Dirga Perkasa | 0025254269602000 | Rp 289,264,960 |
| 0023974777602000 | Rp 289,367,959 | |
| 0714758174602000 | Rp 291,343,463 | |
CV Asih Jaya Sejahtera | 00*5**9****54**0 | Rp 335,129,679 |
| 0024135857602000 | Rp 311,392,848 | |
CV Dellysta | 04*3**3****26**0 | Rp 292,086,401 |
| 0715848479612000 | Rp 315,222,047 | |
| 0022974471602000 | Rp 300,000,000 | |
| 0405417304649000 | Rp 315,568,748 | |
| 0022234645653000 | Rp 292,079,382 | |
| 0726049448602000 | Rp 313,963,585 | |
| 0713831964609000 | Rp 292,086,400 | |
| 0942670571655000 | Rp 292,086,400 | |
| 0315871749601000 | Rp 313,804,870 | |
| 0956658652644000 | Rp 292,086,400 | |
| 0531220812626000 | Rp 292,086,400 | |
CV Satria Aji Perkasa | 04*5**4****49**0 | Rp 290,736,764 |
| 0539025270652000 | Rp 327,466,013 | |
| 0741346886602000 | Rp 290,412,942 | |
| 0703282384602000 | - | |
CV Pilar Bangsa | 09*7**3****47**0 | - |
| 0031285299622000 | - | |
| 0633840921627000 | - | |
| 0812934321602000 | - | |
CV Sumber Hayati | 00*3**8****02**0 | - |
| 0210698247602000 | - | |
| 0610241044602000 | - | |
CV Sanggar Karya | 00*3**4****02**0 | - |
| 0024136921602000 | - | |
CV Wijaya Abadi Teknik | 05*4**2****26**0 | - |
| 0317727345602000 | - | |
CV Arya Praguto | 09*3**4****28**0 | - |
| 0022969463602000 | - | |
| 0311539449602000 | - | |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - |
Century Nusanta Konstruksi | 04*8**5****49**0 | - |
Sandriano Engineering | 06*6**4****26**0 | - |
CV Surada Prasetya | 07*7**3****02**0 | - |
| 0823385968615000 | - | |
| 0863815973649000 | - | |
| 0939654216612000 | - | |
| 0841795511619000 | - | |
| 0961923158629000 | - | |
| 0704707884612000 | - | |
| 0663660975617000 | - | |
Angling Dharma | 04*0**6****01**0 | - |
| 0017990706641000 | - | |
| 0315515957653000 | - | |
CV Ra Inspira Tama | 06*6**1****53**0 | - |
| 0025707100657000 | - | |
| 0033256058612000 | - | |
| 0742541345617000 | - | |
| 0626174932624000 | - | |
| 0856730361602000 | - | |
Mitra Perkasa | 00*3**3****03**0 | - |
| 0210199626623000 | - | |
| 0020159562626000 | - | |
CV Prestasi Mandiri | 00*8**8****06**0 | - |
CV Raya Somo | 08*3**0****02**0 | - |
| 0015382872645000 | - | |
| 0317049799601000 | - | |
| 0016462681625000 | - | |
CV Wahyu Tirta Mukti | 02*1**4****02**0 | - |
Arwiya Jaya, CV | 09*5**5****03**0 | - |
CV Sinar Abadi Suci | 09*1**7****12**0 | - |
| 0657042362644000 | - | |
| 0020115010602000 | - | |
| 0026656207622000 | - | |
CV Mugi Rahayu Sentosa | 06*6**0****45**0 | - |
METODE PELAKSANAAN
A. PENDAHULUAN
Teknologi dalam industri konstruksi pada dasarnya berkaitan erat dengan terpadunya
keterampilan manusia dan kapasitas peralatan serta permesinan. Perkembangan dari waktu ke waktu
cenderung menunjukan perubahan mengikuti garis orientasi permesinan, seiring dengan inovasi dan
penemuan baru di bidang itu. Keberhasilannya memang mengagumkan, akan tetapi sekaligus
mengungkapkan fakta bahwa tradisi mengandalkan tenaga manusia secara total integration pada
industri sepertinya semakin ditinggalkan. Kenyataan bahwa upah tenaga telah lari jauh meninggalkan
produktifitas berdampak meningkatnya pembiayaan melampui ambang kemampuan konsumen
(owner) untuk membayarnya.
Metode Pelaksanaan pada hakekatnya merupakan penjabaran tata cara dan teknik-teknik
pelaksanaan pekerjaan, merupakan inti dari seluruh kegiatan dalam sistem manajemen konstruksi.
Metode pelaksanaan merupakan kunci untuk mewujudkan seluruh perencanaan menjadi bentuk fisik.
Pada dasarnya metode konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa dari hasil analisis dan
analisa yang berpijak pada keterkaitan antara persyaratan dalam dokumen pelelangan, keadaan teknis
ekonomis yang ada di lapangan dan seluruh sumber daya termasuk pengalaman kontraktor.
Kombinasi dan keterkaitan ketiga elemen secara interaktif membentuk kerangka gagasan dan konsep
metode optimal yang diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik.
B. LATAR BELAKANG
Untuk mendukung sarana dan kebutuhan dibidang ini dan pemanfaatan fasilitas untuk
menunjang dan mendorong kualitas efesiensi efektifitas Produksi dengan serangkaian program dan
kegiatan sebagai implementasi sarana dan prasarana lingkungan, dalam rangka kelancaran dan
efektivitas di Kegiatan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor (Pembangunan Gedung Shelter).
Untuk menunjang pelaksanaan pembangunan tersebut di atas, maka diperlukan Pengelolaan
Pelaksanaan (Project Management), agar pekerjaan berjalan lancar dan menghasilkan hasil akhir
pekerjaan yang baik Yang perlu diingat banyaknya hal – hal yang harus dipertimbangkan serta
dievaluasi kembali dalam pekerjaan ini, dikarenakan tingginya Kompleksitas pekerjaan yang ada
disamping terbatasnya waktu pelaksanaan. Oleh sebab itu perlu dilakukan seleksi yang ketat untuk
mendapatkan Konsultan serta Kontraktor yang benar – benar mampu dan berpengalaman dalam
menangani pekerjaan gedung bertingkat sehingga pelaksanaan pekerjaannya tidak menyebabkan
banyak kesalahan yang mengganggu efektivitas dan efisiensi proyek serta aktivitas masyarakat
setempat.
C. METODE KONSTRUKSI
Metode Konstruksi yang dimaksud disini adalah : metode-metode pelaksanaan per item pekerjaan dari
barangyang diterima proyek hingga barang tersebut terpasang dengan baik mengacu kepada
Spesifikasi Teknis danBahan tentunya dengan tidak mengganggu fungsi dan meminimalisir
ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibatadanya pekerjaan ini. Adapun fungsi dari metode ini adalah
untuk meng-interpretasikan pemahaman Kontraktor terhadap pihak owner. Dengan demikian pihak
owner/ pemilik pekerjaan dapat kejelasan akan rencana yangakan dikerjakan Kontraktor.
D. UMUM
Sebagai dasar untuk mendukung Project Management di atas, diperlukan suatu acuan sebagai
berikut :
1. Persyaratan Umum Pemeriksaan Bahan bangunan di Indonesia (PUBI 1982) NI-3
2. Peraturan Portland Cement Indonesia 1972 (NI - 8)
3. Mutu dan Cara Uji Semen Portland (SII 0013-81)
4. Mutu dan Cara Uji Agregat Beton (SII 0052-80)
5. ASTM C-33 Standard Specification For Aggregats.
6. Baja Tulangan Beton (SII 0136-84)
7. Standar Nasional Indonesia tentang Bangunan Gedung.
8. Standar Industri Indonesia (SII)
9. Peraturan Beton Berulang Indonesia NI.2 (PBI - 1971)
10. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1981
11. Peraturan Perburuhan di Indonesia dan Peraturan Umum tentang Tenaga Kerja yang
dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Republik Indonesia
12. Peraturan - Peraturan Daerah setempat yang berlaku.
Termasuk mengacu kepada :
Gambar Rencana yang telah disyahkan oleh Pemberi Tugas
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing)
Kontrak Kerja
Gambar Kerja yangtelah disyahkan/ mendapat persetujuan (Shop Drawing), kecuali
bila dalam 2 x 24 jam setelah diterimanya permohonan persetujuan dari Team
Pelaksana tidak di dapat, maka shop drawing yang diajukan dianggap disetujui, dan
Team Pelaksana dapat melanjutkan pekerjaan yang dimaksud.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan yang telah mendapat persetujuan.
Net Work Planning (CPM) yang disetujui.
APRESIASI DAN INTERPRETASI
1. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi :
PEKERJAAN PENDAHULUAN, Meliputi :
a) Pekerjaan Persiapan
PEKERJAAN FISIK FISIK PEMBANGUNAN GEDUNG SHELTER, Meliputi :
a) Pekerjaan Tanah
b) Pekerjaan Pondasi
c) Pekerjaan Struktur/Beton
d) Pekerjaan Pasangan
e) Pekerjaan Pintu & Jendela
f) Pekerjaan Penutup Lantai
g) Pekerjaan Pengecatan
h) Pekerjaan Sanitasi Air Bersih
i) Pekerjaan Sanitasi Air Kotor
j) Pekerjaan Instalasi Listrik
Pekerjaan yang jelas terkait langsung maupun tidak langsung yang tidak bisa dipisahkan
dengan pekerjaan utama sesuai dengan gambar dan RKS.
2. TATA LAKSANA PROYEK
Setelah rekanan tersebut ditunjuk selaku pelaksana proyek (Pemenang Lelang), perlu
disusun tatalaksana proyek. Pada hakekatnya pelaksanaan proyek suatu perusahaan, hanyalah
merupakan satuan tugas yang khusus menangani proyek bersangkutan, sebagai sub ordinasi
dari tugas pokok dan fungsi perusahaan yang telah mengadakan kontrak kerja dengan
pihak/instansi lain sebagai pemilik proyek yang dimaksud.
2.1. Pengelolaan Pelaksanaan Proyek (Manajement Proyek)
Pengelolaan pelaksanaan proyek perlu dilakukan secara profesional dengan tujuan
untuk kelancaran dalammelaksanakan pekerjaan serta efisiensi biaya sehemat mungkin,
dengan hasil akhir pekerjaan sebaik mungkin, dan memberikan keuntungan sebagaimana
yang diinginkan demi tercapainya hasil pekerjaan yang tepat guna,tepat waktu dan tepat
mutu, serta dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pemilik proyek / pengguna
hasil pekerjaan proyek tersebut.
Untuk itu perlu disusun bagan Organisasi Lapangan dan hubungan – hubungannya
agar tidak terjadi kesimpang siuran pekerjaan Tujuan dari Organisasi Lapangan tesebut diatas,
yakni agar Direktur Utama dan Direktur selalu mengetahui segala keadaan dari proyek
tersebut, Komunikasi yang cepat dan langsung diperlukan untuk tujuan tersebut diatas.
Keuangan dan administrasi dan bagiannya bertugas untuk melakukan pembukuan keuangan
proyek, melakukan pembayaran, dan segala administrasi keuangan termasuk melakukan
penagihan kepada pihak pemilik proyek. Dan Seorang keuangan, sekali-kali dapat melakukan
peninjauan kelapangan, untuk dapat mengenal personil lapangan, cara-cara pelaksanaan,
sehingga diharapkan akan lebih menyadari akan tugas pekerjaannya.
Tenaga Ahli K3 pada Organisasi tersebut peranannya cukup penting, bertugas dan
bertanggung jawab untuk merencanakan detail kemungkinan resiko dan pengendalian K3
dalam pelaksanaan, Pengawasan, dan Pengendalian Proyek .
Bagian Survey/ juru ukur bertugas dan bertanggung jawab atas pelaksanaan pengukuran
volume kemajuan pekerjaan yang dilaporkan kepada Bagian Perencanaan sebagai bahan
untuk mengevaluasi dan merencakan bila terjadi perubahan ukuran, atau perubahan Volume,
dan dapat dimungkinkan untuk direncakan jika ada pekerjaan baru yang belum terdapat dalam
kontrak.
Site Manager bertugas dan bertanggung jawab untuk menjalankan program pelaksaan proyek
sesuai dengan hasil perencanaan, mengatur tenaga kerja secara optimal sehingga waktu yang
direncakan dapat dicapai secara tepat. Disamping itu seorang Site Manager bertugas untuk
melakukan Koordinasi dengan para Sub Kontraktor, para Suplier, dan para pelaksana agar
program yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Pelaksana lapangan Bertugas untuk melaksanakan program yang telah diatur dan
dijadwalkan oleh site manager secara optimal dan berkordinasi dengan site manager
mengenai setia[p detail pekerjaan yang akan di kerjakan, dan bekerja sama dengan mandor
mandor sesuai dangan tugas dan wewenangnya.
Logistik bertugas menyediakan, memelihara semua peralatan dan perlengkapan yang
dipergunakan di lokasi proyek dari awal hingga akhir pelaksanaan, membantu pelaksana
dalam menyediakan alat dan bahan yang akan di kerjakan, mencatat keluar masuk barang dan
matrial yang dipakai, selalu berkordinasi dengan pelaksana dan site manager
2.2. Pendayagunaan Sumberdaya
a. Sumberdaya Manusia
Pemanfaatan sumberdaya manusia yang setidak-tidaknya memenuhi persyaratan berikut :
Berkompeten pada bidang pekerjaannya
Memiliki inisiatif dan kreatif
Bersikap tegas dan berani mengambil keputusan
Mau bekerja keras dan pantang menyerah
Posisi dalam pelaksanaan proyek meliputi bidang tugas :
Manajerial
Teknik
Administrasi
Keuangan
Pelaksanaan lapangan
b. Sumberdaya Bahan
Pemanfaatan sumberdaya bahan sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan untuk
setiap item pekerjaan meliputi :
Material local
Material fabrikan
Material terangkai
Hal pokok yang perlu diperhatikan dalam pengadaan bahan adalah :
Tersedia beberapa alternatif sumber material (pemasok, toko, pabrik, workshop),
Tersedia seperangkat daftar harga material dari beberapa sumber
Kuantitas material di pasaran tersedia untuk memenuhi kebutuhan proyek
Kualitas material yang dibutuhkan memenuhi Spesifikasi
Kontinuitas pemasokan material dapat menjamin kebutuhan setiap saat
c. Sumberdaya Peralatan
Penggunaan peralatan dimaksudkan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, dengan
lebih mempertimbangkan optimalisasi terhadap waktu, biaya dan mutu.
Dengan demikian peralatan disiapkan secara selektif menurut pertimbangan sebagai
berikut :
Kegunaan pemakaian alat
Jenis alat sesuai dengan volume pekerjaan
Operator/ petugas yang mampu mengoperasikan alat bersangkutan
Keandaian dan produktivitas alat
Biaya operasional penggunaan alat dibandingkan produktivitasnya
Tipologi peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek, meliputi :
Angkutan untuk mobilisasi/ demobilisasi bahan/ material
Peralatan standar untuk pelaksanaan konstruksi bangunan
Peralatan baku masing - masing Tukang
Peralatan komunikasi
Peralatan pendukung kegiatan administrasi pelaporan
d. Sumberdaya Finansial
Pekerjaan pelaksanaan konstruksi adalah pekerjaan yang menuntut kemampuan
profesional. Proyek pelaksanaan konstruksi bukanlah komoditas dagangan yang siap
diperjual belikan dimana saja, kapan saja, kepada siapa saja. Oleh karena itu dalam
pelaksanaannya diperlukan sumberdaya finansial, sekalipun hanya berupa modal awal
bekerja.Modal awal sejumlah hingga 20 % dari nilai proyek dialokasikan untuk menutupi
biaya pekerjaan persiapan, uang muka pemesanan bahan serta pembelian atau
peminjaman peralatan, hingga diperoleh angsuran pembayaran dari proyek. Selanjutnya
prestasi pekerjaan fisik lapangan terus dipacu agar dapat segera ditagihkan
pengangsurannya, sehingga cash flow proyek benar-benar dapat dijalankan.
Gambaran pengelolaan sumberdaya finansial dalam pelaksanaan konstruksi proyek secara
keseluruhan,
diwujudkan dalam kerangka alokasi pembiayaan berikut :
Pembiayaan Manajemen Rutin kantor Perusahaan, merupakan bentuk kontribusi
biaya setiap proyek bagi kebutuhan rutin perusahaan
Pembiayaan Manajemen proyek, merupakan bentuk biaya tak langsung terhadap
pelaksanaan proyek.
Pembiayaan Konstruksi Proyek, merupakan bentuk biaya langsung terhadap
pelaksanaan proyek
Pembiayaan Overhead dan Taktis Proyek, merupakan bentuk biaya sampingan
dan tak terduga sehubungan pelaksanaan proyek
Sisa Hasil Usaha, merupakan keuntungan yang diperoleh atas pengelolaan
pelaksanaan konstruksi proyek, dengan perhitungan adalah nilai netto proyek
dikurang dengan jumlah seluruh pembiayaan tersebut
e. Rencana Kerja
Rencana kerja dipersiapkan dan disusun sebagai panduan bagi seluruh kinerja Tim
Pelaksana Proyek, agar pelaksanaan kegiatan bisa tepat guna dan berhasil guna.
Rencana kerja memuat substansi sebagai berikut :
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Strategi dan Taktik Penanganan berbagai persoalan dalam pelaksanaan kegiatan
lapangan
Susunan Tim Pelaksana, Struktur Organisasi Kerja dan Pemberian Tugas Masing-
masing, berikut rencana kebutuhan tenaga kerja lapangan (mandor, tukang,
kepala tukang, pekerja)
Rencana kebutuhan Bahan, Peralatan, dan Finansial
Sistem dan Mekanisme Koordinasi Kerja secara internal dan eksternal
2.3. Seleksi Material dan Peralatan
Seleksi material/ kesesuaian spesifikasi material dan Peralatan merupakan faktor
penunjang kesuksesan dalam suatu tatanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi. Hal ini
dimaksudkan sebagai upaya untuk memperoleh hasil tepat guna, dan hasil guna terhadap
pelaksanaan pekerjaan dimaksud. Dengan demikian hendaknya persoalan yang terkait
dengan penggunaan material dan peralatan sudah dapat diantisipasi dan ditentukan
sebelum kegiatan dilakukan. Sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan untuk penyediaan
material dan peralatan dalam proyek dapat ditekan.
Untuk itu dalam menentukan jenis material dan peralatan ini hendaknya berpedoman
kepada :
a. Klarifikasi seluruh jenis pekerjaan proyek yang akan dilaksanakan, untuk
menentukan jenis material danperalatan yang sesuai secara teknis dan biaya. Di
Tingkat lapangan, material dan peralatan tersebutdiseleksi lagi kualitas dan
kelayakannya oleh Project Engineer melalui bagian Quality Control.
b. Material yang akan digunakan sebaiknya diajukan contoh terlebih dahulu dan
dimintakan secara tertulispersetujuan dari Konsultan Pengawas (Supervisi) Konsultan
perencana serta Pemberi Tugas. Waktupengajuan harus cukup tersedia, untuk
antisipasi apabila terjadi perubahan jenis material.
c. Dilakukan Pemesanan kebutuhan material dan peralatan ke lokasi, yang
disesuaikandengan jadwal pekerjaan. Jumlah material tidak boleh kurang dari volume
yang sudah dihitung, bahkan untuk mengantisipasi kerusakan dan kekurangan
material di lapangan sebaiknya dilakukan tambahan pesanan kebutuhan.
d. Tes Laboratorium harus dilakukan terhadap bahan yang dibuat seperti Cor Beton
dengan mutu tertentuuntuk mengantisipasi secara dini mutu/ kwalitas bahan.
e. Mobilisasi Alat Penunjang dan Peralatan lainnya yang diperlukan ke lokasi sesuai
dengan kebutuhan,
begitu pula dengan mobilisasi tenaga kerja (setempat) maupun tenaga kerja inti.
2.4. Perencanaan Lapangan ( Site Planning )
Proyek ini merupakan proyek Kegiatan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor
(Pembangunan Gedung Shelter). Dengan tingkat kompleksitas yang tinggi pekerjaan ini
dilaksanakan, dengan waktu kerja yang cukup (90 hari kalender). Dengan keadaan seperti
ini sangatlah diperlukan pemahaman lapangan serta tehnik pelaksanaan yang tepat.
Didalam rencana pembangunan sebuah gedung ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan serta dievaluasi sedini mungkin untuk mendapatkan suatu rencana yang
matang dalam pekerjaan gedung sehingga akan mendapatkan hasil yang optimal, antara
lain :
Pemahaman kondisi lapangan sangat berguna untuk merencanakan lapangan kerja
(Site Planning) untuk mengatur penempatan peralatan dan sarana penunjang lainnya yang
akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan proyek, misal : Direksi keet, gudang,
los kerja, pagar pengaman proyek, alat keamanan kerja dan lain-lain. Dalam
menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan, baik di gudang maupun di
halaman terbuka akan diatur sedemikian rupa sehingga :
Tidak mengganggu Ketertiban umum.
Memudahkan pemeriksaaan dan penelitian bahan-bahan oleh Pengawas,
Tidak menimbulkan polusi suara dan polusi udara yang menggangu kenyamanan
masyarakat.
Keamanan terjamin
Memudahkan pelaksanaan pada setiap tahapan pekerjaan,
Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja.
2.5. Pemahaman Dan Orientasi Lokasi Proyek
Sebagai dasar evaluasi dalam penyajian penawaran harga, maka dalam hal ini
diwakili oleh team teknik, dipandang perlu untuk memahami situasi dan kondisi :
1. Akses menuju lokasi proyek.
2. Radius Lokasi proyek terhadap Sumber Material (Material alam atau Material
fabrikan/ jadi)
3. Lokasi Proyek yang akan dibangun dan lingkungan sekitar proyek. kultur
masyarakat disekitar lokasi pekerjaan dan hal-hal yang dipandang perlu dan
akan menimbulkan dampak terhadap pelaksanaan proyek.
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Setelah proses administrasi dan uitzet lapangan sesegera mungkin melakukan persiapan
pekerjaan sebagai berikut :
- Pembuatan Jadwal Pelaksanaan
- Struktur Organisasi Lapangan
- Penyiapan Gambar-gambar Kerja
Jika hal tersebut di atas telah dipanuhi maka kita bisa melakukan tahapan-tahapan pekerjaan
sesuai dengan ketentuan pada Bill of Quantity dengan mengacu pada RKS dan gambar-gambar
pelaksanaan.
1. Uitzet/ Pengukuran & Pas. Bowplank
Uitzet / Pengukuran
- Sebelum pekerjaan dimulai diadakan pengukuran dengan teliti dan cermat di lapangan
bersama-sama dengan direksi.
- Pengukuran disesuaikan dengan ukuran bangunan semula sebab pekerjaan yang
dilakukan adalah rehabilitasi gedung yang ada.
Pemasangan Bouwplank
a. Pekerjaan pasangan bouwplank adalah pekerjaan untuk menentukan titik duga atau titik
awal terhadap lokasi yang akan dikerjakan.
b. Sebelum pekerjaan dimulai harus diadakan pengukuran dulu untuk mengetahui batasan –
batasan yang dikerjakan.
c. Titik – titik yang telah ditentukan tersebut ditandai dengan sebuah patok kayu dan papan
serta diberi tulisan atau tanda.
d. Tiap bouwplank menggunakan kayu tahun ukuran 5/7 cm, papan harus cukup kuat 2/20
cm dari kayu meranti tanpa harus diketam dan bagian atasnya harus dipasang datar
dengan waterpass instrumen.
e. Bouwplank tidak boleh dilepas/dibongkar dan harus tetap berdiri tegak pada tempatnya
hingga selesai pemasangan trasram tembok.
f. Bila terjadi ketidaksesuaian antara batas-batas / letak tanah yang tersedia dengan apa
yang tertulis dalam gambar, maka pemborong harus segera memberitahukan secara
tertulis kepada pelaksana Kegiatan dan pengawas untuk mendapatkan keputusan.
2. Pembersihan Lokasi awal & akhir
a. Pembersihan Lokasi ini meliputi pembersihan semua tumbuhan yang terkena bangunan
disekeliling bangunan atau pembersihan yang dianggap perlu atas petunjuk direksi.
b. Dalam proses pelaksanakan pekerjaan perlu adanya persiapan untuk penyiapan tanah
dasar yang akan dikerjakan , maka perlu adanya perbersihan dilapangan.
c. Lokasi yang akan dikerjakan terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran-kotoran , rumput –
rumput dan sebagainya.
d. Pembongkaran dilaksanakan pada situasi / keadaan dilokasi yang sekiranya mengganggu
pada pekerjaan yang dilaksanakan / direncanakan.
e. Membongkar untuk diganti dengan yang baik sesuai design perencanaan.
3. Pembongkaran pasangan dinding
- Sesudah pengukuran kami membongkar tembok bangunan lama, guna untuk tata letak
ruangan sesuai dengan gambar kerja.
4. Papan Nama Kegiatan
- Sebelum pekerjaan dimulai kami akan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk
pemasangan papan nama kegiatan agar masyarakat bisa mengetahui identitas pelaksana
pekerjaan termasuk biaya dari pekerjaan tersebut,fungsi dan program pekerjaan tersebut
dan sebagainya.
- Papan nama kegiatan dipasang setelah utzet dilaksanakan, dengan ukuran sesuai petunjuk
direksi.
5. Uji Tes Beton
- Pengujian Tes beton Dilaksanaan setelah seslesai pengecoran.
II. PEKERJAAN TANAH
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Galian tanah biasa
b. Urug tanah kembali
c. Tanah urug peninggian lantai
d. Urug pasir
Persyaratan Bahan :
a. Pasir Urug
b. Tanah Galian Lama
c. Tanah Urug
Persyaratan Alat :
a. Cangkul 4 bh , Linggis 2 bh , Sekrop 2 bh
b. Gerobak Dorong1 bh
c. APD (Helm, Rompi Safety, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker) disesuaikan dengan
jumlah pekerja
d. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
a. Mandor
b. Kepala Tukang
c. Tukang
d. Pekerja
1. Galian tanah biasa
a. Galian Tanah Biasa harus mencakup semua galian, (bukan galian batu, galian untuk
konstruksi atau galian material/bahan baku).
b. Galian tanah ini untuk ukuran lebar, ukuran kedalaman dan bentuk harus disesuaikan
dengan gambar kerja yang ada
c. Pekerjaan galian tanah ini digali dengan cara manual untuk pondasi dan sebagainya
sesuai yang tertera pada gambar yang ada / yang direncanakan.
2. Urug tanah kembali
Hasil galian tanah untuk pekerjaan pondasi, digunakan kembali untuk pekerjaan urugan
tanah kembali.Kemudian dipadatkan.
3. Tanah urug peninggian lantai
Setelah pekerjaan galian footplate, galian pondasi serta pasang batu kosong dan batu kali
selesai proses pekerjaan tanah urug dipadatkan dikerjakan sampai tanah urug benar benar
padat dan disiram air.
4. Urugan pasir
Urugan pasir menggunakan pasir pasang yang telah disetujui oleh direksi dan disiram air
untuk pemadatan.
III. PEKERJAAN PONDASI
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Lantai kerja tebal 10cm
b. Footplate (Fp.1) 100.100.30cm
c. Aanstamping
d. Pas. Batu kali 1pc : 4pp
Persyaratan Bahan :
a. Pasir Urug
b. Batu Belah
c. Semen Portland
d. Besi Ulir Ø13mm
e. Kawat Bendrat
f. Koral / batu kali pecah mesin 1/2
g. Pasir pasang
h. Site Mix K-100
i. Site Mix K-250
Persyaratan Alat :
a. Cetok 4 bh , Palu bodem 2 bh,
b. Gerobak Dorong1 bh
c. APD (Helm, Rompi Safety, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker) disesuaikan dengan
jumlah pekerja
d. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
a. Mandor
b. Kepala Tukang
c. Tukang
d. Pekerja
1. Lantai Kerja Tebal 5cm
Proses Pekerjaan :
a. Pekerjaan lantai kerja ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian tanah pondasi plat
selesai dilaksanakan.
b. Lantai kerja ini berupa beton tumbuk/rabatan dengan campuran & ketebalan sesuai
dengan gambar kerja yang direncanakan.
2. Footplate (Fp.1) 100.100.30cm
Proses Pekerjaan :
- Pekerjaan plat lajur ini dilaksanakan setelah pekerjaan lantai kerja selesai dilaksanakan.
Dan meminta persetujuan direksi / konsultan pengawas bahwa pekerjaan ini siap untuk
dikerjakan.
- Plat lajur dengan ukuran lebar 100 cm tebal 30 cm dan panjang sesuai dengan gambar
rencana serta petunjuk gambar dengan ukuran besi beton yang digunakan mengukuti
gambar detail yang telah tertera pada gambar kerja..
1. Pasang batu kosong/Aanstamping
Proses Pekerjaan :
a. Galian Tanah Pekerjaan aanstamping menggunakan batu kali pecah dipasang tegak
sepanjang galian pondasi batu kali, rongga-rongganya diisi dengan pasir pasang lalu
disiram air hingga penuh sesuai dengan gambar bestek.
2. Pasang batu kali 1pc : 4ps
Proses Pekerjaan :
a. Pekerjaan pondasi batu kali menggunakan spesi 1 PC :4 Ps dengan dimensi sesuai
dengan gambar bestek.
IV. PEKERJAAN BETON
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Balok Sloof (S1) 20/30
b. Balok sloof (S2) 15/25
c. Rabat Lantai Tebal 5cm
d. Kolom (KP) 15/15
e. Kolom (K1) 30/30
f. Balok Latay (BL) 12/20
g. Balok Beton (B1) 25/50
h. Balok Beton (B2) 20/40
i. Balok Beton (B3) 15/25
j. Plat Dak Beton Tebal 12cm
Persyaratan Bahan :
a. Site Mix K-175
b. Readymix K-250
c. Pasir beton
d. Koral / batu kali pecah mesin 1/2
e. Semen Portland
f. Besi ulir Ø13mm, besi polos Ø12mm, besi polos Ø10, besi polos Ø8mm
g. Kayu usuk kelas II & III
h. Plywood tebal 9mm
i. Minyak begisting
j. Paku usuk, paku reng, paku triplek
Persyaratan Alat :
a. Skafolding set 30 Set
b. Gerobak dorong 2 bh , cangkul 4 bh , sekrop 2 bh
c. Mesin Las. Listrik 1 bh
d. Hand bor dan alat gerinda 2 bh
e. APD (Helm, Rompi Safety, Sepatu, Sarung Tangan, M39& Masker)disesuaikan
dengan jumlah pekerja
f. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
a. Mandor
b. Kepala Tukang
c. Tukang
d. Pekerja
1. Balok Sloof (S1) 20/30
2. Balok Sloof (S2) 15/25
Proses Pekerjaan 1 & 2 :
- Pekerjaan sloof beton bertulang ini dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi dan
bersamaan dengan pemasangan penulangan selesai dilaksanakan dan tulangan besi sloof
sudah terkait pada tulangan kolom..
- Pekerjaan pasang sloof beton ini berupa beton bertulang dengan mutu sesuai dengan
gambar rencana/ spesifikasi yang telah ditentukan menurut besi tulangan, begesting dan
cara pengecorannya.
- Bekisting sloof beton dapat dibuat utuh untuk satu kolom, atau dengan cara pengecoran
bertahap.
- Antara bagian dalam bekisting sloof dengan tulangan terluar dipasang pengganjal (beton
decking) yang diikat pada tulangan tersebut, agar tulangan tidak melekat pada bekisting
- Pembuatan Struktur beton sloof ini dikerjakan sesuai dengan gambar kerja yang sudah
ditentukan.
3. Rabat lantai tebal 5cm
- Pekerjaan lantai kerja ini dilaksanakan setelah pekerjaan urug tanah dipadatkan selesai
dilaksanakan.
- Lantai kerja ini berupa beton tumbuk/rabatan dengan campuran & ketebalan sesuai
dengan gambar kerja yang direncanakan.
4. Kolom (KP) 15/15
5. Kolom (K1) 30/30
Proses Pekerjaan 4 s/d 5 :
- Pekerjaan kolom dilaksanakan setelah pekerjaan begesting selesai dilaksanakan dan
tulangan besi kolom sudah terpasang.
- Pekerjaan kolom dilaksanakan bersamaan dengan pemasangan bata.
- Pekerjaan pasang kolom berupa beton bertulang dengan mutu sesuai dengan bestek /
spesifikasi yang telah ditentukan menurut besi tulangan, begesting dan cara
pengecorannya.
- Bekisting kolom dapat dibuat utuh untuk satu kolom, atau dengan cara pengecoran
bertahap.
- Bekisting kolom harus tegak lurus keatas, dengan pemeriksaan menggunakan unting-
unting atau theodolith.
- Hubungan horisontal antara kolom harus lurus kemudian diikat dengan kaso 5/7 antara
sesama bekisting.
- Antara bagian dalam bekisting kolom dengan tulangan terluar dipasang pengganjal
(beton decking) yang diikat pada tulangan tersebut, agar tulangan tidak melekat pada
bekisting.
- Pembuatan Struktur beton Kolom harus sesuai pada RAB dan gambar kerja yang sudah
ditentukan.
- Permukaan-permukaan beton yang telah dicor terlebih dahulu, dimana akan dicor beton
baru, harus bersih dan lembab ketika dicor dengan beton baru. Pada sambungan ini harus
dipakai perekat beton yang disetujui oleh Direksi Teknis/Konsultan Pengawas.
- Setelah pekerjaan beton selesai maka kita harus selalu memperhatikan masa
pemeliharaannya agar dapat mencapai mutu beton yang sesuai dengan spek.
6. Balok Latay (BL) 12/20
- Pekerjaan balok latay 12/20 ini dilaksanakan disela pemasangan dinding ½ bata tepat
diatas kusen pintu dan jendela dan bersamaan dengan pemasangan penulangan selesai
dilaksanakan dan tulangan besi beton balok latay sudah terkait pada tulangan kolom.
- Pekerjaan pasang balok latai ini berupa beton bertulang dengan mutu sesuai dengan
gambar rencana / spesifikasi yang telah ditentukan menurut besi tulangan, begesting dan
cara pengecorannya.
- Bekisting balok latai dapat dibuat utuh untuk satu kolom, atau dengan cara pengecoran
bertahap.
- Antara bagian dalam bekisting balok latai dengan tulangan terluar dipasang pengganjal
(beton decking) yang diikat pada tulangan tersebut, agar tulangan tidak melekat pada
bekisting.
- Pembuatan Struktur beton balok latai ini dikerjakan sesuai dengan gambar kerja yang
sudah ditentukan.
- Setelah pekerjaan beton selesai maka kita harus selalu memperhatikan masa
pemeliharaannya agar dapat mencapai mutu beton yang sesuai dengan spek.
7. Balok Beton (B1) 25/50
8. Balok Beton (B2) 20/40
9. Balok Beton (B3) 15/25
Proses Pekerjaan 7 s/d 9 :
- Pekerjaan beton bertulang balok beton ini dilaksanakan setelah pekerjaan kolom dan
bersamaan dengan pemasangan penulangan selesai dilaksanakan dan tulangan besi balok
beton sudah terpendam dan terkait pada tulangan kolom..
- Pekerjaan pasang balok beton struktur berupa beton bertulang dengan mutu sesuai
dengan bestek / spesifikasi yang telah ditentukan menurut besi tulangan, begesting dan
cara pengecorannya.
- Bekisting balok beton harus dibuat utuh untuk sekali pengecoran, tidak boleh dengan
cara pengecoran bertahap seperti pekerjaan beton lainnya.
- Bekisting balok beton harus tegak lurus keatas, dengan pemeriksaan menggunakan
unting-unting atau theodolith.
- Hubungan horisontal antara kolom harus lurus kemudian diikat dengan kaso 5/7 antara
sesama bekisting dan diberi penyangga berupa kayu dolken / bambu.
- Antara bagian dalam bekisting balok beton dengan tulangan terluar dipasang pengganjal
(beton decking) yang diikat pada tulangan tersebut, agar tulangan tidak melekat pada
bekisting.
- Pembuatan Struktur balok beton harus sesuai pada gambar kerja yang sudah ditentukan.
- Bahan yang dipakai untuk cetakan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi
Teknis/Konsultan Pengawas sebelum pembuatan cetakan dimulai, tetapi persetujuan
tidak mengurangi tanggung jawab Penyedia Jasa/Rekanan terhadap keserasian bentuk
maupun terhadap perlunya perbaikan kerusakan – kerusakan yang mungkin dapat timbul
waktu pemakaian.
- Pekerjaan pengecoran dimulai apabila begesting dan besi beton sudah terpasang.
Sebelum itu begesting balok beton harus dibersihkan dari kotoran/sampah terlebih
dahulu, kemudian disiram air.
- Setelah pekerjaan beton selesai maka kita harus selalu memperhatikan masa
pemeliharaannya agar dapat mencapai mutu beton yang sesuai dengan spek
10. Plat Dak Beton t=12cm
- Pekerjaan plat dak beton dilaksanakan setelah pekerjaan kolom dan bersamaan dengan
pekerjaan balok latey dilaksanakan.
- Tulangan besi plat plat dak beton, balok latey sudah terpendam dan terkait pada tulangan
pada balok beton. Dengan menggunakan besi beton bertulang yang sesuai dengan bestek
/ spesifikasi yang telah ditentukan pada gambar rencana.
- Bekisting plat atapbetonharus dibuat utuh untuk sekali pengecoran, tidak boleh dengan
cara pengecoran bertahap seperti pekerjaan beton lainnya. Dan pada setiap sambungan
papan begesting diberi solasi.
- Bekisting plat plat dak betondibuat agak miring, dengan ditimbang menggunakan
waterpas.
- Bekisting pada plat plat dak menggunakan papan triplek setebal 9mm kemudian diberi
sekatpenahan dengan kaso 5/7, kemudian di beri kayu balok 6/12 atau 8/12 sebagai
penyangga plafonan dek. Dan juga diberi penyangga berupa kayu dolken / bambu
sebagai penguat daya tekan pada waktu pengecoran ataupun sebelumnya.
- Antara bagian dalam bekisting plat plat dak dengan tulangan terluar dipasang pengganjal
(beton decking) yang diikat pada tulangan tersebut, agar tulangan tidak melekat pada
bekisting.
- Pembuatan Struktur plat atap dek betonmengikuti pada gambar kerja yang sudah
ditentukan.
- Bahan yang dipakai untuk cetakan harus mendapatkan persetujuan dari Direksi
Teknis/Konsultan Pengawas sebelum pembuatan cetakan dimulai, tetapi persetujuan
tidak mengurangi tanggung jawab Penyedia Jasa/Rekanan terhadap keserasian bentuk
maupun terhadap perlunya perbaikan kerusakan – kerusakan yang mungkin dapat timbul
waktu pemakaian.
- Pekerjaan pengecoran dimulai apabila begesting dan besi beton sudah terpasang.
Sebelum itu begesting pada plat plat dak harus dibersihkan dari kotoran/sampah terlebih
dahulu, kemudian disiram air.
Setelah pekerjaan beton selesai maka kita harus selalu memperhatikan masa
pemeliharaannya agar dapat mencapai mutu beton yang sesuai dengan spek.
Setelah pekerjaan beton selesai maka kita harus selalu memperhatikan masa pemeliharaannya agar
dapat mencapai mutu beton yang sesuai dengan spek.
V. PEKERJAAN PASANGAN
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pas. Batu merah 1 bata 1 pc : 4 ps (rollag)
b. Pas. Batu merah 1/2 bata 1 pc : 3 ps (trassram)
c. Plesteran, 1 Pc : 3 Ps, tebal 15 mm (trassram)
d. Pas. Batu merah 1/2 bata 1 pc : 6 ps
e. Plesteran, 1 Pc : 6 Ps, tebal 15 mm
f. Acian dinding
g. Benangan sudut
Persyaratan bahan :
a. Batu bata Lokal KW.1, Uk.5x11x22cm
b. Semen portland
c. Pasir Pasang
Persyaratan Alat :
a. Scafolding 15 Set
b. Gerobak dorong 2 bh , cangkul 4 bh, sekrop 2 bh
c. Tandon Air 1 bh
d. Site Mix/Molen pengaduk1 bh
e. APD (Helm, Rompi Safety, Body Harness, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
f. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
1. Pas. Batu merah 1 bata 1 pc : 4 ps (rollag)
Pasangan terbuat dari pasangan batu bata setebal 1 bata.Dilaksanakan untuk seluruh
pembatas ruangan bagian luar dan dalam, seperti tertera pada gambar dan dijalankan dalam
gambar detail.
Pedoman Pelaksanaan
- Pasangan dengan campuran 1 Pc :4 Ps, digunakan untuk pasangan dinding setelah
pasangan dinding trasraam yang sesuai gambar.
- Batu bata disiram air terlebih dahulu sebelum mulai pemasangan.
- Pasir pasang di ayak terlebih dahulu dengan menggunakan ayakan 10mm.
- Adukan pasangan harus dibuat hati-hati, diaduk dengan menggunakan molen.
Mencampur semen dan pasir harus dalam keadaan kering kemudian diberi air sampai
didapat campuran yang baik. Adukan yang telah kering akibat tidak habis sebelumnya
tidak boleh dipergunakan lagi.
- Pada waktu pemasangan bata dimulai di lot menggunakan unting-unting terlebih dahulu.
Setelah itu menggunakan waterpas untuk kelurusan vertikalnya, setelah itu diberi tanda
dengan benang.
2. Pas. Batu merah 1/2 bata 1 pc : 3 ps (trassram)
Dinding terbuat dari pasangan batu bata setebal ½ bata.Dilaksanakan untuk seluruh pembatas
ruangan bagian luar dan dalam, seperti tertera pada gambar dan dijalankan dalam gambar
detail.
Pedoman Pelaksanaan
- Pasangan dengan campuran 1 Pc :3 Ps, digunakan untuk pasangan dinding setelah
pasangan dinding trasraam yang sesuai gambar.
- Batu bata disiram air terlebih dahulu sebelum mulai pemasangan.
- Pasir pasang di ayak terlebih dahulu dengan menggunakan ayakan 10mm.
- Adukan pasangan harus dibuat hati-hati, diaduk dengan menggunakan molen.
Mencampur semen dan pasir harus dalam keadaan kering kemudian diberi air sampai
didapat campuran yang baik. Adukan yang telah kering akibat tidak habis sebelumnya
tidak boleh dipergunakan lagi.
- Pada waktu pemasangan bata dimulai di lot menggunakan unting-unting terlebih dahulu.
Setelah itu menggunakan waterpas untuk kelurusan vertikalnya, setelah itu diberi tanda
dengan benang.
3. Plesteran, 1 Pc : 3 Ps, tebal 15 mm (trassram)
- Untuk plesteran tembok, sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, maka permukaan
tembok / pasangan bata yang akan diplester harus disiram air terlebih dahulu. Serta
dinding yang telah diplester harus selalu dibasahi sekurang-kurangnya dalam 7 (tujuh)
hari. Hal ini dilaksanakan untuk mencegah pengeringan plesteran sebelum waktunya.
- Pekerjaan plesteran baru dapat dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi air/listrik sudah
terpasang.
- Pekerjaan plesteran ini adalah plesteran untuk permukaan dinding tembok dengan spesi
adukan 1 PC :5 Ps.
- Pasir yang digunakan adalah pasir pasang yang telah diayak menggunakan ayakan
ukuran 5mm.
- Semua pekerjaan plesteran dinding tembok harus rata, harus merupakan satu bidang
tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus bebas dari retak-
retak/noda-noda dan cacat lainnya.
- Plesteran dinding dikerjakan dengan tebal minimal 1 cm, maksimal 2 cm dan harus
mempunyai kuat tekan minimal 30 kg/cm2 untuk benda uji kubus yang berusuk 5 cm,
pada umur 28 hari.
- Pekerjaan plesteran harus dikoordinasikan dengan pekerjaan pemasangan instalasi listrik,
instalasi air maupun instalasi lain yang terletak dibawah plesteran.
Pekerjaan plesteran ini dilaksanakan apabila pekerjaan penutup sudah selesai
dilaksanakan
4. Pas. Batu bata merah 1/2 bata 1 pc : 6 ps
Dinding terbuat dari pasangan batu bata setebal ½ bata.Dilaksanakan untuk seluruh pembatas
ruangan bagian luar dan dalam, seperti tertera pada gambar dan dijalankan dalam gambar
detail.
Pedoman Pelaksanaan
- Pasangan dengan campuran 1 Pc :6 Ps, digunakan untuk pasangan dinding setelah
pasangan dinding trasraam yang sesuai gambar.
- Batu bata disiram air terlebih dahulu sebelum mulai pemasangan.
- Pasir pasang di ayak terlebih dahulu dengan menggunakan ayakan 10mm.
- Adukan pasangan harus dibuat hati-hati, diaduk dengan menggunakan molen.
Mencampur semen dan pasir harus dalam keadaan kering kemudian diberi air sampai
didapat campuran yang baik. Adukan yang telah kering akibat tidak habis sebelumnya
tidak boleh dipergunakan lagi.
- Pada waktu pemasangan bata dimulai di lot menggunakan unting-unting terlebih dahulu.
Setelah itu menggunakan waterpas untuk kelurusan vertikalnya, setelah itu diberi tanda
dengan benang.
5. Plesteran, 1 Pc : 6 Ps, tebal 15 mm
- Untuk plesteran tembok, sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan, maka permukaan
tembok / pasangan bata yang akan diplester harus disiram air terlebih dahulu. Serta
dinding yang telah diplester harus selalu dibasahi sekurang-kurangnya dalam 7 (tujuh)
hari. Hal ini dilaksanakan untuk mencegah pengeringan plesteran sebelum waktunya.
- Pekerjaan plesteran baru dapat dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi air/listrik sudah
terpasang.
- Pekerjaan plesteran ini adalah plesteran untuk permukaan dinding tembok dengan spesi
adukan 1 PC :5 Ps.
- Pasir yang digunakan adalah pasir pasang yang telah diayak menggunakan ayakan
ukuran 5mm.
- Semua pekerjaan plesteran dinding tembok harus rata, harus merupakan satu bidang
tegak lurus dan siku, pekerjaan plesteran yang telah selesai harus bebas dari retak-
retak/noda-noda dan cacat lainnya.
- Plesteran dinding dikerjakan dengan tebal minimal 1 cm, maksimal 2 cm dan harus
mempunyai kuat tekan minimal 30 kg/cm2 untuk benda uji kubus yang berusuk 5 cm,
pada umur 28 hari.
- Pekerjaan plesteran harus dikoordinasikan dengan pekerjaan pemasangan instalasi listrik,
instalasi air maupun instalasi lain yang terletak dibawah plesteran.
- Pekerjaan plesteran ini dilaksanakan apabila pekerjaan penutup sudah selesai
dilaksanakan.
6. Acian& Benangan
- Acian dinding dilakukan setelah pekerjaan plesteran selesai. Jarak waktu antara
pekerjaan plesteran dan acian minimal 20-30 menit karena kelembaban plesteran cukup.
Tebal acian yang diperbolehkan adalah 2-3 mm. Apabila pada plesteran terdapat banyak
lubang maka satu hari sebelum dilakukan acian lubang-lubang tersebut harus ditutup.
- Campuran diaduk dengan menggunakan tenaga manual, dan ditakar sesuai dengan
ketentuan.
- Benangan / acian terletak diantara dinding dengan kusen pintu mengelilingi kusen pintu.
- Pembuatannya bisa setelah atau sebelum kusen dipasang pada openingan saat pekerjaan
plesteran dan acian.
- Pekerjaan benangan / acian tidak boleh dilakukan oleh tukang sembarangan karena akan
mengurangi estetika.
- Fungsi benangan / acian adalah mengalirkan air rembesan atau air tetesan melalui tali air
sehingga air tidak masuk ke dalam kusen yang mengakibatkan kerusakan kusen kayu.
Selain itu, fungsi benangan juga untuk menampilkan estetika tersendiri.
VI. PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pas. Pintu allumunium (P1)
b. Pas. Pintu allumunium (P2)
c. Pas. Jendela allumunium (J1)
d. Pas. Ventilasi allumunium (V2)
Persyaratan bahan :
a. Shop Front 4”Brown, Tebal 1,15 mm
b. Casment Brown
c. Sealent Netral Warna Black/Hitam
d. Engsel Pintu 4x3x2
e. Engsel Jendela 8"
f. Pull Handle 38x1000
g. Pull Handle Pintu Gagang Soligen
h. Lever Handle
i. Lever Set Toilet
j. Mortise Lock
k. Cylinder
l. Cover Cylinder
Persyaratan Alat :
a. Scafolding3Set
b. Mesin Potong 1 bh
c. Hand bor 1 bh
d. Gerinda 2 bh
e. Tang Rivet 1 bh
f. Screw Driver 1 bh
g. Gun Sealent1 bh
h. APD (Helm, Rompi Safety, Body Harness, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
i. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
a. Mandor
b. Kepala Tukang
c. Tukang
d. Pekerja
Proses Pekerjaan :
- Mempersiapkan bahan sesuai spek, alat dan tenaga sesuai kebutuhan.
- Kusen alumunium yang telah difabrikasi dipasang setelah kondisi lapangan siap yaitu
pekerjaan plesteran dan acian sudah selesai. Sistem pemasangan dengan di screw fisher
menggunakan fisher S8.
- Sebelum kusen dimatikan ke dinding, harus dicek dahulu elevasi dan kesikuan kusen
alumunium dengan alat bantu waterpass/unting-unting.
- Apabila tidak lurus maka diganjal dengan bahan dari hardboard, sehingga lebih kuat dan
tahan lama.
- Untuk mencegah kebocoran maka hubungan antara alumunium dengan dinding di isi
silicone sealant.
- Setelah kusen aluminium terpasang, dilanjutkan dengan pemasangan frame untuk pintu,
kaca dan hardwere.
- Frame pintu dipasang pada kusen dengan menggunakan penggantung engsel yang
disekrup ke kusen.
Pemasangan hardware dikerjakan setelah kondisi lapangan benar-benar aman dan tidak
ada lagi pekerjaan yang dapat merusak kusen dan alumunium dan daunnya.
-
-
VII. PEKERJAAN PENUTUPLANTAI DAN DINDING
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pas. Granit lantai 60x60 cm, (Warna Terang)
b. Pas. Keramik Lantai 25x25cm, (Kasar)
c. Pas. Keramik dinding 25x40cm, (Motif)
d. Pas. List keramik dinding 8/25cm, (Motif)
Persyaratan bahan :
a. Semen portland
b. Pasir Pasang
c. Granit lantai 60x60 cm, (Warna Terang)
d. Keramik Lantai 25x25cm, (Kasar)
e. Keramik dinding 25x40cm, (Motif)
f. List keramik dinding 8/25cm, (Motif)
Persyaratan Alat :
- Waterpass 1 bh
- Tandon Air 1 bh
- Site Mix/Molen pengaduk1 bh
- Gerobak dorong1 bh , cangkul 4 bh, sekrop 2 bh
- APD (Helm, Rompi Safety, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
- Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
1. Pasang Keramik lantai dan dinding
- Semua keramik harus berkualitas kepala basah dan pemborong memperlihatkan
contohnya kepada Direksi untuk mendapat persetujuan sebelum mengadakan pasangan.
- Bila terdapat cacat - cacat pada seluruh bagian keramik tidak boleh dipasang (afkir)
- Menentukan as ruang dan elevasi kemudian ditandai dengan benang ukur dan paku,
- Keramik yang digunakan berukuran sesuai dengan spek dan gambar
- Menghampar spesi sesuai spek dengan tebal merata ± 5 cm pada rabat lantai
- kemudian membasahi bagian bawah Keramik dan membalurkan campuran semen +air
untuk perekatnya.
- Memasang Keramik mendatar,pressisi terhadap ruangan, hingga menutup bidang lantai
Ruang ,jarak tiap Keramik ± 1 mm, setelah spesi kokoh dan kering jarak tiap Keramik
diisi campuran semen warna+air sesuai warna Keramik ,dilanjutkan membersihkan
permukaan Keramik hingga rapi/tidak ada bekas semen dan kotoran dengan air.
VIII. PEKERJAAN PENGECATAN
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pengecatan dinding
b. Pengecatan waterproof
Persyaratan bahan :
a. Cat Interior
b. Cat Exterior
c. Cat dasar
d. Semen SNI Dinamix/Semen Gresik/kemasan 40 kg
e. Cat Waterproof
f. Plamuur Dinding
g. Lem Rajawali
Persyaratan Alat :
a. Scafolding 5 Set
b. Tandon Air 1 bh
c. Kuas 4 bh , Kuas Roll2 bh, Bak Cat 4 bh
d. Alat Bakar 1 bh
e. Kapi
f. APD (Helm, Rompi Safety, Body Harness, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
g. Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
a. Mandor
b. Kepala Tukang
c. Tukang
d. Pekerja
1. Pengecatan dinding dalam, dinding luar, pengecatan waterproof
Proses Pekerjaan :
- Semua permukaan yang akan dicat, baik dinding dalam maupun dinding luar dan juga
plafon tidak menggunakan plamir.
- Permukaan yang akan dicat dihaluskan dahulu menggunakan amplas serta dibersihkan
dahulu sebelum memulai pengecatan dasar menggunakan wall sealer.
- Wall sealer cukup 1 lapis atau 2 lapis kalau memang diperlukan.
- Setelah dinding dicat menggunakan wall sealer barulah dilanjutkan pengecatan
menggunakan cat interior/ exterior sesuai dengan warna dan type yang telah disepakati
oleh pengawas dan PPK sampai permukaan dinding terlihat benar-benar rata.
- Setelah pengecatan selesai, bidang cat yang terbentuk harus utuh, rata dan tidak ada
bagian-bagian yang belang dan bidang cat dijaga terhadap pengotoran-pengotoran.
- Proses pengecatan plafond sama dengan proses pengecatan dinding.
IX. PEKERJAAN SANITASI AIR BERSIH & KOTOR
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pas. Kran air 3/4" ''TOTO''
b. Pas. Pipa PVC Ø 3/4" AW
c. Pas. Clossed jongkok ''TOTO''
d. Pas. Pipa PVC Ø 3" AW
e. Pas. Pipa PVC Ø 4" AW
f. Floor drain 3" stainless
g. Septictank
h. Resapan
Persyaratan bahan :
- Pipa PVC ¾ AW
- Pipa PVC 3 AW
- Pipa PVC 4 AW
- Closet jongkok Putih
- Floor Drain bahan stainless
- Kran Air Tembok, stainless
- Batu bata Lokal KW.1, Uk.5x11x22cm
- Semen portland
- Pasir Pasang
- Koral / batukali pecah mesin 1/2
Persyaratan Alat :
- Mesin Potong 1 bh
- Gerobak Dorong 2 bh
- Tandon Air 1 bh
- APD (Helm, Rompi Safety, Body Harness, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
- Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
1. PasangPipa PVC 3/4 " AW, Pipa 3” AW, dan Pipa 4” AW
Proses Pekerjaan :
- Mempelajari gambar konstruksi dan menghitung ; bahan, alat utama atau pendukung,
serta tenaga sesuai kebutuhan
- Mendatangkan bahan dan alat yang telah dihitung sesuai kebutuhan konstruksi
- Mempersiapkan dan mengontrol kesiapan lokasi hingga dapat dilaksanakan pekerjaan.
- Setelah mendapat persetujuan direksi akan dilaksanakan perakitan dan pemasangannya
dilapangan.
- Tiap sambungan pipa harus digosok menggunakan kertas gosok pada bagian luar pipa
dan bagian dalam keni atau sok pvc
- Untuk mendapat daya rekat yang lebih maksimum antara lem pvc dan pipa itu sendiri.
2. Pas. Floor Drain Stainless
- Mempersiapkan bahan sesuai spek, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Memberikan sample kepada direksi tentang floor drain yang akan dipasang.
- Floor drain yang digunakan adalah semutu dengan merk Dalam negeri, metal verchroom,
lubang diameter 3 inchi dilengkapi dengan siphon dan penutup berengsel.
- Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai dengan gambar untuk itu floor drain yang
dipasang telah diseleksi dengan baik, tanpa cacat dan telah disetujui oleh Pemilik
Pekerjaan.
- Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus dilubangi
dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran
floor drain tersebut.
- Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
- Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda
semen dan tidak ada kebocoran.
- Memasang floor drain dilokasi yang telah ditentukan.
- Mengecek saluran air yang melalui floor drain agar berfungsi dengan baik.
3. Closed jongkok
- Mempersiapkan bahan sesuai spek, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Memberikan sample kepada direksi tentang kloset yang akan dipasang.
- Kloset duduk complite berikut segala kelengkapannya yang dipakai adalah semutu
merk Dalam negeri, warna standar akan ditentukan kemudian.
- Kloset beserta kelengkapannya yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik,
tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat lainnya dan disetujui oleh Direksi
lapangan.
- Untuk dudukan dasar kloset dipakai papan jati tua atau jenis kayu yang sederajat, tebal 3
cm dan telah dicelup dalam larutan pengawet tahan air, dibentuk seperti dasar kloset.
Kloset disekrupkan pada papan tersebut dengan sekrup kuningan.
- Memasang kloset dilokasi yang telah ditentukan.
- Mengecek saluran air yang melalui kloset agar berfungsi dengan baik.
4. Pas. Kran air
- Mempersiapkan bahan sesuai spek, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Memberikan sample kepada direksi tentang kran air yang akan dipasang.
- Semua keran yang dipakai adalah semutu merk dalam negeri atau setaraf dengan
chormed finish Ukuran disesuaikan dengan keperluan masing-masing sesuai gambar
plumbing dan brosur alat-alat sanitair.
- Keran-keran tembok dipakai yang berleher panjang dan mempunyai ring dudukan yang
harus dipasang menempel pada dinding.
- Memasang kran air dilokasi yang telah ditentukan.
- Mengecek saluran air yang melalui kran air agar berfungsi dengan baik.
5. Pembuatan septictank dan resapan
- Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air bersih
dan air kotor.
- Approval material yang akan digunakan.
- Persiapan lahan kerja.
- Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.
- Pemasangan bio septictank di letakan sesuai dengan gambar
- Galian septictank dan resapan menyesuaikan dengan ukuran septictank dan
resapantersebut. Pipa output dan input di pasang secara rapi tanpa adanya kebocoran.
X. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
Perkiraan Volume Pekerjaan :
a. Pas. Box Panel + Perakitan
b. Pas. Kabel NYM 3 X 2,5'' (Power)
c. Pas. Kabel NYY 4 X 6'' (dari KWH ke Box Panel)
d. Pas. Instalasi titik lampu LED 19 watt ''Phillips''
e. Pas. Instalasi titik lampu LED 6 watt ''Phillips''
f. Pas. Instalasi titik stop kontak
g. Pas. Instalasi titik stop kontak AC
h. Saklar Ganda
i. Saklar Tunggal
Persyaratan bahan :
a. Box Panel
b. Kabel NYM 3 X 2,5''
c. Kabel NYY 4 X 6''
d. lampu LED 19 watt ''Phillips''
e. lampu LED 6 watt ''Phillips''
f. stop kontak
g. stop kontak AC
h. Saklar Ganda
i. Saklar Tunggal
Persyaratan Alat :
- Scafolding 4 Set
- Tangga 1 bh
- Avo Meter 1 bh
- APD (Helm, Rompi Safety, Body Harness, Sepatu, Sarung Tangan, & Masker)
- Alat bantu lainnya
Perkiraan Kebutuhan Jumlah pekerja :
- Mandor
- Kepala Tukang
- Tukang
- Pekerja
1. Pas. Instalasi Kabel NYY 3 x4”
- Mempelajari gambar konstruksi dan menghitung ; bahan, alat utama atau pendukung,
serta tenaga sesuai kebutuhan
- Mendatangkan bahan dan alat yang telah dihitung sesuai kebutuhan konstruksi
- Mempersiapkan dan mengontrol kesiapan lokasi hingga dapat dilaksanakan pekerjaan.
- Setelah mendapat persetujuan direksi akan dilaksanakan perakitan dan pemasangannya
dilapangan.
- Semua instalasi di dalam conduit.
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan.
- Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan
tidak tampak dari luar (tertanam)
- Pemasangan pipa harus dilaksanakan setelah pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton
harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasuk-
kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
- Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran
dan acian dikerjakan.
- Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah
dicapai untuk perbaikan (perawatan).
- Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan
baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada
Te Dos.
- Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk
memudahkan penarikan kabel).
- Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok
atau pada balok kayu rangka langit-langit.
- Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus
diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
- Box atau kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus.
- Memberikan surat jaminan instalasi (garansi pemasangan) kepada direksi dan pengawas.
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Melakukan check bahan untuk memastikan bahan berfungsi maksimal, dan kualitas
sesuai spek
- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Tunggu sampai plester dinding akhir.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Melakukan pemasangan stop kontak sesuai gambar rencana instalasi listrik, dan testing
sambungan per titik.
2. Pas. Instalasi stop kontak NYM 3 X 2,5mm
- Mempelajari gambar konstruksi dan menghitung ; bahan, alat utama atau pendukung,
serta tenaga sesuai kebutuhan
- Mendatangkan bahan dan alat yang telah dihitung sesuai kebutuhan konstruksi
- Mempersiapkan dan mengontrol kesiapan lokasi hingga dapat dilaksanakan pekerjaan.
- Setelah mendapat persetujuan direksi akan dilaksanakan perakitan dan pemasangannya
dilapangan.
- Semua instalasi di dalam conduit.
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan.
- Semua hantaran (kabel) yang ditarik dalam pipa / cabelduct harus diusahakan
tidak tampak dari luar (tertanam)
- Pemasangan pipa harus dilaksanakan setelah pengecoran.
Pemasangan sparing-sparing listrik yang melintas di plat, balok, kolom beton
harus dipasang terlebih dahulu sebelum pengecoran, kabel diusahakan dimasuk-
kan bersamaan dengan pemasangan sparing.
- Pipa yang dipasang pada dinding dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran
dan acian dikerjakan.
- Penempatan sambungan/percabangan harus ditempatkan di daerah yang mudah
dicapai untuk perbaikan (perawatan).
- Sambungan harus menggunakan klem / isolasi kabel supaya terlindung dengan
baik sehingga tidak tersentuh atau menggunakan lasdop dan ditempatkan pada
Te Dos.
- Lekukan/belokan pipa harus beradius > 3 kali diameter pipa dan harus rata (untuk
memudahkan penarikan kabel).
- Pada hantaran di atas langit-langit, harus diklem pada bagian bawah plat / balok
atau pada balok kayu rangka langit-langit.
- Untuk hantaran/tarikan kabel yang menyusur dinding bata/beton pada shaft harus
diklem atau dengan papan dan kabeltrey bila jaringan terlalu rumit (banyak).
- Box atau kotak Panel bodynya harus diarde, untuk menghindari adanya arus.
- Memberikan surat jaminan instalasi (garansi pemasangan) kepada direksi dan pengawas.
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Melakukan check bahan untuk memastikan bahan berfungsi maksimal, dan kualitas
sesuai spek
- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Tunggu sampai plester dinding akhir.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Melakukan pemasangan stop kontak sesuai gambar rencana instalasi listrik, dan testing
sambungan per titik.
3. Pas. Lampu LED
Proses Pekerjaan :
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Melakukan check bahan untuk memastikan bahan berfungsi maksimal, dan kualitas
sesuai spek
- Semua fixture penerangan dan perlengkapan-perlengkapan harus dipasang oleh tukang-
tukang yang berpengalaman dengan cara yang benar dan disetujui pengawas seperti yang
ditunjukkan dalam gambar.
- Pada daerah yang tidak memakai ceiling pemasangan lampu menempel pada kanal yang
dipasang lengkap dengan penggantungnya.
- Pada waktu pemeriksaan akhir semua “fixture” dan perlengkapan harus sudah siap
menyala dan bebas dari cacat.
- Semua fixtures dan perlengkapan harus bersih bebas dari debu, plastes dan lain lain.
- Semua reflector, kaca, panel pinggir atau bagian-bagian lain yang rusak sebelum
pemeriksaan akhir harus diganti oleh pemborong tanpa biaya tambahan
- Setelah pemasangan selesai, maka meminta direksi untuk dapat mengawasi testing lampu
per titik.
4. Pas. Saklar Tunggal, Saklar Ganda dan Stop Kontak
Proses Pekerjaan :
- Mempersiapkan bahan, alat dan tenaga sesuai kebutuhan
- Melakukan check bahan untuk memastikan bahan berfungsi maksimal, dan kualitas
sesuai spek
- Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
- Pasang conduit dan inbow dos.
- Tunggu sampai plester dinding akhir.
- Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
- Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Melakukan pemasangan saklar sesuai gambar rencana instalasi listrik, dan testing
sambungan per titik