KERANGKA ACUAN KERJA
STRATEGI KOMUNIKASI UNTUK
SOSIALISASI DAN BIMBINGAN TEKNIS
GERAKAN AYAH TELADAN INDONESIA (GATI)
TAHUN ANGGARAN 2025
A. Latar Belakang
Undang-undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Pasal 47 telah mengamanatkan
kepada Pemerintah dan Daerah untuk menetapkan kebijakan pembangunan
keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, agar dapat
mendukung keluarga untuk melaksanakan 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi
keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosial dan
pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan sehingga akan dihasilkan
keluarga berkualitas yang kemudian akan melahirkan generasi yang lebih baik dan
berkarakter.
Fungsi-fungsi tersebut diterapkan oleh seluruh anggota keluarga sesuai
dengan perannya. Tujuannya agar keluarga dapat membentuk pribadi yang baik,
berkemampuan, mandiri, andal, dan bahagia. Keluarga memainkan peran penting
dalam membentuk identitas sosial seseorang. Keluarga mewariskan nilai-nilai
budaya, etnis, agama, dan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Keluarga merupakan pilar utama dalam pembangunan manusia Indonesia.
Kemampuan biologis untuk mengandung dan melahirkan anak seringkali
menyebabkan peran pengasuhan secara otomatis diasosiasikan dengan
perempuan, sementara peran sebagai pencari nafkah dianggap sebagai tugas
laki-laki sebagai ayah. Pembagian peran antara ibu dan ayah yang didasarkan
pada kondisi biologis tersebut seringkali menimbulkan permasalahan dalam
praktik pernikahan, terutama ketika ibu juga terlibat dalam dunia kerja. Peran ayah
sebagai figur penting dalam pengasuhan dan pendidikan anak sering kali kurang
mendapat perhatian, baik dalam kebijakan maupun praktik keseharian. Padahal,
keterlibatan ayah terbukti berkontribusi besar terhadap ketahanan keluarga dan
kualitas tumbuh kembang anak.
Pengasuhan anak yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari kedua orang
tua, yaitu ayah dan ibu. Namun, statistik menunjukkan bahwa masih banyak anak
di Indonesia yang tumbuh tanpa kehadiran ayah atau fatherless dalam hidup
mereka. Berdasarkan data UNICEF 2021, sekitar 20,9% anak di Indonesia tidak
memiliki figur ayah, baik karena perceraian, kematian, atau pekerjaan ayah yang
mengharuskan mereka tinggal jauh dari keluarga. Selain itu, survei dari Badan
Pusat Statistik (BPS) pada tahun yang sama menunjukkan bahwa hanya 37,17%
anak usia 0–5 tahun yang dibesarkan oleh kedua orang tua secara bersamaan.
Fakta ini mencerminkan adanya ketimpangan dalam pembagian peran
pengasuhan, terutama dari pihak ayah.
Peran ayah dalam keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap
perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun kognitif. Namun,
dalam banyak kasus, peran ayah seringkali terabaikan atau dianggap sekadar
sebagai pencari nafkah. Akibatnya, pengasuhan dan pendidikan anak lebih
banyak dipikul oleh ibu, sementara ayah cenderung kurang terlibat dalam
kehidupan sehari-hari anak, terutama dalam hal pengasuhan emosional dan
pendampingan di masa remaja.
Fenomena fatherless memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang
anak dan kesejahteraan keluarga. Situasi ini menuntut perhatian bersama,
mengingat pentingnya kehadiran ayah dalam mendukung terciptanya lingkungan
keluarga yang sehat dan harmonis. Sejalan dengan upaya transformasi
pembangunan keluarga, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga/BKKBN terus mendorong penguatan peran ayah, dalam pengasuhan,
agar tumbuh kembang anak optimal melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia
(GATI) yang merupakan quick wins dari Kemendukbangga.
Dalam pelaksanaan GATI, diperlukan publikasi untuk membantu
menyebarkan informasi tentang pentingnya peran ayah dalam keluarga dan
masyarakat. Dengan publikasi yang baik, lebih banyak orang akan mengenal dan
memahami tujuan gerakan ini. Oleh karena itu, dirasa penting melaksanakan
kegiatan penyusunan strategi komunikasi dan publikasi untuk mendukung
Program GATI agar lebih dikenal di masyarakat Indonesia lebih luas.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan strategi komunikasi untuk sosialisasi dan bimbingan teknis GATI
adalah agar mendukung dan memperkuat brand GATI serta pesan yang
ingin disampaikan oleh gerakan ini.
2. Tujuan Khusus
- Mengedukasi Masyarakat
Konten publikasi dapat memberikan informasi tentang pentingnya
peran ayah dalam keluarga, cara menjadi ayah yang lebih terlibat, dan
dampak positif kehadiran ayah bagi perkembangan anak.
- Menginspirasi Perubahan
Dengan membagikan kisah nyata, pengalaman, dan contoh konkret,
konten publikasi dapat memotivasi para ayah untuk lebih aktif dalam
membangun hubungan yang kuat dengan anak-anak mereka.
- Memperluas Jangkauan
Publikasi membantu gerakan ini menjangkau lebih banyak orang, baik
melalui media sosial, artikel, video, maupun kampanye lainnya,
sehingga pesan gerakan dapat diterima oleh masyarakat luas.
- Mendorong Diskusi dan Partisipasi
Konten yang menarik dan interaktif dapat mendorong audiens untuk
berdiskusi, berbagi pengalaman, dan berpartisipasi dalam gerakan,
menciptakan komunitas yang saling mendukung.
- Memengaruhi Kebijakan dan Dukungan Sosial
Dengan publikasi yang kuat, gerakan ini bisa menarik perhatian
pemangku kebijakan dan organisasi sosial untuk mendukung program-
program yang memperkuat peran ayah dalam keluarga.
C. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari adanya strategi komunikasi untuk sosialisasi dan
bimtek GATI mencakup berbagai aspek positif yang dapat membawa
perubahan sosial yang lebih luas, antara lain:
1. Masyarakat semakin memahami pentingnya peran ayah dalam keluarga,
sehingga lebih banyak ayah yang terdorong untuk terlibat aktif dalam
pengasuhan anak.
2. Adanya perubahan perilaku, dimana para ayah mulai mengadopsi pola asuh
yang lebih positif, penuh kasih sayang, dan mendukung perkembangan anak
secara emosional serta intelektual.
3. Dengan konten yang menghubungkan individu-individu yang memiliki visi
serupa, akan berkembang komunitas ayah yang saling berbagi pengalaman,
mendukung, dan belajar satu sama lain.
4. Publikasi yang luas dapat mendorong adanya kebijakan dan program yang
mendukung peran ayah dalam keluarga, seperti program edukasi atau
kampanye sosial yang lebih besar.
5. Dengan semakin banyaknya contoh ayah yang terlibat dalam pengasuhan,
masyarakat dapat lebih sadar dan menerima bahwa peran membesarkan
anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga ayah.
6. Anak-anak yang memiliki ayah yang aktif dalam kehidupan mereka
cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik, serta
hubungan keluarga yang lebih harmonis. Selain itu, anak-anak akan memiliki
perkembangan sosial dan akademik yang lebih baik, serta lebih percaya diri
dalam menghadapi kehidupan.
D. Sasaran
Sasaran dari publikasi media Program GATI adalah:
1. Ayah yang memiliki anak baik usia balita, usia sekolah ataupun remaja
2. Remaja pria yang akan menjadi calon ayah
3. Pemangku kebijakan yang akan mendukung Program GATI di wilayah
masing-masing.
4. Komunitas Parenting khususnya Penggiat Ayah Teladan yang akan
menjadi influencer bagi pengikutnya
5. Masyarakat umum
E. Ruang Lingkup Pekerjaan
a. Perencanaan dan Strategi
- Menentukan tujuan dan sasaran konten.
- Menganalisis target audiens dan memilih pendekatan yang tepat.
- Membuat kalender editorial untuk mengatur jadwal publikasi.
b. Produksi Konten sesuai dengan output yang dihasilkan
c. Pengembangan konten interaktif seperti kuis atau tantangan sosial.
- Desain dan Kreativitas
- Merancang branding visual yang konsisten untuk kampanye.
- Mengembangkan desain grafis yang menarik untuk infografis dan
media sosial.
- Menyesuaikan format konten agar sesuai dengan platform distribusi.
d. Distribusi dan Publikasi
- Menyebarkan konten melalui berbagai saluran seperti media sosial,
website, dan media massa.
- Mengoptimalkan strategi Search Engine Optimization (SEO) agar
konten mudah ditemukan.
- Menggunakan strategi pemasaran digital untuk menjangkau lebih
banyak orang.
e. Interaksi dan Keterlibatan Audiens
- Menjalin komunikasi dengan audiens melalui komentar dan diskusi
online.
- Melibatkan komunitas ayah dalam kampanye sosial untuk
meningkatkan partisipasi.
F. Lokasi dan Waktu
Lokasi :
Kemendukbangga/BKKBN RI, Jl. Permata No. 1, Halim Perdanakusuma,
Jakarta Timur
Waktu pelaksanaan :
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan
G. Output yang Dihasilkan
NO URAIAN SATUAN
I STRATEGI DAN PERENCANAAN
1 paket x 3 bulan
- Riset Konten dan Pengembangan Strategi Bulanan
1 paket x 3 bulan
- Pengembangan Visual (Key Visual Direction)
- Desain Visual dan Penulisan Teks (Caption) 1 paket x 3 bulan
- Penjadwalan dan Publikasi Konten 1 paket x 3 bulan
II PRODUKSI
- Produksi 15 Konten Instagram (Feed,Reeals, Story) 15 kali x 3 bulan
- Produksi 15 Konten Facebook (Feed,Reeals, Story) 15 kali x 3 bulan
- Produksi 10 Konten Tik Tok 10 kali x 3 bulan
- Produksi 4 Konten You Tube 4 kali x 3 bulan
- Video Production dan Editing Video Liputan
(Weekends) 4 kali x 3 bulan
- 1 Talent 1 kali x 3 bulan
- Lisensi Musik 1 paket x 3 bulan
- Stock Video 1 paket x 3 bulan
- Gambar Berbayar 1 paket x 3 bulan
- Penyusunan Laporan Performa Media Sosial
Bulanan 1 kali x 3 bulan
H. Kualifikasi Tenaga yang Diperlukan
Spesifikasi teknis yang dibutuhkan pada pengadaan ini adalah sebagai berikut:
a. Perusahaan yang memiliki bidang usaha periklanan/desain komunikasi
visual/desain kreatif konten/kehumasan/konsultan manajemen sejenis.
b. Memiliki tenaga SDM yang berlatar belakang pendidikan minimal S1 di
bidang Komunikasi, Jurnalistik, Sastra, Periklanan, Sosial atau bidang
relevan lainnya.
c. Pengalaman perusahaan minimal 2 tahun dalam manajemen media sosial,
pemasaran digital, bidang copywriting dan scriptwriting, atau promosi
melalui media sosial, terutama untuk kampanye sosial, program
pemerintah, atau isu kesehatan/kemasyarakatan.
d. Diutamakan pernah memiliki pengalaman dalam bekerja pada program
atau proyek pemerintah, atau organisasi sosial.
e. Memahami isu parenting/pengasuhan, pembangunan keluarga, dan
kampanye perubahan perilaku menjadi nilai tambah.
f. Mampu mengembangkan dan menerapkan strategi media sosial sesuai
dengan tujuan Kemendukbangga/BKKBN;
g. Mampu menulis dan berkomunikasi yang baik dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris.
h. Menyusun jadwal publikasi dan konten secara efektif untuk menjaga
kontinuitas promosi.
i. Memahami dasar-dasar algoritma media sosial dan cara mengoptimalkan
konten untuk platform tersebut.
j. Kemampuan menulis konten yang jelas, informatif, dan sesuai dengan
audiens yang dituju, baik dalam bentuk teks, caption, maupun artikel.
k. Mampu untuk mengikuti tren terbaru di media sosial dan menyesuaikan
konten agar relevan dan menarik.
l. Mampu bekerja secara mandiri dan kolaboratif dalam tim lintas bidang.
m. Memiliki keterampilan organisasi dan manajemen waktu yang baik.
n. Mampu bekerja di bawah tekanan.
o. Mampu memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.
p. Memiliki integritas moral dan profesional yang tidak diragukan, serta
mampu menjaga kerahasiaan informasi sensitif.
I. Pembiayaan
Pembiayaan kegiatan bersumber dari APBN melalui DIPA Satker Deputi Bidang
Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga tahun anggaran 2025, Cq.
Direktorat Bina Ketahanan Remaja.
J. Penutup
Demikian Spesifikasi Teknis Strategi Komunikasi Untuk Sosialisasi dan Bimbingan
Teknis GATI untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pejabat Pembuat Komitmen
Direktorat Bina Ketahanan Remaja
Rany Widashanti