PEKERJAAN PASANGAN PAVING BLOCK
JALAN LINGKUNGAN
A. Pengukuran Penetapan Peil
1) Semua ukuran-ukuran ditetapkan dari as jalan.
2) Apabila ada perbedaan penyimpangan ukuran antara gambar dan lapangan harus segera
dilaporkan kepada Konsultan pengawas
3) Pemasangan ukuran-ukuran patok harus bersama sama Konsultan pengawas.
4) Bila belum ada, harus dibuat patok beton yang disetujui Konsultan pengawas.
B. Pekerjaan Tanah
1) Sesuai dengan pematangan peil yang ditetapkan, harus diadakan penggalian atau
pengurugan badan jalan.
2) Pengurugan harus menggunakan tanah yang baik, bersih dari kotoran sampai setinggi peil
yang disetujui Konsultan pengawas.
3) Tanah bekas galian harus segera dibuang ketempat lain.
4) Tanah dasar/ lapisan dasar badan jalan harus dibersihkan dari kotoran-kotoran/ tumbuh-
tumbuhan.
C. Lapisan Pasir
1) Sebelum dikerjakan lapisan permukaan tanah dasar harus bersih dari kotoran.
2) Lapisan pasir dipasang setebal 5 cm sebagai perataan dasar permukaan tanah dengan
menggunakan material pasir urug.
D. Pasangan Paving Block
1) Pasangan menggunakan paving block tipe persegi dengan mutu beton K220 tebal 8 cm
setara Diamond baru, Mutiara
2) Pemasangan motif paving dengan susun sirih seperti pemasangan bata.
3) Setelah selesai dipasang digilas dengan mesin seberat 2,5 ton hingga tertata rapi.
4) Setelah dipadatkan, lapisan batu ini ditutup/ ditaburi dengan pasir pasang halus secara
merata.
5) Untuk pasangan paving block pada penyambungan pertemuan dengan jalan aspal, teknis
penyambungan/ joint aspal lama dan pasangan paving block baru agar dibuat rapi dan rata.
1.
PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
A. Lingkup Pekerjaan
1) Pasangan bata ringan dilakukan menurut kebutuhannya atau atas petunjuk-petunjuk Konsultan
Pengawas.
2) Bata merah di gunakan adalah bata lokal”
3) Kolom-kolom praktis untuk penguat pasangan bata ringan harus dipasang besi 4 Ø 12 mm
dengan begel Ø 8 mm - 15 cm sedemikian rupa sehingga maksimum setiap luas 9 meter persegi
pasangan bata harus dikelilingi oleh penguat-penguat (kolom-kolom praktis) tersebut.
4) Pada sisi lain tegak yang berhubungan dengan beton/ kolom harus dipasang angkur Ø 8 mm
panjang 30 cm dari muka beton dengan jarak tiap 40 cm sepanjang sisi tegak.
5) Seluruh bidang dinding di plester menggunakan semen instan “Mortindo” dan dihaluskan
dengan acian semen instan “Mortindo”
B. Pelaksanaan Pekerjaan
1) Cara dan perlengkapan untuk pengangkutan bata atau adukan harus sedemikian rupa sehingga
tidak merusak bata atau menunda pemakaian beton.
2) Setelah permukaan pondasi dan sloof disiapkan dengan baik, bata dipasang diatas adukan
setebal antara 1,5 - 2,5 cm.
3) Bata tidak boleh dipasang pada waktu hujan lama atau hujan besar. Adukan yang hanyut karena
hujan harus segera disingkirkan.
4) Tidak diperkenankan berdiri di atas pekerjaan bata sebelum mengeras.
5) Bata harus dipasang dengan baik, rata, horizontal, dikerjakan dengan alat-alat pengukur datar
ataupun tegak ("lot” dsb), sambungan sama rata, sudut persegi, naad tegak tidak segaris
(silang) permukaan baik dan rata, "bergigi" (tiap sambungan saling menutup).
6) Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton harus dipasang stek besi dan pada ujung
pasangan harus bergerigi.
7) Pada penghentian pasangan harus dipakai penggigian miring.
8) Jika setelah pekerjaan pemasangan ternyata ada bata merah yang menonjol atau tidak rata,
maka bagian-bagian ini harus dibongkar dan diperbaiki kembali atas biaya Penyedia Jasa
Konstruksi.
9) Pemasangan bata harus dirawat sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas/ Tim Teknis.
10) Sebelum pemasangan, semua bata harus dibasahi dengan air bersih sampai kenyang, atau
direndam dalam air sehingga buih-buih hilang.
11) Bata ringan yang pecah dengan ukuran kurang dari setengah tidak dibenarkan untuk dipakai.
Untuk yang patah dua tidak melebihi dari 5% (Lima persen).
12) Semua pemasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-dinding beton, balok atau pelat
beton dan bagian-bagian struktur lainnya.
1) Plesteran harus memenuhi syarat-syarat
a. Plesteran pasangan dinding menggunakan semen mortar siap pakai
b. Acian pasangan dinding menggunakan semen mortas siap pakai
c. Adukan yang tumpah ke bawah pada waktu pemasangan bata ringan bekas dan yang
sudah ditinggalkan lebih dari 2 jam tidak boleh dipakai atau dicampurkan dengan yang baru.