Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Bungus

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 47350047
Date: 20 June 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 2,227,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 2,226,761,000
Winner (Pemenang): CV Nurul Bersaudara
NPWP: 535731095201000
RUP Code: 45518468
Work Location: KKP Padang - Padang (Kota)
Participants: 128
Applicants
Reason
0535731095201000Rp 2,062,606,900-
0317220903216000Rp 2,105,175,460-
CV Arek Basamo
06*5**1****03**0Rp 2,128,627,831-
CV Perintis Utama Mandiri
00*1**9****01**0Rp 1,781,408,800Gugur, Pengalaman Pekerjaan Personal Managerial tidak memenuhi syarat minimal, Sesuai dengan Hasil Klarifikasi terhadap Surat Referensi Pekerjaan yang disampaikan.
0033283425412000--
0024682981203000--
0910215961102000--
0021467378219000Rp 1,869,612,207Tidak Lulus Evaluasi Teknis, peserta tidak melampirkan referensi kerja untuk tenaga personil pelaksana lapangan
0023223738201000--
0756726683101000--
CV Abdi Jaya
00*2**5****22**0--
0311911754124000Rp 1,997,683,338Tidak Lulus Evaluasi Teknis, peserta tidak melampirkan referensi kerja untuk tenaga personil pelaksana lapangan
0748765617203000Rp 1,781,408,800Gugur, Pengalaman Pekerjaan Personal Managerial tidak memenuhi syarat minimal, Sesuai dengan Hasil Klarifikasi terhadap Surat Referensi Pekerjaan yang disampaikan.
0623160769205000Rp 1,781,408,800Gugur, Pengalaman Pekerjaan Personal Managerial tidak memenuhi syarat minimal, Sesuai dengan Hasil Klarifikasi terhadap Surat Referensi Pekerjaan yang disampaikan.
0738985308127000--
0017367160202000--
CV Mulia Agung Bestari
00*6**6****04**0--
0940274616201000Rp 2,183,870,893-
0025815929101000Rp 1,857,185,653Tidak Lulus Evaluasi Teknis, peserta tidak melampirkan referensi kerja untuk tenaga personil pelaksana lapangan
0017568395201000Rp 2,199,000,000-
0015501596201000Rp 2,026,440,889Tidak Lulus Evaluasi Teknis, peserta tidak melampirkan referensi kerja untuk tenaga personil pelaksana lapangan
PT Hardian Karya Konstruksi
09*3**6****09**0--
0021824479003000--
0700767767009000--
0430024257205000--
0951715648201000--
0947685533101000--
0019854348201000--
0625979950416000--
CV Dewata Putra Consultant
07*3**7****11**0--
0903518256201000--
PT Rahmad Samawi Utama
09*3**8****34**0--
0615177631201000--
0962607818128000--
0931347314203000--
Alaska Karya Mandiri
06*7**4****43**0--
Chanel
00*8**4****21**0--
0943681270204000--
0313489775124000--
0023608318201000--
0024506115201000--
PT Elkoeta Group Sinergi
06*6**6****08**0--
0032618928215000--
0719241234412000--
0032351421301000--
0022786289128000--
0012668406202000--
0923793459205000--
0932401730013000--
0015808652201000--
0316570126203000--
0023817455202000--
0901936823201000--
0905215570009000--
0032483281101000--
0031904857211000--
0716030424203000--
0960181469311000--
Mulia Intan Mandiri
08*3**5****02**0--
0837342682101000--
0867099046205000--
0605428929205000--
0030386817201000--
0841483134201000--
0015807514201000--
0860874312223000--
CV Lalang Perdana
0756702676212000--
0015806763201000--
0719470601202000--
0821371176201000--
0019853191201000--
0032803686101000--
0025513227201000--
0530543263003000--
Wikrama Mitra Sejahtera
06*1**7****13**0--
0827387473202000--
0900844739201000--
CV Muara Gunung
09*6**3****01**0--
0023522741311000--
0911108843203000--
0016163123202000--
0018094565203000--
CV Daniza Karya
0312704364201000--
PT Arma Jaya Konstruksi
00*4**9****28**0--
CV Nuansa Cipta Mandiri
09*9**9****01**0--
0931691547201000--
0908425192201000--
0394843510811000--
0025004987111000--
0026686584201000--
0316793587222000--
0719297699204000--
0018516435117000--
0840437172221000--
0029295458407000--
0026260281122000--
0019171461203000--
0024955171201000--
0012565362201000--
0928754233211000--
Vertikama Kontinu Jaya
06*9**4****05**0--
CV San Vahoda
05*4**9****28**0--
0812307304201000--
0710279878127000--
PT Sumber Magna Andalan
04*0**5****05**0--
PT Mahakarya Teknik Konstruksi
05*8**9****21**0--
0016286619008000--
0015807589203000--
0808378756407000--
CV Solusi Inti Pembangunan
08*2**3****06**0--
Hasea Benedict
06*9**5****47**0--
CV Pro Builder Construction
09*0**4****05**0--
0016698888009000--
0914396858201000--
CV Duta Construction
06*3**0****01**0--
PT Sangkamadeha Natodos Moragabe
01*8**7****17**0--
0014016836008000--
0015400260102000--
PT Mentari Mitra Megah
09*2**0****32**0--
0749601340202000--
0961246840009000--
0030309736203000--
0017367053202000--
0020273496102000--
0030606875112000--
0032031817101000--
0967217878435000--
0019433028311000--
Attachment
SPESIFIKASI TEKNIS                                
                                                                                
      PAKET PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH KERJA BUNGUS            
                                                                                
      1. Latar Belakang                                                         
        a. Setiap penyelenggaraan bangunan gedung negara hendaknya direncanakan dan
           dibangun dengan sebaik- baiknya, memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari
                                                                                
           segi mutu, biaya, dan administrasi, sehingga bangunan mampu memenuhi fungsinya
           secara optimal dan andal.                                            
                                                                                
        b. Sesuai dengan peraturan Menteri PU-PR no. 22 tahun 2018 tentang Pembangunan
           Bangunan Gedung Negara, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam
                                                                                
           pembangunan bangunan gedung negara adalah pemenuhan persyaratan keselamatan,
           kesehatan, kenyamanan, kemudahan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serasi
           dan selaras dengan lingkungannya                                     
                                                                                
        c. Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang (BKK Kelas I Padang) adalah Unit
           Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah
           dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
           Penyakit.Tugas BKK Kelas I Padang adalah mencegah masuk dan keluarnya
           penyakit potensial wabah melalui Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Muara
           Padang, Pelabuhan Bungus Pelabuhan Sikakap, Pelabuhan Tua Pejat dan  
                                                                                
           Bandara Internasional Minangkabau.                                   
                                                                                
      2. Maksud dan Tujuan                                                      
        a. Maksud                                                               
           Menyediakan gedung kantor pelayanan yang aman, nyaman, bersih, sehat,
           mudah diakses bagi seluruh pengguna layanan BKK Kelas I Padang       
        b. Tujuan                                                               
            Meningkatkan sarana dan prasarana untuk pengguna layanan BKK Kelas I
             Padang .                                                           
            Mengoptimalkan pemanfaatan aset yang sudah dimiliki oleh BKK Kelas I
             Padang                                                             
            Meningkatkan cakupan luas wilayah layanan BKK Kelas I Padang       
                                                                                
      3. Sasaran/ Target                                                        
        Penyelesaian kegiatan Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Bungus sesuai waktu,
        mutu, dan biaya yang telah ditentukan / sesuai hasil perencanaan yang tertuang di dalam
        Detail Engineering Design (DED).                                        
                                                                                
      4. Lokasi                                                                 
        Jl. Raya Padang Painan KM 17 Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus Teluk Kabung
        Kota Padang Propinsi Sumatera Barat                                     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 1 of 90    
      5. Sumber Pendanaan                                                       
        Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan DIPA Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I
        Padang Tahun 2024 dengan biaya sebesar Rp.2.227.000.000,00 (Dua Milyar Dua ratus Dua
        Puluh Tujuh Juta Rupiah)                                                
                                                                                
      6. Nama dan Organisasi PPK                                                
           a. Nama PPK : Syanti Rusman,S.Si,Apt,M.Kes                           
           b. Satuan Kerja : Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang       
                                                                                
      7. Data Dasar                                                             
                                                                                
           a. Detail Engineering Design (DED) dari Konsultan Perencana          
           b. Spesifikasi Teknis yang telah ditetapkan sebagai dasar acuan pada saat
             pelaksanaan proses pembangunan pekerjaan fisik.                    
                                                                                
      8. Standar Teknis                                                         
                                                                                
        a. SNI 1727:2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan Gedung dan
           struktur lain.                                                       
        b. SNI 03-1729:2002 tentang tata cara perencanaan struktur bajauntuk Gedung.
        c. SNI 2847:2013 tentang persyaratan beton structural untukbangunan Gedung.
        d. SNi 03-1736-2000 tentang tata cara perencanaan system proteksi pasif untuk
           pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan Gedung.          
        e. SNI 03-7015-2004 tentang system proteksi petir pada bangunan Gedung. 
                                                                                
        f. SNI 03-6861-2002 tentang spesifikasi bahan bangunan                  
        g. SNI 6880-2016 tentang spesifikasi beton structural                   
        h. SNI 1726:2012 tentang tata cara perencanaan ketahanangempa untuk struktur
           bangunan Gedung dan non Gedung.                                      
        i. Peraturan Umum Bahan Bangunan Indonesia Tahun 1982.                  
        j. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011                   
        k. Standar Penerangan Buatan dalam Gedung Tahun 1978 Departemen Pekerjaan
           Umum.                                                                
        l. Petunjuk Pelaksanaan Struktur Bangunan untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran
                                                                                
           pada Bangunan Rumah dan Gedung tahun 1987                            
        m. Pedoman Plumbing Indonesia tahun 1981                                
                                                                                
      9. Referensi Hukum                                                        
                                                                                
        a. Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi               
        b. Undang-Undang RI No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung           
        c. Peraturan Pemerintah RI No. 36 Tahun 2005 tentangPeraturanPelaksanaan Undang-
           Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;                  
        d. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentangPengadaan Barang/Jasa  
           Pemerintah;                                                          
        e. Peraturan Presiden Nomor 73 Tahun 2011 tentangPembangunan Gedung Negara;
        f. Peraturan Menteri PUPR Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Bangunan Gedung Negara;
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 2 of 90    
        g. Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan
           Bangunan Gedung;                                                     
        h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006                 
        i. tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung;                  
        j. Peraturan Menteri PU Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem
           Proteksi Kebakaran padaBangunan Gedung dan Lingkungan;               
        k. Peraturan Menteri PU Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Manajemen
           Proteksi Kebakaran di Perkotaan;                                     
        l. Permen PU No. 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen K3 Konstruksi
           Bidang Pekerjaan Umum;                                               
                                                                                
        m. Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2020 Tentang Standard dan Pedoman
           Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;                          
        n. Peraturan-peraturan Menteri lainnya terkait dengan bidang bangunan gedung;
        o. Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.02/IN/M/2020 tentang
           Protokol Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19)
           dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;                               
        p. Surat Edaran Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/II/753/2020
           tentang Revisi ke-3 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus
           (COVID-19);                                                          
        q. Peraturan lain terkait tata ruang dan bangunan gedung didaerah setempat.
                                                                                
                                                                                
      10. Lingkup Kegiatan                                                      
        a. Nama Paket Pekerjaan : Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Bungus
                                                                                
        b. Lingkup Pekerjaan:                                                   
           1. Pekerjaan Pendahuluan                                             
           2. Pekerjaan SMK3                                                    
           3. Pekerjaan Struktur                                                
           4. Pekerjaan Arsitektur                                              
           5. Pekerjaan Elektrikal                                              
           6. Pekerjaan Mekanikal                                               
      11. Uraian Pekerjaan : Terlampir pada Spesifikasi Teknis Pekerjaan Konstruksi
                                                                                
                                                                                
      12. Peralatan Utama :                                                     
                                                                                
            No.     Jenis Peralatan Kondisi Kapasitas Minimal Jumlah            
                                                                                
                                                    3                           
            1  Pick Up               Baik       1.5 M         1 Unit            
            2  Molen                 Baik     0,3 – 07 M3     1 Unit            
                                                                                
            3  Pemotong Besi         Baik       13mm          1 Unit            
                                                            2 Unit (1 Unit      
            4. Steger                Baik       150 kg      terdiri dari 20     
                                                              sheet)            
            5. Genset                Baik      3000 watt      1 Unit            
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 3 of 90    
      13. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan                                    
        Jangka waktu penyelesaian kegiatan ini 120 (seratus dua puluh) hari kalender ditambah
        masa pemeliharaan pekerjaan fisik selama 180 (seratus delapan puluh) hari kalender
        sejak serah terima 1 (PHO) pekerjaan fisik / konstruksi.                
                                                                                
      14. Personil Manajerial                                                   
                                                                                
                                                                                
                     Jabatan dalam                                              
                                    Pengalaman     Sertifikat                   
          No.      pekerjaan yang akan                          Jumlah          
                                       kerja    kompetensi kerja                
                      dilaksanakan.                                             
             1    Pelaksana           Minimal 2  SKT Pelaksana  1 org           
                                       tahun       Pekerjaan                    
                                                Bangunan Gedung                 
                                                 minimal Level 4                
                                                                                
             2    Petugas  Konstruksi Minimal 0 Sertifikat Petugas K3 1 org     
                  Keselamatan          tahun   Konstruksi                       
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 4 of 90    
      15. Jadwal Tahapan Pelaksanaan kegiatan                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
      16. Penetapan Risiko Pekerjaan Konstruksi                                 
                                                                                
                                     Penilaian Resiko                Penetapan  
 Jenis/Tipe                                                  Skala              
            Identifikasi Bahaya                    Penilaian        Pengendalian
 Pekerjaan                   Kemung kinan Keparahan         Prioritas           
                                                    Resiko           Risiko K3  
           1. Jatuh dari ketinggian                        Timbulnya            
 Pekerjaan                                                                      
           2. Tangan terjepit                               fatality            
  struktur                                                           Menyusun   
           3. Tertimpa material   2          2        4    meninggal            
gedung beton                                                        instruksi kerja
           4. Luka akibat peralatan                         dunia /             
 bertulang                                                                      
             kerja                                         cacat fisik          
      Penetapan Tingkat Risiko :                                                
      Tingkat Risiko pada paket pekerjaan ini ditetapkan sebagai tingkat risiko Kecil
                                                                Page 5 of 90    
      17. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)                                  
                                                                                
          TKDN dalam kegiatan ini adalah sebesar 74,19% senilai Rp. 1.652.045.000.,- ( Satu
       Milyar Enam Ratus Lima Puluh Dua Juta Empat Puluh Lima Ribu Rupiah)      
                                                                                
      18. Mata Pembayaran Utama :                                               
                                                                                
  NO      URAIAN PEKERJAAN    VOLUME     SAT     ANALISA   PROPOSI    REKAP     
                                                                                
      Alumunium Composite Panel (ACP)                                           
  1   Ex Maco                  229.85    m1       Taksir    9.97%     9.97%     
                                                                                
      Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF                                              
  2   125.60.6.8               2088.76    Kg     A.4.2.1.2  3.57%    13.54%     
                                                                                
  3   Pekerjaan Pondasi Batu Kali 59.63  m3      A.3.2.1.2  3.47%    17.01%     
                                                                                
  4   Beton K 250               40.69    m3      A.4.1.1.8  2.47%    16.02%     
                                                                                
  5   Besi Beton               2557.24    Kg    A.4.1.1.17  1.99%    18.01%     
                                                                                
      Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF                                              
  6   150.75.5.7               1148.82    Kg     A.4.2.1.2  1.96%    19.97%     
                                                                                
  7   Penyambungan Daya 23 kVA  1.00     Unit     Taksir    1.89%    21.86%     
                                                                                
      Pas. Biofilter septictank Kapasitas 5                                     
  8   M3, (27-29 Orang)          1       Unit     Taksir    1.83%    23.69%     
                                                                                
  9   Besi Beton               2238.12    Kg    A.4.1.1.17  1.74%    25.43%     
                                                                                
  10  Pekerjaan acian dinding  669.87    m2     A.4.4.2.27  1.64%    27.07%     
                                                                                
  11  Besi Beton               1926.22    Kg    A.4.1.1.17  1.50%    28.57%     
                                                                                
  12  Kusen aluminium 4"       254.60    m1     A.4.2.1.11  1.49%    30.06%     
                                                                                
      Pekerjaan plesteran dinding spesi                                         
  13  1:4                      342.73    m2      A.4.4.2.4  1.39%    31.46%     
                                                                                
  14  Pasangan dinding 1/2 bata spesi 1:4 171.37 m2 A.4.4.1.9 1.33%  32.79%     
                                                                                
  15  Bekisting                134.95    m2     A.4.1.1.24  1.23%    34.02%     
                                                                                
  16  Pek. LVMDP                1.00     Unit     Taksir    1.22%    35.24%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 6 of 90    
      Pasangan Lantai Granit polish 60 x                                        
  17  60 Crystal Granite        93.26    m2       Taksir    1.22%    36.46%     
                                                                                
      Pekerjaan pengecatan dinding baru                                         
      exterior dengan cat tembok ex.                                            
  18  Jotunshield              334.83    m2     A.4.7.1.10  1.21%    37.67%     
                                                                                
  19  Pekerjaan acian dinding   460.6    m2     A.4.4.2.27  1.13%    38.79%     
                                                                                
      Pasangan Lantai Granit Polish 60 x                                        
                                                                                
  20  60 Crystal Granite        84.55    m2       Taksir    1.10%    39.89%     
                                                                                
      Pas. Kbl dr Meteran PLN ke LVMDP                                          
  21  NYFGbY 4x35mm +NYY 1x16mm  38      M'       Taksir    1.02%    40.91%     
                                                                                
      Pekerjaan plesteran dinding spesi                                         
  22  1:4                      234.18    m2      A.4.4.2.4  0.95%    41.87%     
                                                                                
  23  Besi Beton               1202.83    Kg   A.4.1.1.17   0.94%    42.80%     
                                                                                
  24  Pek. SDP. 1               1.00     Unit     Taksir    0.91%    43.71%     
                                                                                
  25  Pasangan dinding 1/2 bata spesi 1:4 117.09 m2 A.4.4.1.9 0.91%  44.62%     
                                                                                
      Pas. Instalasi grounding System                                           
      (dengan tahanan pembumian □ 2                                             
  26  Ohm)                      2.00     Ttk      Taksir    0.90%    45.53%     
                                                                                
  27  Pekerjaan CNP 100        975.065    Kg      Taksir    0.90%    46.42%     
                                                                                
      Pekerjaan jendela aluminium kaca 5                                        
  28  mm                        30.32    m2       Taksir    0.86%    47.29%     
                                                                                
      Pas. Discharge Pump Equipment                                             
                                                                                
  29  (Optional)                 1       Paket    Taksir    0.86%    48.15%     
                                                                                
      Pekerjaan pengecatan dinding baru                                         
      exterior dengan cat tembok ex.                                            
  30  Jotunshield              234.18    m2     A.4.7.1.10  0.85%    48.99%     
                                                                                
      Atap Spandek Spyrodek berwarna                                            
  31  0.3 mm                    270      m2       Taksir    0.81%    49.80%     
                                                                                
  32  Pekerjaan CNP 75          923.8     Kg      Taksir    0.81%    50.61%     
                                                                                
  33  Besi Beton               1032.69    Kg    A.4.1.1.17  0.80%    51.41%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 7 of 90    
  34  Kusen aluminium 4"       129.26    m1     A.4.2.1.11  0.76%    52.17%     
                                                                                
  35  Besi Beton               947.27     Kg    A.4.1.1.17  0.74%    52.91%     
                                                                                
  36  Besi Beton               910.47     Kg    A.4.1.1.17  0.71%    53.62%     
                                                                                
  37  Beton K 250               10.99    m3      A.4.1.1.8  0.67%    53.57%     
                                                                                
  38  Pekerjaan Anstampang      19.59    m3      A.3.2.1.9  0.64%    54.21%     
                                                                                
  39  Pengeboran Boor Pile       81      m1       Taksir    0.62%    54.84%     
                                                                                
  40  Aluminium Foil            195      m2     A.4.5.2.43  0.60%    55.44%     
                                                                                
  41  Pas. Instalasi Titik Lampu 32.00   Ttk      Taksir    0.58%    56.02%     
                                                                                
  42  Besi Beton               726.34     Kg    A.4.1.1.17  0.57%    56.58%     
                                                                                
      Pekerjaan Pasangan Papan                                                  
  43  Bowplank                 118.83    m1      A.2.2.1.4  0.55%    57.13%     
                                                                                
  44  Pas. Instalasi Titik Lampu 30.00   Ttk      Taksir    0.55%    57.68%     
                                                                                
      Pekerjaan plesteran dinding spesi                                         
  45  1:4                      132.16    m2      A.4.4.2.4  0.54%    58.21%     
                                                                                
  46  Bekisting                 50.4     m2     A.4.1.1.22  0.53%    58.74%     
                                                                                
  47  Pekerjaan Timbunan Tanah   84      m3       Taksir    0.52%    59.26%     
                                                                                
  48  Pasangan dinding 1/2 bata spesi 1:4 66.08 m2 A.4.4.1.9 0.51%   59.78%     
                                                                                
      Pekerjaan pengecatan dinding baru                                         
      interior dengan cat tembok ex.                                            
  49  Catylac                  327.14    m2     A.4.7.1.10  0.49%    60.27%     
                                                                                
  50  Bekisting                 45.63    m2     A.4.1.1.23  0.49%    60.76%     
                                                                                
  51  Pekerjaan Pembersihan Lahan 736.44 m2       Taksir    0.48%    61.24%     
                                                                                
      Pekerjaan pengecatan dinding baru                                         
                                                                                
  52  dengan cat tembok ex. Jotunshield 132.16 m2 A.4.7.1.10 0.48%   61.71%     
                                                                                
  53  Bekisting                 45.36    m2     A.4.1.1.22  0.47%    62.19%     
                                                                                
  54  Besi Beton               598.83     Kg    A.4.1.1.17  0.47%    62.65%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 8 of 90    
  55  Besi Beton               593.17     Kg    A.4.1.1.17  0.46%    63.11%     
                                                                                
  56  Pek. Panel PP.1A          1.00     Unit     Taksir    0.46%    63.58%     
                                                                                
  57  Besi Beton                585.6     Kg    A.4.1.1.17  0.46%    64.03%     
                                                                                
  58  Besi Beton                585.6     Kg    A.4.1.1.17  0.46%    64.49%     
                                                                                
  59  Besi Beton               581.88     Kg    A.4.1.1.17  0.45%    64.94%     
                                                                                
  60  Bekisting                 41.18    m2     A.4.1.1.22  0.43%    65.37%     
                                                                                
  61  Pek. Panel PP.2A          1.00     Unit     Taksir    0.43%    65.80%     
                                                                                
  62  Besi Beton               545.15     Kg    A.4.1.1.17  0.42%    66.23%     
                                                                                
  63  Bekisting                 39.6     m2     A.4.1.1.22  0.41%    66.64%     
                                                                                
  64  Besi Beton               523.37     Kg    A.4.1.1.17  0.41%    67.05%     
                                                                                
  65  Pas. Rangka furing plafond 105.26  m2       Taksir    0.39%    67.44%     
                                                                                
  66  Bekisting                 77.7     m2     A.4.1.1.21  0.39%    67.83%     
                                                                                
  67  Beton K 250               6.24     m3      A.4.1.1.8  0.38%    67.82%     
                                                                                
  68  Bekisting                 35.64    m2     A.4.1.1.22  0.37%    68.19%     
                                                                                
      Pekerjaan jendela aluminium kaca 5                                        
  69  mm                        13.02    m1       Taksir    0.37%    68.56%     
                                                                                
  70  Besi Beton               471.71     Kg    A.4.1.1.17  0.37%    68.93%     
                                                                                
      Pas. Lampu Downligths Freza ART                                           
  71  NRL-150 12 Watt/4000K by Artolite 32.00 Bh  Taksir    0.36%    69.29%     
                                                                                
      Pas. Kbl dr LVMDP ke SDP NYFGbY                                           
  72  4x16mm +NYY 1x16mm         20      M'       Taksir    0.35%    69.64%     
                                                                                
      Pekerjaan pintu Tempared kaca 12                                          
  73  mm Uk. 0,8x2,30           2.00     Lbr      Taksir    0.35%    69.99%     
                                                                                
  74  Pek. Panel PP.1B          1.00     Unit     Taksir    0.35%    70.34%     
                                                                                
      Pekerjaan pengecatan dinding baru                                         
                                                                                
      interior dengan cat tembok ex.                                            
  75  Catylac                  226.42    m2     A.4.7.1.10  0.34%    70.68%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 9 of 90    
  76  Pas. Rangka furing plafond 90.14   m2       Taksir    0.34%    71.01%     
                                                                                
      Pas. Instalasi Titik Stop Kontak 16 A,                                    
  77  1 Phasa                   16.00    Ttk      Taksir    0.33%    71.35%     
                                                                                
  78  Pas. Instalasi CCTV       9.00     Ttk      Taksir    0.33%    71.68%     
                                                                                
  79  Pekerjaan acian dinding  132.16    m2     A.4.4.2.27  0.32%    72.00%     
                                                                                
  80  Besi Beton               410.53     Kg    A.4.1.1.17  0.32%    72.32%     
                                                                                
      Pas. Plafond gypsum 9 mm H Plus /                                         
  81  Kenof                    105.26    m2       Taksir    0.32%    72.64%     
                                                                                
  82  Pekerjaan pasangan kaca 8 mm 19.79 m2     A.4.6.2.18  0.31%    72.94%     
                                                                                
  83  Besi Beton               393.97     Kg    A.4.1.1.17  0.31%    73.25%     
                                                                                
  84  Besi Beton               392.84     Kg    A.4.1.1.17  0.31%    73.56%     
                                                                                
  85  Beton K 250               5.00     m3      A.4.1.1.8  0.30%    73.55%     
                                                                                
      Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF                                              
  86  250.125.6.9              177.36     Kg     A.4.2.1.2  0.30%    73.86%     
                                                                                
      Pas. Pipa PVC. KLs AW Ø 4"/100mm                                          
  87  Air kotor                 30.00    M'       Taksir    0.29%    74.14%     
                                                                                
  88  Bekisting                 27.04    m2     A.4.1.1.22  0.28%    74.43%     
                                                                                
      Pas. Lampu Downligths Freza ART                                           
                                                                                
  89  NRL-150 12 Watt/4000K by Artolite 25.00 Bh  Taksir    0.28%    74.71%     
                                                                                
  90  Galian Pondasi            47.29    m3      A.2.3.1.2  0.28%    74.98%     
                                                                                
  91  Pekerjaan Pengecoran Lantai 5.25   m3       Taksir    0.27%    75.26%     
                                                                                
  92  Beton K 250               4.5      m3      A.4.1.1.8  0.27%    75.26%     
                                                                                
  93  Pekerjaan Baut D=16 A-325 217      bh       Taksir    0.27%    75.53%     
                                                                                
  94  Pas. Plafond gypsum 9 mm  90.14    m2       Taksir    0.27%    75.80%     
                                                                                
  95  Talang Plat Galvanis       24      m1       Taksir    0.27%    76.07%     
                                                                                
      Pas. Pipa PVC. KLs AW Ø 4"/100mm                                          
  96  Air kotor                 36.00    M'       Taksir    0.27%    76.34%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 10 of 90   
  97  Beton K 250               4.41     m3      A.4.1.1.8  0.27%    76.34%     
                                                                                
  98  Bekisting                 24.96    m2     A.4.1.1.23  0.27%    76.60%     
                                                                                
  99  Bekisting                 24.36    m2     A.4.1.1.23  0.26%    76.86%     
                                                                                
      Pekerjaan jendela aluminium kaca 8                                        
  100 mm                        9.12     m2       Taksir    0.26%    77.12%     
                                                                                
      Pekerjaan jendela aluminium kaca 8                                        
  101 mm                        9.12     m2       Taksir    0.26%    77.38%     
                                                                                
  102 Bekisting                 23.66    m2     A.4.1.1.23  0.25%    77.63%     
                                                                                
      Pekerjaan pintu Multipleks Fin HPL                                        
  103 Ex Tako                   2.00     Unit     Taksir    0.25%    77.88%     
                                                                                
  104 Test Commissioning         1        Ls      Taksir    0.25%    78.13%     
                                                                                
  105 Beton K 250               4.05     m3      A.4.1.1.8  0.25%    78.13%     
                                                                                
  106 Pas. Instalasi Fire Alarm 12.00    Ttk      Taksir    0.24%    78.37%     
                                                                                
  107 Pas. Pipa PPR PN-10 Dia. 20 mm 39.00 M'     Taksir    0.24%    78.62%     
                                                                                
  108 Beton K 250               3.97     m3      A.4.1.1.8  0.24%    78.62%     
                                                                                
  109 Bekisting                 22.23    m2     A.4.1.1.23  0.24%    78.85%     
                                                                                
  110 Besi Beton               302.73     Kg    A.4.1.1.17  0.24%    79.09%     
                                                                                
  111 Bekisting                 22.05    m2     A.4.1.1.23  0.24%    79.32%     
                                                                                
      Pas. Inst. Pipa tembaga Ø                                                 
  112 (1/4&1/2") c/w isolasi (ASTMB280) 24.00 M'  Taksir    0.23%    79.56%     
                                                                                
  113 Besi Beton                297.1     Kg    A.4.1.1.17  0.23%    79.79%     
                                                                                
      Rangka Holow Galvanis Uk 30.30                                            
                                                                                
  114 mm                       153.86    m2       Taksir    0.23%    80.02%     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
      19. Spesifikasi Layanan :                                                 
         Layanan yang diminta kepada Penyedia adalah respon Time                
                                                                                
        Penyedia akan memberikan respon time terhadap permasalahan yang disampaikan PPK
         paling lama 1 jam;                                                     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 11 of 90   
        Penyedia akan memberikan respon tindak lanjut terhadap permasalahan yang
         disampaikan PPK paling lama 1 X 24 jam.                                
                                              Padang, 25 Juni 2024              
                                                                                
                                              Pejabat Pembuat Komitmen          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                              Syanti Rusman,S.Si,Apt,M.Kes      
                                              NIP 197504192005012007            
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 12 of 90   
      Lampiran :                                                                
                          SPESIFIKASI TEKNIS KONSTRUKSI                         
                                                                                
                 PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH KERJA BUNGUS                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
      Pekerjaan  : Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Bungus               
                                                                                
      Lokasi     : Jalan Raya Padang Painan KM 17 Kelurahan Bungus Barat Kecamatan
                   Bungus Teluk Kabung Kota Padang Propinsi Sumatera Barat      
                                                                                
      TA         : 2024                                                         
                                                                                
      I. URAIAN UMUM DAN KETENTUAN PEKERJAAN                                    
        A  UMUM                                                                 
                                                                                
                 Persyaratan teknis ini merupakan aturan dan kebutuhan yang harus dipenuhi
                                                                                
           dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Secara umum persyaratan ini bisa ditetapkan
           dan merupakan kesatuan dengan Persyaratan Teknis Khusus serta bersama-sama dengan
           dokumen lainnya merupakan Persyaratan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan.  
                                                                                
                 Pekerjaan yang dicakup dalam spesifikasi teknis ini berupa pekerjaan
           pendahuluan, pekerjaan pondasi, pekerjaan beton, pekerjaan dinding, pekerjaan pintu dan
           jendela, pekerjaan kap atap, pekerjaan plafond, pekerjaan lantai, pekerjaan pengecatan
           dan pekerjaan elektrikal.                                            
                                                                                
                 Spesifikasi ini juga mengharuskan penyedia jasa untuk melakukan pematokan dan
           survei lapangan yang cukup detail berdasarkan gambar selama periode mobilisasi.
           Penyedia jasa harus menyiapkan gambar kerja (shop drawings) untuk diperiksa dan
           disetujui oleh pengawas pekerjaan.                                   
                                                                                
                 Penyedia jasa harus melaksanakan semua pekerjaan yang tercakup dalam kontrak
                                                                                
           dan memperbaiki cacat mutu sebelum masa kontrak berakhir.            
                 Analisa Harga Satuan Pekerjaan penawaran yang diajukan Penyedia harus
                                                                                
           mengacu kepada Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan
        B  DPeArTkAiraDaAnNBiKaEyaTEPNekTeUrAjaNanNKAoMnAstrPuAkKsiEBTidang Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.
                                                                                
                                                                                
           1  Instansi        : Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Padang    
                                                                                
           2  Nama PPK        : SYANTI RUSMAN ,S.Si, Apt, M.Kes                 
           3  Alamat          : Jalan Sutan Syahril No. 339 Padang              
                                                                                
           4  Pekerjaan       : Pembangunan Gedung Kantor Wilayah Kerja Bungus  
                                                                                
           5  Lokasi Pekerjaan : Jalan Raya Padang Painan KM 17 Kelurahan Bungus Barat
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 13 of 90   
                               Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Propinsi
                               Sumatera Barat                                   
                                                                                
           6  Sumber Dana     : APBN                                            
                                                                                
           7  Tahun Anggaran  : 2024                                            
           8  Pagu Dana       : Rp. 2.227.000.000,- (Dua Milyar Dua Ratus Dua Puluh
                                                                                
                               Tujuh Juta Rupiah)                               
                                                                                
           9. Nilai HPS       : Rp. 2.226.761.000,- (Dua Milyar Dua Ratus Dua Puluh
                               Enam Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah)
                                                                                
           10 Waktu Pelaksanaan : 120 (seratus dua puluh) hari kalender         
                                    Kontrak Harga Satuan                        
           11 Jenis Kontrak    Jenis kontrak yang akan digunakan untuk pekerjaan ini
                               adalah                                           
                                                                                
           12 Lingkup Pekerjaan Secara umum pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah
                               A. PEKERJAAN SMK3                                
                               sebagai berikut :                                
                               B. PEKERJAAN PENDAHULUAN                         
                                                                                
                                 1. Pekerjaan Pasangan Papan Bowplank           
                               C. 2 P . EKPEeRkJeArAjaNanSPTeRmUbKeTrUsiRhan Lahan
                                  I. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 1                
                                    I.1                                         
                                                                                
                                       Pekerjaan Struktur Lantai 1              
                                      1. Galian Pondasi                         
                                      2. Pekerjaan Anstampang                   
                                      3. Pekerjaan Pondasi Batu Kali            
                                      4. Pengeboran Boor Pile                   
                                      5. Pekerjaan Pondasi Boor Pile (P1)       
                                      6. Pekerjaan Pondasi Setempat (P2)        
                                      7. Pekerjaan Pondasi Setempat (P3)        
                                    I.2                                         
                                      8. Pekerjaan Pile Cape                    
                                       Pekerjaan Struktur Beton                 
                                      1. Pekerjaan kolom k1 40x40 +elev 0.80 s/d
                                         4.40                                   
                                      2. Pekerjaan kolom k1 40x40 +elev 0.80 s/d
                                         4.40                                   
                                      3. Pekerjaan kolom k3 15/40 +elev 0.80 s/d
                                         4.40                                   
                                      4. Pekerjaan kp 13/13 +elev 0.80 s/d 4.40 
                                      5. Pekerjaan sloof s2 15/20 +elev. 0.80   
                                      6. Pekerjaan balok b1 30/45 +elev.4.40    
                                      7. Pekerjaan balok b2 30/45 +elv.4.40     
                                      8. Pekerjaan balok b3 30/40 +elv.4.40     
                                                                Page 14 of 90   
                                      9. Pekerjaan balok b4 25/45 +elv.4.40     
                                      10. Pekerjaan balok b5 15/35 +elv.4.40    
                                      11. Pekerjaan balok ba 20/45 +elv.4.40    
                                      12. Pekerjaan balok b 25/45 +elv.4.40     
                                      13. Pekerjaan balok latei bp 13/18 & pad  
                                         beton                                  
                                    I.3                                         
                                      14P.ekPeerkjearajnaaSntrlaunkttauir+Telavn4g.4ga0
                                      15. APefwkeerrkjainagnbsettrounktur tangga beton
                                       .                                        
                                       1                                        
                                  II. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 2               
                                    II. 1 PEKERJAAN STRUKTUR BETON              
                                       1. Pekerjaan Kolom K2 40/40 Lantai 2     
                                       2. Pekerjaan Kolom K3 15/40 Lantai 2     
                                       3. Pekerjaan Kolom KP 13/13 Lantai 2     
                                       4. Pekerjaan Balok B4 25/45 Elv +7.20    
                                         Lantai 2                               
                                       5. Pekerjaan Balok B5 15/35 Elv +7.20    
                                         Lantai 2                               
                                       6. Pekerjaan Balok Latei BP 13/18 & PAD  
                                         Beton lantai 2                         
                                       7. Pekerjaan Ring Balok RB 20/35 Elev +  
                                         8.40                                   
                                       8. Pekerjaan Dag Beton Elv +7.20         
                                    II. 2 9. APfEwKeErkRiJnAgABNetSoTnRUKTUR ATAP
                                                                                
                                                                                
                                       1. Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF          
                                          250.125.6.9                           
                                       2. Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF 150.75.5.7
                                       3. Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF 125.60.6.8
                                       4. Plat/ Stiffner t=6mm                  
                                       5. Baseplate t=8mm                       
                                       6. Pekerjaan CNP 75                      
                                       7. Pekerjaan CNP 100                     
                                       8. Atap Spandex 0.3mm                    
                                       9. Talang Plat Galvanis                  
                                      10. Pekerjaan Baut D=16 A-325             
                                      11. Cat Mani                              
                                      12. Pipa 3 inch                           
                                      13. Pipa 2 inch                           
                                      14. Trastang besi 12                      
                                      15. Skor Gording besi 10                  
                                      16. Pipa Galvananis 2 inch                
                                      17. Aluminium Foil                        
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 15 of 90   
                               D. Pekerjaan Arsitektur                          
                                  I Pekerjaan Arsitektur Lantai 1               
                                                                                
                                   I.1 Pekerjaan dinding                        
                                   I.2 Pekerjaan lantai                         
                                   I.3 Pekerjaan plafond                        
                                                                                
                                  II I P .4 ekPeerkjearajnaaAnrksuitseeknt,uprinLtaundtaani 2jendela alumunium
                                   I.5 Akasesoris Kamar Mandi                   
                                                                                
                                   II. 1 Pekerjaan dinding                      
                                   II. 2 Pekerjaan lantai                       
                                   II. 3 Pekerjaan plafond                      
                                   II. 4 Pekerjaan kusen, pintu dan jendela alumunium
                                   II. 5 Akasesoris Kamar Mandi                 
                                  III I.I.P6ekPeekrjearajananArAstiatpekAtCuPr Lantai Atap
                               E. Pekerjaan Elektrikal                          
                               F. Pekerjaan Mekanikal                           
                                                                                
                                                                                
                                                                                
      B. SPESIFIKASI PEKERJAAN KONSTRUKSI                                       
        I. PEKERJAANSMKK                                                        
                                                                                
            1.1.Lingkup Pekerjaan                                               
              1. Sistem Managemen Keselamatan Kerja (SMKK)                      
                 a. Biaya Penerapan Sistem Managemen Keselamatan Kerja          
                 b. Sosialisasi dan Promosi K3                                  
                 c. Alat Pelindung Kerja Dan Alat Pelindung Diri                
                 d. Biaya BPJS Ketenagakerjaan                                  
                 e. Personil K3 Konstruksi                                      
                 f. Fasilitas Sarana Kesehatan                                  
                 g. Rambu-Rambu                                                 
                 h. Kegiatan dan Peralatan Terkait dengan Pengendalian          
                                                                                
            1.2.Uraian Tugas                                                    
               Menyediakan dan melengkapi hal yang berkaitan dengan manajemen dan kesehatan
                                                                                
               kerja sesuai dengan kebutuhan standart                           
               Untuk Keselamatan Kerja :                                        
                                                                                
               1. Pelaksana harus menjamin keselamatan kerja sesuai dengan persyaratan yang
                 ditentukan dalam peraturan perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan
                 untuk setiap bidang pekerjaan.                                 
               2. Di dalam lokasi harus taersedia kotak obat pelengkap untuk pertolongan
                 pertama pada kecelakaan (PPPK).                                
               3. Pelaksana juga harus menyediakan alat pelindung diri (APD) Seperti ; Helm
                 safety, Sepatu Safety, Rompi dan Sabuk Pengaman Pekerja.       
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 16 of 90   
           II PEKERJAAN PENDAHULUAN                                             
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan pematangan lahan untuk menyiapkan lahan
                                                                                
                 untuk tapak gedung sesuai gambar yang terdiri dari :           
                 a. Pekerjaan Pasangan Papan Bowplank                           
                 b. Pekerjaan Pembersihan Lahan                                 
               3. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                  a. Sebelum pengerjaannya dibutuhkan pengukuran dan perhitungan yang teliti.
                  b. Dilakukan untuk tujuan perataan lahan yang berkontur sehingga
                                                                                
                     pembangunan gedung lebih efisien                           
             Untuk menciptakan permukaan tanah yang lebih rata agar proses konstruksi
             pembangunan gedung lebih mudah.                                    
           III. PEKERJAANPONDASI                                                
                Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat dan pengangkutan yang
             3.1.Umum                                                           
                dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar rencana
                dan spesifikasi ini                                             
                                                                                
                                                                                
                a.                                                              
             3.2.Lingkup Pekerjaan                                              
                b.                                                              
                  Galian Pondasi                                                
                c.                                                              
                  Pekerjaan Anstampang                                          
                d.                                                              
                  Pekerjaan Pondasi Batu Kali                                   
                e.                                                              
                  Pengeboran Boor Pile                                          
                f.                                                              
                  Pekerjaan Pondasi Boor Pile (P1)                              
                g.                                                              
                  Pekerjaan Pondasi Setempat (P2)                               
                h.                                                              
                  Pekerjaan Pondasi Setempat (P3)                               
                  Pekerjaan Pile Cape                                           
            3.3.Persyaratan Bahan                                               
               1.Pondasi batu kali dibuat sesuai dengan gambar rencana.         
               2.Untuk pekerjaan pondasi batu kali, digunakan campuran 1 Pc : 4 Ps untuk
                 mengikat batu kali/gunung/belah sehingga tidak ada lagi rongga diantara
                 sambungan batu kali/gunung/belah.                              
            3.4.Pelaksanaan Pelaksanaan                                         
              a. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu diadakan pengukuran-pengukuran
                 untuk as-as pondasi sesuai dengan gambar konstruksi dan dimintakan
                 persetujuan Direksi tentang kesempurnaan galian.               
              b. Sebelum pondasi batu kali dikerjakan, Pelaksana harus memastikan galian
                 pondasi sudah selesai 100%.                                    
                                                                Page 17 of 90   
              c. Pelaksana harus membuang semua air tanah yang ada dalam galian pondasi
                 sebelum memulai pekerjaan pondasi.                             
              d. Pelaksana Pelaksana harus menjamin bahwa galian pondasi tidak akan tergenang
                 air tanah atau air hujan sampai semua pekerjaan struktur pondasi selesai
                 dikerjakan.                                                    
              e. Untuk pekerjaan pondasi dikerjakan sesuai dengan ketentuan pekerjaan
                 pasangan.                                                      
              f. Setelah pondasi batu kali dilaksanakan baru dilanjutkan pemasangan sloof
                 bangunan pekerjaan ini di lakukan di pekerjaan kamar mandi. Di atas pasangan
                 batu ka;i dipasang angker besi minimal diameter 12” dengan jarak minimal 1,5 – 2
                 m sebagai pengikat sloof                                       
            III                                                                 
              gP. HEKasEiRl pJAekAeNrjSaTanRpUoKnTdUasRi harus disetujui oleh Konsultan supervisi.
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan beton bertulang struktur dan non struktur
                 gedung untuk lantai 1 dan lantai 2 serta tangga sesuai gambar yang terdiri dari :
                  I. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 1                                
                   I.1 Pekerjaan Struktur Beton                                 
                                                                                
                    1. Pekerjaan kolom k1 40x40 +elev 0.80 s/d 4.40             
                    2. Pekerjaan kolom k1 40x40 +elev 0.80 s/d 4.40             
                    3. Pekerjaan kolom k3 15/40 +elev 0.80 s/d 4.40             
                    4. Pekerjaan kp 13/13 +elev 0.80 s/d 4.40                   
                    5. Pekerjaan sloof s2 15/20 +elev. 0.80                     
                    6. Pekerjaan balok b1 30/45 +elev.4.40                      
                    7. Pekerjaan balok b2 30/45 +elv.4.40                       
                    8. Pekerjaan balok b3 30/40 +elv.4.40                       
                    9. Pekerjaan balok b4 25/45 +elv.4.40                       
                    10. Pekerjaan balok b5 15/35 +elv.4.40                      
                    11. Pekerjaan balok ba 20/45 +elv.4.40                      
                    12. Pekerjaan balok b 25/45 +elv.4.40                       
                    13. Pekerjaan balok latei bp 13/18 & pad beton              
                    14. Pekerjaan lantai +elv 4.40                              
                   I.315P.ekAefrwjaearkninSgtrbuekttounr Tangga                 
                                                                                
                                                                                
                    1  Pekerjaan struktur tangga beton                          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 18 of 90   
                  II. PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI 2                               
                    II. 1 PEKERJAAN STRUKTUR BETON                              
                                                                                
                      1. Pekerjaan Kolom K2 40/40 Lantai 2                      
                      2. Pekerjaan Kolom K3 15/40 Lantai 2                      
                      3. Pekerjaan Kolom KP 13/13 Lantai 2                      
                      4. Pekerjaan Balok B4 25/45 Elv +7.20 Lantai 2            
                      5. Pekerjaan Balok B5 15/35 Elv +7.20 Lantai 2            
                      6. Pekerjaan Balok Latei BP 13/18 & PAD Beton lantai 2    
                      7. Pekerjaan Ring Balok RB 20/35 Elev + 8.40              
                      8. Pekerjaan Dag Beton Elv +7.20                          
                      9. Afwerking Beton                                        
                                                                                
                    II. 2 PEKERJAAN STRUKTUR ATAP                               
                                                                                
                     1.  Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF 250.125.6.9               
                     2.  Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF 150.75.5.7                
                     3.  Pekerjaan Kuda Kuda Baja IWF 125.60.6.8                
                     4.  Plat/ Stiffner t=6mm                                   
                     5.  Baseplate t=8mm                                        
                     6.  Pekerjaan CNP 75                                       
                     7.  Pekerjaan CNP 100                                      
                     8.  Atap Spandex spyrodek 0.30 mm                          
                     9.  Talang Plat Galvanis                                   
                    10.  Pekerjaan Baut D=16 A-325                              
                    11.  Cat Mani                                               
                    12.  Pipa 3 inch                                            
                    13.  Pipa 2 inch                                            
                    14.  Trastang besi 12                                       
                    15.  Skor Gording besi 10                                   
                    16.  Pipa Galvananis 2 inch                                 
               3. Baha1n7. Aluminium Foil                                       
                                                                                
                                                                                
                 a. Besi beton ulir mutu U40                                    
                                                                                
                 b. Besi beton polos mutu U24                                   
                 c. Kerikil batu split 0,5-1 dan 1-2                            
                 d. Pasir beton                                                 
                 e. Semen portland                                              
                 f. Bekisting                                                   
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                                                                                
                 a. Beton bertulang untuk Struktur kolom, balok, plat lantai, dak atap beton dan
                    tangga beton dikerjakan dengan beton mutu K.250 fc = 20 MPa (Site Mix)
                 b. Beton bertulang untuk kolom dan balok beton praktis, beton tutup saluran
                    keliling dan meja beton wastafel dikerjakan dengan mutu beton K.225 fc = 17
                    Mpa (Site Mix)                                              
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 19 of 90   
                 c. Bekisting dibuat dari kayu kelas III dan multyplek tebal 9 mm. Bekisting yang
                    dipakai harus bersih dari segala macam kotoran. Bekisting yang sudah rusak
                    dan tidak lurus lagi tidak diperkenankan dipakai kembali.   
                 d. Besi beton yang digunakan adalah besi ulir mutu U40 dan besi polos mutu
                    U24 dengan ukuran diameter terpasang dilapangan harus sama dengan
                    ukuran diameter pada gambar.                                
                 e. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                                                                                
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                    lapangan                                                    
            IV PEKERJAAN DINDING                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                                                                                
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan dinding, lantai dan sesuai gambar yang
                 terdiri dari :                                                 
                 a. Pekerjaan dinding Lantai I                                  
                 b. Pekerjaan dinding Lantai II                                 
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                                                                                
                  a. Batu bata                                                  
                  b. Semen                                                      
                  c. Pasir                                                      
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                  a. Pemasangan dinding bata dengan adukan 1Pc : 4Ps. setebal 1/2 bata
                     dikerjakan pada pondasi tangga, teras dan saluran keliling luar.
                                                                                
                  b. Pemasangan dinding bata dengan adukan 1Pc : 4Ps. setebal 1/2 bata
                     dikerjakan pada semua dinding bata antara muka lantai pondasi KJRB
                     sampai dengan balok/ring balok beton.                      
                  c. Semua batu bata sebelum dipasang harus direndam terlebih dahulu dalam
                     air. Tidak dibenarkan memasang batu-bata yang patah melebihi 5%. Batu
                     bata yang dipasang harus berkualitas baik dan telah disetujui oleh direksi
                     dan pengawas. Setelah batu bata dipasang, siar-siarnya harus dikeruk
                     sedalam 1 cm agar nantinya plesteran dapat melekat dengan baik.
                                                                                
                  d. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                     dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari
                     pengawas lapangan                                          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 20 of 90   
           V .PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM                      
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan kusen pintu/jendela/ventilasi sesuai gambar
                 1. Aluminium Powder Coat Ex. Alexindo                          
                 yang terdiri dari :                                            
                    a.                                                          
                    b.                                                          
                      Kusen aluminium 4"                                        
                    c.                                                          
                      Pekerjaan jendela aluminium kaca 5 mm                     
                    d.                                                          
                      Kusen aluminium pintu/jendela/ventilasi                   
                    e.                                                          
                      Pekerjaan jendela aluminium kaca 8 mm                     
                    f.                                                          
                      Pekerjaan pintu Tempared kaca 12 mm Uk. 0,8x2,30          
                    g.                                                          
                      Pekerjaan pasangan kaca 8 mm                              
                    h.                                                          
                      Pekerjaan pasangan kaca 5 mm                              
                    i.                                                          
                      Pekerjaan pintu aluminium panil ACP                       
                    j.                                                          
                      Pekerjaan pintu Multipleks Fin HPL Ex Tako                
                 2. Aluminium Powder Coat Ex. Alexindo                          
                      Pekerjaan Pas Pintu Aluminium Kaca T 8 mm                 
                   a. Pas. Engsel pintu 4" Ex. Dekson                           
                   b. Pas. Friction Stay                                        
                   c. Pas. Rambuncis                                            
                   d. Pas. Rubber Strip                                         
                   e. Pas. Handle pintu                                         
                   f. Pas. Handle stainless steel                               
                   g. Pas 1 Set Engsael Tanam Floor Hienge                      
                   h. Pas Kunci Tanam Biasa                                     
                   i. Pas Kunci Tanam Tempared                                  
               3. Bahan                                                         
                 a. Profil kusen aluminium 4” hitam                             
                 b. Profil rangka aluminium pintu/jendela cokelat               
                 c. Pintu kaca tempared polos tebal 12 mm                       
                 d. Pintu kaca polos tebal 8 mm                                 
                 e. Jendela kaca polos tebal 8 mm                               
                 f. Jendela/ventilasi kaca polos tebal 5 mm                     
                 g. Assesoris lengkap                                           
                                                                Page 21 of 90   
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                                                                                
                 a. Kusen aluminium 4” hitam dikerjakan pada semua kozen pintu, jendela dan
                    ventilasi.                                                  
                 b. Rangka pintu, jendela dan ventilasi dipasang aluminium hitam.
                 c. Kaca pintu dipasang kaca tempered tebal 12 mm, kaca polos tebal 8 mm
                    lengkap dengan assesorisnya.                                
                 d. Kaca jendela dan ventilasi dipasang kaca polos tebal 5 mm lengkap dengan
                                                                                
                    assesorisnya.                                               
                 e. Semua assesoris pintu, jendela dan ventilasi dipasang dengan jenis dan warna
                    disesuaikan dengan warna kusen dan rangka pintu/jendela/ventilasi
                 f. Semua pekerjaan kusen/pintu/jendela/ventilasi pemasangannya harus rapi,
                    teliti dan penuh keahlian sehingga menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik
                 g. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                                                                                
                    lapangan                                                    
            VI PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)                        
               1. Umum                                                          
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan Aluminium Composite Panel (ACP) sesuai
                 gambar yang terdiri dari :                                     
                 a. Rangka Hollow Galvanis                                      
                 b. ACP PVDF                                                    
               3. Bahan                                                         
                 c. ACP Cutting Laser PVDF                                      
                                                                                
                 a. Alumunium Composite Panel (ACP) Ex Maco                     
                 b. Rangka Holow Galvanis Uk 30x30mm                            
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                 a. Kontraktor pelaksana diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada
                    direksi lapangan untuk mendapat persetujuan Pemberi Tugas   
                 b. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini
                    dengan menunjukan surat keterangan refrensi pekerjaan pekerjaan yang
                    pernah ditangani/dikerjakan kepada direksi lapangan untuk mendapat
                                                                                
                    persetujuan;                                                
                 c. Alumunium Composit Panel yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari
                    satu macam produk saja;                                     
                 d. Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
                    mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan
                    yang akurat, teliti dan tepat pada posisinya;               
                                                                                
                                                                Page 22 of 90   
                 e. Rangka pemegang harus disiapkan dengan teliti, tegak lurus dan tepat pada
                    posisinya;                                                  
                 f. Setelah pemasangan, dilakukan penutupan celah celah antara panel dengan
                    bahancaulking dan sealant hingga rapat, dan tidak bocor sesuai dengan
                    rencana;                                                    
                 g. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal hal yang
                    dapat menimbulkan kerusakan, bila hal ini terjadi, kontraktor harus
                                                                                
                    memperbaiki tanpa biaya tambahan;                           
                 h. Hasil pemasangan pekerjaan Alumunium Composit Panel harus merupakan
                    hasil pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang;           
                 i. Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu selama 15 tahun dari PPG
                    Factory terhadap warna dan kualitas alumunium berupa Sertifikat Jaminan
                    sesuai dengan volume yang dibutuhkan.                       
                                                                                
            VII PEKERJAAN RAILLING TANGGA DAN VOID                              
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan dan memasang railing tangga dan void sesuai
                 gambar yang terdiri dari :                                     
                  a. Tiang dan pegangan dari besi hollow                        
                 b.  Hiasan dari besi hollow                                    
                  c. Pengecatan dengan cat minyak                               
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                                                                                
                  a. Tiang dan pegangan dari besi hollow 50x50 mm tebal 2.2 mm  
                 b.  Hiasan dari besi hollow 20x50 mm tebal 1.8 mm              
                  c. Assesoris lengkap                                          
                 d.  Cat minyak                                                 
                  e. Kuas                                                       
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                                                                                
                  a. Railling tangga dan void dipasang disisi tepi lantai tangga dan sisi tepi lantai
                     void                                                       
                 b.  Pegangan tangga pada sisi dinding dipasang langsung pada dinding nya
                  c. Tiang besi hollow harus terpasang dengan kuat dan kokoh pada lantai
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 23 of 90   
                 d.  Pembagian bidang hiasan pada railing tangga dan void harus dibagi rata
                     sedemikian rupa agar ukuran lebar masing-masing bidang hiasan tersebut
                     terlihat sama dan rapi                                     
                  e. Semua sambungan antara sesama besi hollow menggunakan las  
                  f. Semua bidang besi hollow dicat dengan cat minyak           
                  g. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                     dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari
                                                                                
                     pengawas lapangan                                          
            VIIIPEKERJAAN KAP ATAP                                              
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                                                                                
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan rangka atap dan penutup atap sesuai gambar
                 yang terdiri dari :                                            
                 a. Pekerjaan rangka atap kuda-kuda baja IWF                    
                                                                                
                 b. Pekerjaan gordong/reng baja CNP                             
                 c. Pasangan atap spandek spyrodeck berwarna s tebal 0.30 mm    
                 d. Pasangan perabung spandek berwarna tebal 0.30 mm            
                 e. Pasangan lisplank GRC double tebal 10 mm                    
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                 a. Kuda-kuda baja                                              
                                                                                
                 b. Atap spandek spyrodek berwarna tebal 0.30 mm (warna ditentukan kemudian)
                 c. Perabung berwarna tebal 0.30 mm (warna ditentukan kemudian) 
                 d. Lisplank GRC double tebal 10 mm                             
                 e. Baut canal                                                  
                 f. Dynabolt                                                    
                 g. Paku atap                                                   
                 h. Paku sekrup                                                 
                                                                                
                 i. Kawat las                                                   
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                 a. Semua rangka atap/ kuda-kuda dipasang dari baja lengkap dengan
                    gording/reng baja                                           
                 b. Pemasangan kuda-kuda baja IWF beserta reng harus rapi dan waterpass.
                    Kemiringan atap harus sesuai gambar. Dudukan kuda-kuda diatas ring balok
                    harus dipastikan terletak dengan baik, tidak menggantung, lurus dan dengan
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 24 of 90   
                    sedemikian rupa dibuatkan perkuatan yang menjamin kuda-kuda tidak akan
                    bergeser kedudukannya. Semua pertemuan sambungan harus dipastikan kuat
                    dan diberi baut canal dalam jumlah yang cukup agar kuda-kuda tidak goyang.
                    Kontraktor bertanggung jawab atas kerapian, kesempurnaan dan kekuatan
                    pemasangan rangka baja ini agar nantinya atap dapat diterpasang dengan
                    baik, rapi dan tidak bergelombang                           
                 c. Penutup atap dipasang atap spandek spyrodek berwarna tebal 0.3 mm.
                                                                                
                    Tindihan antara lembaran atap harus mengikuti ketentuan dari pabrik.
                    Pemasangan atap harus rapi, lurus dan tidak bergelombang. Paku/sekrup
                    atap dipasang dengan jumlah yang cukup, rapi dan lurus      
                 d. Perabung dipasang spandek berwarna tebal 0.35 mm. Pemasangannya harus
                    rapi dan lurus dengan jumlah dan jarak paku yang cukup      
                 e. Lisplank dipasang GRC double tebal 10 mm. Pemasangannya harus rapi dan
                    lurus dengan jumlah dan jarak paku yang cukup               
                                                                                
                 f. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                    lapangan                                                    
            IX PEKERJAAN PLAFON                                                 
                                                                                
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                  Pekerjaan ini meliputi mengerjakan rangka plafon beserta penutup plafon yang
                                                                                
                  terdiri dari :                                                
                  a. Pekerjaan rangka plafon                                    
                  b. Pekerjaan penutup plafon + les                             
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                 a. Rangka hollow galvalum 20 x 40 mm                           
                 b. Penutup plafon gipsum board 120x240 cm tebal 9 mm           
                                                                                
                 c. Penutup plafon PVC + les                                    
                 d. Paku tembak, screw dan paku beton                           
                 e. Bor sekrup                                                  
                 f. Tembakan paku                                               
                 g. Waterpass                                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 25 of 90   
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                                                                                
                 a. Semua rangka plafon termasuk gantungannya dipasang dari hollow galvanis
                    ukuran 20x40 mm dengan jarak rangka memanjang dan melintang 60 cm
                 b. Pemasangan semua rangka ini harus rapi dan waterpass. Kontraktor
                    bertanggung jawab atas kerapian dan kedataran pemasangan rangka dan
                    plafon                                                      
                 c. Penutup plafon semua ruang dalam dipasang gipsum board tebal 9 mm dengan
                                                                                
                   les pinggir profil gypsum, lebar 10 cm.                      
                 d. Penutup plafon semua ruang luar dipasang PVC + les.         
                 e. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                    lapangan                                                    
                                                                                
            X  PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING GRANIT                              
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan lantai dan dinding granit yang terdiri dari :
                 a. Pasangan lantai Granit 60 x 60 polish Ex Crystal Granite    
                 b. Pasangan plint lantai Granit 10 x 60 Ex. Crystal Granite    
                 c. Pasangan Lantai Granit 60x60 Unpolish Ex Crystal Granite    
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                                                                                
                 a. Lantai granit 60x60 cm polish Crystal Granite pada ruang dalam dan tangga
                 b. Lantai granit 60x60 cm unpolish Crystal Granite pada toilet dan ruang luar
                 c. Dinding granit 30x60 cm polish pada toilet                  
                 d. Plin granit 10x60 polish pada lantai ruang dalam            
                 e. Semen portland                                              
                 f. Pasir pasang                                                
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                                                                                
                 a. Urugan tanah dan pasir dikerjakan untuk mengisi area bawah lantai dengan
                    ketebalan masing-masing sesuai gambar.                      
                 b. Lantai kerja sebelum dipasang granit dibuat dari beton cor mutu K.100 fc = 7.4
                    Mpa tebal 7 cm (Site Mix) dengan ketebalan sesuai gambar    
                 c. Lantai granit 60x60 cm polish Crystal Granite pada ruang dalam dan tangga
                 d. Lantai granit 60x60 cm unpolish Crystal Granite pada toilet dan ruang luar
                 e. Dinding granit 30x60 cm polish pada toilet                  
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 26 of 90   
                 f. Plin granit 10x60 polish pada lantai ruang dalam            
                 g. Warna dan motif ditentukan kemudian                         
                 h. Sebelum dilakukan pemasangan lantai dan dinding granit, kontraktor harus
                    terlebih dahulu memberikan/memperlihatkan contoh, warna dan kualitas
                    lantai dan dinding granit kepada Pengawas dan Direksi untuk diminta
                    persetujuannya                                              
                 i. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                                                                                
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                    lapangan                                                    
            XI PEKERJAAN PENGECATAN                                             
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                                                                                
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi mengerjakan pengecatan cat air dan cat minyak sesuai
                 gambar yang terdiri dari :                                     
                 a. Pekerjaan cat dinding tembok, beton dan plafon (cat air interior)
                                                                                
                 b. Pekerjaan cat dinding tembok dan beton (cat air exterior)   
                 c. Pekerjaan cat les plafon/multiplek dan lisplank GRC (cat minyak)
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                a. Cat Dinding Interior Catylac                                 
                b. Cat Dinding Eksterior Jotun                                  
                c. Cat Minyak                                                   
                                                                                
                d. Cat Zincromate                                               
                e. Kuas                                                         
                f. Roll                                                         
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                a. Meliputi pekerjaan pengecatan cat air dan cat minyak sesuai BoQ dan gambar.
                b. Semua bidang dinding tembok, beton dan plafon gypsum bagian dalam gedung
                                                                                
                  yang kelihatan dicat dengan cat air interior.                 
                c. Semua bidang dinding tembok dan beton bagian luar gedung yang kelihatan
                  dicat dengan cat air exterior.                                
                d. Semua les plafon multiplek dan lisplank GRC dicat dengan cat minyak
                e. Proses pekerjaan pengecatan :                                
                  1) Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata
                     dan dibersihkan terlebih dahulu.                           
                  2) Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan menggunakan amplas kasar.
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 27 of 90   
                  3) Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan alkali untuk
                     bagian luar gedung pekerjaan plamir untuk bagian dalam gedung.
                  4) Permukaan dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.      
                  5) Melakukan pengecatan dengan cat dasar.                     
                  6) Pengecatan dengan cat penutup 2 kali lapisan               
                f. Sebelum dilakukan pengecatan, kontraktor harus terlebih dahulu
                  memberikan/memperlihatkan contoh warna dan kualitas cat air   
                                                                                
                  interior/exterior dan cat minyak kepada Pengawas dan Direksi untuk diminta
                  persetujuannya.                                               
                g. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                  dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                  lapangan                                                      
                                                                                
                                                                                
            XII PEKERJAAN CUBICAL                                               
                                                                                
               1. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
               2. Lingkup Pekerjaan                                             
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi pemasangan cubical pada toilet wanita dan toilet pria
                 sesuai gambar yang terdiri dari :                              
                 a. Pasangan rangka                                             
                 b. Pasangan dinding                                            
                 c. Pasangan pintu                                              
                 d. Assesoris lengkap                                           
               3. Bahan                                                         
                                                                                
                                                                                
                 NEXUS Board Toilet Cubicle :                                   
                 a. Panel Laminated Board “Nexus’’ tebal 12 mm, type Gread B (Kayu + Resin)
                 b. Aksesoris Kaki Stainless                                    
                 c. Kunci/Indicator Stainless                                   
                 d. Handle Stainless                                            
                                                                                
                 e. Engsel Pintu Stainless                                      
                 f. Gantungan Baju Stainless                                    
                 g. Bracket Stainless                                           
                 h. Aluminium Top Atas                                          
                 i. Aluminium U                                                 
                 j. Aluminium Door Stop                                         
                 k. Screw 1"                                                    
                 l. Screw 6x1"                                                  
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 28 of 90   
                 m. Sealant                                                     
                 n. Warna dan corak ditentukan kemudian                         
               4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                 a. Pengerjaan partisi ini dilakukan setelah pekerjaan finishing arsitektur toilet
                    selesai, yakni mulai dari penutup lantai, penutup dinding dan juga sanitary
                    telah selesai dipasang                                      
                                                                                
                 b. Untuk pemasangan partisi toilet ini terdiri dari dua komponen yaitu bagian
                    panel partisi dan aksesorisnya                              
                 c. Panel partisi terdiri dari panel divider yang terletak pada sisi pembatas dan yg
                    kedua adalah panel frontal yang terdapat pada sisi depan termasuk pintu
                                                                                
            XIIIPEKERJAAN SANITAIR                                              
                                                                                
               5. Umum                                                          
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan
                 pengangkutan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti
                 tertera pada gambar rencana dan spesifikasi ini.               
               6. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                                
                                                                                
                 Pekerjaan ini meliputi pemasangan material plumbing dan sanitair sesuai gambar
                 yang terdiri dari :                                            
                 e. Pasangan pipa PVC kelas AW untuk instalasi air bersih, air bekas, air kotor dan
                    air hujan                                                   
                 f. Pasangan alat-alat sanitair seperti wastafel, closed duduk, urinoir, pembatas
               7. Bahan                                                         
                    urinoir, kran air, jet shower dan floor drain               
                                                                                
                 a. Wastafel + assesoris lengkap                                
                 b. Closed duduk + assesoris lengkap                            
                 c. Urinoir + assesoris lengkap                                 
                 d. Pembatas urinoir                                            
                 e. Jet shower                                                  
                 f. Kran air                                                    
                 g. Fllor drain                                                 
                                                                                
                 h. Pipa PVC AW                                                 
                 i. Seal tape                                                   
                 j. Sambungan pipa PVC                                          
                 k. Lem                                                         
               8. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
                                                                                
                 a. Pemasangan pipa-pipa air bersih, air bekas, air kotor dan air hujan dari pipa
                    PVC kelas AW dengan diameter sesuai gambar                  
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 29 of 90   
                 b. Pemasangan alat-alat sanitair                               
                 c. Instalasi pipa air bersih harus ditanam didalam dinding     
                 d. Instalasi pipa air bekas dan air kotor harus dipasang dibawah lantai dengan
                    kemiringan yang cukup                                       
                 e. Jalur pemasangan pipa hendaknya mudah diketahui dan tidak berbelok-belok
                    untuk memudahkan perawaran dan perbaikan jika terjadi kemacetan
                 f. Sambungan pipa harus dipasang menggunakan material pipa yang sejenis dan
                                                                                
                    dilem dengan baik agar tidak lepas                          
                 g. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
                    dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
                    lapangan                                                    
        III. SPESIFIKASI BAHAN/MATERIAL                                         
           A. PEKERJAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR                                    
                                                                                
                                                              Tipe/Produk       
            No             Uraian                Spesifikasi      /             
                                                                Merk            
                                                                                
                                                                                
                                               Memenuhi syarat                  
            1  Pasir Beton                                                      
                                                  teknis                        
                                               Memenuhi syarat                  
            2  Pasir Pasang                                                     
                                                  teknis                        
                                               Memenuhi syarat                  
            3  Batu Kali                                                        
                                                  teknis                        
                                               Memenuhi syarat                  
            4  Kerikil Beton/Kerikil Sungai                                     
                                                  teknis                        
                                               Memenuhi syarat                  
            5  Pasir Urug                                                       
                                                  teknis                        
                                               Memenuhi syarat                  
            6  Tanah Urug                                                       
                                                  teknis                        
               Batu Pecah Mesin/Kerikil Split 0,5-1 dan                         
            7                                  Batu pecah mesin                 
               1-2                                                              
            8  Semen PC (50 Kg)                Semen portland Semen Padang      
            9  Semen Warna (40 Kg/Zak)          Semen warna    Pabrikasi        
                                              Kering, lurus, tidak              
            10 Kayu Papan Kelas II                                              
                                                  retak,.                       
                                              Kering, lurus, tidak              
            11 Kayu Balok Kelas II                                              
                                                  retak,.                       
                                              Kering, lurus, tidak              
            12 Kayu Papan Kelas III                                             
                                                  retak,.                       
                                              Kering, lurus, tidak              
            13 Kayu Balok Kelas III                                             
                                                  retak,.                       
                                              Kering, lurus, tidak              
            14 Dolken Kayu Kelas III, 5/7 cm panjang 3 m                        
                                                  retak,.                       
            15 Batu Bata                       5 x 10,5 x 22 cm                 
                                                                Page 30 of 90   
                                                Ulir mutu U40 Krakatau Steel    
            16 Besi Beton Ulir dan Polos                                        
                                               Polos mutu U24    (KS)           
                                             Baja IWF 150.75.5,7                
                                             Baja IWF 250.125.6,9               
                                             Baja IWF 125.60.6,8                
            17 Kuda-kuda Baja                                 Krakatau Stell    
            18 Reng Baja                      CNP 75 dan CNP 100 Krakatau Stell 
                                                100 x 50 mm                     
            19 Besi Kotak                                      Pabrikasi        
                                                 tebal 2 mm                     
            20 Profil Kusen Aluminium             4" hitam     Alexindo         
            21 Profil Rangka Pintu/Jendela Aluminium hitam     Alexindo         
                                              50x50 mm tebal 2.2                
                                                   mm                           
            22 Besi Hollow (Railling Tangga dan Void)          Pabrikasi        
                                              20x50 mm tebal 1.8                
                                                   mm                           
            23 Hollow Galvalum (Rangka Plafon)   20 x 40 mm    Pabrikasi        
                                              40 x 40 mm tebal 1                
            24 Hollow Galvanis (Rangka ACP)                    Pabrikasi        
                                                   mm                           
            25 Atap Long Spandek Berwarna       tebal 0,30 mm  Spyrodek         
            26 Perabung berwarna                tebal 0,30 mm  Spyrodek         
            27 Lisplank GRC Double              tebal 10 mm   Superplank        
                                              Polos 80 x 210 cm                 
            28 Pintu Kaca Tempered                             Asahimas         
                                                tebal 12 mm                     
               Kaca Pintu                                                       
            29                                 Polos tebal 8 mm Pabrikasi       
               Kaca Jendela/Ventilasi                                           
            30                                 Polos tebal 5 mm Pabrikasi       
               Alkali                                                           
            31                               Plamir cat air ekterior Dulux      
               Cat Plafon Gipsum (Interior)                                     
            32                                    Cat air     Dulux Catylac     
                                                              CatylacDulux      
               Cat Tembok dan Beton (Interior)                                  
            33                                    Cat air                       
                                                               Pentalite        
                                                              Jotun/Dulux       
            34 Cat Tembok dan Beton (Ekterior)    Cat air    Wheathershiel      
                                                                  d             
            35 Cat Kayu                          Cat minyak     Platone         
            36 Triplek                           Tebal 4 mm    Pabrikasi        
                                              Tebal 9 mm dan 12                 
            37 Multyplek                                       Pabrikasi        
                                                   mm                           
            38 Gipsum Board                      Tebal 9 mm    Jaya Board       
            39 Plafon PVC                       20 x 400 cm     Javafon         
                                               60x60 cm polish                  
            40 Lantai                                         Crystal Granit    
                                              60x60 cm unpolish                 
            41 Dinding Granit                  30x60 cm polish Crystal Granit   
                                              CW 420 J tutup soft               
            42 Closed Duduk Lengkap + Assesoris                  Toto           
                                             closing TC 505 SW one              
                                                                Page 31 of 90   
                                                Tipe L521V3                     
                                                   flush                        
            43 Wastafel Lengkap + Assesoris                      Toto           
            44 Urinoir Lengkap + Assesoris       Tipe U57M       Toto           
                                                                                
            45 Pembatas/Partisi Urinoir          Tipe A100       Toto           
            46 Kunci Pintu Kaca Tempered        Stainless steel Dekkson         
                                                                                
            47 Kunci Pintu                       2 x putar       Seiss          
            48 Engsel Lantai / Floorhinge      FH 84 standard  Dekkson          
            49 Engsel Pintu 4"                   Kuningan      Pabrikasi        
                                             FS S/S 8" (top hung /              
            50 Engsel Casement Jendela/Ventilasi               Dekkson          
                                                 side hung)                     
            51 Rambuncis Jendela/Ventilasi       type 425      Dekkson          
                                              DHS PT 10 bottom                  
            52 Patch Fiting                                      DHS            
                                                patch fitting                   
            53 Door Closer                        HO 300       Dekkson          
            54 Logo Merk                        Tebal 3 mm      Acrylic         
            55 Huruf semua ukuran               Tebal 1 mm      Acrylic         
               Aluminium Composite Panel (ACP)  PVDF 0,4 mm                     
            57                                                  MACO            
               termasuk Perforasi Cutting Laser  tebal 4 mm                     
          B. PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL                                 
                                                  Merk/Type Rekomendasi         
            No            Jenis Material                                        
                                                   Konsultan Perencana          
            A.  INSTALASI PEMADAM KEBAKARAN                                     
                                                                                
                                                                                
            1   Pipa BS sch 40                  Bakrie, PPI, Spindo             
                                                                                
            2   Air release valve               Apron, Kitz, Arita,             
            3   Hydrant Cabinet                 Jet, Appron, Fencer             
            4   Hose reel                       Appron, Scubb                   
            5   Extinguiser                     Scubb, Yamato                   
            6   Tangki tekan (PT)               GAE, Appron                     
            7   Pipa BS sch 40                  Bakrie, PPI, Spindo             
            8   Gate valve                      Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            9   Check valve                     Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
                                                                                
            10  Strainer                        Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            11  Head sprinkler Pendant,wall type Viking                         
            12  Flow switch                     Viking                          
            13  Pressure reducing valve         Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            14  Flexible joint 20 K             Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            15  Pressure switch                 Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            16  Pressure gauge                  Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 32 of 90   
            17  Jockey pump                     ARTHUR, Amstrong                
            18  Diesel pump                     ARTHUR, Amstrong                
            19  Electric pump                   ARTHUR, Amstrong                
            20  Sight glass                     Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            21  Automatic air vent              Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            22  Level switch                    Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            23  Alarm Check Valve               Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
                                                                                
            24  APAR Dry Chemical               Viking, Yamato, Firex, Protect  
            25  Flow meter                      Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            26  Motor                           Viking                          
            27  Water Flow Detection            ABB automation, Air Tech, Daichi
            28  Drain Control Valve (Test Master) Toyo, Kitazawa, Crane, Showa  
            29  Retarder Chamber                                                
            30  Safety Relief valve             Toyo, Kitazawa, Crane, Showa    
            B.  PLUMBING                                                        
                                                                                
                                                                                
                                                Ex. Tigris Wavin, Toro, Westpex,
            1   Pipa air bersih                                                 
                                                Asialing                        
            2   Pipa air panas                  Kembla, Crane, Elgin            
            3   Isolator pipa                   Insuflex, Aeroflex, thermaflex  
            4   Stop valve                      Kitazawa / Toyo                 
            5   Gate Valve                      Kitazawa / Toyo                 
            6   Check Valve                     Kitazawa / Toyo                 
            7   Strainer                        Kitazawa / Toyo                 
            8   Pipa uPVC air kotor klas 10 kg/cm2 AW Rucika, Wafin , Pralon    
            9   Pipa uPVC air bekas klas 10 Kg/cm2 AW Rucika, Wafin , Pralon    
                                                  Merk/Type Rekomendasi         
            No            Jenis Material                                        
            10  Pipa uPVC air hujan klas 10 kg/cm2 AW Rucika, Wafin , Pralon    
                                                   Konsultan Perencana          
            11  Fitting PVC air kotor klas AW   Rucika, Wafin , Pralon          
            12  Fittint PVC air bekas klas AW   Rucika, Wafin , Pralon          
            13  Fitting PVC air hujan Klas AW   Rucika, Wafin , Pralon          
            14  Fitting PVC Venting Klas D      Rucika, Wafin , Pralon          
            15  Pipa GIP (Deep well )           Bakrie, PPI, Spindo             
            16  Summersible pump                Radiant, Equal, Arthur          
            17  Floor Drain                     TOTO, American standard         
            18  Floor Clean Out                 SanEi                           
            19  Roof Tank                       Induro, Multitech               
            C.  ELETRIKAL                                                       
                                                                                
            1   Armatur Lampu (Komplit Set)     Ex. PHILIPS                     
                                                Ex. Supreme, Kabel Metal,       
            2   Kabel listrik semua ukuran                                      
                                                Tranka, Kabelindo               
            3   Kabel Data Cat 6                Ex. Supreme, Kabel Metal        
                                                                                
                                                                Page 33 of 90   
            4   Kabel Data Cat 5E               Ex. Supreme, Kabel Metal        
            5   Automatic Transfer Swicth 430A Motorise Ex. ABB, Scheider       
                                                Ex. Pana Panel, Panel Adhiwira, 
            6   Panel                                                           
                                                Oni Panel                       
            7   Komponen Panel (ACB,MCCB,MCB)   Ex. MG, LS, ABB, Scheider       
            8   Saklar & Stop Kontak            Ex. Clipsal, MK, Berker         
            9   Kabel                           Ex. Kabelindo, Metal, Tranka, Fuji
            10  Unittruptable Power Suplay (UPS) Ex. Aros, Siemens, Vector, Fuji
            11  Try & Leader Cable              Ex. Tri Abadi, L Pro            
            12  Conduit, Tee Dos                Ex. Clipsal, EGA                
            13  Litgthening Protection          Ex. LPI, Kurn, EF               
            14  Transformator Daya              Ex. Unindo, Trafindo            
                                                Ex. Simetri, Industira, Onny    
            15  Capasitor Bank                                                  
                                                Panel                           
            D.  PEKERJAAN SOUND SISTEM                                          
            1   Amplifer, Mixer, Speaker DLL    Ex. TOA                         
            E.  PEKERJAAN CCTV                                                  
                                                                                
                                                                                
            1   NVR Master CCTV                 Ex. CP-PLUS                     
            2   Infrared IP Dome Camera         Ex. CP-PLUS                     
            F.  PEKERJAAN PABX                                                  
                                                                                
            1   Master PABX                     Ex. Panasonic                   
            G.  PEKERJAAN FIRE ALARM                                            
                                                                                
                                                                                
            1   MCFA, Semi addressable          Ex. Bosch                       
            2   Anociator                       Ex. Bosch                       
            3   Smoke Detector                  Ex. Bosch                       
            4   Rated of Rise Heat Detector     Ex. Bosch                       
                                                  Merk/Type Rekomendasi         
            No            Jenis Material                                        
                                                   Konsultan Perencana          
                                                                                
                                                                                
            5   Ceiling Cassette, SCNQ21MVR/L 21.000 Btu/h Ex. Daikin           
            6   Wall Mounted STC20NV 7.100 Btu/h Ex. Kembla, Denji, Crane E     
            7   Pipa Pengembunan                Ex. Wavin, Rucika, Unilon       
                                                Ex. Armaflek, Thermaflek,       
            8   Isolasi Pipa Refrijran Pengembunan                              
                                                Insuflek                        
            9   Poly Urethan                    Ex. TD Duct, MG Dutc, First Duck
            10  Exchause / Intake Fan           Ex. S&P, CKE, Kruger, KDK       
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 34 of 90   
         IV. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI                                   
                                                                                
                                                                                
            No.     Jenis Peralatan Kondisi  Kapasitas Minimal Jumlah           
                 Peralatan utama yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan adalah :
                                                                                
                                                     3                          
            1  Pick Up               Baik        1.5 M          1 Unit          
            2  Molen                 Baik       0,3 – 07 M3     1 Unit          
            3  Pemotong Besi         Baik        13mm           1 Unit          
                                                               2 Unit (1        
                                                              Unit terdiri      
            4. Steger                Baik        150 kg                         
                                                               dari 20          
                                                                sheet)          
            5. Genset                Baik       3000 watt       1 Unit          
             V. SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI / METODE PELAKSANAAN              
                                                                                
                 A. SISTIM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)              
                                                                                
                   1. Peraturan                                                 
                                                                                
                                                                                
                     Undang-undang dan persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi
                                                                                
                     dalam pelaksanaan paket pekerjaan ini adalah :             
                     a. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja           
                     b. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi            
                     c. Peraturan Menteri PU No. 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem
                       Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK4) Konstruksi
                       Bidang PU                                                
                   2. Sasaran SMK3                                              
                                                                                
                                                                                
                     a. Tidak ada kecelakaaan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal
                       Accident)                                                
                     b. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80%               
                     c. Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
                       pekerjaannya masing-masing                               
                   3. Program K3                                                
                                                                                
                                                                                
                     a. Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD,
                       Rambu-rambu, Spanduk, Poster, pagar pengaman, jaring pengaman, dsb)
                       secara konsisten.                                        
                     b. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja
                       berbahaya.                                               
                     c. Memastikan semua pekerja untuk mematuhi peraturan yang telah
                                                                                
                       ditetapkan                                               
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 35 of 90   
                   4. Organisasi K3                                             
                                                                                
                                                                                
                     a. Menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang
                       diusulkan                                                
                     b. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para
                       pekerja, Kontraktor harus menjamin sesuai dengan peraturan yang
                       berlaku. Oleh karena itu Kontraktor harus mengikutkan pekerja sebagai
                       peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) sesuai dengan
                                                                                
                       peraturan Pemerintah yang berlaku.                       
                     c. Pada pekerjaan-pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh, maka
                       Kontraktor harus menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja
                       tersebut.                                                
                     d. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K),
                       maka Kontraktor harus menyediakan sejumlah obat-obatan dan
                       perlengkapan medis lainnya yang siap digunakan apabila diperlukan.
                                                                                
                     e. Bila terjadi musibah atau kecelakaan di lapangan yang memerlukan
                       perawatan yang serius, maka Kontraktor harus segara membawa korban
                       ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera melaporkan kejadian tersebut
                       kepada Pemberi Tugas.                                    
                     f. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih, cukup dan
                       memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua pekerja/petugas, baik
                       yang berada dibawah tanggung jawabnya maupun yang berada dibawah
                                                                                
                       pihak ketiga                                             
                 B. PEKERJAAN PERSIAPAN DAN PENDAHULUAN                         
                                                                                
                   1. Umum                                                      
                                                                                
                                                                                
                     a. Lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan dari rumput, semak, akar
                                                                                
                       pohon, dan puing bongkaran bangunan.                     
                     b. Sebelum pekerjaan lain dimulai, lapangan harus selalu dijaga, tetap
                       bersih dan rata.                                         
                   2. Pelaksanaan                                               
                                                                                
                     a. Pengukuran Tapak Kembali                                
                       1) Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan digambar
                                                                                
                          kembali lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-
                          keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-
                          batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya.
                       2) Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan
                          lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada
                          Perencana/Konsultan Pengawas untuk dimintakan keputusannya.
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 36 of 90   
                       3) Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan
                          alat- alat water pass atau Theodolith yang ketepatannya dapat
                          dipertanggung jawabkan.                               
                       4) Kontraktor harus menyediakan Theodolith/waterpass beserta
                          petugas yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan
                          Konsultan Perencanaan/Konsultan/Pengawas selama pelaksanaan
                          proyek.                                               
                                                                                
                       5) Pengurusan sudut siku dengan prisma atau barang secara asas
                          Segitiga Phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil
                          yang disetujui oleh Konsultan Perencana/ Konsultan Pengawas.
                       6) Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan
                          Kontraktor.                                           
                                                                                
                     b. Tugu Patokan Dasar                                      
                                                                                
                       1) Letak dan jumlah tugu patokan dasar ditentukan oleh Konsultan
                          Perencana atau Konsultan Pengawas.                    
                       2) Tugu patokan dibuat dari beton berpenampang sekurang-kurangnya
                          20 X 20 cm, tertancap kuat kedalam tanah sedalam 1m dengan
                          bagian yang menonjol diatas muka tanah secukupnya untuk
                          memudahkan pengukuran selanjutnya dan sekurangkurangnya
                          setinggi 40 cm di atas tanah.                         
                                                                                
                       3) Tugu patokan dasar dibuat permanen, tidak bias diubah, diberi
                          tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya sampai ada instruksi
                          tertulis dari Perencana/KonsultanKonsultan Pengawas untuk
                          membongkarnya.                                        
                       4) Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan
                          Kontraktor.                                           
                                                                                
                                                                                
                     c. Papan Dasar Pelaksanaan (Bouwplank)                     
                       1) Papan dasar pelaksanaan dipasang pada patok kayu kasau Meranti
                          5/7, tertancap ditanah sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau
                          diubah-ubah, berjarak maksimum 2m satu sama lain.     
                       2) Papan patok ukur dibuat dari kayu Meranti, dengan ukuran tebal 3
                          cm, lebar20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya
                          (waterpass).                                          
                                                                                
                       3) Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan lainnya,
                          kecuali  dikehendaki   lain   oleh    Konsultan       
                          Perencana/KonsultanPengawas.                          
                       4) Papan dasar pelaksanaan dipasang sejauh 300 cm dari as pondasi
                          terluar.                                              
                       5) Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan, Kontraktor
                          harus melaporkan kepada Konsultan Perencana/Konsultan 
                          Pengawas.                                             
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 37 of 90   
                       6) Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan termasuk tanggungan
                          Kontraktor.                                           
                                                                                
                     d. Pekerjaan Penyediaan Air dan Daya Listrik Untuk Bekerja 
                       1) Air untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dengan membuat
                          sumur pompa dilokasi proyek atau disuplai dari luar. Air harus
                          bersih, bebas dari debu, bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan
                                                                                
                          kimia lainnya yang merusak. Penyediaan air harus sesuai dengan
                          petunjuk dan persetujuanPengawas.                     
                       2) Listrik untuk bekerja harus disediakan Kontraktor dan diperoleh
                          dari sambungan sementara PLN setempat selama masa     
                          pembangunan. Penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga
                          listrikhanya diperkenankan untuk penggunaan sementara atas
                          persetujuan KonsultanPengawas. Daya listrik juga disediakan untuk
                                                                                
                          suplai Kantor Konsultan Pengawas.                     
                                                                                
                     e. Drainase Tapak                                          
                       1) Dengan mempertimbangkan keadaan topographi/kontur tanah yang
                          ada di tapak, Kontraktor wajib membuat saluran sementara yang
                          berfungsi untuk pembuangan air yang ada.              
                       2) Arah aliran ditujukan kedaerah/permukaan yang terendah yang
                                                                                
                          adadi tapak atau kesaluran yang sudah ada dilingkungan daerah
                          pembuangan.                                           
                       3) Pembuatan saluran sementara harus sesuai petunjuk dan 
                          persetujuan Konsultan Pengawas.                       
                                                                                
                     f. Pagar Pengaman Proyek                                   
                       1) Sebelum Kontraktor mulai melaksanakan pekerjaannya, maka
                                                                                
                          terlebih dahulu memberipagar pengaman pada sekeliling site
                          pekerjaan yang akan dilakukan.                        
                       2) Pembuatan pagar pengaman dibuat jauh dari lokasi pekerjaan,
                          sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pekerjaan yang sedang
                          dilakukan, serta tempat penimbunan bahan-bahan.       
                       3) Dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat bertahan atau kuat sampai
                          pekerjaan selesai.                                    
                                                                                
                       4) Syarat Pagar Pengaman                                 
                         a) Pagar dari senggelombang BJLS20finishcat, tinggi180cm, bagian
                            yang masuk pondasi minimum 40 cm.                   
                         b) Rangka kayu Borneoukuran 4x6cm, dengan pemasangan 4 jalur
                            menurut tinggi pagar.                               
                         c) Pondasi cor beton setempat minimum penampang diameter 30
                            cm dalam 50 cm dari permukaan tanah setempat. Perbandingan
                            beton dengan adukan adalah 1 :3 :5.                 
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 38 of 90   
                         d) Lengkap pembuatan pintu masuk daribahan yang sama.  
                         e) Pagar dicat warnadilengkapi dengan logo padat iap jarak tertentu.
                                                                                
                     g. Los Kerja                                               
                       1) Ukuran luas kantor Kontraktor Los Kerja serta tempat simpan bahan,
                          disesuaikan dengan kebutuhan Kontraktor dengan mengabaikan
                          keamanan dan kebersihan serta dilengkapi dengan pemadam
                                                                                
                          kebakaran.                                            
                       2) Khusus untuk tempat simpan bahan-bahan seperti :pasir, kerikil
                          harus dibuatkan kotak simpan yang dipagari dinding papan yang
                          cukup rapat, sehingga masing-masing bahan tidak tercampur.
                                                                                
                     h. Papan Nama Proyek                                       
                       1) Kontraktor harus menyediakan Papan Nama Proyek yang   
                                                                                
                          mencantumkan nama-nama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana,
                          Konsultan Pengawas dan Kontraktor.                    
                       2) Ukuran layout dan peletakan papan nama harus dipasang sesuai
                          dengan pengarahan KonsultanPengawas                   
                 C. PEKERJAAN PEMATANGAN LAHAN (CUT AND FILL)                   
                                                                                
                   1. Tahap Pendahuluan                                         
                                                                                
                                                                                
                     a. Pengambilan Dokumentasi photo 0% dari beragam sisi dan beberapa
                        titik di area project.                                  
                     b. Membikin MC-0 sesuai sama keadaan lapangan.             
                     c. Membuat Rencana Tata Kerja dan Tata Waktu yang diberikan pada
                        Penyelenggara Pekerjaan dan Konsultan Pengawas untuk mendapati
                        kesepakatan selaku pijakan waktu realisasi.             
                                                                                
                     d. Mengadakan pengaman area dengan pemagaran keliling dalam rangka
                        mitigasi dari semua problem.                            
                     e. Melangsungkan koordinasi dengan Lembaga berkaitan pada wilayah
                        dimana kegiatan ini berada.                             
                     f. Pembersihan area project dari sampah, kotoran, tanaman liar,
                        dan sebagainya.                                         
                     g. Penyediaan kelengkapan P3K untuk bantuan pertama pas ada
                                                                                
                        kecelakaan kerja yang ditaruh dalam direksi keet.       
                     h. Melangsungkan pengukur / Uitzet dan pembersihan area.   
                   2. Tahap Persiapan                                           
                                                                                
                     a. Pengerjaan Direksi keet dibangun di lokasi yang aman dari cut and fill
                        tempat (sesuai dengan saran pengawas lapangan/Direksi lapangan).
                     b. Penebangan pohon (jika ada) dilaksanakan sebelumnya penggukuran
                        kontur.                                                 
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 39 of 90   
                     c. Penskalaan tempat mencakup pengukur dan menggambar peta kontur
                        tanah.                                                  
                     d. Setelah itu lakukan penempatan patok posisis CUT dan FILL dengan
                        menentukan elevasinya.                                  
                   3. Tahapan Cut and Fill                                      
                                                                                
                    a. Setelah penempatan patok-patok usai diteruskan dengan Gridding/Land
                                                                                
                       Cleaning, kupasan dikumpulkan di sejumlah titik untuk mempermudah
                       di buang keluar lokasi proyek.                           
                    b. Dilaksanakan pengggalian pada area yang di CUT. Galian dapat di buang
                       di area FILL yang sudah diketahui dari pengukur kontur.  
                    c. Perataan tanah galian dengan secara di layer kira-kira 30 cm.
                    d. Selanjutnya dipadatkan. Bila keadaan tanah sangat kering dilaksanakan
                       penyiraman dengan air.                                   
                                                                                
                    e. Finishhing dengan alat berat sembari lakukan pengendalian apakan
                       urugan dan sesuai sama yang di tetapkan dan sesuai sama ketingginnya.
                    f. Pengetesan kepadatan tanah dikerjakan sehabis seluruhnya 
                       penggurugan tanah usai dengan menggunkan Tes CBR         
            D. PEKERJAAN TANAH                                                  
                                                                                
              1. Pekerjaan Persiapan                                            
                                                                                
                                                                                
                a. Pada umumnya, tempat-tempat untuk bangunan dibersihkan. Sampah yang
                  tertanam dan material lain yang tidak diinginkan berada dalam daerah yang
                  akan dikerjakan, harus dihilangkan, atau dibuang dengan cara-cara yang
                  disetujui oleh Konsultan Pengawas. Seluruh tanah bagian yang mengandung
                  humus pada daerah yang akan dibangun harus dibuang atau dikupas. Tebal
                  lapisan yang akan dikupas sedalam 50 cm dari permukaan tanah asli, termasuk
                                                                                
                  pembersihan kembali dari sisa-sisa akar tanaman yang masih tertinggal.
                b. Semua daerah urugan harus dipadatkan, baik urugan yang telah ada maupun
                  terhadap urugan yang baru. Tanah urugan harus bersih dari sisa-sisa tumbuhan
                  atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan pelapukan dikemudian hari.
                c. Pengupasan dilakukan per blok, untuk mempermudah pengecekan kedalaman
                  bagian yang akan dikupas. Pekerjaan pengupasan di lapangan supaya
                  memperhatikan patok-patok yang telah ada. Tidak diperbolehkan untuk
                                                                                
                  melakukan pekerjaan berikutnya di atas seluruh atau sebagian daerah yang
                  strippingnya belum selesai. Pekerjaan ini dianggap sudah selesai setelah
                  disetujui oleh Konsultan Pengawas.                            
                d. Pembuatan dan pemasangan patok dasar pelaksanaan (bouwplank) termasuk
                  pekerjaan Kontrakor dan harus dibuat dari kayu papan jenis Meranti dengan
                  tebal 3 cm dengan tiang dari kaso / Usuk ukuran 5/7 atau dolken berdiameter 6
                  - 8 cm cm dengan jarak 2 meter satu sama lain. Pemasangan harus kuat dan
                  permukaan atasnya rata dan sifat datar (waterpass).           
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 40 of 90   
                  1) Bahan-bahan bekas galian jalan dan strippingnya tidak boleh digunakan
                     sebagai material timbunan, tetapi dipindahkan ke kaveling sebelah area
                     proyek atau tempat yang akan ditentukan oleh Konsultan Pengawas, dimana
                     tanah bekas galian-galian tersebut harus dirapikan dan dipadatkan.
                  2) Segala pekerjaan pengukuran, persiapan termasuk tanggungan Kontraktor.
                  3) Kontraktor harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan
                     berikut ahli ukur yang berpengalaman.                      
                                                                                
                  4) Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran
                     kembali lokasi pembangunan dengan melengkapi keterangan- keterangan
                     mengenai peil tanah, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah
                     ditera kebenarannya oleh Konsultan MK/ Pengawas atau Konsultan
                     Perencana.                                                 
                  5) Ketidak-cocokan yang mungkin terjadi anatara gambar dan keadaan
                     lapangan yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada Konsultan
                                                                                
                     Pengawas untuk dimintakan keputusannya.                    
                  6) Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-
                     alat waterpass/theodolith.                                 
                  7) Kontraktor harus menyediakan waterpass atau theodolith beserta petugas
                     yang melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan Konsultan Pengawas.
                  8) Pengukuran sudut siku-siku dengan prisma atau benang secara azas segitiga
                     phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang telah
                                                                                
                     disetujui oleh Konsultan Pengawas.                         
                e. Pada papan dasar pelaksanaan (bouwplank) harus dibuat tanda-tanda yang
                  menyatakan as-as dan atau level/peil-peil dengan warna yang jelas dan tidak
                  mudah hilang jika terkena air atau hujan.                     
                f. Material timbunan harus didatangkan dari lokasi lain yang disetujui oleh
                  Konsultan Pengawas. Bahan urugan harus memenuhi persyaratan sebagai
                  berikut:                                                      
                                                                                
                  1) Tanah harus dibersihkan dan tidak mengandung akar, kotoran dan bahan
                     organis lainnya.                                           
                  2) Terlebih dahulu diadakan test dan hasilnya harus tertulis serta diketahui
                     oleh Konsultan Pengawas.                                   
                  3) Penimbunan tanah dilakukan sampai peil yang ditentukan pada gambar
                     rencana.                                                   
                  4) Penimbunan baru dilaksanakan setelah tanah yang dikupas dipadatkan
                                                                                
                     sampai 98% kepadatan maximum compaction standard proctor.  
                  5) Tanah yang digunakan untuk penimbunan adalah tanah yang gradasinya
                     bagus serta bebas dari humus/akar-akaran.                  
                g. Pengukuran dan pemasangan bouwplank titik duga (peil + 0) ditentukan
                  bersama-sama Konsultan Pengawas. Patok-patok berukuran minimal 5/7 cm
                  dan papan bouwplank 3/20 dengan panjang ukuran lebih dari 4 m dan terbuat
                  dari kayu kualitas baik. Papan patok harus keras dan tidak berubah posisinya,
                  tanda-tanda dan sumbu harus teliti dan jelas, dicat dengan cat menie.
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 41 of 90   
                h. Kontraktor harus memasang dan mengukur secara teliti patok monumen (BM)
                  pada lokasi tertentu sepanjang proyek untuk memungkinkan perancangan
                  kembali, pengukuran sipat datar dari perkerasan atau penentuan titik dari
                  pekerjaan yang akan dilakukan. Patok monumen yang permanen harus
                  dibangun di atas tanah yang tidak akan terganggu/di pindahkan.
                i. Untuk pekerjaan jalan Kontraktor harus menentukan titik patok konstruksi yang
                  menunjukan garis dan kemiringan untuk lebar perkerasan, lebar bahu dan
                                                                                
                  drainase saluran samping sesuai dengan penampang melintang standar yang
                  diberikan dalam gambar rencana dan harus mendapat persetujuan Konsultan
                  MK/ Pengawas sebelum memulai konstruksi. Jika terjadi perubahan dari garis
                  dan kemiringan, baik sebelum maupun sesudah penentuan patok perlu
                  persetujuan lebih lanjut.                                     
              2. Pekerjaan Galian                                               
                                                                                
                                                                                
                a. Seluruh lapangan pekerjaan harus diratakan atau digali dan semua sisa-sisa
                  tanaman seperti akar-akar, rumput-rumput dan sebagainya, harus dihilangkan.
                b. Pekerjaan penggalian tanah, perataan tanah, harus dikerjakan lebih dahulu
                  sebelum kontraktor memulai pekerjaan. Pekerjaan galian tersebut disesuaikan
                  dengan kebutuhannya sesuai dengan peil-peil (level), pada lokasi yang telah
                  ditentukan di dalam gambar, dan mendapatkan persetujuan Konsultan
                  Pengawas.                                                     
                                                                                
                c. Daerah yang akan digali harus dibersihkan dari semua benda penghambat
                  seperti, sampah-sampah, tonggak bekas-bekas lubang dan sumur, lumpur,
                  pohon dan semak-semak. Bekas-bekas lubang dan sumur, harus dikuras airnya
                  dan diambil Lumpur atau tanahnya yang lembek, yang ada didalamnya. Pohon
                  yang ada, hanya boleh disingkirkan setelah mendapat persetujuan pengawas.
                  Tunggak-tunggak pepohonan dan jalinan-jalinan akar harus dibersihkan dan
                  disingkirkan sampai pada kedalaman + 1,5 m di bawah permukanan tanah.
                                                                                
                  Segala sisa dan kotoran yang disebabkan oleh pekerjaan tersebut, harus
                  disingkirkan dari daerah pembangunan oleh kontraktor, sesuai dengan petunjuk
                  Konsultan Pengawas.                                           
              3. Pekerjaan Galian Pondasi                                       
                                                                                
                a. Galian untuk pondasi harus dilakukan menurut ukuran yang sesuai dengan
                  peilpeil yang tercantum dalam gambar Rencana Pondasi. Semua bekas-bekas
                                                                                
                  pondasi bangunan lama, jaringan jalan atau aspal, akar dan pohon-pohon
                  dibongkar dan dibuang.                                        
                b. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan
                  lainlain yang masih digunakan, maka secepatnya memberitahukan kepada
                  Konsultan Pengawas atau kepada instansi yang berwenang untuk mendapatkan
                  petunjuk seperlunya. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan-
                  kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut.      
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 42 of 90   
                c. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan, maka
                  kontraktor harus mengisi atau mengurug daerah galian tersebut dengan
                  bahanbahan pengisian untuk pondasi yang sesuai dengan spesifikasi.
                d. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas
                  dari longsoran-longsoran tanah di kiri dan kanannya (bila perlu dilindungi oleh
                  alat-alat penahan tanah dan bebas dari genangan air) sehingga pekerjaan
                  pondasi dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan spesifikasi. Pemompaan,
                                                                                
                  bila dianggap perlu, harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu
                  struktur bangunan yang sudah jadi.                            
                e. Pengisian kembali dengan tanah (batuan) bekas galian, dilakukan selapis demi
                  selapis dan ditumbuk sampai padat. Pekerjaan pengisian kembali ini hanya
                  boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan
                  Konsultan Pengawas dan bagian yang akan diurug kembali harus diurug dengan
                  tanah dan memenuhi sebagai tanah urug.                        
              4. Pekerjaan Urugan dan Pemadatan                                 
                                                                                
                                                                                
                Yang dimaksud disini adalah pekerjaan pengurugan dan pemadatan tanah dengan
                syarat khusus dimana tanah hasil urugan ini akan dipergunakan sebagai pemikul
                beban                                                           
                a. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur, kotoran, sampah dan
                  sebagainya.                                                   
                                                                                
                b. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan ketebalan 15
                  cm material lepas, dipadatkan sampai mencapai kepadatan maksimum dengan
                  alat pemadat dan mencapai peil permukaan yang direncanakan.   
                c. Material-material bahan urugan yang terletak pada daerah yang tidak
                  memungkinkan untuk dipadatkan dengan alat-alat berat, urugan dilakukan
                  dengan ketebalan maksimum 10 cm material lepas dan dipadatkan dengan
                  mesin stamper.                                                
                                                                                
                d. Toleransi pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian maupun
                  pengurugan adalah 10 mm terhadap kerataan yang ditentukan.    
                e. Untuk mencapai kepadatan yang optimal, bahan harus ditest di laboratorium,
                  untuk mendapat nilai standard proctor. Laboratorium yang memeriksa harus
                  laboratorium resmi atau laboratorium yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas.
                  Dengan bahan yang sama, material yang akan dipadatkan harus ditest juga di
                  lapangan dengan sistem “Field Density Test” dengan hasil kepadatannya sebagai
                                                                                
                  berikut :                                                     
                  1) Untuk lapisan yang dalamnya sampai 30 cm dari permukaan rencana,
                     kepadatannya 95% dari standard proctor.                    
                  2) Untuk lapisan yang dalamnya lebih dari 30 cm dari permukaan rencana,
                     kepadatannya 90% dari standard proctor.                    
                    Hasil test di lapangan harus tertulis dan diketahui oleh Konsultan Pengawas.
                    Semua hasil-hasil pekerjaan diperiksa kembali terhadap patok- patok
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 43 of 90   
                    referensi untuk mengetahui sampai dimana kedudukan permukaan tanah
                    tersebut.                                                   
                    Bagian permukaan tanah yang telah dinyatakan padat, harus dipertahankan
                    dan dijaga jangan sampai rusak, akibat pengaruh luar dan tetap menjadi
                    tanggung jawab kontraktor sampai dengan masa pemeliharaan. Pekerjaan
                    pemadatan dianggap cukup, setelah mendapat persetujuan Pengawas.
                f. Bahan urugan untuk pelaksanaan pengerasan harus disebar dalam
                                                                                
                  lapisanlapisan yang rata dalam ketebalan yang tidak melebihi 200 mm pada
                  kedalaman gembur.                                             
                g. Gumpalan-gumpalan tanah harus digemburkan dan bahan tersebut harus
                  dicampur dengan cara menggaru atau cara sejenisnya sehingga diperoleh
                  lapisan yang kepadatannya sama.                               
                h. Setiap lapisan harus diarahkan pada kepadatan yang dibutuhkan dan diperiksa
                  melalui pengujian lapangan yang memadai, sebelum dimulai dengan lapisan
                                                                                
                  berikutnya. Lapisan berikutnya tidak boleh dihampar sebelum hasil pekerjaan
                  lapisan sebelumnya mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.
                i. Bilamana bahan tersebut tidak mencapai kepadatan yang dikehendaki, lapisan
                  tersebut harus diulang kembali pekerjannya atau diganti, dengan cara-cara
                  pelaksanaan yang telah ditentukan, guna mendapatkan kepadatan yang
                  dibutuhkan.                                                   
                j. Jadwal pengujian akan ditentukan atau ditetapkan oleh Perencana atau
                                                                                
                  Konsultan Pengawas. Pengujian diadakan minimum setiap 25 m2 . 
                k. Biaya pengujian ditanggung oleh Kontraktor. Setelah pemadatan selesai,
                  kelebihan tanah urugan harus dipindahkan ketempat yang ditentukan oleh
                  Konsultan Pengawas. Ketinggian (peil) disesuaikan dengan gambar.
                l. Kontraktor harus mengadakan drainage yang sempurna setiap saat. Ia harus
                  membangun saluran-slauran, memasang parit-parit, memompa dan atau
                  mengeringkan drainage.                                        
              5. Pembuangan Material Hasil Galian                               
                                                                                
                                                                                
                a. Pembuangan material hasil galian menjadi tanggung jawab kontraktor. Material
                  hasil galian harus dikeluarkan paling lambat dalam waktu 1 x 24 jam, sehingga
                  tidak mengganggu penyimpanan material lain.                   
                b. Material dari hasil galian tersebut atas persetujuan Konsultan Pengawas telah
                  diseleksi bagian-bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai material timbunan
                                                                                
                  dan urugan. Sisanya harus dibuang ke luar site atau tempat lain atas persetujuan
                  Konsultan Pengawas.                                           
              6. Pengujian Mutu Pekerjaan                                       
                                                                                
                a. Konsultan Pengawas harus diberitahu bila penelitian di lapangan sudah dapat
                  dilaksanakan untuk menentukan kepadatan relative yang sebenarnya di
                  lapangan.                                                     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 44 of 90   
                b. Jika kepadatan dilapangan kurang dari 95 % dari kepadatan maksimum, maka
                  Kontaraktor harus mamadatkan kembali tanpa biaya tambahan sampai
                  memenuhi syarat kepadatan, yaitu tidak kurang dari 95 % dari kepadatan
                  maksimum di laboratorium. Penelitian kepadatan di lapangan harus mengikuti
                  prosedur ASTM D156-700 atau prosedur lainnya yang disetujui Konsultan
                  Pengawas. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan
                  Pengawas dan semua biaya yang timbul untuk keperluan ini menjadi beban
                                                                                
                  Kontraktor.                                                   
                c. Penelitian kepadatan di lapangan tersebut dilaksanakan setiap 500 meter
                  persegi dari daerah yang dipadatkan atau ditentukan lain oleh Konsultan
                  Pengawas.                                                     
                d. Penentuan kepadatan dilapangan dapat dipergunakan salah satu dari cara atau
                  prosedur dibawah ini :                                        
                  1) “Density of soil inplace by sand-cone method“ AASHTO.T.191.
                                                                                
                  2) “Density of soil inplace by driven cylinder method“ AASHTO.T.204.
                  3) “Density of soil inplace by the rubber ballon method“ AASHTO.T.205.
                  Atau cara-cara lain yang harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari
                  Konsultan Pengawas.                                           
            E. PEKERJAAN URUGAN TANAH                                           
                                                                                
                                                                                
                                                                                
              1. Tahap pertama adalah dengan membersihkan lokasi yang akan diurug terhadap
                kayu, semak-semak atau sampah lainnya.                          
              2. Kemudian sediakan tanah urugan dengan kualitas yang baik.      
              3. Jangan lupa untuk membuat batas-batas, patok-patok, menarik benang dari 1 patok
                ke patok yang lainnya, agar diperoleh permukaan tanah rata-rata sesuai dengan
                level yang diharapkan.                                          
              4. Proses yang keempat adalah Lokasi yang akan diurug/ditinggikan dipersiapkan
                                                                                
                terlebih dahulu supaya terdapat hubungan yang baik antara tanah dasar dengan
                tanah urugan nantinya.                                          
              5. Jika diperlukan/disyaratkan tanah bahan urugan diambil di beberapa tempat
                sebagai sampel untuk pemeriksaan pemadatan di laboratorium.     
              6. Yang keenam adalah urugan tanah dilakukan lapis demi lapis sesuai spesifikasi
                (misalnya tiap 40 cm) dan setiap lapis diikuti dengan pemadatan.
              7. Proses pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat sesuai dengan
                                                                                
                keperluannya (Stamper, Baby roller atau alat berat pemadatan).  
              8. Jangan lupa untuk melakukan test kepadatan tanah di lapangan sesuai spesifikasi.
              9. Faktor yang tidak diabaikan adalah dengan memperhatikan kekuatan penahan
                tanah di sekeliling urugan.                                     
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 45 of 90   
            F. PEKERJAAN BEKISTING BETON                                        
                                                                                
              1. Umum                                                           
                                                                                
                                                                                
                a. Lingkup Pekerjaan                                            
                  1) Kayu dan baja untuk bekisting beton cor ditempat, lengkap dengan
                     perkuatan dan pengukuran-pengukuran yang diperlukan.       
                                                                                
                  2) Penyediaan bukaan ataus paring dan sleeve untuk pekerjaan-pekerjaan
                     Mekanikal dan Elektrikal                                   
                  3) Penyediaan Water stops                                     
                  4) Penyediaan angkur-angkur untuk hubungan dengan pekerjaan lain.
                                                                                
                b. Peraturan-peraturan                                          
                  1) Standar Indonesia                                          
                                                                                
                     a) PersyaratanBetonStrukturalUntukBangunanGedung SNI 2847:2013
                     b) SpesifikasiDisainUntukKonstruksiKayu SNI 7973:2013      
                     c) SpesifikasiBetonStruktural SNI03-6880-2002              
                  2) ACI : AmericanConcreteInstitute,USA                        
                     a) 303–GuidetoCastInplaceArchitecturalConcretePractice     
                     b) 318–BuildingCodeRequirementsforReinforcedConcrete       
                     c) 347–RecommendedPracticeforConcreteFormWork              
                                                                                
                     d) SP4,Specialpublication34–FormWorkforConcrete            
                                                                                
                c. Shop Drawing                                                 
                  1) Dimana diperlukan, menurut Konsultan MK/Pengawas, harus dibuat Shop
                     Drawing.                                                   
                  2) Siapkan shop drawing tipikal untuk tiap rancangan bekisting yang berbeda,
                     yang memperlihatkan :                                      
                                                                                
                     a) dimensi                                                 
                     b) metodekonstruksi                                        
                     c) bahan                                                   
                     d) hubungandanikatan-ikatan(ties)                          
              2. Bahan                                                          
                                                                                
                a. Bekisting Beton Biasa (Non Ekspose)                          
                                                                                
                   1) Multyplek tebal 9 mm dan 12 mm                            
                   2) Paku, angkur dan sekrup-sekrup; ukuran sesuai dengan keperluan dan
                     cukup kuat untuk menahan bekisting agar tidak bergerak ketika dilakukan
                     pengecoran.                                                
                                                                                
                b. Bekisting Beton Ekspose                                      
                   1) Multyplek tebal 9 mm dan 12 mm.                           
                   2) Baja lembaran,tebal minimal 12mm, untuk kolom-kolom bundar.
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 46 of 90   
                   3) Formties; baja yang mudah dilepas (snap-offmetal). Panjang fixed atau adjus
                     table, dapat terkunci dengan baik dan tidak berubah saat pengecoran.
                     Lubang yang terjadi pada permukaan beton setelah formties dibuka tidak
                     boleh lebih dari 1 inch (25mm).                            
                   4) Form Release Agent; minyak mineral yang tidak berwarna, yang tidak
                     menimbulkan karat pada permukaan beton dan tidak mempengaruhi
                     rekatan maupun warna bahan finishing permukaan beton.      
                                                                                
                   5) Chamfer Strips, terbuat dari jenis kayu kelas II, dibentuk menurut rencana
                     beton pada gambar.                                         
                                                                                
                c. Syarat-syarat Umum Bekisting                                 
                   1) Tidak mengalami deformasi. Bekisting harus cukup tebal dan terikat kuat.
                   2) Kedap air, dengan menutup semua celah dengan tape.        
                   3) Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam bekisting.
              3. Pelaksanaan                                                    
                                                                                
                                                                                
                a. Pemasangan Bekisting                                         
                  1) Tentukan jarak, level dan pusat (lingkaran) sebelum memulai pekerjaan.
                  2) Pastikan ukuran-ukuran ini sudah sesuai dengan gambar.     
                  3) Pasang bekisting dengan tepat dan sudah diperkuat (bracing), sesuai dengan
                     design dan standard yang telah ditentukan; sehingga bisa dipastikan akan
                                                                                
                     menghasilkan beton yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan akan bentuk,
                     keselurusan dan dimensi.                                   
                  4) Hubungan-hubungan antara papan bekisting haruslurus danharus dibuat
                     kedap air, untuk mencegah kebocoran adukan atau kemungkinan deformasi
                     bentuk beton. Hubungan-hubungan ini harus diusahakan seminimal
                     mungkin.                                                   
                  5) Bekisting untuk dinding pondasi dan sloof harus dipasang pada kedua
                                                                                
                     sisinya. Pemakaian pasangan bata untuk bekisting pondasi harus atas seijin
                     Konsultan MK/Pengawas. Semua tanah yang mengotori bekisting pada sisi
                     pengecoran harus dibuang                                   
                  6) Perkuat-perkuat pada bukaan-bukaan dibagian-bagian yang struktural yang
                     tidak diperlihatkan pada gambar harus mendapatkan pemeriksaan dan
                     persetujuan dari Konsultan MK/Pengawas                     
                  7) Pada bagian-bagian yang akan terlihat, tambahkan pinggulan-pinggulan
                                                                                
                     (chamferstrips) pada sudut-sudut luar(vertikal dan horisontal) dari balok,
                     kolom dan dinding.                                         
                  8) Bekisting harus memenuhi toleransi deviasi maksimal berikut: 1. Deviasi
                     garis vertical dan horisontal:                             
                     a) 4 mm, pada jarak 3000 mm.                               
                     b) 8 mm, pada jarak 6000 mm.                               
                     c) 16 mm, pada jarak 12000 mm, atau lebih.                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 47 of 90   
                     d) Deviasi pada pemotongan melintang dari dimensi kolom/balok,
                       ketebalan plat 4 mm.                                     
                  9) Aplikasi bahan pelepas acuan (form release agent) harus sesuai dengan
                     rekomendasi pabrik. Aplikasi harus dilaksanakan sebelum pemasangan besi
                     beton,angkur-angkur dan bahan-bahan tempelan (embedded item) lainnya.
                     Bahan yang dipakai dan cara aplikasinya tidak boleh menimbulkan karat
                     atau mempengaruhi warna permukaan beton.                   
                                                                                
                  10)Dimana permukaan beton yang akan dilapisi bahan yang bisa rusak terkena
                     bahan pelepas acuan; bahan pelepas acuan tidak boleh dipakai. Untuk itu,
                     dalam hal bahan pelepasa cuan tidak boleh dipakai, sisi dalam bekisting
                     harus dibahasi dengan air bersih. Dan permukaan ini harus dijaga selalu
                     basah sebelum pengecoran beton.                            
                                                                                
                b. Sisipan (insert), Rekatan (embedded) dan buka (Opening).     
                                                                                
                  1) Sediakan bukaan pada bekisting dimana diperlukan untuk pipa, conduits,
                     sleeves dan pekerjaan lain yang akan merekat pada atau melalui/merembes
                     beton.                                                     
                  2) b. Pasang langsung pada bekisting alat-alat atau yang pekerjaan lain yang
                     akan dicor langsung pada beton.                            
                  3) Koordinasi bagian dari pekerjaan lain yang terlibat ketika membentuk atau
                     menyediakan bukaan, slots, recessed, sleeves, bolts, angkur dan sisipan-
                                                                                
                     sisipan lainnya. Jangan laksanakan pekerjaan diatas jika tidak secara jelas
                     atau khusus ditunjukkan pada gambar yang berhubungan.      
                  4) Pemasangan water stops harus kontinyu (tidak terputus dan tidak
                     mengubah letak besi beton).                                
                  5) Sediakan bukaan sementara pada beton dimana diperlukan guna
                     pembersihan dan inspeski. Tempatkan bukaan dibagian bawah bekisting
                     guna memungkinkan air pembersih keluar dari bekisting. Penutup bukaan
                                                                                
                     sementara ini harus dengan bahan yang memungkinkan merekat rapat, rata
                     dengan permukaan dalam bekisting, sehingga sambungannya tidak akan
                     tampak pada permukaan beton ekspose.                       
             4. Kontrol Kualitas.                                               
                                                                                
               a. Periksa dan kontrol bekisting yang dilaksanakan telah sesuai dengan bentuk
                  beton yang diinginkan, dan perkuatan-perkuatannya guna memastikan bahwa
                                                                                
                  pekerjaan telah sesuai dengan rancangan bekisting, wedgeeties, dan bagian-
                  bagian lainnya aman.                                          
               b. Informasikan pada Konsultan MK/Pengawas, jika bekisting telah dilaksanakan,
                  dan telah dibersihkan, guna laksanaan pemeriksaan. Mintakan persetujuan
                  Konsultan MK/Pengawas terhadap bekisting yang telah dilaksakan sebelum
                  dilaksanakan pengecoran beton.                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 48 of 90   
               c. Untuk permukaan beton ekspose, pemakaian bekisting kayu lebih dari 2 kali
                  tidak diperkenankan. Penambahan pada bekisting, juga tidak diperkenankan
                  kecuali pada bukaan-bukaan sementara yang diperlukan.         
               d. Bekisting yang akan dipakai ulang harus mendapatkan persetujuan sebelumnya
                  dari Konsultan MK/Pengawas.                                   
                                                                                
             5. Pembersihan                                                     
                                                                                
                                                                                
               a. Bersihkan bekisting selama pemasangan, buang semua benda-benda yang tidak
                  perlu. Buang bekas-bekas potongan, kupasan dan puing dari bagian dalam
                  bekisting. Siram dengan air, menggunakan air bertekanan tinggi, guna
                  membuang benda-benda asing yang masih tersisa pastikan bahwa air dan
                  puing-puing tersebut telah mengalir keluar melalui lubang pembersih yang
                  disediakan.                                                   
                                                                                
               b. Buka bekisting secara kontinyu dan sesuai dengan standard yang berlaku
                  sehingga tidak terjadi beban kejut (shockload) atau ketidak seimbangan beban
                  yang terjadi pada struktur.                                   
               c. Pembukaan bekisting harus dilakukan dengan hati-hati, agarperalatan-
                  peralatan yang dipakai untuk membuka tidak merusak permukaan beton.
               d. Untuk yang akan dipakai kembali, bekisting-bekisting yang telah dibuka harus
                  disimpan dengan cara yang memungkinkan perlindungan terhadap permukaan
                                                                                
                  yang akan kontak dengan beton tidak mengalami kerusakan.      
               e. Dimana diperlukan perkuatan-perkuatan pada komponen-konponen struktur
                  yang telah dilaksanakan guna memenuhi syarat pembebanan dan konstruksi
                  sehinggapekerjaan-pekerjaan konstruksi dilantai-lantai diatasnya bisa
                  dilanjutkan. Pembukaan penunjang bekisting hanya bisa dilakukan setelah
                  beton mempunyai 75% dari kuat tekan 28 hari (28 day compressive strength)
                  yang diperlukan.                                              
                                                                                
               f. Bekisting-bekisting yang dipakai untuk mematangkan (curing) beton,tidakboleh
                  dibongkar sebelum dinyatakan matang oleh Konsultan MK/Pengawas.
            G. PEKERJAAN BETON BERTULANG                                        
                                                                                
                                                                                
              1. Bahan                                                          
                                                                                
                                                                                
                a. Semen                                                        
                  1) Semua semen yang digunakan adalah semen portland Semen Padang yang
                     sesuai dengan syarat-syarat :                              
                     a) Peraturan Semen Portland SNI15-2049-2004.               
                     b) Persyaratan Beton Strukturan Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013.
                     c) Mempunyai sertifikat Uji (test sertificate).            
                     d) Mendapat Persetujuan Konsultan Perencana /KonsultanPengawas.
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 49 of 90   
                  2) Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak
                     diperkenankan menggunakan bermacam -macam jenis/merk semen untuk
                     suatu konstruksi/struktur yang sama), dalam keadaan baru dan asli, dikirim
                     dalam kantong-kantong semen yang masih disegel dan tidak pecah.
                  3) Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Harus diterimakan
                     dalam sak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat, dan
                     harus disimpan digudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan tidakkena
                                                                                
                     air, diletakan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30cm dari lantai.
                     Sak-sak semen tersebut tidak bole ditumpuk sampai tingginya melampaui 2
                     m atau maximum 10 sak, setiap pengiriman baru harusditandai dan
                     dipisahkan dengan maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut
                     urutan pengirimannya.                                      
                  4) Untuk semen yang diragukan mutunya dan kerusakan-kerusakan akibat
                     salah penyimpanan dianggap rusak, membatu, dapat ditolak penggunaannya
                                                                                
                     tanpa melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan
                     dari lapangan paling lambat dalam waktu 2x24 jam.          
                                                                                
                b. Agregat                                                      
                  1) Semua pemakaian koral (kerikil), batu pecah (agregat kasar) dan pasir
                     beton,harus memenuhi syarat-syarat:                        
                     a) Peraturan tentang Agregat halus dan kasar, Metode pengujian analisis
                                                                                
                       saringan SNI 03-1968-1990.                               
                     b) Persyar atan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013.
                  2) Tidak Mudah Hancur (tetap keras), tidak porous.            
                  3) Bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanahliat atau
                     kotoran-kotoran lainnya.                                   
                  4) Kekerasan dari butir-butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji
                     dari Rudelaff dengan beban penguji 20ton, agregat kasar harus memenuhi
                                                                                
                     syarat sebagai berikut :                                   
                     a) Tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 9,5 -19 mm lebih dari 24 %
                     b) Tidakterjadipembubukansampaifraksi19-30 mm lebih dari 22% atau
                       dengan mesin pengaus Los Angelos dimana tidak terjadi kehilangan
                       berat lebih dari 50 %.                                   
                  5) Koral (kerikil) dan batu pecah (agregatkasar) yang mempunyai ukuran lebih
                     besar dari 30 mm, untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan
                                                                                
                     Konsultan Pengawas.                                        
                  6) Gradasi dari agregat-agregat tersebut secara keseluruhan harus dapat
                     menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja yang
                     baik dengan semen dan air, dalam proporsi campuran yang akan dipakai.
                  7) Konsultan Pengawas dapat meminta kepada Kontraktor untuk mengadakan
                     test kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang
                     ditunjuk oleh Konsultan Pengawas, setiap saat dalam laboratorium yang
                     diakui atas biaya Kontraktor.                              
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 50 of 90   
                  8) Dalam hal adanya perubahan sumber dari mana agregat tersebut disupply,
                     maka Kontraktor diwajibkan untuk memberitahukan kepada Konsultan
                     Pengawas.                                                  
                  9) Agregat harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras permukaannya
                     dan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu sama lain dan terkotori.
                                                                                
                c. Air                                                          
                                                                                
                  1) Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan-pekerjaan di lapangan
                     adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan-bahan kimia
                     (asam alkali) tidak mengandung organisme yang dapat memberikan efek
                     merusak beton, minyak atau lemak.                          
                  2) Memenuhi syarat-syarat Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan
                     Gedung SNI 2847:2013 dan diuji oleh Laboratorium yang diakui sah oleh
                     yang berwajib dengan biaya ditanggung oleh pihak Kontraktor.
                                                                                
                  3) Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai.
                  4) Kandungan chlorida tidak melebihi 500 p.p.m dan kombinasi sulfat (SO3)
                     tidak melebihi 1000 p.p.m. Apabila dipandang perlu. Konsultan Pengawas
                     dapat minta kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa
                     dilaboratorium pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
                     Kontraktor.                                                
                                                                                
                                                                                
                d. Besi Beton                                                   
                  1) Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat:
                     a) Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013
                       dan Peraturan Baja tulangan beton SNI07-2052-2002.       
                     b) Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak-minyak, karat dan tidak
                       cacat (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya).    
                     c) Dari jenis baja mutu U-24 untuk diameter < 13 mm (polos) dan U-40
                                                                                
                       untuk diameter ≥ D13 mm (ulir). Bahan tersebut dalam segala hal harus
                       memenuhi ketentuanketentuan sesuai SNI (mengacu ke point pertama).
                     d) Mempunyai penampang yang samarata.                      
                     e) Ukuran disesuaikan dengan gambar-gambar.                
                  2) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan- ketentuan
                     diatas, harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.     
                  3) Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak
                                                                                
                     diperkenankan untuk mencampur-adukan bermacam-macam sumber besi
                     beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setiap pengiriman ke site harus
                     disertakan dengan Mill Certificate.                        
                  4) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan- ketentuan
                     diatas, harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.     
                  5) Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak
                     diperkenankan untuk mencampur-adukan bermacam-macam sumber besi
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 51 of 90   
                     beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setiap pengiriman ke site harus
                     disertakan dengan Mill Certificate.                        
                  6) Kontraktor bila mana diminta harus mengadakan pengujian mutu besi beton
                     yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Batang
                     percobaan diambil dibawah kesaksian Konsultan Konsultan Pengawas.
                     Jumlah test besi beton dengan interval setiap 1 truk=1 buah benda uji atau
                     tiap10 ton=1 buah test besi. Percobaan mutu besi beton juga akan
                                                                                
                     dilakukan setiap saat bila mana dipandang perlu oleh Konsultan Pengawas.
                  7) Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar atau
                     mendapat persetujuan Konsultan Pengawas. Hubungan antara besi beton
                     satu dengan yang lainnya harus menggunakan kawat beton, diikat dengan
                     teguh, tidak bergeser selama pengecoran beton dan tidakmenyentuh lantai
                     kerja atau papan acuan. Sebelum beton dicor, besi beton harus bebas dari
                     minyak, kotoran, cat, karet lepas, kulit giling atau bahan-bahan lain yang
                                                                                
                     merusak. Semua besi beton harus dipasang pada posisi yang tepat.
                  8) Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitasnya tidak
                     sesuai dengan spesifikasi (R.K.S.) diatas,harus segera dikeluarkan dari site
                     setelah menerima instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas, dalam
                     waktu2 x24 jam.                                            
                                                                                
                e. Admixture                                                    
                                                                                
                  1) Untuk memperbaiki mutu beton, sifat-sifat pengerjaan, waktu pengikatan
                     dan pengerasan maupun maksud-maksud lain dapat dipakai bahan
                     admixture.                                                 
                  2) Jenis dan jumlah bahan admixture yang dipakai harus ditest dan disetujui
                     terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas.                   
                  3) Admixture yang telah disimpan lebih dari 6 bulan dan telah rusak, tidak
                     boleh dipergunakan.                                        
                                                                                
                  4) Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama, cara
                     mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat
                     tidak diperlukan penggunaan sesuatua dmixture              
                  5) Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu, Kontraktor diminta
                     terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Konsultan Konsultan
                     Pengawas mengenai halter sebut. Untuk itu Kontraktor diharapkan
                     memberitahukan nama perdagangan admixture tersebut dengan keterangan
                                                                                
                     mengenai tujuan, data-data bahan, nama pabrik produksi, jenis bahan
                     mentah utamanya, cara-cara pemakaiannya, resiko-resiko dan keterangan-
                     keterangan lain yang dianggap perlu.                       
                                                                                
                f. Grouting                                                     
                  Untuk grouting disekitar angker dipakai Conbex 100 dengan tebal minimum 2.5
                  cm. Pekerjaan ini harus menggunakan injection pump.           
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 52 of 90   
                g. Trial Mixes                                                  
                  1) Umum Setiap design mix harus menunjukkan water cemen tratio, water
                     content, agregatgradation, slump, air contentdan kekuatan (strength).
                  2) Percobaan Laboratorium                                     
                      Apabila design mixes sudah disetujui,percobaan-percobaan pada setiap
                      campuran harus dilaksanakan dilapangan untuk membuktikan cukup
                      tidaknya disain mixes dan menunjukkan:                    
                                                                                
                      a) Water cement ratio                                     
                      b) workability/slump                                      
                      c) drying shrinkage                                       
                      d) kekuatan beton pada umur 7, 14 dan 28 hari             
                      e) kepadatan                                              
                      Kekuatan beton dari trial mixer harus 25% lebih dari kekuatan yang
                      disyaratkan.                                              
                                                                                
                      Dari setiap trialmix, dibuat sedikitnya 6 (enam) silinder/kubus
                      untukmemutuskan                                           
                  3) Pengujian di lapangan                                      
                      Begitu pengujian laboratorium telah lengkap dengan memuaskan,
                      pengujian dengan skala penuh memakai tempat dan peralatan yang akan
                      dipakai untuk pekerjaan permanen harus dilaksanakan. Tempat dan
                      peralatan harus dipelajari dan dicoba untuk pemenuhan persyaratan-
                                                                                
                      persyaratan sebelum percobaanpercobaan lapangan tersebut diadakan.
                      Pengujian seperti di atas harus dilakukan dan campuran dimodifikasi
                      sampai hasilnya memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan.
                      Untuk setiap trialmix, harus dibuat sedikitnya 6(enam) silinder/kubus
                      untuk penilaian.                                          
                                                                                
                      Selain itu, untuk melepas cetakan dan perancah (pada pekerjaan beton)
                                                                                
                      dan untuk memberi prategang (prestressing) pada pekerjaan beton
                      prategang (prestress); kuat tekan beton diambil dari contoh benda uji
                      silinder/kubus yang dibuat mengikuti ketentuan yang berlaku, selanjutnya
                      diletakkan dan dirawat sama dengan struktur beton pada tempat yang
                      bersangkutan.                                             
                                                                                
                  4) Bahan Tambahan                                             
                                                                                
                      Kontraktor boleh memakai plasticizers, retarder dan additives dengan
                      persetujuan Konsultan Pengawasyang ditunjuk. Pemakaian bahan harus
                      sesuai dengan instruksi pabrik dan persetujuan pendahuluan harus
                      diperoleh dari Konsultan Pengawas yang ditunjuk dalam setiap kasus.
                                                                                
                      Kontraktor harus memastikan bahwa pemakaian dari setiap bahan
                      tambahan yang disetujui tidak akan mempengaruhi kekuatan, ketahanan
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 53 of 90   
                      atau penampilan dari penyelesaian akhir pekerjaan beton. Admixture yang
                      mengandung chloride atau nitrat tidak boleh dipakai.      
                                                                                
                h. Beton Ready-mixed                                            
                  1) Beton ready-mixed haruslah berasal dariperusahaan ready-mixed yang
                     disetujui, pengukuran, pencampuran dan pengiriman sesuai dengan ACI
                     301-74, ACI committee 304 dan ASTMC 94-92a.                
                                                                                
                  2) Pemeriksaan bagi Konsultan Pengawas yang ditunjuk diadakan jalan masuk
                     ke proyekdan ketempat pengantaran contoh atau pemeriksaan pekerjaan
                     yang dapat dilalui setiap waktu. Denah dan semua peralatan untuk
                     pengukuran, adukan dan pengantaran beton harus diperiksa oleh Konsultan
                     Pengawas yang ditunjuk sebelum pengadukan beton.           
                  3) Adukan beton harus dibuat sesuai dengan perbandingan campuran yang
                     sesuai dengan yang telah diuji dilaboratorium dan disetujui, serta secara
                                                                                
                     konsisten harus dikontrol bersama-sama oleh Kontraktor dan Supplier
                     beton ready-mixed. Kekuatan beton minimum yang dapat diterima adalah
                     berdasarkan hasil pengujian yang diadakan di laboratorium. 
                  4) Temperatur beton yang diijinkan dari campuran beton tidak boleh
                     melampaui 35 derajat (C).                                  
                  5) Menambahkan bahan tambahan pada plant harus sesuai dengan instruksi
                     yang diberikan dari pabrik. Bila dipakai dua atau lebih bahan tambahan,
                                                                                
                     maka bahan tambahan harus ditambahkan secara terpisah untuk bahan
                     yang lain dan mengikuti instruksi pabrik. Bahan tambahan harus sesuai
                     dengan ACI 212.2R-71 dan ACI 212.1R-64.                    
                  6) Menambahkan air pada batch plant dan/atau pada lapangan proyek pada
                     kesempatan terakhir yang memungkinkan dan dibawah supervisi dari
                     Konsultan Pengawas yang ditunjuk. Air tidak boleh ditambahkan selama
                     pengangkutan beton.                                        
                                                                                
                  7) Penambahan air untuk menaikkan slump atau untuk alas an lain apapun
                     hanya boleh dilakukan bila diijinkan dan di bawah supervise dari Konsultan
                     Pengawas yang ditunjuk.                                    
                  8) Truk-truk harus dilengkapi dengan alat untuk mengukur air yang akurat dan
                     alat untuk menghitung putaran.                             
                  9) Mulailah operasi pemutaran dalam waktu 30 menit sesudah semen dan
                     agregat dituang ke dalam mixer.                            
                                                                                
                  10)Beton harus dituangkan seluruhnya dilapangan proyek dalam waktu satu
                     setengah jam atau sebelum truk mixer mencapai 300 putaran yang mana
                     yang lebih dulu, setelah semen dan agregat dituang ke dalam mixer. Dalam
                     cuaca panas, batasan waktu harus diturunkan seperti ditentukan oleh
                     Pengawas yang ditunjuk.                                    
                  11)Penggetaran ulang beton (yang sudah mulai pengikatan awal) tidak
                     diijinkan.                                                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 54 of 90   
                  12)Apabila temperatur atau kondisi lain menyebabkan suatu perbedaan
                     (deviasi)pada slump atau sifat pengecoran, harus diberikan ukuran yang
                     disetujui oleh Pengawas yang ditunjuk untuk menjaga kondisi normal.
                     Penggumpalan beton karena agregat yang panas, air, semen atau kondisi
                     lainnya tidak diijinkan, dan beton harus ditolak.          
                  13)Menggetarkan beton harus mengikuti ACI 309-72 (Recommended Practice
                     for Consolidation of Concrete).                            
              2. Penyimpanan                                                    
                                                                                
                                                                                
                a. Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan, pada umumnya harus sesuai
                  dengan waktu dan urutan pelaksanaan.                          
                b. Semen harus didatangkan dalam sak yang tidak pecah atau utuh, tidak terdapat
                  kekurangan berat dari apa yang tercantum pada sak segera setelah diturunkan
                  dan disimpan dalam gudang yang kering, terlindung dari pengaruh cuaca,
                                                                                
                  berventilasi secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Semen masih harus
                  dalam keadaan fresh (belum mulai mengeras). Jika ada bagian yang mulai
                  mengeras, bagian tersebut harus dapat ditekan hancur dengan tangan bebas
                  (tanpa alat) dan jumlah tidak lebih dari 10 % berat. Jika ada bagian yang
                  tidakdapat ditekan hancur dengan tangan bebas, maka jumlahnya tidak boleh
                  melebihi 5 % berat dan kepada campuran tersebut diberi tambahan semen baik
                  dalam jumlah yang sama.                                       
                                                                                
                  Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang diminta harus tetap
                  terjamin.                                                     
                c. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan
                  bantalanbantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya
                  (misalnya minyak dan lain-lain).                              
                d. Jenis semen sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan yaitu Semen Padang
                  untuk digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.            
              3. Pelaksanaan                                                    
                                                                                
                                                                                
                a. Mutu Beton                                                   
                  1) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat SNI 2847:2013. Kecuali
                     ditentukan lain pada gambar kerja, kekuatan dan penggunaan beton yaitu :
                  2) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trialmix) untuk
                     mengontrol daya kerjanya sehingga tidak ada kelebihan pada permukaan
                                                                                
                     ataupun menyebabkan terjadinya pengendapan (segregation) dari aggregat.
                     Percobaan slump diadakan menurut syarat-syarat dalam Peraturan Beton
                     Bertulang Indonesia (SNI 03-2847-2013).                    
                  3) Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mix) tersebut diatas harus
                     dilakukan untuk menentukan beton yang harus dimulai.       
                  4) Adukan Beton Yang Dibuat Setempat (Site Mixing) Adukan beton harus
                     memenuhi syarat-syarat:                                    
                     a) Semen diukur menurut volume                             
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 55 of 90   
                     b) Agregat diukur menurut volume                           
                     c) Pasir diukur menurut volume                             
                     d) Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (batch
                        mixer)                                                  
                     e) Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk
                     f) Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan
                        berada dalam mesin pengaduk.                            
                                                                                
                     g) Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus
                        dibersihkan lebih dulu, sebelum adukan beton yang baru dimulai.
                                                                                
                  5) Adukan beton:                                              
                     a) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat SNI2847:2013. Beton
                        harus mempunyai kekuatan karakteristik sesuai yang disyaratkan
                        dalam gambar.                                           
                                                                                
                     b) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixes) untuk
                        mengontrol daya kerjanya, sehingga tidak ada kelebihan pada
                        permukaan ataupun menyebabkan terjadinya pengendapan (segregasi)
                        dari agregat.                                           
                     c) Percobaan slump diadakan menurut syarat-syarat dalam Peraturan
                        Beton Indonesia (SNI2847:2013).                         
                     d) Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mixes) tersebut diatas
                                                                                
                        harus dilakukan untuk menentukan komposisi adukan yang akan
                        dipakai pada pekerjaan beton selanjutnya dan harus mendapat
                        persetujuan Konsultan Pengawas.                         
                     e) Pengecoran dengan sistim site mix adalah pelaksanaan pengecoran
                        dimana proses pencampuran dan pengadukan beton dilakukan di
                        lapangan / di lokasi kerja.                             
                                                                                
                                                                                
                        Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk beton yang menggunakan
                        site mix adalah saat pencampuran dan pengadukan sering tidak merata
                        baik dari volume campuran maupun proses pengadukan yang tidak
                        bagus, apalagi dilakukan secara manual. Jika menggunakan mesin
                        molen beton, mungkin pencampuran akan didapatkan adukan yang
                        lebih baik, tapi kadang kesalahan penuangan material kedalam molen
                        baik air ataupun material lainnya bisa menjadikan campuran tidak
                                                                                
                        bagus.                                                  
                                                                                
                        Untuk mendapatkan hasil maksimal di lapangan, pemilik bangunan,
                        pelaksana dan pengawas (bila pemilik kurang mengerti teknis bisa
                        menunjuk pengawas) perlu memperhatikan standar pelaksanaan
                        pengecoran beton mulai pemilihan material, pencampuran, 
                        pengadukan dan penuangan berjalan dengan baik.          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 56 of 90   
                        Berikut langkah langkah pengecoran di lapangan dengan menggunakan
                                                                               
                        beton site mix :                                        
                          Pengawas dan pelaksana harus memastikan sudah membuat Mix
                          Design jauh hari sebelum pekerjaan dimulai . Sample material yang
                          diambil adalah material yang akan dipakai untuk pengecoran.
                          Pembuatan Mix Design lebih cepat dilakukan untuk mengantisipasi
                          jika material yang akan digunakan tidak layak secara kualitas,
                          sehingga dapat dicari material dari tempat lain. Tidak semua
                          material alam di suatu daerah layak dipergunakan sesuai kualitas
                                                                               
                          material yang disyaratkan.                            
                          Lokasi pengambilan material akan mempengaruhi schedule
                          pelaksanaan pekerjaan. Terkadang pelaksanaan pengecoran bisa
                          tertunda karena stock material tidak ada, harga terlalu tinggi atau
                          jarak transportasi yang cukup jauh. Untuk itu pengawas harus
                                                                               
                          mendiskusikannya lebih awal dengan pihak pelaksana    
                          Pengawas harus memeriksa spesifikasi dan kualitas material yang
                          masuk ke lokasi, antara lain : Semen ( dipastikan menggunakan
                          Portland Semen Type1 ), Pasir Cor (ukuran dan gradasi butir
                          standar, pasir bersih dari kandungan lumpur dan bahan organik),
                          Split/ Koral ( batu pecah ukuran ½ – 2/3, bukan batu bulat, gradasi
                                                                               
                          butir standar, bersih dari lumpur dan bahan organik). 
                          Pengawas dan Pelaksana harus memeriksa jumlah material yang
                          masuk disesuaikan dengan Volume Beton yang akan dikerjakan.
                          Kekurangan material sering akan mempengaruhi kelancaran
                                                                               
                          pelaksanaan pengecoran.                               
                          Pengawas harus mengingatkan pelaksana jangan sampai   
                          menambah/mengurangi campuran beton sehingga mempengaruhi
                          kekuatan beton yang direncanakan. Setiap pengawas harus dapat
                          mengestimasi volume beton, volume semen, pasir dan kerikil untuk
                                                                               
                          beton yang dikerjakan.                                
                          Jika material semen masuk jauh hari sebelum pelaksanaan
                          pengecoran maka penyimpanan material semen diusahakan 
                                                                               
                          terhindar dari hujan. (Disimpan diruang tertutup).    
                          Pengawas dan pelaksana harus memeriksa ketersediaan air untuk
                          pengecoran. Pengawas menegaskan ke pelaksana bahwa air yang
                          dipakai harus bersih dan bebas dari lumpur dan minyak. Jika tidak
                          ada persedian air dilokasi tersebut maka pelaksana harus membuat
                                                                               
                          sumur bor atau melakukan pembelian dari luar.         
                          Pelaksana harus menyiapkan bak ukur (Dolak), dibuat sesuai dengan
                          ukuran berdasarkan perhitungan Mix Design. Pengawas harus
                          memastikan ukuran dan jumlah bak ukur sesuai. Bak ukur ini akan
                          dipergunakan sebagai takaran pada proses pencampuran material
                          beton.                                                
                                                                Page 57 of 90   
                                                                               
                                                                                
                          Pelaksana harus mengatur penempatan material (Semen, pasir dan
                          kerikil) dan juga penempatan Mesin Molen sehingga memudahkan
                                                                               
                          mobilisasi material campuran beton saat pengecoran.   
                          Pengawas dan Pelaksana memastikan kondisi peralatan dalam
                          keadaan baik dan layak pakai, seperti : mesin molen, ember cor,
                          kereta sorong, concrete vibrator, mesin pompa, alat Slump Test,
                          cetakan Benda Uji. Kondisi mesin molen akan mempengaruhi
                          kecepatan pelaksanaan pengecoran. Pelaksana harus memastikan
                          mesin molen berfungsi dengan baik untuk mendapatkan kualitas
                                                                               
                          beton yang baik dan waktu pengecoran yang tidak terlalu lama.
                          Jika volume beton yang akan dikerjakan cukup besar maka
                          pengawas perlu melakukan koordinasi dengan pelaksana untuk
                                                                               
                          pengadaan mesin molen lebih dari 1 buah.              
                          Pengawas mengingatkan pihak pelaksana untuk mempersiapkan
                          jumlah pekerja sebaik mungkin, diatur menurut fungsionalnya ,
                          antara lain : Tenaga pekerja untuk mobilisasi material, Tenaga
                          pekerja untuk pengisian material pasir, Tenaga pekerja untuk
                          pengisian material kerikil ,Tenaga pekerja untuk pengisian semen,
                          Operator mesin molen, Tenaga pekerja untuk mobilisasi distribusi
                          beton, Tukang untuk pengatur penempatan campuran beton ,
                          Operator vibrator dan pompa air (jika diperlukan) dan Tenaga bantu
                                                                               
                          (cadangan) lainnya.                                   
                          Jika pekerjaan harus menggunakan penuangan dengan sistem
                          penalangan, maka pelaksana harus mempersiapkan sebelum
                          pekerjaan pengecoran dimulai. Talang yang baik adalah talang yang
                          dapat mengalirkan campuran beton dengan lancar, salah satunya
                          dengan dilapisi seng. Harus dipastikan penempatan talang beton
                                                                               
                          tidak melebihi jarak jatuh maksimum sebesar 60 cm.    
                          Sebelum pengecoran dimualai, pengawas dan pelaksana harus
                          memeriksa ukuran besi dan sistim penulangan yang akan dikerjakan
                          sudah sesuai dengan gambar kerja . Semua area yang akan di cor
                          harus bersih dari kotoran, minyak dan genangan air. Khusus untuk
                          pekerjaan pondasi dimana kondisi galian pondasi penuh dengan air
                          maka dilakukan pemompaan. Sebaiknya pengecoran juga jangan
                                                                               
                          dilaksanakan saat hujan.                              
                          Ketika pengadukan beton sudah dimulai, pengawas dan pelaksana
                          memerintahkan dan mengingatkan secara tegas ke pekerja
                          komposisi campuran material yang harus dituangkan ke molen
                          beton. Harus ditegaskan bahwa tidak boleh mengurangi volume
                                                                               
                          komposisi material apalagi mengurangi volume semen.   
                          Setelah pengadukan pertama selesai lakukan pemeriksaan slump
                          trest. Dari nilai pemeriksaan slump test akan diketahui komposisi
                          air optimal untuk campuran tersebut. Nilai Slump test yang
                                                                Page 58 of 90   
                          disyaratkan adalah 8 – 12 cm. Jika nilai slump test dibawah 8 cm,
                          berarti adukan terlampau kering maka air harus ditambah. Jika nilai
                          slump test diatas 12 berarti adukan terlampau encer, maka jumlah
                                                                               
                          air harus dikurangi.                                  
                          Lakukan pengujian slump test saat pengadukan kedua, jika sudah
                          memenuhi syarat maka dijadikan standar jumlah air dalam adukan.
                          Jika belum dilakukan lagi pemeriksaan di pengadukan ke tiga.
                          Selanjutnya pengambilan nilai slump test dapat dilakukan dalam
                          beberapa tahap atau diacak jika dianggap perlu bilamana secara
                                                                               
                          visual campuran beton dianggap kurang layak.          
                          Pengawas berhak memerintahkan pelaksana untuk membuat Benda
                          Uji Kubus/Silinder untuk uji kekuatan tekan beton. Pengambilan
                          campuran beton Benda Uji diambil dari adukan secara acak dari
                                                                               
                          beberapa pengadukan.                                  
                          Kadangkala untuk mempercepat pengadukan, pekerja sering
                          menambahkan air. Hal ini harus secara tegas dilarang oleh
                                                                               
                          pengawas.                                             
                          Pengawas harus memerintahkan dan mengawasi pemakaian  
                          concrete vibrator. Setiap penuangan campuran beton harus
                          dilakukan pemadatan menggunakan concrete vibrator sesuai
                                                                               
                          standar pemakaiannya.                                 
                          Jika pengecoran dilakukan secara bertahap oleh volume yang cukup
                          besar , misalnya pengecoran plat lantai maka penghentian
                          pengecoran diatur pada posisi yang diisyaratkan. Untuk
                          penyambungan pengecoran selanjutnya terlebih dahulu harus
                          dituangkan lem beton (Cold Joint). Pemakaian cold joint harus
                          mendapatkan persetujuan pengawas dimana sebelum pekerjaan
                          dimulai pelaksana harus memberitahukan jenis cold joint yang akan
                                                                               
                          dipakai.                                              
                          Pengawas harus memeriksa pelaksanaan pengecoran berjalan baik
                          dan pastikan semua bagian terisi oleh beton. Khusu elevasi
                          ketinggian batas atas pengecoran di angkur harus diperiksa jangan
                          sampai melebihi batas pengecoran. Karena jika lebih harus
                                                                               
                          dilakukan pembobokan.                                 
                          Setelah pengecoran selesai, semua perkakas dan peralatan harus
                          dibersihkan dan dicuci supaya tidak terjadi pengikatan beton
                          terhadap peralatan dan perkakas sehingga tidak bisa terpakai lagi.
                b. Faktor Air Semen                                             
                  Agar dihasilkan suatu konstruksi beban yang sesuai dengan yang direncanakan,
                  maka faktor air semen ditentukan sebagai berikut :            
                  1) Faktor air semen untuk, balok sloof dan poer maksimum 0,60.
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 59 of 90   
                  2) Faktor air semen untuk kolom, balok, pelat lantai tangga dinding, beton dan
                     lisplank/parapet maksimum 0,60.                            
                  3) Faktor air semen untuk konstruksi pelat atap dan tempat-tempat basah
                     lainnya maksimum 0,55                                      
                  Untuk lebih mempermudah dalam pengerjaan beton dan dapat dihasilkan suatu
                  mutu sesuai dengan yang direncanakan, maka untuk konstruksi beton dengan
                  faktor air semen maksimum 0.55 harus memakai plasticizer sebagai bahan
                                                                                
                  additive. Pemakaian merkdari bahan additive tersebut harus mendapat
                  persetujuan dari Konsultan Pengawas.                          
                                                                                
             c. Test Silinder                                                   
                1) Konsultan Konsultan Pengawas berhak meminta setiap saat kepada Kontraktor
                  untuk membuat benda Uji coba dari adukan betonyang dibuat.    
                2) Nilai dari kuat tekan beton dalam Spesifikasi teknis ini adalah nilai Uji Tekan
                                                                                
                  Beton pada umur 28 hari Benda Uji.                            
                3) Selama pengecoran beton harus selalu dibuat benda-benda uji. 
                4) Test selama pekerjaan dengan membuat minimum 6 benda uji dengan total
                  pengecoran total dapat diselesikan selama satu hari atau minimum 1 benda uji
                  setiap pengecoran 110m3 atau tidak kurang dari 460m2 luasan pengecoran
                  dinding atau lantai (pilih yang paling menentukan).           
                5) Dari setiap mutu betonyang berbeda dan dari setiap perencanaan campuran
                                                                                
                  yang dicor harus dibuat sample dengan jumlah dan ketentuan seperti diatas,
                  buat dan simpan benda uji tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.
                  Setiap benda uji yang diambil adalah 2 sample apabila pengujian dengan silinder
                  15x30 cm atau 3 sample untuk silinder 10x20 cm.               
                6) Apabila di inginkan untuk pengujian pada umur lainnya yaitu 7 hari, 14 hari
                  atau 21 hari maka Pengawas dan atau kontraktor dapat melakukannya sebagai
                  bagian dari kebutuhan/metode teknis pelaksanaan diLapangan. dengan
                                                                                
                  mengikuti syarat                                              
                7) Pengawas di lapangan berhak untuk meminta Benda Uji di tempatkan di
                  Lapangan dan di lakukan pengujian oleh Independent, dengan mengikut isyarat
                8) Untuk selalu diperhatikan kemungkinan kegagalan dalam pelaksanaan
                  Pengujian Beton pada umur28 hari, maka perlu disiapkan cadangan BendaUji,
                  Jika test silinder pada hari ke 28 berhasil, test silinder cadangan untuk
                  menghasilkan kekuatan rata-rata dari kedua sample pada hari ke 28. Sediakan
                                                                                
                  fasilitas pada lokasi proyek untuk menyimpan contoh-contoh yang
                  diperlukanoleh badan penguji.                                 
                9) Test silinder dengan ukuran sesuai dengan standar ASTM. Pengujian dapat juga
                  dilakukan dengan Uji Kubus, dengan Standart pengujian beton adalah
                  K=(f’cx10)+50Kg/cm2. Misal mutu beton adalahf’c25 Mpa maka dapat
                  dilakukan dengan uji kubus mutu beton K-300.                  
                10)Cetakan silinder coba harus berbentuk silinder dalam segala arah dan
                  memenuhi syarat-syarat dalam SNI 03-4810-1998.                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 60 of 90   
                11)Setiap benda uji yang diambil untuk sekali pengujian adalah 2 sample.
                12)Apabila pengujian dengan silinder 15x30 cm atau 3 sample untuk silinder 10x20
                  cm. Pengambilan adukan beton, pencetakan kubus coba dan curingnya harus
                  dibawah pengawasan Konsultan Pengawas. Prosedurnya harus memenuhi
                  syarat-syarat dalam SNI 03-1974-1990.                         
                13)Untuk identifikasi, silinder coba harus ditanda dengansuatu kode yang dapat
                  menunjukan tanggal pengecoran, pembuatan adukan struktur yang 
                                                                                
                  bersangkutan dan lain-lain yang perludicatat.                 
                14)Pengujian dilakukan sesuai dengan SNI 2847:2013, termasuk juga
                  pengujianpengujian slump dan pengujian-pengujian tekanan. Jika beton tidak
                  memenuhi syarat-syarat pengujian slump, maka kelompok adukan yang tidak
                  memenuhi syarat itu tidak boleh dipakai dan Kontraktor harus  
                  menyingkirkannya dari tempat pekerjaan. Jika pengujian tekanan gagal, maka
                  perbaikan harus dilakukan dengan mengikuti prosedur perbaikan di dalamnya.
                                                                                
                15)Semua biaya untuk pembuatan dan percobaan silinder uji menjadi tanggung
                  jawab Kontraktor.                                             
                16)Kontraktor harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang
                  dibuat dengan disahkan oleh Konsultan Pengawasdan laporan tersebut harus
                  dilengkapidengan nilai karakteristiknya. Laporan tertulis harus disertai
                  sertifikat dari laboratorium. Penunjukkan laboratorium harus dengan
                  persetujuan Konsultan Konsultan Pengawas.                     
                                                                                
                17)Laporan hasil percobaan harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas segera
                  sesudah percobaan, paling lambat7 (tujuh )hari sesudah pengecoran, dengan
                  mencantumkan besarnya kekuatan karakteristik, deviasi standar, campuran
                  adukan, berat kubus benda uji dan data-data lain yang diperlukan.
                18)Apabila dalam pelaksanaan terdapat mutu beton yang tidak memenuhi
                  spesifikasi, maka Konsultan Pengawas berhak meminta Kontrak toragar
                  mengadakan percobaan non destruktif atau kalau memungkinkan mengadakan
                                                                                
                  percobaan coring. Percobaan ini harus memenuhi syarat- syarat dalam SNI
                  2847:2013. Apabila gagal, maka bagian tersebut harusdi bongkar dan dibangun
                  kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Semua biaya
                  untukpercobaan dan akibat-akibat gagalnya pekerjaan tersebutmenjadi
                  tanggungjawab Kontraktor.                                     
                19)Selama pelaksanaan Kontraktor diharuskan mengadakan slump test menurut
                  syarat-syarat dalam SNI 2847:2013. Slump beton berkisar antara 5–13cm (atau
                                                                                
                  mengikuti pada Standart Drawing perencanaan). Cara pengujian slump adalah
                  dengan Beton diambil tetap sebelum dituangkan kedalam cetakan beton
                  (bekisting). Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan diatas kayu rata atau
                  pelat baja. Cetakan di isi sampai kurang lebih sepertiganya. Kemudian adukan
                  tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16 mm panjang 600 mm
                  dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Pengisian dilakukan dengan cara
                  serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan
                  setiap tusukan harus masuk satu lapisan dibawahnya. Setelah atasnya diratakan,
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 61 of 90   
                  maka dibiarkan setengah menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan
                  diukur penurunannya (nilai slumpnya).                         
                20)Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung
                  setelah seluruh komponen adukan masuk ke dalam mixer.         
                21)Penyampaian beton(adukan)darimixer ketempat pengecoran harus dilakukan
                  dengan  cara yang tidak mengakibatkan terjadinya pemisahan    
                  komponenkomponen beton.                                       
                                                                                
                22)Harus menggunakan vibrator untuk pemadatan beton.            
                                                                                
             d. Cetakan Beton                                                   
                1) Kontraktor harus memberikan sample bahan yang akan dipakai untuk cetakan
                   beton untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.               
                2) Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran yang melekat seperti
                   potongan-potongan kayu, paku, tahi gergaji, tanah dan sebagainya.
                                                                                
                3) Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi
                   kebocoran atau hilangnya air hujan selama pengecoran, tetap lurus (tidak
                   berubah bentuk)dan tidak bergoyang.                          
                4) Untuk beton exposed, cetakan beton yang digunakan harus memberikan hasil
                   permukaan beton yang baik, halus (tidakkasar)dan mempunyai warna yang
                   merata pada seluruh permukaan beton tersebut.                
                5) Permukaan cetakan beton yang bersentuhan dengan beton harus di coating
                                                                                
                   dengan oli, untuk mempermudah saat pembongkaran cetakan dan  
                   memperbaiki permukaan beton.                                 
                                                                                
             e. Pengecoran Beton                                                
                1) Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian- bagian utama
                  dari pekerjaan, kontraktor harus memberitahukan Konsultan Pengawas dan
                  mendapatkan persetujuannya. Jika tidak ada persetujuan, maka kontraktor
                                                                                
                  dapat diperintahkan untuk menyingkirkan atau membongkar beton yang sudah
                  dicor tanpa persetujuan, atas biaya kontraktor sendiri.       
                2) Adukan beton harus secepatnya dibawake tempat pengecoran dengan
                  menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak
                  memungkinkan adanya pengendapan aggregat dan tercampurnya     
                  kotorankotoran atau bahan lain dari luar. Penggunaan alat-alat pengangkutan
                  mesin haruslah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas, sebelum alat-alat
                                                                                
                  tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat-alat pengangkutan yang
                  digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan yang
                  mengeras                                                      
                3) Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi
                  beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
                4) Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih
                  dahulu harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu, batu,
                  tanah dan lain-lain) dan dibasahi dengan air semen.           
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 62 of 90   
                5) Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis maksimum 30cm
                  dan tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu
                  ketinggian, yang akan menyebabkan pengendapan aggregat.       
                6) Untuk menghindari keropos pada beton, maka pada waktupengecoran
                  digunakanin ternal concrete vibrator. Pemakaian external concrete vibrator
                  tidak dibenarkan tanpa persetujuan Konsultan Pengawas.        
                7) Pengecorandilakukan secara terus menerus (bertahap atau tanpa berhenti).
                                                                                
                8) Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah
                  keluar dari mesin adukan beton,dan juga adukan yang tumpah selama
                  pengangkutan, tidak diperkenankan untuk dipakai lagi.         
                9) Pada penyambungan beton lama dan baru, maka permukaanbeton lama terlebih
                  dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan. Apabila perbedaaan waktu
                  pengecoran kurang atau sama dengan 1 hari, beton lama disiram dengan air
                  semen dan selanjutnya seperti pengecoran biasa. Apabila lebih dari 1 (satu) hari
                                                                                
                  maka harus digunakan bahan additive untuk penyambungan beton lama dan
                  beton baru.                                                   
                10)Tempat dimana pengecoran akan dihentikan, harus mendapat persetujuan
                  Konsultan Pengawas.                                           
                                                                                
             f. Perawatan Beton                                                 
                1) Secarau mum harus memenuhi persyaratan dalam SNI 2847:2013.  
                                                                                
                2) Perawatan beton dimulai segera setelah pengecoran beton selesai dilaksanakan
                  dan harus berlangsung terus menerus selama paling sedikit 2 minggu, jika tidak
                  ditentukan lain.                                              
                3) Dalam jangka waktu tersebut cetakan beton harus tetap dalam keadaan basah.
                4) Apabila cetakan beton dibuka sebelum selesai masa perawatan, maka selama
                  sisa waktu tersebut pelaksanaan perawatan beton tetap dilakukan dengan
                  membasahi permukaan beton terus menerus atau dengan menutupinya dengan
                                                                                
                  karung basah atau dengan cara lain yang disetujui Konsultan Pengawas.
                                                                                
             g. Curing dan Perlindungan Atas Beton                              
                1) Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap
                   matahari, pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan pengerasan secara
                   mekanis atau pengeringan sebelum waktunya                    
                2) Untuk bahan curing dapat dipakai Concure 75 produksi Fosroc sebanyak 1 liter
                                                                                
                   tiap 6m2. Pemakaian bahan curing harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
                                                                                
             h. Pembongkaran Cetakan Beton                                      
                1) Spesifikasi Beton Struktural SNI 03-6880-2002, dimana bagian konstruksi yang
                  dibongkar cetakannya harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban
                  pelaksanaannya.                                               
                2) Cetakan beton baru dibongkar bila bagian beton tersebut untuk : Sisi
                  balok/kolom setelah berumur 3 hari dan Balok/pelat setelah berumur 3 minggu
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 63 of 90   
                3) Pekerjaan pembongkaran cetakan harus dilaporkan dan disetujui sebelumnya
                  oleh Konsultan Pengawas.                                      
                4) Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang
                  kropos atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan konstruksi
                  tersebut, maka Kontraktor harus segera memberitahukan kepadaKonsultan
                  Pengawas, untuk meminta persetujuan mengenai cara pengisian atau
                  menutupnya. Semua resiko yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan
                                                                                
                  biaya-biaya pengisian atau penutupan bagian tersebutmenjadi tanggung jawab
                  Kontraktor.                                                   
                5) Meski pun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan, Konsultan Pengawas
                  mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti
                  berikut:                                                      
                  a) Konstruksi beton sangat kropos.                            
                  b) Konstruksi beton yang sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau
                                                                                
                     posisiposisinya tidak seperti yang ditunjuk oleh gambar.   
                  c) Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya.   
                                                                                
             i. Penggantian Besi                                                
                1) Kontraktor harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai
                   dengan apa yang tertera pada gambar.                         
                2) Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman kontraktor atau pendapatnya
                                                                                
                   terdapat keliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang
                   ada, maka:                                                   
                3) Kontraktor dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian
                   yang tertera dalam gambar. Secepatnya hal ini diberitahukan pada Konsultan
                   Pengawas untuk sekedari nformasi.                            
                4) Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh kontraktor sebagai pekerjaan
                   lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada
                                                                                
                   persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas.                
                5) Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut
                   hanya dapat dijalankan denganpersetujuan tertulis dari KonsultanPengawas.
                   Mengajukan usul dalam rangka tersebut adalah merupakan juga keharusan dari
                   Kontraktor.                                                  
                                                                                
                6) Jika Kontraktor tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan
                                                                                
                   yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter
                   yang terdekat dengan catatan:                                
                   a) Harus ada persetujuan dari Konsultan Pengawas.            
                   b) Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak
                     boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang
                     dimaksudkan adalah jumlah luas).                           
                   c) Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang
                     berkurang.                                                 
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 64 of 90   
                   d) Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian
                     ditempat tersebut atau didaerah over lapping yang dapat menyulitkan
                     pembetonan atau penyampaian penggetar.                     
                7) Toleransi Besi                                               
                   a) Diameter, ukuran sisi atau jarak antara Variasi dalam berat Toleransi
                   b) dua permukaan yang berlawanan yang diperbolehkan Diameter 
                   c) Dia.<10mm 7 % 0.4 mm                                      
                                                                                
                   d) 10 mm dia.<16 mm 5 % 0.4 mm                               
                   e) Dia. 16mm 4 % 0.5 mm                                      
                                                                                
             j. Tanggung Jawab Kontraktor                                       
                Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kualitas konstruksi sesuai dengan
                ketentuan -ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar konstruksi yang
                diberikan. Adanya atau kehadiran Konsultan Konsultan Pengawas selaku wakil
                                                                                
                Pemberi Tugas atau Perencana yang sejauh mungkin melihat atau mengawasi atau
                menegur atau memberi nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh
                tersebut diatas.                                                
                                                                                
             k. Perbaikan Permukaan Beton                                       
                Penambalan pada daerah yang tidak sempurna, keropos dengan campuran adukan
                semen (cementmortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah
                                                                                
                mendapat persetujuan dan sepengetahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak
                sempurnaan itu tidak dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang
                diharapkandan diterima Konsultan MK/ Pengawas, maka harus dibongkardan
                diganti dengan pembetonan kembaliatas beban biaya kontraktor. Ketidak
                sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak teratur,pecah atau retak,
                ada gelembung udara, keropos, berlubang, tonjolan dan yang lain yang tidak sesuai
                dengan bentuk yang diharapkan atau diinginkan.                  
                                                                                
                                                                                
             l. Hal-hal lain (“Miscellaneousitem”)                              
                1) Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja
                  sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi
                  alat-alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya
                  berdasarkan gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal. Digunakan
                  mutu beton seperti yang ditentukan dan dengan penghalusan permukaannya.
                                                                                
                2) Pegangan plafon dari besi beton diameter 6mm dengan jarak x dan y: 150 cm.
                  Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantung harus
                  dikaitkan pada tulangan pelat dan balok.                      
                                                                                
             d. Pembersihan                                                     
                Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus
                dilakukan secara baik dan teratur, hindari penumpukan sampah proyek pada join
                struktur.                                                       
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 65 of 90   
             e. Contoh yang harus disediakan                                    
                1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material
                  seperti split, pasir, besi beton, dan semen untuk mendapat persetujuan
                  Konsultan MK/ Pengawas.                                       
                2) Contoh-contoh yang disetujui oleh Konsultan Konsultan Pengawasakan dipakai
                  sebagai standar atau pedoman untuk memeriksa atau menerima material yang
                  dikirim oleh Kontraktor ke lapangan.                          
                                                                                
                3) Kontraktor diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh- contoh
                  yang telah disetujuidi bangsal Konsultan MK/ Pengawas.        
                                                                                
             f. Pemasangan Alat-alat Didalam Beton.                             
                1) Kontraktor tidak dibenarkan untuk membobok, membuat lubang atau
                  memotong konstruksi beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan dan seijin
                  Konsultan Pengawas.                                           
                                                                                
                2) Pemasangan sparing untuk pelat dan dinding yang dilubangi sebesar diameter
                  10 cm atau 8x8cm tidak perluperkuatan, apabila lebih dari ukuran tersebut
                  maka pelat dan dinding perlu dipasang perkuatan, pekerjaan inimenjadi
                  tanggung jawab Kontraktor dan dikoordinasikan dengan Kontraktor terkait dan
                  mendapatkan persetujuan Konsultan Pengawas.                   
                3) Letak dan sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. 
                4) Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan
                                                                                
                  dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborongh arus mengusulkan dan
                  minta persetujuan KonsultanMK/ Pengawas.                      
                5) Bilamana sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan
                  diperkuat sehingga tidak akan dipindahkan tanpa persejuan dari Konsultan
                  Pengawas.                                                     
                6) Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan
                  diperkuat sehingga tidakakan bergeser pada saat pengecoran beton.
                                                                                
                7) Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidakakan terisi beton waktu
                  pengecoran.                                                   
            H. PEKERJAAN DINDING BATA                                           
                                                                                
                                                                                
              1. Bahan                                                          
                                                                                
                                                                                
                 a. Pastikan bata yang dipakai adalah bermutu baik, secara visual anda dapat lihat
                    bata yang bagus adalah berwarna coklat tua dan bata tidak cepat rapuh.
                    Pastikan permukaan tidak terlalu rapat karena akan menyulitkan penyerapan
                    permukaan bata terhadap mortar sehingga ikatan akan kurang baik.
                 b. Batu bata kadang ditemukan dalam berbagai ukuran dan lebar yang tidak
                    sama, baik panjang, lebar dan ketebalan. Ukura batu bata harus diperhatikan,
                    jika mendapatkan bata dari supplier yang berbeda dengan ukuran bata yang
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 66 of 90   
                    berbeda, lakukan pemisahan pemasangan supaya pasangan bata kelihatan
                    rapi .                                                      
                 c. Sebelum dipasang lakukan pengecekan kekedapan air pada bata. Jika bata
                    terlalu kering lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit hingga tercapai
                    jenuh permukaan kering pada bata, hal ini dilakukan supaya tingkat
                    penyerapan bata terhadap air campuran adukan/ mortar tidak terlalu
                    cepat, karena pengeringan yang terlalu cepat mengakibatkan kekuatan ikatan
                                                                                
                    tidak baik. Jika bata dalam keadaan basah jangan terlalu dipaksakan untuk
                    dipasang, tunggu permukaan bata agak kering. Permukaan yang terlalu basah
                    mengakibatkan bata akan jenuh menyerap adukan mortar sehingga akan
                    memungkinkan adukan akan meleleh dan air semen akan terbuang dari
                    pasangan. Dan jika bata terlalu kering maka akan menimbulkan penyerapan
                    yang terlalu cepat, yang akan menimbulakn pengikatan tidak terlalu bagus.
                 d. Lakukan penumpukan material batu bata dekat area dinding yang
                                                                                
                    dipasangkan. Penumpukan material tidak boleh terlalu jauh dan tidak terlalu
                    dekat sehingga menyulitkan pemasangan. Batu bata ditumpuk harus
                    beraturan, supaya memudahkan pengambilan oleh tukang pasang. Untuk
                    pemotongan, harus disediakan satu orang khusus yang melakukan
                    pemotongan                                                  
                 e. Pastikan adukan mortar menggunakan pasir yang baik dengan gradasi yang
                    bagus. Pasir juga dianjurkan tidak banyak mengadung butiran batu dan juga
                                                                                
                    tidak banyak mengandung lumpur. Pastikanpengadukan dilakukan dengan
                    perbandingan campuran dengan seimbang sesuai dengan yang diisyartakan.
                 f. Pembuatan adukan harus diperhatikan secar benar, jangan membuat adukan
                    dalam volume yang terlalu banyak, maksudnya harus diseimbangkan antara
                    volume adukan dengan volume pemasangan . Jika volume adukan terlalu
                    banyak, dikhawatirkan adukan/ mortar sempat mengering.      
              2. Pelaksanaan                                                    
                                                                                
                                                                                
                 a. Chek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan termasuk chek kondisi
                   pondasi penempatan dinding apakah sudah kondisi baik.        
                 b. Kondisi pondasi/sloof harus bersih dan mempunyai alur pengikatan antara
                   sloof ke pasangan bata. Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof harus
                   dibersihkan supaya pengikatan dinding dengan sloof terikat dengan baik.
                   Demikian juga halnya pada kolom harus dipastikan tersedia angkur untuk
                                                                                
                   pengikatan ke dinding (biasanya angkur menggunakan besi 10 mm yang
                   ditanamkan ke kolom sewaktu pengecoran dan muncul dengan panjang antara
                   15 – 20 cm).                                                 
                 c. Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian lakukan pembuatan garis
                   benang pada bagian dinding yang akan dipasangkan. Untuk garis lurus secara
                   horizontal dilakukan pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir
                   bata yang akan dipasang, dilakukan dengan penarikan benang dari ujung ke
                   ujung dinding. Untuk ketegakan dibuat garis tegak lurus secara
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 67 of 90   
                   vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis
                   vertical dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu
                   dikedua ujung dinding yang akan dipasangkan .                
                 d. Jika benang horizontal pada pemasangan awal sudah terpasang. kemudain
                   mulai memasang bata pada kedua ujung bagian dinding yang akan
                   dipasangkan , kemudian dilanjutkan mulai satu demi satu hingga tercapai
                   sambungan dari ujung keujung. Lakukan pengecekan leveling diatas batu bata
                                                                                
                   yang sudah terpasang dan pastikan semua pasangan bata semuanya dalam
                   keadan rata. Jika sudah rata maka ini adalah menjadi panduan untuk
                   memasang ketingakt berikutnya. Harus dipasikan ketebal mortar harus tetap
                   sama dan demikian juga pengisian mortar antar bata harus sama.
                 e. Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk
                   mendapatkan kerataan dapat dilakukan dengan memukul ujung bata dengan
                   pelan sampai bata tetap rata, pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi
                                                                                
                   adukan masih dalam keadaan basah. Jika adukan/ mortar sudah kering maka
                   mortar harus diambil dan diganti dengan adukan/mortar baru.  
                 f. Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang
                   adukan/mortar ada yang berlebih atau sampai melelh hingga keluar dari sisi
                   pinggir pasangan, jika itu terjadi adukan berlebih harus segera di ratakan
                   dengan menggunakan sendok semen supaya permukaan tetap rata , jangan
                   biarkan sempat mengering karena hal ini sangat mempengarui kerapian dan
                                                                                
                   kerataan dinding saat pelaksanaan plesteran.                 
                 g. Setelah mendapatkan beberapa tingkatan pasangan bata yang sudah
                   dipasangkan yang telah terhubung dari ujung keujung bagian didnding ayng
                   dipasangkan, anda kemudian harus menarik garis horizontal dari ujung
                   keujung pada garis vertical yang dibuat untuk mendapatkan ketegakan
                   dinding. Pemasangan benang horizontal dapat dilakuakn setiap 50
                   cm . Pastikan anda tetap memasangkan dalam 1 garis lurus sesuai denga
                                                                                
                   benang yang dipasangkan sehingga didapatkan ketegakan dinding yang baik
                   dan kondisi pasangan tetap rapi sampai posisi atas.          
                 h. Jika pemasangan dinding sudah selesai sampai level yang diinginkan, pasangan
                   harus dipelihara dari benturan atau pembebanan sampai kondisi ikatan sudah
                   benar benar kering.                                          
                 i. Jika ada bekas adukan/ mortar dibawah pasangan yang menumpuk harus
                   segera dibersihkan, jangan sampai mengering karena bisa menajdi pekerjaan
                                                                                
                   tambahan saat pelaksanaan pemasangan lantai.                 
            I. PEKERJAAN PLESTERAN, ACIAN DAN AFWERKING                         
              1. Pekerjaan Plesteran                                            
                                                                                
                                                                                
                 a. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus
                   terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
                 b. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 68 of 90   
                 c. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu
                   pada permukaan dinding bata untuk menghindarkan keretakan.   
                 d. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.                   
                 e. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat
                   bantu unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.
                 f. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian
                   ratakan dengan raskam dan jidar.                             
                                                                                
                 g. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat. 
                 h. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup
                   umur).                                                       
                 i. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk
                   memperoleh hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian
                   semen, permukaan acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan
                   kertas gosok.                                                
              2. Pekerjaan Acian                                                
                                                                                
                                                                                
                 a. Sebelum di Aci, maka permukaan yang akan di Aci harus dibersihkan terlebih
                   dahulu dengan sikat baja yang dibasahi dengan air            
                 b. Mempersiapkan alat dan bahan; bahan yang digunakan adalah bahan semen
                   dengan mutu baik yang memenuhi persyaratan sebagai bahan Acian serta telah
                   mendapat persetujuan dari direksi pekerjaan.                 
                                                                                
                 c. Air yang digunakan dalam campuran harus bebas dari kotoran debu minyak dll
                   yang dapat menghambat terjadinya ikatan antara bidang Acian dengan
                   pasangan/beton.                                              
                 d. Melaksanakan pengadukan adukan dengan metode yang telah mendapat
                   persetujuan dari direksi pekerjaan,                          
                 e. Bagian Acian harus selalu dijaga dan dipelihara kelembabannya jangan sampai
                   terkena matahari secara langsung untuk menghindari penguapan air yang
                                                                                
                   terlalu cepat sehingga akan menurunkan kekuatan dari Acian itu sendiri.
              3. Pekerjaan Afwerking/Acian Beton                                
                                                                                
                 a. Permukaan beton yang akan diberi plesteran harus dikasarkan, dibersihkan
                   dari bagian–bagian yang lepas dan dibasahi air, kemudian diplester.
                 b. Permukaan beton harus bersih dari bahan-bahan cat, minyak, lemak, lumur
                   dan sebagainya sebelum pekerjaan plesteran dimulai.          
                                                                                
                 c. Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat baja. Setelah
                   plesteran selesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran dirawat dengan
                   penyiraman air.                                              
                 d. Plesteran yang tidak sempurna, misalnya bergelombang, retak-retak, tidak
                   tegak lurus dan sebagainya harus diperbaiki.                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 69 of 90   
            J. PEKERJAAN KUSEN/PINTU/JENDELA/VENTILASI                          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
             1. Sebelum memulai pelaksaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar
                dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk
                semua detail sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan sistem
                konstruksi bahan lain.                                          
             2. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai,
                                                                                
                dengan  membuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk     
                Perencana/Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas,
                bentuk, ukuran.                                                 
             3. Semua frame/kosen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan
                secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar
                hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.                          
             4. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi     
                                                                                
                untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan
                untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa
                menyebabkan kerusakan pada permukaannya.                        
             5. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah
                bagian dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata.          
             6. Akhir bagian kosen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet,
                stap dan harus cocok.                                           
                                                                                
             7. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan
                gambar.                                                         
             8. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-
                3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.                      
             9. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti
                karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan
                harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2.
                                                                                
             10. Celah antara kaca dan sistem kosen aluminium harus ditutup oleh sealant.
             11. Disyaratkan bahwa kosen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-kemungkinan
                sebagai berikut :                                               
             12. Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati.                   
             13. Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dan lain-lain.
             14. Sistem kosen dapat menampung pintu kaca frameless.             
             15. Untuk sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimatikan
                                                                                
                secara penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.     
             16. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. 
             17. Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kosen aluminium
                akan  kontak  dengan  besi, tembaga  atau  lainnya maka         
                permukaan metal yang bersangkutan harus diberi lapisan chormium untuk
                menghindari kontak korosi.                                      
             18. Toleransi pemasangan kosen aluminium disatu sisi dinding adalah 10-25
                mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.               
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 70 of 90   
             19. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan sebelum
                rangka kosen terpasang.                                         
             20. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada
                ambang bawah dan atas harus waterpass.                          
             21. Untuk memperoleh kekedapa terhadap kebocoran udara terutama pada ruang
                yang           dikondisikan                    hendaknya        
                ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan
                                                                                
                dari synthetic resin.                                           
             22. Penggunaan ini pada swing door dan double door.                
             23. Sekeliling tepi kosen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant
                supaya kedap air dan kedap suara.                               
             24. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air
                hujan.                                                          
            K. PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA IWF DAN PENUTUP ATAP                  
                                                                                
               1. Pabrikasi                                                     
                                                                                
                                                                                
                  a. Potong rangka Baja IWP sesuai ukuran.                      
                  b. Bor lubang baut sambungan                                  
                  c. Join Kuda-kuda baja ringan dengan baut dan pengelasan      
                  d. Buat nomor kuda-kuda baja agar memudahkan sortir pada saat erection.
                                                                                
                                                                                
               2. Leveling dan marking                                          
                                                                                
                                                                                
                  a. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
                    dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
                  b. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian
                                                                                
                    bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada
                    di bawahnya.                                                
                  c. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda, sesuai dengan gambar rencana
                    atap.                                                       
                  d. Mengukur jarak antar kuda-kuda                             
               3. Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda                         
                                                                                
                                                                                
                  a. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan
                    pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit.        
                  b. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas ring balok
                    berdasarkan gambar kerja.                                   
                  c. Memastikan posisi kiri dan kanan kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan
                    kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat
                    kuda-kuda, dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 71 of 90   
                    kiri pekerja disebut sisi kiri, sedangkan yang berada disebelah kanannya
                    adalah sisi kanan.                                          
                  d. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ring balok
                    menggunakan benang dan lot (unting-unting).                 
                  e. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan
                    4 buah screw 12                                             
                  f. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
                                                                                
                    menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak
                    berubah.                                                    
                  g. Mengulangi langkah ke–1 sampai ke–6 untuk mendirikan semua kuda-kuda,
                    sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.                 
                  h. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2 meter).
                  i. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
                    memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar). 
                                                                                
                  j. Memasang balok nok.                                        
                  k. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin.
                    Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.       
                  l. Sebelum reng baja canal dipasang, pastikan dahulu bahwa posisi kemiringan
                    kuda-kuda baja ringan sudah sama dan kuat sehingga tidak akan ada lagi
                    perubahan.                                                  
                  m. Kuda-kuda baja diberi tanda untuk pemasangan siku penahan reng. Setelah
                                                                                
                    seluruh kuda-kuda baja IWF diberi tanda, kemudian reng dipasang diatas
                    kuda-kuda baja ringan pada posisi plat siku dengan perkuatan menggunakan
                    sekrup                                                      
                  n. Memasang reng CNP (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis
                    penutup atap yang digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda
                    diikat memakai screw ukuran 10-16x16 sebanyak2 (dua) buah.  
                  o. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang
                                                                                
                    menumpu ring balok). Pada atap jenis pelana, out rigger dapat dipasang
                    sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda terluar,
                    dan jarak antar out rigger 120 cm. Out rigger harus diletakkan dan di-screw
                    dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat.                    
               4. Pasang penutup atap spandek spyrodek                          
                                                                                
                  a. Setelah seluruh kuda-kuda baja IWF dan gording/reng CNP terpasang dengan
                                                                                
                    benar dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap Long Spandek berwarna
                    spyrodek tebal 0,30 mm.                                     
                  b. Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan
                    akhiran reng serta kuda-kuda diperiksa ulang, karena kalau kemiringan reng
                    dan kuda-kuda tidak sama mengakibatkan genangan air.        
                  c. Pasang penutup atap pada posisi di atas reng, kemudian dilanjutkan
                    pemasangan nok atap spyrodek berwarna tebal 0,30 mm.        
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 72 of 90   
                  d. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan penutup atap adalah jarak reng
                                                                                
                    sesuai dengan ukuran spesifikasi bahan penutup atap.        
            L. PEKERJAAN PLAFON                                                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
             1. Level/peil plafond diukur dahulu dengan memakai theodolith dan dibantu memakai
                                                                                
                selang air.                                                     
             2. Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding
                atau kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai                    
             3. Pengukuran spasi pemasangan rangka dan gantungan sesuai dengan spesifikasi
                teknis yang disyaratkan.                                        
             4. Pengukuran tinggi plafond untuk disesuaikan komponen MEP yang akan di
                pasangkan diatas plafon.                                        
                                                                                
             5. Pekerjaan pasang plafond pada plat lantai/balok yang pertama dilakukan pasang
                penggantung rangka (tie rod) dengan menggunan paku tembak.      
             6. Bila pemasangan pada bagian top / tanpa plat lantai maka gantungan dibuat pada
                rangka atap.                                                    
             7. Mengukur kedataran penggantung diperlukan agar menghasilkan plafond yang
                tidak gelombang.                                                
             8. Dilanjutkan dengan memasang rangka plafond, lakukan juga pengecekan kedataran
                                                                                
                posisi rangka dengan waterpass.                                 
             9. Rangka dari hollow galvanis dan setiap rangka diikat dengan menggunakan screw
                dengan menggunakan bor/obeng.                                   
             10. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plafon gipsum board tebal 9 mm dan
                plafon PVC + les dengan menggunakan screew.                     
             11. Selanjutnya adalah pekerjaan menutupi sambungan antar lembar gipsum dengan
                paper tape/kasa plafond untuk menghindari keretakan.            
                                                                                
             12. Setelah selesai, dilakukan pekerjaan compound pada sambungan gipsum dan titik-
                titik sekrup.                                                   
             13. Lalu dilanjutkan dengan pengecatan plafon                      
            M. PEKERJAAN LANTAI GRANIT                                          
                                                                                
              1. Lantai Kerja                                                   
                                                                                
                                                                                
                a. Lantai kerja perlu dikerjakan sebelum lantai Granit dipasang. Syarat penting
                  bagi lantai kerja antara lain rata, cukup keras sehingga tidak mudah amblas, dan
                  kering.                                                       
                b. Lantai kerja atau lantai dasar berguna sebagai perletakan sebelum lantai Granit
                  dipasang.                                                     
                c. Lantai kerja dibuat setebal sesuai gambar. Lantai kerja ini dibuat dari adukan
                  semen dan pasir. Adukan ini diletakkan di atas lapisan pasir yang sudah
                  dipadatkan.                                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 73 of 90   
                d. Agar permukaan menjadi rata dan datar, biarkan lantai kerja tersebut kering
                  dan mengalami proses penguapan sempurna.                      
                e. Bila perlu, biarkan lantai kerja yang sudah rata tersebut selama minimal 3 hari.
              2. Pemasangan Lantai Granit                                       
                                                                                
                a. Permukaan lantai yang akan dipasang Granit harus dalam keadaan bersih, cukup
                  kering dan rata air.                                          
                                                                                
                b. Tentukan tulangan dengan  mempertimbangkan tata letak        
                  ruangan/tangga/dinding yang ada. Pemasangan lantai Granit dimulai dari
                  tulangan ini.                                                 
                c. Siapkan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat
                  dapat berupa adukan semen. Adukan semen untuk pemasangan lantai Granit
                  harus penuh, baik permukaan dasar maupun dibadan belakang lantai Granit
                  yang terpasang.                                               
                                                                                
                d. Rendam lantai Granit dalam air bersih agar kotoran yang melekat pada lantai
                  Granit terlepas dan memperkuat atau menambah daya lekat lantai Granit.
                e. Lantai Granit dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat dudukan/tatakan
                  lantai Granit setelah proses perendaman selesai.              
                f. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai Granit. Penentuan peil ini
                  untuk seluruh kesatuan peil didalam ruangan.                  
                g. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada
                                                                                
                  gambar kerja.                                                 
                h. Mulailah memasang lantai Granit ke arah vertikal dan horisontal sesuai dengan
                  benang yang sudah di seting terhadap ruangan, Kemudian lantai Granit tersebut
                  dipasang di atas campuran yang sudah diratakan                
                i. Padatkan secara rata. Ketuk Granit lantai yang baru dipasang dan pastikan tidak
                  ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat lantai
                  Granit lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata
                                                                                
                  dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.
                j. Setelah lantai Granit kepalaan selesai deikerjakan, selanjutnya bisa memasang
                  lantai Granit pada seluruh bidang lantai ruangan.             
                k. Pasangan lantai Granit sebaiknya mulai dari tengah ruangan, selanjutnya diikuti
                  ruang lainnya sesuai arah pemasangannya.                      
                l. Cara pemasangan yang baik adalah lantai Granit jangan dipasang secara
                  keseluruhan, tetapi cukup sebagian dulu. Tujuannya untuk memberikan
                                                                                
                  kesempatan agar lantai kerja menguap secara sempurna. Bagian yang belum
                  dipasang lantai Granit dapat ditutup Granit setelah 1 hari. Jarak antar Granit
                  lantai (naat) sebaiknya tidak terlalu rapat, cukup 2-3 mm.    
                m. Setelah semua lantai Granit terpasang, kini giliran pemberian naat. Namun, perlu
                  diperhatikan bahwa pemberian naat dilakukan setelah 7 hari pemasangan lantai
                  Granit. Tujuannya agar lantai Granit yang dipasang sudah tidak mengalami
                  kembang susut. Bahan untuk naat terbuat dari semen atau bahan lainnya yang
                  sudah tersedia di toko bahan bangunan yang umumnya senada dengan warna
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 74 of 90   
                  lantai Granit. Nat diisi dengan campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan
                  khusus. Lebar nat Granit lantai = 4 s/d 5 mm.                 
                n. Untuk pemasangan lantai Granit yang terlalu luas, sebaiknya diberikan
                  expansion joint berupa celah 4 - 6 mm pada setiap luas bidang 16 m2. Nantinya
                  celah tersebut diisi dengan bahan yang elastik dengan tujuan agar bila terjadi
                  keretakan lantai Granit atau terlepasnya lantai Granit maka tidak akan
                  merembet atau tidak semua lantai Granit ikut rusak.           
                                                                                
                o. Amankan areal lantai Granit yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–
                  3 hari. Lantai Granit akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat
                  untuk dibebani.                                               
                p. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 lantai Granit yang
                  kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.    
                q. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah diaplikasikan dan
                  menempel di permukaan Bisa menggunakan bahan pembersih dengan kadar
                                                                                
                  asam tidak lebih dari 5%. Setelah itu bersihkan dengan air bersih.
            N. PEKERJAAN DINDING GRANIT                                         
                                                                                
                                                                                
                                                                                
               1. Rendam Granit yang akan dipasang kurang lebih 15-30 menit sebelum digunakan.
                  Hal ini membuat bagian bawah Granit yang masih berpori dapat menyerap air,
                                                                                
                  sehingga sewaktu diberi adukan semen bisa menempel atau menyatu. (Bila tidak
                  diberi air maka air dalam adukan semen akan terserap oleh Granit. Dan adukan
                  semen akan menyusut sehingga menyisakan ruang kosong serta membuat Granit
                  tidak menempel dengan baik. Setelah sekian waktu kemungkinan Granit bisa
                  terlepas dari tempatnya.)                                     
               2. Tempelkan adukan semen dan pasir pada dinding yang akan dipasang Granit.
                  Lalu biarkan sebentar, supaya agak mengering. Usahakan agar adukan semen dan
                                                                                
                  pasirnya jangan terlalu encer agar dapat menempel dengan baik pada dinding.
                  Ketika hendak diletakkan pada dinding, beri kembali sedikit air pada bagian
                  belakangnya.                                                  
               3. Berikan adukan semen pada bagian belakang Granit. Ratakan lapisan semen
                  tersebut. Untuk bagian pinggir Granit jangan diberi semen terlalu tebal, karena
                  ketika Granit ditekan/dipukul untuk meratakan permukaannya, lapisan semen
                  yang di tengah akan lari ke arah pinggir dan mengisi ruang kosong tersebut. (Bila
                                                                                
                  pada pinggiran Granit diberi terlalu banyak semen, nantinya Granit akan sulit
                  untuk ditekan/diratakan. Juga akan mengotori permukaan Granit karena semen
                  akan keluar/muncrat kemana-mana dan pada akhirnya jadi pemborosan bahan.)
               4. Letakkan Granit pada posisinya lalu tekan/pukul dengan palu karet agar
                  permukaannya sejajar dengan tali atau Granit disebelahnya. Pemasangan dimulai
                  dari bagian paling atas ke bagian paling bawah. Untuk menahan agar posisi
                  Granit tidak melorot ke bawah, gunakan paku sebagai pengganjal
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 75 of 90   
               5. Setelah itu berikan spacer atau patokan besar nat Granit. Bisa menggunakan
                  berbagai macam benda yang kira-kira sesuai tebalnya serta sama ukurannya satu
                  dan lainnya                                                   
               6. Lalu tekan/pukul dengan palu karet sehingga Granit menjepit spacer tersebut. Ini
                  dimaksudkan agar besarnya nat Granit sama semua (seragam).    
               7. Cek kembali apakah permukaannya sudah rata dengan bagian atas, bawah atau
                  sampingnya. Karena dalam proses produksinya, kemungkinan terdapat beberapa
                                                                                
                  buah Granit yang kondisinya melengkung, sehingga bagian pojok atas kiri atau
                  kanan sudah rata tetapi bagian bawah kiri atau kanannya bisa jadi menonjol
                  keluar atau malah masuk ke dalam                              
               8. Isi bagian samping dan bawah Granit agar tidak ada sisa ruang kosong. Agar
                  Granit tidak kosong bagian dalamnya, sehingga kurang kuat bila mengahadapi
                  tekanan nantinya. Siapa tahu di bagian tersebut akan dipasang tempat handuk
                  yang perlu di bor. Bila bagian tersebut kosong maka Granit akan mudah pecah
                                                                                
               9. Jangan lupa dilap permukaan Granitnya. Pada waktu pemasangan biasanya
                  permukaan Granit akan terkena adukan semen. Memang Granit memiliki lapisan
                  glaze yang membuat kotoran dan semen tidak mudah menempel, tetapi alangkah
                  baiknya jika Granit Anda yang baru ini dibersihkan supaya terlihat bersih dan
                  mengkilap                                                     
               10. Biarkan untuk beberapa waktu,agar adukan semen mengering dan Granit diam
                  pada tempatnya ketika paku tahanan dicabut. Bersihkan permukaan Granit
                                                                                
               11. Untuk pemasangan Granit berikutnya prosesnya mengulang kembali dari atas.
                  Namun sebelum meletakkan Granit, pastikan bagian samping atau bawah Granit
                  sebelumnya bersih dari gumpalan atau sisa-sisa semen. Agar tidak ada yang
                  mengganjal diantara kedua Granit dan besarnya nat bisa disesuaikan atau
                  disamaratakan                                                 
                                                                                
            O. PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL (ACP)                        
                                                                                
                                                                                
                                                                                
               1. Kontraktor pelaksana diharuskan menyerahkan contoh-contoh bahan kepada
                 direksi lapangan untuk mendapat persetujuan Pemberi Tugas      
               2. Pemasangan dilakukan oleh tenaga ahli yang khusus dalam pekerjaan ini dengan
                 menunjukan surat keterangan refrensi pekerjaan pekerjaan yang pernah
                 ditangani/dikerjakan kepada direksi lapangan untuk mendapat persetujuan;
                                                                                
               3. Alumunium Composit yang digunakan untuk seluruh proyek harus dari satu
                 macam produk saja;                                             
               4. Pelaksanaan pemasangan harus lengkap dengan peralatan bantu untuk
                 mempermudah serta mempercepat pemasangan dengan hasil pemasangan yang
                 akurat, teliti dan tepat pada posisinya;                       
               5. Rangka rangka pemegang harus disiapkan dengan teliti, tegak lurus dan tepat
                 pada posisinya;                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 76 of 90   
               6. Setelah pemasangan, dilakukan penutupan celah celah antara panel dengan
                 bahancaulking dan sealant hingga rapat, dan tidak bocor sesuai dengan rencana;
               7. Kontraktor harus melindungi pekerjaan yang telah selesai dari hal hal yang dapat
                 menimbulkan kerusakan, bila hal ini terjadi, kontraktor harus memperbaiki tanpa
                 biaya tambahan;                                                
               8. Hasil pemasangan pekerjaan Alumunium Composit Panel harus merupakan hasil
                 pekerjaan yang rapi dan tidak bergelombang;                    
                                                                                
               9. Kontraktor harus dapat menyertakan jaminan mutu selama 15 tahun dari PPG
                 Factory terhadap warna dan kualitas alumunium berupa Sertifikat Jaminan sesuai
                 dengan volume yang dibutuhkan.                                 
                                                                                
               10. Pembuatan Shop Drawing                                       
                 Tujuannya adalah untuk mengetahui tipe dan tampak setiap permukaan,
                 detail sambungan, detail pemasangan, detail pertemuan aluminimum
                                                                                
                 dengan komponen-komponen lainnya yang berhubungan lansung maupun tidak
                 langsung serta kelengkapan ukuran-ukurannya.                   
                                                                                
               11. Proses Marking pada Dinding Existing                         
                 Pemarkingan adalah proses penandaan pada dinding existing yang 
                 tujuannya untuk menentukan posisi dan arah pemasangan rangka hollow dan
                 posisi dinabol yang akan dipasang. Pemarkingan dilakukan sebelum dilakukan
                                                                                
                 penggroovingan.                                                
                                                                                
                                                                                
               12. Pengerjaan Pemasangan Rangka Hollow pada Dinding Existing    
                 Pemasangan rangka hollow dilakukan setelah proses permarkingan selesai.
                 Pemasangan dilakukan ke arah vertikal dahulu (mullion ) dan harus sejajar satu
                 dengan yang lainnya. Setelah diperiksa kelurusannya, maka mullion hollow
                                                                                
                 tersebut didynabolt. Selanjutkan dilanjutkan pemasangan aluminium hollow
                 ke arah horisontal (transom).                                  
                                                                                
               13. Proses Cuting Grooving                                       
                 Sebelum dilakukan proses cutting grooving maka dipersiapkan pola potong
                 terlebih dahulu baik untuk profil aluminium maupun panel dan juga pola
                 grooving untuk panel komposit. Proses Cutting Grooving adalah poses
                                                                                
                 pemotongan lapisan polyethilene panel sebagai tempat dimana posisi siku
                 aluminium diletakkan pada sisi panel yang berfungsi sebagai tempat
                 mengikat panel dengan kerangka hollow di lapangan. Proses cutting grooving
                 biasanya dilakukan difabrikasi / workshop harus berdasarkan shop drawing
                 yang telah disetujui. Proses fabrikasi dan perakitan dikerjakan dengan
                 menggunakan alat / mesin besar sehingga presisi, rapi, kokoh dan dengan
                 bentuk sambungan yang sesuai standard toleransi.               
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 77 of 90   
               14. Proses Tekuk pada Aluminium Composite Panel.                 
                 Setelah panel digrooving, kemudian panel ditekuk               
                                                                                
               15. Pemasangan Siku Panel                                        
                 Setelah dilakukan proses grooving maka plate Alumunium panel tersebut ditekuk
                 kearah dalam bidang panel. Proses penekukan ini harus dilakukan dengan ekstra
                 hati-hati dengan menggunakan sisi meja sebagai malnya. Langkah selanjutnya
                                                                                
                 adalah pemasangan siku ke dalam tekukan dengan menggunakan rivert
                 sebagai penguat. Siku-siku yang dipasang pada aluminium panel berfungsi
                 agar Alumunium panel menjadi kaku. Pemasangan siku panel dapat dilakukan di
                 fabrikasi atau di dalam gedung.                                
                                                                                
               16. Pemasangan Alumunium Panel ke Rangka Hollow                  
                 Langkah selanjutnya adalah pemasangan Alumunium Composite Panel yang
                                                                                
                 telah diberi siku ke rangka hollow sebelumnya. Pemasangan ini harus
                 terpasang tegak lurus dan mengikuti patokan (brach mark ). Dalam pemasangan
                 yang harus diperhatikan adalah penempatan siku agar tidak saling bertumpukan.
                 Untuk  menghindari terjadinya penumpukan bracket siku maka     
                 pemasangan siku dilakukan secara selang seling (zig zag).      
                 Untuk mempermudah pada saat pembuatan pola grooving setiap panel diberi
                 nomor yang merupakan kode penempatannya. Semua unit panel yang sudah
                                                                                
                 terpasang harus dalam keadaan terproteksi dengan plastic pelindung agar tidak
                 tergores maupun cacad dan kotor. Material yang sudah terpasang agar selalu
                 dijagadan dilindungi agar tetap dalam kondisi baik sampai penyerahan ke
                 Pejabat Pembuat Komitmen. Pemasangan Alumunium Composite Panel harus
                 dilakukan oleh orang yang sudah memiliki keahlian pada bidangnya
                                                                                
               17. Pekerjaan Sealant.                                           
                                                                                
                 Sealant adalah bahan perekat yang kuat digunakan untuk menutup gap
                 disekeliling panel komposit. Jarak antar gap ± 2.00 cm. Sealant dapat
                 bertahan sampai dengan lebih kurang 10 tahun. Material yang akan
                 digunakan adalah jenis yang berbahan dasar silicon netral. Sealant jenis ini baik
                 digunakan untuk permukaan kaca, aluminium maupun panel komposit.
                                                                                
               Dapat dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu                  
                                                                                
               a. Permukaan yang akan dilapisi sealent harus dalam keadaan bersih.
               b. Diantara celah (nud) harus diberi busa padat tujuannya adalah agar sealent
                  yang masuk dapat tertahan busa padat.                         
               c. Dari sisi panel yang terpasang harus diberi isolative ukuran 2 cm disekitar
                  bagian yang akan dilalui oleh sealant tujuannya adalah agar bagian lainnya
                  tidak kena sealent dan rapih.                                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 78 of 90   
               d. Langkah selanjutnya gunakan sealent sesuai dengan kebutuhan dan
                  dilakukan sedikit demi sedikit secara terus menerus. Gunaka kape untuk
                  meratakan tumpukan sealent, jangan menggunakan jari telunjuk. 
               e. Jika sudah kering, maka solatif yang menempel dilepas.        
                                                                                
            P. PEKERJAAN RAILLING TANGGA DAN VOID                               
                                                                                
                                                                                
                                                                                
              1. Marking As dan elevasi untuk posisi reilling tangga dan tentukan letak tiang reilling
                tangga                                                          
              2. Pasang tiang reilling pada awal trap tangga dan pada bordes lantai atasnya
              3. Tarik benang antara kedua tiang reillingnya                    
              4. Pasang tiang reilling tangga dengan jarak sesuai gambar dan matikan dudukan tiang
                reilling tangga                                                 
                                                                                
              5. Pasang reilling horizontal dengan menumpu pada tiang           
              6. Sambung reilling horizontal untuk trap berikutnya              
              7. Ratakan dan haluskan sambungan serta bersihkan reilling tangga yang telah
                terpasang                                                       
                                                                                
            Q. PEKERJAAN WATERPROOFING                                          
                                                                                
                                                                                
                                                                                
              1. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti petunjuk dan ketentuan dari
                pabrik yang bersangkutan dan atas petunjuk Pengawas.            
              2. Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman (ahli dari
                pihak supplier) dan terlebih dahulu harus mengajukan “metode pelaksanaan”
                sesuai dengan spesifikasi dari pabriknya untuk mendapatkan persetujuan
                Pengawas.                                                       
                                                                                
              3. Permukaan beton dimana produk waterproofing akan dipasang harus memenuhi
                persyaratan sebagai berikut :                                   
                a. Halus, rata terbebas dari tonjolan tajam dan rongga.         
                b. Bersih dari segala kotoran, debu, batuan kecil dan minyak.   
              4. Produk waterproofing tidak boleh dipasang pada suhu dibawah 5°C.
              5. Pekerjaan primer harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:   
                a. Alat yang digunakan untuk primer ialah menggunakan spray atau roller.
                                                                                
                b. Pemasangan produk waterproofing harus menunggu sampai primer kering,
                  minimal 1 (satu) jam setelah pemasangan.                      
                c. Primer dilaksanakan hanya untuk area yang akan dilapisi waterproofing pada
                  hari yang sama.                                               
                d. Lantai yang sudah diprimer harus sesegera mungkin dilapisi oleh membrane,
                  untuk menghindari debu/kotoran yang terbawa oleh angin, dll.  
                e. Lantai yang sudah terprimer tetapi belum dilapisi dengan membrane dalam
                  waktu 24 jam, harus diprimer ulang.                           
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 79 of 90   
                f. Lantai yang sudah terprimer dan terkena hujan harus dikeringkan, dibersihkan
                  dari semua lumpur yang melekat, untuk kemudian diprimer ulang.
              6. “Corner Detail” pada setiap sambungan bidang horisontal dan vertikal harus diberi
                 “filler” cement mortar, dan detail overlap sesuai dengan standard drawing dari
                 pabrikan.                                                      
              7. Joint pada seluruh “construction joint” dan “expansion joint” harus diberi Waterstop.
              8. Pemasangan pada bidang horisontal harus dipasang sesuai dengan kemiringan
                                                                                
                 bidang permukaan, dari “low point” ke “high point” dengan overlap minimum 6.5
                 cm. Untuk bidang vertikal Bituthene dipasang vertikal memanjang dengan panjang
                 maksimum 2.5 m. Pada setiap sambungan overlap, baik pada bidang horisontal
                 maupun vertikal harus diberi penguat mastic.                   
              9. Flood test, harus dilaksanakan dengan minimum ketinggian air 5 cm dan minimum
                 selama 24 jam.                                                 
              10. “Protection”, Waterproofing harus secepat mungkin dilindungi dengan
                                                                                
                 menggunakan Servipack Protection Board, atau Screed dengan tebal minium 25
                 mm.                                                            
              11. Pekerjaan screed sebaiknya dilaksanakan oleh applicator waterproofing itu sendiri
                 apabila pihak Main Contractor ingin melaksanakan pekerjaan tersebut pada saat
                 pelaksanaan harus diawasi oleh Supervisor dari applicator tersebut untuk
                 meyakinkan tidak ada benda tajam yang dapat merusak membrane bitumen.
              12. Proteksi terhadap waterproofing harus dilaksanakan pada hari yang sama pada
                                                                                
                 waktu membrane dipasang atau maksimal 24 jam setelah flood test.
                                                                                
              Pengujian Mutu Pekerjaan :                                        
               1. Kontraktor wajib untuk melakukan percobaan/pengetesan hasil pekerjaan atas
                 biaya Kontraktor seperti dengan cara memberi siraman di atas permukaan yang
                 telah diberi lapisan kedap air.                                
               2. Pekerjaan percobaan dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari
                                                                                
                 Pengawas.                                                      
               3. Pada waktu penyerahan, Kontraktor harus memberikan jaminan atas semua
                 pekerjaan perlindungan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya
                 sebagai akibat dari kegagalan dari bahan /hasil pekerjaan yang digunakan,
                 termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis kerusakan yang terjadi.
               4. Bila ada pekerjaan yang harus dibongkar/diperbaiki akan menjadi tanggungan
                 Kontraktor.                                                    
            R. PEKERJAAN CUBICAL                                                
                                                                                
                                                                                
              1. Persiapan                                                      
                a. Pengajuan dan persetujuan gambar shop drawing pekerjaan cubical
                b. Approval material yang akan digunakan                        
                c. Persiapan lahan kerja                                        
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 80 of 90   
                d. Persiapan material kerja, antara lain : panel laminated board “Nexus’’ tebal 12
                  mm, adustable foot (kaki), grafityy hinges (engsel), hook (gantungan baju),
                  pengunci dll                                                  
                e. Persiapan Rangka, antara lain : Anodised Alumunium for top channel, Anodise
                  alumunium for Wall channel, door stop                         
                f. Persiapan Alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger, gunting,
                  gerinda, bor, screw driver, cutter dll                        
                                                                                
                                                                                
              2. Pengukuran                                                     
                Lebih dahulu juru ukur/surveyor menetukan dan menandai (marking) pada bagian
                lantai dan dinding utk pemasangan cubical                       
                                                                                
              3. Pemasangan                                                     
                a. Pengerjaan cubical dilakukan setelah pekerjaan finishing arsitektur km/wc
                                                                                
                  selesei, yakni mulai dari penutup lantai, penutup dinding dan juga sanitary telah
                  selesai dipasang                                              
                b. Untuk pemasangannya, partisi cubical terdiri dari dua komponen yaitu bagian
                  panel partisi dan aksesorisnya                                
                c. Panel Partisi terdiri dari panel divider yang terletak pada sisi pembatas dan
                  yang kedua adalah panel frontal ysng terdapat pada sisi depan termasuk pintu
                d. Panel divider dipasang pertama kali sesuai ukuran dari gambar shop drawing
                                                                                
                  nya                                                           
                e. Selanjutnya panel frontal dipasang berikut pintu dan sekaligus pemasangan
                  aksesoris lengkap (gantungan baju, kunci dll)                 
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 81 of 90   
            S. PEKERJAAN PENGECATAN                                             
                                                                                
                                                                                
                                                                                
               1. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan
                 polesan mesin, pelat, instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang
                 berhubungan langsung dengan permukaan yang akan dicat, harus dilepas,
                 ditutupi atau dilindungi, sebelum persiapan permukaan dan pengecatan dimulai;
               2. Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang
                                                                                
                 tersebut;                                                      
               3. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan
                 permukaan atau pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan
                 dengan memakai kain bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun
                                              o                                 
                 rendah dan mempunyai titik nyala diatas 38 C;                  
               4. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga
                 debu dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh
                 diatas permukaan cat yang baru dan basah.                      
               5. Kontraktor harus menyerahkan data teknis/brosur dan kartu warna dari cat yang
                 akan digunakan, untuk disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas;
               6. Semua warna ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan akan diterbitkan secara
                 terpisah dalam suatu Skema Warna.                              
               7. Cat yang telah disetujui untuk digunakan harus disimpan di lokasi proyek dalam
                 kemasan tertutup, bertanda merek dagang dan mencanbtumkan identitas cat
                                                                                
                 yang ada didalamnya, serta harus disetrahkan tidak kurang 2 (dua) bulan sebelum
                 pekerjaan pengecatan, sehingga cukup dini untuk memungkinkan waktu
                 pengujian selama 30 (tiga puluh) hari;                         
               8. Pada saat bahan cat tiba di lokasi, Kontraktor dan Pengawas Lapangan mengambil
                 1 liter contoh dari setiap takaran yang ada dan diambil secar acak dari
                 kaleng/kemasan yang masih tertutup. Isi dari kaleng/kemasan contoh harus
                 diaduk dengan sempurna untuk memperoleh contoh yang benar-benar dapat
                                                                                
                 mewakili;                                                      
               9. Untuk pengujian, Kontraktor harus membuat contoh warna dari cat-cat tersebut
                 di atas 2 (dua) potongan kayu lapis atau panel semen berserat berukuran 300mm
                 x 300mm untuk masing-masing warna. 1 (satu) contoh disimpan Kontraktor dan
                 1 (satu) contoh lagi disimpan Konsultan Pengawas guna memberikan
                 kemungkinan untuk pengujian di masa mendatang bila bahan tersebut ternyata
                 tidak memenuhi syarat setelah dikerjakan;                      
                                                                                
               10. Biaya pengadaan contoh bahan dan pembuatan contoh warna menjadi tanggung
                 jawab Kontraktor.                                              
               11. Dulux Alkali Killer (Solvent based primer Sealer) adalah pelarut untuk dinding
                 untuk interior dan eksterior permukaan batu bata dan plester. Permukaan yang
                 akan diberi Alkali harus bersih, kering dan bebas dari semua bahan yang dapat
                 menyebabkan kerusakan lapisan atau menyebabkan kurangnya daya rekat cat
                 seperti : kotoran, minyak, lilin dan lain lain.                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 82 of 90   
               12. Pastikan tembok yang akan dicat benar-benar kering (minimal satu bulan setelah
                 acian), atau ketika pengetesan terhadap kelembaban tembok menunjukkan angka
                 maksimal 16%.                                                  
               13. Bersihkan permukaan tembok dari sisa acian atau kotoran. Bersihkan juga
                 tembok dari debu yang menempel.                                
               14. Jika terdapat retak rambut atau lubang-lubang kecil pada tembok, gunakan plamir
                 tembok atau wall filler untuk menutupnya. Aplikasi plamir (wall filler) hanya pada
                                      alkali resisting primer (water based)     
                 bagian yang retak (tidak diratakan ke seluruh permukaan tembok).
                 tanpa                                                          
               15. Aplikasikan cat dasar                                        
                     pengenceran. Alkali memberikan daya lekat yang baik bagi cat akhir (top
                 coat) dan mudah diaplikasikan. Gunakan alkali resisting primer (solvent based)
                 untuk dinding luar atau dinding dengan kadar alkali yang tinggi.
               16. Aplikasikan cat finish lapis pertama dengan pengenceran + 10%.
               17. Aplikasikan cat finish lapis kedua tanpa pengenceran. Jarak antara aplikasi cat
                 finish pertama dan kedua minimal 2 jam.                        
                                                                                
               18. Permukaan Pelesteran dan Beton                               
                 a. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang
                    waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua pekerjaan
                    pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya dan
                    ditambal dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi
                                                                                
                    rata dengan pelesteran sekelilingnya;                       
                 b. Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan
                    menghilangkan bunga garam kering, bubuk besi, kapur, debu, lumpur, lemak,
                    minyak, aspal, adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan;
                 c. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi
                    secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air.
                    Hal ini dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan
                                                                                
                    memberikan selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap.
               19. Permukaan Gipsum                                             
                 a. Permukaan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan
                    permukaan yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai;
                 b. Kemudian permukaan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus
                    untuk gipsum, untuk menutup permukaan yang berpori, seperti ditentukan
                    dalam Spesifikasi Teknis;                                   
                                                                                
                 c. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai
                    ketentuan Spesifikasi ini.                                  
               20. Pengecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat
                  kering), sesuai ketentuan berikut.                            
                  a. Permukaan Interior Pelesteran, Beton, Gipsum               
                    Cat Dasar       : 1 (satu) lapis water-based sealer;        
                    Cat Akhir       : 2 (dua) lapisan emulsion.                 
                  b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton, Panel Kalsium Silikat
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 83 of 90   
                    Cat Dasar       : 1 (satu) lapis water-based sealer;        
                    Cat Akhir       : 2 (dua) lapisan emulsion khusus eksterior.
                  c. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan
                    Dasar Minyak.                                               
                    Cat Dasar      : 1 (satu) lapis masonry sealer;             
                    Cat Akhir      : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high
                                    quality                                     
                                                                                
                                    gloss finish.                               
                  d. Permukaan Besi/Baja.                                       
                    Cat Dasar      : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc
                                    chromate primer.                            
                    Undercoat      : 1 (satu) lapis undercoat.                  
                    Cat Akhir       : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high
                                     quality                                    
                                                                                
                                    gloss finish.                               
               21. Ketebalan setiap lapisan cat (dalam keadaan kering) harus sesuai dengan
                  ketentuan dan/atau standar pabrik pembuat cat yang telah disetujui untuk
                  digunakan.                                                    
               22. Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran                     
                  a. Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras,
                    membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya;
                                                                                
                  b. Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam
                    konsistensinya selama pengecatan;                           
                  c. Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan, suhu, cuaca dan metoda
                    pengecatan, maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan
                    dengan mentaati petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi
                    jumlah 0,5 liter zat pengencer yang baik untuk 4 liter cat; 
                  d. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor
                                                                                
                    untuk memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis
                    di bawahnya).                                               
               23. Metode Pengecatan                                            
                  a. Cat dasar untuk permuakaan beton, pelesteran, panel kalsium silikat
                    diberikan dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol;
                  b. Cat dasar untuk permukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan
                    lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol;              
                                                                                
                  c. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan
                    lapisan berikutnya boleh dengan kuas, rol atau semprotan;   
                  d. Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau
                    disemprotkan dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan.
               24. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas                
                  Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang-barang yang dilepas
                  harus dipasang kembali oleh pekerja yang ahli dalam bidangnya.
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 84 of 90   
      VI.  SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI                              
                                                                                
                                                                                
                                                                                
           1. Penyedia harus menyusun Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi
             (RK3K).                                                            
           2. Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan semua pihak di lokasi
             kerja.                                                             
           3. Penyedia setiap saat harus mengambil langkah-langkah yang patut diambil untuk
                                                                                
             menjaga keselamatan dan kesehatan para personilnya.                
           4. Penyedia harus memastikan bahwa staf kesehatan, fasilitas pertolongan pertama
             pada kecelakaan, dan layanan ambulance dapat disediakan setiap saat di lapangan
             bagi personil penyedia termasuk subpenyedia maupun personil PPK dan telah
             dibuat perencanaan yang sesuai dengan semua persyaratan kesehatan dan
             kebersihan untuk mencegah timbulnya wabah penyakit.                
           5. Penyedia harus menunjuk petugas keselamatan kerja yang bertanggung jawab untuk
                                                                                
             menjaga keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan. Petugas yang bersangkutan
             harus memenuhi aturan dan persyaratan K3 Konstruksi.               
      Penetapan Tingkat Keparahan                                               
                                                                                
                                                                                
                            Skala Konsekuensi                                   
        Tingkat               Keselamatan                                       
                                                           Lingkungan           
       Keparahan Manusia (Pekerja                                               
                                 Peralatan   Material                           
                 & Masyarakat)                                                  
          5                                                                     
                Timbulnya fatality Terdapat Material rusak Menimbulkan          
                 lebih dari 1 orang peralatan utama dan perlu pencemaran udara/ 
                 meninggal dunia yang rusak total mendatangkan air/ tanah / suara yang
                 atau Lebih dari 1 lebih darisatu material baru mengakibatkan   
                 orang cacat tetap dan         yang      keluhan dari pihak     
                               mengakibatkan membutuhkan masyarakat;atau        
                                 pekerjaan  waktu lebih                         
                               berhenti selama dari 1 minggu Terjadi kerusakan  
                                 lebih dari1   dan      lingkungan di Taman     
                                  minggu   mengakibatkan  Nasional yang         
                                                                                
                                             pekerjaan  berhubungan dengan      
                                              berhenti  flora dan fauna;atau    
                                                                                
                                                          Rusaknya aset         
                                                        masyarakat sekitar      
                                                        secara keseluruhan      
                                                       Terjadi kerusakan yang   
                                                                                
                                                        parah terhadap akses    
                                                         jalan masyarakat.      
                                                                                
                                                                Page 85 of 90   
          4                                                                     
                                                                                
                Timbulnya fatality 1 Terdapat satu Material rusak Menimbulkan   
                 orang meninggal peralatan utama dan perlu pencemaran           
                   dunia; atau yang rusak total mendatangkan dara/air/tanah /suara
                                                        namun tidak adanya      
                                                         keluhan dari pihak     
                                                                                
                                                         masyarakat;atau        
                1 orang cacat tetap Dan     material baru Terjadi kerusakan     
                               mengakibatkan   yang      lingkungan yang        
                                 pekerjaan  membutuhkan berhubungan dengan      
                               berhenti selama waktu 1  flora dan fauna;atau    
                                 1 minggu   minggu dan Rusaknya sebagian aset   
                                           mengakibatkan   masyarakat           
                                             pekerjaan    sekitarTerjadi        
                                                                                
                                              berhenti  kerusakan sebagian      
                                                       akses jalan masyarakat   
          3                                                                     
                 Terdapat insiden Terdapat lebih Material rusak Menimbulkan     
                     yang        dari satu   dan perlu  pencemaran udara/       
                 mengakibatkan peralatan yang mendatangkan air/ tanah / suara yang
                                                                                
                lebih dari 1 pekerja rusak dan material baru mempengaruhi       
                dengan penanganan memerlukan   yang     lingkungan kerja;atau   
                 perawatan medis perbaikan dan membutuhkan                      
                   rawat inap, mengakibatkan waktu lebih Terjadi kerusakan      
                 kehilangan waktu pekerjaan dari 1 minggu lingkungan yang       
                     kerja     berhenti selama dan tidak berhubungan dengan     
                               kurangdari tujuh mengakibatkan tumbuhan di       
                                                                                
                                   hari      pekerjaan  lingkungan kerja;atau   
                                              berhenti                          
                                                         Terjadi kerusakan      
                                                          akses jalan di        
                                                         lingkungan kerja       
          2                                                                     
                 Terdapat insiden Terdapat satu Material rusak Menimbulkan      
                                                                                
                yangmengakibatkan peralatan yang dan perlu pencemaran udara/    
                 1 pekerja dengan rusak,   mendatangkan air/ tanah / suara yang 
                  penanganan    memerlukan  material baru mempengaruhi          
                 perawatan medis perbaikan dan yang     sebagian lingkungan     
                   rawat inap, mengakibatkan membutuhkan   kerja;atau           
                 kehilangan waktu pekerjaan waktu kurang                        
                     kerja     berhenti selama dari 1 minggu, Terjadi kerusakan 
                                                                                
                               lebih dari1 hari namun tidak sebagian akses jalan di
                                           mengakibatkan lingkungan kerja       
                                                                                
                                                                Page 86 of 90   
                                             pekerjaan                          
                                              berhenti                          
          1                                                                     
                 Terdapat insiden Terdapat satu Tidak   Tidak mengakibatkan     
                     yang      peralatan yang mengakibatkan gangguan lingkungan 
                 penanganannya    rusak,     kerusakan                          
                                                                                
                hanya melalui P3K, memerlukan material                          
                 tidak kehilangan perbaikan dan                                 
                   waktu kerja mengakibatkan                                    
                                 pekerjaan                                      
                               berhenti selama                                  
                                kurangdari 1                                    
                                   hari                                         
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 87 of 90   
      VII. TABEL IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3                        
                                                                         Skala Prioritas       Penetapan        
         Jenis/Tipe                                       Penilaia                                              
                                Identifikasi Bahaya              Kemung                       Pengendalian      
          Pekerjaan                                       n Resiko       Keparah an Nilai Resiko                
                                                                  kinan                        Risiko K3        
                     1. Terkena Mesin peralatan bor                                           Menggunakan       
                                                                                                                
       Pekerjaan pondasi 2. Tangan terjepit                                         Berkemung peralatan kerja   
                                                            2       2        4                                  
          Bore Pile  3. Tertimpa material                                          kinan terjadi dan APD yang   
                     4. Luka akibat peralatan kerja                                              sesuai         
                     1. Jatuh dari ketinggian                                                 Menggunakan       
       Pekerjaan struktur                                                                                       
                     2. Tangan terjepit                                             Berkemung peralatan kerja   
         gedung beton                                       2       2        4                                  
                     3. Tertimpa material                                          kinan terjadi dan APD yang   
          bertulang                                                                                             
                     4. Luka akibat peralatan kerja                                              sesuai         
                     1. Jatuh dari ketinggian                                                 Menggunakan       
       Pekerjaan rangka                                                                                         
                     2. Tangan terjepit                                             Berkemung peralatan kerja   
       atap dan pasangan                                    2       2        4                                  
                     3. Tertimpa material                                          kinan terjadi dan APD yang   
            atap                                                                                                
                     4. Luka akibat peralatan kerja                                              sesuai         
                     1. Jatuh dari ketinggian                                                 Menggunakan       
                     2. Tangan terjepit                                             Berkemung peralatan kerja   
        Pekerjaan plafon                                    2       2        4                                  
                     3. Tertimpa material                                          kinan terjadi dan APD yang   
                     4. Luka akibat peralatan kerja                                              sesuai         
                                                                                              Menggunakan       
                     1. Jatuh dari ketinggian                                                                   
          Pekerjaan                                                                 Berkemung peralatan kerja   
                     2. Tangan terjepit                     2       2        4                                  
         pengecatan                                                                kinan terjadi dan APD yang   
                     3. Luka akibat peralatan kerja                                                             
                                                                                                 sesuai         
                                                                                                 Page 88 of 90  
      VIII. PENETAPAN RESIKO KONSTRUKSI                                                                         
                                                             Penilaian Resiko                 Penetapan         
         Jenis/Tipe                                                                Skala                        
                               Identifikasi Bahaya      Kemung Keparaha Penilaia             Pengendalian       
          Pekerjaan                                                               Prioritas                     
                                                        kinan     n     n Resiko              Risiko K3         
                                                                                 Timbulnya                      
                     5. Jatuh dari ketinggian                                                                   
       Pekerjaan struktur                                                          fatality                     
                     6. Tangan terjepit                                                       Menyusun          
         gedung beton                                     2       2        4      meninggal                     
                     7. Tertimpa material                                                    instruksi kerja    
          bertulang                                                              dunia / cacat                  
                     8. Luka akibat peralatan kerja                                                             
                                                                                    fisik                       
                                                     Kecil                                                      
      Penetapan Tingkat Risiko :                                                                                
      Tingkat Risiko pada paket pekerjaan ini ditetapkan sebagai tingkat risiko                                 
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                                
                                                                                                 Page 89 of 90  
      IX.  PENERAPAN SMKK                                                       
                                                                                
                                                                                
                                                                                
      1. Penerapan Umum                                                         
         Penerapan secara umum SMKK pada tahap pelaksanaan pekerjaan ini, antara lain:
        a. Apabila terjadi kecelakaan kerja, Penyedia Jasa wajib membuat laporan kecelakaan
           kerja kepada PPK, paling lambat 1x24 jam.                            
        b. Dokumentasi hasil pelaksanaan K2 dibuat oleh Penyedia Jasa dan dilaporkan kepada
                                                                                
           PPK secara berkala, yang menjadi bagian dari pelaporan pelaksanaan pekerjaan.
        c. Penyedia Jasa wajib melaksanakan perbaikan dan peningkatan kinerja sesuai hasil
           evaluasi K2, dalam rangka menjamin kesesuaian dan efektifitas penerapan K2.
        d. Penyedia Jasa bertanggung jawab atas terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat
           kerja, apabila tidak menyelenggarakan K2 sesuai dengan K2;           
                                                                                
      2. Penerapan pada Pekerja                                                 
                                                                                
         Setiap pekerja diwajibkan melakukan hal-hal dibawah ini, untuk menunjang penerapan K2.
         Hal-hal tersebut, antara lain:                                         
         a. Melaksanakan SMKK disetiap pekerjaan.                               
         b. Memakai alat pelindung diri (APD), berupa:                          
           1) Pelindung kepala (helm)                                           
           2) Pelindung kaki (safety shoes/boot)                                
           3) Rompi keselamatan                                                 
                                                                                
           4) Sarung tangan                                                     
                                                                                
      3. Penerapan pada Lingkungan kerja                                        
         Penyedia Jasa berkewajiban terhadap K2 pada lingkungan kerja yang sedang berlangsung,
         penerapan tersebut antara lain:                                        
         a. Melakukan safety talk setiap sebelum melakukan pekerjaan, memberitahukan resiko
           yang terjadi pada setiap pekerjaan yang dilakukan.                   
                                                                                
         b. Memberikan pengawasan terhadap pekerja terkait penerapan K2 pada pekerjaan
           konstruksi; Memberikan rambu-rambu peringatan dan peralatan keselamatan seperti
           safety line terhadap bahaya yang timbul akibat pekerjaan tertentu;   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                Page 90 of 90
Tenders also won by CV Nurul Bersaudara
Authority
1 September 2023Pembangunan Gedung Kantor Desa Kolok MudikKota SawahluntoRp 1,170,300,000
26 August 2022Lanjutan Pedestrian Kawasan PasarKota Padang PanjangRp 1,039,931,850
1 June 2022Pembangunan Hall Smpn 6 PadangKota PadangRp 615,718,018
21 May 2024Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I.Banda Tongah (Dak Bidang Irigasi)Kab. Pasaman BaratRp 567,750,000