| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015902836121000 | Rp 863,047,200 | 74.57 | 94.57 | - | |
| 0760088872002000 | Rp 892,221,330 | 72.8 | 92.14 | - | |
| 0012573754424000 | Rp 897,812,400 | 71.81 | 91.04 | - | |
| 0030475891211000 | Rp 956,820,000 | 72.31 | 90.35 | - | |
Bharata Multi Utama | 09*9**6****42**0 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas Sub Unsur |
| 0907890271625000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0011188893423000 | - | - | - | Klasifikasi SBU Tidak sesuai yang dipersyaratkan | |
| 0023331226441000 | - | - | - | Tidak memberikan informasi terkait dengan sertifikat standar sesuai dengan KBLI SBU yang dipersyaratkan | |
PT Mitra Skala Utama | 09*7**3****13**0 | - | - | - | Tidak memberikan informasi terkait dengan Sertifikat Standar sesuai dengan KBLI SBU yang dipersyaratkan |
| 0012107470429000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0012169470428000 | - | - | - | Tidak memberikan informasi sertifikat standar sesuai dengan KBLI SBU yang dipersyaratkan | |
| 0017634601121000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0019752427123000 | - | - | - | Kualifikasi usaha pada SBU tidak Sesuai dengan persyaratan | |
PT Perkasa Sarana Propertindo | 03*6**3****55**0 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas |
| 0312981533542000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0015491558061000 | - | - | - | Kualifikasi SBU tidak sesuai. | |
| 0017089699429000 | - | - | - | Tidak Lulus Ambang Batas | |
| 0025584624216000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0014683551424000 | - | - | - | - | |
| 0423929074652000 | - | - | - | Tidak hadir pembuktian kualifikasi | |
| 0025642984429000 | - | - | - | - | |
| 0030077846015000 | - | - | - | - | |
CV Rekayasa Geomatika Indonesia | 09*5**3****14**0 | - | - | - | - |
| 0017974734017000 | - | - | - | - | |
| 0731144473401000 | - | - | - | - | |
| 0021855986017000 | - | - | - | - | |
| 0032005415015000 | - | - | - | - | |
| 0708986195429000 | - | - | - | - | |
CV Sukses Bersama | 0032844375214000 | - | - | - | - |
| 0021083787429000 | - | - | - | - | |
| 0027023449017000 | - | - | - | - | |
| 0030149744008000 | - | - | - | - | |
| 0023192289005000 | - | - | - | - | |
| 0013737945015000 | - | - | - | - | |
PT Sentrabina Nugraha Pratama | 00*2**1****16**0 | - | - | - | - |
PT Nauli Utama Konsultan | 09*3**1****13**0 | - | - | - | - |
| 0760587576424000 | - | - | - | - | |
Media Indonesia Bersinar | 04*3**5****07**0 | - | - | - | - |
| 0022415145423000 | - | - | - | - | |
| 0316778711322000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
JASA KONSULTANSI
KAJIAN DAN PERENCANAAN BASIC DESIGN (BD)
SIMPANG TAK SEBIDANG (STS) RAYA BOGOR -
MAYJEN SUTOYO - DEWI SARTIKA
ORGANISASI : 1.03.0.00.0.00.01.0000 DINAS BINA MARGA
PROGRAM : 1.03.10 Program Penyelenggaraan Jalan
KEGIATAN : 1.03.10.1.01 Penyelenggaraan Jalan Provinsi
SUB KEGIATAN : 1.03.10.1.01.0041 Penyusunan Rencana,
Kebijakan, Strategi dan Teknis Pengembangan
Jaringan Jalan serta Perencanaan Teknis
Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan
PAKET PEKERJAAN : Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor -
Mayjen Sutoyo - Dewi Sartika
NILAI PAGU PAKET : Rp 979.394.781,-
KODE REKENING : 5.1.02.02.08.0009 Belanja Jasa Konsultansi
Perencanaan Rekayasa-Jasa Desain Rekayasa
untuk Pekerjaan Teknik Sipil Transportasi
TAHUN
TAHUN ANGGARAN : 2025
ANGGARAN
LOKASI : Provinsi DKI Jakarta
2025
DINAS BINA MARGA
PROVINSI DKI JAKARTA
Gedung Dinas Teknis Jatibaru – Jl. Taman Jatibaru No.1
Jakarta Pusat
Lingkup a. Ketentuan Umum
Pekerjaan 1. Lingkup kegiatan ini meliputi:
a) Formulasi kebijakan perencanaan yang meliputi
kajian terhadap kebijakan dan sasaran
perencanaan, lingkungan, dan penataan ruang,
serta pengadaan tanah;
b) Kajian terhadap kondisi eksisting pada wilayah
studi;
c) Pengambilan data fisik, ekonomi, dan
lingkungan;
d) Prediksi hasil analisis kuantitatif untuk setiap
alternatif solusi;
e) Kajian penggunaan alternatif teknologi dan
standar yang berkaitan dengan kebutuhan
proyek;
f) Studi komparasi alternatif solusi pada koridor
yang terpilih dalam pra studi kelayakan.
Dengan hasil kegiatan studi kelayakan, meliputi:
a) Formulasi sasaran proyek;
b) Merupakan urutan unggulan, atas dasar
indikator kelayakan yang teliti dari alternatif
solusi yang distudi, sebagai masukan bagi pihak
pengambil keputusan;
c) Penajaman rencana dan rekomendasi
alinyemen yang cocok, serta standar-standar
yang akan digunakan;
d) Rekomendasi waktu optimum (timing optimum)
dan program konstruksi;
e) Rekomendasi investigasi lingkungan dan sosial;
f) Kerangka acuan Amdal atau UKL-UPL, jika
dibutuhkan;
g) Kebutuhan survei untuk Detailed Engineering
Design (DED);
h) Estimasi biaya.
2. Metode pendekatan analisis kegiatan studi
kelayakan. Melalui pendekatan dengan adanya
proyek (with project) dan tanpa proyek (without
project), berikut tahapan analisis yang dilakukan:
i) Formulasi dari sasaran proyek, monitoring dan
evaluasi manfaat proyek di masa mendatang
akan merujuk pada sasaran ini;
j) Formulasi dari satu atau lebih alternatif solusi
yang potensial;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
1
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
k) Analisis ekonomi untuk memperoleh/
membandingkan kelayakan ekonomi dari
seluruh alternatif solusi
l) Analisis kelayakan menyeluruh yang
menggabungkan hasil analisis ekonomi dengan
aspek non ekonomi yang relevan.
3. Periode analisis yang digunakan dalam studi
kelayakan adalah 10 tahun, atau sesuai dengan
rencana tata ruang dari wilayah studi, dengan aspek
yang ditinjau meliputi:
a) Aspek teknis;
b) Aspek lingkungan dan keselamatan;
c) Aspek ekonomi;
d) Aspek lain-lain.
4. Fungsi studi kelayakan untuk menilai tingkat
kelayakan suatu alinyemen pada koridor yang terpilih
pada pra studi kelayakan dan untuk menajamkan
analisis kelayakan bagi satu atau lebih alternatif
solusi yang unggul. Apabila tahapan pra studi
kelayakan belum dilaksanakan, maka fungsi
kegiatan untuk mengidentifikasi alternatif solusi
dengan menilai tingkat kelayakan, dan
membandingkan kinerja ekonomis suatu alternatif
terhadap alternatif yang lain tetap dilakukan.
b. Lingkup Pekerjaan Kajian/Studi Kelayakan
1. Kajian Kebijakan Perencanaan
a) Kajian Kebijakan dan Sasaran Perencanaan
b) Kajian Lingkungan dan Tata Ruang
c) Kajian Pengadaan Tanah
d) Formulasi Alternatif Solusi
2. Survei dan Pengumpulan Data
a) Lalu Lintas
1) Pengambilan Data pada lokasi terkait
dengan pola arus pergerakan kendaraan
pribadi dan umum/ sirkulasi arus lalu lintas
(menerus dan lokal), bangkitan lalu lintas,
karakterisitik pemakai jalan (hambatan
samping, komposisi moda angkutan dan
perilaku pemakai jalan serta fasilitas/
prasarana jalan), bisa berupa foto maupun
video;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
2
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
2) Pengumpulan data-data yang dibutuhkan,
dengan terlebih dahulu berkoordinasi
dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI
Jakarta guna mendapatkan arahan. Adapun
data-data yang dikumpulkan:
a. Pengamatan lapangan dengan cara
visual atau menggunakan peralatan
teknis seperti kamera dan peralatan
lainnya;
b. Data masukan laporan dari instansi
terkait atau masyarakat disampaikan
langsung secara tertulis ke instansi yang
bertanggungjawab di bidang sarana dan
prasarana lalu lintas dan angkutan jalan;
c. Data historis dapat berupa:
1. Laporan Pemerintah;
2. Hasil kajian dari Pemerintah atau
swasta;
3. Data statistik; atau
4. Data spasial dari media elektronik
maupun non elektronik.
d. Data Inventarisasi situasi arus lalu lintas:
1. Volume lalu lintas;
2. Komposisi lalu lintas;
3. Variasi lalu lintas;
4. Distribusi arah;
5. Pengaturan arus lalu lintas;
6. Kecepatan lalu lintas (kecepatan
setempat, kecepatan tempuh,
kecepatan arus bebas);
7. Tundaan lalu lintas (tundaan pada
simpang ber APILL, tundaan pada
simpang tidak dilengkapi APILL;
8. Kinerja perlengkapan jalan (APILL,
rambu lalu lintas, marka jalan, alat
penerangan jalan, alat pengedali
pemakai jalan, alat pengaman
pemakai jalan, fasilitas pendukung
kegiatan lalu lintas dan angkutan
jalan, dan fasilitas pendukung
penyelenggaraan lalu lintas dan
angkutan jalan.
Traffic counting dan travel time dilakukan
di ruas & persimpangan jalan yang
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
3
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
mencakup wilayah yang
mempengaruhinya.
e. Inventarisasi ketersediaan dan daya
tampung jalan pada ruang manfaat jalan
(rumaja), yaitu:
1. Badan jalan yang meliputi jalur lalu
lintas dan bahu jalan;
2. Saluran tepi;
3. Ambang pengaman.
f. Data lainnya terkait dengan lalu lintas
yang dibutuhkan.
b) Topografi
1) Melakukan Pengukuran di area rumija
(ruang milik jalan) di sepanjang rencana STS
termasuk jalan pendekatnya dan
penggambaran kondisi eksisting;
2) Sebelum melaksanakan pengukuran,
penyedia terlebih dahulu berkoordinasi
dengan bagian pengukuran DCKTRP
Provinsi DKI Jakarta, rencana pengukuran
topografi sebelumnya harus memperoleh
persetujuan tertulis/tidak tertulis dari
PPK/PPTK, dan hasil koordinasi
disampaikan ke PPK/PPTK;
3) Lingkup pekerjaan pengukuran/topografi
adalah sebagai berikut:
a. Pemasangan BM/CP Pemasangan
Bench Mark (BM) dan Control Point (CP)
di lapangan;
b. Pengukuran Kerangka Kontrol
Horisontal dan Vertikal;
c. Pengukuran/Pemetaan Situasi;
d. Pengukuran penampang melintang dan
memanjang;
e. Penggambaran peta dan potongan-
potongan memanjang serta melintang.
c) Geoteknik
Penyelidikan tanah dilakukan untuk mengetahui
daya dukung tanah di lokasi sekitar proyek.
1) Mobilisasi dan demobilisasi alat serta
sumber daya manusia;
2) Melakukan Penyelidikan Tanah meliputi tes
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
4
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
Sondir sebanyak 4 titik dan Bor Dalam
sebanyak 4 titik;
3) Pelaksanaan bor dalam sebanyak 4 titik
dilakukan s/d kedalaman mencapai
maksimal 50 m atau s/d tanah keras (N-SPT
>60). Pastikan posisi tanah keras bukan
berada pada lapisan lensa;
4) Pelaksanaan tes sondir sebanyak 4 titik
hingga minimal mencapai tahanan konus
500 kg/cm2 atau paling dalam 50 m;
5) Pelaksanaan penyelidikan tanah perlu
melampirkan dokumentasi pelaksanaan
kegiatan;
6) Penyelidikan tanah pada lokasi rencana
pondasi sebelumnya harus memperoleh
persetujuan tertulis/tidak tertulis dari
PPK/PPTK. Denah lokasi boring dan sondir
tergambar dalam laporan penyelidikan
tanah.
d) Hidrologi dan Drainase
1) Survei kondisi hidrologi (curah hujan, aliran
air permukaan);
2) Survei kondisi drainase eksisting yang
berada di sekitar lokasi.
e) Lingkungan & Keselamatan
f) Data lainnya yang diperlukan untuk mendukung
kegiatan seperti:
1) Rencana/laporan, meliputi database
jaringan jalan, Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW), studi-studi terkait
terdahulu;
2) Data statistik/publikasi;
3) Data peta lainnya, meliputi peta jaringan
jalan, Peta Rencana Tata Ruang dan
Wilayah, dan peta lain yang dibutuhkan;
4) Data pengambilan foto udara baik foto
maupun video.
3. Analisis Teknis
a) Analisis Lalu Lintas;
b) Perancangan Geometri STS;
c) Analisis Kapasitas dan Kinerja Simpang;
d) Analisis Keselamatan;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
5
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
e) Perencanaan Drainase;
f) Analisis Geologi dan Geoteknik;
g) Perencanaan Perkerasan Jalan;
h) Perencanaan Struktur STS;
4. Analisis Ekonomi
a) Perhitungan biaya proyek
b) Perhitungan manfaat proyek
1) Penghematan Biaya Operasi Kendaraan
2) Penghematan nilai waktu perjalanan
3) Penghematan biaya kecelakaan
4) Reduksi perhitungan total penghematan
biaya
5) Pengembangan ekonomi
6) Penghematan dan pemeliharaan jalan
5. Evaluasi Kelayakan Ekonomi
a) Analisis Benefit Cost Ratio (B/C-R);
b) Analisis Net Present Value (NPV);
c) Analisis Economic Internal Rate of Return
(EIRR);
d) Analisis First Year Rate of Return (FYRR);
e) Anlisis Kepekaan
f) Analisis-analisis lainnya yang sesuai dengan
perkembangan studi terkait dengan kelayakan
proyek ini.
6. Pemilihan Alternatif dan Rekomendasi, serta
Kesimpulan dan Saran
a) Pemilihan alternatif dan rekomendasi dilakukan
dengan menggabung indikator kelayakan
ekonomi dengan aspek non ekonomi untuk
analisis terpadu
b) Analisis multi kriteria dapat dipakai sebagai alat
bantu
c) Buat kesimpulan dan saran atas dasar
kelayakan secara menyeluruh
c. Lingkup Pekerjaan Penyusunan Dokumen Desain
Awal (Basic Design)
Lingkup kegiatan penyusunan Dokumen Desain Awal
(Basic Design):
1. Kajian Teknis
Kajian Teknis dilakukan dengan rincian sebagai
berikut:
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
6
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
a) Kajian aspek topografi, berupa kajian
komprehensif terhadap data topografi dan peta
situasi (peta topografi hasil survei/peta dasar,
termasuk peta utilitas dan pengembangannya);
b) Kajian aspek geologi dan geoteknik, berupa
kajian komprehensif terhadap data geologi dan
geoteknik (data kondisi tanah hasil soil
investigation, geologi, dan data sumber quarry);
c) Kajian aspek hidrologi, berupa kajian
komprehensif terhadap data primer sub aspek
hidrologi (kondisi hidrologi dan kondisi badan
air/sungai/saluran);
d) Kajian aspek geometri, berupa kajian
komprehensif dengan rujukan teknis SE Dirjen
Bina Marga Nomor 20/SE/Db/2021 tentang
Pedoman Geoometrik Jalan dan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Nomor 5 Tahun 2023 tentang
Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan
Teknis Jalan;
e) Kajian aspek struktur STS, berupa kajian
komprehensif terhadap bangunan struktur STS,
dari mulai struktur atas hinga pondasi, termasuk
aspek arsitektur dan juga mekanikal/elektrikal
(menggunakan data topografi, data geoteknik
dan data hidrologi);
f) Kajian aspek transportasi, jaringan jalan, dan lalu
lintas, berupa kajian komprehensif terhadap data
transportasi, jaringan jalan, dan lalu lintas (data
jaringan jalan, data LHR, data kecepatan
perjalanan);
g) Kajian aspek perkerasan jalan, berupa kajian
komprehensif dengan rujukan teknis Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Nomor 5 Tahun 2023 tentang
Persyaratan Teknis Jalan dan Perencanaan
Teknis Jalan dan Manual Desain Perkerasan
Jalan No. 03/M/BM/2024
2. Penyusunan gambar ROW plan berdasarkan hasil
kajian, yaitu:
a) Batas-batas ROW jalan utama;
b) Batas-batas ROW STS;
c) Batas-batas ROW untuk JPO dan bangunan
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
7
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
pelengkap lainnya (apabila ada).
3. Penyusunan gambar desain awal (basic design)
a) Bagian A Umum;
b) Bagian B Alinyemen Layout;
c) Bagian C Plan dan Profil;
d) Bagian D Potongan Melintang;
e) Bagian E Detail;
f) Bagian F Struktur;
g) Bagian G Arsitektur;
h) Bagian H Gambar 3D;
4. Penyusunan estimasi Rencana Anggaran Biaya
(RAB) konstruksi
RAB konstruksi termasuk daftar kuantitas dan jenis
pekerjaan beserta harga satuan setiap jenis
pekerjaan yang digunakan untuk keperluan
perkiraan biaya konstruksi. Selain itu, konsultan juga
melakukan estimasi biaya konstruksi apabila
dibangun 1 s/d 5 tahun ke depan dengan sudah
memperhitungkan biaya eskalasi dan/atau inflasi per
tahunnya.
Dengan hasil berupa
1. Deskripsi hasil kajian teknis;
2. Gambar ROW Plan;
3. Gambar Desain Awal (Basic Design);
4. Estimasi Rencana Anggaran BIaya (RAB) konstruksi
5. Gambar 3D dan Video 3D rencana STS maupun
rencana penanganan kemacetan di sepanjang
koridor dimaksud.
d. Koordinasi Program Terpadu
1. Berkoordinasi secara rutin selama proses kegiatan
dalam kajian ini yang diantaranya meliputi
pengembangan kerangka acuan kerja, penelaahan
hasil survei lapangan, penentuan lokasi untuk
keperluan traffic counting dan soil investigation,
verifikasi data, penyusunan laporan, proses
penelitian metode dan analisa serta program
kegiatan selanjutnya.
2. Konsultan wajib menindaklanjuti hasil rapat maupun
koordinasi. Melalui tahapan ini diharapkan hasil akhir
yang diperoleh dapat optimal dan
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
8
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
dipertanggungjawabkan.
3. Walaupun masa kontrak telah berakhir, koordinasi
dengan konsultan maupun tenaga ahli tetap
dilaksanakan sesuai kebutuhan / perkembangan
yang terjadi. Dalam hal ini konsultan dan tenaga ahli
bersedia tetap berkoordinasi dengan Dinas Bina
Marga.
2. Keluaran a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan didiskusikan dan dipresentasikan
dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dan
instansi terkait lainnya. Isi Laporan Pendahuluan
mencakup antara lain:
- Pengembangan terhadap KAK (Kerangka Acuan
Kerja / Terms of Reference);
- Kajian Kebijakan Perencanaan;
- Survei dan Pengumpulan Data;
- Study literatur (gambar dan kriteria desain);
- Kondisi umum wilayah studi;
- Analisis teknis;
- Rencana Kerja selanjutnya.
b. Laporan Antara
Laporan Antara didiskusikan dan dipresentasikan
dengan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dan
instansi terkait lainnya. Laporan Antara meliputi antara
lain:
- Analisis teknis;
- Analisis ekonomi;
- Evaluasi kelayakan ekonomi;
- Pemilihan alternatif dan rekomendasi;
- Penyusunan studi kelayakan.
c. Laporan Akhir
Laporan Akhir didiskusikan/dipresentasikan dengan
Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan instansi terkait
lainnya. Laporan Akhir terdiri dari rangkuman dan
penyempurnaan laporan sebelumnya, serta hal lain
sebagai berikut:
- Rangkuman dan penyempurnaan laporan
sebelumnya;
- Penyusunan Dokumen Desain Awal (Basic Design),
yang mencakup:
• Hasil perencanaan struktur berdasarkan analisa
perhitungan struktur;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
9
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
• Hasil perencanaan pondasi berdasarkan
analisa perhitungan pondasi;
• Hasil perencanaan arsitektur, termasuk
pekerjaan mekanikal dan elektrikal
• Hasil perencanaan geometrik STS;
• Hasil analisa dampak terhadap lingkungan;
• Hasil analisa sistem drainase;
• Hasil analisa kebutuhan dan analisa
perhitungan pengadaan lahan (apabila
diperlukan);
• Hasil perhitungan luas lahan yang terkena
pembebasan, disertai biaya yang diperlukan
untuk pembebasan;
• Estimasi waktu pelaksanaan pekerjaan, disertai
jadwal yang lengkap (time schedule, barchart,
dll);
• Metode konstruksi;
• Daftar kebutuhan alat (peralatan khusus) yang
dibutuhkan saat pelaksanaan;
• Daftar kebutuhan tenaga ahli yang dibutuhkan
saat pelaksanaan;
• Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
dan penanggulangan bencana;
• Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) EE
(Engineer Estimate) mencakup Rekapitulasi
RAB, Pencantuman merk/jenis dan spesifikasi
material, serta proyeksi estimasi biaya
konstruksi apabila dibangun 1 s/d 5 tahun ke
depan dengan sudah memperhitungkan biaya
eskalasi dan/atau inflasi per tahunnya;
• Gambar desain dalam bentuk 3D.
d. Laporan Teknis:
1. Laporan Teknis 1 (A4)
a) Laporan hasil penyelidikan tanah;
b) Laporan data Inventarisasi situasi arus lalu
lintas;
c) Laporan hasil perhitungan struktur;
d) Laporan Rencana Anggaran Biaya (RAB) EE
(Engineer Estimate) mencakup:
1) Rekapitulasi RAB;
2) Analisa harga satuan;
3) Daftar survei harga pasar;
4) Pencantuman merk/jenis dan spesifikasi
material;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
10
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
5) Perhitungan backup volume/kuantitas;
6) Proyeksi estimasi biaya konstruksi apabila
dibangun 1 s/d 5 tahun ke depan dengan
memperhitungkan biaya eskalasi dan/atau
inflasi.
2. Laporan Teknis 2 (A3)
Laporan Gambar Topografi dan Gambar Basic
Design (Layout, Potongan Memanjang, Potongan
Melintang, Arsitektur, Struktur, ME dan gambar
penunjang lainnya) dan gambar 3D STS. Desain
dan gambar pra-rencana yang terdapat pada laporan
teknis meliputi:
a) Gambar desain rencana geometrik simpang tak
sebidang lengkap dengan skala dan informasi
sepanjang ruas rencana pembangunan simpang
tak sebidang. Informasi yang dimaksud
diantaranya titik koordinat dan BM (hasil
pengukuran topografi), gambar eksisting
bangunan, saluran, sarana dan prasarana jalan
lainnya.
b) Desain geometrik yang dimaksud di atas
merupakan desain perencanaan transportasi
perkotaan, oleh karenanya diwajibkan untuk
mengacu kepada sumber kriteria desain
geometrik yang berlaku.
c) Potongan memanjang desain simpang tak
sebidang yang dilengkapi dengan hasil
pengukuran (ketinggian eksisting, ketinggian
rencana dan jarak) pada setiap interval jarak
tertentu (sta) sepanjang ruas rencana simpang
tak sebidang.
d) Potongan melintang eksisting dan desain
simpang tak sebidang berikut dengan bangunan
pelengkap pada setiap interval jarak tertentu
(sta) sepanjang ruas rencana simpang tak
sebidang.
e) Gambar-gambar rencana desain FO berikut
bangunan pelengkap jalan memiliki nilai
arsitektur yang tinggi dan ikonik dengan
mengambil unsur budaya Jakarta.
3. Laporan Teknis 3 (A4)
Laporan Dokumen Rancangan Awal (Basic Design):
a) Data peta geologi teknis lokasi pekerjaan;
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
11
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika
b) Referensi data penyelidikan tanah/geoteknik
untuk lokasi terdekat dengan pekerjaan;
c) Penetapan lingkup pekerjaan secara jelas dan
terinci, kriteria desain, standar pekerjaan yang
berkaitan, standar mutu, dan ketentuan teknis
PPK lainnya;
d) Identifikasi dan alokasi risiko proyek;
e) Identifikasi dan kebutuhan lahan;
f) Gambar dasar gambar skematik, gambar
potongan, gambar tipikal, atau gambar lainnya
yang mendukung lingkup pekerjaan.
Kajian dan Perencanaan Basic Design (BD)
12
Simpang Tak Sebidang (STS) Raya Bogor-Mayjen Sutoyo-Dewi Sartika