendela yang terpasang harus sesuai dengan daftar tipe
yang tertera dalam gambar kerja dengan memperhatikan ukuran,
bentuk profil, material, detail, arah bukaan, dan lain-lain.
7.3.1.3. Pemasangan semua perangkat perlengkapan pintu dan jendela harus
rapi dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan dalam gambar
kerja atau petunjuk konsultan pengawas/direksi.
7.3.1.4. Apabila ditemui kerusakan, cacat, atau salah pemasangan karena
kontraktor kurang Cermat dan teliti, kontraktor harus mengganti atas
biaya sendiri tanpa dianggap sebagai pekerjaan tambah.
7.3.1.5. Pekerjaan harus dilaksanakan menurut pola dan urutan
pengerjaan sesuai dengan yang ditentukan dalam gambar kerja atau
konsultan pengawas.
7.3.1.6. Semua yang telah dipasang harus dilindungi dari segala kerusakan berupa
benturan, pecah, retak, dan cacat lain. Biaya untuk pekerjaan ini adalah
tanggung jawab kontraktor dan tidak dapat dituntut sebagai pekerjaan
tambah.
7.3.2. Pekerjaan pemasangan kaca
7.3.2.1. Ukuran-ukuran kaca yang tertera dalam gambar kerja adalah ukuran yang
mendekati sepenuhnya. Ukuran kaca yang sebenarnya dan besarnya
toleransi harus diukur di tempat oleh kontraktor berdasarkan ukuran di
tempat kaca atau cermin tersebut akan dipasang, atau menurut petunjuk
dari pengawas lapangan bila dikehendaki lain.
7.3.2.2. Setiap kaca harus tetap ditempeli yang menyatakan tipe kaca, ketebalan
kaca, dan kualitas kaca. Merek-merek tersebut boleh dilepas setelah
mendapatpersetujuanpengawaslapangan.
7.3.2.3. Semua bahan harus dipasang sesuai dengan rekomendasi.
7.3.2.4. Pemasangan harus dilaksanakan oleh tukang yang ahli di bidangnya.
7.3.2.5. Sebelum kaca dipasang, daun jendela dan bagian lain yang akan diberi
kaca harus dalam keadaan dapat bergerak dengan baik. Kaca dan
tempat kaca harus dibersihkan dari debu, bahan kimia, dan kotoran
sebelumkaca dipasang.
7.3.2.6. Pada waktu penyerahan pekerjaan, semua kaca harus dalam
keadaan bersih, tidak ada lagi merek-merek perusahaan, dan
kotoran-kotoran dalam bentuk apa pun. Semua kaca yang retak, pecah,
atau kurang baik harus diganti oleh kontraktor tanpa tambahan biaya.
7.3.3. Pekerjaan Kunci Dan Penggantung
7.3.3.1. Pekerjaan pemasangan semua perangkat perlengkapan pintu dan jendela
harus rapi dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan dalam
gambar kerja atau petunjuk konsultan pengawas/direksi.
7.3.3.2. Kunci tanam besar 2 slagh untuk pintu dengan kualitas baik dan telah
mendapatpersetujuandariDireksi.
7.3.3.3. Pada setiap daun pintu dipasang engsel 5” dan engsel 3” pada jendela,
sesuaidenganpersetujuandariDireksi
7.3.3.4. Seluruh pintu-pintu dipasang kunci tanam yang berkualitas baik
Pasal8
Pekerjaan Pengecatan
8.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan :
8.1.1. Pengecatan Dinding
8.1.2. Pengecatan Plafond
8.1.3. Pengecatan Kilap Kusen, Daun Pintu dan Jendela
8.1.4. Pengecatan Lisplank
8.2. Persyaratan bahan
8.2.1. Cat DindingdanCatPlafond yangdipakai adalah cat dengan merkMatex(Setara)
dengan pengecatan minimal 2 lapis dengan warna sesuai petunjuk direksi.
8.2.2. Cat kayu yang dipakai adalah cat dengan merk Avitex (setara) dengan pengecatan
minimal2lapisdenganwarnacoklattua
8.3. Pedoman Pelaksanaan
8.3.1. Seluruh bidang permukaan yang akan dilakukan pengecatan harus sudah bersih
dan semua kotoran yang melekat seperti percikan adukan, noda minyak, gemuk,
residusertabebasdandebu.
8.3.2. Untuk mendapatkan permukaan bidang yang halus sebelum pekerjaan cat
dilaksanakanpermukaanharus di amplas dandibersihkandaridebu.
8.3.3. Cat tembok dipergunakan untuk cat plafond.
8.3.4. Pekerjaan cat kilap dilaksanakan pada kusen, daun pintu dan daun jendela,
listplankdan profil
8.3.5. Seluruh permukaan kayu yang akan dicat kilap harus dihaluskanterlebihdahulu
PasalG
Pekerjaan Elektrikal
9.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan :
9.1.1. Pek. 1 Titik Instalasi Lampu
9.1.2. Pek. 1 Titik Instalasi Stop Kontak
9.1.3. Pek. Pas. Lampu SL 18 Watt
9.1.4. Pek. Pas. MCB 6 A
9.1.5. Pek. Pasangan 1 Unit Sakelar Tunggal
9.1.6. Pek. Pasangan 1 Unit Sakelar Ganda
9.1.7. Pek. Pasangan 1 Unit Stop Kontak
9.2. Persyaratan bahan
9.2.1. Kabel : Merk Eterna
- Spesifikasi Ukuran : Kabel Induk : NYM (3x2.5 mm)
9.2.2. Saklar : Merk Broco
- Spesifikasi :Broco : Saklar Ganda dan Tunggal
9.2.3. Stopkontak : Merk Broco
- Spesifikasi :Broco :Stopkontak
9.2.4. Lampu :
- Merk Philips
- Spesifikasi Philips : SL 18 Watt
9.2.5. PemasanganMCBdanBoxMCB :
- Merk MCB : schneider
- Merk Box MCB : Presto
- Spesifikasi : MCB 6 A
9.3. Pedoman Pelaksanaan
9.3.1. Untuk Pekerjaan Pasang Titik Lampu dan Instalasinya (Konstruksi Beton), harus
terpasang sesuai gambar yang dikerjakan oleh instalatir dan sesuai petunjuk
pengawas lapangan.
9.3.2. Pekerjaan pemasangan listrik dilakukan oleh instalatir yang berpengalaman,
pemasangan instalasi listrik ditanam di dalam dinding beton dan dimasukan
kedalam pipa dengan rangkaian rapi sesuai petunjuk teknis
9.3.3. Pekerjaan Pasang Titik Stop Kontak dan Instalasinya (Konstruksi Beton), Stop
Kontak Stop kontak dipasang dengan ketinggian 35 atau 120 cm diatas permukaan
lantaiataudisebutlainsesuaidenganGambarRencana.
9.3.4. Pekerjaan Pasang saklar jenis double, ketinggian maksimal 150 cm dari muka
lantai, jenis outbow dan berbentuk bujur sangkar, kecuali disebutkan lain.
9.3.5. Pemasangan harus memakai ring lengkap dengan kontak (stelan) yang standard.
9.3.6. Untuk Pekerjaan pemasangan lampu menggunakan lampu Philips SL 18 watt
setelah semua pekerjaan pemasangan instalasi listrik selesai.
9.3.7. Pemasangan MCB ditempatkan di panel listrik utama dekat pintu masuk. Pastikan
pemasangan MCB berfungsi seperti seharusnya.
Pasal10
Pekerjaan Sanitasi
10.1. Lingkup pekerjaan
Meliputi pekerjaan :
10.1.1. Memasang Kloset Jongkok
10.1.2. Floor Drain
10.1.3. Memasang 1 Bh Kran ¾”
10.1.4. Memasang 1 M' Pipa PVC Dia. 3/4" Air Bersih
10.1.5. Memasang 1 M' Pipa PVC Dia. 2" Air Lantai
10.1.6. Memasang 1 M' Pipa PVC Dia. 4" Air Kotor
10.1.7. Pembuatan Septiktank
10.2. Persyaratan bahan
10.2.1. Untuk kran air ¾ meggunakan kran plastik standar SNI
10.2.2. Kloset jongkok dari bahan poselin america standar.
10.2.3. Floor Drain Bahan Besi Stenless.
10.2.4. Bahan yang dipakai untuk instalasi air bersih dan kotor menggunakan Pipa PVC
AW ¾”, 2” dan 4” merk power max, PVC Vinilon atau Pacific
10.2.5. Bataco
10.2.6. Bentuk standard Bataco adalah prisma empat persegi panjang, bersudut siku-
siku dan tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan adanya retak-retak
yang merugikan. Bataco dibuat dari campuran semen dan pasir dan bahan
lainnya, yang dicetak sesuai ukuran standar dan telah kering.
10.2.7. Pasir mengunakan jenis pasir Lokal / Padang (Pasir Darat).
10.2.8. Besi Beton menggunakan besi dia. 10” dengan yang sudah memenuhi standar
SNI. Besi yang digunakan untuk plat atas septictank adalah besi dengan kualitas
asli.
10.2.9. Semen menggunakan merek semen Semen Conch;
10.2.10. Batu Cor menggunakan Batu Split ukuran 1- 2 cm;
10.2.11. Papan bekisting boleh memakai bahan papan yang murah harganya tetapi tidak
mengalami kerusakan yang bisa mengubah bentuk dari cetakan.
10.3. Pedoman Pelaksanaan
10.3.1. Pemasangan kloset jongkok yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan
baik, tidak rompal, retak dan cacat lainnya.
10.3.2. Kloset harus terpasang kokoh dan ketinggian harus sesuai dengan gambar,
waterpass.
10.3.3. Pemasangan floor drain :
10.3.4. Lubang2 inci dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel untukfloor drain.
10.3.5. Floor drain dipasang sesuai dengan gambar dilakukan setelah pembuatan lantai
selesai dilakukan. Dipasang pada lobang pembuangan KM/WC yang sudah
dibuat untuk air kotor dengan adukan semen sebagai bahan perekat pada lantai
dandisambungkankesaluranpipaairkotorPCVAW2“.
10.3.6. Pemasangan saluran air bersih dan keran-keran pada semua keperluan sanitair
dilaksanakan untuk pipa air bersih yang diambil dari saluran induk yang ada dan
untuk saluran pembagi dengan pipa ¾ dan dipasang kran pada ujungnya.
10.3.7. Pemasangan harus dikerjakan dengan rapi, terutama penyambungan dengan
saluran air bersih
10.3.8. Semua noda-noda harus dibersihkan, sambungan-sambungan pipa tidak boleh
adakebocoran.
10.3.9. Untuk saluran air kotor, saluran air kotor pembuangannya menggunakan pipa
PVC AW 2’” dan 4” yang dipasang pada setiap KM/WC.
10.3.10. Pembuatan Septiktank :
10.3.11. Septictank dibuat sesuai dengan gambar yang sudah direncanakan dan
mendapatpersetujuandireksi.
10.3.12. Tinggi septicktank adalah 1,5 meter sehingga tanah digali dibuat minimal 2
meter.
10.3.13. Dibuat sekat dengan batako dan dibuat saluran penghubung didalam sekat.
10.3.14. Dinding septictank dibuat sekokoh mungkin, diplester agar tidak mudah roboh
dan bocor.
10.3.15. Pembentukan, pemasangan dan penggunaan ukuran besi pada tulangan
harus sesuai dengan ukuran dan bentuk yang terdapat pada gambar.
10.3.16. Mengecor plat atas septicktank setelah dibuat pembesian besi dia. 10” diatas
bekisting plat yang sudah dibuat dengan adukan semen, pasir, air dan batu
split. Batu split harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotor dan bebas dari
campuran yang bisa mengurangi kekuatannya seperti minyak, dedaunan,
plastik, dll.
Pasal 11
PekerjaanLain-lain
11.1. Lingkup Pekerjaan
a. Pembuatan Plakat bahan marmer Uk. 30x20 cm
11.2. Persyaratan Bahan
a. Plakat menggunakan Marmer Hitam dengan tulisan tinta emas. Dengan tulisan
“RUMAH DINAS INI DI BANGUN MENGGUNAKAN DANA APBD GUNUNG MAS
TAHUNANGGARAN2025”
11.3. Pedoman Pelaksanaan
a. Plakat Bangunan dipasang pada bagian tampak bangunan yang jelas terlihat
umumdandiupayakankekuatanperekatnyaterjagabaikagartidakmudahdirusak
III. PENUTUP
a. Meskipun dalam rencana kerja dan syarat-syarat ini pada uraian pekerjaan dan uraian
bahan- bahan tidak dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh kontraktor tetapi
disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan ini, perkataan tersebut di atas
tetap dianggap ada dan termuat di dalam bestek ini.
b. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini, tetapi
tidak diuraikan atau dimuat dalam bestek ini, tetapi diselenggarakan dan
diselesaikan oleh pemborong harus dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan
dimuat dalam bestek ini untuk menuju penyerahan selesai yang lengkap dan
sempurna,sesuaimenurutpertimbangandireksi.
c. Yang dimaksudkan pekerjaan penyelesaian ini adalah pekerjaan-pekerjaan
perbaikan sebelum serah terima pertama dilaksanakan.
d. Pekerjaan dapat dinyatakan selesai bila telah diadakan pemeriksaan bersama dari
Pengelola Kegiatan Proyek, Pengelola Teknis, Konsultan Pengawas dan Kontraktor,
dengan hasil yangmemuaskan.
6. KUALIFIKASI PENYEDIA DAN TENAGA AHLI
Klasifikasi dan Kualifikasi Perusahaan untuk Pekerjaan ini adalah :
Kualifikasi Bidang Usaha : Kecil
Klasifikasi Bidang Usaha : BG001 Konstruksi Gedung Hunian atau BG006 Konstruksi
Gedung Pendidikan
7. SPESIFIKASI JABATAN KERJA KONSTRUKSI
JUMLAH
NO URAIAN PENGALAMAN KOMPETENSI
(ORANG)
1 2 3 4 5
1 Pelaksana 1Org 1Thn SKK Pelaksana Lapangan
Bangunan Gedung
2 Petugas K3 1Org 0Thn Sertifikat / SKK K3
Konstruksi
8. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI
Adapun peralatan utama yang diperlukan untuk Pekerjaan Pembangunan Rumah Dinas Guru
SMPN3Runganadalahadalah sebagaiberikut:
NO URAIAN VOL. SAT. KAPASITAS MIN.
1 2 3 4 5
0,3 - 0,6 M3
1 Concrete Mixer / Molen 1 Unit
Aneka Ragam
2 Alat Tukang Batu 1 Set
Aneka Ragam
3 Alat Tukang Kayu 1 Set
Aneka Ragam
4 Alat Tukang Besi 1 Set
G. JANGKA WAKTU
Pekerjaan Pembangunan Rumah Dinas Guru SMPN 3 Rungan pada Dinas Pendidikan Kepemudaan
dan Olah Raga Kabupaten Gunung Mas pelaksanaan pekerjaan ini adalah dilaksanakan dalam waktu
90(SembilanPuluh)harikalender.
10. TATA CARA PENGUKURAN DAN TATA CARA PEMBAYARAN
Tata Cara Pengukuran :
- Pengukuran dilakukan pada item pekerjaan yang telah terpasangsesuai kontrak
- Bahanyangtelah dikirim ke lokasitapi belum terpasang, maka tidakdilakukan pengukuran serta
perhitungankuantitas
Tata Cara Pembayaran :
- Cara pembayaran hasil pekerjaan ini menggunakan kontrak harga satuan yaitu berdasarkan
pengukuran hasil pekerjaan bersama atas realisasi volume pekerjaan dengan harga satuan tetap
sesuaiperkiraan volume dalam daftarkuantitasdan harga dan ketentuan dalam kontrak
11. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, SKALA PRIORITAS, PENGENDALIAN RISIKO K3
No
Jenis/Tipe Pekerjaan Identifikasi Jenis Bahaya G Risiko K3 Tingkat Resiko
1. Pekerjaan Atap Dan Plafond Jatuh dari ketinggian Luka Sedang
Tertimpa material Luka Ringan
Tersayat material
Terkena Peralatan kerja
KualaKurun, Juli2025
Ditetapkan Oleh :
Pejabat Pembuat Komitmen ( P P K )
DinasPendidikan, Kepemudaaan dan Olah Raga
KabupatenGunungMas
APRIANTO,ST.,M.Si
NIP.197904012005011014