| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015725617061000 | Rp 3,182,936,100 | 89.58 | 91.66 | - | |
| 0018872267331000 | Rp 3,436,143,750 | 92 | 92.13 | - | |
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) | 00*0**4****93**0 | Rp 3,456,999,873 | 93.76 | 93.42 | - |
| 0013282173013000 | - | - | - | Tidak memiliki pengalaman mengerjakan pekerjaan sejenis (MK Pembangunan Gedung Rumah Sakit) dalam waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir | |
| 0016384356061000 | - | - | - | - | |
| 0911737872643000 | - | 67.47 | - | nilai proposal 17,6 dibawah ambang batas 30 | |
| 0018021204017000 | - | 84.77 | - | nilai proposal 27 tidak lulus ambang batas 30 | |
| 0011185816428000 | - | 77.21 | - | nilai proposal 20,2 tidak lulus ambang batas 30 | |
| 0016685638008000 | - | 71.91 | - | nilai tenaga ahli 27 tidak lulus ambang batas 40 | |
| 0013639422062000 | - | - | - | Tidak hadir dalam pembuktian kualifikasi | |
| 0011395571517000 | - | - | - | - | |
| 0012162715441000 | - | - | - | - | |
| 0012271136805000 | - | - | - | - | |
| 0802459040322000 | - | - | - | - | |
| 0316970706322000 | - | - | - | - | |
| 0021430152016000 | - | - | - | - | |
| 0943084384323000 | - | - | - | - | |
| 0032605628061000 | - | - | - | - | |
| 0706303674061000 | - | - | - | - | |
| 0015673247015000 | - | - | - | - | |
| 0015586076013000 | - | - | - | - | |
| 0750676256445000 | - | - | - | - | |
| 0010694743093000 | - | - | - | - | |
| 0033103508311000 | - | - | - | - | |
| 0831137294911000 | - | - | - | - | |
| 0019323955517000 | - | - | - | - | |
| 0022987598517000 | - | - | - | - | |
Filkard Indonesia | 08*9**5****17**0 | - | - | - | - |
| 0019060086805000 | - | - | - | - | |
| 0018023903019000 | - | - | - | - | |
| 0015883549821000 | - | - | - | - | |
| 0011395159517000 | - | - | - | - | |
| 0013095203062000 | - | - | - | - | |
| 0019915909323000 | - | - | - | - |
RINGKASAN SINGKAT PENGADAAN
Perubahan UUD 1945 Pasal 28 Bagian H ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang
berhak memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian Pasal 34 ayat (3), bahwa negara
bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak. Undang Undang Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan
pada Pasal 19 menyebutkan bahwa Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan
segala bentuk upaya kesehatan yang bermutu, aman, efisien dan terjangkau.
Peningkatan usia harapan hidup bukan tidak menimbulkan dampak terhadap pola
pelayanan kesehatan. Meningkatnya populasi usia lansia serta pergeseran life style
masyarakat Indonesia secara umum berdampak pada pola kebutuhan pelayanan serta
epidemiologi penyakit tertentu yang menyerap sumber pembiayaan tinggi, di antaranya
jantung, kanker, dan stroke. Hal ini salah satunya tergambar bahwa kurun waktu 10
tahun, proporsi kematian penyakit infeksi menurun secara signifikan, namun proporsi
kematian karena penyakit degeneratif (jantung dan pembuluh darah, neoplasma,
endokrin) justru semakin meningkat.
Berdasarkan usulan dari Tim Pakar dan Tim Sinkronisasi Presiden Terpilih, antara
lain program yang diusung adalah Upaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan
melalui pembangunan sarana prasarana Pembangunan Rumah Sakit Lengkap
Berkualitas di Kabupaten/Kota.Terdapat 66 Rumah Sakit kelas D dan D Pratama yang
perlu peningkatan Kompetensi RS untuk mendukung Program KJSU. 66 RS tersebut
terletak di 24 provinsi termasuk dalam daerah remote area.
Atas latar belakang tersebut diatas, Kementerian Kesehatan merencanakan
pembangunan RS dengan program peningkatan kelas Rumah Sakit di daerah tersebut
dari kelas D/ D Pratama menjadi kelas C yang disebut Program Hasil Terbaik Cepat/
PHTC (Quick Wins) yang bertujuan untuk penguatan layanan KJSU yang dapat
memberikan layanan Kesehatan RS Kelas C startifikasi madya di remote area.
Penguatan KJSU yang dimaksud adalah upaya pengembangan fasilitas sarana,
prasarana dan alat kesehatan yaitu ruang operasi, penambahan ruang rawat jalan, rawat
inap (penambahan jumlah tempat tidur sesuai standar RS Kelas C), ruang perawatan
intensif, ruang cathlab, ruang radiologi (CT-Scan, Mamografi), dan ruang-ruang
penunjang lain apabila diperlukan peningkatan. Batasan luasan yang akan dibangun
untuk peningkatan kelas ini adalah +7.000 m2 untuk penambahan fungsi-fungsi ruang di
atas.
Salah satu Lokasi fokus kegiatan peningkatan kelas RS adalah RSUD Tulang
Bawang Barat, Kab. Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Rumah Sakit yang akan
ditingkatan kelasnya di RSUD Tulang Bawang Barat Kab. Tulang Bawang Barat, Provinsi
Lampung ini adalah Rumah Sakit Umum Daerah dengan Klasifikasi Kelas D yang akan
ditingkatkan menjadi Kelas C dengan persyaratannya sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan serta Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan,
Prasarana dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit.
Pembangunan fisik peningkatan kelas RSUD Tulang Bawang Barat Kab. Tulang
Bawang Barat, Provinsi Lampung direncanakan dilakukan dengan skema kontrak
rancang bangun tahun jamak yaitu tahun anggaran 2025 dan 2026. Untuk mendukung
pelaksanaan pembangunan dan juga proses-proses dalam pengadaan jasa konstruksi
maka diperlukan pengawasan dan pengendalian di lapangan agar penyelenggaraan
konstruksi fisik tepat mutu, waktu dan biaya serta tertib administrasi sesuai peraturan
yang berlaku/terkait. Dengan adanya kebutuhan tersebut, maka kegiatan Pembangunan
Rumah Sakit ini memerlukan peran konsultan Manajemen Konstruksi untuk
mengendalikan pelaksanaan Pembangunan di lapangan agar berjalan dengan baik
sesuai yang direncanakan.
Pejabat Pembuat Komitmen
Gilang Rizki Miranti, S.T