Perkuatan Tebing Sungai / Saluran Sambas Kecil Kab. Sambas

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 9380097
Date: 16 August 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Kalimantan Barat
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 1,400,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 1,150,000,000
Winner (Pemenang): CV Dwr Utama Kalbar
NPWP: 904977147704000
RUP Code: 42867608
Work Location: Perkuatan Tebing Sungai / Saluran Sambas Kecil Kab. Sambas - Sambas (Kab.)
Participants: 58
Applicants
Reason
0904977147704000Rp 1,012,021,146-
0942884594704000Rp 1,090,724,763-
0027122043701000--
0025165572701000--
CV Borneo Raya Kontraktor
06*5**6****01**0Rp 883,509,417Alat tidak sesuaiPada BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP). Persyaratan Teknis, yaitu Memiliki kemampuan menyediakan peralatan utama untuk pelaksanaan pekerjaan. khususnya pada Peralatan dump truck : Tidak Sesuai dan Tidak Memenuhi (Sesuai dengan dokumen teknis yang dilampirkan bahwa peralatan dump truck yang diajukan tidak sesuai dengan jenis alat yang dipersyaratkan )
0748417391702000Rp 920,001,523Berdasarkan Pada BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP), Dalam hal peserta tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi/evaluasi kewajaran harga, maka menggugurkan penawaran; dalam hal ini CV. Jas Merah tidak menghadiri Undangan klarfikasi , (dari hasil tersebut maka CV. Merah tidak hadir dalam klarifikasi, maka menggugurkan penawaran) , Tidak memenuhi Persyaratan Sisa Kemampuan Paket (SKP)
0839928223701000--
0615610565701000--
0030271944701000--
0030273023701000--
0764283099701000--
0027648187701000--
0025167743701000--
0922018940705000--
0031648249214000--
0726610736701000--
CV Heora Istiqomah
04*1**7****07**0--
0022607345703000--
0404058125702000--
CV Gapura Jaya
00*6**6****01**0--
0661414557701000--
0014533343701000--
0749449393701000--
0415748979701000--
0020748216702000--
0020862850705000--
0029428752701000--
0952104057703000--
0948382957701000--
0027647288701000--
0851920538701000--
0768871964701000--
0027125301703000--
0629774027704000--
0023824840702000--
0635502412707000--
Menara Gading
00*9**5****01**0--
0026824847701000--
Suryanti
0029397486706000--
0017136706431000--
0029425444701000--
Chanel
00*8**4****21**0--
0017816471701000--
0722727484703000--
0032784902701000--
0027648849701000--
0916437528707000--
0030622229214000--
0922841101704000--
0769774944705000--
0029043254701000--
0837788702702000--
0840324446654000--
0016676413704000--
Prasandha Saputra
00*6**1****02**0--
Aero Usaha Bersama
06*5**1****01**0--
0629604513707000--
0904976222704000--
Attachment
Pekerjaan Pendahuluan                                                 
     a. Pemasangan papan nama.                                            
     b. Pemasangan patok-patok, bouwplank, pengukuran dan lain-lain.      
     c. Kontraktor wajib menyediakan kotak P3K yang berisi obat-obatan yang diperlukan serta untuk
       pencegahan penularan virus covid 19 (masker, sanitizer dan lain – lain), rol meter, rambu-rambu
       lalu lintas dan lain-lain yang diperlukan demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
     d. Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor dengan diawasi oleh pengawas lapangan yang ditunjuk
       untuk melaksanakan pengukuran pada lokasi pekerjaan untuk menentukan batas-batas situasi
       wilayah kerja yang ditentukan/sesuai dengan gambar rencana.        
     e. Pengukuran harus dilaksanakan oleh ahli (sekurang-kurangnya) orang yang dapat mengerti
       secara baik pemakaian alat ukur.                                   
     f. Pada tiap 50 meter harus dipasang patok-patok kayu dan ditanam kuat sehingga tidak terganggu
       selama masa pelaksanaan pekerjaan.                                 
     g. Kontraktor wajib memelihara, memperbaiki dan membersihkan kembali jalan/jembatan yang
                                                                          
       rusak akibat pelaksanaan pekerjaan ini seperti kondisi sebelumnya. 
     h. Kontraktor harus melakukan pengaturan lalu lintas dan lain-lain, sehingga lalu lintas tetap lancar.
     i. Penempatan peralatan pada waktu istirahat/diluar jam kerja diatur sedemikian rupa sehingga
       tidak menganggu kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung kecuali atas izin dari
       pejabat yang berwenang.                                            
       Peralatan yang digunakan adalah :                                  
        ⚫ Truck Tronton Bak Crane                                         
        ⚫ Pile Drop Hammer                                                
        ⚫ Concrete Mixer                                                  
        ⚫ Tota Station (integrasi EDM lengkap Processor) Tripod           
        ⚫ Dump Truck                                                      
                                                                          
    Pekerjaan Turap Beton                                                 
    Pekerjaan turap beton meliputi tahapan pekerjaan sebagai berikut :    
    a. Pengukuran dan positioning                                         
       Langkah – langkah Pengukuran                                       
       1) Menentukan titik-titik Koordinat, ini diperlukan untuk menentukan pemasangan Sheet Pile .
                                                                          
       2) Membaca gambar dengan melihat bentuk dan ukuran bangunan untuk diaplikasikan
         dilapangan.                                                      
       3) Menentukan elevasi kedalaman galian pondasi dan lantai basement, kesalahan dalam
         penentuan elevasi ini dapat menyebabkan pemborosan pekerjaan urugan dan galian tanah.
       4) Menentukan as untuk mencari lokasi titik Sheet Pile.            
       5) Memonitoring saat Pekerjaan Pemancangan terhadap Titik rencana yang sudah
         direncanakan.                                                    
    Pengadaan Turap Sheet Pile                                            
                                                                          
   1.1. Kondisi Bahan                                                     
     1) Didalam Memulai Pekerjaan, Mempersiapkan kebutuhan Material Perlu pengecekan terhadap
                                                                          
        kebutuhan volume di lapangan.                                     
                                                                          
     2) Sheet Pile Yang digunakan bersertifikasi uji laboratorium dari pabrik.
   1.2. Kondisi Peralatan                                                 
                                                                          
     1) Sebelum memulai pekerjaan pemancangan, kesiapan peralatan beserta kelengkapannya harus
       bisa diyakini berfungsi sebagaimana mestinya,dan mendapat persetujuan tertulis Pengawas.
                                                                          
   1.3. Identifikasi                                                      
                                                                          
     1) Sebelum dipindahkan dari tempat penyimpanan/gudang, tiang dalam bentuk pipa dan sheet-pile
       harus diberi tanda-tanda/identifikasi. Sebelum dipancang tiang harus diperiksa terlebih dahulu
                                                                          
       untuk mendapat persetujuan untuk dipancang.                        
    2) Untuk mengetahui masuknya tiang ke dalam tanah maka setiap tiang harus diberi tanda dengan
       cat minimum pada setiap meternya.                                  
                                                                          
                                                                          
                                                                          
    Pekerjaan Pemancangan Turap Sheet Pile                                
                                                                          
  Pelaksanaannya akan dijelaskan seperti dibawah ini :                    
                                                                          
                                                                          
   1. Persiapan Lokasi Pemancangan Mempersiapkan lokasi dimana alat pemancang akan diletakan,
     tanah haruslah dapat menopang berat alat. Bilamana elevasi akhir kepala tiang pancang berada di
                                                                          
     bawah permukaan tanah asli, maka galian harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum
                                                                          
     pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan agar dasar pondasi tidak terganggu oleh
     penggalian diluar batas-batas yang ditunjukan oleh gambar kerja.     
                                                                          
   2. Persiapan Alat Pemancang Pelaksana harus menyediakan alat untuk memancang tiang yang
     sesuai dengan jenis tanah dan jenis tiang pancang sehingga tiang pancang tersebut dapat
                                                                          
     menembus masuk pada kedalaman yang telah ditentukan atau mencapai daya dukung yang telah
                                                                          
     ditentukan,tanpa kerusakan. Bila diperlukan, pelaksana dapat melakukan penyelidikan tanah
     terlebih dahulu. Alat pancang yang digunakan dapat dari jenis crane, diesel atau hidrolik. Berat palu
                                                                          
     pada jenis drop hammer sebaiknya tidak kurang dari jumlah berat tiang beserta topi pancangnya.
     Sedangkan untuk diesel hammer berat palu tidak boleh kurang dari setengah jumlah berat tiang
                                                                          
     total beserta topi pancangnya ditambah 500 kg dan minimum 2,2 ton.   
   3. Pemacangan Sheet Pile harus dilindungi dengan bantalan topi atau mandrel. Tiang pancang Sheet
     Pile diikatkan pada sling yang terdapat pada alat, lalu ditarik sehingga tiang pancang masuk pada
                                                                          
     bagian alat.                                                         
    Pemancangan Sheet Pile harus dipancang sampai penetrasi maksimum atau penetrasi tertentu
                                                                          
    sesuai dengan perencana atau Direksi Pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pemancangan di titik
    berikutnya dengan langkah yang samak sehingga tiang pancang masuk pada bagian alat.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
    Pekerjaan Pemotongan Top Level                                        
                                                                          
   a. Pemotongan Tiang Pancang Sheet Pile                                 
                                                                          
  1. Untuk pemotongan tiang pancang digunakan tenaga manual, dan hasil potongan dikumpulkan serta
     dibuang ke area yang telah ditentukan.                               
  2. Untuk ikatan antara Tiang pancang dengan Lantai Konstruksi ditambahkan besi pada tiang pancang.
                                                                          
   b. Pelaksanaan test yang dilakukan adalah:                             
     – PDA Test                                                           
     – Loading Test                                                       
                                                                          
     – Tensioned Load Test                                                
                                                                          
   c. Pemasangan Angkur Pemasangan angkur ini bertujuan sebagai tempat perletakan guide beam
     agar berdiri sejajar dengan garis titik kelurusan yang sudah ditentukan oleh para surveyor.
                                                                          
   d. Pemasangan Guide beam Guide beam mi adalah tempat pancang berdiri tegak yang sengaja di
     desain dan digunakan untuk membantu menegakkan pancang CCSP agar mempermudah proses
     pernancangan ketika akan dipukul menggunakan hammer atau vibro.      
                                                                          
   e. Proses Pengangkatan Tiang Pancang CCSP Pengambilan tiang pancang CCSP untuk dipasang
     pada posisi pemancangan harus diperhitungkan terhadap momen karena berat sendiri.
                                                                          
   f. Untuk tiang pancang CCSP yang panjang perlu diambil dengan beberapa titik, untuk mengurangi
     pan jang tiang yang tidak terdukung. Pengangkatan tiang pancang CCSP menggunakan Crawler
     Crane HP55 dengan posisi titik angkat sesuai dengan perhitungan sehingga tidak terjadi patah pada
     saat pengangkatan.                                                   
                                                                          
                                                                          
   g. Pemancangan                                                         
                                                                          
   1) Menggunakan Pile Drop Hammer                                        
   2) Menggunakan Vibratory Hammer                                        
                                                                          
   h. Proses Pelepasan Guide Beam                                         
   Setelah proses pemancangan berada pada ketinggian yang sesuai dengan tinggi guide beam, unttik
   memperlancar proses pemancangan sampai pada tanah keras, maka terjadi pelepasan guide beam.
   Karena guide beam itu sendiri hanya berfungsi sebagai frame atau penyanggah agar letak pancang
   tetap stabil pada saat pemukulan hal itu dikarenakan pancang terlalu panjang, sehingga perlu bantuan
   untuk menyanggah agar pancang tetap tegak lurus.                       
                                                                          
   g. Proses Pengukuran Kembali Terhadap Kelurusan                        
   Setelah pelepasan guide beam dan pancang CCSP benar-benar berada pada posisi tegak lurus, hal itu
   tidak membuat para surveyor diam saja. Maka para Surveyor melakukan pengukuran atau membidik
   kembali titik-titik yang sudah ditentukan di awal pekerjaan apakah letak pancang benar
   benar lurus dan tegak,sehingga tidak akan mengalami sleding yang ditimbulkan karena struktur
   tanah dan mengakibatkan pancang sewaktu-waktu bergeser karena tanah yang berhubungan dekat
   dengan air. Batas toleransi elevasi pergeseran pancang adalah + 10 cm. 
                                                                          
                                                                          
   h. Proses Pemukulan Kembali Setelah pelepasan Guide Beam               
   Setelah proses pelepasan guide beam dan pengukuran terhadap kelurusan pancang maka langkah
   selanjutnya adalah melanjutkan pemukulan pancang CCSP dengan menggunakan alat pancang yan
   sesuai kebutuhan untuk mencapai tanah keras. Pancang CCSP mi didesain dengan panjang 10 meter
   dan direncanakan untuk proses pembuatan Capping beam dengan sisa pancang + 3.5 meter.
   Sedangkan kedalaman tanah mencapai tanah keras ± 6.5 meter. O!eh karena itu
    CCSP didesain dengan panjang 10 meter agar menghasilkan sisa pancang yang seragam.
                                                                          
                                                                          
    Pekerjaan Tie Rod & pemasangan kanal UNP                              
                                                                          
  Pemasangan Wale Steel CNP dan Tie rod                                   
  Setelah proses pemancangan selesai, maka langkah selanjutnya adalah memasang Wale Steel CNP dan
  Tie rod agar pancang tidak lari atau bergeser karena sifat tanah jika terkena air maka akan berubah
  sewaktu-waktu. Untuk menghindari kejadian tersebut maka dilakukan pemasangan Wale Steel CNP yang
  panjangnya sekitar ± 6 meter karena hanya per segmen saja yaitu berisi 6 buah pancang. Letaknya di
  belakang pancang, serta dilakukan bersamaan dengan pemasangan Tie rod yang letaknya didepan
                                                                          
  pancang, berfungsi mengunci pancang yang saling berhadapan.             
                                                                          
  j. Pekerjaan Pemotongan Sisa Pancang CCSP                               
  Setelah proses pemancangan CCSP, pasti ada tiang pancang yang tersisa diatas elevasi rencana, ha]
  mi karena karakteristik tanah setiap titik berbeda-beda, sehingga pencapaian tiang pancang ke dalam
  tanah keras ikut berbeda juga. Untuk menyetarakan tiang pancang tersebut dengan gambar bestek, maka
  satu-satunya cara adalah dengan cara penghancuran tiang pancang menggunakan palu (hammer).
                                                                          
                                                                          
    Pekerjaan Balok penutup                                               
                                                                          
     Pekerjaan balok penutup meliputi tahapan pekerjaan sebagai berikut : 
                                                                          
     a. Pekerjaan Pemasangan Bekisting                                    
        1) Pekerjaan bekesting dilakukan setelah pekerjaan urugan sirtu dan pasir dianggap padat dan
          rata.                                                           
        2) Bekesting menggunakan kayu kelas IV berbentuk papan dengan permukaan yang rata dan
          lurus, dengan ukuran tinggi 16 cm dan tebal 1,8 cm dengan panjang sesuai dengan panjang
          yang direncanakan.                                              
        3) Bekesting dipasang pada bagian sisi kanan dan kiri kemudian dipasang penyangga (stut)
          pada setiap beberapa meter agar bekesting dapat berdiri tegak dan lurus, diusahakan agar
          tidak terdapat celah/lubang yang akan membuat campuran dapat keluar.
        4) Setelah pekerjaan bekesting dan urugan pasir selesai dikerjakan selanjutnya urugan pasir
          tersebut dilapisi dengan plastik beton dengan ukuran sesuai petunjuk gambar kerja dan
          lebarnya menutupi galian kanstin yang berfungsi untuk mencegah timbulnya air tanah
          terhadap pengaruh mutu beton.                                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
     b. Pekerjaan Beton.                                                  
                                                                          
       1. Untuk pekerjaan beton digunakan campuran beton setara K-225 (fc=18,68 Mpa) yang
          digunakan untuk pengecoran dengan ukuran disesuaikan dengan gambar rencana.
          Pengadukan campuran menggunakan alat mekanis (beton molen).     
       2. Semua material yang dibutuhkan untuk menghasilkan beton dengan mutu yang ditentukan
          harus mengikuti syarat-syarat dibawah ini :                     
          a. Semen                                                        
             Semua semen portland standar harus memenuhi persyaratan kimia dan fisik
             sebagaimana tercantum SK SNI S-04-1989-F.                    
          b. Agregat Halus (Pasir)                                        
             Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami
             dari batu-batuan atau berupa pasir batuan yang dihasilkan oleh alat pemecah batu.
             Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (ditentukan terhadap
             berat kering). Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat untuk semua mutu beton.
          c. Agregat Kasar (Kerikil Tersaring)                            
             Agregat kasar untuk beton dapat berupa kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dan
                                                                          
             batu-batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu.. Agregat
             harus terdiri dari butiran-butiran yang keras tidak berpori. Agregat yang mengandung
             butir-butir pipih hanya dapat dipakai apabila jumlah butirannya tidak melampaui dari
             berat agregat seluruhnya. Butiran-butiran agregat kasar harus bersifat kekal. Artinya
             tidak pecah ataupun hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca seperti air hujan dan terik
             matahari. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan
             terhadap berat kering. Agregat kasar harus tidak boleh mengandung zat-zat yang
             dapat merusak beton seperti zat-zat reaktif alkali. Besar butir agregat kasar untuk
             campuran beton adalah 1-2                                    
             cm.                                                          
          d. Air                                                          
             Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak asam,
             alkalin, garam bahan-bahan organik atau bahan-bahan lain yang merusak dan atau
             baja tulangan. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum.
       3. Pelaksanaan                                                     
          a. Pengadukan beton.                                            
            Syarat pelaksanaan pekerjaan beton dari mengaduk sampai perawatan hendaknya
            sesuai dengan yang diisyaratkan PBI 1971-bab 6 dengan syarat-syarat dibawah ini :
             Pengadukan, pengangkutan dan pengecoran beton sebaiknya dilaksanakan pada
             cuaca yang baik.                                             
             Mutu beton dan metode pelaksanaan harus disetujui oleh konsultan pengawas.
             Beton harus diaduk di lapangan dengan mengunakan concrete mixer dimana akan
             didapatkan hasil adukan yang homogen. Dimana semen ditakar dengan jumlah sesuai
             speksifikasi yang ditentukan, maka harus diusahakan sedemikian agar campuran
             terdiri dari jumlah semen bulat dalam zak.                   
              Pengadukan kembali beton-beton yang sudah mulai mengeras tidak diperbolehkan.
          b. Pengecoran                                                   
            Pengecoran tidak boleh dilakukan sebelum pekerjaan perancah acuan dan pekerjaan
                                                                          
            persiapan yang disebutkan pada spesifikasi ini telah sempurna dikerjakan.
               Sebelum pengecoran dimulai semua alat-alat material dan pekerjaan harus sudah
               berada ditempat dimana seharusnya dan alat-alat dalam keadaan bersih serta siap
               untuk dipakai.                                             
               Permukaan sebelah dalam dari bekesting harus sudah dibersihkan dari bahan-
               bahan lepas, kotoran-kotoran maupun sampah.                
               Bekesting yang terbuat dari kayu dan dimana dikuatirkan adanya pengisapan air
               kayu, harus terlebih dahulu dibasahi dengan air hingga jenuh.
               Pengecoran sebaiknya dilakukan segera setelah selesai pengadukan dan sebelum
               beton mulai mengeras. Penundaan pengecoran dalam hal ini masih diizinkan dalam
               batas dimana beton masih dapat dikerjakan tanpa penambahan air.
               Pengecoran dan pengerjaan beton harus diselesaikan dalam waktu 20 menit
               sesudah keluar dari mixer, kecuali bilah diberikan bahan-bahan pembantu dengan
               maksud untuk melambatkan proses pengerasan beton.          
               Cara pengerjaan hendaknya dikerjakan sedemikian sehingga tidak terjadi
               pemisahan bahan (segregasi) dan pengerjaan kembali beton yang telah selesai
               dicor itu.                                                 
                                                                          
               Adukan tidak boleh dijatuhkan melebihi tinggi 1 ½ meter dan tidak diperkenankan
               menimbun beton dalam jumlah banyak disuatu tempat dengan maksud untuk
               kemudian meratakannya sepanjang acuan.                     
               Pada setiap jarak 2 meter pekerjaan rabat beton dibuat dilatasi dengan
               menggunakan papan mal berukuran tebal 1,8 cm dan tinggi 5 cm yang dipasang
               sesuai dengan petunjuk gambar kerja dan persetujuan direksi teknis.
               Lubang-lubang untuk pengaliran air, atau keperluan lainnya, dapat dibuat dari
               bambu-bambu atau batang-batang pisang dengan maksud untuk memudahkan
               pengambilanya pada waktu pembongkaran acuan.               
                                                                          
          c. Pemadatan                                                    
               Selama pengocoran, beton harus dipadatkan dengan alat-alat pemadat, dapat
               secara mekanis atau cara pemadatan dengan tenaga manusia.  
               Cara pemadatan dengan tenaga manusia terdiri dari memukul-memukul dari
               sebelah luar, merocok dan menusuk-nusuk adukan beton secara kontinyu.
               Ketelitian dalam hal ini sangat perlu untuk diperhatikan agar semua sudut-sudut
               terisi, sela-sela diantara dan disekeliling terpenuhi tanpa mengeser menjadi rata
               dan halus, mengeluarkan gelembung-gelembung udara dan mengisi semua
               rongga.                                                    
               Tenaga yang mengerjakan pekerjaan ini harus telah memiliki pengalaman.
                                                                          
                                                                          
          d. Permukaan Beton Jadi                                         
               Semua permukaan jadi dari semua pekerjaan beton harus rata, lurus tidak nampak
               bagian-bagian yang keropos atau bagian-bagian yang membekas pada permukaan
               ujung-ujung atau sudut-sudut harus dibentuk penuh dan tajam. Setelah
               pembongkaran bekesting, bagian-bagian yang rapuh, kasar lubang-lubang dan
               bagian-bagian yang tidak memenuhi syarat-syarat harus segera diperbaiki dengan
               cara pemahatan dan mengisi kembali dengan adukan semen yang sesuai baik
                                                                          
               kekuatan maupun warnanya, untuk kemudian diratakan dengan kayu perata.
               Pekerjaan-pekerjaan itu sebaiknya diselesaikan secepat mungkin dan tidak lebih
               dari maksimum 2 hari setelah pembongkaran acuan.           
          e. Perawatan Beton                                              
Pada umumnya beton baru selesai di cor harus dilindungi terhadap hujan dan panas matahari serta
kerusakan-kerusakan lainnya yang disebabkan oleh gaya-gaya sentuhan sampai beton telah menjadi keras.
Tenders also won by CV Dwr Utama Kalbar
Authority
24 September 2025Normalisasi/ Restorasi Sungai / Saluran Sungai Kunyit, Kab. MempawahProvinsi Kalimantan BaratRp 1,646,017,400
25 March 2021D.I Guro Desa Suak Barangan Kec. Sadaniang (Dak)Kab. MempawahRp 710,840,000
21 August 2024Normalisasi Sungai Ansalak Kecamantan Menjalin Kabupaten LandakProvinsi Kalimantan BaratRp 500,000,000
24 April 2020Rehabilitasi Jaringan Irigasi Dir. Simpang EmpatProvinsi Kalimantan BaratRp 500,000,000
9 May 2024Rehabilitasi Ruang Kelas Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang Beserta Perabotnya (Dak) Sd Negeri 20 Sungai PinyuhKab. MempawahRp 425,918,100
4 November 2025Sp. Gor - Moton Asam (Lanjutan)Kab. MempawahRp 400,000,000
11 September 2019Jl. Temawang RT.00 Dusun Tunas Jaya Desa SamboraPemerintah Daerah Kabupaten MempawahRp 400,000,000
14 November 2025Peningkatan Kualitas Permukiman Jalan Al Falah 3 Kelurahan Terusan Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten MempawahProvinsi Kalimantan BaratRp 360,000,000
30 May 2021Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sd Negeri 12 Sungai PinyuhKab. MempawahRp 360,000,000
21 June 2022Sarana Budidaya Ikan Air Tawar (Nila, Gurame, Lele, Patin) - Kabupaten/KotaKab. MempawahRp 343,000,000