URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PERKUATAN TEBING MUARA BARU (LANJUTAN)
Secara garis besar Pekerjaan Perkuatan Tebing Muara Baru (lanjutan) dapat dibagi dalam
tahapan berikut :
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Tanah
- Pek. Pas. Konstruksi PengamanTebing
PEKERJAAN PERSIAPAN
Mobilisasi
Seluruh Mobilisasi harus diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari terhitung mulai
tanggal mulai kerja, kecuali penyediaan Fasilitas dan Pelayanan Pengendalian Mutu
yang terdiri dari tenaga ahli, tenaga terampil, dan sumber daya uji mutu lainnya yang
siap digunakan sesuai dengan tahapan mobilisasi yang disetujui (jika ada), harus
diselesaikan dalam waktu paling lama45 hari.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
1. Peyedia menyiapkan perlengkapan keselamatan kerja selama periode
konstruksi sesuaiketentuan
2. Buat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan
koordinasikandengan seluruh personilterkait.
PEKERJAAN TANAH (TIMBUNAN DAN GALIAN)
1. Timbunantanahperataanjalandengan tenaga manusia (manual) sesuai
volumetanah didalam RAB
2. Galian Perapihantepi dasarsungai denganexcavator long arm
PEKERJAAN PAS.KONSTRUKSI PERKUATAN TEBING SUNGAI
1. Pengadaan Pile Shape
Pekerjaan ini meliputi pemasokan, pemerosesan , dan pengangkutan sheet pile
beton 300 mm (6 m) dan pile shape baja dari pabrik ke lokasi pekerjaan. Hal yang
perlu diperhatikan dalam pekerjaan ini:
Menyiapkan Lokasi
1) Membuat jalan kerja menuju penempatanmaterial.
2) Meletakan material dengan memperhatikan kemudahan proses pada saat
pemancangan sheet pile.
Kondisi Bahan
1) Memastikan kebutuhan sheet pile yang diperlukan sudah sesuai dengan
kebutuhan volume yang direncanakan.
2) Sheet Pile yang didatangkan bersertifikasi uji laboratorium daripabrik.
3) Sheet Pile yang digunakan harus sudah dipastikan tidak cacat/rusak fisik dan
dipastikan sudah mendapat persetujuan dariPengawas/Astek.
2. Pekerjaan Pemancangan
Pekerjaan ini meliputi :
1) Menentukan Titik Pancang.
Sebelum melakukan pemancangan dengan membuat skema titik tiang pancang
beserta nomor urut tiang pancang untuk memancang tiang dengan ukuran dan
jumlahserta kedalaman sesuai dengan rencana dengan cara memberikan tanda
pada tiap tiang pancang dengan cat atau sejenisnya pada setiap kedalaman 0,5
m, serta panjangkeseluruhan tiang pancang diberi tanda setiap 1,0 m.
2) Pemasangan Angkur.
Angkur merupakan sejenis potongan besi berfungsi mengokohkan atau
merapikan suatu struktur bangunan. Dalam hal pekerjaan ini adalah untuk
meletakan guide beamagar dapat berdiri tegak dan sejajar dengan garis tingkat
kelurusan yang telah ditentukan.
3) Pemasangan Guide Beam.
Guide Beam merupakan alat penyangga agar sheet pile dapat berdiri tegak.
Disamping itu juga berfungsi untuk membantu pemasangan sheet pile dan
mempermudah proses pemasangan ketika sheet pile dipukul menggunakan
hammer atau vibro agar posisi sheet pile tetap stabil.
4) Pengangkatan Tiang.
Proses pengangkatan tiang menggunkan crane, namun sebelumnya diukur
terlebih dahulu posisi titik angkat supaya tidak terjadi kerusakan atau patah pada
tiang saat pengangkatan.
5) Mempersiapkan lokasi dimana alat pemancang akan diletakan, tanah haruslah
dapat menopang berat alat. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada
di bawah permukaan tanah asli, maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu
sebelumpemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi
tidak terganggu oleh penggalian diluar batas-batas yang ditunjukan oleh gambar
kerja.
6) Pemancangan Sheet Pile harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel. Tiang
pancang Sheet Pile diikatkan pada sling yang terdapat pada alat, lalu ditarik
sehingga tiang pancang masuk pada bagianalat.
7) Pemancangan Sheet Pile harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau
penetrasi tertentu sesuai dengan perencana atau Direksi Pekerjaan. Selanjutnya
dilakukan pemancangan di titik berikutnya dengan langkah yang sama sehingga
tiang pancang masuk pada bagian alat.
8) Proses Pelepasan GuideBeam
Setelah proses pemancangan berada pada ketinggian yang sesuai dengan tinggi
guide beam, unttik memperlancar proses pemancangan sampai pada tanah keras,
maka terjadipelepasan guide beam. Karena guide beam itu sendiri hanya berfungsi
sebagai frame atau penyanggah agar letak pancang tetap stabil pada saat
pemukulan hal itu dikarenakan pancang terlalu panjang, sehingga perlu bantuan
untuk menyanggah agar pancang tetap tegaklurus.
9) Proses Pengukuran Kembali TerhadapKelurusan
Setelah pelepasan guide beam dan sheet pile benar-benar berada pada posisi tegak
lurus,hal itu tidak membuat para surveyor diam saja. Maka para Surveyor
melakukan pengukuran atau membidik kembali titik-titik yang sudah ditentukan
di awal pekerjaan apakah letak pancang benar benar lurus dantegak,sehingga
tidak akan
mengalami sleding yang ditimbulkan karena struktur tanah dan mengakibatkan
pancangsewaktu-waktu bergeser karena tanah yang berhubungan dekat dengan
air. Batas toleransi elevasi pergeseran pancang adalah 10cm.
10) Proses Pemukulan Kembali Setelah pelepasan Guide Beam
Setelah proses pelepasan guide beam dan pengukuran terhadap kelurusan pancang
maka langkah selanjutnya adalah melanjutkan pemukulan pancang dengan
menggunakan alat pancang yang sesuai kebutuhan untuk mencapai tanah keras.
Direncanakan untuk proses pembuatan Capping beam dengan sisa pancang + 3.5
meter.
11) Pekerjaan Pemotongan Top Level
Untuk pemotongan tiang pancang digunakan tenaga manual, dan hasil potongan
dikumpulkan serta dibuang ke area yang telah ditentukan. Untuk ikatan antara
Tiang pancang dengan Lantai Konstruksi ditambahkan besi pada tiang pancang.
3. Pekerjaan pemasangan kanalUNP
Pemasangan Wale SteelUNP
Setelah proses pemancangan selesai, maka langkah selanjutnya adalah
memasangWale Steel UNP agar pancang tidak lari atau bergeser karena sifat
tanah jika terkena air maka akan berubah sewaktu-waktu. Untuk menghindari
kejadian tersebut makadilakukan pemasangan Wale Steel UNP yang
panjangnya sekitar ± 6 meter karena hanya per segmen saja yaitu berisi 6
buah pancang. Letaknya di belakang pancang,serta dilakukan bersamaan
dengan pemasangan Tie rod yang letaknya didepan pancang, berfungsi
mengunci pancang yang saling berhadapan.
4. PekerjaanPembuatanPileCap
Pile Cap (beton fc_' 20 MPa) merupakan elemen struktur yang berfungsi
untukmenyebarkan beban ke tiang tiang, metodenya adalah:
1) Pekerjaan persiapan, yaitu menentukantitik as pile cap sesuai rencana.
2) Pekerjaangalian,kedalaman galian sesuai dengan dimensi pile cap.
3) Pemotongan kepala sheet pile, dengan menyisakan tulangan sheetpile.
4) Pembuatanbekisting, merangkai besi tulangan pile cap, dan pengecoran
5. Pengadaan dan pemasangan Slink Baja, Ø 25mm, seling dan jarum pengeras