DINAS KEHUTANAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TA. 2025
PEKERJAAN BELANJA MODAL REHAB SEDANG GEDUNG KANTOR UPT
KPHP BARITO TENGAH – PEMELIHARAAN SARANA PRASARANA
OPERASIONALISASI KPH
A. Uraian Pekerjaan
I. Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan pendahuluan merupakan tahap awal yang sangat penting sebelum
masuk ke kegiatan konstruksi utama. Tahapan ini bertujuan untuk
mempersiapkan lokasi, lingkungan kerja, dan perlengkapan yang dibutuhkan
agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai standar teknis, aman, dan
efisien. Adapun uraian rinci pekerjaan pendahuluan adalah sebagai berikut:
a. Pemasangan Papan Nama Kegiatan
Pekerjaan ini meliputi pembuatan dan pemasangan papan nama proyek yang
mencantumkan informasi penting seperti nama kegiatan, lokasi proyek, nilai
kontrak, waktu pelaksanaan, nama penyedia jasa, dan instansi pelaksana.
Papan nama harus dipasang di lokasi strategis yang mudah terlihat oleh
publik dan sesuai dengan standar ketentuan dari instansi pemerintah.
b. Pekerjaan Pengukuran
Dilakukan pengukuran dan penggambaran ulang terhadap batas area kerja,
denah bangunan, titik acuan, elevasi, serta dimensi lainnya yang diperlukan
untuk pelaksanaan pekerjaan. Pengukuran ini menjadi dasar dalam
menentukan volume pekerjaan dan verifikasi terhadap gambar teknis serta
RAB.
c. Penyediaan Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD)
Untuk menjamin keselamatan kerja di lapangan, penyedia jasa wajib
menyediakan Alat Pelindung Kerja (APK) dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi
seluruh tenaga kerja. Peralatan tersebut antara lain helm proyek, sepatu
pelindung, rompi reflektif, sarung tangan, masker, dan pelindung mata.
Penyediaan ini merupakan bagian dari upaya penerapan sistem Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek.
d. Penyediaan/Sewa Scaffolding
Scaffolding (perancah) disediakan untuk menunjang kegiatan kerja di
ketinggian, seperti pemasangan plafond atau pekerjaan dinding tinggi.
Perancah harus dipasang dengan standar keamanan yang baik untuk
menjamin keselamatan pekerja saat beraktivitas.
e. Pekerjaan Pembongkaran
Pekerjaan ini mencakup pelepasan atau pembongkaran bagian-bagian
bangunan eksisting yang sudah tidak layak, tidak sesuai dengan desain baru,
atau harus diganti. Pembongkaran dilakukan secara hati-hati agar tidak
merusak elemen bangunan lain yang masih dipertahankan.
Pembongkaran Penutup dan Rangka Plafond: Melepas seluruh elemen
plafond lama beserta rangka penyangganya untuk diganti dengan material
dan desain plafond baru.
Pembongkaran Dinding Partisi: Menghancurkan dinding partisi eksisting
dari bahan multipleks atau sejenis yang tidak lagi digunakan sesuai desain
tata ruang baru.
II. Pekerjaan Plafond
Pekerjaan plafond merupakan salah satu komponen penting dalam perbaikan
interior bangunan. Fungsi utama plafond adalah sebagai penutup bagian atas
ruangan yang dapat meningkatkan estetika, meredam suara, serta melindungi
instalasi di atasnya seperti kabel listrik dan pipa. Pekerjaan ini harus dilakukan
secara presisi dan sesuai standar material agar hasilnya rapi dan tahan lama.
Adapun rincian pekerjaan plafond yang dilakukan meliputi:
a. Pemasangan Rangka Plafond Hollow 40x40x2
Pekerjaan ini dimulai dengan pemasangan rangka plafond menggunakan
bahan hollow galvanis ukuran 40x40x2 mm. Rangka ini berfungsi sebagai
kerangka utama penyangga plafond. Pemasangan harus memperhatikan
kekuatan, kelurusan, dan kestabilan, serta mengikuti denah dan ketinggian
plafond yang telah ditentukan dalam gambar kerja.
b. Pemasangan Plafond PVC
Setelah rangka terpasang dengan baik, pekerjaan dilanjutkan dengan
pemasangan lembaran plafond PVC. Material PVC dipilih karena memiliki
kelebihan tahan terhadap air dan rayap, mudah dibersihkan, serta
memberikan tampilan yang modern. Pemasangan dilakukan dengan sistem
sambungan tersembunyi (interlock) agar hasil akhir tampak rapi dan bersih.
c. Pemasangan Lis Plafond PVC
Untuk mempercantik tampilan plafond dan menutupi celah antara dinding dan
plafond, dilakukan pemasangan lis plafond dari bahan PVC. Selain fungsi
estetika, lis juga membantu memperkuat tepi plafond agar tidak mudah
terlepas atau rusak.
III. Pekerjaan Dinding Panel dan Partisi
Pekerjaan dinding panel dan partisi bertujuan untuk membentuk, membagi, dan
memperindah ruang dalam bangunan kantor sesuai dengan kebutuhan tata
ruang baru. Penggunaan material berkualitas serta finishing yang rapi sangat
menentukan kualitas dan kenyamanan interior. Adapun uraian pekerjaan
meliputi:
a. Pemasangan Dinding Backdrop Finishing Lapis HPL
Pekerjaan ini dilakukan untuk membuat dinding latar belakang (backdrop)
yang biasanya digunakan sebagai elemen dekoratif di ruang penerima tamu
atau ruang kerja pimpinan.
Rangka Dinding Hollow 4x4: Digunakan sebagai struktur utama
penyangga backdrop. Pemasangan rangka dilakukan dengan memastikan
kekuatan dan kelurusan.
Penutup Multipleks 12 mm Lapis HPL: Digunakan sebagai permukaan
akhir dinding dengan finishing High Pressure Laminate (HPL) yang tahan
lama, mudah dibersihkan, dan memiliki tampilan estetis.
b. Pemasangan Dinding Partisi Finishing Lapis HPL
Dinding partisi digunakan untuk membagi ruangan tanpa mengubah struktur
permanen bangunan. Cocok untuk ruang kantor yang dinamis.
Rangka Dinding Baja Ringan C75.65: Berfungsi sebagai struktur
penyangga partisi. Baja ringan dipilih karena kuat, tahan karat, dan
pemasangannya cepat.
Penutup Multipleks 12 mm Lapis HPL: Sebagai lapisan penutup luar
dengan finishing HPL untuk memberikan tampilan bersih dan profesional.
c. Pemasangan Panel WPC (Wood Plastic Composite)
Panel WPC digunakan sebagai elemen pelapis dinding tambahan dengan
tampilan kayu modern yang tahan terhadap kelembapan dan rayap. Panel ini
juga memberikan nilai estetika tinggi serta mudah dalam perawatan.
d. Pemasangan Huruf Timbul & Logo Akrilik dengan Lampu LED
Pekerjaan ini merupakan bagian dari elemen identitas dan estetika kantor.
Huruf timbul dan logo akrilik dipasang pada area dinding tertentu (biasanya
backdrop), dilengkapi dengan pencahayaan LED agar terlihat menarik dan
profesional, terutama saat malam hari atau dalam pencahayaan redup.
IV. Pekerjaan Pintu, Jendela & Aksesoris
Pekerjaan pintu, jendela, dan aksesoris merupakan bagian penting dari
pembangunan interior kantor karena berfungsi sebagai penghubung antar ruang,
pencahayaan alami, ventilasi, dan juga aspek keamanan serta kenyamanan.
Pekerjaan ini memerlukan ketelitian tinggi agar elemen-elemen tersebut
terpasang kuat, rapi, dan sesuai desain arsitektural. Adapun rincian pekerjaan
meliputi:
a. Pemasangan Frame HPL untuk Kusen Pintu dan Jendela Kaca
Pekerjaan ini mencakup pembuatan dan pemasangan kusen pintu serta
jendela dari bahan kayu atau multipleks yang dilapisi HPL (High Pressure
Laminate) sebagai finishing. Lapisan HPL memberikan kesan modern, tahan
lembap, serta mudah dibersihkan.
b. Pemasangan Pintu Multipleks Tebal 12 mm Finishing Lapis HPL
Pintu dibuat dari bahan multipleks tebal 12 mm, kemudian dilapisi HPL agar
memiliki tampilan menarik dan daya tahan yang lebih baik. Pintu ini digunakan
untuk ruang-ruang kerja dan ruangan internal lainnya sesuai layout bangunan.
c. Pemasangan Engsel Pintu 4”
Engsel pintu berukuran 4 inci digunakan untuk menyambungkan daun pintu
ke kusen. Pemilihan engsel harus mempertimbangkan kekuatan material
serta kelancaran buka-tutup pintu dalam jangka panjang.
d. Pemasangan Kaca Polos Tebal 5 mm
Kaca polos digunakan untuk jendela atau partisi kaca sebagai sumber cahaya
alami sekaligus menambah kesan terbuka dalam ruang kantor. Kaca dipilih
dengan ketebalan 5 mm untuk menjamin kekuatan dan keamanan.
e. Pemasangan Kunci Pintu Tanam
Pekerjaan ini meliputi pemasangan kunci tanam (mortise lock) pada pintu
untuk memberikan fungsi keamanan. Kunci tanam memberikan tampilan yang
lebih rapi karena mekanismenya tersembunyi di dalam daun pintu.
f. Pemasangan Door Closer
Door closer dipasang pada bagian atas pintu untuk mengatur kecepatan dan
kekuatan penutupan pintu secara otomatis. Komponen ini penting untuk pintu-
pintu ruang kantor agar dapat menutup dengan lembut dan tidak membanting.
V. Pekerjaan Instalasi Listrik
Instalasi listrik merupakan bagian vital dalam pembangunan gedung kantor
karena berkaitan langsung dengan penyediaan energi listrik untuk penerangan,
peralatan kerja, dan keamanan. Pekerjaan instalasi listrik harus dilakukan oleh
tenaga ahli dengan memperhatikan standar keamanan serta tata letak yang
ergonomis agar memudahkan pemeliharaan. Adapun rincian pekerjaan instalasi
listrik meliputi:
a. Instalasi Titik Lampu Baru
Pemasangan titik-titik lampu baru pada area yang membutuhkan
pencahayaan tambahan atau penggantian sistem penerangan lama. Titik
lampu dipasang sesuai dengan denah dan kebutuhan pencahayaan ruangan
agar distribusi cahaya optimal.
b. Instalasi Stop Kontak
Pemasangan stop kontak baru untuk keperluan sambungan perangkat listrik
seperti komputer, printer, dan peralatan kantor lainnya. Penempatan stop
kontak disesuaikan dengan posisi peralatan agar mudah dijangkau.
c. Pemasangan Lampu RM LED 2 x 16 Watt
Lampu jenis RM LED (Recessed Mounted LED) dengan daya 2 x 16 Watt
dipasang untuk memberikan penerangan utama di area kerja. Lampu ini
efisien energi dan memberikan pencahayaan yang merata.
d. Pemasangan Lampu Downlight LED 12 Watt
Lampu downlight LED berdaya 12 Watt digunakan untuk pencahayaan aksen
dan area tertentu seperti ruang rapat atau koridor. Lampu ini memiliki desain
minimalis dan hemat energi.
e. Pemasangan Lampu LED 12 Watt dengan Fitting E27
Pemasangan lampu LED 12 Watt yang menggunakan fitting standar E27
untuk penerangan tambahan di ruang-ruang kantor. Lampu ini dapat diganti
dengan mudah dan hemat listrik.
f. Pemasangan Stop Kontak
Selain pemasangan awal, pekerjaan ini juga mencakup penambahan atau
penggantian stop kontak sesuai kebutuhan ruang dan kelengkapan instalasi
listrik yang sudah ada.
VI. Pekerjaan Akhir
Pekerjaan akhir merupakan tahap penyelesaian yang sangat penting untuk
memastikan seluruh pekerjaan konstruksi telah dilakukan dengan baik dan
bangunan siap digunakan sesuai fungsi dan estetika yang diharapkan. Tahap ini
juga mencakup pembersihan lokasi agar area kerja kembali bersih dan rapi.
Adapun rincian pekerjaan akhir meliputi:
a. Pengecatan Dinding Eksterior
Pengecatan pada bagian luar bangunan gedung kantor dengan cat
berkualitas tinggi yang tahan terhadap cuaca dan sinar UV. Pengecatan ini
bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan pada permukaan
dinding serta meningkatkan penampilan gedung secara keseluruhan.
b. Pengecatan Dinding Interior
Pengecatan dinding bagian dalam ruangan dengan cat yang aman, tidak
berbau menyengat, serta memiliki daya tutup yang baik. Pengecatan ini
penting untuk menciptakan suasana ruang yang nyaman dan estetis sesuai
dengan desain interior kantor.
c. Pembersihan Lokasi (Awal & Akhir)
Melakukan pembersihan area kerja sebelum memulai kegiatan konstruksi
untuk mempersiapkan lokasi, serta pembersihan menyeluruh setelah seluruh
pekerjaan selesai. Pembersihan akhir bertujuan menghilangkan sisa-sisa
material konstruksi, debu, dan kotoran agar area kerja siap digunakan.
B. Spesifikasi Bahan dan Metode Pelaksanaan
I. Material Utama dan Tambahan
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, kualitas material sangat
mempengaruhi mutu hasil pekerjaan. Oleh karena itu, penggunaan material
harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Di bawah ini adalah
uraian material utama dan tambahan beserta batasan toleransi teknisnya.
1. Material Utama
a. Batu Bata Merah / Batako
o Ukuran standar ± 5% dari ukuran nominal (19 x 9 x 6 cm) atau sesuai
yang tersedia di sekitar.
o Tidak mudah hancur jika direndam air selama 24 jam.
o Toleransi bentuk: maksimal deviasi dimensi 3 mm.
o Toleransi retak: tidak diperbolehkan retak lebih dari 10% per tumpukan.
b. Semen Portland (OPC)
o Sesuai SNI 15-2049-2004.
o Tidak boleh menggumpal.
o Kandungan kadar air: < 0,5%.
o Toleransi waktu simpan: maksimal 2 bulan sejak tanggal produksi.
c. Pasir Pasang dan Pasir Urug
o Tidak mengandung lumpur lebih dari 5%.
o Toleransi ukuran butiran: 0,15 – 5 mm.
d. Besi Beton
o Toleransi dimensi diameter: ±0,5 mm.
o Toleransi panjang: ±100 mm per batang (standar 12 m).
e. Kayu Keras
o Kadar air: maksimum 20%.
o Bebas dari mata kayu lepas, retak, atau lubang akibat serangga.
f. Keramik Lantai / Dinding
o Ukuran sesuai spesifikasi desain.
o Toleransi dimensi: ±1 mm per sisi.
o Penyimpangan sudut (warp): maksimal 0,5 mm.
o Tidak boleh retak, cacat permukaan, atau warnanya tidak seragam.
g. Cat Tembok dan Kayu
o Sesuai dengan standar mutu produk (mengacu SNI dan ASTM).
o Kadar VOC: maksimal 250 g/l (untuk jenis emulsi).
o Tahan terhadap pengelupasan minimal 5 tahun.
h. Lampu LED
o Toleransi voltase: dapat bekerja pada 180–240V.
o Umur pakai minimal 15.000 jam (berdasarkan keterangan pabrik).
i. Peralatan Saniter (closet, kran, shower)
o Terbuat dari bahan keramik berkualitas atau stainless steel grade 304.
o Toleransi dimensi pemasangan: ±5 mm.
o Tidak boleh ada cacat manufaktur seperti retakan, kebocoran, atau
goresan dalam.
2. Material Tambahan
a. Paku, Sekrup, Lem Konstruksi
o Anti-karat, sesuai spesifikasi teknis produk.
o Toleransi panjang dan diameter: ±5% dari ukuran nominal.
b. Plastik Cor / Terpal
o Ketebalan minimal 0,1 mm.
o Toleransi sobek/defect: tidak lebih dari 5 cm² per lembar 2x3 m.
c. Sealant / Silikon
o Tipe tahan air dan cuaca.
o Toleransi pemuaian: 10–25% dari volume awal (tergantung jenis).
d. Bahan Pembersih
o Tidak mengandung zat yang dapat merusak material bangunan (misalnya
asam keras untuk keramik atau pelapis kayu).
o Aman bagi pekerja (mengacu pada standar MSDS).