| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0314554429422000 | Rp 1,175,412,000 | 80.5 | - | Tenaga ahli, teknis dan peralatan yang disampaikan duplikasi dengan paket lain. Tidak memenuhi syarat sesuai dok LDP bab V | |
| 0318039377424000 | Rp 1,235,225,000 | 80.5 | - | Tenaga ahli, teknis dan peralatan yang disampaikan duplikasi dengan paket lain. Tidak memenuhi syarat sesuai dok LDP bab V | |
| 0016711319434000 | Rp 1,325,682,590 | 91 | 84.9 | - | |
| 0669612608424000 | Rp 1,337,831,500 | 82 | - | Tenaga ahli, teknis dan peralatan yang disampaikan duplikasi dengan paket lain. Tidak memenuhi syarat sesuai dok LDP bab V | |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0011050952441000 | - | - | - | Tidak melampirkan dokumen kualifikasi sesuai disyaratkan dalam BAB V LDK (personil, peralatan) | |
| 0017616442017000 | - | - | - | - | |
| 0015483902445000 | - | - | - | - | |
Kjsb Muchammad Masykur Dan Rekan | 0816773709643000 | - | - | - | - |
| 0757162631043000 | - | - | - | - | |
| 0017673971441000 | - | - | - | - | |
| 0013910799061000 | - | - | - | - | |
| 0315702746429000 | - | - | - | - | |
| 0021737010404000 | - | - | - | - | |
| 0936031095542000 | - | - | - | - | |
| 0312543481542000 | - | - | - | - |
DOKUMEN SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN BARANG/JASA LAINNYA
Referensi : Kepdep LKPP Bidang Monev dan Pengembangan Sistem Informasi Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis
Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
INVENTARISASI KARAKTERISTIK EKOSISTEM GAMBUT
PAKET PENGADAAN PADA SUB KHG B, KHG SUNGAI ROKAN – SUNGAI SIAK KECIL
SKALA 1:50.000 DI PROVINSI RIAU
PPK JAUZA RIHADATUL AISY, S.T
ID RUP 51568582
SPESIFIKASI FUNGSI UMUM
Untuk memperoleh basis data parameter karakteristik Ekosistem Gambut. Basis data tersebut akan
digunakan sebagai bahan penyusunan peta karakteristik Ekosistem Gambut dan peta fungsi Ekosistem
Gambut yang terdiri dari fungsi lindung dan fungsi budidaya.
1. Dasar Hukum
• Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup sebagaimana telah diubah dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja;
• Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;
• Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut;
• Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dengan
fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup;
• Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan
Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut;
• Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.14/MENLHK/
SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Tata Cara Inventarisasi dan Penetapan Fungsi Ekosistem
Gambut;
• Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.10/MENLHK/
SETJEN/KUM.1/3/2019 tentang Penentuan, Penetapan dan Pengelolaan Puncak Kubah
Gambut Berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut
• Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor:
P.1/PPKL/PKL/PKG/PKL.0/1/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Menteri
Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.14/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2017 Tentang Tata
Cara Inventarisasi Dan Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut.
2. Gambaran Umum
Indonesia memiliki tanah gambut sangat luas, yang merupakan Negara ke empat dengan
kawasan gambut terbesar di dunia setelah Kanada, Rusia, dan USA (Immirzi dan Maltby, 1992).
Kawasan gambut Indonesia juga merupakan kawasan gambut tropika terluas di dunia yang
meliputi sekitar 50% dari total kawasan gambut tropika dunia. Selain itu, Indonesia menyimpan
cadangan Karbon gambut mencapai 46 giga ton atau sekitar 8 – 14 % dari Karbon yang terdapat
dalam Karbon dunia.
Ekosistem gambut merupakan salah satu ekosistem yang memiliki peran dan manfaat penting
bagi kehidupan manusia dan saat ini telah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembangunan.
Manfaat tersebut antara lain: sebagai pensuplai air dan pengendali banjir, potensi wisata, tempat
mata pencaharian masyarakat lokal (pertanian, perkebunan, perikanan), menjaga stabilitas iklim,
sumber keanekaragaman hayati, serta untuk pendidikan dan penelitian. Selama 30 tahun lebih
pengelolaan lahan gambut, kurang memperhatikan penerapan prinsip pemanfaatan
berkelanjutan. Hal ini mengakibatkan timbulnya berbagai masalah, seperti:
a) Seluas 2,669 juta Hektar atau 37% lahan gambut di Sumatera rusak dan tidak produktif;
b) Kemorosotan keanekaragaman hayati;
c) Kebakaran hutan/lahan gambut, gangguan asap lintas batas, banjir, dan subsiden, dll.; serta
d) Masalah sosio-ekonomi (hilangnya pencaharian/peluang usaha masyarakat setempat, dll).
Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2014 jo Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2016
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut disebutkan bahwa perencanaan
perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut dilakukan melalui tahapan inventarisasi,
penetapan fungsi ekosistem gambut dan penyusunan rencana perlindungan dan pengelolaan
ekosistem gambut.
Sesuai definisi Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) pada Peraturan Pemerintah tersebut, bahwa
KHG adalah ekosistem gambut yang letaknya di antara 2 (dua) sungai, di antara sungai dan laut,
dan/atau pada rawa. Sedangkan definisi Ekosistem gambut adalah tatanan unsur gambut yang
merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk
keseimbangan, stabilitas, dan produktivitasnya. Berdasarkan definisi tersebut maka KHG harus
diperlakukan sebagai satu kesatuan ekosistem dan dijadikan sebagai satu kesatuan pengelolaan
ekosistem gambut yang tidak boleh dipisahkan oleh batas administrasi atau batas konsesi
sehingga merupakan satu kesatuan pengelolaan ekosistem yang utuh. Jumlah KHG di Indonesia
ada 865 KHG (sumber: Ditjen PPKL-KLHK, September 2016) yang tersebar pada pulau-pulau
sebagai berikut: Sumatera 207 KHG, Kalimantan 190 KHG, Sulawesi 3 KHG, Papua 465 KHG.
Hasil kajian beberapa penelitian menunjukan bahwa pengelolaan gambut tidak memperhatikan
kesatuan hidrologis gambut, seperti yang terjadi di beberapa tempat yang terjadi di Kalimantan
Tengah. Pengelolaan gambut dalam pembuatan drainase untuk irigasi pertanian memotong kubah
gambut. Sebagai akibatnya terjadi penurunan muka air gambut yang menyebabkan gambut kering
dan mudah terbakar. Selanjutnya pembuatan saluran drainase yang dalam sampai ke lapisan
tanah akan memicu terekposenya lapisan pirit sehingga air gambut menjadi lebih masam dan dapat
mematikan tanaman. Untuk mencegah kerusakan Ekosistem gambut yang berkepanjangan,
langkah awal perlu dilakukan adalah zonasi fungsi lindung dan fungsi budidaya yang merupakan
hasil penetapan fungsi ekosistem gambut. Untuk mendapatkan bahan penetapan fungsi tersebut,
sebelumnya perlu dilakukan inventarisasi karakteristik Ekosistem Gambut. Berdasarkan Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 pada
Pasal 14 ayat 3, bahwa inventarisasi karakteristik Ekosistem Gambut pada areal usaha dan/atau
kegiatan diwajibkan kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dengan supervisi Direktur
Jenderal.
Untuk Tahun 2024 ini, kegiatan inventarisasi karakteristik Ekosistem Gambut dilakukan KHG
Sungai Rokan - Sungai Siak Kecil (Skala 1:50.000) di Provinsi Riau yang terbagi menjadi 3 (tiga)
Sub KHG yaitu Sub KHG A, Sub KHG B, dan Sub KHG C. Pada paket pekerjaan ini inventarisasi
pada Sub KHG B, KHG Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil (Skala 1:50.000):
Jumlah Jumlah Titik
No Nama KHG/Administrasi Ha
Titik Sampel Uji Lab
1 Sub KHG B, KHG Sungai Rokan - Sungai 190.644 2.225 223
Siak Kecil
Jumlah Total 190.644 2.225 223
3. Tujuan
Kegiatan inventarisasi karakteristik Ekosistem Gambut dilaksanakan dengan melakukan verifikasi
lapangan pada lokasi KHG yang telah ditentukan, sehingga diperoleh basis data karakteristik
Ekosistem Gambut yang akan digunakan sebagai bahan penyusunan peta karakteristik
ekosistem gambut dan peta fungsi ekosistem gambut yang terdiri dari fungsi lindung dan fungsi
budidaya.
4. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Sektor
Swasta, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.
SPESIFIKASI MUTU/KUALITAS
1. Kualifikasi Personil
No. Posisi Pendidikan & Pengalaman Minimal Uraian Tugas
1 Ketua Tim Merupakan pegawai tetap perusahaan • Bertanggung jawab sebagai pemimpin tim untuk mengelola,
(1 Orang) mengkoordinasikan dan mengendalikan tim pelaksana.
Ilmu Tanah/Agroteknologi/ Manajemen • Bertindak sebagai ketua tim dalam melakukan koordinasi, diskusi,
Sumberdaya Lahan/Teknologi asistensi, presentasi dan pelaporan kegiatan.
Pertanian/Pertanian/ Kehutanan/ • Membuat jadwal dan memantau kemajuan pekerjaan.
Geodesi/Geografi/Geologi • Mengkoordinir anggota tim menyiapkan konsep dan metode-
• Minimal S2 – 3 Tahun Bidang Survei metode perencanaan, menyusun laporan, menyiapkan dan
Evaluasi Lahan melaksanakan diskusi/ presentasi
2 Koordinator Ilmu Tanah/Agroteknologi/ Manajemen • Bertanggung jawab sebagai koordinator tim survey
Lapangan Sumberdaya Lahan/Teknologi • Mengecek kesiapan personil dan peralatan lapangan.
(1 Orang) Pertanian/Pertanian/ Kehutanan/ • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan hasil survey
Geodesi/Geografi/Geologi lapangan.
• Minimal S1 - 2 Tahun Survei • Bertanggung jawab sebagai pemimpin tim untuk mengelola,
Kesesuaian Lahan mengkoordinasikan dan mengendalikan tim survey lapangan.
• Membuat schedule dan memantau progress pekerjaan
• Bertindak sebagai koordinator lapangan dalam melakukan
koordinasi, diskusi, asistensi, presentasi dan pelaporan kegiatan
lapangan.
• Berkoordinasi dengan Pemda, Kecamatan, Desa, RW, RT
maupun masyarakat untuk kelancaran pekerjaan tim survey di
lapangan.
• Mengumpulkan dan mengentry data lapangan
• Melakukan survey sosial ekonomi
• Melakukan validasi data lapangan hasil inventarisasi karakteristik
Ekosistem Gambut yang dilakukan Tim Surveyor
Surveyor Ilmu Tanah/ Agroteknologi/ Manajemen • Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan hasil survey
3 (14 Orang) Sumberdaya/ Pertanian/ Teknologi lapangan
Pertanian/ Kehutanan/ Geodesi/ Geografi/ • Melakukan entry data di lapangan
Geologi Lahan • Mengevaluasi data hasil lapangan
• Minimal 50 % dari seluruh surveyor
wajib berpendidikan Ilmu Tanah/
Agroteknologi/ Manajemen
Sumberdaya;
• Minimal S1 – 1 Tahun Surveyor
Kesesuaian Lahan; atau
• D3 – 3 Tahun Surveyor Kesesuaian
Lahan.
4 Operator SIG Pertanian/ Teknologi Pertanian • Membantu entry data lapangan
(1 Orang) /Kehutanan/ Geodesi/Geografi/Geologi • Membantu mengintegrasikan posisi titik sampel dan tracking data
• Minimal D3- 3 Tahun Operator GIS; lapangan ke dalam peta dasar
atau
• S1-1 Tahun Operator GIS.
5 Administrasi- Sekretaris/ Management/ Akuntansi/ • Melaksanakan kegiatan surat-menyurat, dokumentasi dan
Sekretaris Keuangan/ Ekonomi pengarsipan
(1 Orang) • Minimal D3 - 1 Tahun Bidang • Melaksanakan administrasi keuangan.
Administrasi. • Menyiapkan berkas administrasi untuk pertanggungjawaban
keuangan
2. Peralatan
Spesifikasi Spesifikasi
Item / Merk Barang dan Jasa Standardisasi Jumlah
Teknik Kinerja
Spesifikasi 3D Nav
EPE 3 meter (GPS
GPS Handheld
Terkalibrasi Navigasi 3D, dengan Minimal 17 set -
Navigation Map
akurasi lapangan
minimal 3 meter)
l Avenza atau Menggunakan Peta Minimal 17 set
a GPS
n aplikasi Kerja yang telah
o
i perpetaan disiapkan oleh
s
a sejenisnya - DIrektorat -
r
e (sebagai backup Pengendalian
p
O / pembanding Kerusakan
data GPS) Ekosistem Gambut
Kamera dengan Minimal 17 set
Foto (per Titik objek foto terlihat
resolusi tinggi
GCP per 13 Kamera Digital - jelas (ketajaman,
(minimal 20 mega
Parameter) kontras warna, dsb)
pixel); Menampilkan
informasi koordinat &
waktu pengambilan
Resolusi Hasil Foto Minimal 17 set
Aplikasi Open
minimal 720p; objek foto terlihat
Camera,
- Menampilkan jelas (ketajaman,
Timestamp, atau
informasi koordinat & kontras warna, dsb)
sejenisnya
waktu pengambilan
Flexible
ukuran A5 (~ 20 cm
Whiteboard & - Minimal 34 set Minimal 32 set
x 15 cm)
Spidol Hitam
Minimal 34 set 1 Set panjang Bor
Gambut minimal
Bor Gambut (Sayap+Stick) - -
untuk kedalaman 14
meter
pH meter digital + Minimal 34 set
pH meter Terkalibrasi -
larutan kalibrasi
EC meter digital + Minimal 34 set
EC meter dan TDS meter Terkalibrasi -
larutan kalibrasi
Alat Pelindung Diri (Sepatu
Lapagan/Boots, Jas Hujan dan Minimal 34 set -
Topi Lapangan)
Format Softcopy
Sejumlah titik survei/
disiapkan oleh
Form Survey (Tally Sheet inventarisasi
Direktorat - -
Lapangan) karakteristik
n Pengendalian
a Ekosistem Gambut
r Kerusakan Gambut
o
p Format Softcopy
a
disiapkan oleh Sejumlah titik survei/
l
e
P Peta Kerja/Peta Transek Titik Direktorat inventarisasi
- -
Inventarisasi E.G. Pengendalian karakteristik
Kerusakan Ekosistem Gambut
Ekosistem Gambut
3. Pengalaman Penyedia
Penyedia memiliki pengalaman pekerjaan sejenis dalam kurun 3 tahun terakhir dengan nilai
pekerjaan sebesar paling kurang sama dengan 50% (lima puluh persen) nilai HPS/Pagu
Anggaran.
4. Keluaran/Hasil Pekerjaan (termasuk detail isi laporan)
Hasil pekerjaan dalam kegiatan Inventarisasi Karakteristik Ekosistem Gambut Sub KHG B - KHG
Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil di Provinsi Riau adalah sebagai berikut:
1. Hasil Survey Lapangan
• Peta Sebaran Titik Sampel (Hasil Survey Skala 1:50.000);
• Listing Koordinat Titik-titik Pengamatan;
• Tracking Log GPS Jalur Survey;
• Tally Sheet Data dan Informasi di Lapangan;
• Dokumentasi (foto dan video pada masing-masing titik sampling dan disajikan dalam
folder per titik sampel dalam format HD dengan geotagging);
• Updating Peta Jaringan Kanal/Drainase Tahun 2022 (Open Street Map/OSM)
berdasarkan hasil survei lapangan;
• Peta rawan konflik (apabila terdapat potensi konflik di areal survei);
• Peta verifikasi areal terbakar periode tahun 2015-2023 (berdasarkan tally-sheet
lapangan, wawancara dengan masyarakat sekitar);
• Peta batas Administrasi Kecamatan/Desa (apabila terdapat pembaharuan);
• Kondisi SOSEK masyarakat (berdasarkan data Potensi Desa/Kabupaten Dalam Angka).
2. Output Database ( disimpan dalam external harddisk).
• Basis Data Karakteristik Ekosistem Gambut KHG yang dilakukan inventarisasi dan
survey lapangan (13 parameter) dalam bentuk shapefile dan tabel excel;
• Data hasil uji laboratorium untuk parameter Kelengasan (kadar air) dan Porositas (2
Parameter, sesuai dengan Permen.LHK No.10 Tahun 2019; serta
• Semua data sekunder.
3. Pelaporan (hardcopy dan softcopy)
• Laporan Pendahuluan;
• Data Analisis Laboratorium;
• Laporan Akhir;
• Ringkasan Utama (Executive Summary);
• Bahan Presentasi, disusun dari Laporan Akhir (Ringkas dan Informatif).
SPESIFIKASI JUMLAH
BAGIAN PROYEK/ TOLOK UKUR JENIS PENGELUARAN/
NO VOLUME
URAIAN PENGELUARAN
1 TENAGA LAPANGAN Vol1 Sat Vol2 Sat Vol3 Sat
a) Ahli GIS (Ketua Tim) 1 org 2 bln
b) Koordinator lapangan 1 org 2 bln
c) Surveyor 14 org 40 hari
d) Tenaga Pendukung
1. Administrasi 2 org 2 bln
2. Operator SIG (CAD/CAM) 1 org 2 bln
2 KOORDINASI DENGAN PEMDA
Koordinasi dengan Pemda Provinsi Riau 3 Kab
a. Paket Meeting full day 50 org 1 kl 1 hr
Transportasi Pemda Kabupaten (1 Kab/4 SKPD/10
b.
org)
- Provinsi Riau 10 org 2 kl 1 hr
- Kota Dumai 10 org 2 kl 1 hr
- Kab. Rokan Hilir 10 org 2 kl 1 hr
- Kab. Bengkalis 10 org 2 kl 1 hr
c. Uang Saku Pertemuan 40 org 1 kl 1 hr
d. Honor Narasumber 3 org 1 kl 2 OJ
e. Honor Moderator 3 org 1 kl 1 keg
3 PELAKSANAAN KEGIATAN
A Biaya Alat dan Bahan
- ATK/pengadaan data/foto copy bahan 1 paket
- external hardisc (4 terra) 2 unit
- Pencetakan Peta Kerja KHG skala 1:50.000 ukuran
34 lbr
A1
B Pelaksanaan Kegiatan Lapangan
- Tiket Pesawat Jakarta - Banda Aceh 17 Org 1 kl
- Kendaraan Roda 4 mini bus (mob. dan demob.) 6 Unit 2 Kl 2 Hr
- Biaya Penginapan Tim Survey di Hotel 17 org 4 hr
Biaya ini meliputi komponen:
– Tenaga lokal pendamping
– Uang makan harian Tenaga
Lokal pendamping
– Sewa kendaraan roda 2 di
lapangan
– Biaya Penginapan Surveyor di
Lokasi
– Uji sampel analisis laboratorium
- Biaya Per 1 (satu) Titik Survei Inventarisasi KEG 2.225 titik
– Biaya sewa Ring Permeabilitas
(Ring Sampel)
– Biaya sewa GPS Handheld
– Biaya sewa Kamera Digital
– Biaya sewa Bor Gambut
– Pembelian perlengkapan
lapangan
– Biaya sewa soil testkit (pH
meter digital)
– Biaya sewa soil testkit
(EC+TDS meter digital)
– Pembelian bahan uji (H2O2)
– Pembelian obat-obatan
– Biaya Sewa Boat
- Biaya Pengiriman Sample (Kargo) 445 kg 1 kl
C Penyusunan laporan (1 paket)
a. Laporan Pendahuluan dan laporan kemajuan 5 eks
Laporan Akhir (Laporan Akhir, Executive Summary
b. 5 eks
dan Bahan Paparan dalam format PowerPoint)
c. Pencetakan tally sheet karakteristik KHG 5 eks 2.225 ttk 5 lbr
d. Tracking Log GPS 5 eks 2.225 ttk 5 lbr
e. Pencetakan Peta titik pengamatan Karakteristik
65 lbr
KHG skala 1:50.000 ukuran A1
SPESIFIKASI WAKTU
Waktu pelaksanaan pekerjaan (untuk pengadaan jasa lainnya 100 hari kalender (Minggu 1 sampai minggu 15)
Kebutuhan waktu Persiapan awal:
a. Konsultasi dengan KLHK
b. Pengumpulan Data Sekunder
c. Penyusunan Peta Kerja Minggu 1
d. Penyusunan Laporan Pendahuluan
e. Rapat pemantapan perencanaan dengan KLHK
f. Briefing dan pembekalan materi kepada surveyor
Kebutuhan waktu Pertemuan dengan Pemda (FGD di Provinsi/
Minggu 2
Kabupaten)
Kebutuhan waktu Pelaksanaan Survei lapangan Minggu 2 sampai Minggu 7
Kebutuhan waktu Penyusunan data hasil survei lapangan dan
Minggu 5 sampai Minggu 11
Analisa Laboratorium
Kabupaten: Kota Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis (Provinsi
Lokasi Pelaksanaan
Riau)
Kebutuhan waktu Penyusunan dan pembahasan laporan akhir Minggu 8 sampai Minggu 15
Kebutuhan waktu Finalisasi Laporan dan Pencetakan Peta Titik
Minggu 10 sampai Minggu 15
Pengamatan Karakteristik KHG skala 1:50.000
Minggu
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Persiapan
a. Konsultasi dengan KLHK
b. Pengumpulan Data Sekunder
c. Penyusunan Peta Kerja
1 d. Penyusunan Laporan Pendahuluan
e. Rapat pemantapan perencanaan dengan
KLHK
f. Briefing dan pembekalan materi kepada
surveyor
Pertemuan dengan Pemda (FGD di Provinsi/
2
Kabupaten)
3 Pelaksanaan survei lapangan
Penyusunan data hasil survei lapangan dan
4
Analisa Laboratorium
5 Penyusunan dan pembahasan laporan akhir
Finalisasi Laporan dan Pencetakan Peta Titik
6
Pengamatan Karakteristik KHG skala 1:50.000
SPESIFIKASI PELAYANAN
Pemilihan personil
• Menetapkan Ketua yang kompeten di bidangnya
• Menyediakan SDM (yang kompeten) sebagai narahubung atau konsultasi
• Menetapkan deadline untuk memberikan tanggapan terhadap pelaporan
dan perbaikan yang dilakukan
Sistem Survei
• Penyedia memiliki sistem survei dan inventarisasi secara
digital (online system) yang dapat dilaporkan berkala per minggu
Costumer Care
• Diperlukan adanya layanan informasi (customer officer) yang bertanggung
jawab untuk memberikan informasi terkait dengan kendala, capaian
kemajuan dan rencana tindaklanjut percepatan pelaksanaan pekerjaan di
lapangan, termasuk didalamnya adalah pelaporan akhir kegiatan.
Pelatihan
• Mengadakan kegiatan pelatihan tentang inventarisasi Ekosistem Gambut
meliputi tata cara inventarisasi Ekosistem Gambut, standar peralatan yang
digunakan, dan standar laporan yang harus dilaporkan untuk surveyor.
Penyediaan Google Drive
• Penyedia jasa menyediakan google drive sebagai tempat penyimpanan
data online dengan kapasitas > 15 GB untuk menyimpan semua data dan
dokumen yang telah ditentukan. Google drive digunakan untuk memantau
progress keberhasilan pekerjaan yang dilaksanakan. Penyedia jasa
menyediakan akses google drive berisi data yang telah diunggah dengan
akses hingga 1 tahun setelah pekerjaan selesai.
Informasi lainnya terkait spesifikasi
1. Metode Pelaksanaan
pelayanan (jika ada)
Metode pelaksanaan kegiatan Inventarisasi karakteristik Ekosistem Gambut
mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 juncto
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Ekosistem Gambut, peraturan Menteri Lingungan Hidup dan
Kehutanan Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 tentang Tata
Cara Inventarisasi dan Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut, Peraturan
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Nomor: P.1/PPKL/PKL/PKG/PKL.0/1/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor
P.14/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2017 Tentang Tata Cara Inventarisasi Dan
Penetapan Fungsi Ekosistem Gambut dan Pedoman Tata Cara
Pelaksanaan Inventarisasi Karakteristik Ekosistem Gambut. Kegiatan
tersebut dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai
karakteristik ekosistem gambut pada lokasi KHG yang meliputi tahapan
sebagai berikut:
a. Persiapan;
b. Pelaksanaan lapangan;
c. Penyusunan data hasil lapangan; dan
d. Penyusunan laporan.
2. Tahapan Pelaksanaan
a. Persiapan
1) Konsultasi dengan KLHK;
2) Pengumpulan Data dan Peralatan.
a) Pengumpulan Data Sekunder:
• Peta Jaringan Kanal/Drainase Tahun 2022 (Berbasis
Open Street Map/OSM) Sub KHG B, KHG Sungai Rokan
– Sungai Siak Kecil di Provinsi Riau;
• Peta Verifikasi Lahan Terbakar periode Tahun 2015-
2022;
• Peta Administrasi Kecamatan/Desa;
• Peta Potensi Rawan Konflik, apabila ditemukan di
lapangan;
• Data dan Informasi tentang sosial, ekonomi, budaya
masyarakat;
• Data dan Informasi tentang Kearifan Lokal;
• Data dan Informasi tentang tentang Aspirasi Masyarakat.
b) Peralatan:
Peralatan yang digunakan dalam survey inventarisasi
karakteristik ekosistem gambut adalah:
• Bor Gambut (Sayap+Stick),
• GPS Handheld,
• pH, EC dan TDS meter,
• Kamera Digital,
• Ring permeabilitas (ring sampel)
• Form Survey (Tally Sheet Lapangan),
• Peta Kerja/Peta Transek Titik Inventarisasi E.G.
3) Penyusunan Peta Kerja.
Tahapan penyusunan peta kerja adalah sebagai berikut:
a) Peta Dasar yang digunakan adalah peta RBI minimal skala
1:50.000;
b) Peta rencana kerja memuat KHG indikatif yang telah
didetailkan delineasinya pada peta RBI 1:50.000
(berdasarkan peta KHG Nasional skala 1:250.000 yang telah
dibuat oleh KLHK).
c) Pada Rencana Kerja diplotkan juga rencana titik
pengamatan. Cara penentuan lokasi titik pada pemetaan ini
dilakukan secara sistematik, berbasis unit lahan (Marsudi et
al., 1997)/LREP-II.
4) Penyusunan Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan dan Laporan Antara memaparkan rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain tim survey (nama-
nama dan keahliannya), peralatan yang akan digunakan dan
metodologi pelaksanaan di lapangan
5) Rapat pemantapan perencanaan
Rencana kerja yang telah disusun dibahas dan didiskusikan
dengan Tim KLHK. Pemantapan rencana kerja dilaksanakan
bersamaan dengan pembahasan laporan pendahuluan.
b. Pelaksanaan Lapangan
Pelaksanaan lapangan meliputi kegiatan: Pertemuan/rapat koordinasi
dengan Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota) dan survey
lapangan.
1) Pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/
Kota)
Sebelum survey lapangan dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan
pertemuan ini dengan Pemda Provinsi dan Pemda
Kabupaten/Kota dimana KHG berada. Pertemuannya
dilaksanakan secara FGD dengan semua stakeholders terkait
termasuk wakil-wakil dari perusahan pemegang izin dan
masyarakat yang ada di lokasi KHG yang akan disurvey.
2) Survey Lapangan
Survey lapangan dilakukan pada Areal Penggunaan Lain (APL)
non izin sesuai rencana kerja yang telah dibuat (Format form isian
inventarisasi karakteristik eksositem gambut dan aspek sosial
terlampir). 13 Parameter yang perlu disurvei pada masing-masing
titik pengamatan tercantum pada tally sheet pada Lampiran 2.
3) Laporan Antara
Laporan Antara memaparkan progress/kemajuan pelaksanaan
pekerjaan di lapangan, yang berisi antara lain jumlah titik sampel
yang sudah diambil di lapangan, track-log GPS dan jumlah sampel
uji laboratorium
4) Pelaksanaan Uji Laboratorium
Pelaksanaan uji laboratorium dilaksanakan untuk sampel gambut
yang telah diambil menggunakan ring sampler dan diuji untuk
parameter kelengasan dan porositas. Pengujian harus
dilaksanakan pada Laboratorium yang terakreditasi KAN (Komite
Akreditasi Nasional) dan masih berlaku.
c. Penyusunan dan Pembahasan Laporan Akhir
1) Laporan akhir disusun berdasarkan hasil pelaksanaan survei di
lapangan dan perbaikan atas masukan pada saat pembahasan
laporan pendahuluan.
2) Laporan akhir disampaikan kepada KLHK yang selanjutnya
dilakukan pembahasan yang dihadiri oleh beberapa unit teknis
terkait.
3) Validasi pengambilan data per titik hasil inventarisasi yang
dilakukan oleh pihak penyedia dilakukan oleh tim teknis KLHK dan
diterima oleh PPK sebagai dasar pembayaran.
INFORMASI LAINNYA
Biaya Per 1 (satu) Titik Survei Inventarisasi KEG terdiri dari:
Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan Inventarisasi Karakteristik Ekosistem Gambut pada
Sub KHG B, KHG Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil di Provinsi Riau ini adalah sebesar Rp.
1.498.120.200,- (satu miliar empat ratus sembilan puluh delapan juta seratus dua puluh juta dua
ratus ribu rupiah) yang bersumber dari dana Hibah Luar Negeri GEF 6 - IMPLI Tahun 2024 dengan DIPA
no 029.13.1.465033/2024 tanggal 28 November 2023 tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan
Anggaran Petikan Tahun Anggaran 2024.
Ditetapkan di Jakarta, 20 Mei 2024
Pejabat Pembuat Komitmen
Jauza Rihadatul Aisy, S.T
NIP. 19960625 201902 2 004
Lampiran I
Peta Rencana Inventarisasi Karakteristik Ekosistem Gambut (Skala 1:50.000) pada KHG Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil
(Sub KHG B), Tahun 2024
Lampiran II
TALLY SHEET
INVENTARISASI KARAKTERISTIK EKOSISTEM GAMBUT (SKALA 1:50.000).
KHG …………………………………………………..
[Titik_GCP]
Pelaksana : ………………………………………
[Pelaksana]
TAHUN .....................
[Tahun]
Nomor Titik Survey : [Titik_GCP]
[Tanggal
Hari/Tanggal/Wak :
Survey]
tu
[Surveyor]
Nama Surveyor :
Administrasi Wilayah :
a Dusun : ________________________________ c Kecamata : _________________________________
. [Dusun] _ . n
[Kecamatan]
b Desa : ________________________________ d Kabupate : _________________________________
. [Desa] _ . n
[Surveyor]
No KETERANGAN
1. Koordinat Titik Survey (Ko:
- Latitude : _____________________________________
[Koord_X]
- Longitude : _____________________________________
[Koord_Y]
2. Elevasi Lahan (mdpl) : ______________________________
[F2_Elevasi]
3. a. Kedalaman Air Tanah / Tinggi Muka Air
_________________ cm
[F3A_TMAT]
(TMAT) saat ini
b. Genangan (diatas permukaan tanah) __________________ cm
[F3B_Genang]
c. Banjir (wawancara/data Bulan : ___________, lamanya ___________ hari
[F3C_Genang] [F3C_Hari]
Sekunder/pengamatan)
Ketinggian air : __________________ cm
[F3C_Tinggi]
Sumber air genangan: ( ) hujan, ( ) limpasan sungai,
( ) kiriman dari hulu,
[F3C_Sumber]
( ) lainnya __________________________
4. Tutupan lahan, peggunaan lahan dan Tutupan lahan dan penggunaan lahan :
[F4_Tuplah]
kondisinya ( ) hutan (Ht) ( ) sawah (Sw)
Keterangan: ( ) perkebunan (Pb) ( ) mangrove
- jenis tanaman : ( ) kebun campuran (Kc) ( ) tanah terbuka
[F4_Jenis]
___________________________ ( ) semak belukar (Sb).
- status :
[F4_Status] ( ) ladang/tegalan (Ld)
( )masyarakat, ( )perusahaan Nama
( ) tambak/empang
Perusahaan :
[F4_NamaPT]
______________________
Luas konsesi HTI/HGU :
[F4_LK]
_______________ Ha
5. Keberadaan flora dan fauna yang Flora : ( ) Tidak ada ( ) Ada,
[F5_Flora]
dilindungi Yaitu : _____________________________________________________
Fauna : ( ) Tidak ada ( ) Ada,
[F5_Fauna]
Yaitu : _____________________________________________________
6. Kondisi drainase alami dan buatan Drainase Alami : ( ) Tidak ada ( ) Ada Drainase
[F6_Draenase] Buatan : ( ) Tidak ada ( ) Ada
Bila ada : ( ) saluran terbuka, ( ) saluran terkontrol
[F6_Saluran]
Tinggi muka air dalam saluran : _________ cm
[F6_TMASAL]
No KETERANGAN
7. Kualitas air tanah (AT) dan saluran Keasaman (pH) :
(AS)
AT = _______________ , AS = ________________
[F7_PH_AT] [F7_PH_AS]
Catatan : Pengukuran pengabilan sampel dilakukan
pada kedalaman 0 – 50 cm dilahan Gambut dan Non
Daya Hantar Listrik (EC) :
Gambut.
AT = ____________ , AS = _________ (µS)
[F7_EC_AT] [F7_EC_AS]
TDS : AT = ___________ , AS =___________ (ppm)
[F7_TDS_AT] [F7_TDS_AS]
8. Karakteristik substratum tanah Keasaman (pH) : _________________________
[F8_PH]
liat (bahan induk) Daya Hantar Listrik (EC) : ______________ (µS)
[F8_EC]
9. Tipe Luapan (wawancara) Kemarau: ( ) A, ( ) B, ( ) C, ( ) D
[F9_KMR]
dimusim kemaurau dan hujan Hujan : ( ) A, ( ) B, ( ) C, ( ) D
[F9_HJN]
10. Ketebalan gambut ____________ cm,
[F10_KGBT]
Tingkat perombakan di 0 – 50 cm :
( ) saprik, ( ) hemik, ( ) fibrik
[F10_TINGKT]
11. Karakteristik substratum dibawah ( ) Pasir kwarsa, ( ) Clay/sedimen sungai,
lapisan gambut
[F11_Subtra] ( ) Sedimen berpirit, ( ) Granit,
( ) Lainnya _______________________
12. Perkembangan kondisi atau ( ) Terdapat drainase buatan
[F12_DB]
tingkat kerusakan lahan gambut
( ) Tereksposnya sedimen berpirit / kwarsa
[F12_SDMPirit]
( ) Kondisi tanaman: ( ) tidak normal, ( ) tidak produktif
,
[F12_Kontan]
( ) miring/tumbang, ( ) terjadi subsiden _______ cm
[F12_SUBSDEN]
( ) Kerapatan tajuk : (rapat / sedang / jarang).
[F12_KTJUK]
13. Informasi kejadian kebakaran lahan Kebakaran lahan:
dan hari hujan (sebelumnya)
Kejadian tahun ______ , Bulan _____ , Tgl
[F13A_THN] [F13A_BLN]
____
[F13A_TGL]
Lama kejadian ______ hari/minggu
[F13B_Lama]
Upaya pemadaman : ( ) swadaya masyarakat
[F13_Upaya]
( ) bantuan pemerintah
Kejadian hari hujan:
Terakhir kejadian hujan _____________________
[F13D_TGL]
Lama kejadian hujan _________________ jam/hari
[F13D_LAMA]
Intensitas curah hujan :
[F13E_Inten]
( ) Tinggi, ( ) Sedang, ( ) Rendah
ANALISIS LABORATORIUM (Sampel Porositas & Kelengasan)
14. Porositas a. Kedalaman 0-50 cm : _________ (%)
[F14A_POR]
(Hanya 10% dari total titik sampel yang
b. Kedalaman 50-100 cm : _________ (%)
tersebar merata dan mewakili kelas [F14B_POR]
kedalaman)
15.
Kelengasan a. Kedalaman 0-50 cm : _________ (%)
1515 [F14A_KEL]
(Hanya 10% dari total titik sampel yang
b. Kedalaman 50-100 cm : _________ (%)
tersebar merata dan mewakili kelas [F14B_KEL]
kedalaman)
Keterangan / Sketsa Lokasi :
FOTO LAPANGAN
1. Air tanah, genangan, atau banjir :
Foto 1 Kondisi Air tanah, genangan, atau banjir Foto 2 Kondisi Air tanah, genangan, atau banjir
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
2. Tutupan lahan, penggunaan lahan, dan kondisinya
Foto 1. Tutupan lahan, penggunaan lahan, dan Foto 2. Tutupan lahan, penggunaan lahan, dan
kondisinya kondisinya
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
3. Keberadaan flora dan fauna yang dilindungi
Foto 1. Keberadaan flora dan fauna yang dilindungi Foto 2. Keberadaan flora dan fauna yang dilindungi
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
4. Kondisi drainase alami (Sungai Alami) dan buatan/kanal
Drainase Alami (sungai alami) Drainase Buatan/Kanal
Foto 1. Drainase Alami (sungai alami) Foto 2. Drainase Buatan/Kanal
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh diberi keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau
dll) kanal…, dll)
5. Kualitas Air Tanah
EC dan TDS Air Tanah PH Air Tanah
Foto 1. Drainase Air Air Tanah Foto 2. Drainase Air Tanah
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
6. Kualitas Air Kanal
EC dan TDS Air Kanal PH Air Kanal
Foto 1. EC dan TDS Air Kanal Foto 2. PH Air Kanal
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
7. Pengukuran Tinggi Muka Air (TMAT) pada lubang bor titik pengamatan
Foto 1. Proses Pengukuran Tinggi Muka Air (TMAT) Foto 2. Hasil Pengukuran Tinggi Muka Air (TMAT)
pada lubang bor titik pengamatan pada lubang bor titik pengamatan
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
8. Ketebalan Gambut Substratum dibawah lapisan gambut
Foto 1. Proses Pengeboran Ketebalan Gambut Foto 2. Penampang Substratum dibawah lapisan
gambut
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…,
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
dll)
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
9. Karakteristik substratum dibawah lapisan gambut
EC dan TDS PH
Foto 1. Proses Pengukuran EC dan TDS dgn Foto 2. Proses Pengukuran PH dgn menampilkan angka
menampilkan angka pada alat pada alat
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
9. Perkembangan kondisi atau tingkat kerusakan lahan gambut ( Lindung / Budidaya)
Foto 1. Kondisi atau tingkat kerusakan lahan gambut Foto 2. Kondisi atau tingkat kerusakan lahan gambut
( Lindung / Budidaya) ( Lindung / Budidaya)
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
10. Identifiksi Keberadaan Sedimen Berpirit
Foto 1. Proses Identifiksi Keberadaan Sedimen Foto 2. Hasil Identifiksi Keberadaan Sedimen
Berpirit menggunakan H2O2 Berpirit menggunakan H2O2
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
Kolom Foto – Foto Tambahan
Foto 1. Infomasi tambahan lain Foto 2. Infomasi tambahan lain
(Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan (Bila tidak terdapat dilokasi, kolom ini diberi penjelasan, jangan dikosongkan
saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, saja, Contoh keterangan : Tidak terdapat Genangan atau bajir atau kanal…, dll)
dll)
ATURAN PENTING SURVEY :
1. Pastikan Tally Sheet, Peta Kerja/Transek dan alat-alat survey terbawa dan dalam kondisi baik
dan sudah dikalibrasi.
2. Pastikan GPS Tracking dalam posisi Menyala (On) dari awal survey sampai akhir survey dan
sudah dikalibrasi.
3. Pastikan Lokasi Titik Suvey bukan berada pada Tanah Timbunan, Sungai, Danau, Kanal/Saluran,
Rumah Penduduk, Makam dan Sarang Hewan Buas. Kondisi tersebut diberikan toleransi untuk
menggeser maksimal 200 meter dari titik yang seharusnya.
4. Pastikan Point-Point Tally Sheet terisi semua saat identifikasi di lokasi titik survey sesuai kondisi
dilapangan.
5. Apabila ditemukan titik sampel tanah Mineral maka tally sheet tetap wajib diisi semua kecuali
point nomor : 8,10,11, 12, 14 dan 15.
6. Pastikan telah terdokumentasikan (Foto dan Video) pada setiap tahapan kegiatan identifikasi di
lokasi titik pengamatan. Untuk dokumentasi foto diwajibkan terdapat informasi koordinat dan
kode titik.
7. Untuk lokasi titik-titik survey yang tidak dapat diambil wajib menyertakan bukti-bukti dalam
bentuk Foto, Video, data-data dan atau Surat Pernyataan yang dikeluarkan dari daerah lokasi
tersebut.
8. Apabila pada titik sampling P10 (berdasarkan titik rencana) merupakan tanah mineral
dan terdapat ditengah/dipinggir sungai, maka dilakukan perpindahan pengambilan
sampel P10 pada titik sampel P14 terdekat yang teridentifikasi tanah gambut.