URAIAN PEKERJAAN
PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA
KEGIATAN : PEMBERDAYAAN KELURAHAN
SUB KEGIATAN : PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA KELURAHAN
PEKERJAAN : PEMBUATAN RUMAH MAGGOT BSF
ANGGARAN TAHUN 2025
URAIAN PEKERJAAN
PEKERJAAN : PEMBUATAN RUMAH MAGGOT BSF
1 Permasalahan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang sangat penting
LATAR BELAKANG
di berbagai daerah, termasuk di kelurahan-kelurahan di Indonesia. Sampah
organik yang tidak terkelola dengan baik sering kali menumpuk, mencemari
lingkungan, dan berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Salah satu
solusi inovatif yang tengah berkembang adalah melalui budi daya maggot,
yaitu Maggot black soldier fly (BSF) . Maggot dikenal memiliki kemampuan luar
biasa dalam mengurai sampah organik secara cepat dan efisien, sehingga
dapat mengurangi volume sampah secara signifikan.
Selain sebagai solusi dalam pengelolaan sampah, budi daya maggot juga
memiliki potensi ekonomi yang besar. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai
pakan ternak, baik untuk ayam, ikan, maupun peternakan lainnya, yang
dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat kelurahan.
Dengan demikian, budi daya maggot tidak hanya berfungsi sebagai cara
untuk mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk
pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu budi daya maggot
juga dipilih karena beberapa alas an seperti maggot yang dihasilkan tidak
menjijikan dan bukan pembawa sumber penyakit, cara budi daya yang
mudah, tidak membutuhkan lahan yang luas, bisa dimulai dari modal yang
relative kecil, permintaan pasar maggot sangat tinggi, maggot sumber
protein hewani yang tinggi dan terakhir yaitu maggot sebagai dekomposer
sampah organik.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang
ramah lingkungan, serta kebutuhan untuk menciptakan peluang usaha baru di
tingkat lokal, program budi daya maggot di kelurahan diharapkan dapat
memberikan solusi yang efektif. Melalui penerapan teknologi sederhana dan
pelatihan yang tepat, diharapkan masyarakat kelurahan dapat memanfaatkan
potensi budi daya maggot untuk meningkatkan kualitas lingkungan, memperbaiki
pengelolaan sampah, dan mendorong perekonomian lokal..
2 1. Mengurangi Sampah Organik
TUJUAN
Mengurangi volume sampah organik yang ada di lingkungan kelurahan
melalui pemanfaatan maggot yang mampu mengurai sampah dengan
cepat dan efisien. Hal ini akan mengurangi dampak negatif dari sampah
yang menumpuk, seperti polusi dan masalah kesehatan.
2. Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat di kelurahan dengan
memanfaatkan magot sebagai pakan ternak atau bahan baku pakan ikan.
Hal ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka
lapangan kerja baru di tingkat lokal.
3. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan
sampah yang ramah lingkungan dan keberlanjutan. Budi daya maggot
dapat menjadi sarana edukasi untuk mendorong perubahan perilaku
masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
4. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengetahuan dan Keterampilan
Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat tentang
cara budi daya maggot yang efektif dan efisien. Dengan ini, masyarakat
dapat mengembangkan keterampilan baru yang berguna dalam
meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka di bidang pengelolaan
sampah dan usaha berbasis pertanian.
5. Menciptakan Lingkungan yang Lebih Sehat dan Bersih
Melalui pengelolaan sampah yang lebih baik dan pengurangan tumpukan
sampah, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih,
sehat, dan nyaman bagi masyarakat di kelurahan.
6. Mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Program budi daya maggot di kelurahan juga bertujuan mendukung
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal
pengelolaan sampah (SDG 12) dan pemberdayaan ekonomi lokal (SDG 8).
3
TARGET/SASARAN Warga RW 06 dan RW 09 Kelurahan Wirobrajan
4
LOKASI KEGIATAN RW 06 dan RW 09 Kelurahan Wirobrajan