DOKUMEN SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN KONSTRUKSI
PAKET PENGADAAN : REHABILITASI DAN PENAMBAHAN GEDUNG
KANTOR BIDANG PENDAPATAN
PPK
ID RUP
Spesifikasi Fungsi Umum Dan Volume Pekerjaan
Pembangunan Gedung Kantor Tidak Bertingkat
Volume pekerjaan :
1. REHABILITASI DAN PENAMBAHAN GEDUNG KANTOR BIDANG
PENDAPATAN
NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN
A PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pembersihan Awal dan Akhir Lokasi 1,00 Ls
2 Pengukuran Serta Pemasangan Bouwplank 1,00 Ls
3 Pek. Pembuatan Direksi Keet 1,00 Ls
4 Pek. Pembuatan Papan Proyek 1,00 Ls
5 Dokumentasi Pelaporan & As Buil Drawing 1,00 Ls
Penyiapan SMK3 terdiri atas:
1 Papan K3 1,00 Ls
2 Topi Pelindung (Safety Helmet) ; 10,00 Ls
3 Pelindung Mata (Goggles, Spectacles); 10,00 Ls
4 Sarung Tangan (Safety Gloves); 10,00 Ls
5 Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes and toe cap) 10,00 Ls
6 Rompi (Safety Vest); 10,00 Ls
B PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI
1 Galian Tanah 8,17 M³
2 Urugan Tanah Kembali 2,04 M³
3 Pemadatan Tanah (Timbunan Biasa) 58,69 M³
5 Pas. Pondasi Batu Gunung 1 : 3 10,50 M³
6 Annstamping (Batu Kosong) 5,45 M³
8 Pas. pondasi telapak beton
- Pekerjaan Cor Beton 2,29 M³
- Pekerjaan Besi Beton 129,48 Kg
- Pekerjaan Bekisting 6,01 M²
C PEKERJAAN STRUKTUR BETON
1 -. Sloef Beton Uk. 15 x 20 cm
- Pekerjaan Cor Beton 1,87 M³
- Pekerjaan Besi Beton 431,74 Kg
- Pekerjaan Bekisting Sloef Beton 12,46 M²
2 Kolom Beton Uk. 20 x 20 cm
- Pekerjaan Cor Beton 2,08 M³
- Pekerjaan Besi Beton 344,10 Kg
- Pekerjaan Bekisting Kolom Beton 10,40 M²
3 -. Ring Balok Beton Uk. 15 x 15
- Pekerjaan Cor Beton 2,01 M³
- Pekerjaan Besi Beton 465,86 Kg
- Pekerjaan Bekisting Ring Balok 13,37 M²
4 PEKERJAAN COR DAK BETON (PLAT LANTAI)
- Pekerjaan Cor Beton 8,55 M³
- Pekerjaan Besi Beton 627,11 Kg
- Pekerjaan Bekisting 71,25 M²
5 'PEKERJAAN PIPA PEMBUANGAN
Pas. Pipa Pembuangan PVC Aw D 1,5" 26,60 M¹
D PEKERJAAN RANGKA & DINDING BATU BATA
1 Pas. Rangka Dinding Aluminium 62,56 M¹
2 Pas. Pasangan Kaca Dinding t.5 mm 13,14 M²
3 Pas. Batu Bata T = 1/2 Batu ad. 1 Pc : 3 Ps 42,90 M²
4 Plesteran ad. 1 Pc : 3 Ps 85,80 M²
5 Acian Tembok/Beton 85,80 M²
E PEKERJAAN PLAFOND & LISPLANK
1 Pekerjaan Rangka Plafond Alumunium 63,00 M²
2 Plafond PVC P. 6 Meter L. 20 cm 63,00 M²
3 Pekerjaan List Plafond 55,00 M'
4 Pekerjaan Rangka Plafond Alumunium (Gedung Utama/Lama) 133,20 M²
5 Plafond PVC P. 6 Meter L. 20 cm (Gedung Utama/Lama) 133,20 M²
6 Pekerjaan List Plafond (Gedung Utama/Lama) 111,00 M'
7 Pekerjaan Listplank GRC (Gedung Utama/Lama) 111,00 M'
F PEKERJAAN PENGECATAN
Cat Dinding
1 85,80 M²
(1 lapis plamuur, 1 lapis cat dasar, 1 lapis cat Anti Lumut)
2 (1 lapis plamuur, 1 lapis cat dasar, 1 lapis cat Anti Lumut) Gedung Lama 378,00 M²
G PEKERJAAN LANTAI DAN KERAMIK
1 Pekerjaan Rabat Lantai 3,78 M³
2 Pekerjaan Pas. Keramik Lantai 60 x 60cm 63,00 M2
H PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1 Pekerjaan Kusen Pintu & Jendela Alumunium 36,50 M¹
2 Pekerjaan Pasangan Bingkai Pintu & Jendela Alumunium 37,60 M¹
3 Pekerjaan Pasangan Kaca Pintu & Jendela t.5 mm 8,73 M²
4 Pas. Kunci Pintu silinder Kwalitas Baik 4 ,00 Set
5 Pas. Engsel Pintu & Jendela Kwalitas Baik 8 ,00 Set
I PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pekerjaan Titik Lampu + Instalasi Kabel NYM Uk. 3x2,5 mm 75,00 M'
2 Pekerjaan Pas. MCB Grup & Instalasi ( 4-10 Am group) 1,00 Bh
3 Pekerjaan Pas. Stop Kontak & Instalasi 6,00 Bh
4 Pekerjaan Pas. Saklar Ganda & Instalasi 3,00 Bh
5 Pekerjaan Pas. Saklar Tunggal & Instalasi 3,00 Bh
6 Pekerjaan Pas. Lampu LED Panel 18 Watt (Holic Outbow Bulat Seet) 12,00 Bh
Spesifikasi kinerja bangunan 1. Struktur dan Stabilitas
a. Kekuatan struktur: Sesuai
dengan standar SNI
b. Percepatan gempa rencana:
Sesuai dengan zona gempa
setempat dan peraturan yang
berlaku.
2. Fasad dan Pencahayaan Alami
a. Transmisi cahaya kaca: Minimal
50% untuk memaksimalkan
pencahayaan alami.
b. Insulasi termal kaca: U-value ≤
2,0 W/m2K untuk mengurangi
kehilangan energi melalui kaca.
3. Efisiensi Energi
a. EUI (Energy Use Intensity):
Tidak lebih dari 150 kWh/m2
tahun untuk bangunan
perkantoran, atau sesuai
dengan standar lokal.
b. HVAC Coefficient of
Performance (COP): Minimal 3,0
untuk sistem pendingin udara.
4. Air dan Sanitasi
a. Konsumsi air per kapita: Tidak
lebih dari 150 liter per orang per
hari, atau sesuai dengan standar
lokal.
b. Efisiensi penggunaan air:
Mengurangi konsumsi air hingga
20-30% melalui peralatan hemat
air.
5. Aksesibilitas dan Keselamatan
a. Lebar jalur evakuasi: Minimal
1,1 meter untuk bangunan
dengan jumlah penghuni di atas
500 orang.
b. Waktu evakuasi maksimum:
Tidak lebih dari 2,5 menit untuk
bangunan tinggi.
6. Kualitas Udara dalam Ruangan
a. Ventilasi: 8-10 liter/detik per
orang untuk ruang perkantoran,
atau sesuai dengan standar
lokal.
b. Konsentrasi CO2: Tidak lebih
dari 1.000 ppm untuk kualitas
udara dalam ruangan yang baik.
7. Keberlanjutan dan Lingkungan
a. Sertifikasi green building:
Mencapai minimal peringkat
Silver pada sertifikasi seperti
Green Building Council
Indonesia (GBCI), LEED, atau
BREEAM.
b. Pengurangan emisi CO2:
Minimal 30% pengurangan emisi
karbon dibandingkan dengan
bangunan serupa tanpa upaya
keberlanjutan.
A. Uraian Spesifikasi Teknis
1. Spesifikasi Bahan Bangunan Konstruksi:
NO. NAMA BAHAN MATERIAL CONTOH MEREK/TIPE
1 Beton
Semen Semen Gresik, Holcim,
Indocement (Tipe PCC, OPC, PPC)
Pasir Gunakan pasir berkualitas dari
sumber terpercaya
Kerikil atau batu pecah Batu kali, batu split, batu belah
(sesuaikan ukuran sesuai
kebutuhan)
Bahan tambahan Sika, Fosroc, Mapei
(admixture):
2 Baja
Baja tulangan (besi beton): Krakatau Steel, Master Steel,
Ispatindo (SNI, U50, U35)
Baja ringan Bluescope, Zacs, Saka (C75, C100,
C150)
Baja struktural Gunawan Steel, Ispatindo, Master
Steel (WF, H-Beam, I-Beam, Kanal)
3 Dinding dan Partisi Bata merah: Fastrack, Bata
Ringan, Bata Hebel
Bata ringan (AAC) Citicon, Grand Elephant, AAC
Panel gypsum Knauf, Gyproc, Gypsum
Jayaboard
Papan semen Conwood, SCG, V-board
Mortar instan MU-Weber, Mortar Utama, Semen
Gresik
Bahan tambahan Sika, Fosroc, Mapei
(admixture):
5 Lantai
Keramik Roman, Milan, Asia Tile
Granit Essenza, Niro Granite
Tegel KIA, M-Class
Marmer Carrara, Crema Marfil
Vinyl Floorpedia, Daeji, Goodrich
Kayu Jati, Merbau, Ulin
Homogeneous tile Mulia, Platinum, Asia Tile
6 Atap
Genteng keramik Kanmuri, M-Class, Asia Tile
Genteng beton Monier, CPAC, Cisangkan
Atap baja ringan Bluescope, Zacs, Saka
Atap seng Spandek, Trimdeck
7 Kusen, Pintu, dan Jendela
Kayu Meranti, Kamper, Jati
Aluminium YKK, Alumindo, Alexindo
PVC Conwood, V-Panel, Upvc
8 Cat dan Pelapis
Cat dinding Jotun, Nippon Paint, Dulux
(Interior, Exterior)
Cat kayu dan besi Jotun, Nippon Paint, Dulux (Gloss,
Semi-Gloss, Satin)
Waterproofing Sika, Fosroc, Basf (Topseal,
Bituseal, MasterSeal)
Epoxy Jotun, Nippon Paint, Dulux (Floor
Coating, Wall Coating)
9 Instalasi Mekanikal,
Elektrikal, dan Plumbing
(MEP)
Pipa PVC Pralon, Wavin, Rucika (Standard,
AW, D)
Pipa PPR Westpex, ERA, Wavin (Green,
Blue, PN10, PN20)
Kabel listrik Supreme, Eterna, Kabelindo (NYA,
NYAF, N
YFG, NYY)
Fitting dan aksesoris pipa Rucika, Pralon, Wavin
Saklar dan stop kontak Schneider Electric, Panasonic,
Broco
10 Perlengkapan Kamar Mandi
dan Dapur
Keramik dinding Roman, Milan, Asia Tile
Sanitari Toto, American Standard, Grohe
(Closet, Wastafel, Shower)
Lemari dapur Modena, Ikea, Propan
Countertop Granit, Marmer, Solid Surface
(Corian, DuPont)
11 Material dan peralatan
khusus
Lift dan eskalator Otis, KONE, Mitsubishi
Sistem keamanan CCTV (Hikvision, Dahua, Avtech),
Alarm (Bosch, Honeywell), Akses
kontrol (ZKTeco, HID, Suprema)
Sistem HVAC Daikin, LG, Panasonic
Sistem proteksi kebakaran Alat pemadam kebakaran
(Gunnebo, Chubb, Yamato Protec),
Sprinkler (Viking, Tyco), Alarm
kebakaran (Notifier, Simplex)
12 Insulasi Termal dan Akustik
Insulasi glasswool Owens Corning, Knauf, Rockwool
Insulasi rockwool Rockwool, Roxul, Kimmco
Insulasi polystyrene (EPS, Styrofoam, Dow, Styrolux
XPS)
13 Plafon
Plafon gypsum Knauf, Gyproc, Gypsum
Jayaboard
Plafon PVC Polylux, Plafon PVC Impor, PVC
Ceiling
Plafon akustik Armstrong, Ecophon, USG Boral
14 Tangga
Tangga kayu Jati, Merbau, Ulin
Tangga beton Gunakan beton ready mix
berkualitas
Tangga baja Gunawan Steel, Ispatindo, Master
Steel
15 Railing dan Balustrade
Railing kayu Jati, Merbau, Ulin
Railing stainless steel SS304, SS316
Railing besi Hollow, Pipa
16 Penutup Lantai
Karpet Interface, Shaw, Tarkett
Laminated flooring Floorpedia, Daeji, Goodrich
Parket kayu Jati, Merbau, Ulin
17 Pelapis dinding
Wallpaper Sangetsu, Shand Kydd,
Wallcoverings
Panel kayu Meranti, Kamper, Jati
18 Material taman dan lanskap
Tanaman Tersedia di berbagai penjual
tanaman lokal
Kerikil hias Alam, Andesit, Marmer
Paving block Conblock, Kanstin, Grass Block
19 Pencahayaan
Lampu Philips, Osram, Panasonic
LED Strip Philips, OSRAM, Tuya
20 Geotekstil dan Geomembran
Geotekstil TenCate, Mirafi, Typar
Geomembran AGRU, Solmax, Firestone
21 Kaca dan Cermin
Kaca Asahimas, Mulia Glass, Guardian
Cermin Asahimas, Mulia Glass, Guardian
22 Sealant dan Lem Bangunan
Sealant Sika, Dow Corning, Wacker
Lem bangunan Sika, Bostik, Mapei
23 Aksesori dan Peralatan
Elektronik
Intercom Aiphone, Commax, Panasonic
Audio Visual Bose, JBL, Harman Kardon
Sistem otomasi bangunan Crestron, Control4, Lutron
24 Material untuk fasad
Aluminium composite panel Alucobond, Alpolic, Seven
(ACP)
Kaca low-e Asahimas, Guardian, Saint
Gobain
25 Pagar
Pagar kayu Jati, Merbau, Ulin
Pagar besi Hollow, Pipa
Pagar beton Precast, U-Ditch, Buis
26 Material untuk jalan masuk
dan parkir
Aspal Shell, Pertamina, Caltex
Marka jalan Thermoplastic, Cold Plastic, Cat
Jalan
27 Bahan untuk pondasi
Tiang pancang beton Centex, Duta Pile, Gema Pile
Tiang pancang baja Krakatau Steel, Ispatindo, Master
Steel
28 Solar Panel dan Sistem
Energi Terbarukan
Solar panel Panasonic, Sharp, Trina Solar
Inverter SMA, Fronius, SolarEdge
29 Peredam Gempa
Base isolator Bridgestone, Earthquake
Protection Systems, Taylor Devices
Damper Taylor Devices, Maurer, GERB
30 Ventilasi dan Penyedot
Udara
Ventilasi Broan, Panasonic, KDK
Penyedot udara (kitchen Modena, Rinnai, Fagor
hood)
31 Sistem pengendalian suhu Honeywell, Nest, Ecobee
(thermostat)
32 Lapisan anti-karat (galvanis)
untuk besi dan baja
Galvanis Krakatau Steel, Ispatindo, Master
Steel
33 Material tahan api
Papan tahan api Promat, Hilti, Vitcas
Bahan pelapis tahan api Jotun, International Paint,
Sherwin-Williams
34 Dekorasi interior
Gorden dan tirai Hunter Douglas, Luxaflex, Toso
Furnitur IKEA, Informa, Fabelio
35 Pencahayaan darurat dan
isyarat
Lampu darurat Philips, Osram, Panasonic
Isyarat dan penanda darurat Jalite, Everlux, Brady
36 Sistem pengelolaan air
Pompa air Grundfos, Ebara, Panasonic
Tangki air Tirta, Profil, Penguin
37 Lapisan anti bocor dan retak
Membran cair Sika, Fosroc, Mapei
38 Eksterior dan finishing
bangunan
Cladding batu alam Andesit, Granit, Marmer
Cladding kayu Merbau, Kayu Kau, Kayu Ulin
2. Spesifikasi Peralatan Konstruksi dan Peralatan
Bangunan :
alternatif pilihan:
No. Nama Peralatan Kapasitas Jumlah
1 Truk Pasir 10 m³ 2
2 Truk Batu 10 m³ 2
3 Concrete Mixer 8 m³ 1
4 Pompa Beton 60 m³/jam 1
5 Genset 100 kVA 1
6 Kompresor 185 CFM 1
7 Peralatan Las Listrik 300 Ampere 2
8 Peralatan Bor 1.5 kW 2
9 Peralatan Pemotong Beton 5 kW 1
10 Peralatan Pemotong Besi 2.2 kW 1
11 Peralatan Pengecatan - Set
12 Peralatan Pengukuran - Set
13 Peralatan Pemadatan Tanah - 1
14 Peralatan Pelindung Diri (APD) - Set
a. Pokja Pemilihan harus
memastikan setiap jenis alat dan
perkakas sesuai hasil yang telah
diidentifikasi oleh PPK .
b. Alat dan perkakas yang
digunakan harus dipastikan telah
diberi sistem perlindungan atau
kelengkapan pengaman untuk
mencegah paparan (expose)
bahaya secara langsung terhadap
tubuh pekerja;
c. Informasi tentang jenis, cara penggunaan/pemeliharaan/
pengamanannya alat dan perkakas dapat diperoleh dari manual
produk dari pabrik pembuatnya, ataupun dari
pedoman/peraturan pihak yang kompeten.
3. Spesifikasi Proses/Kegiatan:
1. Persiapan Lokasi (Minggu 1)
i. Pengukuran dan penandaan tapak bangunan
ii. Pembersihan lahan dan penggalian tanah
2. Pondasi (Minggu 2-4)
i. Pembuatan dan pengeboran tiang pancang atau pondasi dangkal
ii. Pengujian integritas tiang pancang
3. Struktur Utama (Minggu 5-6)
i. Pembentukan bekisting dan penguatan kolom, balok, dan plat lantai
ii. Penyemprotan beton dan pengujian beton
iii. Pemasangan struktur baja atau prefabrikasi (jika ada)
4. Dinding dan Partisi (Minggu 7)
i. Pembangunan dinding dan partisi
ii. Pemasangan perancah dan plesteran dinding
5. Pekerjaan Finishing (Minggu 8-10)
i. Cat dan finishing dinding, langit-langit, dan elemen interior
ii. Pemasangan lantai, plint, dan list
iii. Instalasi peralatan sanitasi
6. Uji Coba dan Serah Terima (Minggu 11-12)
i. Uji coba sistem MEP dan HVAC
ii. Pemeriksaan elemen bangunan
iii. Serah terima bangunan kepada pemilik atau pengelola lapangan.
Catatan:
a. Pokja Pemilihan (yang bersertifikat Ahli/petugas K3 Konstruksi atau dengan
melibatkan Ahli K3/Petugas K3 Konstruksi) harus menilai kesesuaian
identifikasi bahaya dari setiap tahapan kegiatan yang sudah ditetapkan oleh
PPK;
b. Setiap proses/kegiatan harus dilengkapi dengan prosedur kerja, system
perlindungan terhadap pekerja, perlengkapan pengaman, dan rambu- rambu
peringatan dan kewajiban pekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai dengan potensi bahaya pada proses tersebut;
c. Setiap jenis proses/kegiatan pekerjaan yang berisiko Besar, atau
pekerjaan yang berisiko Besar pada keadaan yang berbeda, harus lebih dulu
dilakukan analisis keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis) dan tindakan
pengendaliannya;
d. Setiap proses/kegiatan yang berbahaya harus melalui prosedur izin kerja lebih
dulu dari penanggung-jawab proses dan Ahli K3 Konstruksi;
e. Setiap proses dan kegiatan pekerjaan hanya boleh dilakukan oleh tenaga kerja
dan/atau operator yang telah terlatih dan telah mempunyai kompetensi untuk
melaksanakan jenis pekerjaan/tugasnya, termasuk kompetensi melaksanakan
prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang sesuai pada jenis
pekerjaan/tugasnya tersebut.
4. Spesifikasi Metode Konstruksi/ Metode Pelaksanaan/Metode
Kerja
1. Persiapan Lokasi
a. Melakukan pengukuran dan penandaan tapak bangunan sesuai
dengan gambar rencana.
b. Membersihkan lahan dari material dan vegetasi yang mengganggu,
serta melakukan penggalian tanah jika diperlukan.
2. Pondasi
a. Mengebor dan menanam tiang pancang atau membuat pondasi
dangkal seperti sloof dan footplate, sesuai dengan rekomendasi ahli
struktur.
b. Melakukan pengujian integritas tiang pancang untuk memastikan
kapasitas dukungan yang memadai.
c. Membangun ground beam atau tie beam untuk menghubungkan
tiang pancang atau pondasi dangkal.
3. Struktur Utama
a. Membentuk kolom, balok, dan plat lantai dengan bekisting dan
penguatan sesuai dengan gambar rencana.
b. Menyemprot beton pada bekisting dengan metode pencampuran
dan pengecoran yang sesuai, serta melakukan tes slump dan tes
kuat tekan beton.
c. Memasang struktur baja atau prefabrikasi, jika digunakan, sesuai
dengan spesifikasi pabrikan.
4. Dinding dan Partisi
a. Membangun dinding dengan bahan seperti bata, beton ringan, atau
panel dinding sesuai dengan gambar rencana.
b. Menginstal partisi dengan bahan seperti gypsum, kaca, atau kayu
untuk memisahkan ruang dalam gedung.
c. Melakukan pemasangan perancah dan plesteran dinding.
5. Uji Coba dan Serah Terima
a. Melakukan uji coba sistem MEP, seperti HVAC, kelistrikan, dan
sanitasi, untuk memastikan kinerja yang baik.
b. Memastikan semua elemen bangunan telah selesai dan memenuhi
spesifikasi kinerja yang telah ditetapkan.
c. Melakukan serah terima bangunan kepada pemilik atau pengelola
gedung, serta menyiapkan dokumen dan sertifikat yang diperlukan.
Catatan :
a. Analisis Keselamatan Pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA) harus dilakukan
terhadap setiap metode konstruksi/ metode pelaksanaan pekerjaan, dan
persyaratan teknis untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi dan
kecelakaan kerja;
b. Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan
dengan menggunakan peralatan, perkakas, material dan konstruksi
sementara, yang sesuai dengan kondisi lokasi/tanah/cuaca, dan dapat
dikerjakan oleh pekerja dan operator yang terlatih;
c. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan
menggunakan metode kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat
bantu, perkakas, material dan konstruksi sementara dengan urutan kerja
yang sistematis, guna mempermudah pekerja dan operator bekerja dan
dapat melindungi pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan
konstruksi dan kecelakaan kerja;
d. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisis
keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA), diuji efektivitas
pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika semua faktor kondisi
lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi
pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat
menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan
pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui, setelah dilengkapi
dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis dan/atau mudah
dipahami oleh pekerja/operator;
e. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai potensi
bahaya Besar harus dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah
mencakup analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA).
Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus digunakan perancah,
lantai kerja (platform), papan tepi, tangga kerja, pagar pelindung tepi, serta
alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm dan sabuk
keselamatan agar pekerja terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan
saluran galian tanah berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman 1,5
meter atau lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi
pekerja untuk naik/turun
f. Setiap metode kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang
diperlukan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung- jawabkan,
baik dari standar yang berlaku, atau melalui penyelidikan teknis dan analisis
laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.
5. Spesifikasi Jabatan Kerja Konstruksi
Pengalaman
Jabatan dalam pekerjaan Sertifikat Kompetensi
No Kerja
yang akan dilaksanakan Kerja
(tahun)
1 Pelaksana 2 tahun SKA/SKT
2 Ahli K3 Konstruksi/ Ahli 0 SKA/SKT
Keselamatan Konstruksi /
Petugas Keselamatan
Konstruksi
Grafik Petunjuk penentuan jabatan, pengalaman, dan SKK personel manajerial
a. Setiap kegiatan/pekerjaan perancangan, perencanaan,
perhitungan dan gambar-gambar konstruksi, penetapan
spesifikasi dan prosedur teknis serta metode pelaksanaan/
konstruksi/kerja harus dilakukan oleh tenaga ahli yang
mempunyai kompetensi yang disyaratkan, baik pekerjaan
arsitektur, struktur/sipil, mekanikal, elektrikal, plumbing dan
penataan lingkungan maupun interior dan jenis pekerjaan lain
yang terkait;
b. Setiap tenaga ahli tersebut pada butir a. di atas harus
mempunyai kemampuan untuk melakukan proses manajemen
risiko (identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian
risiko) yang terkait dengan disiplin ilmu dan pengalaman
profesionalnya, dan dapat memastikan bahwa semua potensi
bahaya dan risiko yang terkait pada bentuk rancangan,
spesifikasi teknis dan metode kerja/konstruksi tersebut telah
diidentifikasi dan telah dikendalikan pada tingkat yang dapat
diterima sesuai dengan standar teknik dan standar K3 yang
berlaku;
c. Setiap kegiatan/pekerjaan pelaksanaan, pemasangan,
pembongkaran, pemindahan, pengangkutan, pengangkatan,
penyimpanan, perletakan, pengambilan, pembuangan,
pembongkaran dsb., harus dilakukan oleh tenaga ahli dan
tenaga terampil yang berkompeten berdasarkan gambar
gambar, spesifikasi teknis, manual, pedoman dan standar serta
rujukan yang benar dan sah atau telah disetujui oleh tenaga ahli
yang terkait;
d. Setiap tenaga ahli dan tenaga terampil dibidang K3 Konstruksi
di atas harus melakukan analisis keselamatan pekerjaan (job
safety analysis) setiap sebelum memulai pekerjaannya, untuk
memastikan bahwa potensi bahaya dan risiko telah diidentifikasi
dan diberikan tindakan pencegahan terhadap kecelakaan kerja
dan/atau penyakit di tempat kerja;
B. Keterangan Gambar
Gambar-gambar untuk pelaksanaan pekerjaan harus ditetapkan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) secara terinci, lengkap dan jelas,
antara lain :
1. Peta Lokasi
2. Layout
3. Potongan memanjang
4. Potongan melintang
5. Detail-detail konstruksi
C. Pengguna Jasa mengacu pada hasil dokumen pekerjaan jasa Konsultansi
Konstruksi perancangan dan/atau berkonsultasi dengan Ahli K3 Konstruksi
dalam menetapkan uraian pekerjaan, identifikasi bahaya, dan penetapan
tingkat Risiko Keselamatan Konstruksi pada Pekerjaan Konstruksi.
Dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap RKK dan penerapan
SMKK, Pengguna Jasa dapat dibantu oleh Ahli K3 Konstruksi dan/atau
Petugas Keselamatan Konstruksi.
Tahapan Identifikasi Kekerapan Keparahan Tingkat
Pekerjaan Bahaya Risiko
1. Persiapan Lahan Kecelakaan Kecil Besar Sedang
akibat alat berat
Terjatuhnya Kecil Besar Sedang
pekerja dari
ketinggian
2. Pekerjaan Kecelakaan saat Kecil Besar Sedang 2
Pondasi pemasangan
bekisting
Terjepit atau Sedang Sedang Sedang 2
terluka akibat
material
konstruksi
3. Pekerjaan Kecelakaan saat Sedang Besar Besar 1
Struktur pemasangan
beton
Jatuhnya material Sedang Besar Besar 1
konstruksi
Terjatuhnya Sedang Besar Besar 1
pekerja dari
ketinggian
6. Pekerjaan Kecelakaan saat Kecil Sedang Kecil 3
Dinding dan Lantai pemasangan
dinding dan lantai
Terjatuhnya Kecil Besar Sedang 2
pekerja dari
ketinggian
7. Pekerjaan Kecelakaan saat Kecil Kecil Kecil 3
Finishing pengecatan
Terluka akibat Kecil Sedang Kecil 3
bahan kimia
8. Pembersihan Kecelakaan saat Kecil Kecil Kecil 3
dan Penutupan pembersihan
Terluka akibat Kecil Kecil Kecil 3
material
konstruksi
Skala prioritas:
1. Besar: risiko yang harus segera ditangani
2. Sedang: risiko yang perlu diperhatikan dan ditangani sesuai dengan
rencana manajemen risiko
3. Kecil: risiko yang bisa ditangani dalam waktu yang lebih fleksibel atau
sesuai dengan jadwal perawatan rutin
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang skala prioritas:
1. Risiko Besar: Tahap pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Besar
memerlukan intervensi segera untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja.
Pada tahap ini, perlu adanya perencanaan yang baik, peralatan
keselamatan yang memadai, serta pelatihan dan pengawasan ketat bagi
pekerja. Contoh tindakan yang bisa diambil meliputi penerapan metode
kerja yang lebih aman, pemberian peralatan pelindung diri (APD) yang
sesuai, serta penyuluhan tentang keselamatan kerja.
2. Risiko Sedang: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko sedang memerlukan
upaya untuk mengurangi risiko melalui manajemen risiko yang sistematis.
Tindakan yang bisa diambil meliputi evaluasi prosedur kerja, penyediaan
peralatan keselamatan yang memadai, dan pengawasan untuk
memastikan pekerja mematuhi aturan keselamatan. Pada tahap ini,
pencegahan kecelakaan dapat dilakukan melalui perbaikan perencanaan
dan koordinasi antara pekerja dan pihak terkait.
3. Risiko Kecil: Tahap pekerjaan dengan tingkat risiko Kecil bisa ditangani
dengan lebih fleksibel dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Tindakan yang bisa diambil meliputi pengecekan rutin terhadap peralatan
dan kondisi kerja, serta penyuluhan tentang keselamatan kerja. Pada
tahap ini, risiko kecelakaan relatif lebih kecil, namun tetap perlu dikelola
secara efektif untuk menjaga keselamatan pekerja dan menghindari
potensi risiko yang lebih besar.
Dokumen spesifikasi teknis menetapkan bahwa tingkat Risiko Keselamatan
Konstruksi (RKK) untuk paket pekerjaan sebagaimana dimaksud di atas adalah
adalah
RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI (BESAR / SEDANG / KECIL)
INFORMASI LAINNYA
1. Peserta pemilihan penyedia wajib
mempelajari keseluruh isi dokumen
spesifikasi teknis ini secara utuh dan lengkap
2. Peserta pemilihan diberikan kesempatan
untuk mengajukan pertanyaan pada tahap
pemberian penjelasan terhadap dokumen
spesifikasi teknis ini
3. Setelah tahap pemberian penjelasan selesai,
maka seluruh pelaku usaha dianggap sudah
membaca, memahami dan menerima
seluruh isi dokumen spesifikasi teknis
pekerjaan konstruksi ini
4. Batas akhir perubahan spesifikasi teknis
pada tahap pemilihan penyedia adalah tahap
pembukaan dokumen penawaran, sehingga
setelah tahap ini, keseluruhan isi dokumen
spesifikasi teknis bersifat mengikat secara
hukum sebagai dasar untuk pelaksanaan
proses pemilihan penyedia dan menjadi
dasar seluruh peserta pelaku usaha untuk
berkompetisi dalam proses pemilihan
penyedia apabila melalui tender