| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0537616351221000 | Rp 274,609,455 | - | |
| 0403182090211000 | Rp 278,328,655 | Tidak Menghadiri Undangan Pembuktian Kualifikasi | |
CV Arunika Utama Konstruksi | 03*5**6****21**0 | Rp 283,982,944 | - |
| 0940352313202000 | Rp 282,906,577 | Tidak Melampirkan bukti Theodolite yang telah dikalibrasi, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP | |
| 0015547987221000 | Rp 261,725,735 | Tidak Melampirkan Infoice Theodolite, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP, dengan ketentuan:(1) Evaluasi terhadap peralatan utama yang bersumber dari: (a) Milik sendiri, dilakukan terhadap bukti kepemilikan peralatan; (b) Sewa Beli, dilakukan terhadap bukti pembayaran Sewa Beli; (c) Untuk peralatan sewa, selain menyampaikan surat perjanjian sewa harus disertai dengan bukti kepemilikan/penguasaan terhadap peralatan dari pemberi sewa. | |
| 0021182530221000 | Rp 284,522,659 | Tidak dilanjutkan Evaluasi karena sudah terdapat 3 Calon Penyedia yang Memenuhi Persyaratan. | |
| 0961336534221000 | Rp 278,202,973 | Tidak Melampirkan bukti Theodolite yang telah dikalibrasi, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP | |
| 0911090223221000 | Rp 269,664,253 | Tidak Melampirkan bukti Theodolite yang telah dikalibrasi, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP | |
| 0667883078221000 | Rp 277,619,314 | Tidak Melampirkan bukti Theodolite yang telah dikalibrasi, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP | |
| 0840437172221000 | Rp 277,370,423 | Sesuai Bab VI Bentuk Dokumen penawaran E. Daftar Personil Manejerial, daftar riwayat hidup personel manajerial. Bab III Instruksi Kepada Peserta (IKP) 25. Penyampaian Data Kualifikasi dan Dokumen Penawaran 10. Peserta tidak perlu mengunggah (upload) hasil pemindaian dokumen asli yang bertanda tangan basah dan berstempel, kecuali surat lain yang memerlukan tanda tangan basah dari pihak lain. Bab III Instruksi Kepada Peserta (IKP) 28. Evaluasi Dokumen Penawaran 28.12.b.2).c).(5) Pengalaman yang disampaikan tanpa melampirkan daftar riwayat pengalaman kerja atau referensi maka tidak dapat dihitung sebagai pengalaman. Dalam hal ini peserta menyampaikan daftar riwayat pengalaman kerja personil manejerial yang tidak bertanda tangan basah, dengan demikian penilaian lama pengalaman kerja personil manejerial yang diusulkan dalam dokumen penawaran teknis tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam LDP dokumen pemilihan. >> Tidak Melampirkan bukti Theodolite yang telah dikalibrasi, sehingga tidak memenuhi ketentuan persyaratan kemampuan menyediakan peralatan utama, tidak memenuhi ketentuan dokumen pemilihan Bab IV. LDP Poin F. Persyaratan teknis, angka 2. berdasarkan ketentuan dokumen pemilihan Bab III - Instruksi Kepada Peserta (IKP). Angka 28.12. Evaluasi Teknis:b) Peralatan utama yang ditawarkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP | |
| 0016703803221000 | Rp 293,750,311 | Tidak dilanjutkan Evaluasi karena sudah terdapat 3 Calon Penyedia yang Memenuhi Persyaratan. | |
| 0667800825216000 | Rp 293,976,979 | Tidak dilanjutkan Evaluasi karena sudah terdapat 3 Calon Penyedia yang Memenuhi Persyaratan. | |
CV Bahran Rafie Fatih Nusantara | 04*0**2****21**0 | Rp 302,530,994 | Tidak dilanjutkan Evaluasi karena sudah terdapat 3 Calon Penyedia yang Memenuhi Persyaratan. |
Riau Terbilang Sukses | 09*3**9****21**0 | - | - |
| 0843980285221000 | Rp 289,001,269 | Tidak dilanjutkan Evaluasi karena sudah terdapat 3 Calon Penyedia yang Memenuhi Persyaratan. | |
CV Sheza Utama Perkasa | 06*0**1****21**0 | - | - |
| 0723847273221000 | - | - | |
| 0028498129221000 | - | - | |
PT Manna Was Salwa | 08*0**4****16**0 | - | - |
| 0832029144216000 | - | - | |
| 0030754576201000 | - | - | |
| 0666393723216000 | - | - | |
CV Tiga Putra Surya | 04*2**7****16**0 | - | - |
CV Citra Melayu Putra | 0753960061222000 | - | - |
CV Prima Nuansa Solution | 09*7**9****21**0 | - | - |
CV Riau Andalan Utama | 0022021950216000 | - | - |
| 0936025519221000 | - | - | |
| 0727405862221000 | - | - | |
| 0028501203221000 | - | - | |
| 0760956771221000 | - | - | |
| 0019781517221000 | - | - | |
CV Yasmin Group | 06*9**4****21**0 | - | - |
| 0414256057216000 | - | - | |
| 0533700837211000 | - | - | |
| 0932329121221000 | - | - | |
| 0022512024222000 | - | - | |
Citra Karya Sarana Utama | 0316165620216000 | - | - |
| 0723995809216000 | - | - | |
CV Azka Sang Pejuang | 03*4**5****21**0 | - | - |
CV Mikhayla It Solution | 08*2**6****21**0 | - | - |
| 0665755161221000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN
PENATAAN RUANG
JL. HR. SUBRANTAS. S NO. TELP. 20036 FAX (0762) 20538 BANKINANG
Pekerjaan :
DED PEMBANGUNAN KANTOR KEPALA DESA
SUMBER SARI KECAMATAN TAPUNG HULU
Metode
Pelaksanaan
METODE PELAKSANAAN
PEKERJAAN : DED PEMBANGUNAN KANTOR KEPALA DESA SUMBER SARI KECAMATAN
TAPUNG HULU
1. INFORMASI DATA PROYEK
Paket pekerjaan Ded pembangunan kantor kepala desa Sumber Sari kecamatan Tapung Hulu terletak di
Kabupaten Kampar. Pekerjaan ini dibiayai dari dana APBD Tahun Anggaran 2023.
2. TAHAPAN PENDAHULUAN
Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
proyek. Sebelumnya segala izin yang dibutuhkan sudah diurus, timeschedule telah dibuat, dan
kontraktor telah memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan yang dilakukan dalam proyek ini
meliputi :
• Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/
mendatangkan peralatan, personil, dan perlengkapan untuk melaksanakan semua item
pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan
gambar kerja.
• Personil Dilapangan Meliputi : Pelaksana Lapangan, Logistik, Surveyor, Juru Gambar Dan
Personil Pekerja ( Mandor, Kepala Tukang, Tukang dan Pekerja )
3. SISTIM MANAJEMEN K3
• Pihak Kami akan membuat, menerapkandan memelihara prosedur untuk identifikasi bahaya,
Penilaian risiko dan pengendaliannya secara berkesinam-bungan sesuai dengan Rencana
K3Kontrak (RK3K)
METODE PELAKSANAAN | Hal. 1
METODE PELAKSANAAN | Hal. 2
Seluruh langkah pekerjaan harus terjadwal dan terkoordinasi dengan baik. Master Schedule
akan diperinci kembali menjadi schedule yang terbagi menjadi beberapa bagian pekerjaan
sesuai dengan BQ dan dirinci menjadi metode pelaksanaan mingguan, dimana langkah-langkah
pekerjaan ini kami tuangkan dalam metode pelaksanaan.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai. Ada 4 faktor Yang perlu diperhatikan agar proses pekerjaan
berjalan dengan maksimal. Ke-4 aspek tersebut adalah :
1. Pembuatan Saluran Pengelak ( Diversion Chanel )
Dikarenakan pekerjaan ini dikawasan gedung kantor, maka diperlukannya pembuatan saluran
pengelak, ini dikarenakan agar sisa material air yang terbuang tidak mengalir kesegala arah (
tidak menganggu kegiatan di kantor ).
2. Pengeringan tempat pekerjaan ( Dewatering/ Undewatering )
Lokasi pekerjaan mestinya dalam keadaan baik, jika di permukaan lahan pekerjaan tergenang
air, maka semestinya lakukan pengeringan permukaan lahan pekerjaan dan arahkan
pembuangan ke saluran pengelak ( Diversionil Chanel )
3. Pembuatan Konstruksi Pengaman ( Protection Contruction )
Pekerjaan yang berlokasi di areal gedung kantor sudah pasti akan berhubungan dengan orang
ramai, oleh sebab itu lakukanlah pengamanan dilokasi pekerjaan dengan cara membuat
konstruksi pengaman, ini bias berupa pemagaran di sekeliling bangunan ataupun memasang
rambu peringatan, ini berguna agar pekerjaan dapat berjalan dengan optimal tanpa ada
gangguan dari pihak manapun.
4. Pengaturan Lalu Lintas ( Traffic Management )
Kelancaran Pekerjaan juga didukung dengan transportasi yang lancar, oleh karena itu sebaiknya
dilakukan pengaturan lalu lintas menuju lokasi pekerjaan, sehingga proses suplai material dari
luar dapat tersalurkan dengan lancar dan baik
Berikut ini metode pekerjaan yang dapat menggambarkan penguasaan dalam pekerjaan, di dalamnya
akan menjelaskan tahapan pekerjaan berdasarkan :
METODE PELAKSANAAN | Hal. 3
❖ Pekerjaan Pasang papan nama proyek.
Pembuatan papan nama kegiatan sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa kegiatan yang
sedang berlangsung adalah sumber dana APBD atau APBN
Tulisan yang tercantum dalam papan nama proyek tersebut adalah :
a. Nama Proyek
b. Nama Pekerjaan
c. Harga Borongan
d. Jangka Waktu Pelaksanan
e. Konsultan Pengawas
f. Kontraktor Pelaksana
g. Waktu Pelaksanaan Pekerjaan
LINGKUP PEKERJAAN :
I. PEKERJAAN PENDAHULUAN
❖ Pekerjaan Pasang Bouwplank/Pengukuran.
Pengukuran dan penentuan pail lantai harus dilakukan terlebih dahulu,
pengukuran sebaiknya menggunakan theodolit dan waterpast yang telah disetujui terlebih
dahulu oleh Direksi.
Pemasangan papan bouwplank pada jarak 1,50 meter dari as bangunan, pemasangan papan
bouwplank harus sekuat mungkin sehingga tidak mudah berubah dan menggunakan
waterpass.
Ketinggian permukaan papan bouwplank dibuat sesuai dengan tinggi patok BM yang
ada, Papan bouwplank baru dapat dibuka setelah pekerjaan pemasangan lantai bangunan
selesai.
Gudang dan los kerja baru dapat dibongkar setelah pekerjaan selesai 100 % dan
pembongkarannya mendapat persetujuan dari pengawas.
II. PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
❖ Pekerjaan Galian Pondasi
Pada galian tanah, tanah humus atau bekas-bekas kayu, akar dan lain-lainnya harus
dikeluarkan dari lokasi bangunan sebelum galian tanah agar tidak terjadi penurunan pada
METODE PELAKSANAAN | Hal. 4
pondasi dan lantai bangunan. Pekerjaan galian tanah dilakukan untuk lobang pondasi,
lobang saluran keliling bangunan dan lain-lain sebagainya.
Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan galian tanah :
1. Lebar, dalam dan bentuk galian tanah dikerjakan sesuai ukuran yang tercantum dalam
gambar detail pondasi.
2. Tanah hasil galian tanah yang tidak dapat dipergunakan untuk menimbun lobang-
lobang harus dibuang pada tempat yang ditentukan pengawas lapangan.
3. Pemakaian bekas tanah galian untuk penimbunan kembali herus mendapatkan
persetujuan dari pengawas lapangan
❖ Pekerjaan Urugan Pasir dibawah pondasi dan Cor Lantai Kerja 1 : 3 : 5
Setelah Galian Tanah Pondasi selesai, diberi lapisan pasir urug setebal 5 cm dan
kemudian disiram dengan air sampai urugan pasir tersebut padat dan tidak banyak pori-pori.
Diatas lapisan pasir urug diberi lapisan cor beton tumbuk dengan campuran beton 1 : 3 : 5.
❖ Pekerjaan pondasi setempat beton bertulang
Langkah-langkah Pekerjaan pondasi setempat beton bertulang
a. Sebelum melakukan cor pondasi setempat, pastikan cor lantai kerja telah dilaksanakan
semua untuk dudukan pondasi setempat, kemudian lakukan pembesian pondasi dimana
diameter besi disesuaikan dengan gambar kerja dan spek yang ada.
b. Selanjutnya membuat panel bekisting yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran
poer di lokasi fabrikasi, Oleskan minyak bekisting pada permukaan panel hingga rata, Panel
bekisting harus diberi pengaku dari kaso pada sisi luar panel dan pada bagian atas panel
diberi kaso juga agar benar-benar tegak, Cek kelurusan bekisting dengan tarikan benang.
c. Setelah pemasangan bekisting dan pembesian selesai dilakukan pengecoran dimana
campuran mix design beton dibuat sesuai dengan mutu beton yang akan digunakan.
Selanjutnya dengan komposisi campuran tersebut, dibuat adukan beton dan
dilakukan pengetesan sample beton untuk mendapatkan mutu beton tersebut. Hasil
dari pengetesan tersebut menjadi dasar untuk pemakaian material campuran tersebut.
Semua proses pengetesan dikonsultasikan dengan konsultan pengawas di lapangan.
Kekentalan (konsistensi) adukan disesuaikan dengan cara transportasi, cara
pemadatan, jenis konstruksi dan kerapatan tulangan. Jumlah semen minimum dan faktor air
semen maximum memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dari Peraturan
METODE PELAKSANAAN | Hal. 5
Beton SNI 03-1972-1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton. Untuk mencegah
timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang kerikil, adukan beton dipadatkan selama
pengecoran. Pemadatan dilakukan dengan menumbuk-numbuk atau dengan
menggunakan alat/ vibrator.
❖ Pekerjaan cor kolom pedestel
Langkah-langkah Pekerjaan pedestel pondasi beton bertulang
a. Sebelum melakukan cor kolom pedestal pondasi, pastikan cor pondasi setempat telah
dilaksanakan semua untuk dudukan pedestal pondasi, kemudian lakukan pembesian
pedestel pondasi dimana diameter besi disesuaikan dengan gambar kerja dan spek yang
ada.
b. Selanjutnya membuat panel bekisting yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran
poer di lokasi fabrikasi, Oleskan minyak bekisting pada permukaan panel hingga rata, Panel
bekisting harus diberi pengaku dari kaso pada sisi luar panel dan pada bagian atas panel
diberi kaso juga agar benar-benar tegak, Cek kelurusan bekisting dengan tarikan benang.
c. Setelah pemasangan bekisting dan pembesian selesai dilakukan pengecoran dimana
campuran mix design beton dibuat sesuai dengan mutu beton yang akan digunakan.
Selanjutnya dengan komposisi campuran tersebut, dibuat adukan beton dan
dilakukan pengetesan sample beton untuk mendapatkan mutu beton tersebut. Hasil
dari pengetesan tersebut menjadi dasar untuk pemakaian material campuran tersebut.
Semua proses pengetesan dikonsultasikan dengan konsultan pengawas di lapangan.
Kekentalan (konsistensi) adukan disesuaikan dengan cara transportasi, cara
pemadatan, jenis konstruksi dan kerapatan tulangan. Jumlah semen minimum dan faktor air
semen maximum memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dari Peraturan
Beton SNI 03-1972-1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton. Untuk mencegah
timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang kerikil, adukan beton dipadatkan selama
pengecoran. Pemadatan dilakukan dengan menumbuk-numbuk atau dengan
menggunakan alat/ vibrator.
❖ Pekerjaan pasang pondasi batu bata
Langkah-langkah Pekerjaan Pasang Pondasi Batu Bata camp. 1 : 4 1 batu :
a. Dibuat profil pada tiap sudut bangunan atau tempat-tempat yang telah ditentukan. Profil
METODE PELAKSANAAN | Hal. 6
dibuat dari kayu kaso yang telah diserut lurus, berfungsi sebagai patokan ketegakan
pasangan pondasi. Sehingga profil harus benar-benar tegak/ vertikal.
b. Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bata dan adukan / siar ( 7 cm ). Pasangan bata
dicek kelurusannya dengan waterpass. Biasanya digunakan pensil untuk menandai profil-
profil tersebut.
c. Pasang benang untuk setiap lapis (atau tiap dua lapis) dari profil ke profil untuk
mengontrol kelurusan horizontal pasangan.
d. Bata direndam dulu sampai gelembung udara hilang (kira-kira 2 – 8 menit) sebelum
dipakai untuk mengurangi absorpsi.
e. Ambil bata dan adukan pada saat yang bersamaan, kira-kira cukup untuk pemasangan
satu buah bata.
f. Adukan diratakan pada tempat untuk pemasangan bata tersebut, terutama bagian
depannya, Rapihkan semua siar-siar/ naad-naad mendatar maupun tegak dengan besi
bulat atau kayu.
❖ Pekerjaan raben pondasi batu bata
Setelah selesai pemasangan pondasi batu bata kemudian dilakukan pekerjaan raben
pondasi dimana campurannya disesuaikan dengan spek yang ada
❖ Pekerjaan cor balok sloof
Langkah-langkah Pekerjaan Balok Sloof Beton Bertulang :
Pembesian
Semua pekerjaan pembesian harus mengikuti peraturan dan syarat - syarat SNI – yang
berlaku. Besi beton jenis yang tahan las dan kuat tarik minimum 2.400 Kg/cm2 (U - 24).
Bahan - bahan dan ukuran tulangan harus berdasarkan SNI yang berlaku, sebelum besi beton
diletakkan pada tempat yang dikehendaki, permukaan besi harus dibersihkan terhadap karat
kotoran, lemak atau bahan lain yang tidak dikehendaki. Besi beton harus dijaga agar selalu
dalam keadaan yang bersih sampai saat pengecoran beton dilakukan.
Pembesian harus dikerjakan sebaik mungkin pada posisi yang stabil sedemikian rupa
sehingga pada waktu pengecoran, posisi besi beton tersebut tidak berubah.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 7
Penempatan besi beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas terlebih dahulu sebelum
diadakan pengecoran. Penyedia Barang/Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada
pengawas untuk mengadakan pemeriksaan pekerjaan pembesian, sebelum pengecoran.
Bekisting
Panel bekisting yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran balok sloof dilokasi fabrikasi,
Oleskan minyak bekisting pada permukaan panel hingga rata, Panel bekisting harus diberi
pengaku dari kaso pada sisi luar panel dan pada bagian atas panel diberi kaso juga agar benar-
benar tegak, Cek kelurusan bekisting dengan tarikan benang.
Beton
Campuran mix design beton dibuat sesuai dengan mutu beton yang akan digunakan.
Selanjutnya dengan komposisi campuran tersebut, dibuat adukan beton dan dilakukan
pengetesan sample beton untuk mendapatkan mutu beton tersebut. Hasil dari pengetesan
tersebut menjadi dasar untuk pemakaian material campuran tersebut. Semua proses
pengetesan dikonsultasikan dengan konsultan pengawas di lapangan. Kekentalan
(konsistensi) adukan disesuaikan dengan cara transportasi, cara pemadatan, jenis konstruksi
dan kerapatan tulangan. Jumlah semen minimum dan faktor air semen maximum
memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dari Peraturan Beton SNI 03-1972-
1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton. Untuk mencegah timbulnya rongga-rongga
kosong dan sarang kerikil, adukan beton dipadatkan selama pengecoran. Pemadatan
dilakukan dengan menumbuk-numbuk atau dengan menggunakan alat/vibrator.
❖ Pekerjaan urugan kembali bekas galian
Pekerjaan urugan kembali bekas galian dilakukan pada saat pekerjaan pondasi telah
selesai semua.
III. PEKERJAAN STRUKTUR BETON
❖ Pekerjaan cor kolom dan balok
Langkah-langkah Pekerjaan Kolom dan balok lantai Beton Bertulang :
Pembesian
Semua pekerjaan pembesian harus mengikuti peraturan dan syarat - syarat SNI – yang
berlaku. Besi beton jenis yang tahan las dan kuat tarik minimum 2.400 Kg/cm2 (U - 24).
METODE PELAKSANAAN | Hal. 8
Bahan - bahan dan ukuran tulangan harus berdasarkan SNI yang berlaku, sebelum besi beton
diletakkan pada tempat yang dikehendaki, permukaan besi harus dibersihkan terhadap karat
kotoran, lemak atau bahan lain yang tidak dikehendaki. Besi beton harus dijaga agar selalu
dalam keadaan yang bersih sampai saat pengecoran beton dilakukan.
Pembesian harus dikerjakan sebaik mungkin pada posisi yang stabil sedemikian rupa
sehingga pada waktu pengecoran, posisi besi beton tersebut tidak berubah.
Penempatan besi beton harus mendapat persetujuan dari Pengawas terlebih dahulu sebelum
diadakan pengecoran. Penyedia Barang/Jasa harus memberitahukan secara tertulis kepada
pengawas untuk mengadakan pemeriksaan pekerjaan pembesian, sebelum pengecoran.
Bekisting
Panel bekisting yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran kolom dilokasi fabrikasi, Oleskan
minyak bekisting pada permukaan panel hingga rata, Panel bekisting harus diberi pengaku
dari kaso pada sisi luar panel dan pada bagian atas panel diberi kaso juga agar benar-benar
tegak, Cek kelurusan bekisting dengan tarikan benang.
Beton
Campuran mix design beton dibuat sesuai dengan mutu beton yang akan digunakan.
Selanjutnya dengan komposisi campuran tersebut, dibuat adukan beton dan dilakukan
pengetesan sample beton untuk mendapatkan mutu beton tersebut. Hasil dari pengetesan
tersebut menjadi dasar untuk pemakaian material campuran tersebut. Semua proses
pengetesan dikonsultasikan dengan konsultan pengawas di lapangan. Kekentalan
(konsistensi) adukan disesuaikan dengan cara transportasi, cara pemadatan, jenis konstruksi
dan kerapatan tulangan. Jumlah semen minimum dan faktor air semen maximum
memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan- ketentuan dari Peraturan Beton SNI 03-1972-
1990 tentang Metode Pengujian Slump Beton. Untuk mencegah timbulnya rongga-rongga
kosong dan sarang kerikil, adukan beton dipadatkan selama pengecoran. Pemadatan
dilakukan dengan menumbuk-numbuk atau dengan menggunakan alat/vibrator.
SLUMP TEST
1. Pengisian kerucut Abrams dilakukan 3 tahap dimana tiap tahap untuk mengisi sepertiga
tinggi kerucut.
2. Pemampatan dengan merojok adukan beton sebanyak ± 25 kali menggunakan besi
untuk tiap tahap pengisian kerucut.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 9
3. Ratakan permukaan kerucut
4. Bersihkan bagian alas bawah kerucut
5. Tekan pegangan kemudian angkat kerucut
6. Ukur tinggi penurunan yang terjadi pada adukan beton
TEKNIK PENGECORAN DAN PEMADATAN
METODE PELAKSANAAN | Hal. 10
Pengecoran Kolom
Cara Yang Benar
1. Saat penuangkan beton dari gerobak salurkan campuaran memlalui pipa flexible/tremi
2. Saat menuangkan beton menggunakan bucket dari tower crane gunakan pipa penyaluran
yang flexible/tremi yang pangkalnya disambungkan dengan kerucut corong
3. Saat menuangkan beton menggunakan Concrete Pump masukan ujung pipa concrete
pump sampai dasar bekisting sambil diangkat perlahan saat bagian tersebut telah terisi
beton.
Cara Yang Salah
4. penuangan beton dengan jarak jatuh yang jauh, lama dan tak terkontrol dapat
menyebabkan segregasi dan campuran beton yang membentur bekisting dapat merusak
bekisting dan campuran beton.
Segregasi menyebabkan mortar/adukan akan tertinggal di permukaan sedangkan agregat
kasar akan menumpuk dibagian bawah
Prinsip untuk menghindari segregasi selama pengecoran disegala tempat :
1. Beton dicor secara vertikal dan sedekat mungkin dengan posisi pengecoran
2. Beton jangan dialiran ke posisi pengecoran, tetapi beton dipindahkan.
Pada saat melakukan penggetaran harus dilakukan dengan cara yang benar seperti gambar
dibawah ini :
METODE PELAKSANAAN | Hal. 11
Penggetaran pada saat melakukan pengecoran harus dilakukan antara lain untuk
mengkonsolidasikan partikel agregat sampai rata dan mengeluarkan udara yang terjebak.
KOLOM
1. Setelah bekisting kolom dibuka curing dapat dilakukan
2. Kondisi kolom agak mengering
3. Curring dilakukan dengan melakukan penyemprotan curing compound
4. Curing juga dapat dilakukan dengan menutupi permukaan kolom dengan terpal/ kain
karung basah
METODE PELAKSANAAN | Hal. 12
IV. PEKERJAAN STRUKTUR RANGKA DAN PENUTUP ATAP
Metode Pelaksanaan Pemasangan Atap Baja Ringan
Pada dasarnya Baja Ringan menggunakan 2 jenis Profil, ialah Profil C (canal) dan Profil Reng. Profil C
(Canal) berperan sebagai pengganti Kaso (kayu rangka) yang nantinya dirangkai menjadi Struktur Rangka
Atap. Sedangkan Profil Reng dipasang diatas Rangka Atap tersebut, sebagai dudukan bagi Atap Penutup
(seng atau genteng). Cara merangkai Baja Ringan sebagai berikut:
1. Rangka Atap Rabung 1 Komplit, yang akan dibuat menyerupai ini.
2. Kuda-kuda Baja Ringan, dibuat terlebih dahulu. Caranya sanggup dilihat dibawah (a, b, c).
a. Sambungan Atas Baja Ringan (Top Chord)
METODE PELAKSANAAN | Hal. 13
b. Tumpuan Baja Ringan pada Dinding/ Ring Balok (Pitching Point)
c. Skor Pengaku (web)
4. Mendudukkan Baja Ringan pada Dinding (Ring Balok)memakai Bracket L, dipasang pada kawasan
Pitching Point. Produk Bracket L ada buatan Pabrikan, sanggup juga dibuat sendiri dengan
menggunakanProfil C. Dipasang di Dinding/ Ring Balok menggunakan Dynabolt.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 14
4. Memasang Reng Baja Ringan dengan Profil Reng, dipasang diatas Kuda-kuda Baja Ringan, dengan
jarak pemasangan diadaptasi dengan Jenis Atap Penutup yang hendak dipakai.
5. Memasang Lisplang, (bisa menggunakan Lisplang berbahan GRC atau Kayu)
METODE PELAKSANAAN | Hal. 15
6. Memasang Atap Penutup, (bisa menggunakan Genteng Keramik, Genteng Batu, Genteng Metal,
Spandek, Seng, dan sebagainya)
METODE PELAKSANAAN | Hal. 16
V. PEKERJAAN ARSITEKTUR
V.1 PEKERJAAN PASANGAN DAN PELAPIS DINDING
❖ Pekerjaan pasang dinding batu bata
Langkah-langkah Pekerjaan Pasangan dinding batu bata :
a. Dibuat profil pada tiap sudut bangunan atau tempat-tempat yang telah ditentukan. Profil
dibuat dari kayu kaso yang telah diserut lurus, berfungsi sebagai patokan ketegakan
pasangan dinding. Sehingga profil harus benar-benar tegak/ vertikal.
b. Profil-profil diberi tanda setiap ketebalan bata dan adukan / siar ( ± 7 cm ). Pasangan bata
dicek kelurusannya dengan waterpass. Biasanya digunakan pensil untuk menandai profil-
profil tersebut.
c. Pasang benang untuk setiap lapis (atau tiap dua lapis) dari profil ke profil untuk
mengontrol kelurusan horizontal pasangan.
d. Bata direndam dulu sampai gelembung udara hilang (kira-kira 2 – 8 menit) sebelum
dipakai untuk mengurangi absorpsi.
e. Ambil bata dan adukan pada saat yang bersamaan, kira-kira cukup untuk pemasangan
satu buah bata.
f. Adukan diratakan pada tempat untuk pemasangan bata tersebut, terutama bagian
depannya.
g. Bata diletakkan dengan cara seperti pesawat terbang yang mendarat (dari belakang
ke depan) sambil ujung depannya menggaruk/ mendorong adukan dan ada spesi yang
tertekan keluar yang berarti naad vertikal benar-benar terisi penuh. Pengisian naad
vertikal dari atas setelah bata diletakkan tidak mejamin bahwa naad benar-benar terisi
dan tidak ada rongga udara. Keruk tumpahan/ sisa adukan dengan menggunakan
sendok aduk.
h. Penyesuaian posisi bata dilakukan dengan sedikit menggesernya ke arah depan –
belakang ( the forward and backward movement laying technique).
i. Untuk pemasangan bata yang terakhir, bata tersebut diberi adukan terlebih dahulu
METODE PELAKSANAAN | Hal. 17
sehingga tidak perlu penggeseran maupun penambahan mortar.
j. Pada tiap pertemuan pasangan dengan kolom diberi angker dengan jarak antar angker
± 15 lapis pasangan.
k. Angker-angker kusen (jika ada) dicor dengan beton pada pasangannya.
l. Pemasangan batu-bata dihentikan pada ketinggian 1 m, untuk memberi kesempatan
pasangan tersebut mengering, sementara itu dilakukan pengecoran pada kolom praktis.
m. Bersihkan pasangan bata dan rapihkan dengan memakai sendok adukan. Rapihkan semua siar-
siar/ naad-naad mendatar maupun tegak dengan besi bulat atau kayu.
❖ PEKERJAAN PLESTER DINDING
Langkah-langkah kerja plasteran dinding :
a. Pasang tarikan benang vertikal dan horisontal untuk kepalaan, cek tarikan benang.
b. Buat kepalan vertikal jarak 1 m’, biarkan sampai kepalan mengeras min 1 hari, cek
kepaalan.
c. Plaster diantara kepalaan, lalu ratakan dan padatkan menggunakan jidar alumunium mak.
3 m’, cek plasteran.
d. Perawatan plaster kasar dengan menyiram selama minimal 3 hari, sebelum diaci. Acian
dinding plaster satu bidang sekaligus pada satu kali pengacian.
❖ PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING KERAMIK
a. Planning
1. Shop drawing
• Menentukan sisa potongan keramik harus > 1/3 badan keramik
• Menentukan nad keramik dinding &lantai agar bertemu & nad keramik seragam
• Menentukan supaya perempatan keramik bertemu
• Menentukan posisi dinding bata.
• Menentukan tata letak sanitair & fixture harus diperempatan/ tengah badan keramik.
• Menentukan titik awal pemasangan keramik.
2. Perhitungan resources (sumber daya)
a. Bahan yang digunakan
• Keramik
METODE PELAKSANAAN | Hal. 18
• Semen pc
• Air
• Additive
b. Alat yang digunakan
• Jidar aluminium
• Bak air (ember)
• Tempat dudukan /tatakan keramik
• Benang atau senar
• Palu karet
• Plastic cross atau tile spacer
• Waterpass
• Busa/spon
• Kain/lap basah
c. Tenaga kerja :
menentukan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai jadwal dan volume pekerjaan
b. Pelaksanaan
1. Setelah pasangan batu bata, instalasi air & listrik selesai, dimulai marking untuk batas
pemasangan keramik.
2. Pasangan bata diplester tanpa acian, dengan ketebalan ±2 cm, diamkan selama 1x24 jam
sehingga plesteran menjadi kuat.
3. Sortir keramik agar menhasilkan keseragaman
• Ukuran/ dimensi
• Presisi
• Warna
METODE PELAKSANAAN | Hal. 19
4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air (ember) selama 1jam.
5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan/ tatakan keramik,
setelah proses perendaman
6. Basahi pasangan dinding yang akan dipasang keramik dengan air.
7. Pasang benang/senar untuk kepalaan, dan benang/ senar tersebut harus dicek secara
periodik baik kekencangan maupun elevasinya.
8. Cek lebar nad dan hindari las-lasan.
9. Pasang perekat laticrete+semen (acian/ air + semen) pada permukaan dinding
10. Beri acian pada seluruh permukaan sisi belakang keramik.
11.
12. Pasang kepalan keramik arah horizontal dan vertical dengan menempelkan keramik pada
posisinya.
13. Setelah itu ketuk keramik yang ditempel tersebut dengan palu karet agar merata.
14. Atur jarak nad dengan lebar sesuai gambar kerja, supaya ukuran nad bisa seragam & rapi
diharuskan menggunakan plastic cross sebagai pengatur jarak nad (tanda " + ") atau
dengan tile spacer.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 20
15. Cek kerataan pasangan keramik dengan water pass.
16. Bersihkanlah permukaan keramik yang telah terpasang dengan kain/ lap basah
17. Lakukan pengecekan terhadap nad dari laticrete menggunakan material
18. grouting nad dengan alat busa/spon.
19. Setelah kering bersihkan sekitar pasangan keramik dan permukaan keramik dengan kain /
lap basah.
PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU UPVC
UPVC adalah singkatan dari Unplasticized Poly Vinyl Chloride. UPVC ini merupakan material
turunan dari bahan plastik yang telah mengalami berbagai proses sehingga sifat lenturnya bisa hilang.
Tahap hasil akhir setelah proses adalah jenis material keras yang kemudian digunakan untuk pembuatan
pintu, jendela, atau bahkan atap.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 21
KELEBIHAN MENGGUNAKAN PRODUK UPVC :
1. Mudah Dirawat
2. Anti Rayap
3. Tidak Merambatkan Panas
4. Harga yang Terjangkau
5. Kuat
LINGKUP PEKERJAAN
1. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, biaya, peralatan dan alat-alat bantu yang
diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini, sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang bermutu
baik dan sempurna.
2. Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen pintu, jendela dan panel UPVC, seperti yang dinyatakan /
ditunjukkan dalam gambar.
3. Pekerjaan ini dilakukan secara terpadu dengan Pekerjaan kusen, pintu dan jendela, pekerjaan kaca dan
cermin.
PERSYARATAN BAHAN
1. Terbuat dari bahan UPVC (unplasticised polyvinyl chloride), dari produk dalam negeri warna putih atau
dengan kualitas sama yang memenuhi standar TKDN (tingkat komponen dalam negeri) yang
dikeluarkan oleh Kementerian terkait.
2. Bentuk profil sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, dengan terlebih dahulu dibuatkan gambar detail
rinci dalam shop drawing yang disetujui Konsultan Pengawas dan Perencana.
3. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi warna profil-profil harus diseleksi
secermat mungkin. Kemudian pada waktu fabrikasi unit-unit jendela, pintu, partisi dan lain-lain, profil
harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama.
4. Bahan yang akan melalui proses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai
dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan, yang disyaratkan
Konsultan Pengawas.
5. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi Rencana Kerja dan Syarat-syarat dari pekerjaan
UPVC serta memenuhi ketentuan- ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
6. Konstruksi kusen, daun dan panel UPVC yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan dalam detail gambar
termasuk bentuk dan ukurannya.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 22
7. Kusen daun dan panel UPVC eksterior memiliki ketahanan terhadap air / kebocoran air, tidak terlihat
kebocoran signifikan (air masuk ke dalam interior bangunan sampai tekanan 137 Pa (positip) dalam
jangka waktu 15 menit, dengan jumlah air minimum 3,4 lt/m2 min.
8. Nilai deformasi diijinkan maksimum 2 mm.
9. Pekerjaan mesin potong, mesin welding dan lain-lain harus sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil
rakitan untuk unit-unit jendela, pintu dan partisi yang mempunyai toleransi ukuran sebagai berikut :
o Untuk tinggi dan lebar 1 mm
o Untuk diagonal 2 mm
10. Accessories
o Sekrup dari galvanized kepala tertanam, weather strip dari UPVC, pengikat alat penggantung yang
dihubungkan dengan UPVC harus ditutup dan dis.
o Sealant yang dipergunakan memiliki ketahanan yang cukup baik.
o Angkur-angkur untuk rangka / kusen UPVC terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm, dengan lapisan
zink tidak kurang dari 13 mikron sehingga tidak dapat bergerak / bergeser dan terikat pada pipa
galvanis di dalam UPVC.
11. Bahan finishing Treatment untuk permukaan kusen jendela dan pintu yang bersentuhan dengan bahan
alkaline seperti beton, aduk atau plester dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari lacquer yang
jernih.
SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN
1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar- gambar dan kondisi di
lapangan, terutama ukuran dan peil lubang bukaan dinding. Kontraktor diwajibkan membuat contoh
jadi (mock-up) untuk semua detail sambungan dan profil UPVC yang berhubungan dengan sistem
konstruksi bahan lain dan dimintakan persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Perencana.
2. Proses fabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses
ini sudah didahului dengan pembuatan shop drawing atas petunjuk Perencana, meliputi gambar
denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran. Kontraktor juga diwajibkan untuk membuat perhitungan-
perhitungan yang mendasari sistem dan dimensi profil UPVC terpasang, sehingga memenuhi
persyaratan yang diminta / berlaku. Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kehandalan pekerjaan
ini.
3. Semua frame / kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding partisi, dikerjakan secara fabrikasi dengan
teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 23
4. Pemotongan profil UPVC hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan
debu besi pada permukaannya. Disarankan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan
hatihati tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
5. Pengelasan/we ld ing dibenarkan menggunakan alat pemanas khusus dengan suhu minimal 250°C.
Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
6. Angkur-angkur untuk rangka / kusen UPVC terbuat dari steel plate setebal 2-3 mm.
7. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat, sedemikian rupa
sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air
sebesar 1.000 kg/cm2. Celah antara kaca dan sistem kusen UPVC harus ditutup oleh karet list.
8. Untuk fitting hardware dan reinforcing materials yang mana kusen UPVC akan bertemu dengan besi,
tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chromium untuk
menghindari timbulnya korosi.
9. Toleransi pemasangan kusen UPVC disatu sisi dinding adalah 10-25 mm yang kemudian diisi dengan
beton ringan / grout.
10. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan,
hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari
synthetic resin. Penggunaan ini dilakukan pada swing door dan double door.
11. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air dan
suara.
12. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.
13. Engsel untuk jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak jangkauan tangan.
14. Profil UPVC yang akan dipilih harus diajukan secepatnya untuk memperoleh persetujuan Perencana.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 24
PEKERJAAN PLAFOND
a. Peralatan Yang Digunakan
• Peralatan Yang Digunakan
• roll meter (meteran)
• steger kerja
• mesin poles kayu
• benang nylon
• waterpass
• siku besi
• gergaji
• amplas biasa (kasar & halus)
• paku
• palu besi
• kain lap
b. Bahan Yang Digunakan
• Peralatan Yang Digunakan
• roll meter (meteran)
• steger kerja
• mesin poles kayu
• benang nylon
• waterpass
• siku besi
• gergaji
• amplas biasa (kasar & halus)
• paku
• palu besi
• kain lap
c. Pelaksanaan
1. Buat marking elevasi, as dan jarak penggantung rangka plafond sesuai dengan
shopdrawing (untuk menentukan ketinggian plafond ).
METODE PELAKSANAAN | Hal. 25
2. Pasang benang nylon dua sisi dan sejajar sebagai pedoman kelurusan & ketinggian rangka,
sesuai elevasi yang telah dibuat pemasangan benang nylon.
3. Pasang instalasi terlebih dahulu sebelum memasang rangka plafond.
4. Pasang rangka plafond (yang telah dihaluskan, dimeni & dipotong) sesuai marking yang
telah dibuat.
5. Periksa kelurusan dan kerataan rangka menggunakan waterpass & siku besi.
6. Potong panel plafond Kalsiboard dengan gergaji sesuai shop drawing.
7. Haluskan bekas potongan kalsiboard dengan amplas.
Pasang panel plafond kalsiboard tersebut dengan mengatur :
• kelurusan & kerapatan nad plafond
• kerataan plafond
Pemasangan plafond dimulai dari tepi (mengikuti gambar kerja) dan diperkuat dengan
paku yang diketok dengan palu besi
9. Cek kerataan permukaan plafond yang sudah jadi dengan waterpass.
10. Rapikan & haluskan permukaan plafond kalsiboard yang telah terpasang dengan amplas
sampai rata / licin.
11. Bersihkan permukaan yang telah diamplas dengan kain lap
METODE PELAKSANAAN | Hal. 26
PEKERJAAN LANTAI
LANTAI KERAMIK
a. Planning
1. Shop drawing
• Menentukan sisa potongan keramik harus > 1/3 badan keramik
• Menentukan nad keramik dinding &lantai agar bertemu & nad keramik seragam
• Menentukan supaya perempatan keramik bertemu
• Menentukan posisi dinding bata.
• Menentukan tata letak sanitair & fixture harus diperempatan/ tengah badan keramik.
• Menentukan titik awal pemasangan keramik.
• Menentukan expantion joint minimal setiap luasan 12 m2-16 m2.
2. Perhitungan resources (sumber daya)
a. Bahan yang digunakan
• Keramik
• Semen pc
• Air
• Additive
b. Alat yang digunakan
• Jidar aluminium
• Bak air (ember)
• Tempat dudukan /tatakan keramik
• Benang atau senar
• Palu karet
• Sendok Spesi
• Plastic cross atau tile spacer
• Waterpass
• Busa/spon
• Kain/lap basah
c. Tenaga kerja :
menentukan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai jadwal dan volume pekerjaan
b. Pelaksanaan
1. Siapkan peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan.
2. Pahami gambar kerja, pola pema-sangan, dan lain – iain.
3. Sortir keramik agar menghasilkan kese-ragaman
• Ukuran/ dimensi
• Presisi
• Warna
4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air (ember) selama 1jam.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 27
5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan/ tatakan keramik,
setelah proses perendaman
6. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai penentuan peil ini untuk seluruh
kesatuan.
7. Pasang benang arah horisontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
shopdrawing. kedudukan benang datar dan siku apabii.a dinding yang ada adalah
dinding keramik, maka kedudukan nad lantai harus disesuaikan dengan yang ada pada
dinding.
8. Pasang keramik sebagal pasangan kepalaan, sepanjang garis dasar yang telah
terpasang.
9. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik dengan
waterpass
10. Isi bagian/daerah permukaan lantai yang lainnya dengan adukan/
11. Spesi. ll.setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai poslsinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las - lasan.
12. Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan palu karet
untuk mendatarkan/meratakan permukaan keramik supaya tidak rusak/cacat.
13. Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
14. Bersihkan permukaan pasangan keramik yang telah terpasang dengan kain/lap
basah sampai bersih.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 28
15. Untuk menghindari naiknya lantai (menggelembungnva lantai) maka buatlah delatasi
16. Kemudian siapkan isian/bahan cor nad pada bakair (ember) dan aduklah hingga rata
17. Setelah adukan rata, isi sela - sela nad dengan bahan cor nad dengan menggunakan
sendok spesi ( sekop ). Pengisian nad dilakukan apabila kedudukan keramik telah kuat
atau spesi telah kering.
18. Kemudian ratakan nad tersebut dengan cape.
19. Diamkan dan tunggu sampai nad ter-sebut benar-benar kering.
20. Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah dipa-sang nad
dari sisa-sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain/lap basah sampai bersih.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 29
PEKERJAAN SCREED LANTAI
a. Peralatan yang digunakan
• Selang air.
• Waterpass.
• Sapu.
• Compressor.
• Paku.
• Benang nylon / sknar.
• Meteran.
• Jidar aluminium.
• Roskam kayu
• Molen untuk mengaduk mortar kapasitas 150 liter
• Lift untuk menaikan mortar (bangunan bertingkat) kapasitas 1 ton
• Gerobak uintuk mengangkut mortar (dua roda)
• Sendok tembok
• Drum air
• Ember
b. Bahan yang digunakan
• Pasir pasang/ extra beton.
• Semen (pc).
• Air.
c. Pelaksanaan :
1. Buat marking untuk elevasi screed dengan selang air / waterpass.
2. Bersihkan permukaan lantai dari debu dan puing dengan sapu/ compressor.
3. Siram permukaan lantai dengan air sampai lembab.
4. Pasang benang pada jalur kepalaan (elevasi sesuai dengan marking)
5. Tentukan tebal screed lantai sesuai dengan jenis finishing lantai.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 30
6. Buat caplaan pada jalur kepalaan dengan jarak 1,5 s/d 2 m, elevasi sesuai benang. pada
bagian atas caplaan diberi triplek 5x5 cm
7. lsi adukan dengan campuran 1:4 diantara caplaan, elevasi sesuai benang, demiklan
seterusnya untuk jalur kepalaan yang lain
8. Dengan jarak antar kepalaan 1,5m s/d 2m sejajar kepalaan pertama.
9. Isi adukan dengan campuran 1:4 diantara 2 kepalaan. dan ratakan dengan jidar
aluminium lalu haluskan dengan roskam kayu.
10. Aci permukaan bidang screed setelah umur screed 2-3 hari (khusus finishing lantai keramik,
permukaan screed tidak perlu di aci tetapi di kasarkan).
PEKERJAAN PENGECATAN
a. Peralatan yang digunakan
• Kertas semen/koran
• Lakban
• Amplas
• Rol
• Kuas
METODE PELAKSANAAN | Hal. 31
• Skrap
• Kain lap
b. Bahan yang digunakan :
• Plamur
• Cat dinding
c. Pelaksanaan :
1. Bersihkan permukaan dinding dari debu, kotoran dan bekas percikan plesteran dengan
kain lap.
2. Llindungi bahan-bahan/ pekerjaan lain yang berbatasan dengan dinding yang akan dicat
dengan kertas semen/ koran dan lakban.
3. Gunakan skrap untuk memperbaiki bagian-bagian dinding yang retak & kurang rata
dengan pilamur, kemudian tunggu sampai kering.
4. Haluskan plamur yang telah kering dengan amplas hingga rata.
5. Cek, apakah permukaan dinding sudah rata ?
6. Jika permukaan sudah rata, maka lakukan pengecatan dasar dengan alat rol pada bidang
yang luas & dengan kuas untuk bidang yang sempit (sulit).
7. Jika cat dasar tersebut sudah kering, lakukan pengecatan finish yang pertama.
8. Jika cat finish yang pertamasudah kering, lakukan pengecatan finish yang kedua/ terakhir
(jumlah pelapisan cat sesuai dengan spesifikasi).
9. Cek apakah pengecatan finish yang kedua/ terakhir itu sudah rata
10. Apabila sudah rata, bersihkan cat-cat yang mengotori bahan-bahan/ pekerjaan lain yang
seharusnya tidak terrkena cat dengan kain lap.
d. Hasil akhir :
hasil akhir pengecatan dinding yang baik adalah sebagai berikut:
METODE PELAKSANAAN | Hal. 32
• Permukaan rata
• Tidak mengenai bidang lain
• Tidak mengelupas
PEKERJAAN MEKANIKAL, ELEKTRIKAL & PLUMBING
❖ Pekerjaan instalasi listrik
Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan listrik adalah:
a. Bahan yang akan digunakan adalah sesuai dengan yang disyaratkan dan dalam keadaan
baru.
b. Pekerjaan listrik dilakukan oleh orang-orang yang ahli.
c. Pelaksanaan instalasi penerangan dan stop kontak untuk semua ruangan dan
lain-lain, dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja.
d. Panel-panel listrik semuanya dipasang.
e. Semua kabel dipasang lurus atau sejajar dan jari-jari lengkungan tidak boleh kurang
dari syarat- syarat pabrik pembuatnya.
f. Kabel-kabel feeder di klem dengan klem khusus atau dengan besi siku yang dicat anti
karat.
g. Kabel-kabel yang turun dari plafond ke stop kontak dengan saklar melalui dinding bata
memakai pipa PVC. Diameter pipa yang digunakan disesuaikan dengan kabel yang dipakai.
h. Pemasangan kabel-kabel di atas plafond disusun rapi dan diklem pada plat dak
sehingga mempermudah perawatan.
METODE PELAKSANAAN | Hal. 33
i. Hantaran-hantarannya yang tidak ditarik di atas langit-langit seperti pemasangan pada
kolom beton, maka pipa-pipa sudah dipersiapkan sebelum pengecoran beton dilakukan,
termasuk kotak-kotak saklar dan lain sebagainya.
j. Penyambungan kabel-kabel penerangan dan stop kontak di dalam dos yang telah
disetujui oleh pengawas.
k. Kotak-kotak sambung ditempatkan pada tempat-tempat yang mudah dicapai pada saat
diperlukan pelaksanaan perbaikan atau pergantian kabel dikemudian hari. Tidak
diperkenankan mempergunakan potongan-potongan kabel secara sambung-
menyambung, kecuali pada tempat-tempat tertentu seperti percabangan dari suatu
rangkaian.
❖ Pekerjaan instalasi air
Pekerjaan Pipa
Pemasangan pipa air bersih, instalasi air kotor harus disesuaikan menurut gambar bestek,
memudahkan pengawasannya, setiap ada perubahan letak pipa harus memberitahukan
kepada pengawas.
Instalasi Air Bersih
Saluran air bersih untuk bangunan pemasangan tertanam didalam tanah dan dibawah
lantai beton tumbuk keliling bangunan, Penyambungan pipa harus menggunakan soket
untuk sambungan lurus dan elbow untuk pembelokan, penyambungan harus kuat dan tidak
kotor.
Pemasangan pipa dimulai satu titik yang ditentukan diluar bangunan hingga titik-titik
kran pada bak penampung air bersih bak cuci.
Instalasi Air Kotor
Air kotor dari kamar mandi dialirkan kesaluran keliling bangunan dengan menggunakan
pipa paralon PVC, lobang pipa pada lantai kamar mandi diberi saringan untuk mencegah
masuknya sampah-sampah.
Air kotor dari bak cuci dialirkan ke bak kontrol dengan menggunakan pipa paralon PVC.
Lobang pipa pada bak cuci diberi saringan untuk mencegah masuknya sampah-sampah
yang dapat menyumbat saluran. Air kotor dari kloset dialirkan ke bak kontrol dengan
METODE PELAKSANAAN | Hal. 34
menggunakan pipa paralon PVC. Ukuran dan bentuk bak kontrol / septictank saluran
keliling bangunan, harus sesuai dengan yang tercantum pada gambar detail.
.
Demikianlah Metode pelaksanaan ini dibuat sebagai dasar pelaksanaan Ded
Pembanguanan Kantor Kepala Desa Sumber Sari Kec. Tapung Hulu.
Bangkinang, 06 April2023
Dibuat Oleh :
CV. GIANDRA PALIKA CONSULTANT
HENDRA KHOSIM,ST
Direktur
METODE PELAKSANAAN | Hal. 35