URAIAN SINGKAT PEKERJAAN PINTU AIR LUBUK KEMUDI (LANJUTAN)
Secara garis besar Pekerjaan Pintu Air Lubuk Kemudi (lanjutan) dapat dibagi dalam tahapan
berikut :
I. Tahap Pekerjaan Persiapan
A. Mobilisasi
1. Mobilisasi personil
Mobilisasi personil dalam pekerjaan ini harus sesuai kebutuhan yang tercantum
padaDokumen Tender.
2. Mobilisasi alat
Mobilisasi alat dalam pekerjaan ini harus sesuai kebutuhan yang tercantum
pada
Dokumen Tender.
3. Mobilisasi bahan
Mobilisasi bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini diangkut ke tempat
penyimpanansesuai jadwal yang dipersiapkan.
B. Demobilisasi
Demobilisasi meliputi peralatan, fasilitas kantor, personil dan demobilisasi lainnya.
Demobilisasi dilakukan setelah selesai serah terima pertama pekerjaan.
C. Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontsruksi(RK3K)
1. Mengutamakan keselamatan kerja dengan menyediakan sarana pengamanan
kerja baik itu berupa helm, sepatu, pakaian pelindung dan pengaman lainyang
diperlukan.
2. Menyelenggarakan, membangun tanda-tanda bahaya dan isyarat-isyarat yang
sesuai dan cukup serta mengambil tindakan pencegahan yang perlu untuk
perlindungan pekerjaan dan keselamatan umum. Jalan-jalan yang tertutup bagi
lalulintas harus dilindungi dengan perintang yang cukup, perintang tersebut
diberi penerangan atau lampu dan dinyalakan mulai sejak matahari terbenam
hingga matahari terbit.
3. Berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat untuk menghindari hal-hal
yang tidakdiinginkan.
4. Menjaga kebersihan agar menjamin kesehatanlingkungan.
5. Menyediakan kotak obat lengkap dengan obat-obatan untuk memberi
pertolongan darurat bila ada petugas/pekerja yang sakit.
6. Mengasuransikan tenaga kerja.
7. Penginapan untuk petugas/pekerja layak dan memenuhi syarat kesehatan.
8. Menyediakan fasilitas sebagaiberikut;
- Listrik dan penerangan untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaandan
keamanan.
- Air minum atau air bersih yang dapat diminum untuk semua keperluan
selamapelaksanaan pekerjaan dan semua petugas yang adadiproyek.
- Alat-alat pemadam kebakaran.
- Alat-alat P3K.
- Kamar mandi dan WC untuk pekerjaan lapangan termasuk septictank
sementara.
- Alat Komunikasi.
- Alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3).
II. Tahap Pekerjaan Tanah
A. Pekerjaan Galian Tanah mengunakan excavator +ponton
Pekerjaan galian tanah mengunakan excavator + ponton harus sesuai dengan
bestekdan gambar konstruksi, baik mengenai ukuran dan bentuk penampang
maupun elevasinya.
Tanahbekasgalianyangtidakdipakaiharusdiratakandiluarlokasipekerjaanserta
tidakmengganggu lingkungansekitar.
B. Pekerjaan Timbunan Tanah urug sayap bangunan
Pekerjaan timbunan tanah urug sayap bangunan pada struktur bangunan
dilakukan setelah pekerjaan struktur sayap selesai. Tanah timbunan harus
dari tanah yang telah dibersihkan dari segala kotoran seperti akar-akar, rumput-
rumput dan sebagainya, tanah yang terlalu kering harus dikasih air secukupnya.
Tanah untuk timbunan harus diambil dari suatu tempat yang tidak mengganggu
lokasi tempat pekerjaan.
Penimbunan pada bangunan dan urugan kembali lobang-lobang pondasi dan
lainnya harus dilakukan lapis demi lapis setebal 20 - 30 cm dan dipadatkan.
Untuk mencegah adanya genangan air hujan, maka setiap lapisan permukaan
pemadatan tanah harus dibuat rata dan sedikit agak miring keluar.
III. Pekerjaan Pasangan Konstuksi PintuAir
A. Pengadaan dan Pemancangan CerucukGelam
Pengadaan cerucuk gelam di lokasi pekerjaan. Selanjutnya pemancangan cerucuk
gelam dengan Ø 8-10 cm sepanjang 4 M dipancang dibagian bawah lantai bronjong
menggunakan alat manual.
B. Bekisting
Yang akan dibuat bekisting adalah bagian Pondasi, Sheet File, Lantai, Dinding, Pilar,
Mercu dan Jembatan. Semua cetakan harus mempunyai permukaan yang halus,
bersih dan dalamkondisi baik. Tipe, bentuk, ukuran, permukaan dan mutu bahan
cetakan harus mendapatpersetujuan Direksi.
Permukaan cetakan harus diberi minyak pelumas saat menjelang penuangan
coran. Pastikan terlebih dahulu umur beton cukup dan tidak rusak apabila bekisting
tersebut dibongkar.
C. Sand Cement
Pekerjaan sand cement adalah lapisan base yang terdiri dari hasil pencampuran
pasir dansemen dengan adukan 1 Pc : 6 Psr yang kemudian dimasukkan ke dalam
karung dan disusun di lokasi pekerjaan sesuai Gambar dan petunjuk Direksi.
D. Beton FC_' 20 Mpa
Pelaksanaan pekerjaan yaitu semen, pasir, kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton menggunakan alat Concrete Mixer dengan komposisi beton fc’20
Mpa. Beton dicor ke dalam bekisting yang telah disiapkan kemudian dipadatkan,
penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan, setelah beton mengering untuk
perawatan dilakukan penyiraman sesuai petunjuk Direksi. Pekerjaan Beton ini
dilakukan pada bagian sesuai RAB dan gambar serta petunjuk Direksi.
F. Pembesian
Pekerjaan ini dilaksanakan secara manual, dimensi pekerjaan disesuaikan dengan
spesifikasi dan gambar rencana. Pelaksanaan pekerjaan yaitu besi tulangan
dipotong dan dibengkokan sesuai dengan yang diperlukan. Batang tulangan
dipasang/disusun sesuai dengan gambar rencana dan persilangannya diikat
dengan kawat beton.
G. Acian Dinding
Acian dinding dilakukan dengan adukan sesuai dengan RAB pada bagian
bangunan, dinding dan lain-lain baik pada bangunan bendung dan bangunan
lainnya. Sebelum plesteran dimulai, permukaan pasangan dibersihkan dan
dibasahi dulu dengan air.
H. Pemancangan dan Pengelasan Besi Trashrak
Pemancangan besi trashrak dia. 6 inc dipancang di bagian depan konstruksi pintu air
dilakukan menggunakan alat pancang hamer. Besi dia 2,5 inch di las menempel
pada besi dia.6 inc, fungsinya sebagai pengikat/skur antar tiang Konstrusi Besi
trashrak ini berfungsi sebagai perisai/ pengaman konstruksi pintu air dari sampah dan
tumbuhan air yang bisa mengganggu fungsi pintu airtersebut.
Kayuagung, Juni 2023
Pejabat Pembuat Komitmen
Ir. A. OKTARIANSYAH, P, ST
NIP. 19861025 200903 1 001