Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan Pada Database

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 47619047
Date: 7 November 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Kesehatan
Work Unit: Kantor Pusat Sekretariat Jenderal
Procurement Type: Pengadaan Barang
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 29,324,691,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 27,927,600,000
Winner (Pemenang): PT Global Infotech Solution
NPWP: 727236390022000
RUP Code: 52945983
Work Location: Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav 4-9 Kuningan - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 28
Applicants
Reason
0727236390022000Rp 26,250,105,840-
0736556945451000--
0018285221062000Rp 26,807,262,570Tidak melampirkan sertifikat keahlian proyek manajemen PMP atau Prince2 untuk Project Manager
0311837009429000--
0314553769451000--
0704511484063000--
0907707061067000--
0854283876432000--
0024272197014000--
0315491431501000--
CV Deltamas Makmur Perkasa
0712562149421000--
PT Trans Telekomunikasi Indonesia
09*4**2****64**0--
0821010295447000--
0534417795429000--
0010611200093000--
0757464243544000--
Berkah Sejahtera Mandiri
0029711330101000--
0012173084627000--
0437441173401000--
PT Mega Akses Persada
06*2**3****35**0--
PT Digital Logistik Internasional
04*3**0****63**0--
PT Sukses Mandiri Cemerlang
07*9**6****34**0--
PT Sokka Global Mandiri
00*1**6****63**0--
0902793728403000--
0028752871063000--
0312470651411000--
Gits Indonesia
03*3**2****24**0--
0439254962401000--
Attachment
KERANGKA ACUAN  KERJA                              
                                                                        
   PENGUATAN  PERANGKAT BACKUP  DAN KEAMANAN PADA DATABASE              
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
              PUSAT DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI                        
           KEMENTERIAN KESEHATAN  REPUBLIK INDONESIA                    
                          TAHUN 2024                                    
                     KERANGKA ACUAN  KERJA                              
   PENGUATAN  PERANGKAT BACKUP  DAN KEAMANAN PADA DATABASE              
                                                                        
                                                                        
1. PENDAHULUAN                                                          
                                                                        
  A. Latar Belakang                                                     
                                                                        
                                                                        
        Perkembangan teknologi Informasi dari masa ke masa, memiliki konsekuensi resiko
        keamanan informasi yang cukup besar. Era transparansi dan kebebasan dalam
        mengakses informasi serta pemanfaatan gawai memiliki 2 (dua) sisi sudut pandang,
                                                                        
        yaitu baik dan buruk sisi baiknya masyarakat dapat secara leluasa dalam
        meningkatkan kemampuan diri dengan informasi yang tersebar luas di dunia siber,
                                                                        
        sedangkan sisi negative yang mungkin saja terjadi, secara tidak sadar informasi
        pribadi masyarakat diintai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian
        dapat dipergunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.         
                                                                        
        Beberapa insiden keamanan informasi, seperti : portal informasi kesehatan yang di-
                                                                        
        deface, aplikasi yang diretas, hingga adanya kebocoran data individu pernah terjadi
        pada sektor kesehatan dan sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Selain isu
                                                                        
        kerentanan (Vulnerability) pada sisi aplikasi, terdapat pula upaya-upaya
        melumpuhkan aplikasi melalui penyerangan siber, baik yang dilakukan dari
        lingkungan dalam maupun dari lingkungan luar network (eksternal). Salah satu
                                                                        
        serangan yang paling banyak adalah penggunaan malware, dengan cara membanjiri
        lalu lintas jaringan yang menyebabkan pengguna lain mengalami kesulitan dalam
                                                                        
        mengakses aplikasi dan sebaliknya, dari sisi server juga mengalami gagal fungsi
        (hang).                                                         
                                                                        
        Sejalan dengan program pemerintah untuk menyelenggarakan pemerintahan yang
        baik melalui penerapan e-government, diperlukan sebuah Tata Kelola TIK yang baik
                                                                        
        untuk memastikan apakah TIK yang berjalan telah benar-benar menggunakan
        resource secara efisien, terjaminnya integritas dan keamanan datanya serta
                                                                        
        keberlangsungan Layanan TIK dapat berjalan secara optimal. Mengacu pada
        Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
                                                                        
        bahwa sebuah SPBE dilaksanakan dengan prinsip yaitu: Efektivitas, Keterpaduan,
        Kesinambungan, Efisiensi, Akuntabilitas, lnteroperabilitas dan Keamanan.
        Selain itu, dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2019 tentang
                                                                        
        Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik juga menyebutkan bahwa
        penyelenggara sistem menjamin keamanan informasi terhadap jasa layanan
                                                                        
        teknologi informasi yang digunakannya serta pengamanan terhadap sarana
        komunikasi internal yang diselenggarakan. Dua peraturan ini merupakan landasan
        bagi pemerintahan dalam menyelenggarakan sistem elektronik dengan baik dengan
                                                                        
        memperhatikan faktor keamanan.                                  
                                                                        
        Sebagai penyelenggara TIK, Pusdatin memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan
        sistem informasi sebagai mana yang tercantum dalam Perpres Nomor 71 Tahun
        2019. Berbagai upaya dilakukan oleh Pusdatin untuk mewujudkan sebuah
                                                                        
        penyelenggaraan sistem lnformasi yang baik dan handal. Diantaranya dengan
        penerapan ISO 27001 :2013 Standar Sistem Manajemen Keamanan lnformasi
                                                                        
        selama hampir 7 (tujuh) tahun berturut-turut penggunaan perangkat pengamanan
        dan berkooordinasi secara intensif dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
                                                                        
        Selama kurun waktu 3 (dua) tahun terakhir tercatat bahwa serangan terhadap
        keamanan siber yang terjadi cukup banyak pada asset-aset web atau aplikasi di
                                                                        
        Kementerian Kesehatan, baik berupa deface maupun pencurian data pribadi.
        Kebocoran data pasien covid 19, kebocoran data pengguna Sistem Rujukan Terpadu
                                                                        
        dan kerentanan sistem pada mitra yang melakukan integrasi pada aplikasi e-hac
        menjadi trigger Pusdatin agar lebih memperhatikan sisi keamanan dalam mengelola
                                                                        
        TIK. Serangan siber yang terjadi tidak hanya berasal dari eksternal saja, namun dari
        internal (baik penggunaan jaringan maupun infeksi malware) pun menjadi
        penyumbang cukup banyak di Kementerian Kesehatan.               
                                                                        
        Beberapa upaya mitigasi dan pencegahan telah dilakukan untuk menanggulangi
                                                                        
        insiden tersebut. Diantaranya, penerapan ISO 27001:2013 di lingkungan Pusdatin,
        bekerja sama dengan Badan Siber dan sandi Negara (BSSN) dalam proses
                                                                        
        penanganan insiden siber dan ITSA (Information Technology Security Asessment)
        pada beberapa aplikasi, penggunaan SOC serta membentuk wadah    
        CSIRT(Computer Security Incident Response Team). Namun, upaya tersebut belum
                                                                        
        cukup mampu mengantisipasi 370 aplikasi lainnya yang dikelola Pusdatin.
                                                                        
        Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan tugasnya tidak lepas dari peran
        Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK sebagai pemicu dalam transformasi
        kesehatan untuk mewujudkan pelayanan prima di Kementerian Kesehatan sudah
                                                                        
        seharusnya diterapkan secara menyeluruh.                        
        Semakin pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini, mengharuskan institusi
                                                                        
        mengikuti perkembangan teknologi tersebut terutama di bidang TIK, hal ini tentunya
        untuk menyelaraskan tugas-tugas dan informasi yang dibutuhkan terkait dalam hal
        kerjasama dengan institusi lain dalam menjalankan tupoksi di Kementerian
                                                                        
        Kesehatan. Untuk itu Pusdatin sebagai unit kerja yang bertugas mengelola TIK
        mempunyai tanggung jawab pada kemajuan TIK. Seiring dengan meningkatnya
                                                                        
        pertumbuhan jumlah pengguna TIK saat ini harus diselaraskan dengan layanan TIK
        yang baik oleh Pusdatin.                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                    Berdasarkan         
        hasil pemantauan Security Operation center (SOC) yang dimiliki Pusdatin, trend
                                                                        
        serangan yang berasal dari sisi pengguna jaringan internal patut diwaspadai. Hal ini,
        terdeteksi dengan adanya peningkatan aktifitas mencurigakan dari segmen IP
                                                                        
        address internal kementerian RI yang memungkinkan dapat mengganggu avaibility
        bahkan integritas data dari aplikasi Kesehatan yang menggunakan layanan hosting
        di Data center yang dikelola Pusdatin. Beberapa kegiatan pengintaian jaringan
                                                                        
        internal yang dilakukan peretas untuk mencari data sensistif di server atau aplikasi
        hosting lainnya (lateral Movement Attack) juga terdeteksi oleh SOC. Hal ini menjadi
                                                                        
        kekhawatiran tersendiri yang sangat perlu diantisipasi dan disiapkan mitigasi yang
        efektif.                                                        
        Diperlukan langkah-langkah pencegahan untuk mengatasi isu keamanan di sisi
                                                                        
        pengguna. Pencegahan Data Breach diperlukan tools cyber threat inteligent yang
        dapat membantu melakukan pengawasan dan analisis mendalam pada sistem TIK
                                                                        
        kemenkes. Pendekatan yang berbeda juga dapat dilakukan untuk mengatasi atau
        bahkan mengantisipasi serangan siber dengan mengetahui motif, target serta
        perilaku tindak kejahatan di dunia siber.                       
                                                                        
        Gambar 2. Informasi credential akses ke aplikasi Kesehatan pada darkweb
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
        Untuk memastikan perangkat perimeter yang terpasang berfungsi secara
                                                                        
        optimal,perlu solusi yang dapat mengukur dan mengevaluasi secara otomatis
        perangkat-perangkat perimeter tersebut. Sebuah paket broker sangat diperlukan
                                                                        
        agar layanan terhadap perangkat security atau perimeter tidak saling melakukan aksi
        blocking. Keamanan Infrastruktur baik yang bersifat on-premise ataupun yang berada
                                                                        
        di berbagai komputasi awan atau cloud menjadi sangat kritikal sehingga diperlukan
        tools orkestrator untuk memonitor semua layanan yang bersifat hybrid tersebut.
                                                                        
        Dugaan kebocoran data yang kerap kali terjadi pada tahun 2021 hingga 2024,
        menjadi sebuah trigger Kemenkes untuk segera menerapkan kontrol keamanan
                                                                        
        seperti enkripsi dan backup data. Hal ini sebagai upaya menjaga ketersediaan dan
        integritas informasi, yang merupakan salah satu dari tiga prinsip utama keamanan
                                                                        
        informasi. Pemulihan dari serangan siber, keamanan dan keandalan data serta
        flexibilitas dalam pemulihan menjadi pertimbangan dalam implementasi teknologi
        backup. Diharapkan, dengan mengacu metode 3-2-1 (tiga Salinan data,dua jenis
                                                                        
        media dan 1 salinan data di offsite) pemulihan dari berbagai jenis insiden, termasuk
        kerusakan data, kesalahan pengguna, atau serangan ransomware dapat dilakukan
                                                                        
        secara optimal dan aman.                                        
                                                                        
        Melalui pekerjaan Penguatan Perangkat Backup dan Keamanan Pada Database di
        Kementerian Kesehatan diharapkan mampu mendukung kinerja dari Pusat Data dan
        Teknologi Informasi dalam mengamankan sistem informasi yang dikelola
                                                                        
        Kementerian Kesehatan.                                          
                                                                        
    B. Maksud dan Tujuan                                                
       Maksud dan tujuan dari kegiatan Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan Pada
                                                                        
       Database adalah melakukan penyediaan perangkat sebagai berikut:  
        a. Tersedianya perangkat Backup Appliance                       
        b. Tersedianya perangkat Storage Backup                         
                                                                        
        c. Tersedianya perangkat Database Backup Solution               
        d. Tersedianya perangkat Network Packet Broker Inline Bypass    
                                                                        
        e. Tersedianya perangkat Threat Intelligence                    
                                                                        
    C. Penerima Manfaat                                                 
       Secara umum penerima manfaat kegiatan ini adalah masyarakat sebagai pengguna
                                                                        
       dari aplikasi kesehatan yang dikelola oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi
       Kementerian Kesehatan.                                           
                                                                        
                                                                        
    D. Strategi Pencapaian Keluaran                                     
       1. Metode Pelaksanaan                                            
                                                                        
         Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah tender/lelang.          
                                                                        
       2. Jangka Waktu Pelaksanaan                                      
         Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan Penguatan Perangkat Backup Dan
                                                                        
         Keamanan Pada Database ini selama 20 (Dua Puluh) hari kalender terhitung dari
         Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).                             
                                                                        
                                                                        
    E. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran                                  
       Kegiatan direncanakan akan dilaksanakan dalam tahun 2024. Kegiatan ini
                                                                        
       dilaksanakan di Kementerian Kesehatan Jl. Rasuna Said Jakarta.   
                                                                        
                                                                        
    F. Kualifikasi Penyedia                                             
       Penyedia barang/jasa harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :
                                                                        
        a. Memiliki SIUP Non-Kecil.                                     
        b. Mempunyai KBLI 46511 (Perdagangan besar komputer, perlengkapan komputer
          dan piranti lunak) atau KBLI 46512 (Perdagangan besar komputer dan piranti
          lunak) atau KBLI 46599 (Perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan
                                                                        
          lainnya).                                                     
        c. Memiliki Akte Pendirian/Perubahan Terakhir                   
                                                                        
        d. Memiliki NPWP Perusahaan                                     
        e. Memiliki laporan pajak SPT Tahun terakhir                    
        f. Memiliki Surat Bukti Milik/Sewa tempat usaha                 
                                                                        
        g. Memiliki sertifikat ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu ) dan ISO 27001 (Sistem
          Manajemen Keamanan Informasi).                                
                                                                        
                                                                        
    G. Tenaga Ahli Yang Dibutuhkan                                      
       Pelaksanaan pekerjaan Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan Pada
                                                                        
       Database, merupakan pekerjaan yang kompleks mengingat bermacam-macam
       perangkat hardware, perangkat software maupun perangkat keamanan data. Oleh
                                                                        
       karenanya dibutuhkan Tenaga Ahli sebagai berikut:                
        1. Project Manager sebanyak 1 (satu) orang dengan kualifikasi sebagai berikut:
         a. Pendidikan Sarjana S1/Sarjana Terapan, bidang/jurusan TI, yang dibuktikan
                                                                        
            hasil scan atau pemindaian ijazah.                          
         b. Melampirkan CV pengalaman sebagai project manager minimal 5 tahun
                                                                        
            dibuktikan dengan surat pernyataan dari calon penyedia.     
         c. Melampirkan sertifikat keahlian proyek manajemen PMP atau Prince2
                                                                        
            dibuktikan dengan hasil scan sertifikasi keahlian.          
        2. Tenaga ahli untuk masing-masing solusi maupun produk yang ditawarkan,
           dengan kualifikasi sebagai berikut :                         
                                                                        
         a. Pendidikan minimal Sarjana S1/Sarjana Terapan bidang/jurusan TI, yang
            dibuktikan dengan hasil scan atau pemindaian ijazah.        
                                                                        
         b. Melampirkan CV dengan pengalaman di bidang/jurusan IT minimal 3 tahun.
         c. Melampirkan sertifikat keahlian dari prinsipal perangkat atau solusi yang
            ditawarkan untuk perangkat Backup Appliance, Storage Backup, Database
                                                                        
            Backup Solution, Network Packet Broker Inline Bypass, Threat Intelligence,
            dibuktikan dengan hasil scan atau pemindaian sertifikasi.   
                                                                        
         3. Calon Penyedia harus menyertakan Spesifikasi Teknis untuk setiap Barang
           yang ditawarkan berupa Merk dan ldentitas.                   
    H. Penjaminan dan Pemeliharaan                                      
                                                                        
     1. Penjaminan dan pemeliharaan terhadap Perangkat adalah selama 3 tahun untuk
       Backup Appliance dan Storage Backup serta selama 2 tahun untuk Database Backup
                                                                        
       Solution, Network Packet Broker Inline Byoass dan Threat Intelligence
     2. Memiliki layanan local support 24x7 selama 1 (satu) tahun dalam bentuk
       pemeliharaan yang bersifat korektif dan preventif yang dibuktikan dengan surat
                                                                        
       pernyataan dari calon penyedia.                                  
                                                                        
                                                                        
    I. Ruang Lingkup                                                    
       Ruang Lingkup pekerjaan Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan Pada
       Database ini meliputi:                                           
                                                                        
       1.1. Pengadaan Perangkat                                         
       Dalam pelaksanaan pekerjaan Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan Pada
                                                                        
       Database, maka penyedia harus menyediakan perangkat keras (hardware) maupun
       perangkat lunak (software) untuk mendukung operasional dan penguatan backup
                                                                        
       serta keamanan database, yang meliputi:                          
           No.          Nama Barang          Jumlah                     
                                                                        
            1.  Backup Appliance             1 Paket                    
            2.  Storage Backup               1 Paket                    
                                                                        
            3.  Database Backup Solution     1 Paket                    
            4.  Network Packet Broker Inline Bypass 1 Paket             
                                                                        
            5.  Threat Intelligence          1 Paket                    
                                                                        
                                                                        
       1.2. Pekerjaan lnstalasi dan Konfigurasi Perangkat               
                                                                        
       Disamping melaksanakan pekerjaan Penguatan Perangkat Backup Dan Keamanan
       Pada Database, maka penyedia harus melaksanakan pekerjaan instalasi dan
                                                                        
       konfigurasi pada perangkat yang disediakan, yang meliputi:       
         a. Melakukan kick-off meeting dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi
           Kementerian Kesehatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi serta
                                                                        
           membuat inisialisasi awal pekerjaan.                         
         b. Menyusun jadwal instalasi, integrasi dan konfigurasi dengan berkoordinasi
                                                                        
           dengan Tim kerja Pengelolaan dan Operasional Layanan Jaringan dan Pusat
           Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin)                      
         c. Membuat checklist tentang semua pekerjaan yang akan dilakukan dalam
                                                                        
           instalasi dan konfigurasi.                                   
         d. Melakukan instalasi dan konfigurasi pada perangkat keras maupun perangkat
                                                                        
           lunak yang telah ditentukan.                                 
         e. Melakukan pemasangan Hardware Perangkat pada rack server di ruang data
           center atau ruang yang ditentukan oleh Pusdatin.             
                                                                        
         f. Melakukan penarikan dan pemasangan kabel jaringan dari perangkat yg
           diadakan ke switch di ruang data center atau ruang yang ditentukan oleh
                                                                        
           Pusdatin                                                     
         g. Melakukan uji coba dan uji fungsi perangkat yang di implementasikan
         h. Melakukan dokumentasi pekerjaan dalam bentuk laporan tertulis dalam formay
                                                                        
           softcopy maupun hardcopy yang meliputi seperti Topologi system Terpasang,
           Konfigurasi System Terpasang, Dokumentasi hasil pengujian maupun
                                                                        
           Dokumentasi lainnya yang terkait dengan paket pengadaan ini  
         i. Menyediakan tenaga ahli untuk perangkat yang diadakan sesuai dengan
                                                                        
           kebutuhan tenaga ahli yang dipersyaratkan.                   
         j. Melakukan/memberikan pelatihan/transfer knowledge yang meliputi cara
           pengaksesan, konfigurasi perangkat, troubleshot perangkat, serta
                                                                        
           pengoperasian perangkat.                                     
                                                                        
                                                                        
        1.2.1 Backup Appliance                                          
             Perangkat Backup Appliance merupakan solusi backup dan pemulihan
                                                                        
             (restore) yang menggabungkan perangkat keras dan perangkat lunak dalam
             satu platform untuk mengelola pencadangan, pemulihan, dan penyimpanan
             data secara efisien, termasuk pencadangan dan pemulihan data dari
                                                                        
             jaringan Hypernet. Dalam konteks implementasi pada existing infrastruktur
             Pusdatin Kemenkes, maka perangkat ini akan terkoneksi ke Core Switch
                                                                        
             existing dan perangkat Storage Backup, yang pengadaanya bersamaan
             dengan paket pekerjaan ini.                                
             Fungsi maupun fitur yang diharapkan terimplementasi pada solusi perangkat
                                                                        
             Backup Appliance, minimal adalah:                          
                Kapasitas usable sebesar 75TB.                         
                                                                        
                Backup Otomatis dan Terjadwal: mencadangkan data sesuai dengan
                 jadwal yang telah ditentukan. Ini mencakup pencadangan dari
                 berbagai sumber seperti virtual machine (VM), database, aplikasi
                                                                        
                 cloud, dan sistem fisik. Pencadangan dilakukan dengan efisien,
                 mengurangi waktu pencadangan dan penggunaan sumber daya
                                                                        
                 jaringan.                                              
                Instant Recovery (Pemulihan Instan): memungkinkan pemulihan data
                 secara cepat dan efisien, baik itu file individual, mesin virtual, atau
                                                                        
                 aplikasi lengkap. Teknologi Live Mount memungkinkan VM dan
                 database dihidupkan langsung dari backup tanpa perlu pemulihan
                                                                        
                 penuh, mempercepat proses pemulihan bencana (disaster recovery).
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                Data Deduplication dan Kompresi: mengurangi ukuran data yang
                 disimpan dengan menghilangkan duplikasi data dan melakukan
                                                                        
                 kompresi. Ini mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan dan
                 menghemat biaya.                                       
                                                                        
                Manajemen Data Terpusat: menyediakan platform manajemen yang
                 terpusat untuk mengelola backup dari berbagai sumber dan lokasi.
                                                                        
                 Pengguna dapat mengelola backup lokal, cloud, dan lokasi jarak jauh
                 dari satu antarmuka. Memudahkan admin TI dalam memantau,
                 mengontrol, dan mengatur kebijakan backup di seluruh lingkungan IT.
                                                                        
                Integrasi dengan Cloud: mendukung penyimpanan cadangan ke cloud
                 publik seperti AWS, Azure, dan Google Cloud, memungkinkan
                                                                        
                 penggunaan solusi hybrid cloud atau backup berbasis cloud
                 sepenuhnya. Ini memungkinkan penyimpanan data jangka panjang
                                                                        
                 (archiving) dan disaster recovery (DR) dengan biaya yang lebih rendah
                 dan skalabilitas yang lebih tinggi.                    
                                                                        
                Peningkatan Keamanan Data: menerapkan end-to-end encryption,
                 baik data yang sedang di-backup maupun saat disimpan, untuk
                 melindungi data sensitif dari ancaman keamanan. Backup Appliance
                                                                        
                 juga harus mendukung immutable backups (backup yang tidak bisa
                 diubah), memberikan perlindungan dari ransomware yang mencoba
                                                                        
                 menghapus atau mengubah cadangan.                      
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                 Memfasilitasi privasi dan keamanan data, menggunakan multi-
                  layered security framework yang terdiri dari komponen di bawah ini:
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                Pencadangan Aplikasi dan Database: mendukung backup untuk
                                                                        
                 berbagai aplikasi dan database populer, seperti Microsoft SQL, Oracle,
                 dan MongoDB, dengan kemampuan pemulihan yang granular. Dengan
                                                                        
                 mendukung pencadangan khusus aplikasi, Backup Appliance
                 memastikan integritas data dan keandalan pemulihan untuk
                 lingkungan aplikasi yang kompleks.                     
             Dengan fitur-fitur tersebut yang akan diimplementasikan sebagai bagian dari
                                                                        
             ruang lingkup, maka Backup Appliance akan sangat membantu kemenkes
             mengelola dan mengamankan data secara efisien, memastikan bahwa
                                                                        
             pencadangan dan pemulihan data dilakukan dengan cepat dan aman serta
             meminimalkan risiko kehilangan data akibat kesalahan, kegagalan sistem,
             atau serangan siber.                                       
                                                                        
                                                                        
        1.2.2 Storage Backup                                            
                                                                        
             Perangkat storage backup in berfungsi untuk sistem penyimpanan berbasis
             NAS (Network Attached Storage) maupun SAN (Storage Area Network),
             dengan fungsi utama yang akan diterapkan sebagai bagian dari ruang
                                                                        
             lingkup yaitu sebagai berikut:                             
                Penyimpanan Data Terpusat: menyediakan penyimpanan terpusat
                                                                        
                 untuk data organisasi, yang dapat diakses oleh banyak pengguna dan
                 aplikasi secara bersamaan. Mendukung berbagai jenis file dan
                                                                        
                 protokol akses seperti NFS, CIFS/SMB, iSCSI, dan FC (Fibre
                 Channel).                                              
                                                                        
                Pengelolaan Data yang Efisien: dilengkapi dengan fitur deduplikasi
                 dan kompresi, yang membantu mengurangi jumlah data yang disimpan
                 dengan menghilangkan redundansi. Memungkinkan organisasi
                                                                        
                 mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan dengan efisiensi
                 yang tinggi.                                           
                                                                        
                High Availability dan Redundansi: mendukung konfigurasi high
                 availability (HA), yang memastikan ketersediaan data yang konstan
                                                                        
                 meskipun terjadi kegagalan pada salah satu komponen. Redundansi
                 komponen seperti pengontrol, catu daya, dan konektivitas jaringan
                 menjamin operasional yang andal dan aman.              
                                                                        
                Snapshot dan Backup: Sistem penyimpanan ini mendukung  
                 pembuatan snapshot secara otomatis, yang memungkinkan  
                                                                        
                 pengambilan gambar (snapshot) dari data dalam waktu singkat tanpa
                 mengganggu performa. Snapshot dapat digunakan untuk pemulihan
                                                                        
                 data dengan cepat dalam situasi data hilang atau rusak.
                Integrasi dengan Cloud: mendukung integrasi dengan cloud,
                 memungkinkan organisasi untuk membuat solusi hybrid cloud yang
                 menggabungkan penyimpanan lokal dan cloud. Hal ini membantu
                                                                        
                 organisasi memanfaatkan skala dan fleksibilitas penyimpanan cloud
                 untuk kebutuhan data jangka panjang atau disaster recovery.
                                                                        
                Skalabilitas: menawarkan fleksibilitas dalam hal skalabilitas, di mana
                 kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan seiring pertumbuhan
                 kebutuhan bisnis tanpa harus mengganti infrastruktur. Dukungan untuk
                                                                        
                 penambahan disk shelf dan integrasi dengan storage kelas enterprise
                 lainnya memudahkan ekspansi.                           
                                                                        
                Performa Tinggi: Fitur caching, seperti Flash Cache dan Flash Pool,
                 memungkinkan akselerasi performa baca/tulis yang signifikan.
                                                                        
                Manajemen Data yang Terpusat: dilengkapi dengan antarmuka
                 manajemen terpusat yang memungkinkan pengelolaan data secara
                 efisien, juga memungkinkan otomasi dan orkestrasi berbagai tugas
                                                                        
                 administrasi penyimpanan.                              
                Proteksi Data: mendukung berbagai fitur proteksi data seperti RAID
                                                                        
                 (Redundant Array of Independent Disks), snapshot, dan replikasi jarak
                 jauh untuk melindungi data dari kegagalan perangkat keras atau
                                                                        
                 bencana. Fitur enkripsi data memastikan bahwa data sensitif tetap
                 aman baik dalam penyimpanan maupun saat dipindahkan.   
                                                                        
                Kinerja Multitenancy: mendukung multitenancy yang memungkinkan
                 isolasi data dan manajemen penyimpanan untuk beberapa entitas atau
                 pengguna dalam lingkungan yang sama, ideal untuk penggunaan di
                                                                        
                 lingkungan cloud atau data center skala besar.         
             Dengan fitur-fitur tersebut, perangkat Backup Storage yang dimaksud dalam
                                                                        
             pengadaan ini nantinya akan menampung dan menyalin sebagai backup
             storage bagi data-data baik berupa database maupun VM, cloud,
             kubernetes, dari perangkat Backup Appliance maupun Database Backup
                                                                        
             Solution yang pengadaannya juga dilakukan pada kegiatan Penguatan
             Backup dan Keamanan Pada Database kali ini.                
                                                                        
             Dalam konteks manajemen backup sebagi bagian dari ruang lingkup
             pekerjaan sebagai berikut:                                 
                                                                        
                 Melakukan Retensi backup: 1 minggu full – in weeks- full
                 Manajemen backup: jika sudah mencapai threshold 50% dari total
                                                                        
                  kapasitas, maka yang backup sebelum akan dipindahkan ke
                  perangkat NAS existing yang dimiliki oleh Pusdatin Kemenkes.
                                                                        
                 Rencana topology deployment, terlihat pada gambar dibawah ini:
        1.2.3 Database Backup Solution                                  
                                                                        
             Perangkat atau solusi ini berfungsi untuk melakukan backup dan restore
             dengan membuat salinan cadangan dari data penting, baik itu di lingkungan
                                                                        
             fisik maupun virtual, untuk melindungi dari kehilangan data.
             Pemulihan Data menyediakan berbagai opsi pemulihan, termasuk
             pemulihan cepat dari seluruh sistem, pemulihan file tertentu, dan pemulihan
                                                                        
             granular untuk aplikasi tertentu.                          
             Fungsi yang diharapkan terimplementasi pada perangkat/solusi ini adalah:
                                                                        
                 Manajemen dan Monitoring: Dengan antarmuka yang intuitif, Veeam
                  memudahkan pemantauan dan manajemen tugas backup,     
                                                                        
                  memberikan laporan dan notifikasi terkait status backup.
                 Keamanan: dilengkapi dengan fitur keamanan untuk melindungi data
                  cadangan dari ancaman, termasuk enkripsi dan autentikasi multi-
                                                                        
                  faktor.                                               
                 Integrasi: dapat diintegrasikan dengan berbagai platform
                                                                        
                  penyimpanan dan layanan cloud, memungkinkan fleksibilitas dalam
                  penyimpanan dan pemulihan data.                       
                                                                        
             Dalam konteks implementasi sebagai bagian dari ruang lingkup pekerjaan
             ini adalah memenuhi high level architecture berikut, dengan topology 3-2-1-
             1-0                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
             Kemudian juga diharapkan dalam proses deployment-nya, menerapkan
                                                                        
             topology 3-2-1-1-0                                         
             Secara keseluruhan, fungsi penerapan yang diharapkan pada perangkat
             Database Software Solution seperti tampak dalam gambar berikut, dimana
                                                                        
             secara koneksi jarignan akan terhubung ke perangkat Storage Backup yang
             juga diadakan dalam paket pengadaan yang sama.             
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
             Termasuk dalam ruang lingkup Database Backup Solution adalah
                                                                        
             menyediakan server baremetal dengan minimum spesifikasi:   
              o  1 unit Prepare Backup Server                           
                                                                        
                    OS: Windows Server 2019 or latest                  
                    CPU: x64 Processor min.8 Cores                     
                    Memory: minimal 16 GB                              
                                                                        
                    Disk: minimal 200GB SAS                            
                    Warranty: 3 Tahun                                  
              o  1 unit Proxy Server                                    
                                                                        
                    OS: Linux/ Windows (64 bit)                        
                    CPU: x64 processor min.4 Cores                     
                                                                        
                    Memory: minimal 8 GB                               
                    Disk: minimal 200GB SAS                            
                    Warranty: 3 Tahun                                  
                                                                        
              o  1 unit Backup Repository Server                        
                    OS: Linux (64 bit)                                 
                                                                        
                    CPU: x64 processor min.2 Cores                     
                    Memory: minimal 16 GB                              
                    Disk: minimal 200GB SAS                            
                                                                        
                  Warranty: 3 Tahun                                     
                                                                        
                                                                        
        1.2.4 Network Packet Broker Inline Bypass                       
             Perangkat jaringan Network Packet Broker (NPB) ini berfungsi untuk
                                                                        
             mengelola, mengoptimalkan, dan mendistribusikan lalu lintas data jaringan
             ke berbagai alat pemantauan dan keamanan serta mencegah asimetrik
             (asymmetric route). Perangkat atau solusi ini juga digunakan dalam jaringan
                                                                        
             untuk mengarahkan lalu lintas data, dimana fungsi utamanya meliputi:
               Pengumpulan Lalu Lintas: NPB dapat mengumpulkan lalu lintas dari
                                                                        
                berbagai sumber, seperti beberapa port atau perangkat jaringan, untuk
                analisis lebih lanjut.                                  
                                                                        
               Penyaringan: NPB mampu menyaring paket data berdasarkan kriteria
                tertentu, seperti alamat IP, protokol, atau jenis lalu lintas, sehingga
                hanya lalu lintas yang relevan yang diteruskan ke alat analisis.
                                                                        
               Meminimalisir adanya asymmetric route: dengan adanya perangkat
                                                                        
                bypass switch dan network packet broker, akan dapat mengurangi dan
                juga melakukan pencegahan terhadap blocking trafik oleh perangkat
                security yang diakibatkan oleh adanya asymmetric route. 
                                                                        
               Pengarahan Lalu Lintas: Setelah penyaringan, NPB dapat  
                mengarahkan lalu lintas yang telah diproses ke alat tertentu, seperti
                                                                        
                sistem deteksi intrusi (IDS), sistem analisis performa, atau perangkat
                pemantauan jaringan lainnya.                            
               Agregasi: NPB dapat mengagregasi lalu lintas dari beberapa sumber
                                                                        
                menjadi satu aliran yang lebih terkelola, memudahkan analisis dan
                pemantauan.                                             
                                                                        
               Load Balancing: NPB juga dapat mendistribusikan lalu lintas secara
                merata ke beberapa perangkat analisis untuk meningkatkan efisiensi
                dan kinerja.                                            
                                                                        
               Pengelolaan Lalu Lintas: NPB dapat membantu dalam manajemen lalu
                lintas dengan memberikan informasi yang diperlukan untuk
                                                                        
                mengoptimalkan performa jaringan.                       
             Dengan fungsi-fungsi tersebut, Network Packet Broker membantu organisasi
                                                                        
             dalam meningkatkan efisiensi pemantauan jaringan, memperkuat
             keamanan, serta memastikan bahwa data yang diperlukan tersedia secara
             tepat dan tepat waktu untuk analisis dan pengambilan keputusan.
                                                                        
             Dalam solusi perangkat NPB ini juga harus dilengkapi dengan fungsi Inline
             Bypass, dimana Inline bypass adalah mekanisme yang digunakan untuk
                                                                        
             memastikan kelangsungan operasional jaringan meskipun terjadi kegagalan
             pada perangkat keamanan atau pemantauan yang terhubung secara "inline"
                                                                        
             (langsung dalam aliran lalu lintas jaringan). Fungsi utama dari inline bypass
             meliputi:                                                  
               Failover Otomatis, yang berarti jika perangkat keamanan (seperti
                                                                        
                firewall, IPS/IDS) yang terhubung secara inline mengalami kegagalan
                atau perlu dipelihara, inline bypass akan otomatis melewati perangkat
                                                                        
                tersebut. Lalu lintas jaringan tetap mengalir tanpa terganggu, menjaga
                ketersediaan jaringan.                                  
                                                                        
               Reduksi Downtime, yang dimaknai untuk mengurangi potensi downtime
                akibat masalah pada perangkat keamanan, memastikan bahwa operasi
                bisnis tetap berjalan meski perangkat sedang diperbaiki atau tidak aktif.
                                                                        
               Meningkatkan Keandalan Jaringan, dimana Inline bypass memastikan
                bahwa kegagalan satu perangkat tidak menyebabkan seluruh segmen
                                                                        
                jaringan menjadi tidak aktif. Memberikan lapisan tambahan dalam
                menjaga keandalan operasional jaringan.                 
                                                                        
               Pemeliharaan Tanpa Gangguan, dalam artian memungkinkan  
                pemeliharaan atau pembaruan perangkat keamanan tanpa perlu
                                                                        
                mematikan jaringan atau mengganggu aliran data.         
               Proteksi Performa, yang dimaksudkan adalah jika perangkat keamanan
                                                                        
                tidak dapat menangani lalu lintas dalam jumlah besar (misalnya saat ada
                lonjakan lalu lintas), inline bypass bisa membantu mencegah kemacetan
                                                                        
                dengan mengalihkan sebagian lalu lintas secara langsung.
               Pencegahan Single Point of Failure (SPOF), dimaknai bahwa Inline
                bypass menghilangkan risiko SPOF di mana kegagalan satu perangkat
                                                                        
                keamanan dapat mengganggu keseluruhan aliran jaringan.  
               Mode Active/Passive, yang bermaksud bahwa dalam beberapa
                                                                        
                implementasi, bypass dapat diatur dalam mode aktif atau pasif, di mana
                lalu lintas dialihkan hanya saat ada kegagalan (passive) atau perangkat
                                                                        
                keamanan dilibatkan sesuai kebutuhan (active).          
             Dengan fungsi inline bypass ini, organisasi sebagai pengguna dapat
             menjaga kinerja jaringan yang konsisten dan andal, sekaligus memastikan
                                                                        
             bahwa perangkat keamanan tidak menjadi hambatan dalam aliran data yang
             terus berjalan.                                            
                                                                        
             Dalam konteks infrastruktur jaringan di Pusdatin Kemenkes, maka yang
             termasuk bagian dalam ruang lingkup kegiatan pengadaan ini, adalah
                                                                        
             rencana penempatan/penerapan perangkat NPB Inline Bypass ini seperti
             tampak pada gambar dibawah ini:                            
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                               Gbr. Topologi existing                   
                             Gbr. Topologi yang diharapkan              
                                                                        
             Dalam gambar diatas, maka bisa dijelaskan bahwa salah satu dari ruang
                                                                        
             lingkup NPB Inline Bypass adalah memindahkan sistem perkabelan (UTP
             maupun FO) dengan menjaga minimum downtime, agar fungsi NPB Inline
                                                                        
             Bypas bisa berjalan dengan maksimal.                       
                                                                        
                                                                        
        1.2.5 Threat Intelligence                                       
            Perangkat solusi Threat Intelligence bertujuan untuk mengumpulkan,
            menganalisis, dan menyebarkan informasi mengenai ancaman keamanan
                                                                        
            siber guna melindungi organisasi dari serangan berbahaya. Berikut adalah
            fungsi utama dari solusi Threat Intelligence:               
                                                                        
               Deteksi Ancaman Lebih Cepat: Perangkat ini secara proaktif
                mengidentifikasi ancaman yang mungkin tidak terlihat oleh sistem
                                                                        
                keamanan tradisional. Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,
                seperti dark web, feeds keamanan, dan jaringan internasional untuk
                                                                        
                mendeteksi ancaman baru.                                
               Analisis Ancaman: Menganalisis data mengenai aktivitas jahat seperti
                                                                        
                malware, serangan phishing, botnet, atau exploit yang berkembang.
                Memberikan wawasan tentang teknik, taktik, dan prosedur (TTP) yang
                digunakan oleh peretas.                                 
                                                                        
               Penyediaan Indikator Ancaman (Indicators of Compromise/IoC):
                Menyediakan IoC seperti alamat IP, domain, URL, hash file yang terkait
                                                                        
                dengan serangan cyber. Informasi ini dapat digunakan oleh perangkat
                keamanan seperti firewall, SIEM, dan IPS untuk mendeteksi dan
                                                                        
                memblokir ancaman.                                      
               Peningkatan Respons Insiden: Dengan pemahaman yang lebih baik
                tentang ancaman yang dihadapi, tim keamanan dapat merespons
                                                                        
                insiden dengan lebih cepat dan tepat. Menyediakan konteks yang lebih
                baik mengenai ancaman untuk membantu dalam investigasi insiden.
                                                                        
               Pencegahan Serangan di Masa Depan: Berdasarkan data ancaman
                yang dikumpulkan, perangkat solusi Threat Intelligence dapat
                                                                        
                membantu organisasi memprediksi serangan yang mungkin terjadi di
                masa depan dan mempersiapkan langkah mitigasi. Memungkinkan
                penerapan patch dan proteksi sebelum ancaman mencapai jaringan.
                                                                        
               Peningkatan Keamanan Secara Proaktif: Threat Intelligence
                memungkinkan organisasi untuk beralih dari pendekatan reaktif ke
                                                                        
                proaktif dalam melindungi infrastruktur IT mereka. Dengan memahami
                tren ancaman, organisasi dapat memperkuat pertahanan sebelum
                                                                        
                serangan terjadi.                                       
               Meningkatkan Visibilitas Terhadap Lanskap Ancaman: Memberikan
                                                                        
                pandangan menyeluruh tentang ancaman global dan spesifik yang
                menargetkan industri atau sektor tertentu. Membantu organisasi
                menyesuaikan kebijakan keamanan berdasarkan ancaman yang paling
                                                                        
                relevan bagi mereka.                                    
               Berbagi Informasi Ancaman: Perangkat Threat Intelligence seringkali
                                                                        
                dilengkapi dengan fitur untuk berbagi informasi ancaman dengan
                komunitas keamanan atau organisasi lain dalam ekosistem yang sama.
                Hal ini membantu dalam menciptakan sinergi antara organisasi yang
                                                                        
                menghadapi ancaman serupa.                              
               Automasi Keamanan: Mengotomatisasi pengumpulan dan analisis data
                                                                        
                ancaman, memungkinkan tim keamanan fokus pada mitigasi dan
                tindakan pencegahan. Dapat diintegrasikan dengan alat keamanan lain
                untuk meningkatkan efektivitas secara otomatis, misalnya, dengan
                                                                        
                mengirimkan pembaruan aturan firewall atau IPS.         
            Dengan menggunakan perangkat solusi Threat Intelligence, diharapkan,
                                                                        
            organisasi Pusdatin Kemenkes, dapat secara signifikan meningkatkan
            kemampuan dalam mendeteksi, merespons, dan mencegah ancaman 
                                                                        
            keamanan siber, serta memitigasi risiko yang dihadapi dari serangan siber
            yang terus berkembang.                                      
            Dalam konteks implementasi sebagai bagian dari ruang lingkup pekerjaan,
                                                                        
            diharapkan solusi Threat Intelligence sebagai security as a services, meliputi
            paling minimal 4 hal penerapan yaitu:                       
                                                                        
                Cyber Threat Intelligence                              
                Darkweb & Deepweb Monitoring                           
                                                                        
                Brand Monitoring Services                              
                Take-down Services                                     
                                                                        
                                                                        
    J. Biaya yang Diperlukan                                            
       Pembiayaan pekerjaan ini dibebankan pada DIPA Kantor Pusat Sekretariat Jenderal
                                                                        
       Tahun Anggaran 2024 untuk Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kontrak dilakukan
       setelah anggaran tersedia dan disetujui Dirjen Anggaran Kementerian
                                                                        
       Keuangan.Pekerjaan akan dibatalkan bilamana anggaran tidak disetujui dan
       Penyedia yang terpilih menyetujui untuk tidak menuntut di kemudian hari.
                                                                        
                                                                        
    K. Spesifikasi Teknis                                               
   Adapun Spesifikasi Teknis perangkat yang dibutuhkan pada kegiatan pengadaan Penguatan
                                                                        
   Perangkat Backup Dan Keamanan Pada Database adalah sebagai berikut:  
                                                                        
     No     Solusi             Spesifikasi Teknis       Jumlah          
      1. Backup Appliance Persyaratan Umum:             1 Paket         
                       Dilengkapi dengan surat dukungan dari           
                        prinsipal untuk produk yang ditawarkan.         
                       Dilengkapi tenaga ahli dengan sertifikasi       
                        keahlian sesuai dengan produk yang              
                        ditawarkan.                                     
                       Solusi yang diusulkan termasuk                  
                        Garansi/Warranty dari prinsipal selama 3        
                        tahun baik hardware maupun software.            
                       Solusi yang diusulkan sudah termasuk            
                        cabling (UTP maupun FO), jika dibutuhkan        
                       Solusi yang diusulkan termasuk instalasi,       
                        konfigurasi dan pelatihan.                      
                       Dilengkapi dengan local support dari penyedia   
                        selama 1 (satu) tahun, untuk instalasi,         
                        konfigurasi, preventif dan corrective           
                        maintenance                                     
                     Platform:                                          
                       Mempunyai built-in immutable filesystem.        
                        Format data hasil backup tidak dapat            
                        dirusak atau dimodifikasi sehingga tahan        
                        terhadap serangan ransomware, malware           
                        maupun virus.                                   
                       Solusi bersifat fisik, converged, terdiri dari  
                        software backup dan hardware backup             
                        sudah termasuk server dan komponen              
                        penyimpanan data (storage), all-in-one          
                        dalam appliance ukuran 2U yang didesain         
                        dengan arsitektur zero trust.                   
                       Memiliki kapasitas usable minimal 75TB.         
                       Solusi yang ditawarkan sudah termasuk           
                       10G/1G Dual Rate SFP+ transceiver                
                       module sesuai kebutuhan.                         
                       Mempunyai mekanisme deduplikasi dan             
                        kompresi secara built-in otomatis, tanpa        
                        membutuhkan lisensi khusus atau                 
                        tambahan.                                       
                       Lisensi hanya berdasarkan kapasitas tipe        
                        appliance, tidak menggunakan lisensi            
                        berdasarkan jumlah agent atau jumlah VM,        
                        socket, host, dll.                              
                       Skalabilitas secara scale-out dengan cara       
                        menambah jumlah appliance, dapat                
                        mencapai size sampai multiple Petabyte          
                        dalam satu single cluster, dengan tetap         
                        memberikan global namespace.                    
                       Instalasi perangkat tidak membutuhkan           
                        deployment komponen seperti proxy server        
                        dan media server.                               
                       Tidak memerlukan eksternal/3rd party            
                        database engine sebagai backup catalog.         
                       Mempunyai tier flash (SSD) pada setiap          
                        node untuk mengakselerasi performa              
                        backup dan pemulihan.                           
                       Mempunyai arsitektur web-scale, tidak ada       
                        dependensi pada suatu master server             
                        (masterless), mempunyai kemampuan High          
                        Availability pada tiap komponen, tanpa          
                        adanya Single Point of Failure (SPOF) dan       
                        mempunyai kemampuan self-healing,               
                        sehingga apabila terjadi kerusakan              
                        komponen tidak berpengaruh ke sistem.           
                       Solusi harus bersifat secure by design,         
                        tidak diinstall diatas operating system         
                        berbasis Windows, menggunakan                   
                        proprietary filesystem sendiri sehingga         
                        meminimalkan kemungkinan surface                
                        attack, serta tidak mengekspos online           
                        storage filesystem (CIFS/NFS/SMB/etc).          
                       Mempunyai single pane of glass dashboard        
                        / UI berbasis HTML5 bersifat global,            
                        terpadu, unified, tidak berupa 3rd party atau   
                        add-on, berfungsi untuk melakukan semua         
                        manajemen, fitur, operasional dan               
                        pelaporan, dan dapat mengakomodasi              
                        semua workload on-prem, on-cloud                
                        maupun SaaS dalam satu single UI yang           
                        sama.                                           
                       Sistem pelaporan pada dashboard / UI            
                        dapat dikustomisasi, digenerate dalam           
                        format .csv dan .pdf, serta dapat               
                        dijadwalkan untuk pengiriman pelaporan          
                        via email tanpa memerlukan adanya lisensi       
                        atau cost tambahan.                             
                       Solusi dapat menjadwalkan job backup            
                        secara otomatis termasuk penjadwalan            
                        untuk archival dan replikasi dengan             
                        berbasis SLA, dan diatur melalui UI yang        
                        sama.                                           
                       Kompatibilitas beragam untuk banyak             
                        environment seperti:                            
                       o  Virtualisasi native seperti VMware,           
                          Hyper-V dan Nutanix AHV                       
                       o  Physical server dengan berbagai               
                          Operating System Windows, Linux               
                          (berbagai distro), AIX, Solaris dan HP        
                          UX                                            
                       o  Database secara native seperti                
                          Microsoft SQL Server database, Oracle         
                          database, SAP Hana database, DB2,             
                          PostgreSQL, MongoDB, Cassandra DB             
                          dan environment seperti NAS.                  
                       o  Database-database lain seperti MySQL          
                          dan MariaDB juga dapat dibackup               
                          dengan cara non-native (Managed               
                          Volume)                                       
                       Mempunyai fitur predictive search seperti       
                        Google Search Engine untuk mencari objek        
                        yang telah dibackup sampai level                
                        granularity single file, meskipun file / data   
                        tersebut sudah berada di lokasi                 
                        penyimpanan archive.                            
                       Mempunyai enkripsi by default secara end-       
                        to-end untuk eksternal dan internal data        
                        traffic baik in-flight maupun at-rest.          
                       Dapat diintegrasikan dengan banyak 3rd          
                        party vendor untuk berbagai use case            
                        seperti otomasi, monitoring, alerting,          
                        orchestrator, self service platform dll         
                        (VMware Aria, ServiceNow, Splunk,               
                        Pagerduty, Terraform, Microsoft Sentinel,       
                        Palo Alto, dll).                                
                       Mendukung kustomisasi otomasi dan API           
                        integration berbasis GraphQL, PowerShell,       
                        Go SDK, Phyton SDK.                             
                       Mempunyai fitur replikasi backup ke satu        
                        atau multiple lokasi dalam satu pengaturan      
                        policy yang sama dengan backup dan              
                        archive.                                        
                       Mendukung mekanisme archiving ke                
                        multiple lokasi dalam satu pengaturan           
                        policy yang sama dengan backup dan              
                        replikasi.                                      
                       Mendukung berbagai archive location             
                        target dan tanpa lisensi tambahan untuk         
                        fungsional ini. Lokasi archive termasuk:        
                       o  NFS storage                                   
                       o  On-prem object Storage                        
                       o  Public cloud seperti AWS, Microsoft           
                          Azure Cloud, Google Cloud Platform.           
                       Mendukung RBAC (Role Based Access               
                        Control) dan Multitency bahkan sampai           
                        granularity object level, serta dapat           
                        diintegrasikan dengan Active Directory          
                        (AD), mekanisme SSO (Single Sign-On)            
                        ataupun Identity Provider untuk sistem          
                        RBAC tersebut.                                  
                       Mempunyai mekanisme enforced MFA-               
                        TOTP (Multi-Factor Authentication dengan        
                        Time-Based One-Time Password) untuk UI          
                        dan CLI.                                        
                       Mempunyai mekanisme 2-Person-Rule               
                        (TPR) atau Quorum Authentication untuk          
                        memvalidasi perubahan atau konfigurasi          
                        yang sifatnya accidental / malicious.           
                       Mempunyai built-in sistem monotonic clock       
                        untuk memitigasi ancaman NTP                    
                        compromised (NTP Poisoning).                    
                       Object harus dapat langsung dilakukan           
                        restore secara individual setelah selesai       
                        backup tanpa harus menunggu seluruh             
                        proses backup selesai pada objek-objek          
                        lain meskipun dalam naungan penjadwalan         
                        yang sama                                       
                       Mempunyai dashboard yang menampilkan            
                        skoring terhadap postur keamanan data           
                        backup dan memberikan rekomendasi               
                        untuk meningkatkan postur keamanan              
                        dalam satu single dashboard yang sama.          
                       Mempunyai mekanisme Retention Lock              
                        untuk mencegah modifikasi retensi ataupun       
                        overwritting data backup yang sifatnya          
                        malicious maupun human error.                   
                     Virtualisasi                                       
                       General                                         
                        o Tidak memerlukan deployment proxy             
                         server untuk melakukan backup VM               
                        o Mempunyai mekanisme agentless untuk           
                         backup environment virtualisasi                
                         (VMware, Nutanix AHV, Hyper-V) dan             
                         mempunyai fitur auto-discovery VM              
                         bahkan sampai level cluster, host, folder,     
                         dan tagging.                                   
                        o Mendukung restore sistem secara               
                         instant (instant recovery) dengan              
                         kemampuan near-zero RTO untuk                  
                         VMware, Hyper-V, Nutanix AHV dengan            
                         menjadikan appliance sebagai sebuah            
                         recovery storage sementara, untuk              
                         kemudian dipindahkan ke production             
                         storage dengan proses live migration           
                         datastore untuk object berupa                  
                         virtualisasi.                                  
                        o Mendukung proses direct mount atau            
                         live mount langsung dari appliance             
                         backup dalam hitungan detik atau menit         
                         untuk VMware VM, Hyper-V, AHV VM               
                         dengan teknologi zero-byte cloning, dan        
                         dapat dilakukan secara simultan minimal        
                         15 live mount sekaligus tanpa                  
                         berdampak pada VM asli di production.          
                                                                        
                       VMWare:                                         
                        o Mekanisme backup first full -                 
                          incremental forever tanpa memerlukan          
                          full backup kembali meskipun apabila          
                          terjadi maintenance vCenter,                  
                          perpindahan VM antar vCenter                  
                          misalnya.                                     
                        o Mendukung pemulihan cross version             
                          dari VMware ESXi.                             
                                                                        
                     Database dan Server Fisik/Baremetal                
                       General                                         
                        o Mempunyai mekanisme auto discovery            
                          database setelah agent diinstall. Auto        
                          discovery mendeteksi secara otomatis          
                          database sampai level konfigurasi dari        
                          database tersebut contohnya SQL               
                          Always-On Availability Group (AAG),           
                          SQL Failover Cluster, Oracle                  
                          Dataguard, tanpa membutuhkan                  
                          konfigurasi manual.                           
                        o Agent untuk membackup server fisik            
                          dan database mempunyai kemampuan              
                          auto upgrade saat sistem melakukan            
                          upgrade firmware/versi.                       
                        o Instalasi agent tidak memerlukan              
                          proses restart / reboot server atau host      
                          bahkan untuk semua operating system           
                          bahkan apabila Windows OS.                    
                        o Mempunyai mekanisme live mount                
                          database dari backup langsung ke              
                          instance atau target host dengan              
                          menggunakan storage dari appliance            
                          backup.                                       
                       SQL Server Database:                            
                        o Mendukung pemulihan cross version             
                          dari SQL database.                            
                        o Penjadwalan backup database SQL               
                          dapat dikonfigurasikan untuk                  
                          melakukan log shipping.                       
                        o Mempunyai mekanisme download                  
                          native file backup SQL untuk                  
                          fleksibilitas opsi recovery.                  
                       Oracle:                                         
                        o Mempunyai opsi granular recovery              
                          PDB.                                          
                        o Mempunyai opsi granular recovery              
                          tablespace level.                             
                       SAP Hana:                                       
                        o Solusi tersertifikasi resmi dari SAP          
                          untuk backup SAP HANA dan                     
                          melakukan auto-discovery database             
                          SAP Hana tersebut, serta melakukan            
                          penjadwalan backup, archive dan               
                          replikasi langsung dari UI, bukan             
                          melalui Hana Studio ataupun Cockpit.          
                                                                        
                     NAS / Unstructured Data                            
                       Melakukan indexing, kompresi dan enkripsi       
                        backup data NAS.                                
                       Tidak memerlukan mekanisme NDMP                 
                        untuk membackup data NAS dan bersifat           
                        agnostic (tidak terkunci pada brand NAS)        
                     Anomaly Detection                                  
                       Mempunyai in-built scanner (in-built data       
                        threat engine) menggunakan machine              
                        learning untuk mendeteksi anomali data          
                        sampai suspect ransomware dan                   
                        menampilkannya dalam satu dashboard             
                        tanpa menggunakan 3rd party engine atau         
                        server terpisah.                                
                       Mempunyai kapabilitas memberikan insight        
                        level enkripsi ransomware yang dapat            
                        mendeteksi sampai level hypervisor              
                        ransomware.                                     
                       In-built scanner (data threat engine) bekerja   
                        otomatis tanpa memerlukan agent ataupun         
                        tanpa memerlukan optimisasi/tuning              
                        manual.                                         
                       Kemampuan in-built scanner dapat                
                        mendeteksi enkripsi ransomware untuk            
                        semua workload, baik itu berupa server          
                        fisik, VM, NAS, bahkan cloud workload dan       
                        SaaS workload.                                  
                       Kemampuan intelijen forensik harus dapat        
                        diintegrasikan dengan 3rd party tools           
                        seperti SIEM dan SOAR.                          
                       Mempunyai opsi recovery terhadap enkripsi       
                        ransomware dari level granular file sampai      
                        dengan level masif (bulk) dan memberikan        
                        point in time paling bersih secara otomatis.    
      2. Storage Backup Persyaratan Umum:               1 Paket         
                       Dilengkapi dengan surat dukungan dari           
                        prinsipal untuk produk yang ditawarkan.         
                       Dilengkapi tenaga ahli dengan sertifikasi       
                        keahlian sesuai dengan produk yang              
                        ditawarkan.                                     
                       Solusi yang diusulkan termasuk                  
                        Warrnty/Garansi dari prinsipal selama 3         
                        tahun baik hardware maupun software.            
                      Solusi yang diusulkan sudah termasuk             
                       cabling (UTP maupun FO), jika dibutuhkan         
                       Solusi yang diusulkan termasuk instalasi,       
                        konfigurasi dan pelatihan.                      
                       Dilengkapi dengan local support dari            
                        penyedia selama 1 (satu) tahun, untuk           
                        instalasi, konfigurasi, preventif dan           
                        corrective maintenance                          
                                                                        
                     Spesifikasi Teknis & Fitur:                        
                       Brand Storage memiliki compatibility            
                        dengan software backup yang digunakan di        
                        Kementerian Kesehatan Republik                  
                        Indonesia                                       
                       External storage yang ditawarkan masuk          
                        dalam Quadrant Leaders di Gartner Magic         
                        Quadrant for Storage tahun 2024                 
                       Sistem storage yang ditawarkan                  
                        merupakan tipe storage baru                     
                       Storage backup yang ditawarkan memiliki         
                        kapasitas usable minimal 300TB.                 
                       Storage backup yang ditawarkan memiliki         
                        konfigurasi RAID dengan toleransi               
                        kegagalan sampai 3 disk rusak secara            
                        bersamaan dan dilengkapi dengan                 
                        tambahan disk hostspare                         
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan              
                        ekspansi kapasitas baik dengan                  
                        penambahan disk (scale-up) maupun               
                        penambahan controller (scale-out)               
                       Storage memiliki active-active dual             
                        controller, power supply dan fan yang           
                        bersifat redundant                              
                       Upgrade controller, capacity, firmware          
                        dapat dilakukan secara online tanpa             
                        downtime dan tidak perlu adanya migrasi         
                        data                                            
                       Solusi storage memiliki controler dengan        
                        jumlah minimal 16 Core Processor berbasis       
                        Intel dan kapasitas Memory minimal              
                        128GB.                                          
                       Sistem storage yang ditawarkan                  
                        mendukung unified protocol (Native NAS          
                        dan Object Storage) dalam single storage        
                        tanpa penambahan perangkat.                     
                       Mendukung protocols NFS, CIFS/SMB dan           
                        S3 sebagai media backup dalam satu              
                        perangkat.                                      
                       Sistem storage yang ditawarkan harus            
                        memiliki interface minimum per HA System        
                        sebanyak 8 port tipe 10Gb SFP+.                 
                       Memiliki fitur yang memungkinkan sistem         
                        untuk tidak mengalami downtime dalam            
                        segala bentuk proses upgrade, part-             
                        replacement maupun ekspansi kapasitas           
                       Memiliki fitur Thin Provisioning dan Cloning;   
                       Memiliki fitur keamanan dan kemampuan           
                        snapshot bersifat immutable untuk bisa          
                        menanggulangi human error, virus dan data       
                        corrupt tanpa ada perfomance impact             
                        terhadap data di dalam volume NAS.              
                       Memiliki fitur Object Locked atau pengunci      
                        object data agar setiap hasil backup yang       
                        disimpan tidak bisa dihapus oleh user           
                        selama masa retensi backup.                     
                       Dilengkapi dengan fitur perlindungan            
                        terhadap penghapusan data dengan                
                        mengaktifkan persetujuan lebih dari satu        
                        Administrator                                   
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan file         
                        screening [NAS], untuk mengeluarkan             
                        extension file tertentu yang di ijinkan di      
                        simpan di file share, sehingga mengurangi       
                        resiko penyimpanan jenis file yang tidak        
                        diperbolehkan                                   
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan              
                        restore data / recovery di NAS secara cepat     
                        (instant restore), saat terjadi volume          
                        corrupt, rusak dan sebagainya                   
                       Memiliki manajemen interface untuk              
                        mengontrol storage dan dapat diakses            
                        melalui Graphical user Interface (GUI);         
                       Memiliki manajemen console berbasis web         
                        HTTPS dan SSH                                   
                       Sistem storage yang ditawarkan harus            
                        merupakan produk asli dari produsen             
                        pemegang merek dan bukan OEM (Original          
                        Equipment Manufacturer).                        
     3.  Database Backup Persyaratan Umum:              1 Paket         
         Solution      Dilengkapi dengan surat dukungan dari           
                        prinsipal untuk produk yang ditawarkan.         
                       Dilengkapi tenaga ahli dengan sertifikasi       
                        keahlian sesuai dengan produk yang              
                        ditawarkan.                                     
                       Solusi yang diusulkan termasuk Lisensi dan      
                        Support dari prinsipal selama 2 tahun.          
                       Solusi yang diusulkan sudah termasuk            
                        cabling (UTP maupun FO), jika dibutuhkan        
                       Solusi yang diusulkan termasuk instalasi,       
                        konfigurasi dan pelatihan.                      
                       Dilengkapi dengan local support dari            
                        penyedia selama 1 (satu) tahun, untuk           
                        instalasi, konfigurasi, preventif dan           
                        corrective maintenance                          
                                                                        
                     Spesifikasi Teknis dan Fitur                       
                       Solusi yang ditawarkan merupakan solusi         
                        "Data Center Backup and Recovery" yang          
                        termasuk didalam quadrant "Leader" di           
                        Gartner's Magic Quadrant.                       
                       Solusi yang ditawarkan sudah termasuk           
                        perangkat hardware (server/vm) maupun           
                        perangkat software (OS/Db) apabila              
                        dibutuhkan agar sistem berjalan baik,           
                        dilengkapi masa warranty hardware server        
                        selama 3 tahun,namun tidak membutuhkan          
                        surat dukungan. Dengan minimal                  
                        kebutuhan server, sebagai berikut:              
                         o 1 unit Prepare Backup Server                 
                              OS: Windows Server 2019 or latest        
                              CPU: x64 Processor min.8 Cores           
                              Memory: minimal 16 GB                    
                              Disk: minimal 200GB SAS                  
                              Warranty: 3 Tahun                        
                         o 1 unit Proxy Server                          
                              OS: Linux/ Windows (64 bit)              
                              CPU: x64 processor min.4 Cores           
                              Memory: minimal 8 GB                     
                              Disk: minimal 200GB SAS                  
                              Warranty: 3 Tahun                        
                         o 1 unit Backup Repository Server              
                              OS: Linux (64 bit)                       
                              CPU: x64 processor min.2 Cores           
                              Memory: minimal 16 GB                    
                              Disk: minimal 200GB SAS                  
                              Warranty: 3 Tahun                        
                       Kebebasan dalam memilih server maupun           
                        storage menggunakan brand apapun untuk          
                        mendukung solusi data proteksi yang             
                        bersifat software tanpa mengharuskan            
                        adanya komponen Hardware.                       
                       Solusi yang ditawarkan harus memiliki           
                        kemampuan backup terhadap semua                 
                        Operating Systems yang didukung oleh            
                        VMware, Microsoft Hyper-V maupun                
                        Nutanix AHV didalam satu solusi                 
                       Solusi yang ditawarkan harus memiliki           
                        kemampuan membackup VM, mesin fisik,            
                        maupun NAS atau file sharing didalam satu       
                        jenis license.                                  
                       Solusi yang ditawarkan mendukung                
                        berbagai host ESXi baik itu yang                
                        dimanaged oleh VMware vCenter Server            
                        maupun standalone.                              
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        image level backup dari satu atau lebih         
                        Virtual Machine disamping juga mendukung        
                        replikasi host-based berdasarkan satu atau      
                        lebih Virtual                                   
                       Machine antara dua site yang berbeda, dan       
                        semua dilakukan dari satu konsol.               
                       Mendukung solusi Agentless sehingga             
                        meniadakan kebutuhan untuk memasang             
                        agent secara individu pada masing2x             
                        Guest VMs.                                      
                       Mendukung backup dengan metode                  
                        transport LAN-free (SAN mode), hot-add          
                        dan network untuk environment VMware.           
                       Mendukung backup dengan metode                  
                        transport on-host dan off-host untuk            
                        environment Hyper-V.                            
                       Mendukung API terhadap storage yang             
                        digunakan di production VMware vSphere          
                        agar snapshotnya dapat digunakan untuk          
                        melakukan proses backup dan replikasi           
                       Memanfaatkan vSphere API didalam                
                        menyediakan solusi Data Protection untuk        
                        environment VMware.                             
                       Memanfaatkan teknologi CBT pada                 
                        environment VMware, RCT pada                    
                        environment Hyper-V, dan AHV CBT pada           
                        environment Nutanix AHV.                        
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        solusi Disk-To-Disk-To-Tape (D2D2T) tanpa       
                        penambahan biaya license dari backup            
                        software.                                       
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        solusi Disk-To-Disk-To-Cloud (D2D2C)            
                        tanpa penambahan biaya license dari             
                        backup software.                                
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        solusi archiving Disk-To-Disk-To-Object         
                        Storage (Tiering ke Object Storage) tanpa       
                        penambahan biaya license dari backup            
                        software.                                       
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        solusi copying Disk-To-Disk-To-Object           
                        Storage (Copying ke Object Storage) tanpa       
                        penambahan biaya license dari backup            
                        software.                                       
                       Solusi copying ke object storage harus          
                        mendukung fitur immutable backup tanpa          
                        penambahan biaya license dari backup            
                        software.                                       
                       Mendukung segala jenis Disk-based               
                        storage (DAS/NAS/SAN) sebagai tempat            
                        penyimpanan hasil backup.                       
                       "Solusi yang ditawarkan harus mendukung         
                        storage berbasis agnostic sehingga              
                        memberikan kebebasan bagi pengguna              
                        untuk memilih jenis storage yang                
                        digunakan untuk production,                     
                       backup maupun DR storage yang sesuai            
                        dengan kebutuhan pengguna."                     
                       Mendukung backup maupun replikasi dari          
                        VM yang menggunakan disk berbasis thin          
                        maupun thick-provisioned baik itu VMware        
                        maupun HyperV.                                  
                       Menyediakan konsol yang tersentralisasi         
                        didalam memonitor dan mengatur proses           
                        backup maupun replikasi.                        
                       Sudah termasuk kemampuan encryption,            
                        compression dan deduplication yang built-       
                        in didalam satu produk tanpa                    
                        membutuhkan biaya tambahan.                     
                       Kemampuan untuk memperkecualikan                
                        virtual disk tertentu didalam proses backup     
                        maupun replikasi pada VM-VM tertentu            
                        baik itu didalam VMware maupun HyperV.          
                       Kemampuan untuk melakukan User                  
                        profiling sehingga memampukan kita untuk        
                        role segregation agar dapat membedakan          
                        pengguna yang dapat privilege secara full       
                        administration,                                 
                       hanya dapat mengubah dan melakukan              
                        backup pada objek tertentu, hanya dapat         
                        melihat backup tertentu saja, atau hanya        
                        dapat melakukan restore pada objek              
                        tertentu saja baik itu didalam VMware           
                        maupun HyperV.                                  
                       Block size yang dapat disesuaikan guna          
                        mendukung proses deduplication yang             
                        optimal sesuai dengan network yang              
                        digunakan (SAN, LAN, WAN).                      
                       Kemampuan untuk melakukan metode                
                        backup dengan cara forward incremental          
                        backup.                                         
                       Kemampuan untuk melakukan metode                
                        reverse incremental backup khususnya            
                        didalam VMware maupun HyperV.                   
                       Mendukung kemampuan untuk melakukan             
                        synthetic full backup.                          
                       Secara agentless mampu melakukan                
                        backup dan replikasi yang konsisten di          
                        level aplikasi dengan memanfaatkan              
                        Microsoft VSS serta VMware & Nutanix            
                        Guest Tools.                                    
                       Mendukung pelaksanaan proses backup             
                        secara continuous sehingga proses backup        
                        langsung dilakukan setelah proses backup        
                        sebelumnya selesai diproses.                    
                       VM yang sudah dihapus dari infrastruktur        
                        production akan otomatis juga dihapus dari      
                        backup image file setelah jangka waktu          
                        tertentu demi mengurangi pemakaian              
                        backup storage.                                 
                       Solusi yang ditawarkan harus mendukung          
                        kemampuan mekanisme I/O control yang            
                        sudah built-in demi memampukan kita             
                        untuk menentukan level maximum I/O              
                        latency yang bisa                               
                       diterima pada production datastores demi        
                        memastikan bahwa aktivitas backup               
                        maupun replikasi yang berjalan                  
                        memberikan dampak yang lebih kecil atau         
                        sedikir terhadap ketersediaan storage           
                        dalam mendukung workload dari                   
                        production.                                     
                       Mampu melakukan restorasi langsung ke           
                        VMware berdasarkan hasil backup dari VM         
                        yang berjalan di VMware/Hyper-V/Acropolis       
                        maupun hasil backup dari OS yang                
                        berbasis Windows dan Linux.                     
                       Mampu melakukan restorasi langsung ke           
                        Microsoft Azure Computing maupun Azure          
                        Stack berdasarkan hasil backup dari VM          
                        yang berjalan di VMware/Hyper-V/Acropolis       
                        maupun hasil backup dari OS yang                
                        berbasis Windows dan Linux.                     
                       Mampu melakukan restorasi langsung ke           
                        Amazon EC2 berdasarkan hasil backup             
                        dari VM yang berjalan di VMware/Hyper-          
                        V/Acropolis maupun hasil backup dari OS         
                        yang berbasis Windows dan Linux.                
                       Mampu melakukan restorasi file-level            
                        didalam suatu guest OS dari VM.                 
                       Mampu membentuk suatu ruang lingkup             
                        yang terisolasi dari environment production     
                        berdasarkan hasil backup Vmware maupun          
                        Hyper-V yang sudah ada dengan tujuan            
                        untuk memampukan kita dalam melakukan           
                        testing ataupun troubleshooting.                
                       Mampu melakukan recovery secara instant         
                        dengan cara menyalakan VM langsung dari         
                        hasil backup tanpa perlu melakuan               
                        restorasi yang sesungguhnya.                    
                       Mampu melakukan restorasi object secara         
                        granular terhadap group policy object           
                        (GPO), DNS records yang terintegrasi            
                        dengan AD, maupun Configuration                 
                        partition records tanpa membutuhkan             
                        agent.                                          
                       Mampu melakukan restore terhadap suatu          
                        table didalam suatu database SQL tanpa          
                        penggunaan agent.                               
                       Mampu melakukan transaction log backup          
                        maupun replay serta restorasi database ke       
                        server yang orisinil maupun yang baru           
                        tanpa penggunaan agent.                         
                       Mampu melakukan pencarian terhadap              
                        suatu item Sharepoint serta melakukan           
                        restorasi pada item tersebut tanpa terlebih     
                        dahulu melakukan restore database secara        
                        utuh.                                           
                       Mampu melakukan restorasi isi dari NAS          
                        storage secara keseluruhan terhadap NAS         
                        storage yang berbeda baik secara fisik,         
                        vendor, maupun type.                            
                       Memiliki kemampuan dalam menggunakan            
                        dan memanfaatkan beberapa tape library          
                        sekaligus demi meningkatkan performa            
                        serta kemudahan penggunaan.                     
                       Mendukung metode Grandfather-Father-            
                        Son (GFS) pada penyimpanan backup ke            
                        dalam tape demi mengurangi pemakaian            
                        tape yang berlebihan, namun tetap               
                        memenuhi retensi yang diinginkan seperti        
                        harian, mingguan, bulanan, maupun               
                        tahunan.                                        
                       Memiliki kemampuan untuk mengurangi             
                        besarnya kapasitas yang dibutuhkan untuk        
                        menyimpan hasil backup serta bandwidth          
                        yang dibutuhkan untuk melakukan replikasi       
                        dengan cara memperkecualikan deleted file       
                        blocks, swap, hibernation files serta files     
                        dan folder secara spesifik.                     
                       Memiliki kemampuan untuk mengamankan            
                        hasil backup maupun saat backup                 
                        ditransfer antar site dengan menggunakan        
                        enkripsi AES 256-bit encryption secara          
                        end-to-end tanpa memberikan efek negatif        
                        terhadap proses built-in compression serta      
                        WAN acceleration.                               
                       Solusi yang ditawarkan mampu                    
                        memberikan Recovery Point Objective             
                        (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO)         
                        kurang dari 15 menit.                           
                       Memiliki kemampuan untuk manjalankan            
                        failover plans saat dibutuhkan pada saat        
                        failover ke DR site yang dilengkapi dengan      
                        fungsi 1-click site failover yang               
                        mempermudah proses failover.                    
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan              
                        failover dan failback dari suatu Virtual        
                        Machines, serta dilengkapi dengan               
                        mekanisme yang intelligent melalui fitur        
                        automated Re-IP dan network mapping dari        
                        VM-VM yang diaktifkan di sisi DR. Saat          
                        failback pun dilengkapi dengan                  
                        kemampuan untuk mengirim hanya blok             
                        data yang berubah saja saat melakukan           
                        transfer kembali ke site asal.                  
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan              
                        replikasi dengan menggunakan hasil              
                        backup sebagai sumber replikasi.                
                       Memiliki kemampuan untuk menentukan             
                        urutan dari VM mana yang akan booting           
                        terlebih dahulu saat terjadi failover.          
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan              
                        replikasi berdasarkan jadwal tertentu           
                        ataupun secara terus-menerus                    
                        (continuous).                                   
                       Memiliki kemampuan untuk membatasi              
                        bandwidth yang dibutuhkan untuk                 
                        melakukan backup maupun replikasi ke site       
                        yang berbeda sehingga proses transfer           
                        data dapat diatur agar tidak mengganggu         
                        proses transfer data lainnya.                   
                       Memiliki kemampuan untuk mengamankan            
                        hasil backup maupun saat proses replikasi       
                        dilakukan antar site dengan menggunakan         
                        enkripsi AES 256-bit encryption                 
                        berdasarkan network traffic antara asal dan     
                        tujuan.                                         
                       Memiliki kemampuan dalam memilih                
                        network tertentu untuk digunakan sebagai        
                        jalur backup maupun replikasi.                  
                       Memiliki kemampuan untuk melakukan test         
                        dan verifikasi terhadap hasil backup            
                        maupun replikasi secara otomatis dan            
                        terjadwal. Maka hal tersebut memberikan         
                        kepastian dan keyakinan bahwa hasil             
                        backup maupun replikasi dalam kondisi           
                        operasional jika hasil test dan verifikasi      
                        tersebut hasilnya 100% dalam kondisi baik.      
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk membuat test                    
                        environments dengan cara menjalankan            
                        satu VM atau lebih langsung dari hasil          
                        backup maupun replikasi didalam suatu           
                        ruang lingkup yang terisolasi sehingga          
                        dapat digunakan untuk testing maupun            
                        training tanpa membutuhkan investasi            
                        dalam hal storage tambahan.                     
                       Tidak dibutuhkan lisensi tambahan di sisi       
                        DR site saat digunakan sebagai target dari      
                        replikasi VM.                                   
                       Memiliki kemampuan merestorasi VM,              
                        guest files maupun application items secara     
                        individu langsung dari storage snapshot.        
                       Mampu membuat image-based backups               
                        serta replica sesering mungkin tanpa            
                        memberikan efek negatif terhadap                
                        performa dari storage production.               
                       Memiliki kemampuan untuk berintegrasi           
                        dengan Oracle RMAN                              
                       Memiliki kemampuan untuk berintegrasi           
                        dengan SAP HANA                                 
                       Memiliki kemampuan untuk menyimpan              
                        hasil backup kedalam object storage             
                        dengan secara native memanfaatkan object        
                        storage merupakan object storage berbasis       
                        lokal (on-premises) maupun berbasis cloud.      
                       Memiliki kemampuan untuk                        
                        mendelegasikan kepada orang atau grup           
                        tertentu berbagai tugas yang berkaitan          
                        dengan pembuatan dan pengamatan                 
                        backup maupun dalam menjalankan                 
                        restorasi sehingga secara dengan aman           
                        kita dapat mengontrol akses terhadap hasil      
                        backup berdasarkan lokasi storage maupun        
                        quota dari storage tersebut.                    
                       Solusi dapat melakukan backup                   
                        infrastruktur cloud (AWS, Microsoft Azure       
                        dan Google Cloud Platform, virtual              
                        (Vmware vSphere, Microsoft Hyper-V,             
                        Nutanix AHV), fisikal (Microsoft Windows,       
                        Linux, Mac, IBM AIX, Oracle Solaris dan file    
                        sharing), termasuk aplikasi seperti             
                        Microsoft, Oracle dan SAP                       
                       Mampu melakukan instant-recovery untuk          
                        NAS, Microsoft SQL dan Oracle tanpa             
                        melakukan downtime perangkat                    
                       Memiliki fitur backup cloud connect             
                       Memiliki support terhadap tape storage          
                        secara native                                   
                       Memiliki fitur enkripsi end-to-end, compresi,   
                        integrasi deduplication storage appliance       
                        dan replikas                                    
                       Memiliki native plug-ins untuk VMware           
                        Cloud Director                                  
                       Memiliki fitur orkestrasi fail-over dengan 1-   
                        click                                           
                       Merupakan kombinasi solusi dari backup,         
                        replication, storage snapshot dan               
                        Continous Data Protection pada backup           
                        system                                          
                       Memiliki kemampuan backup yang                  
                        immutable pada Linux Repository untuk           
                        mencegah ransomware                             
                       Memiliki Management Web Interface yang          
                        tersentralisasi                                 
                       Memiliki backup plugins untuk aplikasi          
                        enterprise seperti Oracle dan SAP               
                       Merupakan kesatuan solusi backup,               
                        monitoring dan otomatisasi secara terpadu       
                       Mampu memberikan visibilitas yang               
                        lengkap secara proaktif terhadap                
                        permasalahan yang akan timbul sebelum           
                        berdampak pada operasional sistem               
                       Mampu melakukan efisiensi CPU saat off-         
                        loaded data server produksi.                    
                       Solusi yang ditawarkan mampu                    
                        memberikan kemampuan untuk melakukan            
                        berbagai hal seperti monitoring secara          
                        menyeluruh, reporting, capacity planning        
                        serta perhitungan chargeback baik dari sisi     
                        infrastruktur virtualisasi maupun backup        
                       Solusi yang ditawarkan sudah termasuk           
                        kemampuan monitoring real time terus            
                        menerus selama 24x7 dengan cara                 
                        mengumpulkan data yang mencakup                 
                        berbagai macam metrik seperti compute           
                        (CPU and RAM), storage maupun network           
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk melihat dan                     
                        menganalisa berbagai macam data secara          
                        historical agar kita dapat mengerti trend       
                        yang berlangsung sehingga dapat                 
                        membantu kita dalam melakukan                   
                        perencanaan kedepan maupun dalam hal            
                        troubleshooting.                                
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk melakukan monitoring            
                        terhadap proses backup maupun replikasi,        
                        serta dalam pembuatan laporan dalam             
                        berbagai macam hal seperti contohnya VM         
                        mana saja yang sudah terproteksi atau           
                        belum.                                          
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk menganalisa konfigurasi         
                        dari berbagai VM serta menunjukkan              
                        adanya potensi masalah dan limitasi yang        
                        dapat menghambat proses backup maupun           
                        replikasi.                                      
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk mengirim notifikasi             
                        melalui email jika muncul alarm                 
                        berdasarkan suatu kejadian tertentu.            
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk membuat alarm secara            
                        kustom.                                         
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk melihat dan mengatur            
                        berbagai proses yang berhubungan dengan         
                        server, host maupun VM yang sedang              
                        beroperasi.                                     
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk melakukan kostumisasi           
                        serta menyimpan template yang digunakan         
                        untuk membuat laporan yang spesifik             
                        terhadap suatu infomasi serta dalam format      
                        tertentu.                                       
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk mengatur                        
                        pengembangan dari infastruktur virtualisasi     
                        melalui fitur2x seperti trend analysis,         
                        threshold forecasts serta provisioning          
                        recommendations.                                
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk membuat diagram Visio           
                        untuk mendokumentasi infrastruktur              
                        virtualisasi.                                   
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk menunjukkan VM mana             
                        saja yang utilisasinya terlalu rendah           
                        ataupun terlalu tinggi berdasarkan              
                        pemakaian resource seperti CPU dan              
                        memory serta memberikan rekomendasi             
                        terhadap pengalokasian CPU dan memory           
                        yang lebih sesuai.                              
                       Solusi yang ditawarkan memiliki                 
                        kemampuan untuk membuat reports yang            
                        menunjukan perubahan-perubahan yang             
                        sudah dilakukan dari sisi infrastruktur virtual 
                        maupun backup                                   
                        berdasarkan suatu periode tertentu.             
                       Semua lisensi sudah termasuk                    
                        maintenance support.                            
                       Semua lisensi bersifat terbuka alias lisensi    
                        tidak mengikat pada suatu hardware              
                        tertentu.                                       
                       Lisensi dengan portabilitas dan fleksibilitas   
                        yang tinggi sehingga memudahkan                 
                        pengguna dalam mengatur dan                     
                        memindahkan lisensi antar End User              
                        Computing, NAS, virtualisasi, fisik, maupun     
                        workload di cloud                               
     4.  Network Packet Persyaratan Umum:               1 Paket         
         Broker Inline  Dilengkapi dengan surat dukungan dari          
         Bypass         prinsipal untuk produk yang ditawarkan.         
                       Dilengkapi tenaga ahli dengan sertifikasi       
                        keahlian sesuai dengan produk yang              
                        ditawarkan.                                     
                       Solusi yang diusulkan termasuk                  
                        Warranty/Garansi dari prinsipal selama 2        
                        tahun baik hardware maupun software.            
                       Solusi yang diusulkan sudah termasuk            
                        cabling (UTP dan FO), jika dibutuhkan           
                       Solusi yang diusulkan termasuk instalasi,       
                        konfigurasi dan pelatihan.                      
                       Dilengkapi dengan local support dari            
                        penyedia selama 1 (satu) tahun, untuk           
                        instalasi, konfigurasi, preventif dan korektif  
                        maintenance                                     
                     Spesifikasi Teknis dan Fitur                       
                      Solusi yang ditawarkan terdiri atas:             
                     a. Perangkat Network Packet Broker:                
                       o Chasis dengan redundant PSU dan                
                        redundant Fan                                   
                       o Port Density 48 port 10/25G plus 6 port        
                        40/100G, termasuk license to enable 24          
                        ports of 10/25G                                 
                       o Port Speed Multirate (1/10/25/40 /100G         
                        optic)                                          
                       o Termasuk transciever modul SFP+:               
                        8x1/10GBase-LR SM, 5x 1/10GBase-SR              
                        MM, 8x1GBase-T copper                           
                       o 2.0Tb Bi-directional Switching fabric          
                       o Mapping traffic flow relationships between     
                        source and destination ports                    
                       o Aggregate traffic to single port               
                       o Replicate traffic to multiple ports            
                       o Sophisticated filtering - L2-L4, User          
                        Defined Byte (UDB)                              
                       o Easy of use drag and drop user interface       
                       o GRE tunnel termination                         
                       o Inline traffic                                 
                       o Mendukung TACACS+, Radius and                  
                        SNMP, REST API for 3rd party integration        
                     b. Perangkat Inline Bypass:                        
                       o Solusi yang diberikan dapat berupa 2           
                        buah perangkat inline bypass                    
                       o Dapat mengakomodir kebutuhan bypass            
                        8 segment, yang mencakup :                      
                        - 4 bypass segments of 1000Base-T               
                          copper, setiap segment termasuk 2             
                          network ports and 2 appliance ports.          
                        - 4 bypass segments of 1/10G LR/LX-             
                          SM, setiap segment termasuk 2 network         
                          ports dan 2 appliance ports.                  
                       o Mampu mengakomodir untuk :                     
                        - Network 1 Gbps : Bypass Segment               
                          minimal 4 segment bypass.                     
                        - Network 10 Gbps : Bypass segment              
                          minimal 4 segment bypass.                     
                       o Dilengkapi dengan transciever modul            
                        SFP+: 4x1/10GBase-LR SM, perangkat              
                        pendukung seperti railrack, Patch Cord          
                        dan aksesoris pendukung untuk instalasi         
                        di Rack Network                                 
                       o Fail safe protection (fail-open or fail-       
                        closed)                                         
                       o Heartbeat protection & user configurable       
                        heartbeat (ms)                                  
                       o High Availability, service chaining and load   
                        balance function                                
                       o Failsafe Optical Protection (<50ms)            
                       o Advanced bypass optical switching - no         
                        battery using optical relay                     
                       o Redundant power supply                         
                       o Ingress and egress filtering                   
                       o Sophisticated filtering L2-L4,User Defined     
                        Byte (UDB)                                      
                       o Management Web based user interface,           
                       o Mendukung TACACS+, Radius and                  
                        SNMP, REST API for 3rd party integration        
                     .                                                  
     5.  Threat Intelligence Persyaratan Umum:          1 Paket         
                      Dilengkapi dengan surat dukungan dari            
                       prinsipal untuk produk yang ditawarkan.          
                      Dilengkapi tenaga ahli dengan sertifikasi        
                       keahlian sesuai dengan produk yang               
                       ditawarkan.                                      
                      Solusi yang diusulkan termasuk Lisensi dan       
                       Annual Support dari prinsipal selama 2           
                       tahun.                                           
                      Solusi yang diusulkan sudah termasuk             
                       cabling (UTP dan FO), jika dibutuhkan            
                      Solusi yang diusulkan termasuk instalasi,        
                       konfigurasi dan pelatihan.                       
                      Dilengkapi dengan local support dari             
                       penyedia selama 1 (satu) tahun, untuk            
                       instalasi, konfigurasi, preventif dan korektif   
                       maintenance                                      
                     Implementasi sistem harus mencakup:                
                      System DRPS (Digital Risk Protection             
                       System) harus bisa mendukung multi-              
                       tenant                                           
                      System DRPS harus memiliki dashboard             
                       yang terintegrasi secara holistic                
                      System DRPS harus mendukung NLP dan              
                       bisa mendeteksi dengan cepat bahasa              
                       asing seperti Arab/Rusia/Chinese/Japanese        
                      System DRPS harus bisa mendukung MFA             
                      System DRPS harus bisa support bahasa            
                       Indonesia                                        
                      System DRPS harus bisa melakukan                 
                       forwarding Alerts ke berbagai Channel            
                       seperti Whatapp, Slack, Email dan SMS            
                      System DRPS memiliki Review dari Cyber           
                       Security Community sebagai Leader dalam          
                       5 tahun terakhir                                 
                      System DRPS memiliki Global Honeypot di          
                       minimum di 50 negara diseluruh dunia             
                       termasuk Indonesia                               
                     Fitur:                                             
                      Threat Intelligence:                             
                       o  Threat Intelligence feed harus                
                          mengidentifikasi Threat Intelligence          
                          global terbaru dari Sensor Global dan         
                          jaringan Honeypots milik sendiri serta        
                          bersama dengan sumber intel ancaman           
                          premium, termasuk namun tidak                 
                          terbatas pada Alamat IP Berbahaya,            
                          Domain, URL, Nama File, Hash file,            
                          Alamat email, C & C (Command and              
                          Control) yang Diketahui, Geolokasi            
                          seperti Lat long, Nomor AS, ISP,              
                          Negara, dll.                                  
                       o  Platform harus menyediakan fitur Pencarian    
                          IOC, di mana Customer akan mendapatkan        
                          Skor Risiko IOC, Confidence Rating, detail    
                          Sumber, profil TA(Threat Actor) & IOA         
                          (Indicator of Attack)                         
                       o  In-house Premium Threat Advisory yang         
                          mencakup Kampanye Ransomware dan              
                          TTP, Pelaku Ancaman dan TTPnya, Grup          
                          APT, Pelanggaran Data, Analisis               
                          Kerentanan, kampanye Malware                  
                       o  Solusi harus memberikan peringatan secara     
                          near real-time tentang Pelanggaran untuk      
                          berbagai Industri & geografi di bentuk        
                          NewsFlashes di Dashboard.                     
                       o  Sandboxing Malware yang Dinamis harus         
                          tersedia: Layanan harus mendukung             
                          sandboxing malware dengan                     
                          memungkinkan pengguna untuk:                  
                           Unggah file mencurigakan ke platform        
                            dan unduh laporan analisis perilaku file    
                            terperinci dan laporan analisis jaringan    
                            untuk setiap file yang diunggah             
                           Laporan analisis harus berisi skor risiko   
                            file, indikator kompromi yang relevan       
                            seperti alamat IP, domain atau URL C2,      
                            koneksi jaringan yang mencurigakan,         
                            penggunaan API yang berpotensi              
                            berbahaya dan file yang diunduh atau        
                            file yang disimpan ke disk setelah          
                            eksekusi berhasil                           
                           Sandbox harus melindungi privasi            
                            organisasi dengan tidak mengunggah          
                            file ke repositori yang dapat diakses       
                            publik atau pihak ketiga                    
                           Sandbox minimal harus mendukung             
                            sistem operasi seperti Windows.             
                           Layanan harus mendukung analisis            
                            otomatis setidaknya 5 sampel per hari       
                           Penyedia layanan harus memberikan           
                            dukungan analis untuk interpretasi dan      
                            penjelasan laporan jika diperlukan          
                       o  Platform harus memiliki Perpustakaan          
                          Ancaman(Threat Library), yang                 
                          memberikan informasi terperinci tentang       
                          Grup Ancaman Persisten(APT Group)             
                          Tingkat Lanjut global, grup                   
                          Ransomware, Pelaku Ancaman, Alat              
                          yang mereka gunakan, Aliasnya, IOC,           
                          Negara Asal, Industri Sasaran &               
                          Geografi Sasaran untuk pemantauan             
                          dan pelacakan yang efektif.                   
                      Integration:                                     
                       o  Feeds dari platform harus diintegrasikan      
                          dengan solusi klien seperti: SIEM,            
                          SOAR, TIP, EDR dalam format STIX              
                          TAXII atau melalui Web API                    
                       o  Solusi harus mendukung Integrasi              
                          AD(Active Directory) dan Alert harus          
                          dihasilkan untuk paparan kredensial,          
                          hanya ketika user adalah karyawan saat        
                          ini                                           
                      Alert Notifications:                             
                       o  Selain Portal & email, notifikasi alert harus 
                          tersedia di semua saluran di bawah ini pada   
                          frekuensi yang diinginkan di Whatsapp,        
                          SMS & Slack                                   
                      Darkweb & Deepweb Monitoring:                    
                       o  Principal harus memberikan informasi awal     
                          tentang end point yang sudah terinfeksi oleh  
                          malware sehingga bisa menjadi back door       
                          yang membocorkan data seperti, username       
                          dan password, Hardware ID, Malware            
                          Location, Cookie & Token session internal     
                          customer yang tersedia untuk dijual di        
                          Pasar Darkweb                                 
                       o  Principal juga harus memberikan perbedaan     
                          yang jelas antara aset internal atau          
                          karyawan internal & pemangku kepentingan      
                          lainnya seperti pelanggan & mitra jika        
                          kredensial terekspos                          
                       o  Intelijen yang diberikan harus memiliki       
                          referensi ke sumber informasi termasuk        
                          situs Dark web dan Deep web serta             
                          Paste bin, baik melalui tautan langsung       
                          ke sumbernya atau salinan cache tanpa         
                          Pelanggan benar-benar masuk ke Dark           
                          web untuk mencari bukti.                      
                       o  Platform harus dapat membuat,                 
                          memantau, mengotomatiskan Alerts,             
                          dan melaporkan ancaman di Darkweb             
                          namun tidak terbatas pada hal-hal             
                          berikut: - Kredensial karyawan yang           
                          sudah bocor - Kebocoran informasi             
                          sensitif seperti Nama Pengguna Kata           
                          Sandi Kunci akses token rahasia - PII         
                          yang disusupi seperti Email ID, Nomor         
                          Telepon dan Alamat. -informasi tentang        
                          sistem yang disusupi seperti ID               
                          perangkat, nama host, alamat IP, dll          
                          untuk membantu penyelidikan forensik -        
                          Malware dan Infrastruktur Berbahaya           
                          yang terkait dengan domain Pelanggan          
                          -Dokumen Pribadi / Sensitif yang              
                          berkaitan dengan bisnis. -Meretas             
                          dokumen/alat yang secara khusus               
                          menargetkan klien; -Kode Sumber               
                          Bocor. -Kekayaan intelektual terekspos        
                          atau bocor -Pelanggaran Hak Cipta /           
                          Merek Dagang. -Informasi / Data               
                          Teknis yang dapat digunakan untuk             
                          menyusupi sistem perusahaan. -                
                          Penyebutan Alamat IP dan Infrastruktur        
                          - Penggunaan BIN dan nomor seri PII           
                          lainnya untuk mengidentifikasi akun dan       
                          kredensial terkait klien. -Kredensial         
                          Login dan Informasi Akun Pelanggan            
                          yang Dicuri / Disusupi. - Paparan             
                          Pelanggaran Pihak Ketiga                      
                       o  Platform ini harus menggabungkan              
                          serangkaian layanan pemantauan dan            
                          teknik analisis berlapis serta                
                          mengkorelasika data di berbagai               
                          sumber daya termasuk: - situs .onion,         
                          situs I2P, dan jaringan alternatif; - Blog    
                          Dark Net, forum, ruang obrolan; - Pasar       
                          Infostealer, Log dan Cookie -                 
                          Percakapan IRC; - Pasar gelap dan             
                          situs lelang kriminal - Forum                 
                          Ransomware - Telegram - Discord –             
                          Paste sites.                                  
                      Brand Monitoring Services:                       
                       o  Pemantauan Media Sosial: Platform             
                          harus memantau semua platform media           
                          sosial utama, termasuk, namun tidak           
                          terbatas pada; Twitter, Facebook,             
                          YouTube, Instagram, LinkedIn, Tiktok,         
                          Vimeo, RSS Semua sumber data harus            
                          dianalisis secara kolektif untuk              
                          penggunaan merek Customer. Hal ini            
                          harus ditinjau oleh Analis Keamanan           
                          penawar/OEM, diverifikasi secara              
                          manual, dan dievaluasi untuk                  
                          menentukan tingkat penyalahgunaan             
                          atau penipuan. Jika diduga terjadi            
                          penyalahgunaan, Pelanggan harus               
                          segera diberitahu untuk menghapus             
                          situs tersebut atau meminta agar              
                          postingan tersebut dihapus (Takedown)         
                          melalui saluran Incident Response yang        
                          normal.                                       
                       o  Platform harus memantau & melakukan           
                          Penghapusan (Takedown): - Situs &             
                          Kampanye Phishing - Aplikasi Seluler          
                          Palsu di Appstore, Playstore & toko           
                          Aplikasi pihak ketiga lainnya - Detail        
                          kontak Layanan Pelanggan Palsu -              
                          Profil Media Sosial Palsu - Domain/URL        
                          dan halaman Web palsu - Rekrutmen             
                          palsu drive & Penipuan Perekrutan -           
                          Video atau Gambar Palsu                       
                          menggunakan Logo klien                        
                       o  Principal/OEM harus menjadi anggota           
                          Kelompok Kerja Anti-Phishing                  
                          Internasional (APWG).                         
                       o  Solusi harus memberikan visibilitas data      
                          DNS, data Whois, data MX, tangkapan           
                          layar (Screenshot) yang diberi tag ke         
                          domain yang salah ketik (Typoquatted          
                          domain)                                       
                       o  Solusinya sebaiknya menyediakan fitur         
                          Domain Watchlisting, untuk                    
                          mendapatkan peringatan instan setiap          
                          kali ada perubahan status domain              
                       o  Platform harus mampu melakukan                
                          pemantauan Gambar/Logo untuk                  
                          mengidentifikasi peniruan identitas profil    
                       o  Platform harus menyediakan:                   
                          Pemantauan Defacement & Situs Web             
                          Watermarking                                  
                      Takedown:                                        
                       o  Melalui Brand Monitoring Services,            
                          Platform harus mampu memantau &               
                          melakukan Penghapusan (Takedown),             
                          seperti: Situs & Kampanye Phishing,           
                          Aplikasi Seluler Palsu di Appstore,           
                          Playstore & toko Aplikasi pihak ketiga        
                          lainnya, Detail kontak Layanan                
                          Pelanggan Palsu, Profil Media Sosial          
                          Palsu, Domain/URL dan halaman Web             
                          palsu, Rekrutmen palsu drive &                
                          Penipuan Perekrutan, Video atau               
                          Gambar Palsu menggunakan Logo klien           
                       o  Mampu melakukan 100 takedown per              
                          tahun                                         
                       o  Melalui Executive Monitoring, Platform        
                          harus mampu memantau dan                      
                          melaporkan: Profil, postingan, halaman,       
                          dan grup media sosial palsu CXO,              
                          penghapusan (Takedown) juga                   
                          diharapkan terjadi di sini: Kredensial        
                          Eksekutif yang Diekspos, Eksekutif            
                          Mentioned/ Diskusi tentang Eksekutif di       
                          Darkweb.                                      
                       o  Fake Social Media Profile Takedown            
                                                                        
                      Executive Monitoring:                            
                       o  Platform harus memantau dan                   
                          melaporkan Profil, postingan, halaman,        
                          dan grup media sosial palsu CXO,              
                          penghapusan(Takedown) juga                    
                          diharapkan terjadi di sini. Kredensial        
                          Eksekutif yang Diekspos. Eksekutif            
                          Mentioned/ Diskusi tentang Eksekutif di       
                          Darkweb.                                      
                      Security                                         
                       o  Principal harus memiliki sertifikasi ISO      
                          27001 yang masih aktif                        
                       o  Principal tidak boleh terkena data            
                          breaches/dilanggar dalam 36 bulan             
                          terakhir ketika data pelanggan juga           
                          terekspos                                     
                       o  Penyedia menyertakan Sertifikasi SOC-         
                          2 Type 1 yang dimiliki oleh Principal         
                                                                        
                      Platform                                         
                       o  Kontrol Akses Berbasis Peran (Role            
                          Based Access Control)                         
                       o  Solusi harus menyediakan kemampuan            
                          kueri nested yang memungkinkan                
                          pengguna memfilter hasil dengan logika        
                          AND/OR /NOT, menyediakan                      
                          fungsionalitas kueri khusus untuk             
                          mengurangi False Positive                     
                       o  Mendukung multi tenant                        
                       o  Solusi harus memberikan ringkasan AI          
                          tentang ekosistem klien untuk                 
                          membantu mereka dalam remediasi               
                          risiko & pengambilan keputusan yang           
                          lebih baik                                    
                       o  Solusi harus memberikan kebisingan            
                          yang dapat diabaikan & positif palsu          
                          (false positives) Rasio Sinyal terhadap       
                          Kebisingan (SNR) > 90%                        
                       o  Tag & Label AI, pencarian berbasis tag        
                          harus tersedia                                
                       o  Ringkasan AI harus disediakan di              
                          dasbor eksekutif untuk membantu               
                          pengambilan keputusan & langkah-              
                          langkah remediasi                             
                       o  Single Dashboard harus memberikan             
                          visibilitas semua kasus penggunaan            
                          (Use case) yang diperlukan                    
                       o  Platform harus menggunakan algoritme          
                          AI generatif untuk memberikan                 
                          ringkasan 2-3 baris postingan, obrolan,       
                          atau artikel apa pun di web Darkweb &         
                          Surface yang diposting dalam bahasa           
                          apa pun & juga menetapkan skor risiko         
                          di atasnya                                    
                                                                        
                                                                        
                             Jakarta, November 2024                     
                             Pejabat Pembuat Komitmen                   
                             Pusat Data dan Teknologi Informasi         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                             TTD
Tenders also won by PT Global Infotech Solution
Authority
16 August 2021Paket Belanja Modal Peralatan Dan Mesin Pengadaan Server Ap Dan Cm Span Ta. 2021Kementerian KeuanganRp 44,125,400,000
31 December 2024Pengadaan Jasa Pemeliharaan Perangkat Keras Merk Dell Dan Sarana Pendukungnya Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Ta 2025Kementerian KeuanganRp 39,880,820,700
28 July 2023Peningkatan Kapasitas Komputasi Dan Penyimpanan Data Dalam Rangka Integrasi Manajemen PengawasanBadan Pengawasan Keuangan Dan PembangunanRp 13,148,913,742
2 February 2023Pengadaan Jasa Perpanjangan Garansi (Extended Warranty) Perangkat Lenovo Infrastruktur Tik Direktorat Jenderal Perbendaharaan Tahun Anggaran 2023Kementerian KeuanganRp 7,305,132,000
8 January 2023Pengadaan Perpanjangan Garansi Perangkat Ibm Server Dan StorageKementerian KeuanganRp 4,650,000,000
7 March 2022Pengadaan Perpanjangan Garansi Perangkat Ibm Server Dan StorageKementerian KeuanganRp 4,500,000,000
18 August 2020Pengadaan Peralatan Optimalisasi Internet Di PtikKementerian Pendidikan dan KebudayaanRp 3,118,656,000
23 March 2020Pengadaan Penambahan Modul Perangkat Jaringan Huawei Ta 2020Kementerian KeuanganRp 2,860,000,000