| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0015404767025000 | Rp 2,378,912,110 | - | |
| 0317945673002000 | - | - | |
| 0019967132013000 | Rp 2,138,347,968 | 1. Hasil klarifikasi : peserta tidak dapat menunjukan asli surat perjanjian sewa untuk dump truck dan truck crane, 2. Hasil klarifikasi : pengalaman kerja ahli k3 konstruksi kurang dari 2 tahun. | |
| 0904683844085000 | Rp 2,405,341,400 | 1. Tidak memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, 2. Tidak ada bukti milik alat las listrik. | |
| 0808378756407000 | - | - | |
| 0013566013015000 | Rp 2,245,800,336 | 1. Tidak ada surat sewa peralatan truck crane, 2. Daftar riwayat hidup pelaksana tertanggal 19 april 2022, 3. Daftar riwayat hidup ahli k3 konstruksi tertanggal 5 september 2022. | |
| 0967217878435000 | Rp 2,138,347,968 | Tidak ada isian SBU IN007 Instalasi Saluran Air (Plambing) atau MK002 Jasa Pelaksana Konstruksi Pemasangan Pipa Air (Plumbing) dalam Bangunan dan Salurannya di Formulir Isian Kualifikasi SPSE. | |
| 0028363869008000 | - | - | |
| 0025442377542000 | - | - | |
| 0013556279013000 | - | - | |
Manise Rohana | 0312527294003000 | - | - |
| 0413553603427000 | - | - | |
Red Prosoft Indonesia | 04*9**2****47**0 | - | - |
Trisaka Multi Karya | 0815508015411000 | - | - |
CV Kristal Berlia | 00*8**1****03**0 | - | - |
| 0721802718001000 | - | - | |
CV Surya Sari Eltwo Mandiri | 03*4**2****05**0 | - | - |
| 0211194295045000 | - | - | |
PT Dwikei Mulia Pratama | 03*5**8****35**0 | - | - |
| 0028812337036000 | - | - | |
PT Tagama Suma Ivaro | 0317085983002000 | - | - |
PT Aura Jagat Mandiri | 03*6**8****09**0 | - | - |
| 0032956716005000 | - | - | |
| 0410990386003000 | - | - | |
Sitapangi Nusa Bangun | 09*0**6****77**0 | - | - |
PT Royal Inti Mahiro | 07*6**9****09**0 | - | - |
| 0024509150004000 | - | - | |
| 0733630248012000 | - | - | |
PT Adhikarya Enjiniring | 06*7**9****09**0 | - | - |
| 0639582394027000 | - | - | |
| 0016285777037000 | - | - | |
| 0019798651009000 | - | - | |
PT Prima Konstruksi Nusantara | 03*5**1****27**0 | - | - |
| 0411561277031000 | - | - | |
| 0312631898075000 | - | - | |
| 0022458376034000 | - | - | |
| 0747675114001000 | - | - | |
| 0021256383008000 | - | - | |
PT Digital Seucom Indonesia | 04*5**3****85**0 | - | - |
| 0024086076023000 | - | - | |
| 0812091650008000 | - | - | |
Culture Indonesia Persada | 05*7**6****53**0 | - | - |
| 0838406353023000 | - | - | |
| 0011366077541000 | - | - | |
PT Cipta Jaya Piranti | 03*2**5****11**0 | - | - |
PT Alto Dwi Putra | 0030986251027000 | - | - |
PT Hasra Solusindo Utama | 03*4**9****05**0 | - | - |
| 0023796394086000 | - | - | |
| 0840897334009000 | - | - | |
PT Demak Konstruksi Indonesia | 04*9**7****05**0 | - | - |
| 0025937632027000 | - | - | |
| 0666271820008000 | - | - | |
| 0029863859023000 | - | - | |
| 0762401347061000 | - | - | |
| 0210121489418000 | - | - | |
| 0754018174006000 | - | - |
RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat)
Belanja Modal Instalasi Hydrant dan Sprinkler
1. METODE PELAKSANAAN
1.1. UMUM
1.1.1. Setiap Penyedia yang menangani pekerjaan ini, harus mempelajari seluruh
Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh
pada pekerjaan ini.
1.1.2. Penyedia harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik
dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar - gambar, dimana
bahan - bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan
ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.
1.1.3. Penyedia wajib melengkapi seluruh peralatan - peralatan yang dibutuhkan
sehingga sistem berjalan dan beroperasi dengan baik.
1.1.4. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang
dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan, merupakan kewajiban
Penyedia untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut, sehingga sesuai
dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.
1.2. LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini adalah pengadaan dan instalasi system fire hydrant dan instalasi fire
sprinkler sesuai dengan gambar perancangan yang meliputi antara lain :
1.2.1. Pengadaan dan instalasi peralatan/pompa utama sistem Fire Hydrant dan
Sprinkler yang meliputi instalasi Electric Fire Pump, Diesel Fire Pump,
Jockey Fire Pump dan Control Panel dengan standard NFPA 20 Listed serta
features kebakaran beserta pemipaannya.
1.2.2. Pengadaan dan instalasi pemipaan sprinkler, sprinkler head lengkap dengan
Flow Switch, Branch Control Valve, Main Alarm Valve dan perlengkapan
lainnya.
1.2.3. Pengadaan dan instalasi pemipaan dan peralatan fire hydrant yang meliputi
hydrant box lengkap dengan peralatannya, hydrant pillar, hose rail cabinet,
valve-valve dan perlengkapan lainnya.
1.2.4. Pengadaan dan Pemasangan Siamese Connection untuk Fire Hydrant dan
Fire Sprinkler type sesuai standard Dinas Pemadam Kebakaran.
1.2.5. Mengadakan Testing and Commissioning terhadap seluruh sistem fire
hydrant dan sprinkler hingga berfungsi dengan baik serta memenuhi
persyaratan untuk bangunan tinggi.
1.2.6. Mengurus proses perijinan serta persyaratan lain yang diperlukan untuk
mendapatkan persetujuan bahwa Instalasi sistem fire hydrant dan sprinkler
dapat dinyatakan baik dan layak pakai oleh Dinas Pemadam Kebakaran
serta untuk Unit Pressure Tank harus mendapat sertifikat dari DEPNAKER.
1.2.7. Mengadakan Training Operasional, waktu serta kesiapannya akan
ditentukan kemudian.
1.3. PENJELASAN SISTEM
1.3.1. Sistem proteksi kebakaran untuk proyek ini terdiri atas sistem hydrant dan
sprinkler.
1.3.2. Sistem hydrant yang diinginkan untuk proyek ini adalah menggunakan
sistem pillar hydrant (outdoor) dan fire landing valve (indoor).
1.3.3. Tipe dari sistem tersebut diatas direncanakan memakai "tipe basah" (wet
system), ini berarti bahwa semua katup penyediaan air untuk sistem harus
dalam kondisi terbuka penuh dan tekanan dalam air dalam jaringan
pemipaan dijaga setiap saat.
1.3.4. Cara kerja sistem Hydrant :
Apabila tekanan dalam pipa turun sampai ambang batas yang telah
ditentukan karena adanya kebocoran, maka jockey pump akan hidup
secara otomatis dan mati secara otomatis di ambang batas tekanan yang
juga telah ditentukan atau ketika pompa utama start.
Apabila tekanan air dalam pipa terus turun karena satu atau lebih katup
hydrant dibuka maka pompa kebakaran utama akan bekerja secara
otomatis dan pompa Jockey mati secara otomatis. Pompa kebakaran
utama mati secara manual oleh operator.
Jika kedua pompa tersebut gagal bekerja, akan segera berbunyi dengan
nada yang berbeda dengan bunyi alarm system.
1.4. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN
1.4.1. Ground Tank
1) Ground Tank dengan kapasitas 54 m3 (hydrant), terbuat dari
konstruksi beton bertulang kedap air dan difinishing pada bagian
dalam.
2) Tangki harus mempunyai kelengkapan sebagai berikut :
- Mainhole.
- Tangga pengontrol.
- Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar.
- Pipa pengisi lengkap dengan floater valve, pipa peluap dan pipa
penguras.
- Pipa penghubung sekat reservoir yang dilengkapi valve raising
stamp/tungkai panjang sebagai pemutar valve.
- Elektrode water level kontrol
1.4.2. Pompa Kebakaran
1. Umum
Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok
kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum
kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis.
Pompa pemadam kebakaran untuk proyek ini terdiri dari 1
pompa utama hydrant elektrik, 1 pompa hydrant diesel dan 1
pompa Jockey.
Motor pompa harus memenuhi standar motor untuk pompa
pemadam kebakaran sesuai standar dan NFPA 20.
Standard pompa dan kontrol panel harus mengikuti standard
dan UL/FM Listed.
Kelengkapan pompa pemadam kebakaran :
- Automatic air release valve
- Inlet dan outlet headers
- Inlet dan outlet valves
- Check valve anti water hammer
- Inlet strainer
- Power dan kontrol panel
- Flow regulator
- Pressure switch
- Pressure gauges
- Electric connection
- Base frame
- Announciating pump status :
o Jockey pump ON, indicating lamp ON
o Main pump ON, alarm horn & indicating lamp ON.
o Water level drop, alarm horn & indicating lamp ON.
o Water level too low, alarm horn, indicating lamp ON.
2. Jockey Fire Pump
Unit pompa terdiri dari :
- Cast iron casing
- Bronze impeller
- Heavy duty steel shaft
- Mechanical seal
- Heavy duty grease lubricated bearings
- Panel kontrol dengan kelengkapan standarnya
Data teknis pompa jockey:
- Type : Vertical Multistage In Line
- Head : 115 m
- Debit : 10 GPM
- Power motor : ± 2.2 kW/380V/50 Hz
- Speed : 2.900 Rpm
- Diameter isap : 2"
- Diameter tekan : 2”
3. Electric Main Fire Pump
Unit pompa terdiri dari :
- Cast iron casing
- Bronze impeller
- Heavy duty steel shaft
- Mecanical seal
- Controller accomplie to UL/FM Listed Approval.
Data teknis pompa :
- Jumlah : 1 unit
- Debit : 750 GPM
- Type : Centrifugal End Suction Volute Pump
150 X 100 FS2KA 5110. Model 2 poles
- Head pompa : 105 m
- Power motor : 110 kW/380V/50 Hz
- Speed : 3.000 rpm
- NFPA-20 Standard
4. Diesel Engine Fire Pump
Data Teknis Pompa :
- Jumlah : 1 unit
- Type pompa : Centrifugal End Suction Volute Pump
150 X 100 FS2KA. Model 2 poles
- Kapasitas : 750 Gpm
- Head pompa : 105 meter
- Diesel Engine : Isuzu Technology 6BD-Z + FT 500L
- Speed : 3.000 rpm
- Power motor : 125 kW
- Sistem Coupling : Direct Connected (dilengkapi dengan
pelepas coupled secara manual)
- NFPA-20 Standard
Kelengkapan Engine :
- Accu 24 volt, 80 Amp, 2 buah type maintenance-free
- Flexible coupling
- Coupling guard
- Batteries
- Battery rack
- Battery cable
- Silencer
- Exhaust Pipe
- Flexible exhaust connector
Pompa Hydrant Diesel merupakan back-up apabila pompa
kebakaran elektrik gagal beroperasi.
1.4.3. Pemipaan
1) Material Pipa yang digunakan Black Steel Pipe Shedule 40 ASTM
A53 dan harus diusahakan semuanya berasal dari satu merk.
2) Demikian juga untuk fitting digunakan Black Steel Pipe Shedule 40,
Weld Type.
1.4.4. Valve - valve
1. Gate Valve
Untuk diameter valve sampai dengan 50 mm menggunakan tipe
bronze body, non rising stem, screwed bonnet, solid wedge
disk, screwed end.
Untuk valve diameter lebih besar dari 50 mm menggunakan tipe
flanged or lugged body, stainless steel disk, stainless steel
shaft, hand wheel operated with position indicator. Material
body : Cast Iron.
Tekanan kerja :16 K.
2. Check Valve
Untuk diameter valve sampai dengan 50 mm menggunakan
material cast iron body, swing type, Y pattern, screwed cup,
metal disk, screwed end.
Untuk diameter 65 mm keatas swing silent type dengan
stainless steel disk dengan body material cast iron.
Tekanan Kerja : 16K.
3. Katub-katub yang Lain
Katub-katub yang tidak disebutkan diatas minimal mempunyai
working pressure 20K.
1.4.5. Pillar Hydrant
Pillar hydrant yang digunakan di sini adalah jenis short type two way
dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. Jenis
coupling harus disesuaikan dengan model yang digunakan oleh mobil
dinas kebakaran kota. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan
gate valve untuk memudahkan maintenance.
1.4.6. Hydrant Boxes
1. Indoor Hydrant Box :
Steel box recessed type, ukuran 750mm x 1250mm x 180mm
dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HYDRANT
pada tutup yang dapat dibuka 1800 dan dilengkapi stopper.
Box harus dilengkapi Alarm Push Button, Alarm Lamp dan
Alarm Bell.
Hose rack untuk slang 40mm, chromium plated bronze
dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.
Hydrant valve 40 mm dan 65mm, chromium plated.
Sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa.
Fire Hose (slang kebakaran) ukuran 40mm x panjang 30m
lengkap couplingnya.
Hydrant nozzle variabel spray type size 40 mm. Material baja
galvanized, kuningan atau perunggu.
2. Outdoor Hydrant Box:
Steel box outdoor type, ukuran 660mm x 950mm x 200mm
dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HYDRANT
pada tutup yang dapat dibuka 1800 dan dilengkapi stopper.
Hose rack untuk slang 65mm, chromium plated bronze
dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.
Hydran valve 40 mm dan 65mm, chromium plated.
Sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa.
Fire Hose (slang kebakaran) ukuran 65mm x panjang 30m
lengkap couplingnya.
Hydrant nozzle variabel spray type size 65 mm. Material baja
galvanized, kuningan atau perunggu.
1.4.7. Fire Brigade Connection
1) Fire brigade connection yang digunakan di sini adalah two way
Siamese connection untuk pasangan free standing dengan ukuran
100 x 65 x 65 mm.
2) Siemese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in
check valve dan out coupling yang sesuai dengan standar yang
digunakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran setempat.
1.4.8. Valve Box
1) Bak kontrol untuk valve terbuat dari konstruksi beton bertulang
dengan dimensi : panjang x lebar = 60 x 60 cm dan dalamnya
disesuaikan dengan kedalaman pipa.
2) Lokasi penempatan valve box adalah seperti yang terlihat dalam
gambar perencanaan.
1.4.9. Sistem Pengoperasian
1) Pelayanan hydrant pilar di luar bangunan dan pelayanan dalam
bangunan digunakan satu set pompa yang terdiri dari jockey pump,
electric hydrant pump dan diesel hydrant pump dengan tekanan kerja
± 12 kg/cm2.
2) Pengaturan kerja pompa dilakukan secara automatic dengan
pressure switch pump Control, control valve serta panel - panel
pengoperasian.
3) Semua ketentuan - ketentuan unit pompa beserta perlengkapannya
harus mengikuti 20 standard dan NFPA 20.
1.4.10. Panel Kontrol
1) Panel kontrol merupakan kelengkapan unit sistem fire hydrant pump
yang dapat mengatur kerja pompa secara automatic baik jockey
pump sebagai pompa pembantu, pompa utama penggerak electric
maupun pompa penggerak engine.
2) Khusus pompa penggerak engine akan bekerja secara automatic bila
saluran daya listrik terputus pada saat terjadi kebakaran.
1.5. SPRINKLER SYSTEM
1.5.1. Peralatan Sprinkler Head
- T y p e : Pendant glass bulb conseal type
- Temperature ratings : 57° C
- W a r n a : orange
- S i z e : 1/2"
- Approval : EOC, UL Listed
- Pemakaian : Daerah umum
1.5.2. Jaringan Instalasi Sprinkler
1) Jaringan pemipaan sprinkler dibuat per zone dimana setiap zone
dilengkapi dengan flow switch, Branch Control Valve dan Gate
Valve.
2) Flow switch berfungsi sebagai alat deteksi untuk mengetahui zone
mana yang terjadi kebakaran di mana akan ditunjukkan pada MCFA
dan panel Annunciator.
3) Gate valve akan digunakan untuk menutup jaringan suplay secara
manual apabila sudah tidak diperlukan pengetesan.
1.6. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN
1.6.1. Pompa-pompa
1) Pompa - pompa harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuatnya.
2) Pompa - pompa dipasang dalam rumah pompa di atas pondasi
beton dengan kekuatan dua kali berat pompa dan disesuaikan
dengan dimensinya. Perletakan pompa - pompa adalah seperti
pada gambar perencanaan.
3) Pengkabelan dan alat - alat bantu harus lengkap terpasang dan
dijamin bahwa sistem dapat bekerja dengan baik.
1.6.2. Pipa
1. Umum
Pemasangan pipa dan perlengkapannya serta peralatan lainnya
harus sesuai dengan gambar rencana dan harus dikerjakan
dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan serta
kerapian.
Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar,
tidak kurang dari 50 mm diantar pipa - pipa atau dengan
bangunan & peralatan.
Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan
teliti sebelum dipasang/disambung.
Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup -
katup yang diperlukan, antara lain katup penutup, pengatur,
katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi sistem dan
yang diperlihatkan pada gambar.
Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan,
harus dilengkapi dengan union atau flange.
Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan -
sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus
mempergunakan fitting buatan pabrik.
Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai
untuk pemeliharaan dan penggantian.
Sambungan – sambungan fleksibel harus dipasang sedemikian
rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna
mencegah tegangan pada pipa atau alat - alat yang
dihubungkan oleh gaya yang bekerja kearah memanjang.
Pada pemasangan alat - alat pemuaian, angkur - angkur pipa
dan pengarah - pengarah pipa harus secukupnya disediakan
agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat - alat
tersebut, sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik.
Selama pemasangan, bila terdapat ujung - ujung pipa yang
terbuka dalam pekerjaan pemipaan yang tersisa pada setiap
tahap pekerjaan, harus ditutup dengan menggunakan caps atau
plug untuk mencegah masuknya kotoran/benda - benda lain.
Semua pemotongan pipa harus memakai pipa cutter dan harus
rapi dan tidak tajam (diampelas).
Semua pipa harus dipasang lurus sejajar dengan
dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun
vertikal.
Semua pemipaan yang akan disambung dengan peralatan
harus dilengkapi dengan wartel mur atau flange.
Pekerjaan pemipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan
listrik.
2. Pipa Tekan
Pipa tekan dari pompa dilengkapi dengan stop valve (gate
valve), non return valve (check valve), flexible connection, dan
manometer tekan.
Pipa isap dan pipa tekan dicat dasar dan cat finishing warna
merah.
3. Pipa Induk Proteksi Kebakaran
Pemasangan pipa adalah sesuai dengan gambar perencanaan.
Pada header dipasang pressure switch yang mengatur
mati/hidupnya masing - masing pompa, pipa serta
perlengkapan untuk pengetesan pompa.
Pada bagian - bagian tertinggi dari pipa dipasang air valve dia.
25 mm.
4. Penggantung dan Penumpu Pipa
Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger,
brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar
dimungkinkan gerakan - gerakan pemuaian atau peregangan
pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan
dalam list berikut ini :
No Ukuran Pipa I n t e r v a l Interval
(mm) Mendatar T e g a k
(m) (m)
1 ≤ 20 1.8 2
2 25 ~ 40 2.0 3
3 50 ~ 80 3.0 4
4 100 ~ 150 4.0 4
5 200 atau 5.0 4
lebih
Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam -
macam ukuran, maka jarak interval yang digunakan harus
berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.
Sebelum pipa dipasang, support harus dipasang dulu dalam
keadaan sempurna. Semua pemasangan harus rapi dan
sebaik mungkin.
Semua pipa dan gantungan, penumpu harus dicat dasar
zinchromate dan pengecatan sesuai dengan peraturan -
peraturan yang berlaku.
5. Pipa dalam Tanah
Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang
cukup. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 3 m
pada dasar galian dengan adukan semen. Semua galian pipa
harus dilakukan pengurugan serta pemadatan kembali seperti
kondisi semula.
Kedalaman pipa minimum 80 cm di bawah permukaan tanah.
Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal
15 – 30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru
diurug dengan tanah tanpa batu - batuan atau benda keras
lainnya.
Pipa dibalut wrapping bahan bitumen sheet.
Pipa yang ditanam pada tanah yang labil, harus dibuat dudukan
beton pada jarak 2~2,5 m.
Untuk pipa - pipa yang menyebrangi jalan harus diberi pipa
pengaman (selubung) baja atau beton dengan diameter
minimum 2 kali diameter pipa tersebut. Celah antara selubung
dengan pipa diisi pasir.
6. Selubung Pipa
Selubung untuk pipa harus dipasang dengan baik setiap kali
pipa tersebut menembus konstruksi beton.
Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk
memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi celah
antara selubung dengan dinding luar pipa minimal 25 mm.
Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun
baja.
Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk
memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi.
Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun
baja. Untuk yang kedap air harus digunakan sayap.
Untuk pipa - pipa yang akan menembus konstruksi bangunan
yang mempunyai lapisan kedap air (water proofing) harus dari
jenis “flushing sleeves”.
Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air
dengan rubber sealed atau “caulk”.
7. Sambungan Pipa
Sambungan Las
- Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan
sambungan las berlaku untuk ukuran diatas Ø 65 mm.
Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fitting las. Kawat
las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa
yang dilas.
- Sebelum pekerjaan las dimulai, Penyedia harus mengajukan
kepada Konsultan Pengawas Pekerjaan contoh hasil las untuk
mendapat persetujuan tertulis.
- Tukang las harus mempunyai sertifikat pengelasan
- Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat
khusus untuk mencegah korosi.
- Alat las yang boleh digunakan adalah alat las listrik yang
berkondisi baik menurut penilaian Konsultan Pengawas
Pekerjaan.
Sambungan Ulir
- Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan
sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan Ø 65 mm.
- Kedalaman ulir pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk
pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir.
- Semua sambungan ulir harus mempergunakan perapat Henep
dan zink white dengan campuran minyak.
- Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau
roda.
- Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter
dengan reamer.
- Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.
Sambungan Flexible
Sambungan flexible harus disediakan dengan tujuan untuk
menghilangkan getaran dari sumber getaran.
Sambungan flanged
Sambungan flanged harus dilengkapi rubber set/ring, seal dari
karet secara homogen.
1.6.3. Pemasangan Katup-katup
Katup - katup harus disediakan dan dipasang sesuai dengan yang
diminta dalam gambar rencana dan spesifikasi agar sistem dapat
bekerja dengan baik.
1.7. LINGKUP PEKERJAAN LISTRIK
Lingkup pekerjaan ini adalah menyediakan dan pemasangan panel
listrik berikut peralatan kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar
perencanaan.
Kabel feeder untuk setiap panel daya termasuk dalam skope pekerjaan
listrik.
1.7.1. Ketentuan-ketentuan yang diikuti
1) Peraturan Umum Instalasi Listrik tahun 2011.
2) Ketentuan-ketentuan yang dianjurkan oleh pabrik.
1.7.2. Material dan Teknis
1) Semua komponen-komponen yang digunakan untuk power, panel
dan kontrol panel harus sesuai dengan daftar material.
2) Panel - panel harus dibuat dari panel 2 mm dan dilengkapi dengan
kunci dan dibuat oleh panel maker yang disetujui perencana dan
Pemberi tugas.
3) Tiap panel dan unit mesin harus digrounded dengan tahanan
pentanahan kurang dari 2 ohm.
4) Pengkabelan untuk instalasi listrik dan kontrol harus dipasang
dalam conduit.
5) Penarikan kabel feeder tidak diperbolehkan ada sambungan.
6) Radius pembelokkan kabel minimum 15 kali diameter kabel.
7) Starter Motor :
Semua starter untuk pemakaian daya motor 5 HP harus
memakai otomatik star – delta starter, kurang dari 5 HP memakai
DOL.
Star – delta starter harus dilengkapi dengan thermal overload.
8) Panel star–delta dilengkapi dengan :
- Pilot lamp – red, green, yellow
- Ampermeter – 3 phase (selector switch)
- Voltmeter 3 - phase
- Reset button
1.8. TESTING
1.8.1. Seluruh sistem dilakukan percobaan sampai berfungsi dengan baik.
Peralatan testing disediakan oleh Penyedia dan atau beban/biaya
Penyedia sendiri. Pada waktu testing dan percobaan diawasi oleh wakil
pemilik dan Pemberi tugas.
1.8.2. Penyedia harus melaksanakan pengujian terhadap sistem instalasi
yang telah dipasang, baik secara sebagian maupun secara
keseluruhan, sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah berlaku
atau yang ditentukan oleh spesifikasi.
1.8.3. Penyedia harus mengadakan pengujian pada waktu pihak Pemberi
tugas hadir, dan pihak Pemberi tugas akan menentukan apakah testing
yang dilakukan cukup baik atau diulang kembali. Penyedia harus
menanggung segala biaya yang timbul dalam pengujian-pengujian ini.