| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0801545344429000 | Rp 1,538,627,520 | - | |
| 0705946937822000 | Rp 1,477,980,666 | "Data kualifikasi peserta tidak lengkap : 1. Peserta tidak menyampaikan bukti penguasaan tempat usaha berupa milik sendiri/sewa sebagaimana disyaratkan pada Dokpil Bab V. LDK A.4); 2. Tenaga Ahli Tidak menyampaikan data pengalaman kerja dalam bidang Ahli Mesin/Mekanikal, Ahli Elektrikal dan Administrasi sebagaimana disyaratkan pada Dokpil BAB V. LDK C.7).a. dan Dokumen Spesifikasi Teknis V.A.4). 1. Tenaga Ahli Alat) berdasarkan evaluasi kualifikasi sesuai BAB X. | |
| 0966533309533000 | - | - | |
| 0603509225402000 | - | - | |
| 0413300641402000 | - | - | |
| 0427170899422000 | - | - | |
| 0418580395023000 | - | - | |
| 0630537256027000 | - | - | |
| 0316965870429000 | - | - | |
| 0922908884423000 | - | - | |
| 0210798070411000 | - | - | |
| 0846479954543000 | - | - | |
CV Putra Kelana | 00*5**5****11**0 | - | - |
| 0753483171915000 | - | - | |
CV Zulfar Pratama Jaya | 01*9**4****16**0 | - | - |
| 0030433981404000 | - | - | |
PT Valtekindo Global Intertek | 08*0**5****29**0 | - | - |
| 0027483502008000 | - | - | |
| 0622324556402000 | - | - | |
| 0021227574002000 | - | - | |
| 0429157837533000 | - | - | |
| 0024320525913000 | - | - | |
| 0029777596912000 | - | - | |
| 0033222324912000 | - | - | |
| 0029245057915000 | - | - | |
We Borneo Indonesia | 09*2**3****07**0 | - | - |
| 0967217878435000 | - | - | |
| 0312743131618000 | - | - | |
| 0801173998915000 | - | - | |
PT Datu Nahima Teknik | 00*1**1****48**0 | - | - |
| 0024844367924000 | - | - | |
| 0413869884452000 | - | - |
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
7.1 TAHAPAN PELAKSANAAN PENYEDIAAN FASILITAS
PENGOLAHAN EMAS NON MERKURI
Dalam pelaksanaan secara nyata, pekerjaan penyediaan fasilitas pengolahan emas non
merkuri pada PESK di Desa Seloto merupakan pekerjaan yang cukup kompleks. Hal
ini dikarenakan dalam pelaksanaannya di lapangan, pelaksana pekerjaan tidak hanya
membangun bangunan untuk fasilitas pengolahan emas semata, melainkan pelaksana
harus menggabungkan tiga pekerjaan sekaligus yaitu pengadaan peralatan untuk
pengolahan emas non merkuri yang sudah ditentukan, pembangunan bangunan sipil
untuk penempatan peralatan tersebut dan pelatihan dan transfer teknologi untuk
penambang emas yang ada di Desa Seloto yang akan menjadi pengurus fasilitas yang
akan dibangun. Maka dari itu, tahapan pelaksanaan untuk pekerjaan penyediaan
fasilitas pengolahan emas non merkuri di Desa Seloto dapat dibagi menjadi 3 tahapan
yaitu :
1. Pembangunan Fasilitas Pengolahan Emas Non Merkuri
Pelaksanaan pembangunan fasilitas pengolahan emas non merkuri pada PESK di
Desa Seloto terdiri dari beberapa pekerjaan yaitu :
a. Pekerjaan Persiapan
1. Pembersihan Lokasi Pekerjaan
Tahap Pertama yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah
membersihkan areal pekerjaan sesuai dengan volume yang ada dengan cara
membersihkan tanaman semak belukar yang ada di sekitar lokasi agar dalam
pelaksanaan pekerjaan nantinya tidak ada kendala.
2. Pekerjaan Pengukuran & Pemasangan Bouwplank
Tahap kedua adalah pemasangan Bouwplank/Pengukuran dari papan dan
kayu 5/7, untuk papan diketam halus atau lurus pada sisi atasnya dan dipasang
Waterpass (timbang air) dengan sudut-sudutnya yang siku. Pekerjaan ini
dilakukan adalah untuk menentukan dimana lokasi pembangunan yang akan
dilaksanakan nantinya dan juga dalam pekerjaan ini akan ditentukan
ketinggian lantai yang akan
dilaksanakan. Pemasangan Bouwplank/Pengukuran ini dilakukan bersama-
sama dengan Pemilik Proyek, Pelaksana Proyek, Konsultan Perencana,
Konsultan Pengawas dan Instansi lain yang terkait.
3. Pasang Papan Nama Proyek
Bab 7 -1
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
Papan Nama Proyek akan dibuat dan dipasang pada awal pelaksanaan
kegiatan. Papan Nama Proyek ini dibuat dari triplek t. 6 mm dengan ukuran
100 x 120 cm, ditopang kayu kaso (5/7) kelas 2 (borneo) dengan tinggi 250
cm dari permukaan tanah dan dicat dasar warna yang sesuai dan huruf cetak
berwarna hitam yang berisi informasi mengenai cakupan kegiatan yang akan
dilaksanakan, antara lain :
• nama kegiatan
• pekerjaan yang harus dilaksanakan
• biaya pekerjaan/ nilai kontrak
• sumber dana
• jangka waktu
• nama penyedia jasa
Papan nama proyek dipasang pada lokasi yang mudah dilihat oleh
masyarakat, serta tidak mengganggu lalu lintas.
4. Pembuatan Direksi Keet dan Pos Jaga
Direksi Keet/Gudang ini adalah bangunan sementara dari kayu yang dibangun
sebagai tempat penyimpanan bahan/material yang akan digunakan, tempat
rapat/koordinasi lapangan antara pelaksana, konsultan perencana, konsultan
pengawas dan instansi terkait baik rutin ataupun koordinasi yang sifatnya
mendadak dan sebagai tempat peristirahatan para pekerja.
5. Pembuatan Pagar Keliling
Konstruksi pagar proyek dibuat dengan menggunakan dinding seng dan
diperkuat dengan menggunakan tiang-tiang besi atau kayu dan diikat dengan
paku/baut pengikat pada jarak tertentu, sehingga konstruksinya kuat dan
sesuai dengan fungsi yakni untuk menjamin keamanan pekerja dalam
lingkungan proyek.
6. Mobilisasi Alat dan Material
Jalan kerja berfungsi untuk jalur lalu lintas kendaraan proyek, kita buat dua
arah jalan keluar dan jalan masuk sendiri dengan perhitungan pada saat
pekerjaan pengurugan tidak terjadi antrian kendaraan yang membawa material
sehingga stagnasi dan kemacetan dapat terhindarkan, jalan kerja di buat
Bab 7 -2
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
dengan menggunakan perkerasan sirtu (jika diperlukan) karena
mempertimbangkan stabilitas tanah di lingkungan proyek. Peralatan yang
dimobilisasi pada tahap awal, adalah peralatan yang di butuhkan untuk
membangun fasilitas-fasilitas proyek, seperti Direks Keet, gudang, pagar
peroyek. Peralatan yang digunakan masih terbatas pada peralatan ringan
seperti alat-alat untuk pengukuran.
b. Pekerjaan Tanah dan Galian
Persiapkan alat bantu kerja sesuai dengan MS (Method Schedule) pekerjaan
galian secara manual atau dengan mesin bantu excavator. Adapun Langkah
langkah penggalian tanah adalah sebagai berikut:
1. Persiapkan alat bantu ukur untuk penentuan batas galian dan pompa air untuk
dewatering.
2. Periksa kemungkinan adanya prasarana lingkungan yang melintasi atau
berada di sekitar area galian (jalur kabel/pipa/telepon, dll).
3. Menentukan batas daerah galian (survey & marking koordinat serta elevasi).
4. Menentukan peralatan yang cocok untuk pekerjaan penggalian dan jumlah
alat untuk kelancaran pekerjaan.
5. Penggalian tanah untuk pondasi telapak dilakukan secara hati-hati serta harus
mengetahui ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi.
6. Tebing dinding galian tanah pondasi dibuat dengan perbandingan 5:1 untuk
jenis tanah yang kurang baik dan untuk jenis tanah yang stabil dapat dibuat
dengan perbandingan 1:10 atau dapat juga dibuat tegak lurus permukaan
tanah tempat meletakkan pondasi.
7. Dalamnya suatu galian tanah ditentukan oleh kedalamnya tanah padat/tanah
keras dengan daya dukung yang cukup kuat, min 0.5 kg/cm2 .
8. Bila tanah dasar masih jelek, dengan daya dukung yang kurang dari 0.5
kg/cm2, maka galian tanah harus diteruskan, sampai mencapai kedalaman
tanah yang cukup kuat, dengan daya dukung lebih dari 0.5 kg/cm2.
9. Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran
pondasi agar tukang lebih leluasa bekerjanya.
10. Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan
penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan.
c. Pekerjaan Lantai Kerja
Bab 7 -3
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
Sebelum pekerjaan pondasi, pekerjaan sloof dan pelat lantai dilaksanakan,
terlebih dahulu dilaksanakan pekerjaan lantai kerja sebagai dasar/dudukan
pondasi, sloof dan pelat lantai.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lantai Kerja adalah sebagi berikut:
1. Persiapan
• Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan lantai kerja.
• Approval material yang akan digunakan.
2. Persiapan lahan kerja
Persiapan material kerja, antara lain semen PC, pasir, split dan air. Persiapan
alat bantu kerja, antara lain concrete mixer, meteran, waterpass, cangkul,
talang cor, ember, sendok semen, raskam, benang, selang air, dll.
3. Pengukuran
• Terlebih dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran dengan
• theodolith untuk menentukan leveling lantai kerja.
• Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.
4. Pelaksanaan pekerjaan lantai kerja
Untuk lantai kerja dibawah pondasi dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
• Buat adukan untuk lantai kerja dengan campuran adukan 1PC : 3Psr : 5Krl
atau B-0.
• Pastikan bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat
urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
• Bersihkan lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
• Pasang patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk
menentukan ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan
dengan jarak per 1 m untuk leveling lantai kerja.
• Tuangkan adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
• Adukan lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun
sendok adukan/raskam sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan
cara melakukan tarikan benang dari patok level satu dengan yang lainnya.
d. Pekerjaan Pondasi Telapak
Bab 7 -4
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
1. Penulangan Pondasi
Untuk pondasi setempat ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan
proses pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat. Cara perakitan tulangan:
• Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui
dari ukuran pondasi setempat.
• Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan
memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi
setempat tersebut.
• Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat
pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas
Setelah merakit tulangan pondasi setempat maka untuk pemasangan tulangan
dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini
tidak terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam. Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
• Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan
tegak turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
• Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar
tanah,jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan
menggunakan pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi
tulangan bawah agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah
untuk melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan
tulangan tidak menjadi karat.
• Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
2. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang
digunakan untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau
diatasnya. Tahap-tahap pekerjaan bekisting:
• Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengan
cetok (sendok spesi).
Bab 7 -5
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
• Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu
membuat bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi
persaratan tertentu.
• Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di
cor.
• Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak
lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
• Papan cetakan tidak boleh bocor Papan-papan disambung dengan klem /
penguat / penjepit
• Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak
terjadi retak.
3. Pengecoran
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split
serta air. Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat
beton dan perbandingannya. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum
dipakai membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu
dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton
karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu kesatuan
berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan mengeras.
Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok
ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat
kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah. Tahap-tahap pekerjan
pengecoran pondasi setempat yaitu:
Membuat kotak takaran untuk perbandingan material yaitu dari kayu dan juga
dapat mempergunakan ember sebagai ukuran perbandingan.
• Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari
kayu atau seng/pelat dengan ukuran tinggi x lebar x panjang adalah 22 cm x
100 cm x 160 cm dapat juga dibuat dari pelat baja dengan ukuran tebal 3
mm x 60 cm x 100 cm.
• Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti:
semen, pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk
pengecoran.
Bab 7 -6
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
• Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan
perbandingan volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume
pasir berbanding 3 volune split serta air secukupnya.
• Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur
kering dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya
• Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10
menit tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
• Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah
yang sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/
dan dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada
ruangan yang kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang
besar dapat masuk kecelah-celah tulangan.
Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur
seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan
pengikat, maka cara pelaksanaan pengecoran pondasi setempat dituangkan
kedalam galian pondasi dengan cara bertahap sedikit demi sedikit dengan
bantuan sendok spesi/cetok agar semua material bahan pengecoran dapat
masuk ketempat pengecoran yang sudah diletakkan tulangan dan tidak ada
celah yang kosong dan lebih padat.
e. Pekerjaan Pedestal
1. Persiapan Pekerjaan
• Mengirim program kerja (workplan) termasuk metoda kerja, schedule,
perlatan, personil kerja dan gambar kerja yang akan digunakan, untuk
memperoleh persetujuan dari Konsultan sebelum pekerjaan.
• Memberitahu Konsultan secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum
tanggal dilakukannya pelaksanaan pekerjaan.
• Ruang Lingkup Pekerjaan adalah :
Pekerjaan pabrikasi Besi
Pekerjaan Urug Pasir
Pekerjaan Hampar Lantai Kerja
Pekerjaan bekesting
Pekerjaan Instalasi besi Tulangan
Bab 7 -7
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
Cor Beton K-275
2. Metode Pelaksanaan
• Setelah penggalian dilakukan, dilanjutkan dengan pengurukan pasir urug
dengan ketebalan sesuai spesifikasi, dilanjutkan dengan penghamparan
Beton LC (K-275) sebagai lantai kerja.
• Pembesian serta Pengecoran antara Plat Pedestal dan Pondasi Pedestal
dapat dilakukan bersamaan tergantung dari pada dimensi dan design
masingmasing.
• Besi Tulangan berbagai diameter (dimater sesuai spesifikasi) dipotong
sesuai dengan ukuran pada gambar kerja dengan menggunakan bar cutter
sedangkan pembengkokan tulangan mengunakan bar bender .
• Pemotongan panjang besi tulangan untuk tiang dipotong sepanjang tinggi
kolom terhadap sloof ditambah dengan panjang penyaluran 40D.
• Panjang pembengkokan tulangan sengkang dilakukan sesuai dengan
ketentuan bar bending schedule. Untuk sengkang yang dibengkokan
sesuai sudut yang diinginkan maka panjang pengaitnya adalah 6D.
• Besi Tulangan dipabrikasi dengan cara mengikatkan tulangan pokok
kolom dengan tulangan sengkang menggunakan kawat bendrat ,jarak dan
jumlah tulangan pokok disesuaikan dengan shop drawing dan bestek.
• Perakitan Bekisting, setelah dirakit dilumuri dengan minyak bekisting.
• Melakukan job mix design dan job mix formula untuk kualitas beton yang
diinginkan.
• Pengecoran Beton (K-250) dan diratakan denan menggunakan concrete
vibrator.
f. Pekerjaan Pekerjaan Kolom dan Balok Rafter Baja
1. Penyediaan alat kerja
Dalam penyediaan alat pekerjaan yang umum digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini dibagi dalam 2 tahapan,yaitu:
• Tahap Fabrikasi, menggunakan alat :
- Mesin pemotong besi
- Mesin bor Magnet
- Mesin Las listrik
- Las karbit (Otogen)
Bab 7 -8
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
- Generator/genset
• Tahap Erection, menggunakan alat :
- Crane
- Tali tambang
- Tali baja
- Peralatan Las
- Kunci / Kunci momen
- Alat Bantu (balok-balok kayu, dll)
2. Penyediaan listrik kerja
Pada proses pengelasan listrik dibutuhkan energi listrik yang memadai untuk
menunjang pelaksanaannya, dalam hal ini jenis listrik yang digunakan adalah
listrik yang bersumber dari PLN dengan tegangan 1200 watt. Dan energi
listrik yang diperoleh dari tenaga generator/genset dengan tenaga 3000 RPM.
3. Pabrikasi
Setelah gambar kerja telah di check dan recheck serta disetujui oleh Pimpinan
Teknik untuk di laksanakan maka pihak bengkel dapat segera melaksanakan
fabrikasi di bengkel atau di site dengan selalu diadakan pengawasan dan
pengecekan oleh pelaksana.
4. Pengukuran
Fungsi Pemegang Struktur atas (Kolom/Kuda-kuda) pada posisi yang
sebenarnya/tepat diikat oleh angkur besi beton yang di pasang bersamaan
dengan pengecoran kolom pedestal.
• Buat Bouwplank setempat.
• Mal pengangkuran dari multiplex t = 9 mm dan diberi as Angkur dipasang
di mal dan diberi 6 baut dan dipasang pada atas dan bawah mal.
• Ditarik benang / as ditarik 2 arah sesuai mal membentuk 2 arah siku
• Angkur di las dengan besi beton kolom dengan elevasi atas waterpass.
• Begesting kolom dipasang.
• Kolom dicor
• Mal angkur dilepas
Untuk plat landas digunakan plat dengan tebal 8 mm yang telah dilubangi,
kemudian angkur dicheck vertikalnya dan horizontalnya menggunakan
Bab 7 -9
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
waterpass tanggan satu persatu. Pengelasan dilakukan dengan bahan dan alat
yang disyaratkan dalam RKS dan gambar kerja.
Peralatan yang digunakan :
• Generator / Genset
• Onvomer / Trafo las
• Kabel las dan
• Stang las (handle)
• Topeng las
• Kawat las
Metode pelaksanaan:
• Pada pekerjaan pengelasan bagian yang akan di las adalah penyambungan
antara pelat kopel dengan penampang batang rangka baja.
• Plat kopel di potong dengan menggunakan mesin pemotong besi
• Pada bidang atau bagian yang akan dilas didekatkan sedekat mungkin dan
dibersihkan dari kotoran dan debu serta air terlebih dahulu.
• Type, tebal, panjang dan lokasi pengelasan mengikuti gambar rencana.
Dalam assembling dan penyambungan bagian yang dilas berurutan
sehingga dapat dihindari semaksimal mungkin distorsi dari bagian-bagian
yang dilas.
5. Perakitan
Rangka batang yang telah di Pabrikasi sebelumnya, kemudian dilakukan
perakitan terhadap elemen rangkaian struktur portal rangka baja. Rangka
batang terlebih dahulu ditandai dengan penamaan pada batangnya.
• Semua konstruksi baja yang telah selesai difabrikasi harus dibedakan
dengan kode yang jelas sesuai bagian masing-masing agar dapat dipasang
dengan mudah.
• Kode tersebut ditulis dengan cat atau sejenisnya agar tidak mudah
terhapus.
• Pelat-pelat sambungan dan bagian elemen lain yang diperlukan untuk
sambungan-sambungan di lapangan, harus dibaut/diikat sementara dulu
pada masing-masing elemen dengan tetap diberi tanda-tanda.
6. Penyetingan
Bab 7 -10
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
• Pada Kolom Pedestal Plat Tumpu di letakkan diatas kemudian dilakukan
kontrol Horizontal.
• Penyetingan/Kontrol Horizontal Pada Plat Tumpu Kolom
• Penyetingan Kelurusan (Lot) Pada Kolom Dengan Waterpass
7. Penyetelan dan pemasangan (erection)
Erection dilakukan dengan menggunakan alat bantu Mobile Crane untuk lebih
memudahkan dan mempercepat proses kerja. Sebelum dilakukan Erection
terlebih dahulu dibuat Erection Schedule agar lebih mudah dipahami daerah
mana yang akan dilakukan erection. Erection dilakukan sesuai dengan gambar
kerja.
Persiapan dan peralatan :
1. Mobile Crane
2. Tali tambang
3. Tali baja
4. Peralatan Las
5. Kunci / Kunci momen
6. Safety
7. Alat Bantu (bbalok-balok kayu, dll).
Untuk Erection baja harus dipersiapkan tenaga kerja yang memadai. Tenaga
kerja ini dapat dibagi menurut pekerjaannnya :
• Langsiran baja yang telah difabrikasi ditempatkan di lokasi menurut
kodekode yang ada.
• Tenaga penarik Liyer dan tali baja.
• Tenaga yang menempa baja pada posisi untuk dipasang baut-baut.
• Tenaga pemasangan tali baja / tali tambang
• Tenaga pengelasan, pasang gording dan pasang mur baut, serta supervisi
g. Pekerjaan dinding
Sebelum pekerjaan ini dilaksanakan, terlebih dahulu disediakan tenaga kerja,
bahan-bahan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan
ini untuk mendapatkan hasil yang baik. Pemasangan dinding bata merah setebal
½ bata dilakukan untuk seluruh pembatas ruangan dan tempat lain yang tertera
Bab 7 -11
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
dalam gambar dan dijelaskan dalam gambar detail atau sesuai petunjuk Konsultan
Pengawas.
Persyaratan Bahan:
1. Batu Bata
Mutu bata yang digunakan dari jenis kelas I menurut NI 10 dengan bentuk
standar batu bata adalah prisma empat persegi panjang, bersudut siku-siku dan
tajam, permukaannya rata dan tidak menampakkan adanya retak-retak yang
merugikan. Bata merah dibuat dari tanah liat dengan atau campuran bahan
lainnya, yang dibakar pada suhu cukup tinggi hingga tidak hancur bila direndam
air.
2. Pasir
Pasir terdiri dari butir-butir yang tajam dan keras, butir-butir bersifat kekal,
artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan
hujan. Kadar Lumpur tidak melebihi 5 % berat.
3. Semen dan Air
Untuk persyaratan kedua bahan tersebut, mengikuti persyaratan yang telah
digariskan pada pasal beton bertulang
4. Pedoman pelaksanaan
• Persyraratan adukan
Adukan pasangan dibuat secara hati-hati, diaduk didalam concrete mixer
yang memenuhi syarat. Mencampur semen dengan pasir dalam keadaan
kering yang kemudian diberi air sampai didapat campuran yang plastis.
Adukan yang telah mongering akibat tidak habis digunakan sebelumnya,
tidak akan dicampur lagi dengan adukan yang baru.
• Pengukuran (ult-Zet) dilakukan Kontraktor secara teliti dan sesuai gambar,
dengan syarat: Semua pasangan dinding dilakukan dengan rata
(horizontal), dan pengukuran
dilakukan dengan pasangan benang antara satu kali menaikkan benang tidak
boleh melebihi 30 cm, dari pasangan bata yang telah selesai.
• Lapisan bata yang satu dengan lapisan bata diatasnya berbeda setengah
panjang bata. Bata setengah tidak dibenarkan digunakan ditengah pasangan
bata, kecuali pasangan pada sudut.
Bab 7 -12
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
• Pengakhiran sambungan pada satu hari kerja dibuat bertangga menurun dan
tidak tegak bergigi untuk menghindari retak dikemudian hari. Pada
tempattempat tertentu sesui gambar diberi kolom-kolom praktis yang
ukurannya disesuaikan dengan tebal dinding.
• Lubang untuk alat-alat listrik dan pipa yang ditanam didalam dinding,
dibuat pahatan secukupnya pada pasangan bata (sebelum diplester). Pahatan
tersebut setelah dipasang pipa/alat, ditutup dengan adukan plesteran yang
dilaksanakan secara sempurna, dikerjakan bersama-sama dengan plesteran
seluruh bidang tembok.
• Dalam mendirikan dinding yang kena udara terbuka, selama waktu hujan
lebat diberi perlindungan dengan menutup bagian atas dari tembok dengan
sesuatu penutup sesuai (plastic).
• Pada saat pemasangan dinding batu bata, sesuai dengan gambar kerja dan
petunjuk direksi teknis dilakukan pemasangan batu angin.
h. Pekerjaan rangka dan atap penutup
Setelah pekerjaan rangka baja (kolom dan balok rafter) selesai tahap selanjutnya
ialah:
Mengukur Tumpuan
Sebelum memasang, perlu mengetahui seberapa besar atap spandek yang akan
dipasangkan. Maka dari itu, dimensi berupa panjang, lebar dan tinggi atap
sangatlah dibutuhkan. Apabila sudah menemukan data tersebut segera ukur jarak
tumpuan yang diperlukan oleh atap. juga perlu membutuhkan cara menghitung
kebutuhan atap spandek yang benar.
• Pekerjaan Pasang Profil Siku L
• Pekerjaan Pasang Gording CNP
• Pekerjaan Pasang Angkur
• Pekerjaan Pasang Turnbuckle
• Pekerjaan Pasang Trekstang
• Pemasangan atap spandek
• Rangka atap yang sudah jadi menandakan Anda baru dapat memasang atap
spandek. Pekerjaan ini harus dilakukan secara hati-hati dan seksama, supaya
rumah tidak mengalami kebocoran.
Bab 7 -13
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
• Proses finishing adalah mengevaluasi kembali hasil pekerjaan, apabila ada
yang terlihat salah segera perbaiki saat itu juga.
i. Dokumentasi Proyek, Administrasi dan As Built Drawing
Pelaksanaan pekerjaan dokumentasi dilakukan sejak awal dan dimulai
pelaksanaan pekerjaan, selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada pelaksaan
pekerjaan. Pelaksana pekerjaan diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan
pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Photo
dokumentasi pekerjaan tersebut harus bisa memberikan gambaran secara lengkap
dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan sejak dari awal hingga akhir
pelaksanaan pekerjaan, sehingga secara kronologi bisa menjadi satu gambaran
tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan
pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau sesuai denganpengarahan
Direksi pekerjaan dan harus bisa memberikan gambaran secara garis besar
kegiatanpelaksanaan seluruh pekerjaan.
Pelaksanaan pengambilan photo dokumentasi tersebut dilakukan pada kondisi
tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan (Shop Drawing).
Tahapan pelaksanaan kegiatan dokumentasi pekerjaan :
• Saat awal / sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan 0%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 %;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan selesai atau telah mencapai prestasi 100%.
Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan dokumentasi yaitu :
• Kamera
• Seperangkat meja gambar
• Kertas gambar / kertas kalkir, dan kebutuhan yang menyangkut dokumentasi
lainnya
Administrasi
Selanjutnya dengan dokumentasi yang ada dilakukan proses administrasi terhadap
semua pekerjaan termasuk bukti progres kerja. Shop Drawing adalah gambar
rencana yang menjadi acuan pelaksanaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan
Bab 7 -14
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
dibuat setelah gambar rencana dari konsultan perencana mendapat persetujuan
dan pengesahan.
As Built Drawing
As built drawing adalah gambar koreksi, perbaikan, revisi, dari gambar
pelaksanaan yang ada, dikarenakan adanya permasalahan di proyek pada saat
bangunan dikerjakan juga menerangankan pihak mana saja yang ikut
mengerjakan proyek yang dibangun, seperti: subcontractor, suplier-suplier, dll
yang ikut andil dalam pembangunan proyek.
2. Pengadaan dan Instalasi Peralatan Pengolahan Emas Non Merkuri
Pekerjaan pengadaan dan instalasi peralatan pengolahan emas non merkuri pada
PESK di Desa Seloto terdiri dari pekerjaan :
a. Pabrikasi peralatan
b. Pengangkutan / pengiriman
c. Penempatan dan pemasangan
d. Penyetelan
e. Uji coba
3. Commisioning dan Alih Teknologi
a. Kegiatan persiapan commissioning
b. Penyediaan bahan kegiatan
c. Pemeriksaan kelengkapan fasilitas
d. Pelaksanaan commissioning
e. Pelaksanaan pelatihan dan alih teknologi
7.2 GAMBAR DESAIN BANGUNAN FASILITAS
1. Layout Bangunan Fasilitas Pengolahan Emas Non Merkuri
Secara umum, bangunan pada fasilitas pengolahan emas non merkuri di Desa
Seloto, dibagi menjadi 3 bangunan utama yaitu bangunan utama pengolahan,
bangunan ruang genset dan bangunan ruang penyimpanan limbah padat sementara.
Bangunan utama dibagi menjadi 4 ruangan, yaitu ruang asam, ruang penyimpanan
(gudang), area kerja dan toilet.
Bab 7 -15
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
Pada area kerja terdapat site plan permesinan yang akan digunakan, yaitu mesin
penumbuk dan rod mill. Selain itu, area kerja didominasi oleh kolam penampungan
limbah sisa pengolahan sianidasi.
Penutup atap (kanopi) tangki sianidasi dibuat terintegrasi dengan rangka tangki,
sehingga terpisah dari bangunan utama. Sedangkan untuk kolam penampungan
bahan baku terkoneksi dengan bangunan utama.
Fasilitas di bangunan utama dilengkapi 1 pintu masuk utama dan 1 pintu
emergency untuk memudahkan kegiatan produksi maupun ketika ada keadaan
darurat.
Gambar 7.1. Layout Penempatan Fasilitas Pengolahan Emas Non Merkuri
Bab 7 -16
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
2. Model 3D Fasilitas Pengolahan Merkuri
Gambar 7.2. Gambar Tampak Depan
Gambar 7.3. Gambar Tampak Samping Kanan
Bab 7 -17
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
Gambar 7.4. Gambar Tampak Samping Kiri
Gambar 7.5. Gambar Tampak Belakang
3. Layout Kelistrikan dan Peralatan
Secara umum, penempatan kelistrikan terutama panel listrik mengikuti penempatan
dari peralatan proses pengolahan emas non merkuri yang memang membutuhkan
daya listrik. Sumber listrik didesain berasal generator atau genset dengan kapasitas
30 kVA. Sumber listrik yang utama ini akan mensuplai kebutuhan energi listrik
yang berada di semua fasilitas. Selain genset 30 kva yang terpasah pada ruang
genset, penggerak untuk tangki sianidasi juga menggunakan penggerak diesel
Bab 7 -18
Feasibility Study (FS) & Detailed Engineering Design (DED)
Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kabupaten Sumbawa Barat
(tanpa listrik) hanya menggunakan diesel berbahan bakan solar untuk menggerakan
pompa udara (kompresor). Udara yang dihasilkan akan digunakan untuk pengaduk
dalam tangki sianidasi. Detail sistem kelistrikan ada dalam lampiran.
Gambar 7.6. Gambar Jalur kelistrikan genset
Gambar 7.7. Gambar Jalur kelistrikan PLN
4. Layout Pemasangan Pipa – Pipa
Proses sinidasi pada dasarnya menggunakan bahan baku yang berbentuk fluida.
Oleh karena itu sistem pemindahan dan pemrosesan banyak menggunakan pompa
dan sistem perpipaan. Untuk setiap tahapan proses membutuhkan sistem perpipaan
yang menggunakan pompa sebagai alat pendorong atau penghisapnya. Sistem
pemasangan pipa – pipa ini ada dalam lampiran.
Bab 7 -19