| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0019433028311000 | Rp 797,140,664 | - | |
| 0535683122311000 | Rp 826,245,592 | - | |
| 0023516792311000 | Rp 927,985,469 | - | |
| 0316534981215000 | Rp 797,570,162 | Peralatan yang ditawar kurang dari yang dipersyaratkan dalam Model Dokumen Pemilihan | |
| 0924593007821000 | Rp 758,268,997 | Surat Perjanjian sewa peralatan utama tdk ditanda tangani oleh PIHAK KEDUA | |
| 0030749048331000 | Rp 799,804,133 | Peralatan yang ditawar kurang dari yang dipersyaratkan dalam Model Dokumen Pemilihan | |
| 0013270327002000 | - | - | |
| 0015806565201000 | Rp 853,235,810 | Bukti kepemilikan peralatan tidak sesuai dengan daftar peralatan utama yang ditawarkan | |
| 0030754576201000 | - | - | |
Chanel | 00*8**4****21**0 | - | - |
| 0753060185034000 | - | - | |
| 0411327166327000 | - | - | |
| 0750173155311000 | - | - | |
| 0836977868225000 | - | - | |
| 0807031455311000 | - | - | |
| 0963942735328000 | - | - | |
| 0668298235727000 | - | - | |
| 0530543263003000 | - | - | |
| 0922839030325000 | - | - | |
| 0933285124331000 | - | - | |
PT Karyamas Prima Sempurna | 06*8**7****16**0 | - | - |
CV Sakti Jaya Perkasa | 07*0**4****01**0 | - | - |
| 0623566288201000 | - | - | |
| 0026260281122000 | - | - | |
| 0423432251529000 | - | - | |
CV Efod Design Consultant | 07*5**9****17**0 | - | - |
| 0923439376306000 | - | - | |
| 0019479583301000 | - | - | |
| 0316375880086000 | - | - | |
| 0825315146731000 | - | - | |
| 0018933473101000 | - | - | |
| 0019679018309000 | - | - | |
| 0605305044311000 | - | - | |
CV Gema Sangkakala | 07*2**3****54**0 | - | - |
| 0965134836201000 | - | - | |
| 0806806873831000 | - | - | |
| 0020408324311000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN
UMUM
Metode pelaksanaan ini secara garis besar pekerjaan sarana dan prasarana pendukung
yang pelaksanaanya dikoordinasikan dengan manajemen pekerja dan telah tertuang
sesuai dengan bill of quantitynya, untuk item yang tidak tertulis akan dijelaskan dalam
detil pelaksanaan pekerjaan serta dituangkan dalam gambar, serta pelaksanaan harus
dikoordinasikan terlebih dahulu, dalam Tim Proyek ini dipilih berdasarkan kebutuhan
dan disesuaikan dengan tugas masing-masing, sehingga diharapkan dapat menjadi tim
yang handal dalam menyelesaikan proyek ini.
DATA PROYEK
Pekerjaan : Pembuatan Pagar Pengaman Kampus Lanjutan Universitas
Bengkulu
Waktu Pelaksanaan : 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender
Lokasi : Universitas Bengkulu
Tahun Anggaran : 2023
JENIS PEKERJAAN
Untuk Paket Kontrak Pembangunan Pagar Pengaman Kampus Lanjutan Universitas
Bengkulu ini terdiri atas item pekerjaan :
1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Tanah dan Pondasi
3. Pekerjaan Pagar Pracetak
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pasang papan nama proyek, persiapan penyediaan air dan
listrik sampai dengan administrasi proyek yang meliputi pengurusan astek,
jaminan-jaminan, pengukuran dan setting out serta mempersiapkan mobilisasi
bahan dan material yang diperlukan. Pekerjaan ini akan dilakukan sesuai
kebutuhan, ada yang mulai dari awal dan ada yang mengikuti progres pekerjaan
berjalan.
2. Penyiangan Semak dan Pembersihan lahan
Pekerjaan tersebut membasmi pohon dan rumput liar di area pekerjaan. Untuk
penebangan pohon sebaiknya di koordinasikan kembali dengan user. Catatan jika
ada ganti rugi kerusakan pohon menjadi tanggung jawab penyedia.
PEKERJAAN TANAH DAN PASIR
1. Pekerjaan Galian.
o Segala pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan panjang, dalam,
kemiringan dan lengkungan sesuai dengan kebutuhan konstruksi atau
sebagainya ditunjukan dalam gambar.
o Apabila tanah lapisan atas ternyata baik untuk digunakan sebagai lapisan
permukaan atau pembatas maka tanah ini perlu diamankan terlebih dahulu
untuk penggunaan diatas.
o Tanah humus/tanah galian yang tidak berguna harus diratakan Kembali di
pinggir-pinggir sawah.
2. Pemadatan
Pemadatan memiliki dua jenis yaitu :
o Pemadatan tanah urug
Pemadatan tersebut dilakukan setela perkerjaan beton pondasi diselesaikan.
Pemadatanya menggunakan metode konvensional dibantu oleh pekerja.
o Pemadatan tanah didatangkan
Tanah yang didatangkan akan dipadatkan menggunakan Excavator PC200
pada area rawa sekaligus menjadikan akses mobilisasi proyek.
3. Pemeriksaan Penggalian dan Pengurugan.
o Galian dan urugan harus diperiksa terlebih dahulu oleh Pengawas sebelum
dimulai kepada tahap yang selanjutnya. Dalam hal pengurugan, Pengawas
akan menunjukan bagian-bagian tanah yang akan dipadatkan yang harus
dilaksanakan pengujian pemadatannya.
o Pengurugan untuk pondasi atau struktur lainnya yang tercakup atau tertimbun
oleh tanah tidak boleh dilanjutkan atau dilaksanakan sebelum diadakannya
pemeriksaan oleh Pengawas
PEKERJAAN PONDASI
1. Pondasi Setempat dan Batu Kali
o Persiapan
Pekerjaan Foot Plat diawali dengan pekerjaan persiapan, yaitu menentukan as
Foot Plat dengan menggunakan waterpass berdasarkan shop drawing yang
dilanjutkan dengan pemasangan patok as Foot Plat.
o Pekerjaan Galian, kedalaman penggalian disesuaikan dengan dimensi Foot Plat.
o Pekerjaan Urugan Pasir, Lantai Kerja. Pekerjaan urugan pasir setebal 5 cm
dilanjutkan dengan pekerjaan lantai kerja setebal 5 cm.
o Pekerjaan Penulangan Foot Plat, Penulangan Foot Plat dikerjakan berdasarkan
spesifikasi dan gambar rencana.
2. Metode pelaksanaan galian sebagai berikut :
Pekerjaan persiapan
o Sebelum proses penggalian dilaksanakan,hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
:
o Kedalaman galian
o Cek Stabilitas galian
o Cek apakah galian merupakan penahanan sementara
o Cek penempatan material galian
o Pemilihan jumlah, dan komposisi alat galian yang digunkan berdasrkan waktu
pelaksanaan dan lokasi proyek
o Jalan kerja yang memenuhi syarat
o Pemeliharaan sekitar lingkungan proyek (debu, Lumpur berkas material galian
dan lain-lain).
3. Metode pekerjaan Galian
o Galian tahap 1, penggalian dilakukan secara manual dan material langsung dapat
diangkut dengan mudah oleh truk
o Galian tahap 2, lereng hasil penggalian tahap 1 harus diproteksi dari gerusan air
hujan agar menggunakan terpal plastic(Plastice sheet) dan galian tahap kedua
dapat dilaksanakan dengan metode yang sama pada metode pada tahap1.
o Penggalian dilanjutkan sampai evaluasi rencana, untuk penggalian dibawah
permukaan air tanah dilakukan dewatering.
o Hasil galin tanah dibuang ke lokasi disposal area, diusahakan agar jarak disposal
adalah jarak terdekat dan yang perlu diperhatikan adalah agar tanah galian tidak
berjatuhan di jalan dengan cara menutup bak dump truck dengan terpal. Dalam
pelaksanaannya setiap hasil galian diusahakan pada hari yang sama dapat
reangkut semuanya keluar dari site/lapangan.
PEKERJAAN PASANGAN
Pemasangan Pagar Panel Beton
Metode Kerja Pemasangan Pagar Panel Beton, masing-masing pekerjaan berbeda,
namun tetap tujuannya sama dengan tahapan Pemasangan Pagar Panel Beton yang
terdiri dari beberapa tahapan :
a. Galian Tanah
b. Pondasi Batu Kali
c. Pemasangan Kolom Beton
d. Sloof Beton (Bisa saja tidak ada sloof, sesuai gambar kerja)
e. Pemasangan Panel Beton
Uraian dari masing-masing pekerjaan :
o Leveling tanah dan galian tanah
- Leveling tanah dilakukan bertujuan untuk menentukan elevasi ketinggian pagar
di seluruh area berdasarkan kontur tanah di lapangan.
- Pekerjaan galian tanah bisa dilakukan dengan alat berat atau manual dengan
tenaga manusia (tergantung banyaknya volume pekerjaan)
o Pondasi Batu Kali
Setelah galian tanah pondasi pagar terlaksana selanjutnya memasang pondasi batu
kali, dengan uraian seperti berikut :
Persiapan bahan, alat dan tenaga kerja. Tahap awal adalah membuat dan
memasang bowplank untuk pasangan batu kali sesuai gambar kerja. Membuat
adukan mortar menggunakan molen sesuai dengan spesifikasi teknis. Pemasangan
lapis batu pertama, diawali dengan menghamparkan adukan setebal 3-5 cm,
kemudia Menyusun batu diatas hamparan dengan jarak 2-3cm pukul atau ketok-
ketok batu tersebut agar terikat kuat dengan adukan.
Isi rongga diantara batu-batu dengan adukan sampau penuh dengan menggunakan
sendok adukan. Pada saat mengerjakan pasangan pondasi batu kali harus
disediakan lubang/sparing tempat pemasangan kolom.
o Sloof Beton (jika diperlukan)
Pekerjaan sloof beton berfungsi untuk menjepit kolom pagar oleh karena itu sloof
dilakukan setelah kolom pagar berdiri/terpasang, pekerjaan sloof dilaksanakan
dengan uraian metode kerja sebagai berikut:
Tahap pertama adalah melakukan pembesian untuk sloof beton dengan ukuran
sesuai gambar kerja, pada saat pemasangan besi harus diperhatikan bahwa besi
tulangan harus benar-benar menjepit kolom.
Selanjutnya adalah pemasangan bekisting dengan ketentuan sesuai dengan
spesifikasi teknis. Setelah pembesian dan bekisting terpasang serta telah disetujui
oleh pengawas lapangan, selanjutnya adalah melaksanakan pengecoran sloof
menggunakan Beton K-175 atau sesuai spesifikasi teknis.
Sebelum dilakukan pengecoran sloof maka dilaksanakan pemeriksaan
pembersihan lokasi pekerjaan, kemudian proses pengecoran, setelah beton di
tuangkan kedalam bekisting, beton tersebut akan dipadatkan menggunakan alat
concrete vibrator, pemadatan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis.
o Panel Pagar dan Kolom
sloof terpasang, selanjutnya adlah melaksanakan pemasangan panel pagar sebagai
berikut :
Panel diangkat dengan menggunakan tripod, kemudian dimasukan kedalam celah
yang telah tersedia pada kolom. Metode pamasangannya estafet (kolom beton dan
dilanjutkan pasangan panel beton). Pertama dirikan kolom kemudian cek presisi
kolom. Selanjut nya pemasangan panel pagar kedalam celah kolom dan kunci
dengan kolom berikutnya dan Pekerjaan pemasangan panel beton dilaksanakan
sesuai gamber kerja, pasangan panel beton dapat dilihat pada gambar dibawah ini
PENUTUP
mungkin sekian untuk metode pelaksanaan ini hanya sebagai gambaran
pelaksanaan dilapangan, supaya hasil nantinya akan menjadi lebih maksimal, serta
dapat mencapai watu yang sesingkat-singkatnya. Dan dikarenakan oleh analisa yang
memungkinkan untuk mempercepat progress dalam pelaksanaan pada setiap lokasi.
Dan juga pada perlengkapan pendukung yang bisa membantu pada proses percepatan
pekerjaan ini. Segala pengerjaan yang ada, diharapkan dapat dilaksanakan dengan
tanggung jawab. Cukup sekian dan Terimakasih.
Bengkulu, 2023
Dibuat Oleh :
CV. TRI PUTERA
WISNU BAHARI, S.T.
Direktur