| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0030271084701000 | Rp 352,298,460 | 68.31 | 88.31 | - | |
| 0032491888701000 | - | - | - | Peserta Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi sampai batas waktu sesuai dengan Undangan yang disampaikan kepada para peserta seleksi. | |
| 0026825976701000 | - | - | - | - | |
| 0948843297707000 | - | - | - | Tidak lulus nilai ambang batas kualifikasi | |
CV Bangun Jaya Khatulistiwa | 09*7**8****07**0 | - | - | - | Tidak lulus nilai ambang batas kualifikasi |
| 0026821223701000 | - | - | - | Peserta Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi sampai batas waktu sesuai dengan Undangan yang disampaikan kepada para peserta seleksi. | |
| 0025279274701000 | - | - | - | Peserta Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi sampai batas waktu sesuai dengan Undangan yang disampaikan kepada para peserta seleksi. | |
| 0015198732701000 | - | - | - | - | |
| 0027654284701000 | - | - | - | Peserta Tidak hadir pada saat pembuktian kualifikasi sampai batas waktu sesuai dengan Undangan yang disampaikan kepada para peserta seleksi. | |
| 0015638661701000 | - | - | - | - | |
| 0023737604701000 | - | - | - | - |
RINGKASAN PEKERJAAN
JASA KONSULTANSI PENGAWASAN
A. Umum
Hal yang mendasar pada pelaksanaan Pekerjaan Belanja Jasa Konsultansi Belanja Jasa Konsultansi
Pengawasan Rekayasa - Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi Sub Sektor
Tanaman Pangan Dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu Tahun
Anggaran 2023 ini adalah mengenai keahlian tim konsultan perencana dalam
mengidentifkasi dan menganalisa semua permasalahan yang terjadi pada di tiap lokasi
pekerjaan baik struktur maupun arsitektur jalan menjabarkan dalam konsep perencanaan
yang sesuai, efektif, tanpa mengabaikan kaidah estetika tata lingkungan pada Struktur
Konstruksi jalan tersebut.
Sarana dan prasarana yang menjadi prioritas untuk dikembangkan harus dianalisa
sedemikian rupa sehingga hasilnya diharapkan dapat merangsang dan mendukung kegiatan
masyarakat sepanjang pekerjaan berlangsung dari jalan yang dibangun yang pada gilirannya
akan memberikan kenyamanan serta pelayanan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten
Kapuas Hulu khususnya maupun masyarakat sekitar lokasi pekerjaan yang dapat menerima
manfaatnya secara langsung.
Dalam menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan, perlu dilakukan koordinasi sesuai
dengan sistim koordinasi yang telah digariskan. Dengan dukungan teknisnya sangat
dibutuhkan untuk membantu secara langsung pimpinan kegiatan dalam melaksanakan
tahap-tahap aktivitas yang dijadwalkan dengan tetap memperhatikan sistem pengendalian
yang berlaku agar pelaksanaan pekerjaan lebih te rarah dan efektif. Untuk memperlancar
pekerjaan perencanaan teknis ini perlu ada rumusan metode dan pendekatan pekerjan yang
mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK ) hasil rapat penjelasan.
B. Metode Penanganan Pekerjaan
Langkah pertama yang konsultan lakukan dalam menangani pekerjaan ini adalah mengenai
pekerjaan tahap persiapan, berdasarkan data-data yang telah dapatkan dari pihak Dinas
Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu yang dibutuhkan guna pelaksanaan yang
optimal dalam pekerjaan ini.
1. Persiapan Pengawasan
a. Mengumpulkan data dan informasi lapangan, membuat interprestasi secara garis besar
terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK).
b. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan
dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan
2. Melakukan Pengawasan
a. Mengecek kembali gambar dan kontrak pelaksana kegiatan untuk memperoleh hasil kerja
lapangan yang baik, dan mengarahkan para pekerja pada lokasi kegiatan agar sesuai
gambar dan volume pekerjaan.
b. Melaksanakan pengawasan pekerjaan di lapangan, sehingga tetap terlaksana dengan baik
sesuai dengan rencana kerja dan syarat/spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaan.
c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, bahan dan material,
kualitas pelaksanaan/workmanship, kuantitas fisik untuk setiap item/bagian pekerjaan
yang terurai dalam rincian kontrak fisik, dan laju pencapaian volume/realisasi fisik yang
dicapai di setiap periode laporan berkala.
d. Mengawasi kepatuhan pelaksana pekerjaan terhadap pemenuhan syarat-syarat kesehatan,
keselamatan kerja, dan lingkungan oleh pelaksana.
e. Memberikan peringatan dan teguran tertulis kepada pihak pelaksana pekerjaan jika terjadi
penyimpangan terhadap dokumen kontrak
3. Quantity Qontrol
a. Mengontrol bobot pelaksana kegiatan agar sesuai kontrak.
b. Meneliti kebenaran atau membandingkan laporan progres pekerjaan yang di
klaim/dinyatakan oleh pelaksana pekerjaan dengan yang diperoleh dari laporan tenaga
konsultan supervisi di lapangan, dengan cara mengukur ulang hasil pekerjaan pelaksana
atau opname lapangan.
4. Memberikan Saran-Saran
Yaitu memberikan saran kepada pelaksana agar melaksanakan kegiatan agar lebih efisen
dalam memanfaatkan waktu dan sesuai dengan gambar dari team perencana.
5. Pelaporan
Dalam hal Pelaporan Konsultan pengawas diharuskan membuat laporan pengawasan yang
berisi kegiatan pengawasan dan data progres fisik pekerjaan, yang meliputi :
a. Laporan Pendahuluan
Berisikan informasi semua kegiatan fisik yang diawasi, baik lokasi, nama pelaksana,
kuantitas pekerjaan dan lain-lain yang berkaitan dengan kegiatan fisik yang dilaksanakan.
b. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan meliputi :
✓ Kemajuan fisik di lapangan, termasuk perbandingan bobot realisasi dan rencana
serata deviasi yang terjadi
✓ Permasalahan yang terjadi di lapangan dan penangan yang telah dilakukan
✓ Kelengkapan dokumentasi berupa foto dokumentasi
c. Laporan Akhir
Merupakan rangkuman seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai, secara
teknis laporan ini terdiri dari :
✓ Justifikasi Teknis/Review Desain
✓ Rekapitulasi Kemajuan Pekerjaan
✓ Ringkasan Kuantitas Akhir yang harus sesuai dengan kuantitas dalam kontrak
Status perintah perubahan (Change Order) dan addendum kontrak (jika ada)