URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Pembuatan Halaman Paving Sekolah SMAN 4 Tarakan
(APBDP)
1. Latar Belakang dan Tujuan
Pekerjaan pemasangan paving block di sekolah SMAN 4 Tarakan secara singkat meliputi
tahap persiapan (meratakan lahan, menyiapkan bahan dan alat), tahap pelaksanaan
(memasang kanstin, menghampar abu batu/pasir, dan memasang paving block), dan
tahap finishing (mengisi celah nat dengan pasir, dan pemadatan akhir). Urutan kerja ini
bertujuan untuk menciptakan permukaan yang rata, kuat, dan estetis di area sekolah
2. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan Pemasangan Paving SMAN 4 Tarakan ini terletak di Kota Tarakan
Provinsi Kalimantan Utara.
3. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Pemasangan Paving SMAN 4 Tarakan ini meliputi :
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
B. PEKERJAAN SLOEF PENGUNCI
C. PEKERJAAN PAVING
4. Tahapannya sbb :
• I. Tahap Persiapan dan Pengukuran
Ini adalah langkah krusial untuk memastikan dasar yang kuat dan desain yang benar.
• 1. Survei dan Pengukuran Awal:
o Melakukan survei area yang akan dipasang paving block (misalnya lapangan
upacara, jalur pejalan kaki, atau area parkir).
o Menentukan batas-batas area, elevasi (ketinggian), dan kemiringan (untuk
drainase) yang diinginkan.
o Membuat patok dan benang panduan untuk batas dan level.
• 2. Pembersihan Lahan:
o Menghilangkan semua material yang tidak diperlukan seperti rumput,
pohon kecil, puing-puing, atau sampah.
o Menggali dan membuang lapisan tanah atas (top soil) atau material lunak
yang tidak stabil.
• 3. Pekerjaan Drainase (Jika Diperlukan):
o Memastikan sistem drainase sudah ada atau membuat saluran air (saluran
tepi, inlet) agar air hujan tidak menggenang di area paving block.
• II. Tahap Pembentukan Lapisan Dasar (Subgrade)
Lapisan dasar adalah fondasi utama yang menahan beban.
• 1. Perataan dan Pemadatan Tanah Dasar:
o Meratakan area tanah dasar sesuai elevasi dan kemiringan rencana.
o Memadatkan tanah dasar menggunakan alat pemadat (stamper
kodok/roller) hingga mencapai kepadatan yang memadai.
• 2. Pemasangan Lapisan Pondasi Bawah (Sub-base Course):
o Menyebarkan material pondasi bawah, umumnya berupa agregat kasar
(misalnya sirtu atau batu pecah/agregat kelas B).
o Ketebalan lapisan ini tergantung beban rencana (misalnya 15-20 cm).
o Meratakan dan memadatkan lapisan pondasi bawah ini dengan air
secukupnya hingga padat (biasanya mencapai 95-100% Proctor Modified).
• III. Tahap Pelaksanaan Pemasangan
Ini adalah proses inti dari pemasangan paving block.
• 1. Pemasangan Lapisan Perata/Lapisan Alas (Bedding Course):
o Menyebarkan pasir alas (pasir pasang yang bersih, tanpa lumpur dan bahan
organik) di atas lapisan pondasi yang sudah padat.
o Ketebalan pasir alas yang ideal adalah 3-5 cm setelah dipadatkan.
o Meratakan pasir alas menggunakan jidar (screeding) sesuai level dan
kemiringan yang telah ditentukan. Pasir ini tidak boleh dipadatkan sebelum
paving block terpasang.
• 2. Pemasangan Paving Block:
o Memulai pemasangan dari titik awal yang sudah ditentukan (biasanya dari
tepi atau sudut).
o Memasang paving block dengan pola yang dipilih (misalnya herringbone,
basketweave, atau stretcher bond).
o Memastikan ada jarak antar blok (nat) yang seragam, biasanya 2-3 mm,
untuk pengisian pasir pengunci.
o Memotong paving block di area tepi atau sudut yang tidak pas
menggunakan cutter khusus.
• 3. Pemasangan Kanstin/Pengunci Tepi (Edge Restraint):
o Memasang kanstin beton di sekeliling area paving block untuk mencegah
pergeseran lateral (ke samping) pada blok.
o Kanstin ini harus dipasang dengan mortar semen yang kuat dan didukung
dengan beton lean concrete di belakangnya.
• IV. Tahap Pemadatan dan Penyelesaian Akhir
Tahap ini mengunci paving block di tempatnya dan memberikan hasil akhir yang rata dan
kokoh.
• 1. Pemadatan Awal:
o Melakukan pemadatan ringan menggunakan plate compactor (pemadat
piring) di atas paving block yang sudah terpasang.
o Pemadatan dilakukan secara bertahap dari tepi ke tengah.
• 2. Pengisian Pasir Pengunci (Joint Filling):
o Menyebar pasir pengunci (pasir halus dan kering) di atas permukaan paving
block.
o Menyapu pasir tersebut agar mengisi semua celah (nat) antar blok.
• 3. Pemadatan Akhir:
o Melakukan pemadatan kembali menggunakan plate compactor hingga pasir
pengunci turun sepenuhnya dan paving block terkunci satu sama lain.
o Pemadatan ini juga berfungsi untuk meratakan permukaan paving block
secara keseluruhan.
o Jika perlu, lakukan pengisian pasir pengunci dan pemadatan ulang hingga
celah terisi padat.
• 4. Pembersihan Akhir:
o Membersihkan sisa-sisa pasir dari permukaan paving block dan merapikan
area kerja.
Dengan mengikuti tahapan-tahapan ini secara cermat, paving block akan terpasang
dengan kuat, rata, dan memiliki sistem drainase yang baik, menjadikannya area yang
aman dan nyaman untuk kegiatan sekolah.