| 0210802179432000 | Rp 1,895,248,188 | |
| 0847878550528000 | - | |
| 0412586372602000 | - | |
| 0020099412607000 | - | |
| 0439254962401000 | - | |
| 0630845543045000 | - | |
| 0802523738432000 | - | |
| 0032138893101000 | - | |
CV Cahaya Rembulan Purnama | 06*9**4****01**0 | - |
| 0903529113009000 | - | |
Perkasa Halomoan Pane | 03*5**9****22**0 | - |
| 0313724064603000 | - | |
| 0210038824527000 | - | |
| 0751788746443000 | - | |
Bintang Solusindo Abadi | 08*8**2****23**0 | - |
| 0660288473401000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENGADAAN OBAT - OBATAN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA
TAHUN 2025
A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Presiden Nomor 46
tahun 2025;
b. Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan
Bagi Pegawai di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan;
c. Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 11 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Sekretariat Negara.
2. Gambaran Umum
Sesuai dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 11 Tahun 2024
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sekretariat Negara pasal 58 huruf d, Biro Umum
Sekretariat Kementerian diantaranya menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pelayanan kesehatan
bagi pegawai di lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan. Melaksanakan fungsi tersebut,
maka Biro Umum Sekretariat Kementerian melakukan kegiatan pengadaan obat-obatan melalui
mekanisme tender yang dapat diikuti oleh perusahaan/badan usaha yang bergerak di bidang
usaha pedagang besar farmasi (PBF).
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud Kegiatan
Maksud kegiatan pengadaan obat-obatan adalah sebagai salah satu bentuk dukungan
dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi pegawai di Lingkungan Istana/Kantor
Kepresidenan.
2. Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan pengadaan obat-obatan adalah terpenuhinya obat-obatan yang
berkualitas dan mencukupi kebutuhan bagi pasien yang mendapat pelayanan kesehatan di
Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan selama 1(satu) tahun berjalan, dimana sesuai dengan
Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan Bagi
Pegawai di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan pasal 2 ayat (1) dan (2) bahwa yang berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan adalah pegawai pada Kementerian Sekretariat Negara beserta
keluarganya, pegawai pada Sekretariat Kantor Staf Presiden, pegawai pada Sekretariat Dewan
Pertimbangan Presiden, dan pegawai pada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
C. Penerima Manfaat
Pihak-pihak yang memperoleh manfaat dari pengadaan obat-obatan di Bagian Pelayanan
Kesehatan, Biro Umum, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara antara lain:
1. Pihak internal organisasi yaitu pegawai pada Kementerian Sekretariat Negara beserta
keluarganya, pegawai pada Sekretariat Kantor Staf Presiden, pegawai pada Sekretariat Dewan
Pertimbangan Presiden, dan pegawai pada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila;
Pihak eksternal organisasi yaitu orang-orang di luar Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan yang
berkunjung atau menghadiri kegiatan-kegiatan di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan.
D. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Uraian Kegiatan
Kegiatan pengadaan obat-obatan dimulai dari perencanaan kegiatan,
proses pengadaan barang, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pekerjaan, serah terima
pekerjaan, dan administrasi pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pengadaan obat-obatan meliputi pengadaan obat untuk kebutuhan pada poli umum dan poli gigi.
Penyedia yang telah ditunjuk sebagai pemenang tender, diwajibkan
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Semua obat yang dikirimkan wajib melampirkan bukti resmi (stempel basah) pembelian dari
distributor/principal, disampaikan bersamaan dengan pengiriman obat sesuai dengan jenis
dan jumlah obat yang dikirimkan, sebagai jaminan keaslian obat-obatan tersebut;
b) Penyedia harus menyediakan barang/obat yang telah memenuhi standar BPOM, CPOB (Cara
Pembuatan Obat Yang Baik) dan sesuai ketentuan yang berlaku serta pengawasan Apoteker
Penanggung Jawab;
c) Pelaksanaan pekerjaan pengadaan obat - obatan dilakukan dengan cara bertahap;
d) Penyedia harus mengirim barang/obat maksimal 14 (empat belas) hari kerja dalam setiap
tahap pengiriman terhitung sejak surat perintah pengiriman diterbitkan;
e) Penyedia harus memberikan daftar nilai TKDN dari obat-obat yang ditawarkan.
2. Indikator Kinerja
Terlaksananya kegiatan pengadaan obat-obatan yang berkualitas dan mencukupi
kebutuhan bagi pasien yang mendapat layanan kesehatan di Lingkungan Istana/Kantor
Kepresidenan selama 1 (satu) tahun berjalan.
3. Batasan Kegiatan
Batasan kegiatan ini adalah pengadaan obat-obatan meliputi pengadaan obat untuk
kebutuhan pada poli umum dan poli gigi.
E. Jadwal Kegiatan
Tabel I
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan pekerjaan/Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pengadaan Obat-Obatan Tahun 2025
1. Perencanaan Pengadaan √ √
2. Pelaksanaan Pemilihan √
Penyedia
3. Pelaksanaan Pekerjaan √ √ √ √| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 30 October 2015 | Belanja Bahan Obat-Obatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta | Rp 32,465,100,000 | |
| 28 September 2018 | Belanja Reagen Non E-Katalog | Kota Tangerang Selatan | Rp 4,798,840,000 |
| 17 May 2017 | Pengadaan Alat Kesehatan | Kementerian Kesehatan | Rp 4,041,651,000 |
| 24 September 2018 | Belanja Obat Pkd Dan Bmhp Penunjang Program Kia | Kab. Lebak | Rp 3,500,000,000 |
| 21 November 2025 | Belanja Obat-Obatan | Provinsi DKI Jakarta | Rp 3,210,624,000 |
| 18 May 2021 | Pengadaan Alat Pengujian Kalibrasi Bpfk Jakarta | Kementerian Kesehatan | Rp 2,824,686,000 |
| 8 November 2017 | Belanja Obat Non E-Katalog | Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan | Rp 2,494,950,000 |
| 20 July 2023 | Pengadaan Obat - Obatan | Kementerian Sekretariat Negara | Rp 2,489,365,000 |
| 28 September 2016 | Pengadaan Obat Dan Perbekalan Kesehatan | Pemerintah Kabupaten Cirebon | Rp 2,350,000,000 |
| 17 April 2012 | Pengadaan Mikroskop Stereo | Sekretariat Jenderal | Rp 2,100,000,000 |