| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0013009923093000 | Rp 3,980,182,500 | 78.41 | 82.73 | - | |
| 0027559095411000 | - | - | - | - | |
| 0669612608424000 | - | - | - | tidak Memiliki pengalaman mengerjakan survey dan verifikasi industri sekala nasional di sektor industri agro | |
| 0025951781404000 | - | 25.25 | - | Seluruh Tenaga Ahli yang diusulkan tidak melamporkan Surat Pernyataan Bersedia Ditugaskan | |
| 0013639422062000 | - | - | - | tidak Memiliki pengalaman mengerjakan survey dan verifikasi industri sekala nasional di sektor industri agro | |
| 0029801594404000 | - | - | - | - | |
| 0025952409404000 | - | - | - | - | |
PT Solusi Kreatif Kompis | 09*9**7****65**0 | - | - | - | - |
| 0722837234013000 | - | - | - | - | |
| 0028860856216000 | - | - | - | - | |
PT Frontier Sentratama Indonesia | 00*4**6****43**0 | - | - | - | - |
Uraian Singkat Pekerjaan
1. Melakukan verifikasi, validasi dan menganalisis kebutuhan komoditas
gula, ikan, beras (beras pecah dan beras ketan pecah), daging dan jagung
sebagai bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi dan kapasitas
produksi industri.
2. Menyusun bahan usulan Rencana Kebutuhan Industri (RKI) masing-
masing perusahaan industri dalam rangka Neraca Komoditas (NK)
perubahan Tahun 2024 dan NK awal Tahun 2025 termasuk kebutuhan
bahan baku gula, ikan, beras (beras pecah dan beras ketan pecah),
daging dan jagung yang diimpor.
3. Menyusun peta komoditas gula, ikan, beras (beras pecah dan beras ketan
pecah), daging dan jagung sebagai bahan baku dan bahan penolong bagi
industri dilihat dari jenis, jumlah, pasokan dan pemasaran komoditas gula,
ikan, beras (beras pecah dan beras ketan pecah), daging dan jagung
sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan.
4. Melakukan updating data industri gula, ikan, beras (beras pecah dan
beras ketan pecah), daging dan jagung terkait penyusunan neraca
komoditas.
5. Menganalisis kebutuhan bahan baku dan bahan penolong komoditas gula,
ikan, beras (beras pecah dan beras ketan pecah), daging dan jagung
untuk pengembangan industri pengolahan sebagai acuan penyusunan
neraca komoditas.