| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0210802179432000 | Rp 2,240,950,000 | - | |
CV Shufrun Indonesia | 06*7**1****42**0 | Rp 2,386,500,000 | 1. Kualifikasi usaha dan bidang usaha tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan; 2. Tidak melampirkan status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak; 3. Tidak melampirkan bukti mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau sewa; 4. Tidak melampirkan Pernyataan Pakta Integritas; 5. Tidak melampirkan SPT tahun 2022; 6. Tidak memiliki tenaga ahli sesuai yang dipersyaratkan; 7. Tidak memiliki pengalaman pekerjaan sesuai yang dipersyaratkan. |
| 0013046842003000 | Rp 2,212,146,210 | Tidak memiliki pengalaman pekerjaan pada divisi yang sama, yaitu minimal 1 pekerjaan dalam kurun waktu 1 tahun terkahir baik di lingkungan pemerintah maupun swasta, termasuk pengalaman subkontrak | |
| 0823355441017000 | Rp 2,327,594,917 | Tidak melampirkan brosur dan gambar barang yang ditawarkan | |
PT Peranan Intro Solutiva | 09*1**5****18**0 | Rp 2,443,909,200 | Tidak ada pengalaman pekerjaan pada divisi yang sama, minimal 1 pekerjaan dalam kurun waktu 1 tahun terakhir |
| 0809208366045000 | Rp 2,323,152,560 | 1. Tidak melampirkan bukti status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak. 2. Tidak melampirkan bukti mempunyai atau menguasai tempat usaha/kantor dengan alamat yang benar, tetap dan jelas berupa milik sendiri atau sewa 3. Tidak melampirkan Pernyataan Pakta Integritas 4. Tidak melampirkan Surat Pernyataan Peserta | |
| 0847878550528000 | Rp 2,233,827,943 | Tidak memiliki tenaga ahli seperti yang dipersyaratkan (tidak melampirkan STRA dan SIPA yang masih berlaku) | |
| 0736556945451000 | - | - | |
| 0313724064603000 | - | - | |
| 0027789452441000 | - | - | |
| 0315692772418000 | - | - | |
| 0020179016904000 | - | - | |
Aneka Suplindo Jaya | 04*6**0****07**0 | - | - |
| 0031816044017000 | - | - | |
| 0022585178521000 | - | - | |
| 0027488527009000 | - | - | |
| 0030471395039000 | - | - | |
| 0020652061423000 | - | - | |
| 0022445654428000 | - | - | |
| 0814916540005000 | - | - | |
| 0628045247002000 | - | - | |
| 0312497571075000 | - | - | |
| 0909740474432000 | - | - | |
| 0838059285609000 | - | - | |
PT Integra Pratama | 00*2**4****35**0 | - | - |
| 0904611407427000 | - | - | |
| 0318168341518000 | - | - | |
PT Satya Abadi Pharma | 00*1**4****15**0 | - | - |
CV Dnr Global Tama Supply | 00*5**0****12**0 | - | - |
| 0010612281051000 | - | - | |
| 0860860113609000 | - | - | |
CV Relasi Muda Berkarya | 04*9**1****26**0 | - | - |
| 0920349644017000 | - | - | |
PT Karya Dwi Elang | 08*8**9****06**0 | - | - |
PT Fasla Niscala Mandiri | 06*4**3****15**0 | - | - |
CV Costa | 00*2**2****09**0 | - | - |
| 0802005330627000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENGADAAN OBAT - OBATAN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA
TAHUN ANGGARAN 2023
A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum
a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12
tahun 2021;
b. Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan
Bagi Pegawai di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan;
c. Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 5 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Sekretariat Negara.
2. Gambaran Umum
Sesuai dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 5 Tahun 2020
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sekretariat Negara pasal 32 huruf g, Biro Umum
Sekretariat Kementerian diantaranya menyelenggarakan fungsi pelaksanaan pelayanan kesehatan
bagi pegawai di lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan. Melaksanakan fungsi tersebut, maka Biro
Umum Sekretariat Kementerian melakukan kegiatan pengadaan obat-obatan melalui mekanisme
tender yang dapat diikuti oleh perusahaan/badan usaha yang bergerak di bidang usaha pedagang
besar farmasi (PBF).
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud Kegiatan
Maksud kegiatan pengadaan obat-obatan adalah sebagai salah satu bentuk dukungan
dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi pegawai di Lingkungan Istana/Kantor
Kepresidenan.
2. Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan pengadaan obat-obatan adalah terpenuhinya obat-obatan yang
berkualitas dan mencukupi kebutuhan bagi pasien yang mendapat pelayanan kesehatan di
Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan selama 1(satu) tahun berjalan. Dimana sesuai dengan
Peraturan Menteri Sekretaris Negara RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelayanan Kesehatan Bagi
Pegawai di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan pasal 2 ayat (1) dan (2) bahwa yang berhak
mendapatkan pelayanan kesehatan adalah pegawai pada Kementerian Sekretariat Negara beserta
keluarganya, pegawai pada Sekretariat Kabinet, pegawai pada Sekretariat Kantor Staf Presiden,
pegawai pada Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, dan pegawai pada Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila.
C. Penerima Manfaat
Pihak pihak yang memperoleh manfaat dari pengadaan obat-obatan di Bagian Pelayanan
Kesehatan antara lain:
1. Pihak internal organisasi yaitu pegawai pada Kementerian Sekretariat Negara beserta
keluarganya, pegawai pada Sekretariat Kabinet, pegawai pada Sekretariat Kantor Staf Presiden,
pegawai pada Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden, dan pegawai pada Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila;
2. Pihak eksternal organisasi yaitu orang-orang di luar Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan yang
berkunjung atau menghadiri kegiatan-kegiatan di Lingkungan Istana/Kantor Kepresidenan.
D. Ruang Lingkup Kegiatan
1. Uraian Kegiatan
Kegiatan pengadaan obat-obatan dimulai dari perencanaan kegiatan,
proses pengadaan barang, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pekerjaan, serah terima
pekerjaan, dan administrasi pertanggungjawaban sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pengadaan obat-obatan meliputi pengadaan obat untuk kebutuhan pada poli umum dan poli gigi.
Penyedia yang telah ditunjuk sebagai pemenang tender, nantinya diwajibkan
melakukan hal-hal sebagai berikut:
a) Semua obat yang dikirimkan wajib melampirkan bukti resmi (stempel basah) pembelian dari
distributor/principal, disampaikan bersamaan dengan pengiriman obat sesuai dengan jenis
dan jumlah obat yang dikirimkan, sebagai jaminan keaslian obat-obatan tersebut;
b) Penyedia harus menyediakan barang/obat yang telah memenuhi standar BPOM, CPOB (Cara
Pembuatan Obat Yang Baik) dan sesuai ketentuan yang berlaku serta pengawasan Apoteker
Penanggung Jawab;
c) Pelaksanaan pekerjaan pengadaan obat-obatan dilakukan dengan cara bertahap;
d) Penyedia harus mengirim barang/obat maksimal 10 (sepuluh) hari kerja dalam setiap tahap
pengiriman terhitung sejak surat perintah pengiriman diterbitkan;
e) Penyedia harus memberikan daftar nilai TKDN dari obat-obat yang ditawarkan.
2. Indikator Kinerja
Terlaksananya kegiatan pengadaan obat-obatan yang berkualitas dan mencukupi
kebutuhan bagi pasien yang mendapat layanan kesehatan di Lingkungan Istana/Kantor
Kepresidenan selama 1 (satu) tahun berjalan.
3. Batasan Kegiatan
Batasan kegiatan ini adalah pengadaan obat-obatan meliputi pengadaan obat untuk
kebutuhan pada poli umum dan poli gigi.
E. Jadwal Kegiatan
Tabel I
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan pekerjaan/Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Pengadaan Obat-Obatan TA. 2023
1. Perencanaan Pengadaan √
2. Pelaksanaan Pemilihan √
Penyedia
3. Pelaksanaan Pekerjaan √ √ √ √| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 30 October 2015 | Belanja Bahan Obat-Obatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta | Rp 32,465,100,000 | |
| 28 September 2018 | Belanja Reagen Non E-Katalog | Kota Tangerang Selatan | Rp 4,798,840,000 |
| 17 May 2017 | Pengadaan Alat Kesehatan | Kementerian Kesehatan | Rp 4,041,651,000 |
| 24 September 2018 | Belanja Obat Pkd Dan Bmhp Penunjang Program Kia | Kab. Lebak | Rp 3,500,000,000 |
| 21 November 2025 | Belanja Obat-Obatan | Provinsi DKI Jakarta | Rp 3,210,624,000 |
| 18 May 2021 | Pengadaan Alat Pengujian Kalibrasi Bpfk Jakarta | Kementerian Kesehatan | Rp 2,824,686,000 |
| 8 November 2017 | Belanja Obat Non E-Katalog | Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan | Rp 2,494,950,000 |
| 28 September 2016 | Pengadaan Obat Dan Perbekalan Kesehatan | Pemerintah Kabupaten Cirebon | Rp 2,350,000,000 |
| 17 April 2012 | Pengadaan Mikroskop Stereo | Sekretariat Jenderal | Rp 2,100,000,000 |
| 28 January 2025 | Pengadaan Obat Obatan Dan Bahan Habis Pakai Poliklinik Mkri Ta 2025 | Mahkamah Konstitusi Ri | Rp 2,000,000,000 |