| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0430178665542000 | Rp 1 | - | |
PT Informatika Media Pratama | 09*7**7****05**0 | - | - |
| 0022444483421000 | - | - | |
PT Berkat Harmoni Teknologi | 03*2**5****11**0 | Rp 1 | Kualifikasi usaha perusahaan/penyedia Non Kecil. Tidak sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam LDK poin A.1).c. Kualifikasi Usaha Penyedia/Peserta Tender adalah Kecil. |
| 0750566549542000 | - | - | |
| 0021097399023000 | - | - | |
| 0745982538011000 | - | - | |
| 0729463307035000 | - | - | |
| 0029296340061000 | - | - | |
| 0708820691428000 | - | - | |
| 0013506555007000 | - | - | |
| 0312392830432000 | - | - |
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
PEKERJAAN: PENGADAAN JASA PENGEMBANGAN MODUL PENYELIDIKAN
EPIDEMIOLOGI DAN INVESTIGASI KONTAK APLIKASI BERBASIS GAWAI SISTEM
PENCATATAN LAYANAN PRIMER LUAR GEDUNG UNTUK KLASTER PENYAKIT MENULAR
1) LATAR Visi Indonesia 2045 sebagai negara maju dan negara dengan perekonomian
BELAKANG terbesar kelima di dunia, tentunya dapat dicapai dengan memenuhi beberapa
prasyarat berikut: (1) infrastruktur yang layak menjadi pendukung mobilitas dan
mendorong pembangunan; (2) penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui
pendidikan dan riset, program kesehatan, dan perlindungan sosial; (3)
pengayaan inovasi dan teknologi berperan dalam menjawab tantangan industri
ke depan; (4) perbaikan kualitas dan pelayanan dan efisiensi proses bisnis
(birokrasi Pemerintah); (5) pengelolaan tata ruang yang baik dan didukung oleh
sistem yang integratif; (6) pengelolaan sumber daya ekonomi dan keuangan
melalui APBN yang sehat.
Saat ini kualitas kesehatan di Indonesia membaik, namun perlu ditingkatkan lagi
salah satunya pada peningkatan pemerataan kualitas kesehatan. Hal ini dapat
dibuktikan bahwa kematian ibu dan bayi masih tinggi, kapasitas tenaga
kesehatan yang perlu ditingkatkan, sistem rujukan yang perlu dioptimalkan,
pengendalian penyakit menular maupun penyakit tidak menular (PTM) yang
pengelolaannya perlu diperbaiki, serta pemerataan obat dan vaksin yang perlu
segera ditanggulangi. Di lain sisi, ketimpangan kinerja sistem kesehatan antar
wilayah juga masih tinggi.
Dalam Buku II Nota Keuangan dan Rancangan APBN Tahun Anggaran 2023
Sebagaimana penerapan pada tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun 2023
Pemerintah juga berfokus pada penguatan dukungan pendanaan untuk bidang-
bidang prioritas pembangunan, antara lain Bidang Kesehatan diarahkan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta.
Kebijakan bidang pembangunan Kesehatan tahun 2023 antara lain: a)
Meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta
(antara lain dengan penguatan pelayanan kesehatan primer dan sekunder,
peningkatan upaya promotif preventif, dan peningkatan manfaat program JKN);
• b) Mendukung inovasi dan pemanfaatan teknologi; c) Mempercepat
penurunan prevalensi stunting; d) Mendukung kemandirian serta peningkatan
mutu dan daya saing farmasi dan alat kesehatan.
Sebagai respon dari hal yang telah disampaikan sebelumnya, Digital
Transformation Office bermaksud untuk melakukan digitalisasi kesehatan dari
masa kandungan hingga kematian (lihat gambar).
Hubungan Transformasi Digital di Bidang Kesehatan dengan RPJMN 2020-
2024
Sebagaimana disebutkan dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2020-2024, bahwa selama
5 tahun kedepan, Pemerintah memiliki 7 agenda pembangunan yang akan
dijalankan, yaitu:
a. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan
berkeadilan;
b. Mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan;
c. Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing;
d. Revolusi mental dan pembangunan kebudayaan;
e. Memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan
pelayanan dasar;
f. Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan
perubahan iklim;
g. Memperkuat stabilitas politik, hukum, pertahanan, dan keamanan dan
transformasi pelayanan publik.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya
saing SDM yaitu sumber daya manusia yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif,
terampil, dan berkarakter, melalui: (1) Pengendalian penduduk dan penguatan
tata kelola kependudukan; (2) Penguatan pelaksanaan perlindungan sosial; (3)
Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan
kesehatan semesta; (4) Peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan
berkualitas; (5) Peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda; (6)
Pengentasan kemiskinan; dan (7) Peningkatan produktivitas dan daya saing.
Urgensi Digital Transformation Office
Pertama, kendala kapasitas kesehatan di Indonesia. Indonesia saat ini hanya
memiliki sekitar 321.544 tempat tidur rumah sakit untuk melayani populasi
sekitar 270 juta orang. Rasio tempat tidur RS di Indonesia 1,2 per 1000 populasi
(2015), dibanding dengan Malaysia yang memiliki 1,9 per 1000 populasi (2015)
serta Vietnam yang memiliki 2,6 per 1000 populasi (2015). Sedangkan rasio
dokter terhadap populasi hanya 0,38 dokter per 1.000 penduduk, dibanding
dengan Malaysia yang memiliki rasio 1,5 dokter per 1000 populasi (2015)
sedangkan Vietnam yang memiliki rasio 0,8 dokter per 1000 populasi (2015).
Kedua, terdapat hambatan yang dihadapi di sektor kesehatan.
A. Data yang terfragmentasi, sistem dan aplikasi dalam Kemenkes RI masih
terpisah dari database BPJS, BPOM dan BKKBN;
B. Keterbatasan regulasi, terutama untuk proteksi data, standar data &
interoperabilitas, hak serta privasi pasien;
C. Sedikitnya investasi swasta, 2% dari total digital health deal volume share
di Asia.
Ketiga, adalah simplifikasi dari jutaan data dan ratusan aplikasi. Saat ini terdapat
400+ aplikasi Pemerintah Sektor Kesehatan dipetakan dan masih banyak
lainnya di tingkat pusat dan daerah. Selain itu (1) 270 Juta Penduduk Indonesia
memiliki catatan rekam medis baik secara digital atau masih dalam bentuk
kertas, (2) Ribuan penyedia layanan kesehatan mengelola data kesehatan
berbasis individu, (3) Jutaan resep diterbitkan berbasis informasi individu baik
dalam digital atau masih dalam bentuk kertas, (4) Jutaan klaim diterbitkan
berbasis informasi individu diterbitkan terkait pelayanan kesehatan masyarakat,
dan (5) Ratusan aplikasi yang mengelola data kesehatan berbasis informasi
individu.
Pemerintah sangat menyadari, bahwa tantangan kedepan untuk bersaing dan
menjadi bagian dari negara maju membutuhkan keberanian dalam mengambil
keputusan yang cepat dalam melakukan investasi bidang Sumber Daya
Manusia, khususnya bidang kesehatan. Belajar dari pengalaman sebelumnya,
terdapat 2 komponen kunci pendukung suksesnya implementasi Digital
Transformation Office Kementerian Kesehatan RI:
1. Dukungan regulasi, kewenangan, administratif, dan finansial
Digital Transformation Office - Pusat Data dan Teknologi Informasi memiliki
mandat yang kokoh yang selanjutnya diturunkan dalam Keputusan Menteri
Kesehatan.
2. Dukungan SDM yang mumpuni
Digital Transformation Office - Pusat Data dan Teknologi Informasi diisi
oleh PNS maupun non-PNS dengan pengalaman yang relevan di
bidangnya. Selain itu, Digital Transformation Office mempekerjakan
konsultan maupun tenaga ahli. Komposisi SDM Digital Transformation
Office mayoritas diisi oleh IT engineers. Ini diperlukan untuk memastikan
agar ada feedback dari implementasi program secara cepat berdasarkan
data yang lebih akurat, sehingga dapat terus diperbaiki, relevan, dan
berkesinambungan.
Urgensi Pengadaan Jasa Pengembangan Modul Penyelidikan
Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem
Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung untuk Klaster 4
Urgensi Pengadaan Jasa Pengembangan Modul Penyelidikan Epidemiologi
dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem Pencatatan Layanan
Primer Luar Gedung untuk Klaster 4 ini dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Kebutuhan eskalasi dalam transformasi integrasi pelayanan kesehatan
primer (ILP) berdasarkan siklus usia
2. Belum adanya aplikasi berbasis gawai yang mengampu program
pencatatan layanan primer di luar gedung berkaitan dengan paket prioritas
layanan ILP berdasarkan siklus usia (klaster 4: pengendalian penyakit
menular)
3. Kebutuhan untuk mengampu data pelayanan kesehatan dari luar gedung
untuk terintegrasi ke Satu Sehat
4. Memudahkan tenaga kesehatan dan kader kesehatan dalam melakukan
pencatatan yang pada satu sistem yang sama (mengurangi double input
pada aplikasi yang berbeda), serta terintegrasi dengan Satu Sehat.
2) MAKSUD DAN 2.1. Tujuan Umum
TUJUAN Maksud kegiatan ini yaitu melakukan Pengadaan Jasa Pengembangan Modul
Penyelidikan Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai
Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung yang dilakukan oleh Pusdatin
untuk digunakan oleh tenaga kesehatan (nakes) dan kader kesehatan di seluruh
Indonesia dalam pencatatan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan primer
yang dilaksanakan diluar gedung, khususnya untuk layanan terkait penyakit
infeksi emerging, HIV, IMS, AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.
2.2. Tujuan khusus
Tujuan dari pengadaan ini untuk mendapatkan penyedia jasa untuk memberikan
konsultasi sekaligus mengembangkan Modul Penyelidikan Epidemiologi dan
Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem Pencatatan Layanan Primer
Luar Gedung, khususnya untuk layanan terkait penyakit infeksi emerging, HIV,
IMS, AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria.
3) TARGET/ Target/sasaran yang ingin dicapai yaitu tersedianya jasa untuk pengembangan
SASARAN modul penyelidikan epidemiologi dan investigasi kontak di Aplikasi Sehat
Indonesiaku (ASIK) untuk penyakit infeksi emerging, HIV, IMS, AIDS,
Tuberkulosis, dan Malaria.
4) NAMA Nama organisasi yang menyelenggarakan/melaksanakan pengadaan jasa
ORGANISASI
lainnya:
PENGADAAN
BARANG a. K/L/D/I : Kementerian Kesehatan RI
b. SATKER : Sekretariat Ditjen P2P
c. PPK : Hibah Langsung Unit Kerja Direktorat P2PM
5) SUMBER Sumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan Pengadaan Jasa
DANA DAN Pengembangan Modul Penyelidikan Epidemiologi dan Investigasi Kontak
PERKIRAAN
Aplikasi Berbasis Gawai Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung
BIAYA
klaster 4 dengan Budget Line C19RM Wave 2 poin 2701;
Total perkiraan biaya yang diperlukan : Rp 1.400.000.000
6) RUANG Ruang lingkup Pengadaan Jasa Pengembangan Modul Penyelidikan
LINGKUP, Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem
LOKASI
Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4 pada Pusat Data dan
PEKERJAAN,
Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan RI antara lain:
FASILITAS
1. Pengembangan Modul Notifikasi Penyakit Menular di Aplikasi Berbasis
PENUNJANG
Gawai Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4
1.1. Pengembangan formulir Notifikasi Penyakit Menular dengan fitur
minimal sebagai berikut
1.1.1. Komponen Mobile ASIK
1.1.1.1. Identifikasi Pengguna
1.1.1.2. Identifikasi Data Sasaran
1.1.1.3. Identifikasi Lokasi Laporan
1.1.1.4. Pemberian detail informasi laporan
1.1.1.5. Pemilihan ciri-ciri penyakit yang umum
1.2. Komponen Dashboard ASIK untuk level Pusat, Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan, Puskesmas, Kelurahan, dan Posyandu.
1.2.1.1. Dashboard analisa
1.2.1.2. Dashboard monitoring dan evaluasi
1.2.1.3. Fitur unduh data agregat
1.2.1.4. Fitur unduh data individu
1.2.1.5. Fitur unduh data pelaporan
1.3. Integrasi dengan Sistem Eksisting
1.3.1. Integrasi dengan Data Pengguna ASIK
1.3.2. Integrasi dengan Data Sasaran ASIK
1.3.3. Integrasi dengan data fasilitas kesehatan di Master Sarana
Index (MSI)
2. Pengembangan modul Penyelidikan Epidemiologi di Sistem Pencatatan
Layanan Primer Luar Gedung klaster 4
2.1. Pengembangan formulir penyelidikan epidemiologi dengan fitur
minimal sebagai berikut
2.1.1. Komponen Mobile ASIK
2.1.1.1. Identifikasi Data Sasaran - Mobile
2.1.1.2. Identifikasi Pengguna - Mobile
2.1.1.3. Identifikasi Lokasi Laporan - Mobile
2.1.1.4. Identifikasi indeks kasus - Mobile
2.1.1.5. Pemeriksaan/skrining kesehatan sesuai penyakit
- Mobile
2.1.1.6. Riwayat pengobatan dan perawatan sesuai
penyakit - Mobile
2.1.1.7. Identifikasi gejala dan perjalanan penyakit -
Mobile
2.1.1.8. Identifikasi faktor risiko - Mobile
2.1.1.9. Riwayat pengobatan dan perawatan - Mobile
2.1.1.10. Pemeriksaan lingkungan sekitar sesuai penyakit -
Mobile
2.1.1.11. Pemeriksaan penunjang - Mobile
2.1.1.12. Pengambilan spesimen sesuai penyakit - Mobile
2.1.1.13. Hasil Interpretasi (naratif & grafik) berdasarkan
isian - Mobile
2.1.1.14. Pemberian kesimpulan dan edukasi berdasarkan
isian - Mobile
2.1.1.15. Tatalaksana berdasarkan kesimpulan - Mobile
2.1.2. Komponen Web ASIK
2.1.2.1. Identifikasi Data Sasaran - Web
2.1.2.2. Identifikasi Pengguna - Web
2.1.2.3. Identifikasi Lokasi Laporan - Web
2.1.2.4. Identitas indeks kasus - Web
2.1.2.5. Pemeriksaan/skrining kesehatan sesuai penyakit
- Web
2.1.2.6. Riwayat pengobatan dan perawatan sesuai
penyakit - Web
2.1.2.7. Identifikasi gejala dan perjalanan penyakit - Web
2.1.2.8. Identifikasi faktor risiko - Web
2.1.2.9. Riwayat pengobatan dan perawatan - Web
2.1.2.10. Pemeriksaan lingkungan sekitar sesuai penyakit -
Web
2.1.2.11. Pemeriksaan penunjang - Web
2.1.2.12. Pengambilan spesimen sesuai penyakit - Web
2.1.2.13. Hasil Interpretasi (naratif & grafik) berdasarkan
isian - Web
2.1.2.14. Pemberian Kesimpulan dan, edukasi berdasarkan
isian, dan rekomendasi/tindak lanjut - Web
2.1.2.15. Tatalaksana berdasarkan kesimpulan - Web
2.2. Komponen Website ASIK untuk informasi Edit-Hapus Data dan
Detail Individu
2.2.1. Fitur edit data
2.2.2. Fitur hapus data
2.2.3. Informasi detail individu
2.2.4. Informasi detail kontak
2.2.5. Informasi detail riwayat penyakit
2.2.6. Informasi detail riwayat pemeriksaan
2.3. Komponen Dashboard ASIK untuk level Pusat, Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan, Puskesmas, Kelurahan, dan Posyandu.
2.3.1. Dashboard analisa
2.3.2. Dashboard monitoring dan evaluasi
2.3.3. Fitur unduh data agregat
2.3.4. Fitur unduh data individu
2.3.5. Fitur unduh data pelaporan
2.3.6. Fitur unduh data detail individu
2.3.7. Peta prevalensi penyakit
2.4. Integrasi dengan Sistem Eksisting
2.4.1. Integrasi dengan Data Pengguna ASIK
2.4.2. Integrasi dengan Data Sasaran ASIK
2.4.3. Integrasi dengan data playbook: encounter, diagnosis,
specimen
2.4.4. Integrasi dengan data SSP: ICD-10, SNOMED-CT
2.4.5. Integrasi dengan data fasilitas kesehatan di Master
Sarana Index (MSI)
3. Pengembangan modul Investigasi Kontak di Aplikasi Berbasis Gawai
Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4
3.1. Komponen Mobile ASIK
3.1.1. Identifikasi Data Sasaran - Mobile
3.1.2. Identifikasi Pengguna - Mobile
3.1.3. Identifikasi Riwayat Kontak - Mobile
3.1.4. Identifikasi relationship mapping - Mobile
3.1.5. Identifikasi Riwayat Perjalanan Kontak - Mobile
3.1.6. Informasi status imunisasi - Mobile
3.1.7. Informasi kesehatan Kontak - Mobile
3.1.8. Hasil Interpretasi (naratif & grafik) berdasarkan isian -
Mobile
3.1.9. Pemberian Kesimpulan dan rekomendasi/tindak lanjut -
Mobile
3.1.10. Rekomendasi tatalaksana sesuai dengan diagnosis -
Mobile
3.2. Komponen Web ASIK
3.2.1. Identifikasi Data Sasaran - Web
3.2.2. Identifikasi Pengguna - Web
3.2.3. Identifikasi Riwayat Kontak - Web
3.2.4. Identifikasi relationship mapping - Web
3.2.5. Identifikasi Riwayat Perjalanan Kontak - Web
3.2.6. Informasi status imunisasi - Web
3.2.7. Informasi kesehatan Kontak - Web
3.2.8. Hasil Interpretasi (naratif & grafik) berdasarkan isian -
Web
3.2.9. Pemberian Kesimpulan dan rekomendasi/tindak lanjut -
Web
3.2.10. Rekomendasi tatalaksana sesuai dengan diagnosis -
Web
3.3. Komponen Website ASIK untuk informasi Edit-Hapus Data dan
Detail Individu
3.3.1. Fitur edit data
3.3.2. Fitur hapus data
3.3.3. Informasi detail individu
3.3.4. Informasi detail kontak
3.3.5. Informasi detail riwayat kontak
3.3.6. Informasi detail riwayat perjalanan
3.3.7. Informasi detail riwayat penyakit
3.3.8. Informasi detail riwayat pemeriksaan
3.4. Komponen Dashboard ASIK untuk level Pusat, Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan, Puskesmas, Kelurahan, dan Posyandu.
3.4.1. Dashboard analisa
3.4.2. Dashboard monitoring dan evaluasi
3.4.3. Fitur unduh data agregat
3.4.4. Fitur unduh data individu
3.4.5. Fitur unduh data pelaporan
3.4.6. Fitur unduh data detail individu
3.4.7. Peta prevalensi penyakit
3.4.8. Peta keterkaitan kontak
3.5. Integrasi dengan Sistem Eksisting
3.5.1. Integrasi dengan Data Pengguna ASIK
3.5.2. Integrasi dengan Data Sasaran ASIK
3.5.3. Integrasi dengan data playbook: encounter, diagnosis,
specimen
3.5.4. Integrasi dengan data imunisasi
3.5.5. Integrasi dengan data kehamilan
3.5.6. Integrasi dengan data SSP: ICD-10, SNOMED-CT, KFA
3.5.7. Integrasi dengan data fasilitas kesehatan di Master
Sarana Index (MSI)
3.5.8. Integrasi data dalam gedung dari SSP
3.5.9. Integrasi dengan data SSP dari SITB
3.5.10. Integrasi dengan data SSP dari SIHA
3.5.11. Integrasi dengan data SSP dari SISMAL
4. Integrasi fitur IK/PE ke microservices backend
4.1. People service
4.2. Location service
4.3. Questionnaire service
4.4. Antropometri service
4.5. Healthcare service
4.6. Users service
4.7. Immunization service
5. Pengembangan relasi antar people untuk Investigasi kontak
5.1. Kinship (familial)
5.2. Tinggal serumah
5.3. Kontak lainnya
6. Pembuatan user management service v.2 yang meliputi:
6.1. Integrasi jenis user baru (non-nakes, non-kader) ke user
management service v1 dan v2
6.2. Mapping access-level jenis user baru
6.3. Penambahan identitas kasus baru di ASIK
6.4. Penambahan dan edit variabel kasus baru
7. Pengembangan standarisasi variabel IK/PE
8. Pengembangan standarisasi untuk integrasi dengan sistem di luar
Satusehat:
8.1. Integrasi SSP dengan SITB dengan sistim aplikasi Eksternal
Kemkes
8.2. Integrasi SSP dengan SIHA dengan sistim aplikasi Eksternal
Kemkes
8.3. Integrasi SSP dengan SISMAL dengan sistim aplikasi Eksternal
Kemkes
9. Adanya dokumentasi pengembangan modul Penyelidikan Epidemiologi
dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem Pencatatan
Layanan Primer Luar Gedung klaster 4
9.1. Gantt chart / timeline
9.2. Rencana dan hasil usability testing dari prototype desain
9.3. Laporan progress mingguan dan bulanan
9.4. Version tracker document dari proses awal sampai akhir yang
dilakukan
9.5. Dokumentasi teknis:
9.5.1. Arsitektur sistem
9.5.2. Front-end (mobile)
9.5.3. Front-end API
9.5.4. Back-end
9.5.5. Back-end API
9.6. Uji penjaminan kualitas (quality assurance/QA):
9.7. Daftar test case dan hasil pengujian QA
9.8. Daftar bug dan tindak lanjut perbaikan
9.9. Load test
9.10. Uji keamanan (security testing):
9.11. Vulnerability assessment Daftar test case dan hasil pengujian
QA
9.12. Skenario dan hasil user acceptance test (UAT)
9.13. User manual (panduan penggunaan produk)
10. Pemeliharaan sistem pencatatan sekurang-kurangnya selama 180 hari
kalender setelah serah terima untuk memastikan kelancaran
deployment aplikasi dan sistem informasi secara keseluruhan.
11. Proses Transfer knowledge/handover dari Penyedia kepada user
dilakukan setelah pengembangan selesai dikerjakan dan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan selama 120 hari kalender pengerjaan.
Lokasi pekerjaan Pengadaan Jasa Pengembangan Modul Penyelidikan
Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem
Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4 adalah di Gedung
Prof.Sujudi lt. 9 dan 10, Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 4 - 9, RT.9/RW.4,
Kuningan, Kuningan Tim., Kuningan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus
Ibukota Jakarta 12950.
7) PRODUK Hasil/produk yang dihasilkan dari kegiatan Pengadaan Jasa Pengembangan
YANG Modul Penyelidikan Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis
DIHASILKAN Gawai Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4 antara lain
menyangkut:
1. Adanya modul penyelidikan epidemiologi di ASIK
2. Adanya modul investigasi kontak di ASIK
3. Adanya modul notifikasi penyakit menular di ASIK
4. Adanya relasi baru untuk identifikasi kontak
5. Adanya integrasi data dengan sistem eksisting
6. Adanya pengembangan standarisasi untuk integrasi sistem eksisting SITB,
SIHA, SISMAL dengan Satusehat
8) WAKTU Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan Pengadaan Jasa
PELAKSANA Pengembangan Modul Penyelidikan Epidemiologi dan Investigasi Kontak
AN YANG Aplikasi Berbasis Gawai Sistem Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung
DIPERLUKAN klaster 4 yaitu 120 hari kalender.
9) KUALIFIKASI Kualifikasi penyedia Pengadaan Jasa Pengembangan Modul Penyelidikan
YANG Epidemiologi dan Investigasi Kontak Aplikasi Berbasis Gawai Sistem
DIPERLUKAN Pencatatan Layanan Primer Luar Gedung klaster 4 pada Pusat Data dan
Teknologi Informasi Kementerian Kesehatan RI yang dibutuhkan adalah
sebagai berikut :
a) Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan
kegiatan/usaha
b) Menandatangani Pakta Integritas
c) Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Mempunyai status valid
keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak.
d) Memiliki pengalaman dalam pengembangan aplikasi berbasis gawai dan
website di lingkungan swasta atau pemerintah minimal 3 tahun
e) Perusahaan pernah mengembangkan aplikasi yang terintegrasi kepada
SIKN / SATUSEHAT dibuktikan dengan melampirkan bukti terdaftar di
SATUSEHAT Platform.
f) Perusahaan pernah mengembangkan aplikasi untuk pemanfaatan di
Puskesmas / Posyandu
10) Metode kerja yang harus dilakukan oleh Penyedia Jasa Lainnya dalam
PENDEKATAN melaksanakan pekerjaan, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh
PPK.
DAN
METODOLOGI
11) LAPORAN Laporan yang harus disampaikan oleh penyedia jasa terdiri dari laporan
KEMAJUAN pelaksanaan pekerjaan kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi
PEKERJAAN Kementerian Kesehatan RI
HARGA PERKIRAAN SENDIRI
PENGADAAN JASA PENGEMBANGAN MODUL PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI DAN
INVESTIGASI KONTAK APLIKASI BERBASIS GAWAI SISTEM PENCATATAN LAYANAN
PRIMER LUAR GEDUNG UNTUK KLASTER 4
PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI KEMENTERIAN KESEHATAN RI
TAHUN ANGGARAN 2024
Ju
No. Modul Rician Nilai mla Satuan Subtotal Modul Total
h
Pengembangan
Modul Notifikasi
Penyakit Menular
di Aplikasi
Berbasis Digital
Sistem
Pencatatan
Layanan Primer
Luar Gedung
1.00 klaster 4
Pengembangan
formulir
Notifikasi
1.10 Penyakit Menular
Komponen
1.1.1 Mobile ASIK
Identifikasi Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
1.1.1.1 Pengguna an
Identifikasi
Pekerja
Data Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
1.1.1.2 Sasaran
Identifikasi
Pekerja
Lokasi Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
1.1.1.3 Laporan
Pemberian
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
informasi an
1.1.1.4 laporan
Pemilihan
ciri-ciri Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
penyakit an
1.1.1.5 yang umum
Komponen
Dashboard di
Website ASIK
untuk level Pusat,
Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan,
Puskesmas,
Kelurahan, dan
1.20 Posyandu.
Dashboard Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
1.2.1.1 analisa an
Dashboard
Pekerja
monitoring Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
1.2.1.2 dan evaluasi
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
1.2.1.3 data agregat an
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
1.2.1.4 data individu an
Fitur unduh
Pekerja
data Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
1.2.1.5 pelaporan
Integrasi dengan
1.30 Sistem Eksisting
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
Pengguna
ASIK
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
Sasaran
ASIK
Integrasi API
Pekerja
Internal
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
dengan data
fasilitas
kesehatan di
Master
Sarana Index
(MSI)
Pengembangan
modul
Penyelidikan
Epidemiologi di
Sistem
Pencatatan
Layanan Primer
Luar Gedung
2.00 klaster 4
Pengembangan
formulir
penyelidikan
epidemiologi
dengan fitur
minimal sebagai
2.10 berikut
Komponen
2.1.1 Mobile ASIK
Identifikasi
Data Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
Sasaran - an
2.1.1.1 Mobile
Identifikasi
Pengguna-
Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Mobile Rp. 1
an
2.1.1.2
Identifikasi
Lokasi Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
Laporan - an
2.1.1.3 Mobile
Identifikasi
indeks Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
kasus - an
2.1.1.4 Mobile
Pemeriksaan
Pekerja
/skrining
Rp. 14 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
kesehatan
2.1.1.5
sesuai
penyakit -
Mobile
Identifikasi
gejala dan
Pekerja
perjalanan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
penyakit -
2.1.1.6 Mobile
Identifikasi
Pekerja
faktor risiko Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
2.1.1.7 - Mobile
Riwayat
pengobatan
Pekerja
dan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
perawatan -
2.1.1.8 Mobile
Pemeriksaan
lingkungan
sekitar Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
sesuai an
penyakit -
2.1.1.9 Mobile
Pemeriksaan
Pekerja
penunjang - Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
2.1.1.10 Mobile
Pengambilan
spesimen
Pekerja
sesuai Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
penyakit -
2.1.1.11 Mobile
Hasil
Interpretasi
(naratif &
Pekerja
grafik) Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
berdasarkan
isian -
2.1.1.12 Mobile
Pemberian
kesimpulan
dan edukasi Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
berdasarkan an
isian -
2.1.1.13 Mobile
Tatalaksana
berdasarkan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
kesimpulan - an
2.1.1.14 Mobile
Komponen Web
2.1.2 ASIK
Identifikasi
Data
Sasaran Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
Penyelidikan an
Epidemiologi
2.1.2.1 - Web
Identifikasi
Pengguna
Pekerja
Penyelidikan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
Epidemiologi
2.1.2.2 - Web
Identifikasi
Lokasi
Laporan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
Penyelidikan an
Epidemiologi
2.1.2.3 - Web
Identitas
indeks
kasus Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
Penyelidikan an
Epidemiologi
2.1.2.4 - Web
Pemeriksaan
/skrining
kesehatan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
sesuai an
penyakit -
2.1.2.5 Web
Riwayat
pengobatan
dan
Pekerja
perawatan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
sesuai
penyakit -
2.1.2.6 Web
Identifikasi
gejala dan
Pekerja
perjalanan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
penyakit -
2.1.2.7 Web
Identifikasi
Pekerja
faktor risiko Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
2.1.2.8 - Web
Riwayat
pengobatan
Pekerja
dan Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
perawatan -
2.1.2.9 Web
Pemeriksaan
lingkungan
sekitar Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
sesuai an
penyakit -
2.1.2.10 Web
Pemeriksaan
Pekerja
penunjang - Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
2.1.2.11 Web
Pengambilan
spesimen
Pekerja
sesuai Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
an
penyakit -
2.1.2.12 Web
Hasil
Interpretasi
(naratif & Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
grafik) an
berdasarkan
2.1.2.13 isian - Web
Pemberian
Kesimpulan
dan, edukasi
berdasarkan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1
Rp. 1
isian, dan an
rekomendasi
/tindak lanjut
2.1.2.14 - Web
Pekerja
Tatalaksana Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.1.2.15 an
berdasarkan
kesimpulan -
Web
Komponen
Website ASIK
untuk informasi
Edit-Hapus Data
dan Detail
2.20 Individu
Fitur edit Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.2.1 data an
Fitur hapus Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.2.2 data an
Informasi
Pekerja
detail Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
2.2.3 individu
Informasi Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.2.4 detail kontak an
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
riwayat an
2.2.5 penyakit
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
riwayat an
2.2.6 pemeriksaan
Komponen
Dashboard ASIK
untuk level Pusat,
Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan,
Puskesmas,
Kelurahan, dan
2.30 Posyandu.
Dashboard Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.3.1 analisa an
Dashboard
Pekerja
monitoring Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
2.3.2 dan evaluasi
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.3.3 data agregat an
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
2.3.4 data individu an
Fitur unduh
Pekerja
data Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
2.3.5 pelaporan
Fitur unduh
Pekerja
data detail Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
2.3.6 individu
Peta
Pekerja
prevalensi Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
2.3.7 penyakit
Integrasi dengan
2.40 Sistem Eksisting
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
Pengguna
2.4.1 ASIK
Integrasi
API Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
Sasaran
2.4.2 ASIK
Integrasi
API Internal
dengan data
Pekerja
playbook: Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
encounter,
diagnosis,
2.4.3 specimen
Integrasi
API Internal
Pekerja
dengan data Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
SSP: ICD-10,
2.4.4 SNOMED-CT
Integrasi
API Internal
Pekerja
dengan data
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
fasilitas
kesehatan di
2.4.5
Master
Sarana Index
(MSI)
Pengembangan
modul Investigasi
Kontak di
Aplikasi Berbasis
Gawai Sistem
Pencatatan
Layanan Primer
Luar Gedung
3.00 klaster 4
Komponen
3.10 Mobile ASIK
Identifikasi
Data Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Sasaran - an
3.1.1 Mobile
Identifikasi
Pekerja
Pengguna - Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.1.2 Mobile
Identifikasi
Riwayat Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Kontak - an
3.1.3 Mobile
Identifikasi
relationship Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
mapping - an
3.1.4 Mobile
Identifikasi
Riwayat
Pekerja
Perjalanan Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
Kontak -
3.1.5 Mobile
Informasi
status Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
imunisasi - an
3.1.6 Mobile
Informasi
kesehatan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Kontak - an
3.1.7 Mobile
Hasil
Interpretasi
(naratif &
Pekerja
grafik) Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
berdasarkan
isian -
3.1.8 Mobile
Pemberian
Kesimpulan
dan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
rekomendasi an
/tindak lanjut
3.1.9 - Mobile
Rekomendas
i tatalaksana
sesuai Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
dengan an
diagnosis –
3.1.10 Mobile
Komponen Web
3.20 ASIK
Identifikasi
Data Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Sasaran - an
3.2.1 Web
Identifikasi
Pekerja
Pengguna - Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.2.2 Web
Identifikasi
Riwayat Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Kontak - an
3.2.3 Web
Identifikasi
relationship Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
mapping - an
3.2.4 Web
Identifikasi
Riwayat
Pekerja
Perjalanan Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
Kontak -
3.2.5 Web
Informasi
status Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
imunisasi - an
3.2.6 Web
Informasi
kesehatan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
Kontak - an
3.2.7 Web
Hasil
Interpretasi
(naratif & Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
grafik) an
berdasarkan
3.2.8 isian - Web
Pemberian
Kesimpulan
dan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
rekomendasi an
/tindak lanjut
3.2.9 - Web
Rekomendas
i tatalaksana
sesuai Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
dengan an
diagnosis -
3.2.10 Web
Komponen
Website ASIK
untuk informasi
Edit-Hapus Data
dan Detail
3.30 Individu
Fitur edit Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.3.1 data an
Fitur hapus Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.3.2 data an
Informasi
Pekerja
detail Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.3.3 individu
Informasi Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.3.4 detail kontak an
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
riwayat an
3.3.5 kontak
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
riwayat an
3.3.6 perjalanan
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
riwayat an
3.3.7 penyakit
Informasi
detail Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
riwayat an
3.3.8 pemeriksaan
Komponen
Dashboard ASIK
untuk level Pusat,
Provinsi, Kab/Ko,
Kecamatan,
Puskesmas,
Kelurahan, dan
3.40 Posyandu.
Dashboard Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.4.1 analisa an
Dashboard
Pekerja
monitoring Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.4.2 dan evaluasi
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.4.3 data agregat an
Fitur unduh Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
3.4.4 data individu an
Fitur unduh
Pekerja
data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.4.5 pelaporan
Fitur unduh
Pekerja
data detail Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.4.6 individu
Peta
Pekerja
prevalensi Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.4.7 penyakit
Peta
Pekerja
keterkaitan Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
3.4.8 kontak
Integrasi dengan
3.50 Sistem Eksisting
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
Pengguna
3.5.1 ASIK
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan Data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
Sasaran
3.5.2 ASIK
Integrasi API
Internal
dengan data
Pekerja
playbook: Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
encounter,
diagnosis,
3.5.3 specimen
Integrasi API
Internal Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
dengan data an
3.5.4 imunisasi
Integrasi API
Internal Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
dengan data an
3.5.5 kehamilan
Integrasi API
Internal
dengan data Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
SSP: ICD-10, an
SNOMED-
3.5.6 CT, KFA
Integrasi API Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 2
Internal an Rp. 1
3.5.7
dengan data
fasilitas
kesehatan di
Master
Sarana Index
(MSI)
Integrasi API
Internal data
Pekerja
dalam Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
gedung dari
3.5.8 SSP
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
SSP dari
3.5.9 SITB
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
SSP dari
3.5.10 SIHA
Integrasi API
Internal
Pekerja
dengan data Rp. 1 1 Rp. 1 2
Rp. 1
an
SSP dari
3.5.11 SISMAL
Integrasi fitur
IK/PE ke
microservices
4.00 backend
People Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.10 service an
Location Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.20 service an
Questionnair Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.30 e service an
Antropometr Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.40 i service an
Healthcare Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.50 service an
Users Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.60 service an
Immunizatio Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
4.70 n service an
Pengembangan
relasi antar
people untuk
Investigasi
5.00 kontak
Kinship Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
5.10 (familial) an
Tinggal Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
5.20 serumah an
Kontak Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
5.30 lainnya an
Pembuatan user
management
service v.2 yang
6.00 meliputi:
Integrasi
jenis user
baru (non-
nakes, non-
Pekerja
kader) ke Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
user
management
service v1
6.10 dan v2
Mapping
access-level Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
jenis user an
6.20 baru
Penambahan
identitas Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
kasus baru an
6.30 di ASIK
Penambahan
dan edit Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
variabel an
6.40 kasus baru
Pengembang
an
Pekerja
Pengembangan standarisasi Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
standarisasi variabel
7.00 variabel IK/PE IK/PE
Adanya
dokumentasi
pengembangan
modul
Penyelidikan
Epidemiologi dan
Investigasi
Kontak Aplikasi
Berbasis Gawai
Sistem
Pencatatan
Layanan Primer
Luar Gedung
8.00 klaster 4
Gantt chart / Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.10 timeline an
Rencana dan
hasil
usability Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
testing dari an
prototype
8.20 desain
Laporan
progress Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
mingguan an
8.30 dan bulanan
Version
tracker
document
Pekerja
dari proses Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
awal sampai
akhir yang
8.40 dilakukan
Dokumentasi
8.50 teknis
Arsitektur Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.5.1 sistem an
Front-end Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.5.2 (mobile) an
Front-end Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.5.3 API an
Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.5.4 Back-end an
Back-end Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.5.5 API an
Uji
penjaminan
kualitas Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
Uji penjaminan (quality an
kualitas (quality assurance/Q
8.60 assurance/QA) A)
Daftar test
case dan
Pekerja
Daftar test case hasil Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
dan hasil pengujian
8.70 pengujian QA QA
Daftar bug
Daftar bug dan dan tindak Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
tindak lanjut lanjut an
8.80 perbaikan perbaikan
Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
8.90 Load test Load test an
Uji
keamanan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
Uji keamanan (security an
8.10 (security testing): testing):
Vulnerability
assessment
Vulnerability Daftar test
Pekerja
assessment case dan Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
Daftar test case hasil
dan hasil pengujian
8.11 pengujian QA QA
Skenario dan Skenario dan
hasil user hasil user Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
acceptance test acceptance an
8.12 (UAT) test (UAT)
User manual User manual
(panduan (panduan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
penggunaan penggunaan an
8.13 produk) produk)
Sosialisasi
dan
pelatihan
serta alih
pengetahuan
proses
bisnis dan
Sosialisasi dan teknologi
pelatihan serta bagi tim
Pekerja
alih pengetahuan internal Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
proses bisnis dan Pusdatin-
teknologi bagi DTO
tim internal bersama
Pusdatin-DTO dengan tim
bersama dengan pengelola
tim pengelola sistem
sistem informasi informasi di
di Direktorat Direktorat
9.00 terkait terkait
Warranty 6 months
Pemeliharaan
sistem
pencatatan
sekurang-
kurangnya
selama 6 (enam)
bulan setelah
Pekerja
peluncuran untuk Rp. 1 1 Rp. 1 3 Rp. 1
an
memastikan
kelancaran
deployment
aplikasi dan
sistem informasi
secara
10.00 keseluruhan.
Pengembangan API
Pengembangan Pengembang
API untuk an
Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
pertukaran data standarisasi
an
pencatatan IK/PE untuk
11.00
dengan aplikasi integrasi
komunitas dengan
(Community sistem di
Based System) luar
Satusehat:
Integrasi
SSP dengan
SITB melalui
API dengan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
sistim an
aplikasi
Eksternal
11.10 Kemkes
Integrasi
SSP dengan
SIHA dengan
Pekerja
sistim Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
an
aplikasi
Eksternal
11.20 Kemkes
Integrasi
SSP dengan
SISMAL
dengan Pekerja
Rp. 1 1 Rp. 1 1 Rp. 1
sistim an
aplikasi
Eksternal
11.30 Kemkes
Subtotal Rp. 1
PPN 11% Rp. 1
Total : Rp. 1
Mengetahui, Jakarta, ……… 2024
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Pejabat Pembuat Komitmen
Tiomaida Seviana H.H.,S.H., M.A.P. xx