| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015723372014000 | Rp 2,530,222,800 | 76.4 | 96.4 | - | |
| 0722869930013000 | - | - | - | - | |
| 0723983151015000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
PT Adinda Gracia Prospera | 03*3**5****11**0 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan |
| 0021606967013000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0316100940013000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0021089404023000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
PT Kandis Mahardika Konsultan | 08*6**8****17**0 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan |
| 0964114557043000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0722837234013000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0023140650009000 | - | - | - | - | |
| 0024810707429000 | - | - | - | - | |
| 0720539857517000 | - | - | - | - | |
| 0022444483421000 | - | - | - | tidak menghadiri undangan pembuktian | |
PT Informatika Media Pratama | 09*7**7****05**0 | - | - | - | tidak menghadiri undangan pembuktian |
| 0024781940541000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0015725617061000 | - | - | - | Tidak lulus ambang batas unsur pengalaman perusahaan | |
| 0831137294911000 | - | - | - | - | |
PT Bangun Hidup Mulia | 06*1**9****11**0 | - | - | - | - |
PT Angkasa Rabbani Panen | 09*8**6****15**0 | - | - | - | - |
Brothersindo Saudara Emas | 08*2**9****33**0 | - | - | - | - |
| 0312752710411000 | - | - | - | - | |
| 0013639422062000 | - | - | - | - | |
| 0704511484063000 | - | - | - | - | |
| 0013280938061000 | - | - | - | - | |
| 0015721806016000 | - | - | - | - | |
| 0012173084627000 | - | - | - | - | |
| 0021920855071000 | - | - | - | - | |
| 0029296340061000 | - | - | - | - | |
PT Global Teknologi Integrasi | 00*5**0****63**0 | - | - | - | - |
RINGKASAN KAK PENGUATAN DAN PENERAPAN
MODUL IPD DALAM SIPD – TA 2025
Ringkasan Inti
Kegiatan ini bertujuan memperkuat Modul IPD dalam SIPD agar menjadi platform
data pembangunan daerah yang andal, terintegrasi, dan mudah digunakan oleh
seluruh pemerintah daerah. Konsultan bertugas menyiapkan perbaikan proses bisnis,
pengembangan fitur dan dashboard, manual dan video tutorial, serta memberikan
dukungan teknis dan pelatihan. Kegiatan berlangsung ±2,5 bulan akhir 2025,
melibatkan 45 personel dengan kualifikasi beragam dan dukungan logistik lengkap.
1. Latar Belakang
Pembangunan daerah menuntut pengelolaan berbasis data yang kredibel. Sistem
Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sebagaimana diatur dalam UU No.
23/2014, merupakan platform terintegrasi untuk perencanaan, penganggaran,
pengendalian, dan evaluasi pembangunan. Salah satu komponennya adalah Modul
Informasi Pembangunan Daerah (IPD) yang memuat data strategis, indikator daya
saing, dan profil pembangunan.
Penguatan modul IPD penting untuk:
• Mendukung penyusunan dokumen strategis (RPJPD 2025–2045, RPJMD
2025–2029, RKPD 2026).
• Memutakhirkan nomenklatur dan indikator outcome.
• Menjamin kualitas data melalui validasi e-Walidata.
• Meningkatkan kapasitas SDM dalam analisis, pengembangan aplikasi, dan
pendampingan daerah.
2. Dasar Hukum
Mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya:
• UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.
• PP No. 17/2017 tentang Sinkronisasi Perencanaan & Penganggaran.
• Perpres No. 95/2018 tentang SPBE dan No. 39/2019 tentang Satu Data
Indonesia.
• Permendagri No. 86/2017, No. 70/2019, No. 90/2019, No. 10/2025, serta
Instruksi Mendagri No. 2/2025.
3. Tujuan
Mendukung implementasi SIPD khususnya pada Modul Informasi Pembangunan
Daerah melalui penguatan proses bisnis, fitur aplikasi, dan pendampingan teknis.
4. Ruang Lingkup
Kegiatan jasa konsultan difokuskan pada pengembangan dan pendampingan Modul
IPD meliputi:
• Penyempurnaan proses bisnis dan fitur pemutakhiran nomenklatur & indikator
outcome.
• Pengembangan dashboard informasi & analisis tematik (DSSD).
• Integrasi sub-modul e-Walidata dan penguatan proses pengusulan data.
• Kajian proses bisnis perubahan RPJPD, RPJMD, dan Renstra.
• Penyempurnaan sub-modul Analisis & Profil Pembangunan Daerah.
• Visualisasi analisis dan perkembangan pembangunan daerah.
• Laporan hasil User Acceptance Testing (UAT) pengembangan fitur.
5. Output Utama
12 keluaran, antara lain:
• Dokumen proses bisnis & fitur pemutakhiran data.
• Dashboard analisis hasil fasilitasi RKPD 2026.
• Laporan kajian perubahan RPJPD.
• Modul RPJMD/Renstra 2025–2029 yang terintegrasi.
• Manual book dan video tutorial seluruh sub-modul SIPD.
• Visualisasi analisis pembangunan daerah.
• Laporan UAT pengembangan fitur.
Jadwal pelaksanaan: November – Desember 2025 (2 bulan).
6. Lokasi dan Mekanisme
Pekerjaan berlokasi di kantor sewa dekat Ditjen Bina Pembangunan Daerah, sebagian
dapat dilakukan secara jarak jauh. Pengadaan mengikuti ketentuan DIPA Ditjen Bina
Pembangunan Daerah.
7. Kualifikasi Tim Konsultan
Total kebutuhan 45 personel, terdiri atas:
• Tenaga Ahli Utama:
o Team Leader (Ahli Sistem Informasi – S2, berpengalaman ≥5 tahun).
o Ahli Perencanaan Pembangunan (S2, ≥5 tahun).
o Ahli Keamanan Jaringan (S2, ≥5 tahun).
o Programmer (S1, ≥5 tahun, 2 orang).
o Ahli Pengolahan Data (S1, ≥5 tahun, 2 orang).
• Tenaga Pendukung: 35 orang, meliputi support berbagai modul (RPJPD,
RPJMD/RENSTRA, eWalidata, eFasilitasi, dll.), operator sistem informasi,
desainer modul, video content creator, dan administrasi.
Setiap posisi dilengkapi deskripsi tugas rinci, misalnya pengembangan fitur, validasi
data, pembuatan materi pelatihan, visualisasi analisis, hingga penyusunan
dokumentasi teknis.
8. Kebutuhan Logistik
• Kantor & Peralatan: sewa office space, meja rapat, 27 laptop, printer, scanner,
proyektor, kamera, paket Zoom, internet, dll.
• Kegiatan Koordinasi:
o Rapat Koordinasi Tingkat Pusat (1 hari, 110 peserta).
o Expose Pengembangan Fitur (2 hari, ±120 peserta).
Termasuk biaya transport, uang harian, seminar kit, sewa bandwidth
hotel, honor narasumber & moderator.
• Perjalanan Dinas: untuk pengumpulan data dan arahan pimpinan.
9. Laporan
Dua tahap laporan:
• Laporan Pendahuluan pada awal pekerjaan.
• Laporan Akhir setelah seluruh kegiatan selesai.
Semua biaya perjalanan dinas ditanggung konsultan.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 4 August 2022 | - 1 Kebijakan Traceability Komoditi Unggulan | Kementerian Pertanian | Rp 9,201,431,000 |
| 19 August 2023 | Investigasi Aplikasi Moms Dan Mvp | Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral | Rp 3,500,000,000 |
| 13 December 2019 | Pengembangan Dan Updating Mis | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,723,000,000 |
| 23 February 2018 | Pengembangan Sistem Informasi Dan Manajemen Berbasis Website Menuju One Data Bina Penataan Bangunan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,475,000,000 |
| 18 June 2021 | Penyusunan Aplikasi Rdtr Insight | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 2,000,000,000 |
| 5 July 2019 | Penyusunan Sistem Informasi Pemantauan Jarak Jauh Pembangunan Rumah Susun Ta 2019 | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,000,000,000 |
| 12 March 2021 | Pembangunan Database Pemantauan Penyelenggaraan Penataan Bangunan Dan Lingkungan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,999,969,400 |
| 9 November 2021 | Pemeliharaan Sistem Informasi Monitoring Kontruksi Jalan Tol | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,747,658,000 |
| 14 May 2013 | Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program Ketahanan Budaya Berbasis Ekonomi Kreatif | Unit Layanan Pengadaan Kementerian Pariwisata | Rp 1,673,093,000 |
| 15 June 2023 | Jasa Konsultansi Pelaksanaan Penyusunan Website Informasi Dan Komunikasi Regional Tahun 2023 | Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional | Rp 1,600,000,000 |