BALAI PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
PROVINSI MALUKU
SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN :
PEMELIHARAAN ASRAMA ANGGREK
BPMP MALUKU
LOKASI : WAILELA - KOTA AMBON
TAHUN 2025
[ ] 1
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
SPESIFIKASI TEKNIS
PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU
BAB I
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PEKERJAAN RANGKA PLAFON HOLLOW
Spesifikasi teknis rangka plafon hollow meliputi pengukuran dan pemasangan yang
tepat, termasuk pemasangan wall angle dengan jarak sekrup 40 cm, rangka utama
berjarak 100-120 cm, dan rangka pembagi berjarak 60 cm. Penggunaan hollow
galvanis dengan ketebalan minimum 0,7 mm, sekrup self-drilling screw (SDS), dan
pemeriksaan kelurusan (leveling) sebelum pemasangan panel penutup sangat
penting.
1. Persiapan Periksa material:
ü Pastikan semua material seperti hollow galvanis, sekrup, dan wall angle
sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
ü Siapkan alat: Siapkan alat kerja seperti waterpass, benang, meteran, hand
sander, dan alat keselamatan kerja (K3).
2. Pemasangan rangka
ü Tandai garis ketinggian: Gunakan waterpass untuk menandai garis
ketinggian plafon secara presisi di sekeliling ruangan.
ü Pasang wall angle: Pasang wall angle mengikuti garis yang telah ditandai,
kencangkan dengan sekrup berjarak sekitar 40 cm.
ü Pasang penggantung: Tandai titik-titik penempatan penggantung
(rod/hanger) pada langit-langit beton.Pasang rangka utama: Pasang rangka
utama (main channel) dengan jarak antar rangka 100-120 cm, tergantung
desain.
ü Pasang rangka pembagi: Pasang rangka pembagi (furring) dengan jarak
antar rangka 60 cm dan hubungkan dengan rangka utama.
ü Pastikan kerataan: Gunakan waterpass atau benang untuk memastikan
seluruh rangka terpasang rata dan lurus sebelum dilanjutkan.
[ ] 2
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
3. Pemeriksaan dan penyelesaian
ü Periksa kelurusan: Periksa kelurusan rangka secara visual dan dengan alat
ukur untuk memastikan tidak ada yang melengkung atau bergelombang.
ü Periksa kekokohan: Pastikan semua sambungan terpasang kuat dengan
sekrup.
ü Periksa sambungan wall angle dan rangka hollow.
4. Material yang digunakan
ü Rangka: Baja ringan hollow galvanis, misalnya ukuran 20 x 40 mm atau 40 x
40 mm, dengan ketebalan minimum 0,7 mm.
ü Penyambung: Sekrup self-drilling screw (SDS).
ü Wall angle: Siku metal profil L atau profile W.
ü Penggantung: Rod/hanger yang kuat.
5. Hal penting lainnya
ü Desain: Pastikan pemasangan rangka sesuai dengan desain yang telah
ditentukan.
ü Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal: Jika ada instalasi listrik di atas plafon,
pemasangan harus sudah diselesaikan sebelum rangka plafon dipasang.
[ ] 3
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN PENUTUP PLAFON PVC
Spesifikasi teknis pekerjaan penutup plafon PVC meliputi persyaratan material (papan
PVC berkualitas baik, rangka hollow 2x4 cm atau 4x4 cm, sekrup, paku beton, dan list
PVC), persyaratan pemasangan rangka (pemasangan rangka hollow dengan jarak
maksimal 60 cm, menggunakan paku beton atau penggantung ke plat beton, diperkuat
sekrup, dan diratakan dengan benang), persyaratan pemasangan panel (pemasangan
papan PVC ke rangka dengan sekrup, penyediaan lubang lampu, dan finishing
menggunakan list PVC), serta persyaratan umum (mengikuti gambar desain, pekerjaan
harus rapi, dan material dalam kondisi baik).
1. Persyaratan Material
ü Papan PVC: Material penutup plafon yang memiliki mutu baik dan dalam
kondisi tidak cacat.
ü Rangka: Besi hollow ukuran 2x4 cm atau 4x4 cm untuk kerangka struktural.
ü Aksesori: Sekrup dan paku beton yang digunakan untuk mengikat rangka dan
papan PVC.
ü Finishing: List PVC untuk menutup sambungan tepi dan lem silikon untuk
finishing yang rapi.
2. Persyaratan Pemasangan Rangka
ü Pemasangan: Rangka hollow dipasang terikat kuat pada plat beton atau
dinding.
ü Jarak: Jarak antar rangka hollow tidak boleh lebih dari 60 cm untuk
memberikan kekuatan yang cukup.
ü Perkuatan: Sambungan rangka diperkuat dengan sekrup dan pengikat lainnya.
ü Perataan: Setelah rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) menggunakan
benang untuk memastikan semua permukaan rata.
3. Persyaratan Pemasangan Panel PVC
ü Pemasangan: Papan PVC dipasang pada rangka yang sudah terpasang
menggunakan sekrup.
ü Lubang Lampu: Sediakan dan pasang lubang-lubang yang diperlukan untuk
instalasi lampu sebelum pemasangan panel selesai.
ü Finishing: Setelah panel terpasang, pasang list PVC di sekeliling tepi plafon
untuk hasil yang rapi dan mengunci panel.
4. Persyaratan Umum
ü Desain: Ikuti desain dan pola yang telah ditentukan dalam gambar kerja.
ü Tenaga Kerja: Konstruksi rangka harus dikerjakan oleh tenaga profesional atau
berpengalaman untuk memastikan kerapian dan akurasi.
[ ] 6
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
ü Kondisi Material: Semua material harus dalam keadaan baik, kering, tidak
lembab, tidak cacat, dan tidak lengkung sebelum dipasang.
ü Keamanan: Rencanakan dan terapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Konstruksi (K3) sesuai dengan standar yang berlaku.
[ ] 7
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN PENUTUP PLAFON GYPSUM
Pekerjaan plafon gypsum meliputi bahan (papan gypsum 9mm, rangka metal furing),
metode pemasangan (pengukuran ketinggian, pemasangan rangka, pemasangan panel
yang bersilangan, dan penyambungan dengan compound serta tape), serta standar
hasil akhir (rata, lurus, bebas cacat, dan sesuai gambar kerja).
1. Bahan
ü Papan Gypsum: Ketebalan standar 9mm (atau 12mm) dengan ukuran umum
1.2 m x 2.4 m.
ü Rangka: Menggunakan metal furing yang lurus, tidak cacat, dan bersih dari
kotoran.
ü Jenis rangka dapat meliputi saluran langit-langit, saluran perimeter, dan
saluran perantara.
ü Material tambahan: wall angle, holo galvanis, road hanger, dan pengencang
(sekrup drywall, anchor).
2. Finishing:
ü Compound (atau kompon) untuk menutupi sambungan.
ü Tape (pita sambungan).
ü Cat (termasuk sealer dan cat penutup).
3. Metode Pemasangan
ü Persiapan: Mengukur dan menandai ketinggian plafon menggunakan alat
seperti theodolite dan waterpass.
ü Pemasangan Rangka:
Pasang wall angle di sekeliling dinding pada ketinggian yang sudah
ditentukan.
Pasang rangka penggantung (road hanger) yang terbuat dari besi atau holo.
Pasang balok pembagi (metal furing) dan pasang rangka lainnya sesuai
gambar kerja.
ü Pemasangan Panel Gypsum:
Pasang panel gypsum pada rangka dengan posisi menyilang untuk
menghindari sambungan lurus.
ü Gunakan sekrup drywall untuk mengencangkan panel ke rangka dengan jarak
maksimal 30 cm. Pastikan kepala sekrup masuk sedikit ke dalam permukaan
panel.
ü Finishing (Penyambungan dan Penghalusan): Tutupi sambungan antar panel
dengan compound dan tape.
ü Aplikasikan compound secara bertahap (biasanya tiga lapis) untuk
mendapatkan permukaan yang halus dan merata.
[ ] 8
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
ü Haluskan permukaan menggunakan amplas setelah setiap lapisan compound
kering.
4. Standar Kualitas dan Hasil Akhir
ü Permukaan: Rata, bersih dari flek, gompal, atau noda, dan memenuhi standar
toleransi (misalnya penurunan tidak lebih dari 1 mm untuk luasan tertentu).
ü Kerapian: Sambungan harus rapi dan tidak ada bagian yang terkesan asal-
asalan.
ü Kesesuaian: Seluruh pengerjaan harus sesuai dengan gambar kerja yang telah
disetujui.
ü Instalasi: Pemasangan instalasi listrik harus dilakukan sebelum atau selama
pemasangan plafon, sesuai titik yang ditentukan dalam gambar kerja.
[ ] 9
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN LIS PLAFON PVC
Spesifikasi teknis pekerjaan list plafon PVC meliputi pemotongan dan pemasangan lis
pada sudut pertemuan rangka hollow dengan dinding, biasanya menggunakan sekrup
atau lem silikon. List dipotong miring 45 derajat untuk hasil sambungan yang rapi,
kemudian disekrup ke rangka hollow atau dilem menggunakan lem silikon di sudut
tertentu.
A. Persiapan bahan dan alat
ü Bahan:
• Lis plafon PVC berbagai jenis dan ukuran.
• Sekrup drywall/gypsum atau sekrup khusus untuk PVC.
• Lem silikon (opsional, untuk sambungan tertentu).
ü Alat:
• Gerinda tangan atau gergaji besi.
• Meteran.
• Bor listrik dengan mata bor sekrup.
• Alat pelindung diri (sarung tangan, kacamata pelindung).
B. Langkah-langkah pemasangan
1. Ukur dan potong lis:
ü Ukur panjang area yang akan dipasang lis.
ü Potong lis PVC dengan sudut miring 45 derajat untuk setiap sambungan
agar pertemuan terlihat rapi.
2. Pasang lis pada rangka:
ü Pasang lis pada bagian atas, tepat di pertemuan antara rangka hollow
dengan dinding.
ü Sambungkan lis dengan rangka hollow menggunakan sekrup atau bor.
ü Untuk sudut tertentu seperti sambungan L, Anda mungkin perlu
memodifikasi bentuk lis atau menggunakan lem silikon untuk
merekatkannya.
3. Finishing:
ü Setelah semua panel PVC terpasang, lis yang terpasang akan
menyembunyikan celah antara panel dan dinding, sehingga tampilan akhir
terlihat rapi.
ü Gunakan lem silikon untuk menutup celah kecil yang mungkin masih
tersisa.
[ ] 10
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN LIS PLAFON GYPSUM
Spesifikasi teknis pekerjaan lis gypsum meliputi bahan (lis gypsum yang dipilih,
rangka metal furing), pelaksanaan (pemasangan sesuai petunjuk pabrik dan gambar
kerja, memastikan bidang rata dan lurus, toleransi kecembungan 0,5 mm per 2 meter),
dan finishing (pengecatan sesuai kesepakatan, pengamplasan dan pembersihan area
kerja), serta keselamatan kerja (penggunaan APD lengkap).
1. Bahan
ü Lis Gypsum: Gunakan lis gypsum yang berkualitas baik, tidak cacat, dan
sesuai dengan desain serta jenis ruangan. Pilih ukuran dan ketebalan sesuai
kebutuhan.
ü Rangka: Gunakan rangka metal furing atau material lain yang sesuai dengan
spesifikasi gambar kerja dan rekomendasi pabrik. Pastikan rangka
terpasang kuat dan tidak mudah roboh.
2. Pelaksanaan
ü Persiapan: Bersihkan area kerja dari kotoran dan pastikan langit-langit
sudah bersih sebelum pemasangan.
ü Pemasangan:
• Pasang lis gypsum sesuai dengan petunjuk pabrik dan gambar kerja.
• Pastikan semua sambungan lurus, rata, dan tidak bergelombang
dengan toleransi kecembungan maksimal 0,5 mm untuk jarak 2
meter.
• Untuk panel gypsum (jika ada), pasang berlawanan arah dengan
rangka dan sambung silang untuk kekokohan.
• Gunakan paku atau sekrup khusus gypsum untuk menghindari
keretakan.
3. Finishing
ü Penyambungan: Sambung antar panel menggunakan kompon sesuai
prosedur yang disarankan pabrik untuk menghasilkan sambungan yang
rapi.
ü Pengecatan: Cat lis gypsum sesuai dengan spesifikasi warna dan jenis cat
yang telah disepakati.
ü Pembersihan: Bersihkan semua sisa material, debu, dan kotoran setelah
pekerjaan selesai untuk mendapatkan hasil akhir yang bersih dan rapi.
4. Keselamatan Kerja (K3)
ü APD: Wajib gunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm, sarung
tangan, dan sepatu keselamatan.
[ ] 11
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
ü Peralatan: Gunakan peralatan yang sesuai dan stabil, seperti tangga pijakan
yang aman.
ü Perhatian: Pastikan pemasangan rambu-rambu peringatan di area kerja jika
diperlukan.
[ ] 12
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN PENGECATAN
Pekerjaan pengecatan meliputi pemilihan material cat yang sesuai, persiapan
permukaan yang bersih dan rata, pengaplikasian plamir (jika diperlukan), aplikasi cat
dasar dan cat akhir dengan jumlah lapisan yang sesuai, penggunaan alat yang tepat,
serta proses persetujuan dari pengawas dengan pembuatan contoh pekerjaan. Kualitas
hasil akhir sangat bergantung pada ketelitian persiapan permukaan dan penggunaan
bahan yang berkualitas sesuai instruksi pabrik.
1. Lingkup Pekerjaan dan Perencanaan
Jenis Cat: Tentukan jenis cat, warna, dan tipe yang akan digunakan untuk
dinding, kayu, atau besi.
Pemilihan Material: Pilih merek cat, cat dasar, dan plamir yang akan digunakan,
beserta kemasannya.
Contoh Pengecatan (Mock-up): Buat contoh pengecatan pada permukaan
plywood atau bidang lainnya dengan ukuran tertentu untuk disetujui oleh
pengawas, sebagai standar kualitas hasil pekerjaan.
2. Persiapan Permukaan
Pembersihan: Bersihkan permukaan dari kotoran, debu, lumut, atau lapisan cat
lama dengan lap kering, amplas, atau kerok hingga permukaan benar-benar
bersih.
Perbaikan Cacat: Perbaiki cacat pada plasteran atau permukaan lainnya sebelum
pengecatan dimulai.
Pengeringan: Pastikan permukaan dinding atau bidang lain benar-benar kering
sebelum melakukan plamur atau pengecatan.
3. Aplikasi Pengecatan
Plamir (jika perlu): Aplikasikan plamir atau dempul pada permukaan untuk
meratakan dan mengisi pori-pori, kemudian gosok hingga halus menggunakan
kertas amplas.
Cat Dasar (Primer): Setelah plamir kering, aplikasikan cat dasar (primer) sesuai
ketentuan. Untuk kayu, cat dasar biasanya diperlukan sebagai pelindung dan
penahan cat warna.
Cat Akhir (Finish Coat): Aplikasikan cat warna akhir sesuai jumlah lapisan yang
ditentukan (misalnya, 2-3 lapis) dengan jeda waktu pengeringan antar lapisan
yang cukup sesuai petunjuk pabrik.
4. Penggunaan Alat dan Keamanan
Alat yang Tepat: Gunakan alat seperti kuas, roller, atau spray yang sesuai dengan
jenis pekerjaan dan cat untuk hasil maksimal.
[ ] 13
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
Alat Keselamatan: Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata
pengaman, dan helm untuk melindungi dari paparan debu, percikan cat, dan
bahaya lainnya.
5. Persetujuan dan Kualitas Akhir
Pengawasan: Konsultan pengawas akan memeriksa persiapan permukaan dan
persetujuan bahan cat yang akan digunakan sebelum pekerjaan dimulai.
Standar Kualitas: Pastikan hasil akhir pengecatan sesuai dengan contoh yang
telah disetujui, dengan tekstur yang rata dan tidak ada cacat seperti lubang atau
goresan.
[ ] 14
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
BAB IV
PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLUMBING
PEKERJAAN LISTRIK
Pekerjaan listrik mencakup persyaratan umum, ruang lingkup pekerjaan, serta detail
bahan dan pemasangan untuk komponen seperti kabel, stop kontak, saklar, dan panel
listrik. Hal ini penting untuk memastikan instalasi sesuai standar keselamatan,
efisiensi, dan fungsionalitas.
Persyaratan Umum
1. Instalatur: Harus memiliki izin dan kompetensi yang sesuai, seperti Surat
Pengakuan (PAS) dari PLN dan SIPP dari pemerintah setempat.
2. Dokumen: Semua pekerjaan harus mengikuti gambar rencana dan spesifikasi
teknis yang telah disetujui. Koordinasi:
3. Koordinasi dengan pekerjaan lain di lokasi proyek sangat penting.
Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan meliputi pengadaan, pemasangan, dan pengujian seluruh peralatan
dan material instalasi listrik yang diperlukan untuk menghasilkan sistem yang
baik dan siap pakai. Meliputi instalasi penerangan, stop kontak, panel daya, dan
lain-lain
2. Peralatan, Bahan, dan Pelaksanaan
ü Kabel: Untuk penerangan dan stop kontak: Kabel jenis NYM dengan
penampang minimum 2,5 MM. Untuk tenaga: Kabel jenis NYY dengan
penampang minimum 4,0 MM
ü Stop Kontak dan Saklar: Tipe pemasangan harus sesuai standar,
misalnya inbow untuk pemasangan di tembok.
ü Panel Listrik: Desain dan pemasangan panel harus disetujui oleh pemilik
proyek. Busbar (rel) harus dicat sesuai standar PUIL dan tahan suhu
tertentu. Harus dilengkapi klem pentanahan (grounding)
ü Pipa: Pipa untuk stop kontak dan saklar harus ditanam dalam tembok
atau dinding dan tidak boleh gepeng. Pengujian: Pekerjaan harus diuji
sebelum diserahterimakan. Seluruh sistem harus diuji dan diperbaiki
hingga berfungsi sempurna. Ketinggian Pemasangan: Ketinggian kabel
dihitung dari permukaan tanah harus sesuai standar.
[ ] 15
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN PLUMBING
Spesifikasi teknis pekerjaan plumbing mencakup detail rinci tentang material, metode
pemasangan, pengujian, dan persyaratan kualitas untuk sistem instalasi air bersih, air
kotor, dan ventilasi. Spesifikasi ini sangat penting untuk memastikan sistem berfungsi
dengan aman, efisien, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Ruang lingkup pekerjaan
Secara umum, pekerjaan plumbing meliputi:
ü Sistem air bersih: Instalasi pipa, fitting, dan katup untuk distribusi air bersih
dari sumbernya (seperti tangki penampung atau PDAM) ke seluruh bangunan.
ü Sistem air kotor dan limbah: Pemasangan pipa saluran air buangan, vent, dan
sistem pembuangan limbah sanitasi lainnya. Ini termasuk pemasangan bak
septik dan perpipaan yang terhubung dengannya.
ü Sistem air hujan: Pemasangan pipa dan saluran untuk mengalirkan air hujan
dari atap ke saluran drainase.
ü Sistem utilitas lainnya: Pemasangan pompa transfer air, tangki air, dan
peralatan terkait lainnya.
ü Pemasangan alat sanitasi: Pemasangan kloset, wastafel, bak mandi, dan fixture
sanitasi lainnya.
Standar dan peraturan
Pekerjaan harus mengikuti standar dan peraturan yang berlaku, seperti:
ü SNI (Standar Nasional Indonesia): Kontraktor diwajibkan untuk mematuhi SNI
terkait sistem perpipaan dan sanitasi untuk memastikan kualitas dan
keamanan.
ü Peraturan lokal: Izin dan lisensi yang relevan dari otoritas setempat harus
dipenuhi sebelum dan selama pekerjaan.
ü
Material
Penggunaan material harus sesuai dengan standar yang ditentukan.
ü Pipa:
• PVC (Polyvinyl Chloride): Umum digunakan untuk saluran air buangan,
limbah, dan vent karena biaya yang terjangkau dan ketahanannya. Pipa
PVC harus memenuhi standar seperti ASTM D2729.
• PPR (Polypropylene Random): Digunakan untuk sistem air panas dan air
dingin bertekanan karena tahan terhadap suhu tinggi.
• Besi Cor (Cast Iron): Material yang kuat dan tahan lama, sering
digunakan untuk mengalirkan limbah dari toilet dan perlengkapan lain.
ü Fitting dan katup: Harus kompatibel dengan material pipa dan dirancang untuk
tekanan serta suhu operasional yang sesuai.
[ ] 16
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
ü Bahan perekat dan sambungan: Sambungan pipa harus kokoh dan kedap air.
Untuk pipa PVC, digunakan semen pelarut (solvent cement).
Metode pemasangan
ü Pipa bawah tanah: Pemasangan pipa harus dilakukan pada kedalaman yang
tepat di parit yang telah digali dan diratakan.
ü Pipa dalam bangunan: Pipa yang menembus dinding, lantai, atau balok harus
dipasang dengan hati-hati dan menggunakan pelindung pipa (sleeve).
ü Penyangga dan gantungan: Pipa harus ditopang dengan gantungan dan
penyangga pada interval yang ditentukan untuk mencegah kelenturan dan
kerusakan.
ü Kemiringan pipa: Pipa saluran pembuangan harus dipasang dengan kemiringan
yang tepat agar aliran limbah lancar.
Pengujian dan inspeksi
ü Uji kebocoran (water test): Sistem pemipaan air bersih dan air kotor harus diuji
dengan tekanan air untuk memastikan tidak ada kebocoran.
ü Uji asap (smoke test): Pipa saluran limbah dan vent dapat diuji dengan asap
untuk memastikan sistem kedap gas.
ü Disinfeksi: Sistem distribusi air bersih harus didesinfeksi sebelum digunakan,
biasanya dengan larutan klorin, untuk menghilangkan kontaminan.
ü Inspeksi akhir: Setelah pemasangan selesai, seluruh sistem akan diperiksa oleh
pengawas untuk memastikan semua pekerjaan telah dilakukan sesuai
spesifikasi.
Penyelesaian dan dokumentasi
ü Pengecatan dan pelabelan: Pipa yang terbuka harus dicat dan diberi label
sesuai dengan fungsinya.
ü Gambar as-built: Kontraktor wajib menyediakan gambar (as-built drawings)
yang mencerminkan kondisi instalasi yang sebenarnya.
ü Garansi: Pekerjaan harus disertai dengan garansi dari kontraktor terhadap
cacat material dan pengerjaan.
[ ] 17
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
PEKERJAAN SANITAIR
Spesifikasi teknis pekerjaan sanitair adalah dokumen yang merinci persyaratan
material, metode pemasangan, dan standar kualitas untuk semua pekerjaan yang
berhubungan dengan sistem sanitasi dan perlengkapan kamar mandi. Tujuannya
adalah memastikan sistem berfungsi optimal, aman, dan tahan lama.
Berikut adalah poin-poin penting yang umumnya tercantum dalam spesifikasi teknis
pekerjaan sanitair:
1. Lingkup pekerjaan
ü Pemasangan instalasi: Meliputi instalasi pipa air bersih, pipa air kotor, pipa air
bekas, dan pipa air hujan.
ü Pemasangan alat sanitair: Meliputi kloset, wastafel, bak mandi (bathtub),
pancuran (shower), keran air, dan urinoir.
ü Pekerjaan tambahan: Bisa juga mencakup pekerjaan keramik lantai dan dinding
di area sanitasi.
2. Standar dan peraturan
ü Acuan: Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada standar nasional yang
berlaku, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), misalnya SNI 03-6481-2000
untuk sistem plambing.
ü Peraturan lokal: Harus mematuhi peraturan daerah setempat yang relevan
dengan pekerjaan sanitasi.
3. Persyaratan material
ü Kualitas: Semua material yang digunakan harus baru, berkualitas baik, dan
bebas dari cacat.
ü Spesifikasi: Dokumen akan merinci jenis material, ukuran, dan merek yang
disetujui untuk setiap komponen, seperti jenis pipa (PVC, PPR, atau tembaga),
spesifikasi kloset, wastafel, dan keran.
ü Material yang tidak sesuai: Material yang tidak memenuhi spesifikasi akan
ditolak oleh pengawas lapangan.
4. Metode pelaksanaan
ü Pemasangan pipa:
• Pipa harus dipasang dengan kemiringan yang tepat agar aliran air
limbah lancar.
• Sambungan pipa harus kedap air (water-tight) untuk mencegah
kebocoran.
• Sistem perpipaan harus sesuai dengan gambar rencana yang telah
disetujui.
ü Pemasangan alat sanitair:
[ ] 18
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
• Alat sanitair harus dipasang dengan kokoh, rapi, dan sesuai dengan
posisi yang tertera pada gambar.
• Pemasangan harus dilakukan tanpa menyebabkan kerusakan pada alat
sanitair itu sendiri.
ü Pengujian: Setelah instalasi selesai, sistem perpipaan harus diuji kebocorannya
dengan metode pengujian yang ditetapkan (misalnya uji tekan) sebelum
ditutup.
5. Pengawasan dan koordinasi
ü Pengawas lapangan: Kontraktor wajib mengikuti instruksi dan arahan dari
pengawas atau direksi lapangan.
ü Penyelesaian masalah: Jika ada perbedaan antara gambar rencana dan kondisi
di lapangan, kontraktor harus meminta penjelasan dari pengawas sebelum
melanjutkan pekerjaan.
ü Koordinasi: Kontraktor sanitair harus berkoordinasi dengan pekerjaan lain,
seperti pekerjaan keramik dan struktur, untuk memastikan semua instalasi
terpasang dengan baik dan rapi.
6. Jaminan kualitas
ü Sertifikasi: Material yang digunakan harus memiliki sertifikasi produk yang
jelas.
ü Tanggung jawab kontraktor: Kontraktor bertanggung jawab atas kualitas
pekerjaan dan semua pengujian yang diperlukan untuk memastikan sistem
berfungsi dengan baik.
[ ] 19
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
BAB VI
TAHAPAN PENYELESAIAN PROYEK
4.1 TAHAPAN PEKERJAAN
Kontraktor wajib melakukan pekerjaan berdasarkan tahapan penyelesaian yang
disusun secara acak adalah sebagai berikut :
1. Pekerjaan Awal
2. Pekerjaan Pemeliharaan
3. Pekerjaan Akhir
Ø Kontraktor dapat menyusun tahapannya sendiri sesuai dengan kebutuhannya dan
usulan untuk tahapan dan jadwal pelaksanaannya harus diserahkan kepada
Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan.
Ø Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, kepada Kontraktor akan diberikan
pinjaman gambar-gambar kerja dan petunjuk-petunjuk Direksi Pekerjaan /
Pengawas.
Ø Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan
Untuk pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tersebut diatas Kontraktor harus mengikuti
gambar-gambar kerja, Bestek/Spesifikasi Teknik, Petunjuk-petunjuk Direksi dan
dalam Penunjukan di lapangan/keputusan Rapat Aanwijzing.
4.2 URAIAN PEKERJAAN
4.2.1 Pekerjaan Awal
Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah :
1. Pembuatan papan nama Proyek
Yang dimaksud dengan pekerjaan ini adalah :
Ø bentuk ukuran, isi dan warna papan nama proyek harus dibuat sesuai dengan
ketentuan yang berlaku di Pemda Provinsi Maluku dan penempatannya harus
mendapat persetujuan direksi, papan nama proyek tersebut harus sudah
dicabut setelah serah terima II.
Ø Jenis dan mutu bahan yang dipakai adalah papan kaso yang bermutu baik dan
permukaan licin (diserut).
2. Pembersihan
Yang dimaksud dari pekerjaan ini yaitu tahapan awal dalam proyek konstruksi
atau renovasi yang bertujuan untuk membersihkan area proyek dari segala jenis
halangan, sampah, puing-puing, atau material yang tidak diperlukan sebelum
memulai pekerjaan utama.
[ ] 20
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS
[ PEMELIHARAAN GEDUNG ASRAMA ANGGREK BPMP MALUKU ] BUKU III
4.2.2 Pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi
Pekerjaan ini Meliputi :
PEKERJAAN UMUM
1. Pekerjaan pembongkaran dan pembersihan
2. K3
II. PEKERJAAN REHAB RUANGAN LANTAI -3 (HALL)
A. PEKERJAAN PLAFON
1. Pemasangan Rangka Besi Hollow Galvanis 40.40 mm, Modul 60 x 60 cm, untuk
Langit-langit (Plafon)
2. Pemasangan Langit-langit (Plafon) PVC
3. Pemasangan list langit-langit PVC (Shunda Plafon)
4. Pemasangan sambungan langit-langit PVC
B. PEKERJAAN LISTRIK
1. Pemasangan Instalasi Lampu
2. Pemasangan lampu Panel LED 18 watt
III. PEKERJAAN REHAB RUANGAN LANTAI -3 (10 RUANG KAMAR)
A. PEKERJAAN PLAFON
1. Pemasangan Rangka Besi Hollow Galvanis 40.40 mm, Modul 60 x 60 cm, untuk
Langit-langit (Plafon)
2. Pemasangan Langit-langit (Plafon) PVC
3. Pemasangan list langit-langit PVC (Shunda Plafon)
4. Pemasangan sambungan langit-langit PVC
B. PEKERJAAN LISTRIK
1. Pemasangan Instalasi Lampu
2. Pemasangan lampu Panel LED 18 watt
[ ] 21
BUKU - III – SPESIFIKASI TEKNIS