| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0011460193722000 | Rp 14,306,572,453 | - | |
| 0759411507722000 | Rp 15,553,759,322 | - | |
| 0938307733721000 | Rp 16,809,768,879 | - | |
| 0745249474722000 | - | - | |
PT Gunung Agung Mandiri | 01*4**1****08**0 | - | - |
| 0031677552807000 | - | - | |
| 0854493525805000 | Rp 15,613,509,338 | Penyedia Badan Usaha yang berdomisili di Luar Provinsi Kalimantan Timur dengan kualifikasi menengah wajib melakukan Kerjasama Operasi (KSO) dengan Penyedia/Peserta yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Timur, sesuai dengan Dokumen Pemilihan | |
| 0016095440025000 | Rp 16,440,423,168 | Penyedia Badan Usaha yang berdomisili di Luar Provinsi Kalimantan Timur dengan kualifikasi menengah wajib melakukan Kerjasama Operasi (KSO) dengan Penyedia/Peserta yang berdomisili di Provinsi Kalimantan Timur, sesuai dengan Dokumen Pemilihan | |
| 0748095114804000 | Rp 16,902,302,023 | - | |
PT Fitra Rezky Mandiri | 0666791066722000 | Rp 17,515,192,830 | Tidak menyampaikan Jaminan Penawaran sebagaiman yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pemilihan |
PT Kayla Indah Group | 09*6**8****09**0 | - | - |
CV Anugerah Tata Semesta | 09*3**7****22**0 | - | - |
| 0947267068741000 | - | - | |
CV Ilnarashahiasinergi | 06*3**9****28**0 | - | - |
| 0025475500722000 | - | - | |
| 0745949446629000 | - | - | |
| 0813258027722000 | - | - | |
CV Aryanto Karya | 08*6**7****22**0 | - | - |
| 0720042498727000 | - | - | |
| 0017794835412000 | - | - | |
CV Nazifa Putra Perkasa | 04*2**4****22**0 | - | - |
| 0023712888005000 | - | - | |
Talenta Muda Teknik | 00*9**0****01**0 | - | - |
CV Dafa Rizky Anur | 0032073298728000 | - | - |
| 0952181188741000 | - | - | |
| 0317083426043000 | - | - | |
| 0908421415101000 | - | - | |
| 0024674418722000 | - | - | |
| 0399224591741000 | - | - | |
| 0946597986722000 | - | - | |
| 0031161318727000 | - | - | |
| 0968241554722000 | - | - | |
CV Agunsela | 00*0**5****01**0 | - | - |
| 0937464741432000 | - | - | |
| 0866297286741000 | - | - | |
| 0927953489704000 | - | - | |
| 0011341674722000 | - | - | |
| 0959113432728000 | - | - | |
Bhinekarya Jaya Konstruksi | 06*2**8****28**0 | - | - |
| 0709229744721000 | - | - | |
| 0016396491804000 | - | - | |
| 0902934215741000 | - | - | |
| 0021337183721000 | - | - | |
| 0021964234722000 | - | - | |
CV Nurdin Bersaudara | 02*2**7****28**0 | - | - |
CV Firman Jaya Sakti | 08*3**0****09**0 | - | - |
PT Geo Indogreen Karya | 07*0**9****52**0 | - | - |
| 0012152856722000 | - | - | |
CV Pemuda Tiga | 04*0**4****22**0 | - | - |
CV Chezii Jaya Mandiri | 06*5**9****11**0 | - | - |
CV Tanjung Bira Konstruksi | 00*4**6****22**0 | - | - |
| 0940462591722000 | - | - | |
| 0028528529728000 | - | - | |
| 0733041875722000 | - | - | |
Multi Conblock Nusantara | 03*0**4****41**0 | - | - |
| 0031161326727000 | - | - | |
| 0016409260026000 | - | - | |
| 0902638899741000 | - | - | |
| 0025037433722000 | - | - |
S P E S I F I K A S I T E K N I S
PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI
PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR
KEGIATAN PENGELOLAAN SDA DAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI
PADA WILAYAH SUNGAI LINTAS DAERAH KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN PEMBANGUNAN UNIT AIR BAKU
PAKET PEKERJAAN :
OPTIMALISASI INTAKE KARANG ASAM KOTA SAMARINDA
Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur
SUMBER DANA APBD
TAHUN ANGGARAN 2025
SPESIFIKASI TEKNIS
I. Ruang Lingkup Pembangunan Intake Apung dan Bangunan Pelengkapnya
Pekerjaan
II. Lokasi Kota Samarinda
Pekerjaan
III. Jangka Waktu 180 (seratus delapan puluh) hari kalender
Pelaksanaan
IV. Sumber Sumber Dana APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran
Pendanaan 2025, melalui DPA SKPD DPUPR Provinsi Kalimantan Timur dengan
Pagu Anggaran sebesar Rp. 17.883.216.000,- (Tujuh Belas Milyar
Delapan Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Dua Ratus Enam Belas Ribu
Rupiah)
V. Harga Perkiraan Rp. 17.883.215.546,83,- (Tujuh Belas Milyar Delapan Ratus Delapan
Sendiri Puluh Tiga Juta Dua Ratus Lima Belas Ribu Lima Ratus Empat Puluh
Enam Rupiah Delapan Puluh Tiga Sen)
VI. Pekerjaan Ruang lingkup pekerjaan utama :
Utama
No. Pekerjaan Utama
Pekerjaan Pembangunan Intake Apung dan
1
Bangunan Pelengkapnya
VII. Persyaratan 1. Peserta yang melakukan Kerja Sama Operasi (KSO) maka jumlah
Kualifikasi anggota KSO dapat dilakukan dengan batasan paling banyak 3
(tiga) perusahaan dalam 1 (satu) kerjasama operasi untuk
pekerjaan yang bersifat tidak kompleks dan untuk pekerjaan yang
bersifat kompleks dibatasi paling banyak 5 (lima) perusahaan;
2. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan usaha di
bidang jasa konstruksi;
3.
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha
Menengah, serta disyaratkan sub bidang klasifikasi/layanan : Jasa
Pelaksana Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam dan
Prasarana Sumber Daya Air Lainnya (SI001) KBLI 2015-42211-
42212-42911-42912-42913-42915 yang masih berlaku atau
Jasa Konstruksi Bangunan Prasarana Sumber Daya Air
(BS010) KBLI 2020-42911
4. Untuk pekerjaan yang diperuntukkan bagi Kualifikasi Usaha
Menengah, memiliki Kemampuan Dasar (KD) dengan nilai KD
sama dengan 3 x NPt (Nilai pengalaman tertinggi dalam 15 tahun
terakhir):
a. untuk kualifikasi Usaha Menengah, pengalaman pekerjaan
sesuai sub bidang klasifikasi/layanan SBU yang disyaratkan
pada angka 3
5. Memiliki akta pendirian perusahaan dan akta perubahan
perusahaan (apabila ada perubahan);
6. Tidak masuk dalam Daftar Hitam, keikutsertaannya tidak
menimbulkan pertentangan kepentingan pihak yang terkait, tidak
dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya
tidak sedang dihentikan dan/atau yang bertindak untuk dan atas
nama Badan Usaha tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana,
dan pengurus/pegawai tidak berstatus Aparatur Sipil Negara,
kecuali yang bersangkutan mengambil cuti diluar tanggungan
Negara;
7. Memiliki pengalaman paling kurang 1 (satu) pekerjaan konstruksi
dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan
pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak.
8. Memenuhi Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan perhitungan:
SKP = KP – P
KP = nilai Kemampuan Paket, dengan ketentuan:
(1) untuk Usaha Kecil, nilai Kemampuan Paket (KP)
ditentukan sebanyak 5 (lima) paket pekerjaan;
dan
(2) untuk usaha non kecil (Menangah dan Besar),
nilai Kemampuan Paket (KP) ditentukan
sebanyak 6 (enam) atau 1,2 (satu koma dua) N.
P = jumlah paket yang sedang dikerjakan.
N = jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat
ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu
5 (lima) tahun terakhir
9. Nomor NPWP peserta tender, dengan status keterangan Wajib
Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak Valid.
10. Dalam hal peserta melakukan KSO:
a. evaluasi persyaratan pada angka 2, 6, 7, 8, dan 9 dilakukan
untuk setiap perusahaan yang tergabung dalam KSO;
b. evaluasi pada angka 3, dilakukan secara saling melengkapi
oleh anggota KSO dan setiap anggota KSO harus memiliki
salah satu SBU yang disyaratkan;
c. evaluasi pada angka 4 hanya dilakukan kepada leadfirm KSO;
dan
d. dalam hal KSO dilakukan antara usaha kualifikasi menengah
dengan usaha kualifikasi kecil, maka evaluasi pada angka 10
tetap dilakukan terhadap usaha kecil tersebut;
e. penyedia Badan Usaha yang berdomisili di Luar Provinsi
Kalimantan Timur dengan kualifikasi menengah wajib
melakukan Kerjasama Operasi (KSO) dengan
Penyedia/Peserta yang berdomisili di Provinsi Kalimantan
Timur;
f. KSO sebagaimana dimaksud huruf (e) dapat dilakukan dengan
ketentuan :
1. memiliki kualifikasi usaha menengah dengan kualifikasi
menengah; atau
2. memiliki kualifikasi usaha menengah dengan kualifikasi
usaha kecil.
g. ketentuan sebagaimana dimaksud pada huruf (e) tidak
berlaku terhadap pelaksanaan tender ulang karena tender
gagal
11. Ketentuan tambahan syarat kualifikasi penyedia sesuai dengan
Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 46 Tahun 2023
tentang Kebijakan Khusus Penyelenggaraan Jasa Konstruksi di
Daerah
VIII. Bagian Tidak Ada
Pekerjaan yang
Disubkontrakkan
IX. Untuk melaksanakan tugasnya, Penyedia Jasa harus menyediakan
Peralatan yang
Peralatan sebagai berikut :
Dibutuhkan
Merk
No. Jenis Kapasitas Jumlah
dan
Tipe
Peralatan Utama
1 Excavator 0.80 M3 1 Unit
2 Dump Truck 4 M3 1 Unit
3 Concreate Vibrator 5.5 HP 1 Unit
> 40 ton ;
4 Ponton+tugboat 1 Unit
80 HP
5 Crawler Crane > 10 Ton 1 Unit
6 Diessel Hammer > 2 Ton 1 Unit
X. Bahan Bangunan Sesuai pada Dokumen Spesifikasi Teknis dan Gambar
Konstruksi dan
Gambar
XI. Tingkat Resiko Resiko Keselamatan Konstruksi Sedang
Keselamatan
Konstruksi
XII. Personel Untuk melaksanakan tugasnya, Penyedia Jasa harus menyediakan
Manajerial tenaga sebagai berikut :
Jabatan
dalam Sertifikat Pengalaman
No. Pekerjaan Jumlah Kompetensi Kerja (tahun)
yang akan Kerja
Dilaksanakan
Personel Manajerial
SKA Ahli Muda
Manajemen
Manajer
1 Proyek Min. 2 tahun
1 Proyek
Konstruksi
Jenjang 7
Pelaksana
Konstruksi
Manajer Bangunan Unit
1 Min. 1 tahun
2 Teknik Produksi SPAM
Jenjang 7
Min. 1 tahun
3 Manajer 1 -
Keuangan
SKA Ahli Muda
Ahli K3
4 1 K3 Konstruksi Min. 1 tahun
Konstruksi
Jenjang 7
XIII. Identifikasi Penyedia menyiapkan penjelasan Manajemen Resiko serta
Resiko penjelasan rencana tindakan sesuai tabel jenis pekerjaan dan
identifikasi bahayanya di bawah ini :
No. Uraian Pekerjaan Identifikasi Bahaya (Skenario Bahaya)
Pekerjaan Pemasangan Terluka oleh alat berat saat pemasangan
1.
Pompa pompa
XIV. Output Intake Apung ukuran 10 m x 9.5 m
Pekerjaan
XV. Kriteria Kinerja Mampu mendukung operasional intake Karang Asam
Produk (Output
Performance)
XVI Keterangan Perhitungan Pajak berdasarkan peraturan Menteri Keuangan Republik
Indonesia Nomor 131 Tahun 2024
Pajak
Sehubungan dengan peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 131
Tahun 2024 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai Atas Impor Barang Kena
Pajak, Penyerahan Barang Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak,
Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud Dari Luar Daerah Pabean Di
Dalam Daerah Pabean, Dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak Dari Luar Daerah
Pabean Di Dalam Daerah Pabean pada pasal 2, 3 dan 5 menyatakan:
Pasal 2
(1) Atas Impor Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak di
dalam Daerah Pabean oleh Pengusaha terutang Pajak Pertambahan Nilai.
(2) Pajak Pertambahan Nilai yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dihitung dengan cara mengalikan tarif 12% (dua belas persen) dengan Dasar
Pengenaan Pajak berupa harga jual atau nilai impor.
(3) Barang Kena Pajak dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa harga jual atau
nilai impor sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan Barang Kena
Pajak yang tergolong mewah berupa kendaraan bermotor dan selain
kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Pasal 3
(1) Atas Impor dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah
Pabean oleh Pengusaha selain Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 ayat (3), penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah
Pabean oleh Pengusaha, pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud
dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, pemanfaatan Jasa Kena
Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean terutang Pajak
Pertambahan Nilai.
(2) Pajak Pertambahan Nilai yang terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dihitung dengan cara mengalikantarif 12% (dua belas persen) dengan Dasar
PengenaanPajak berupa nilai lain.
(3) Nilai lain sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dihitung sebesar 11/12
(sebelas per dua belas) dari nilai impor, harga jual, atau penggantian.
(4) Pajak masukan atas perolehan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena
Pajak, Impor Barang Kena Pajak, serta pemanfaatan Barang Kena Pajak
tidak berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam
Daerah Pabean, yang dalam penghitungan Pajak Pertambahan Nilai terutang
menggunakan Dasar Pengenaan Pajak berupa nilai lain sebagaimana
dimaksud pada ayat (2), dapat dikreditkan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Pasal 5
Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak kepada
pembeli dengan karakteristik konsumen akhir, atas penyerahan Barang Kena Pajak
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. mulai tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan tanggal 31 Januari 2025, Pajak
Pertambahan Nilai yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif 12%
(dua belas persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa nilai lain sebesar
11/12 (sebelas per dua belas) dari harga jual; dan
b. mulai tanggal 1 Februari 2025 berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2 ayat (2).
Maka berdasarkan peraturan tersebut, perhitungan pajak dapat di hitung sebagai
berikut:
Misal:
a = Nilai Asli Barang / Jasa (Pekerjaan)
b = DPP PPN (DPP Nilai Lain)
= (ax 11/12)
c = Tarif PPN
= 12%
d = Nilai PPN
= b x c
= (ax 11/12) x 12%
e = Nilai Transaksi
= a + d
= a + ((a x 11/12) x 12 %)
Dikarenakan Pada sistem Aplikasi SPSE 4.5 belum dapat mengakomodir peraturan
tersebut sehingga PPKom mengenakan pajak 11% dengan cara mengalikan
langsung dengan Nilai asli Barang/Jasa (Pekerjaan).
2 2009012 002