| 0016467284015000 | Rp 265,943,790 | 94.1 | |
| 0017725292429000 | Rp 267,942,900 | 95.3 | |
| 0031783004015000 | Rp 269,108,955 | 92.29 | |
| 0033107913017000 | Rp 274,090,080 | 91.53 | |
| 0032606972061000 | Rp 278,141,580 | 93.2 | |
| 0032360463009000 | Rp 278,263,680 | 97.81 | |
| 0023419070035000 | - | - | |
| 0318242575429000 | - | - | |
Pena Konsultan. CV | 08*4**5****26**0 | - | - |
| 0021609383061000 | - | - | |
CV Hardana Cipta Konsultan | 00*7**2****43**0 | - | - |
| 0720031285822000 | - | - | |
PT Trikon Mitra Abadi | 06*0**5****42**0 | - | - |
| 0415608280541000 | - | - | |
| 0019260538655000 | - | - | |
| 0015673247015000 | - | - | |
| 0024113698013000 | - | - | |
| 0018071084005000 | - | - | |
| 0032005415015000 | - | - | |
| 0318164779429000 | - | - | |
| 0860826924067000 | - | - | |
| 0744675075541000 | - | - | |
| 0021834023002000 | - | - | |
Sangklat Matas Pratomo | 06*9**9****03**0 | - | - |
Cikal Transparansi Konsultan | 07*6**1****01**0 | - | - |
| 0651638215066000 | - | - | |
| 0014134456901000 | - | - | |
| 0731476719801000 | - | - | |
PT Ocean Engineering Indonesia | 06*3**2****15**0 | - | - |
Citra Abi Permana | 06*7**8****08**0 | - | - |
CV Nivo Graphic Konsultan Teknik | 06*1**8****31**0 | - | - |
Artha Jaya Bangun Perkasa | 10*0**0****75**1 | - | - |
Bizkid Indonesia | 07*3**4****05**0 | - | - |
| 0210456083542000 | - | - |
Uraian Singkat Pekerjaan Seleksi Jasa Konsultansi Perencanaan Konstruksi – Pembuatan Mess Pegawai DJKN Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki mandat strategis dalam pengelolaan kekayaan negara, piutang negara, serta lelang sebagai salah satu instrumen penting penopang fiskal nasional. Seiring dengan perkembangan tugas dan fungsi yang semakin kompleks, kebutuhan akan sarana dan prasarana penunjang kerja, khususnya fasilitas hunian sementara bagi pegawai, menjadi sangat penting untuk mendukung kinerja organisasi. Oleh karena itu, DJKN merencanakan pembangunan Mess Pegawai yang representatif, nyaman, dan fungsional sebagai fasilitas pendukung kesejahteraan pegawai serta untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas kedinasan. Konsultansi perencanaan konstruksi ini ditujukan untuk menyusun perencanaan teknis pembangunan Mess Pegawai DJKN, sehingga dapat menjadi dasar pelaksanaan konstruksi yang efektif, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pekerjaan ini meliputi penyusunan dokumen perencanaan lengkap yang terdiri atas Detail Engineering Design (DED), gambar kerja, spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya (RAB), serta dokumen pendukung lainnya yang diperlukan dalam proses pengadaan pekerjaan fisik konstruksi. 1. Latar Belakang Saat ini, banyak pegawai DJKN, khususnya pegawai yang ditempatkan pada unit vertikal di daerah, memerlukan fasilitas hunian sementara yang layak ketika sedang mengikuti kegiatan kedinasan, pendidikan dan pelatihan, rotasi jabatan, maupun penugasan tertentu. Ketersediaan mess pegawai yang representatif akan memberikan manfaat berupa: (1) Mengurangi beban biaya akomodasi pegawai. (2) Memberikan kenyamanan dan keamanan tinggal sementara. (3) Menjadi sarana penunjang pembinaan pegawai serta peningkatan produktivitas kerja. Namun, fasilitas mess pegawai yang tersedia saat ini belum memadai baik dari sisi kapasitas, standar kenyamanan, maupun kelengkapan sarana pendukung. Oleh karena itu, DJKN merencanakan pembangunan mess baru dengan perencanaan matang yang memperhatikan standar teknis, efisiensi biaya, serta keberlanjutan lingkungan. 2. Maksud dan Tujuan Maksud dari pekerjaan ini adalah tersusunnya dokumen perencanaan teknis pembangunan Mess Pegawai DJKN yang komprehensif, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai standar teknis konstruksi. Tujuan utama yang ingin dicapai antara lain: (1) Menyediakan rancangan gedung mess yang fungsional, nyaman, aman, dan sesuai standar bangunan gedung pemerintah. (2) Menghasilkan dokumen perencanaan teknis yang menjadi acuan dalam proses tender pekerjaan konstruksi. (3) Memastikan rancangan memperhatikan aspek efisiensi energi, ramah lingkungan, dan kemudahan pemeliharaan. (4) Menjamin bahwa pembangunan mess sesuai dengan nilai pagu indikatif pekerjaan fisik yang direncanakan, yakni pada kisaran menengah (Rp7–10 miliar). 3. Lingkup Pekerjaan Konsultansi Lingkup pekerjaan perencanaan teknis ini mencakup beberapa tahapan utama, yaitu: a. Pengumpulan Data dan Survei Lapangan b. Penyusunan Konsep Desain (Preliminary Design) c. Detail Engineering Design (DED) d. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Dokumen Tender e. Laporan Akhir 4. Keluaran yang Diharapkan Hasil pekerjaan perencanaan konstruksi ini berupa: (1) Laporan survei & pengumpulan data. (2) Alternatif konsep desain arsitektur. (3) Detail Engineering Design (DED) lengkap. (4) Gambar kerja & spesifikasi teknis. (5) Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). (6) Dokumen tender konstruksi. (7) Laporan akhir. 5. Tenaga Ahli yang Diperlukan Untuk melaksanakan pekerjaan ini diperlukan tenaga ahli dengan kualifikasi memadai, antara lain: Team Leader/Ahli Arsitektur, Ahli Struktur, Ahli MEP, Ahli Quantity Surveyor/Estimator, Ahli Lingkungan dan K3, serta tenaga pendukung (drafter, surveyor, administrasi). Jumlah personil akan disesuaikan dengan lingkup pekerjaan dan durasi kontrak, dengan estimasi total 9–11 orang. 6. Jangka Waktu Pelaksanaan Durasi pekerjaan konsultansi perencanaan konstruksi diperkirakan selama 4–6 bulan kalender, termasuk waktu untuk pengumpulan data, penyusunan konsep, pembahasan, penyusunan DED, dan finalisasi dokumen. 7. Penutup Pekerjaan konsultansi perencanaan konstruksi untuk pembangunan Mess Pegawai DJKN Kementerian Keuangan RI merupakan kegiatan strategis dalam penyediaan fasilitas hunian sementara yang representatif bagi pegawai. Dengan adanya perencanaan yang matang, diharapkan pelaksanaan konstruksi dapat berjalan lancar, efisien, sesuai anggaran, serta menghasilkan bangunan yang layak, aman, dan mendukung produktivitas pegawai DJKN. Dokumen perencanaan yang komprehensif juga akan menjadi landasan kuat dalam proses tender pekerjaan fisik, sekaligus memastikan bahwa bangunan mess yang dihasilkan dapat digunakan secara optimal, memberikan kenyamanan, dan menjadi bagian dari pengelolaan aset negara yang lebih produktif dan berkelanjutan.