KERANGKA ACUAN KEGIATAN
SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS GATI
MELALUI NGOPI DAN NONTON BARENG FILM PANGGIL AKU AYAH
Kota Sukabumi, 02 Agustus 2025
A. Latar Belakang
Pengasuhan anak yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari kedua
orang tua, yaitu ayah dan ibu. Namun, statistik menunjukkan bahwa masih
banyak anak di Indonesia yang tumbuh tanpa kehadiran ayah atau fatherless
dalam hidup mereka. Berdasarkan data UNICEF 2021, sekitar 20,9% anak di
Indonesia tidak memiliki figur ayah, baik karena perceraian, kematian, atau
pekerjaan ayah yang mengharuskan mereka tinggal jauh dari keluarga. Selain
itu, survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun yang sama
menunjukkan bahwa hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun yang dibesarkan oleh
kedua orang tua secara bersamaan. Fakta ini mencerminkan adanya
ketimpangan dalam pembagian peran pengasuhan, terutama dari pihak ayah.
Situasi ini menuntut perhatian bersama, mengingat pentingnya kehadiran ayah
dalam mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis.
Peran ayah dalam pengasuhan anak kian mendapat perhatian dalam
berbagai kajian maupun kebijakan pembangunan keluarga. Kehadiran ayah
secara emosional, fisik, dan psikososial terbukti berkontribusi signifikan
terhadap tumbuh kembang anak, pembentukan karakter, dan kesejahteraan
keluarga secara keseluruhan. Namun, dalam praktiknya, keterlibatan ayah
dalam pengasuhan masih sering terbatas oleh persepsi tradisional, beban
pekerjaan, maupun kurangnya dukungan dari lingkungan sosial. Sebagai
respons terhadap kondisi tersebut, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
hadir sebagai upaya untuk mendorong partisipasi aktif para ayah dalam
pengasuhan dan pembentukan karakter anak. Program ini menekankan
pentingnya keteladanan, kehadiran berkualitas, serta komunikasi hangat
antara ayah dan anak.
Implementasi GATI perlu menjangkau kelompok masyarakat secara lebih
luas, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang kreatif dan berdampak
secara emosional, karakter banyak bapak-bapak Indonesia yang mungkin tidak
terlalu suka dengan pendekatan yang terlalu serius atau formal, teredukasi
tanpa merasa digurui. Oleh karena itu salah satu pendekatan yang dipilih
adalah melalui kegiatan Ngobrol Perkara GATI (NGOPI) yang dilanjutkan
dengan kegiatan Nonton Bareng (NOBAR) “Panggil Aku Ayah”, mengapa
Nobar Panggil Aku Ayah menjadi penting, karena film ini menyuarakan nilai
yang sangat sejalan dengan misi GATI dalam upaya memperkuat ketahanan
keluarga dan mendorong pola pengasuhan yang penuh kasih, terutama figur
ayah dalam keluarga. Melalui balutan kegiatan ini harapannya dapat mengugah
kesadaran akan keterlibatan para ayah dalam pengasuhan anak dan
pendampingan remaja. membangun narasi positif tentang pentingnya
kehadiran ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja.
Sementara itu, Kota Sukabumi dipilih menjadi lokasi NGOPI dan NOBAR
B. Tujuan
Kegiatan promosi dan edukasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
melalui NGOPI dan NOBAR bertujuan untuk
1. Meningkatkan kesadaran publik, khususnya keluarga dan masyarakat
umum untuk mendukung keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang
setara dan kolaboratif;
2. Mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam peran
pengasuhan serta membangun dukungan sosial bagi terciptanya
generasi muda yang berkualitas dan berkarakter.
C. Tempat dan Waktu Kegiatan
Tempat : Movieplex Kota Sukabumi
JL. Bhayangkara 234, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole,
Kota Sukabumi, Jawa Barat
Waktu Kegiatan: Sabtu, 2 Agustus 2025
Susunan Acara:
D. Hasil yang Diharapkan
1. Meningkatnya jangkauan pesan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
kepada masyarakat umum melalui aktivitas di ruang publik yang menarik
dan mudah diterima;
2. Tumbuhnya kesadaran dan dukungan masyarakat, termasuk keluarga
dan lingkungan sekitar, terhadap pentingnya keterlibatan ayah dalam
pengasuhan anak dan pendampingan remaja;
3. Meningkatnya semangat dan motivasi ayah serta calon ayah untuk lebih
aktif menjalankan perannya sebagai figur pengasuh yang setara, terlibat,
dan mendukung tumbuh kembang anak.
E. Penutup
Demikian kerangka acuan kegiatan promosi dan edukasi Gerakan Ayah
Teladan Indonesia (GATI) melalui NGOPI dan NOBAR untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
Pejabat Pembuat Komitmen Direktur Bina Ketahanan Remaja
Rany Widashanti Edi Setiawan