| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0021784558125000 | Rp 5,975,680,923 | - | |
| 0945200376219000 | Rp 6,051,263,580 | - | |
| 0020121901222000 | Rp 6,253,279,643 | - | |
| 0661312728211000 | Rp 6,521,525,089 | Tidak dilanjutkan evaluasi karena sudah ada 3 calon penyedia yang memenuhi syarat | |
| 0538819830221000 | Rp 6,884,043,103 | Tidak dilanjutkan evaluasi karena sudah ada 3 calon penyedia yang memenuhi syarat | |
| 0027121912701000 | Rp 6,736,539,826 | Tidak dilanjutkan evaluasi karena sudah ada 3 calon penyedia yang memenuhi syarat | |
| 0025551383216000 | - | - | |
| 0012005955221000 | - | - | |
| 0666393723216000 | - | - | |
| 0030466130221000 | - | - | |
CV Batu Beling | 08*6**6****19**0 | - | - |
| 0018422360125000 | - | - | |
| 0015547987221000 | - | - | |
| 0012305991221000 | - | - | |
CV Zhafran Perkasa Teknik | 06*8**3****21**0 | - | - |
| 0028268647221000 | - | - | |
Zhafran Indopratama | 09*3**5****01**0 | - | - |
| 0723995809216000 | - | - | |
| 0910913540402000 | - | - | |
PT Nadya Ratu Permata | 09*2**4****05**0 | - | - |
| 0019106889412000 | - | - | |
CV Citra Melayu Putra | 0753960061222000 | - | - |
CV Irian Indah | 00*0**2****21**0 | - | - |
| 0748577624211000 | - | - | |
| 0317220903216000 | - | - | |
| 0961336534221000 | - | - | |
Citra Karya Sarana Utama | 0316165620216000 | - | - |
| 0941627903216000 | - | - | |
| 0843980285221000 | - | - | |
| 0028007482222000 | - | - | |
| 0019854348201000 | - | - | |
CV Armina Persada | 06*2**8****11**0 | - | - |
| 0015201817204000 | - | - | |
| 0704189877216000 | - | - | |
CV Berlian | 08*7**8****03**0 | - | - |
| 0810495119203000 | - | - | |
| 0016703811221000 | - | - | |
Berkah Sejahtera Mandiri | 0029711330101000 | - | - |
| 0751630211216000 | - | - | |
| 0028501203221000 | - | - | |
| 0742561301211000 | - | - |
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
METODE KERJA
KEGIATAN
PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH
DAERAH KABUPATEN/KOTA, PEMBERIAN IZIN MENDIRIKAN
BANGUNAN (IMB) DAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI BANGUNAN
GEDUNG
SUB KEGIATAN:
REHABILITASI, RENOVASI DAN UBAHSUAI BANGUNAN GEDUNG
UNTUK KEPENTINGAN STRATEGIS DAERAH KABUPATEN/KOTA
PEKERJAAN:
REHABILITASI MESJID ISLAMIC CENTRE BANGKINANG KABUPATEN
KAMPAR
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
PEKERJAAN ATAP KUBAH ENAMEL
A. Pelaksanaan pekerjaan
1. Sebelum membongkar, perlu diperhatikan dulu kondisi lapangan
terhadap resiko bongkaran yang akan terjadi, termasuk
mendirikan pelindung bongkaran, Scaffolding, dan lain-lain.
2. Membongkar atap grc kubah dimulai dari sudut tepi bawah,
diselesaikan dulu satu baris kearah atas, kemudian satu baris
kesamping, selanjutnya kearah atas dan seterusnya sampai atap
grc kubah terbongkar semua.
3. Dalam proses pembongkaran atap grc kubah dilakukan dengan
hati – hati untuk menghindari grc kubah terjatuh dan pecah.
4. Menurunkan atap grc kubah dilakukan dengan menggunakan
tali (beberapa grc kubah diikat dengan tali) dan ditumpuk jauh
dari area lokasi pembongkaran atap grc kubah.
5. Melakukan Sortiran/Pemilihan atap grc kubah yang dipakai
kembali dilakukan pada saat akan dilakukan perumpukan atap
grc kubah dan ditempatkan pada area terpisah kemudian
disingkirkan ke luar area agar tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.
6. Segala bongkaran di cek kembali dan dibersihkan dari sisa - sisa
bongkaran sehingga lokasi bebas dari sisa bongkaran
7. Menutup Area Bongkaran Atap GRC dan pelindung agar ketika
hujan tidak mengganggu area dalam masjid.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
1) Zincromate rangka Kubah lama
A. Pelaksanaan pekerjaan
Sebelum mengecat, perlu diperhatikan dulu kondisi lapangan agar
tidak mengganggu lingkungan area masjid. Menutup area kerja
dengan terpal/pagar pembatas dan menyiapkan alat penunjang K3.
Sebelum melakukan pengecatan, cat besi eksisting untuk
dikelupaskan dari cat-cat lama dan dibersihkan agar cat yang baru
akan di cat menempel lebih baik dan tahan lama.
Cat dasar wajib untuk seluruh material baja konstruksi. Baik yang
sifatnya sebagi komponen/rangka struktural, maupun non
struktural. Adapun syarat material baja yang siap untuk pengecatan
adalah:
1. Telah melalui seluruh proses pengerjaan/fabrikasi. Dan telah
mendapat persetujuan dari pengawas produksi.
2. Permukaan baja harus benar-benar kering dan bersih dari korosi,
maupun kotoran-kotoran yang timbul akibat proses pengerjaan.
3. Material baja bebas dari jig, mill scale dan tack weld. Istilah-
istilah asing ini sudah familiar pada pekerjaan konstruksi baja.
Silahkan anda pelajari.
4. Kode batang pada material baja tercantum dengan jelas.
Tujuannya untuk memudahkan pengelompokan
komponen/rangka baja, setelah proses pengecatan selesai
Aplikasi cat dasar anda lakukan dengan langkah-langkah berikut:
1. Buka tutup kaleng cat zincromate secara perlahan. Dan
masukkan thinner, dengan komposisi 5-10% dari volume cat.
Tergantung ketebalan cat yang anda inginkan. Kami sarankan
untuk proteksi korosi yang maksimal, gunakanlah 5% thinner.
Dengan komposisi ini, tebal cat bisa mencapai 50 mickron. Jadi
jika kemasan cat 20 kilogram, maka pengencer yang anda
butuhkan adalah 1 kilogram.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
2. Aduk secara perlahan, hingga warna dan ketebalan cat merata.
Kemudian tuang kedalam ember, yang berukuran lebih kecil.
3. Aplikasikan cat terlebih dahulu pada sudut-sudut profil baja.
Dengan menggunakan kuas berukuran 2 atau 2,5 inci.
4. Laksanakan pengecatan dengan memakai kuas rol atau
kompresor, pada permukaan baja yang lebar. Dan pastikan
ketebalan cat sama dengan ketika menggunakan kuas.
5. Jika pengecatan bagian atas baja telah selesai. Membutuhkan
waktu ±30 menit, agar cat cukup kering. Kemudian material baja
anda balik, sehingga permukaan baja yang bawah menghadap
keatas.
6. Lakukan kembali langkah 3 sampai 4, untuk pengecatan bagian
tersebut.
7. Jika seluruh permukaan baja telah selesai anda cat dan telah
kering. Selanjutnya letakkan landasan secukupnya diatasnya.
8. Untuk proses pengecatan material baja selanjutnya. Tambahkan
1 lapis material baja pada landasan tersebut, kemudian lakukan
langkah 3 sampai 7
metode pelaksanaan cat dasar yang tepat, pada kedua material
tersebut adalah:
1. Buat sebuah kolam cat dengan kedalaman dan lebar ±30 centi
meter. Dengan panjang ≥6 meter. Yang terbuat dari rangka besi
dan lapisan terpal tahan air.
2. Campur cat zincromate dengan thinner 10%. Dan aduk secara
merata.
3. Masukkan cat kedalam kolam, hingga dalamnya mencapai 15
centi meter.
4. Celupkan besi pipa atau stal kotak kedalam kolam cat, kemudian
putar beberapa kali.
5. Angkat material tersebut, lalu tiriskan cat kedalam kolam.
6. Letakkan material pada landasan yang tersedia.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
7. Lakukan langkah 4 sampai 6, untuk pengecatan material
selanjutnya
2) Penambahan Rangka Kubah
Penambahan Rangka Atap Kubah sebagai dukungan Pemasangan Atap
Kubah enamel. Adapun rangka yang di tambah :
a) Rangka Hollow 25x50x1mm galvanise
b) Rangka Dalam Hollow 15x35x1mm galvanise
Jarak rangka yang ditambah vertikal dengan jarak 33cm yakni sejumlah
240 pc dengan diameter kubah 25m.
Dan Penambahan gording 1 inch galvanise berjarak 1 meter
Pemasangan rangka tambahan dilakukan oleh aplikator profesional
khusus pekerjaan besi atap.
Jenis alat kerja Alat kerja utama terdiri dari alat potong blender,
meteran, mesin gerinda, mesin rol, bor besi dan las. Mesin bor dalam
pekerjaan kuda-kuda pipa hanya untuk membuat lubang plat landas,
serta sepatu gording. Selain itu tidak ada. Sebab semua sambungan
pada rangka menggunakan pengelasan. Sementara alat bantu kerja
pabrikasi pipa yaitu benang bangunan, kain lap, jig, dan palu
Komponen rangka yakni terdiri dati angkur baja, plat landas,
stiffners/rib plat, sepatu gording dan rangka kuda-kuda sendiri.
Adapun komponen batang kuda-kuda lengkung umumnya terdiri dari
rangka batang atas, bawah, batang tegak dan batang miring
(diagonal). Semua komponen ini menjadi satu kesatuan pada sebuah
kuda-kuda pipa lengkung.
Efisiensi bahan untuk rangka kuda-kuda pipa, lakukan dengan langkah-
langkah berikut:
1. Terlebih dahulu lakukan pekerjaan pengerolan. Dan pastikan semua
batang lengkung untuk kuda-kuda sesudah lengkap, sesuai keterangan
pada gambar kerja.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
2. Data material sisa potongan, dari proses bending tadi. Panjang dan
jumlahnya berapa. Kemudian cocokan dengan gambar, kira-kira bisa
dipakai lagi tidak?.
3. Jikalau panjang batang tidak mencukupi. Ajukan persetujuan kepada
pengawas, untuk melakukan sambungan. Agar panjang batang bisa
digunakan untuk rangka kuda-kuda.
4. Sebelum sisa potongan tadi terpakai semua. Jangan lalukan pemotongan
pipa besi, yang masih dalam keadaan utuh (batangan).
5. Pastikan pemotongan pipa yang masih utuh, bisa digunakan semua.
Kendati harus ada sisa, sebaiknya tidak lebih dari 5%.
Pengelasan konstruksi harus terlaksana dengan sempurna. Mulai dari
setting frame, membuat las titik, hingga pengelasan ful. Serta dibawah
pengawasan yang ekstra ketat. Selain itu, untuk menjamin mutu las
telah sempurna. Sebaiknya lakukan uji las pada setiap rangka atap pipa
baja.
Penambahan rangka Kubah tersebut di lakukan pengecatan zincromate
anti karat sama seperti rangka kubah eksisting.
3) Pemasangan Plat Zincalume
Adapun metode pekerjaan yang harus dipersiapkan :
a) Bahan dan spesifikasi kubah enamel:
Lapisan Kedap Air Menggunakan Plat Zincalume merk
Bluescope 0,35 mm
Lapisan Atap Luar Menggunakan Plat Zincalume merk
Bluescope 0,4 mm
Cat Luar Kubah Menggunakan Cat Jotun Powder Coatings
di Oven 200 °C
Finishing Cat luar Menggunakan Clear Coat merk Jotun
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
Finishing Cat Rangka kubah menggunakan Cat Zincromate
Makara berbahan Plat zincalume finishing cat
Panel zincalume diproduksi di workshop sebelum di bawa ke lokasi
proyek
b) Alat : Bor tangan, Screw Driver, waterpas, selang timbang, meteran,
Tangga, Scaffolding, alat K3 dan lainnya,
c) Pelaksanaan :
1) Pemasangan rangka
Pemasangan rangka adalah tahap pertama dalam rangkaian
konstruksi kubah enamel.
2) Pemasangan plat galvalum
Plat galvalum adalah lapisan pertama yang berada di bagian dalam
dari kubah . Fungsi lapisan ini adalah untuk memberikan
kekuatan pada kubah masjid, dan membentuk kubah menjadi
sesuai dengan yang telah di desain. Selain itu, plat galvalum yang
mampu menahan panas sampai 300 derajat celcius ini juga akan
membuat kubah menjadi lebih kedap suara.
3) Pemasangan membrane
Pemasangan membrane dari bahan polimer dimaksudkan untuk
membuat kubah menjadi semakin kedap suara, mencegah
kebocoran, dan menjadikannya lebih tahan terhadap cuaca yang
panas. Pemasangan membrane pada seluruh bagian kubah akan
menjadikan seluruh rangka tertutup, dan akan memudahkan saat
memasang panel dan membentuk desain kubah..
4) Pemasangan plat enamel
Setelah pemasangan lapisan membrane, maka konstruksi kubah
enamel akan dilanjutkan dengan memasang plat enamel. Plat
enamel yang akan memberikan desain pada kubah masjid. Dengan
pemasangan plat enamel, maka kubah masjid akan semakin tahan
terhadap cuaca, kedap air, dan akan terlihat semakin indah.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
a) Pemasangan panel dimulai dari bagian bawah satu persatu menuju
atas beraturan sesuai motif warna yang direncanakan.
b) Pemasangan panel atas overlapping dengan panel dibawahnya agar
air hujan tidak masuk
c) Pemasangan panel enamel menggunakan sekrup SDS model kepala
tapping pada besi hollow rangka sekunder atap. Pemasangan sekrup
SDS harus tepat pada lubang yang telah dibuat pada panel enamel.
d) Pada deretan terbawah, tiap pemasangan satu panel disamakan level
ketinggiannya dengan selang timbang agar deretan panel tetap
sejajar/lurus (tidak menurun/naik ke samping).
e) Selanjutnya pengecekan level panel dilakukan setiap beberapa
deret/type panel ke atas.
f) Pemasangan panel enamel daerah atas dilakukan dengan peralatan
panjat tebing seperti tali panjat, body harness, carabiner, ascender,
descender, dan sebagainya. Tali diikatkan pada ujung kubah dan
pada body harness yang dipakai pekerja.
5) Pemasangan makara atau mahkota pada bagian pucuk kubah
Tahapan terakhir dari konstruksi kubah enamel adalah memasang
Makara atau Mahkota. Peletakan makara ini akan memberikan
detail kubah enamel semakin terlihat megah dan indah. Selain
makara, anda juga bisa meletakan speaker pada bagian puncak
kubah masjid untuk memperkuat suara adzan yang berkumandang
dari muadzin.
6) Garansi Kebocoran 7 tahun oleh supplier dan aplikator
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
PEKERJAAN GROUTING
Pekerjaan Grouting meliputi beberapa pekerjaan seperti :
1) Bongkaran screed beton lama dan pembersihan
Adapun metode pekerjaan yang harus dipersiapkan :
a. Alat : gerinda tangan, sapu, skop, dan alat K3 seperti sarung
tangan, google, masker dan lainnya
b. Pelaksanaan :
Mempersiapkan area kerja agar tidak mengganggu aktifitas dan
kegiatan pengguna masjid
Menutup area kerja konstruksi yang dapat menggangu aktifitas
dan kegiatan pengguna masjid
Pembongkaran dilakukan per segmen dari atap dag satu per satu
Pembongkaran hingga lapisan screed beton lama terkelupas
menggunakan hand grinder, jangan menggunakan jack hammer
karena bisa memberikan getaran yang dapat mengganggu
konstruksi struktur eksisting
Bongkaran di kumpulkan di satu titik kemudian di pindahkan ke
buangan luar site.
Setelah di bongkar screeding lama, beton dag dibersihkan dan
dicuci dari bekas bongkaran - bongkaran debu dan sampah.
Proses bongkaran dianggap selesai jika tidak ada lagi buangan
yang dan sudah dilakukan pembersihan pada area dag beton
atap masjid. Dan tahapan pekerjaan Grouting bisa dilakukan.
Segala kerusakan yang diakibatkan salah pekerjaan bongkaran
menjadi tanggung jawab Kontraktor Pelaksana.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
2) Grouting retak dag beton
Adapun metode pekerjaan yang harus dipersiapkan :
Pelaksanaan :
1. Chipping atau cukup Gerinda area keretakan untuk mengetahui
detail keretakan sedalam 0,5 cm hingga membentuk huruf v.
2. Melakukan pengeboran di area yang sudah dibobok untuk
pemasangan pipa pecker dengan jarak 20-25 cm agar kekosongan
rongga bias terisi maximal.
3. Melakukan pemasangan pipa pecker dan grouting atau pluging
mengunakan Sika Accelerator pada area pecker dan lajur yang
sudah dichipping guna saat injeksi material yang digunakan tidak
keluar dari beton atau celah retekan. Grouting pluging juga bisa
menggunakan material sikaset, accelerator dicampur dengan
semen.
4. Pastikan kondisi mesin injeksi atau pressure machine bagus.
5. Masukan kan bahan matrial Polyurethane Grouting sesuai
prosedur pabrik.
6. Melakukan injeksi ke pipa-pipa pecker yang sudah dipasang,
pastikan sudah terisi dengan penuh.
7. Perapihan pemotongan pipa pecker kondisi material yang
disuntikan sudah mengeras dan lama pengerasan material min 1x
24 jam.
8. Finishing dengan mengunakan skim coat.
9. Pemotongan Exs Titik Injeksi mengunakan Gerinda tangan
diratakan dengan beton yg ada dan lakukan perapihan dan
kebersihan
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
PEKERJAAN WATERPROOFING
Adapun metode pekerjaan yang harus dipersiapkan :
a.
Material :
Water Proofing Mapelastic ( dua komponen)
Mapenet 150
Mapeband Easy
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
b.
Alat bantu : Hand Mixer, Screed, Kuas, Kape, Hand Grinder dan
lainnya, Alat Bantu K3, Hand glove, google, masker dan lainnya
c.
Metoda Pelaksanaan :
Persiapkan area kerja dengan membersihkan dari kotoran dan debu
Campur 2 komponen dari mapelastic dan aduk rata didalam wadah
Aplikasikan mapelastic di seluruh area permukaan yang akan di
waterproofing
Untuk diarea sudut aplikasikan mapelastic di kedua sudut dan
ditambahkan mapeband easy disisi atasnya. Kemudian tutupi
mapeband easy dengan adukan waterproof mapelastic.
Tutupi semua area dengan mapelastic kemudian aplikasikan mapenet
150 diatas waterproofing mapelastic.
Tutupi semua area dengan mapelastic sehingga mapenet 150 tertutup
oleh Mapelastic
Perhatikan sudut kemiringan dag agar tidak ada air yang menggenang
dan ketika kering aliran air hujan lancar menuju raindrain dan tidak
ada hambatan.
PEKERJAAN RAINDRAIN
Yang harus dipersiapkan antara lain:
1. Rain drain atau saringan Hujan yang berbahan stainless steel
2. Pasir dan semen secukupnya
3. Ember dan sendok adukan semen
4. Pahat dan palu
5. Sarung tangan
Langkah-langkah mengganti dan memasang Rain drain:
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
- Bongkar Rain drain lama yang rusak menggunakan pahat dan palu, lalu
bersihkan area bekas pemasangan Rain drain lama. Saat membongkar,
pastikan tidak ada material bobokan yang masuk ke dalam lubang
pembuangan karena akan menyumbat saluran pembuangan air.
- Buat adukan semen dan pasir secukupnya. Tempelkan adukan ke sekitar
bibir lubang saluran pembuangan.
- Ambil Rain drain dan masukkan bagian bawahnya ke lubang pembuangan,
tekan dan ratakan ke adukan semen.
- Tutup bagian pinggir Rain drain dengan adukan semen, rapikan. Saat semen
setengah kering, taburkan semen kering ke atasnya, tunggu hingga benar-
benar kering.
- Pada wadah Rain drain, lapisi dengan semen dan tambahkan potongan
keramik seukuran wadah. Akan lebih cantik jika potongan keramiknya
berwarna senada atau sesuai tema kamar mandi.
- Taruh wadah di atas Rain drain yang sudah mengering. Rain drain pun telah
terpasang dan siap digunakan.
PEKERJAAN PLAFON KUBAH
Pekerjaan Plafon Kubah meliputi beberapa pekerjaan seperti :
A. Pelaksanaan pekerjaan
1. Sebelum membongkar, perlu diperhatikan dulu kondisi lapangan
terhadap resiko bongkaran yang akan terjadi, termasuk
mendirikan pelindung bongkaran, Scaffolding, dan lain-lain.
2. Membongkar Plafon kubah dimulai dari sudut tepi bawah,
diselesaikan dulu satu baris kearah atas, kemudian satu baris
kesamping, selanjutnya kearah atas dan seterusnya sampai
Plafon kubah terbongkar semua.
3. Dalam proses pembongkaran Plafon kubah dilakukan dengan
hati – hati untuk menghindari Plafon kubah terjatuh dan pecah.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
4. Menurunkan Plafon kubah dilakukan dengan menggunakan tali
(beberapa Plafon kubah diikat dengan tali) dan ditumpuk jauh
dari area lokasi pembongkaran Plafon kubah.
5. Melakukan Sortiran/Pemilihan Plafon kubah yang dipakai
kembali dilakukan pada saat akan dilakukan perumpukan Plafon
kubah dan ditempatkan pada area terpisah kemudian
disingkirkan ke luar area agar tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.
6. Segala bongkaran di cek kembali dan dibersihkan dari sisa - sisa
bongkaran sehingga lokasi bebas dari sisa bongkaran
7. Menutup Area Bongkaran Plafon dan pelindung agar ketika
hujan tidak mengganggu area dalam masjid.
1) Plafon Kubah ACP
PEMASANGAN ACP (ALUMUNIUM COMPOSITE PANEL) DENGAN
STIFENER
Pekerjaan pemasangan ACP (Alumunium Composite Panel) dapat
dipasang untuk eksterior dan interior di gedung bertingkat, ruko, mall,
bandara, bahkan rumah tinggal. Kegunaan ACP itu sendiri bisa dipakai
untuk melapisi dinding, lisplank, cover kolom dan balok, plafond,
sunshading, perforasi, furniture dll. Yang dapat menampilkan kesan
mewah terhadap gedung tesebut, dan dari segi waktu dapat
mempercepat schedule finishing pekerjaan arsitektur eksterior dan
interior.
Untuk ukuran normal lembaran ACP terbagi menjadi 2 (dua) :
1. Ukuran ACP 122 x 244 cm
2. Ukuran ACP 122 x 488 cm
Untuk type lembaran ACP terbagi menjadi 4 (empat) :
1. ACP Polyester 0,21mm PE tebal ACP 4mm
2. ACP PVDF 0,3mm tebal ACP 4mm
3. ACP PVDF 0,4mm tebal ACP 4mm
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
4. ACP PVDF 0.5mm tebal ACP 4mm
Untuk pemilihan warna dapat dilihat pada masing-masing katalog ACP
yang telah dikeluarkan oleh pabrikan ACP itu sendiri.
Berikut adalah tahapan yang merupakan standar pemasangan
pekerjaan ACP (Alumunium Composite Panel).
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Tahap awal dalam Sistem kerja pemasangan pekerjaan ACP
(Alumunium Composite Panel) adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan ACP
(Alumunium Composite Panel)
Dalam hal ini kita dapat mengajukan ukuran-ukuran modul ACP yang
akan digunakan tanpa merubah bentuk desain dari segi perencanaan.
Hal ini berguna untuk memperkecil waste ACP / sisa ACP yang tidak
terlalu banyak, sehingga dapat mengurangi penggunaan ACP yang
berlebihan. Contoh ukuran modul ACP yang terpasang yang dapat
memperkecil waste ACP adalah:
a. Ukuran modul 118 x 240 cm
b. Ukuran modul 118 x 118 cm
c. Ukuran modul 57 x 240 cm
d. Ukuran modul 57 x 118 cm
e. Ukuran modul 57 x 57 cm , dsb
2. Approval material yang akan digunakan
Approval material berupa warna dan type dari ACP itu sendiri dan juga
warna sealant yang akan digunakan.
3. Persiapan lahan kerja
Persiapan untuk pabrikasi ACP dan juga penempatan material ACP di
lokasi pekerjaan agar benar-benar
dipersiapkan, sehingga aman dari segi keamanan lokasi pekerjaan dan
juga benturan-benturan dari pekerjaan lainnya.
4. Persiapan material kerja
Persiapan material kerja antara lain : ACP (Alumunium Composite
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
Panel), rangka ACP (disesuaikan dengan spesifikasi teknis pekerjaan),
breket siku / stifener alumunium, baut dynabolt, sekrup, sealant,
backup (busa hati) dan juga lakban kertas
5. Persiapan alat bantu kerja
Persiapan alat bantu antara lain : scaffolding, waterpass, meteran,
benang, selang air, cutting well, gerinda, bor beton, bor tangan, gun
sealant, router, safty belt, dll.
II. TAHAP PEMASANGAN ACP
Sistem Kerja Pemasangan Pekerjaan ACP (Alumunium Composite
Panel) secara umum terdiri dari 4 (empat) tahap :
1. Pekerjaan pemasangan rangka dudukan ACP
Jika bidang yang akan dipasang rangka dudukan ACP terbuat dari
pasangan dinding batu bata, maka dinding batu bata tersebut harus
diplester terlebih dahulu, minimal diplester tanpa di aci atau lebih baik
dengan acian. Agar rangka ACP yang dipasang akan lebih kuat
menahan beban rangka ACP itu sendiri dan beban material ACP
nantinya. Tarik benang yang menjadi acuan pemasangan dudukan
rangka ACP. Untuk jarak rangka dudukan ACP disesuaikan dengan
modul ACP yang telah kita ajukan. Sebagai contoh kita gunakan modul
ACP dengan ukuran 118x118 cm, untuk itu detail rangka dudukan
ACP sebagai berikut. (Gambar 1)
1. Pekerjaan pabrikasi material ACP
Pekerjaan pabrikasi material ACP ini kita sesuaikan dengan modul ACP
yang kita ajukan sebelumnya. Sebagai contoh dengan modul ukuran
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
ACP 118x118 cm. Lembaran ACP normal dengan ukuran 122x244 cm
kita potong menjadi 2 (dua) bagian, sehingga didapat ukuran modul
yang telah dipotong menjadi ukuran 122x122 cm. (Gambar 2)
Setelah itu kita mulai pabrikasi modul ACP yang sudah dipotong pada
bidang ACP bagian belakang. Setiap modul ACP yang hendak kita pakai
wajib diberikan kupingan ACP 2cm keliling modul ACP yang mau
dipasang. Fungsi dari kupingan itu sendiri adalah untuk memasang
bereket stifener alumunium dan dari bereket stifener alumunium itu
modul ACP disekrup ke rangka dudukan ACP yang telah kita buat pada
tahap ke 1 (satu).
(Gambar 3)
2. Pekerjaan pemasangan lembaran atau modul ACP
Tahap ini adalah tahap dimana pemasangan modul ACP yang telah
dipabrikasi akan dipasang pada rangka dudukan ACP. Diusahkan untuk
breket stifener alumunium tidak bertemu dengan breket stifener
alumunium modul lainnya, sehingga untuk sekrup yang akan dipasang
ke rangka dudukan ACP tidak menumpuk atau bersinggungan. Pasang
modul ACP yang sudah dipabrikasi ke rangka dudukan ACP yang
terpasang sesuai dengan ukurannya. Tarik benang untuk menjadi acuan
pemasangan modul ACP menjaga kerataan pemasangan dan dapat
berpengaruh pada besar kecilnya nat yang dibuat. (Gambar 4)
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
3. Pekerjaan pemberian sealant pada pertemuan ACP dan pembersihan
Setelah pekerjaan pemasangan modul ACP selesai terpasang pada
rangka dudukan ACP, maka tahap berikut adalah pekerjaan sealent
pada cela / nat antar pertemuan modul ACP lalu diakhiri pekerjaan
pembersihan pada bidang yang terpasang ACP.
Untuk sealent yang digunakan di luar gedung (eksterior) sebaiknya
dipergunakan sealent netral dan memiliki daya tahan terhadap:
a. Tahan terhadap Suhu panas Sinar matahari ultra violet
b. Tahan terhadap suhu dingin
c. Tahan terhadap derasnya air hujan
d. Dan memiliki daya rekat yang tinggi pada cela / nat permukaan
modul ACP Sistem pekerjaannya rekatkan lakban kertas dipermukaan
ACP yang menjadi cela / nat bidang ACP, yang berfungsi meratakan
permukaan sealent dan juga agar waktu pekerjaan perapihan sealant
tidak mengenai permukaan ACP tersebut
Kemudian masukkan busa hati / backup yang telah kita siapkan
sesuai dengan kebutuhan lebar nat ACP, yang berfungsi sebagai
meratakan bagian dalam nat dan menjadi dudukan yang akan di
sealent. Kedalaman busa
hati harus disesuaikan agar dapat memberi ruang untuk sealent yang
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
akan dimasukan diatasnya. Pekerjaan sealent dapat dilakukan pada
cela / nat pasangan ACP yang telah dipasang busa hati tersebut,
dengan menggunakan bantuan Gun Sealant agar pekerjaan lebih
mudah, terjangkau dan lebih cepat. Lalu rapikan permukaan sealent
tersebut menggunakan busa hati yang telah dibuat berbentuk persegi
empat agar mudah merapikan sealent. Setelah proses perapihan
sealent segera lepaskan lakban kertas dari permukaan ACP tersebut.
Agar mempermudah proses pelepasan lakaban kertas pada permukaan
ACP dapat dilakukan pada selaent dalam kondisi basah (setengah
kering). Setelah pekerjaan sealent selesai dan sudah kering merekat
terhadap permukaan ACP, maka lakukan pembersihan baik sisa-sisa
ACP, pembersihan permukaan ACP dan juga pelepasan proteksi /
sticker pada permukaan ACP tersebut maksimal 45hari dari ACP
terpasang. (Gambar 5)
PEKERJAAN MIGHRAB
LANGKAH KERJA :
Menyiapkan Area kerja dan menyesuaikan desain dengan lapangan kerja
Pekerjaan ini mulai dari persiapan area kerja, pembatas area kerja,
penyesuaian gambar dengan area lapangan kerja, dan persiapan tenaga kerja
berikut dengan alat kerja dan K3
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
Menyiapkan Kayu dan Triplek
Setelah pengukuran selesai kontraktor mulai memasukkan material
berdasarkan kebutuhan yang disesuaikan dengan luasan area kerja yang
tersedia dikarenakan terbatasnya area kerja.
Memasang Kerangka Dinding
Pelaksana mulai memasang rangka dari multiplex 12mm dengan jarak
maksimal 60x60cm yang disesuaikan dengan bentuk desain gambar,
pemasangan rangka harus presisi dan siku serta simetris sesuai kebutuhan
desain. Konsultan Pengawas mengecek siku dan lurus rangka agar
pemasangan finishing sesuai yang dibutuhan desain.
Memasang Dinding Triplek dan Aklirik
Pemasangan Dinding multiplex 12mm dengan ukuran dan bentukan sesuai
desain gambar. Untuk media finishing yang membutuhkan lampu dari
belakang finishing dinding menggunakan aklirik 5mm
Menerapkan Dempul Kayu
Melakukan pendempulan sisi sudut dan bidang yang tidak rata pada dinding
mulitplex agar pemasangan finishing tidak bergelombang dan miring
Finsihing
Finishing penutup dinding berupa Kulit batu dan HPL motif disesuaikan
desain.
1. Kolom Rangka Siku
Alat dan Bahan :
Besi Siku
Besi angkur
Groting semen
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
Bor dan hammer drill
Gerinda
Mesin las
Kawat las
Penggaris siku
Martil besi
Martil karet
Kuas
Langkah Kerja :
1. Siapkan terlebih dahulu besi siku yang akan disambung. Silakan
Anda potong kedua sisi besi siku tersebut secara lurus menggunakan
gerinda. Hati-hati saat melakukannya.
2. Selanjutnya potong sekali lagi bibir punggung dan bibir tengan dari
baja siku tadi. Namun kali ini potongannya harus miring. Potonglah
membentuk sudut kemiringan 45 derajat
3. Kerjakan proses pemotongan memakai gerinda ini sampai rapi dan
bersih dari bekas potongan. Jangan lupa mengeceknya memakai
penggaris siku supaya lebih mudah disambungkan
4. Setelah kondisi potongan besi siku telah bersih dan sudut
potongannya benar-benar membentuk sudut siku-siku (90o).
Selanjutnya Anda bisa menyambungkannya
5. Cara menyambungkan besi siku yaitu Anda dekatkan terlebih dahulu
kedua sisi besi yang akan disambung. Upayakan untuk mendekatkan
keduanya sampai benar-benar rapat
6. Setelah posisinya rapat, perhatikan sekali lagi untuk memastikan
posisi sambungannya memang sudah lurus. Sebab hal ini akan
berpengaruh besar terhadap tampilan dan kekuatannya
7. Kini waktunya Anda untuk melakukan proses pengelasan. Terapkan
las sedikit terlebih dahulu di posisi tengah atas besi. Kemudian
aplikasikan lagi las ini di bagian tengah bawah besi siku
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
8. Ingat ya. Anda harus mengelasnya sedikit terlebih dulu di bagian
tengah atas dan tengah bawah besi siku untuk memudahkan Anda
mengatur posisi kedua besi tersebut agar tetap lurus
9. Silakan Anda cek kembali tingkat kelurusan sambungan besi siku
tersebut. Kalau belum benar-benar lurus, Anda bisa mengaturnya
dengan memukulkan martil karet ke kanan atau kiri
10. Setelah Anda merasa yakin betul sambungan besi siku ini sudah
lurus, barulah kemudian lakukan pengelasan lagi di setiap
11. bibir besi siku tersebut. Kali ini las yang terbentuk harus sangat kuat
12. Sebaiknya sih lakukan pengelasan sebanyak 2-3 kali lapisan,
terutama di bagian punggung besi siku. Hal ini dilakukan untuk
membuahkan hasil yang maksimal
13. Setiap selesai melakukan pengelasan, Anda bisa meratakan lapisan
las ini terlebih dulu dengan mengetoknya memakai martil. Lalu
bersihkan bekasnya menggunakan kuas sampai bersih
14. Setelah pekerjaan pengelasan sudah selesai, kemudian potonglah
plate tipe 1 dan tipe 2 masing-masing sebanyak 2 lembar untuk atas-
bawah serta kanan-kiri besi siku
15. Jangan lupa bersihkan plate ini menggunakan gerinda agar bebas dari
kotoran bekas potongan. Anda juga mesti membersihkan lapisan las
di permukaan besi siku tadi dengan gerinda
16. Berikutnya Anda harus menempelkan plate pada tempatnya. Caranya
yaitu las sedikit saja pada setiap ujung plate tersebut dan bagian
tengahnya. Kemudian lakukan las secara penuh.
17. Untuk bagian dasar plat, posisi letak plat dibuat angkur dengan cara
membor area angkur.
18. Setelah pengeboran beton posisi baseplat, dilakukan pemasangan
angkur besi dengan grouting semen sebagai pengikat.
19. Angkur dan base plat di las kemudian kolom siku tersebut dilas
dengan baseplat.
20. Pengerjaan angkur dan base plat untuk atas dan bawah kolom siku
sebagai pengikat.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
21. Jumlah baseplat disesuaikan dengan desain, dan kontraktor
pelaksana wajib menghitung ulang kekuatan kolom tersebut terhadap
kondisi lapangan dan dilakukan penyesuaian.
22. Rangka kolom siku tersebut nantinya dijadikan dudukan dinding
partisi
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
PEKERJAAN PENERANGAN DEKORATIF PADA KUBAH, MIHRAB DAN
MIMBAR
1.1.1 Kawat dan kabel
a. kawat dan kabel tegangan rendah (600V & kurang)
kawat-kawat harus memenuhi persyaratan PUIL, VDE. Semua kawat
NO. 8 (penampang 10mm⁵) ke atas harus di stranded dan tidak boleh
pakai kawat yang lebih kecil dari No. 14 (penampang 2,5 mm2).untuk
keluaran saklar menggunakan kabel 2,5 mm2, sedangkan untuk
input kabel saklar dan stopkontak 4 mm2 kecuali, untuk pemakaian
control pada “Remote Control” yang kurang dari 30m panjangnya.
Kecuali dipersyaratkan lain, konduktor harus tipe NYY, NYFGbY,
NYM, NYA.
b. Ukuran-ukuran
Semua konduit, kawat-kawat dan sambungan elektrikal harus
diadakan secara lengkap. Conduit dan kawat-kawat tersebut harus
mempunyai ukuran sesuai dengan yang ditunjuk atau
dipersyaratkan untuk memenuhi peraturan-peraturan yang berlaku.
c. Kawat-kawat untuk penerangan listrik.
Termasuk outlet-outlet untuk ektension dan daya listrik harus
diadakan dan dipasang lengkap dari sambungan titik pelayanan
kepada semua outlet yang ditunjuk pada gambar. Semua kabel harus
dalam conduit uPVC atau metal sesuai dengan fungsinya. Semua
konduktor circuit cabang harus minimum nomor 14 AWG
(penampang 2,5mm2), kecuali tercatat lain. “Home Run” untuk circuit
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
220 Volt yang panjangnya lebih dari 40m dari panel ke outlet
pertama harus minimum no. 12 AWG (penampang 4mm2) kapasitas
34A.
d. Kabel control
Dimana ditunjuk pada gambar atau dipersyaratkan kabel control
motor, starter dan peralatan-peralatan lain. Konduktor untuk kabel
control harus utuh atau “Standard Annealet Copper”. Isolasi harus
dari karet butyl, tahan lembab dan ozon atau persenyawaan sistetis
mirip karet yang serupa dengan tebal yang sesuai untuk 600V
Konduktor-konduktor individual terisolasir harus dilengkapi dengan
bungkus neoprene yang cocok untuk pemasangan conduit bawah
tanah ditempat-tempat yang basah atau lembab. Ukuran konduktor
harus sesuai dengan yang diperlukan guna operasi yang memuaskan
dari operator yang dikontrol, dengan pertimbangan-pertimbangan
mengenai panjang sircuit dan sebagainya.
e. Spesifikasi kabel tahan api
1. Kabel tahan api harus tahan terhadap temperature maksimum
10830C
2. Isolasi magnesium oxside dengan titik lebur 28000C.
3. Penghantar copper adalah 99,99% dengan titik lebur 10830C.
4. Memenuhi standar :
a. CEI 20 – 30, publication 1058/88.
b. IEC 702 – 1981, CEI 64 – 8,CEI 64-2
5. Kabel tahan api dapat dialiri dengan tegangan 750V
6. Tidak diperkenankan adanya sambungan sepanjang jalur
7. Terminasi dengan galfano dan seal yang tahan terhadap api.
8. Kabel haru dapat menahan korosif
9. Test isolasi yang diizinkan adalah 200 Mega Ohm
10. Kabel harus dapat menahan interfensi induksi listrik
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
11. Harus jenis berimpedansi rendah
f. Bahan isolasi
Semua bahan isolasi untuk splice, conection, dan lain-lain seperti
karet, varnished cambric, asbes, gelas, tape sintetis, resin, splice
case, “Combination” dan lain-lain harus dari tipe yang disetujui
untuk penggunaan, lokasi, voltage dan lain-lain yang terbentuk itu
dan harus dipasang memakai cara yang disetujui, menurut anjuran
pemerintah atau manufacturer.
1.1.2 Ketentuan-ketentuan instalasi
a. Kotak-kotak (doos) outlet
1. Kotak-kotak outlet harus sesuai dengan persyaratan VDE, PUIL,
AVE atau standar lain. Kotak-kotak ini bisa berbentuk multi atau
sigle gang box empat persegi. Untuk kotak-kotak yang dipasang
dilantai harus digunakan jenis “Adaptor Frame” tahan air
(waterproof).
2. Ukuran
Setiap kotak outlet harus diberi bukaan conduit hanya ditempat
yang diperlukan. Setiap kotak harus cukup besar untuk
menampung jumlah dan ukuran conduit, sesuai dengan
persyaratan, tetapi tidak kurang dari ukuran yang ditunjuk atau
dipersyaratkan.
3. Tipe tahan cuaca (weather proof type equipment)
Kotak-kotak outlet ditempat-tempat tersebut dibawah ini harus
diberi dari type tahan cuaca :
1. Tempat-tempat yang kena matahai
2. Tempat-tempat yang kena hujan
3. Tempat-tempat yang kena minyak
4. Tempat-tempat yang kena udara lembab
5. Tempat-tempat yang ditunjuk dalam gambar
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
4. Outlet pada permukaan khusus
Kotak outlet untuk “stop kontak” dan tombol-tombol saklar yang
dipasang pada meja, pertici, block beton, marmer, frame, besi,
bata, atau di dinding kayu arus berbentuk persegi dan
mempunyai sudut dan sisi tegak
5. Outlet saklar dan stop kontak
Kecuali tercatat atau dipersyaratkan lain, maka kotak-kotak
outlet untuk saklar dingin dan stop kontak harus dari bahan
galvanisteel dan tidak boleh berukuran lebih dari 75mmx75mm
untuk satu gang dan 75mmx135mm untuk dua gang
b. Panel Board
1. Semua panel harus dibuat dari plat baja, kecuali yang sering kena
basah/hujan harus dibuat dari jenis besi tuang yang tahan
kelembaban atau konstruksi khusus
2. Panel harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti yang
disyaratkan untuk “panel board” yang besarnya menurut
kebutuhan, sehingga untuk jumlah dan ukuran yang dipakai
tidak penuh sesak.
3. Penel penerangan dan panel untuk peralatan-peralatan lainnya
harus dari type “dead front” (mematikan dari sebelah depan),
kecuali seperti yang disyaratkan lain dilengkapi dengan “circuit
breaker” dan harus mempunyai “tripe rating” dan jumlah kutup
seperti ditunjuk pada skedul.
4. Circuit Breaker
Breaker kutup tunggal untuk penggunaan sircuit phasa tunggal
220V harus memiliki tripe rating seperti termasuk dalam skedul
dengan kapasitas interupting sebesar 5000A simetris. “breaker”
berkutup dua dan tiga system 220/380V harus mempunyai trip
rating seperti dalam skedul dan kapasitas interupting sebesar
10.000-50.000A simetris
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
5. Finising/pengecatan panel mempergunakan proses “ELECTRO
STATIC POWDER” untuk menjamin ke stabilan warna dan
ketahanan terhadap karat dan iklim yang lembab dengan
treatment awal untuk bahan plat panel menggunakan system
streatment posphating. Dijamin tidak berubah warna selam 3
tahun.
6. Khusus untuk panel free standing harus mempergunakan system
knock down atau modul dengan tiang penyangga yang telah diberi
lubang-lubang atau purcing dengan menggunakan CNC
(Computer Numerical Control).
7. Panel dilengkapi dengan master key.
c. Sistem Instalasi
1. System Instalasi dan perlengkapannya termasuk disini conduit,
tubing plexsible accessories system saluran bawah tanah, alat-alat
dan semua barang yang perlu guna melengkapi instalasi dari
semua bahan dan perlengkapan.
2. Ukuran
Semua race way harus mempunyai ukuran bisa melayani dengan
baik type-type konduktor sesuai dengan VDE, PUIL, dan lain-lain.
Ukuran minimum adalah diameter 3/4” menurut ukuran pasaran.
3. Bahan
System Instalasi harus dari conduit uPVC hight impact gauge,
semua system Instalasi harus dipasang tersembunyi.
d. System tegangan rendah dan perlengkapannya (dibawah 600V)
1. Panel-panel
-
Panel harus seperti ditunjuk pada gambar, kecuali ditunjuk
lain. Seluruh perakitan termasuk housing, alat-alat pelindung
harus direncanakan, dibuat, dicoba dan dimana perlu
diperbaiki sesuai dengan persyaratan minimum dengan
penyesuaian dan atau penambahan seperti dipersyaratkan.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
-
Panel board harus dari jenis dead front, terdiri dari plat logam,
baja, dengan tebal minimal 2 mm untuk kerangka dan 3 mm
untuk pintu untuk free standing panel (PUTR, PD-Penerangan,
dan lain-lain) sedangkan panel wallmounting dibuat dari plat
baja tebal minimum 1,6 mm untuk kerangka dan untuk pintu
2 mm (panel penerangan, panel control dan panel-panel kecil
lainnya)
2. Pull box
Jenis konstruksi sama dengan bagian atas setiap switch board.
Bagian sisi atas dan samping dari pull box harus dari bagian-
bagian yang bisa dibuka lepas. Dasar dari pull box harus terdiri
dari papan asbestos atau tahan api.
3. Alat-alat ukur
Setiap panel harus dilengkapi dengan alat-alat ukur trafo ukur
seperti pada gambar. Saklar pindah untuk amper meter harus ada
pada posisi of pada posisi ini maka trafo arus harus dalam
keadaan hubung singkap. Meter-meter adalah tipe moving ironane
khusus untuk panel, dengan sekala sirkular, flush dan semi
flush, dalam kotak tahan getaran, dengan ukuran 15x15 cm atau
10x10 cm2, dengan scale linier dan ketelitian 1%. Posisi dari
saklar putar untuk vol meter dan amper meter harus ditandai
dengan jelas.
4. Kawat-kawat pengontrol
Kawat pengontrol dari panel-panel dipasang dipabrik dengan
lengkap dan dibundel serta dilindungi terhadap kerusakan
mekanis.
Ukuran minimum adalah No. 14 AWG (penampang 2,5 mm2) dari
tipe 600 V, PVC.
5. Pemutusan daya tegangan rendah
-
Pemutus daya yang bekerja secara elektris, dan alat-alat
pembantunya seperti pemutus stationer primer dan skunder,
rail-rail pendukung harus buatan pabrik yang sama.
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
-
Bekerja secara elektris
Pemutus daya utama dan pemutus daya lainnya dengan arus-
arus kerja 640-1600A, harus dilengkapi dengan mekanisme
elektris. Mekanisme elektris ini dapat berbentuk tipe solenoid
ataui tipe daya tersimpan (stored energy) atau lain tertera pada
gambar.
-
Bekerja secara magnetis
Setiap phasa dan pemutus daya tegangan rendah harus
dilengkapi denagn suatu trip arus lebih bekerja secara selektif
dan sesaat, atau secara magnetis sesuai standar yang berlaku
-
Peralatan pengaman/pemutus daya
Peralatan-peralatan pengaman adalah pemutus daya tanpa
minyak dengan sikring pembatas arus, pemutus daya dengan
rumah tuangan (mouded case) dilengkapi dengan sikring
pembatas arus dan pemutus sikring. Arus kerja dari sirkuit
breaker harus sesuai dengan gambar, dengan sikring
berkapasitas interuksi 5.000-60.000A cimetris disesuaikan
dengan kapasaitas hubung singkat disetiap titik beban,
pemutus sikring harus dari tipe yang membuka dan menutup
dengan cepat.
-
Papan nama
Setiap pemutus daya (sirkuit breaker) harus dilengkapi dengan
papan nama.
6. Terminal pembantu
Apabila menuju suatu terminal pada panel terdiri dari beberapa
core kabel yang disatukan pada terminal tersebut maka apabila
perlu disatukan melalui terminal pembantu pada panel dengan
lubang terminal yang sesuai. Hal ini harus disediakan oleh
kontraktor
e. System iluminasi dan peralatan
1. Lampu-lampu / tube/bulb fluorescent
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
Ficture harus sesuai dengan gambar. Bulb adalah dengan warna
“standar white deluxce”. Twint lamp atau double TL harus
dirangkai masing-masing satu ballast dengan satu lampu secara
leadlag wiring. Semua fixture harus diadakan perbaikan faktur
kerja sehingga mencapai PF = 0,85 dengan menggunakan
kapasitor
2. Lampu-lampu jalan
Reflector yang digunakan adalah yang dapat diatur sesuai posisi
jalan. Potongan optic jenis multy faced reflector, bracket elektrikal
komponen system modular, anti fandal clear cover, kompertemen
lampu dengan IP : 66 kompertemen elektrikal dengan IP : 54
fixture harus sesuai dengan gambar, jenis lampu jalan tipe
sodium harus dirangkai secara lead-lag wiring. Semua fixture
lampu harus diadakan perbaikn factor kerja sehingga mencapai
PF = 0,85 dengan menggunakan kapasitor. Semua komponen
harus sesuai dengan standar PLN.
3. Lampu down light/ baret
Lampu down light/ baret harus tipe PLC, untuk penerangan
koridor/toilet atau yang ditunjuk pada gambar lengkap dengan
ballast, kapasitor dan armature dengan tutup dari bahan poly-
ethylene/BJLS 8 mm dengan power pactor tidak boleh kurang
dari 0,85.
4. Ballast harus leak proof, mempunyai temperature kerja rendah,
noise-less ballast dengan rumahan dari polyster. Untuk lampu TL
dengan dua lampu disusun/digunakan masing-masing satu
ballast untuk tiap lampunya (anti stroboscopic). Ratet dengan
tegangan 200V, tipe ballast harus tipe low loss dengan rugi-
rugi/loses ballast tidak lebih besar dari :
1. TL 18W, loses max 5,5W
2. TL 36 W, loses max 5,0 W
Ballas harus dilengkapi dengan conektion terminal yang
memenuhi standar PLN
METODE KERJA CV. BINA LESTARI CONSULTANT
5. White pol fittings
lampu flowrescent digunakan bahan fitting dari jenis hight quality
ycarbonate masing-masing untuk lampu TKI dan TKO.
6. Starter
Starter untuk lampu fluorescent mempunyai rediability. Terbuat
dari high quality white polycarbonate Starter lampu disesuaikan
dengan rating lampu TL.